Title : Uchi-Haru-Yaoi Back To Normal
Pair : SasuSaku.
Genre : Drama, Romance And School
Naruto Masashi Kishimoto.
Author : Hn U.
Rate : T (mungkin)
Warning : Ancur banget.
Sifat karakter sangat beda.
Chapter 05
(Kencan?)
-- Sasuke Pov --
Hampir semua murid yang kini berada di kantin melihat kearahku. Berbisik dan melihat seakan tidak suka itulah yang dapat aku lihat secara jelas, apapun yang mereka pikirkan aku tidak peduli. "La.. La laa..." Si pink ini bersenandung kelihatannya dia suka jika aku di tatap horror fansnya.
"Hnn... Pink?"
"La...La.. La.. laa.." Dia terus saja bersenandung bodoh. Entah kenapa yang berada di kantin satu persatu pergi meninggalkan aku bersama si pink ini yang terus saja... La la la tidak jelas dan sesekali tersenyum padaku. Apa dia jadi aneh karena aku bentak?
Kantin yang tadinya cukup ramai, tempat duduk yang di isi para Siswa, Siswi kini benar-benar telah sepi. Di mana pun aku berada pasti semua menjauh mungkin karena aku di cap sebagai yaoi. Aku dan si pink ini, sedang duduk berhadapan hanya di batasi meja yang tersedia di kantin terasa begitu sunyi, hanya pegawai penjaga kantin yang kelihatannya sangat lemas apa mungkin karena ada aku?
Entah kenapa aku mulai berpikir yang aneh-aneh. "Sasuke, kenapa kau diam saja? Apa tidak bosan dari tadi cuma diam?" Tanyanya lalu mengunyah roti.
Aku malas sekali menjawab pertanyaan nya, lalu aku beranjak dari dudukku. Mungkin aku harus pergi ke atap sekolah di sana memang tempat yang cocok buatku.
"Sasuke, kenapa kau pergi?! Heii! Sasuke ini rotimu kenapa tidak kau makann?!"
-- Sasuke Pov End --
Hinata terus memperhatikan Naruto yang kini sedang terbaring di tempat tidur ruang UKS. Hinata yang sebenarnya diam-diam memperhatikan Naruto yang selalu saja di anggap pencinta sejenis itu telah membuatnya jatuh hati waktu pertema kali bertemu. karena menurut Hinata, Naruto berbeda dengan Siswa lain Hinata tidak berpikir apa karena Naruto itu yaoi. Karena dia yakin Naruto bukan pencinta sejenis yang memang selalu menjadi pembicara di setiap kelas sampai para Guru, pun percaya hal itu karena Naruto dan Sasuke sangat dekat yang lebih menguatkan lagi mereka berdua tidak memiliki teman.
-- Naruto Pov --
Aku menatap langit-langit ruangan. Apa mungkin ini masih di ruang UKS? Aku mulai untuk bangun dari baringku dan melihat suasana ruangan yang ternyata benar ini ruangan UKS. Kepalaku pusing... Entah berapa lama aku tertidur dia masih ada di sini!
"Eh?! Kau akhirnya bangun juga Naruto!" Ucapnya sambil mendekat kearahku yang kini sedang duduk di tempat tidur.
Dia terlihat senang dan memperhatikanku lalu menempelkan telapak tangannya di keningku, dia baik sekali andai dia mau jadi temanku heeh... Itu tidak mungkin, tapi aku hari ini senang karena Sasori kakak kelas yang sangat populer ingin menjadi temanku dan Teme.
Aku mulai beranjak dari baringku, lalu membungkukan badan mengucapkan rasa terima kasihku pada Hinata yang hari ini menungguiku di ruangan UKS. Aku membuatnya repot hari ini apa lagi dia adalah OSIS. Yang begitu sibuk dia tersenyum saat aku melihatnya, aku senang akhirnya ada mau menjadi temanku, semoga teme mendapat keberuntungan sepertiku sekarang. "Naruto, apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanyanya saat aku ingin melangkah pergi. "Iya, aku sudah lebih baik terima kasih ya, aku sangat membuatmu repot hari ini." Jawabku, Hinata hanya mengeleng berberapa kali lalu aku meninggalkan ruangan UKS. Saat aku melewati koridor kelas, semua seperti biasa tersenyum seperti meremehkan, apa aku ini harus selalu mendapatkan ini semua ya?
