Chapter 2 : Missed

Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu

Cast:

Oh Sehun as Park Sehun

Xi Luhan as Kim Luhan

Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Paek Chanyeol as Park Chanyeol

Kim Yerim as Park Yeri

And others (Find Yourself)

.

Main Pairing:

.

Genre: .

Rating:

T

Special Thanks to:

[Cici fu][Asmaul][Arifahohse][Juna Oh][OSH46][Babybyun][Heegi]

Sinopsis:

"Kami pergi dari rumah itu karena kau meninggalkan kami, tapi aku berjanji. Aku janji akan mendapatkan rumah itu kembali dan menjaga apa yang sudah kau tinggal. Dan kumohon tak usah kembali"

-Park Sehun-

"Aku memang terlihat idiot tertawa dan bertingkah sok imut seperti katamu, tapi aku melakukan ini hanya untuk Ibuku jadi jangan salah paham"

-Park Yeri-

"Kau terlihat bahagia saat di cafe, apa tidak bisa tertawa seperti itu disini?"

-Kim Luhan-

"Hiks...Hiks..."

Sehun masih duduk di samping tempat tidur adikknya. Ia menatap lurus ke gadis mungil yang sudah 6 tahun menemani hidupnya. Wajah ceria dan manja itu kini tertutup bantal. Suara isakan masih terdengar sejak 5 menit yang lalu.

Dengan lembut, Sehun terus mengusap rambut halus adiknya. Ia mengerti perasaan adiknya karena itu juga yang dia rasakan. Tidak pernah sekalipun appa-nya berteriak kecuali memanggil mereka untuk makan, apalagi membentak.

Menurut Sehun, Yeri juga tidak salah. Adiknya ini pasti sangat merindukan appa seperti dirinya. Yeri bukanlah anak manja seperti yang terlihat. Yeri selalu bertingkah lucu dan menggemaskan. Membuat dirinya seakan manja di depan orangtuanya. Appa sering bilang kalau tingkah Yeri yang menggemaskan adalah obat lelahnya dan baterai kebahagiaannya. Jadi Yeri selalu berusaha bertingkah menggemaskan.

'Kriieeet'

Pintu kamar Yeri terbuka. Wajah cantik Ibunya kini terlihat di balik pintu. Wajah yang biasanya dihiasi senyum manis kini menatap kedua anaknya sendu. Yeri masih enggan memalingkan wajahnya dari bantal. Sehun dan Baekhyun saling bertatapan seakan bicara dengan ikatan batin mereka. Baekhyun berjalan mendekati Sehun dan Yeri. Ikut merasakan surai halus Putri bungsunya.

"Yeri-ah"

Dengan lembut Baekhyun mulai bersuara.

"Eomma sangaaaaaaat lapar. Jadi ayo kita buat cupcake seperti rencana kita kemarin. Eotte?"

Baekhyun mengedipkan matanya kearah Sehun.

"Ah~ eomma jjang! Aku juga mau buat kue"

Perlahan wajah cantik itu mulai terlihat. Walaupun sembab dengan hidung merah, Yeri masih terlihat sangat cantik. Yeri perlahan mulai bangkit dan elusan dirambutnya mulai berhenti. Tangan mungilnya mengusap air matanya dan bergerak memeluk Baekhyun. Pelukan yang sangat erat.

"Ye..."

"eomma mianhae..."

Baekhyun terdiam mendengar suara lirih anaknya. Baekhyun hendak bicara, tapi terhenti ketika Yeri melepaskan pelukannya. Yeri turun dari tempat tidur dan menghadap kearah kakak dan eomma-nya.

"Kajja!"

Yeri manarik tangan Baekhyun dan Sehun dengan kedua tangan mungilnya. Wajahnya yang sedih tadi sudah berubah dihiasi senyum. Baekhyun menghela nafas lega. Ia kira akan sulit menenangkan Yeri dengan keadaan ini mengingat Yeri adalah gadis mungil mereka. Keluarga kecil ini langsung berjalan menuju dapur mengisi hari minggu mereka yang sebelumnya menegangkan.

"Aku tidak mau melakukannya."

Jongin masuk langsung meletakkan berkas diatas meja. Lelaki dibalik meja itu mengalihkan perhatiannya dari laptop dan melepas kacamatanya. Wajahnya terlihat sangat lelah. Kantung matanya menebal dalam kurun waktu semalam. Walaupun begitu, wajah tampannya tetap mendominasi wajahnya.

"Apa kau sedang sibuk? Ayo kita duduk dulu."

Lelaki itu berdiri dari kursinya sambil membenarkan jasnya yang sedikit kusut. Tangan kanannya membawa berkas yang sebelumnya diletakkan dimeja oleh Jongin. Jongin mengikuti lelaki itu dan kini duduk saling berhadapan.

"Boleh kutanya alasanmu?"

"Apa aku boleh menanyakan hal yang sama?"

Lelaki itu menghela nafasnya. Bisa ia rasakan tatapan mata Jongin yang sangat tajam. Mungkin inilah yang disebut mata mengintimidasi yang membuatnya selalu menang di setiap persidangan.

"Aku tak habis pikir, Chanyeol. Saat seseorang datang ke kantorku membawa berkas mengerikan itu! Aku ingin membuangnya."

"Apa semengerikan itu?"

"Iya jika Kyungsoo ada disana dan membacanya lebih dulu dari aku."

Chanyeol terkekeh pelan mendengar ucapan temannya. Walaupun sudah menikah bahkan sudah punya anak, tapi Jongin masih saja ciut jika sedang berhadapan dengan Kyungsoo. Tidak berubah sejak mereka masih SMA.

"Apa yang dia lakukan padamu?"

"Kau tidak akan mau tahu, atau mungkin kau sudah melihatnya dulu."

Chanyeol kembali terkekeh. Jongin menatap Chanyeol dengan senyum badutnya. Menatap sahabat yang sudah lebih dari 10 tahun bersamanya, atau mungkin akan menjadi calon besannya mengingat putrinya -Tao- sangat tergila-gila dengan Sehun.

"Chanyeol aku serius."

Kini kekehan Chanyeol berhenti. Ia berdehem dan menyodorkan amplop itu untuk mendekat kearah jongin.

"Aku butuh bantuanmu, teman. Kurasa jika ditanganmu ini semua akan cepat selesai."

"Tapi ini... Yeol! Apa yang sedang terjadi? Kau memintaku memberitahu Baekhyun saat kau pergi ke Kanada kemarin, dan saat kau pulang... asshh! Bagaimana reaksi Baekhyun? Aku lihat dia sudah menandatanganinya."

Chanyeol terdiam. Teringat kembali wajah Baekhyun yang khawatir saat dia membereskan barang-barangnya. Bagaimana wajah poker face putranya yang terkejut. Bagaimana wajah kecewa peri kecilnya. Bagaimana ketiga orang penting dalam hidupnya menatapnya kecewa. Dan yang paling ingin dia lupakan...

'Kau ingin bercerai denganku? Aku tunggu di pengadilan... Park Chanyeol!'

Suara istrinya yang kecewa menyebut nama lengkap Chanyeol. Saat Baekhyun menyebut namanya lengkap, itu artinya Baekhyun sedang serius. Jangan lupakan wajah dingin wanita itu saat memberikan amplop kepadanya.

"Kau pasti tahu jawabannya. Aku yakin dia membenciku... seperti anak-anakku."