-- Naruto Pov End --
-- Sakura Pov --
Aku hanya bisa menghela nafas setiap dia berucap jangan ikuti aku. Dasar yaoi kenapa dia kasar sekali? Akukan hanya ingin mencari tau kebenaran nya dia yaoi atau tidak. Memang aku suka membaca cerita yaoi dan di setiap ceritanya kesannya cukup romantis walaupun sejenis.
"Pink! sampai kapan kau mau mengikutiku lebih baik kau bersama fansmu." Ucap Sasuke yang selalu saja membuatku kesal. "Huuuh!! Aku bosan mereka semua genit!" Jawabku lalu Sasuke menghentikan langkahnya saat akan menaiki anak tangga. "Hnn.. Genit?!"
"Hmm.. Kenapa kau seperti terkejut Sasuke?" Tanyaku
"Aku hanya heran." Ucapnya sangat di buat tenang
"Heeh... Apanya yang kau herankan?" Tanyaku polos semoga dia mau menjawab.
"Aku heran jika mereka mengaku sebagai fans, seharusnya mereka tidak melakukan hal itu" Ucapnya
"Kau benar juga tapi hampir semua yang aku kenal seperti itu dasar laki-laki selalu saja mencari kesempatan, kadang aku merasa muak huhh.. Ehh kenapa aku malah curhat padamu?" Ucapku, Sasuke mulai menaiki anak tangga. Aku mengikutinya menuju atap sekolah sekilas aku berpikir tapi dia kenapa tidak seperti yang lain? Mmh aku lupa diakan yaoi, mana mungkin genit.
Clekhh...
Aku melihatnya melangkah saat memasuki pintu menuju atap sekolah. Jujur aku tidak pernah kesini, angin berhembus cukup kencang.
"Pink?! ngengam rokmu!"
"Eh?! Buat apaa?" Tanyaku
Wuussshhh...
"Kyaaakkkk!!!" Teriaku sambil berusaha menahan agar rokku ini tidak terbawa, alur angin yang berhembus kencang ternyata maksudnya tadi ini tempat ini membuatku kesal!
Dia memejamkan mata, aku menatapnya berdiri tak jauh dari tempatku berdiri. Angin berhembus berkali-kali, aku sangat membenci tempat yang membuatku malu seperti ini. "Sebentar lagi anginnya berhenti pink"
"Huuhh.. Sok tau!" Jawabku dengan nada kesal aku menyesal mengikuti yaoi ini.
Dia tetap memejamkan mata, ternyata benar angin berhenti berhembus kencang hebat juga dia seperti peramal. Dia mulai membuka mata perlahan lalu menatapku. Aneh sekali kenapa aku malu?
Jika dia bukan yaoi pasti para Siswi di sekolah akan histeris memanggilnya di lihat dari sisi mana pun dia keren di tambah tampan. Hah kenapa aku berpikir seperti ini?!
"Seharusnya kau tak mengikutiku pink." Ucapnya entak kenapa terdengar berbeda tidak kasar juga tidak dingin apa mungkin telingaku ini salah mendengar?
"Huhh!"
"Hnn.. Huhh?" Tanyanya dan aku langsung terdiam tanpa sebab yang jelas pandangku tertuju padanya
"Pink?" Tanyanya
"Jangan panggil aku pink aku malas mendengarnya!" Ucapku
"Hnn.. Kenapa kau marah?" Tanyanya
Aku hanya diam terus menatapnya entah aku ini kenapa kesal, jika dia memanggilku pink. Padahal tadi aku biasa saja aku ini kenapa? Apa yang terjadi padaku?
Degh..
Aku melihat ke arah kiri, memandang terali besi pembatas atap sekolah. Perasaan yang aneh ini membuatku merasa gugup yang amat susah untukku jelaskan.
Dia mendekat melepas jass yang ia pakai lalu memakaikannya di pinggangku, aku hanya seperti orang bodoh diam membiarkan apa yang ia lakukakan.
Wuusssshhh...
Aku sekarang mengerti apa maksud perbuatanya dengan begini aku lebih tenang tak memikirkan hembusan angin yang membuatku kesal.
Teakhhhh...
"Aduhh kenapa kau menyetil jidatku?!" Tanyaku sekaligus aku sadar dari lamunanku.
"Kau melamun seperti orang bodoh." Ucapnya membuat kedua pipi ini seakan menghangat entah kenapa? Aku saja tak mengerti pada diri sekarang aku ini seperti orang bodoh.
Brakkk!!!
"Temee!!" Suara teriakan yang sangat nyaring membuatku terkejut lalu melihat kearah pintu keluar dari atap sekolah. Ternyata Naruto yang kini melihat kearah kami berdua.
Aku melangkah mundur beberapa kali, aku baru sadar jarakku dan dia terlalu dekat.
"Teme, Sakura? Kalian berdua ternyata!!!" Ucap histeris Naruto, aku hanya melihat kearah lain.
"Kalian ternyata melupakanku kenapa aku di tinggal di UKS sendirian!!" Tanyanya cukup nyaring. Aku hanya tertawa geli.
Sasuke hanya diam tak menjawab pertanyaan Naruto yang terus mengomel, mereka berdua sangat akhrab. Aku sangat suka melihatnya tapi sayang mereka berdua saling.. Sudahlah aku tidak peduli itu pilihan mereka bedua!
Akhirnya semua kegiatan di sekolah selesai. Hari pun menjelang sore, aku mulai melangkah keluar sekolah di gerbang sekolah terlihat Sasuke, Naruto dan Hinata. Sepertinya mereka membicarakan sesuatu? Aku mendekat kearah mereka bertiga, Sasuke tiba-tiba menoleh kearahku!
Ternyata Hinata meminta bantuan Naruto untuk mengantarnya pulang. Mmh.. Biasanya Hinata pulang sendiri aneh?
Arah rumahku sama dengan Sasuke dan Naruto. rumah kami sama yang berbeda blok yang aku tau mereka berdua tidak jauh dari rumahku.
"Sasuke?"
"Hnn... Apa pink?"
"Jangan panggil aku pink!" Protesku, aku mulai tidak suka dengan panggilan pinknya.
Dia hanya diam kami berdua berjalan bersama untuk pulang. Sasuke hanya diam terus melihat lurus ke depan, aku meliriknya beberapa kali. Entah kenapa suasanya semakin canggung.
"La... La.. laa" Senandungku menenangkan rasa gugupku, dia tetap diam, aku menghela nafas. Aku kecewa tanpa sebab yang pasti.
"Pink?" Tanyanya, aku mengembungkan pipi kesal. kenapa dia tetap menanggilku pink!
"Huuh.. Apa?!" Jawabku ketus aku kesal sekali dengannya.
"Apa kau tau kencan itu seperti apa?" Tanyanya polos padahal nada seakan dingin.
"Hahahaha... Bercandamu lucu Sasuke" ucapku lalu menutup mulut dengan kedua tanganku.
"Hnn.. Aku tidak bercanda." Ucapnya, sambil menatap tegas tepat di depanku membuatku diam lalu tersenyum. " Ekhhmm.. Begini kencan itu... Mmhh begini.. Mmm... Kencan itu... Mm.."
"Hnn.. apa?" Tanyanya
"Kencan itu semacam jalan bersama, makan bersama, nonton bersama.. Tapi hanya untuk pasangan kekasih." Ucapku panjang lebar dan sebenarnya ini cuma yang aku tau dari film saja.
"Jadi begitu.." Gumamnya
"Kenapa kau tanya soal kencan?" Tanyaku
Dia hanya diam tak menjawab melanjutkan apa yang kami awalnya tuju yaitu pulang.
Aku hanya mengikutinya dari belakang ternyata punggungnya lebar juga hehe.. Aku mulai aneh memikirkan hal bodoh. Tapi ada rasa penasar kenapa tadi dia tanya soal kencan.
BERSAMBUNG
NEXT
Chapter 06
(Dia)
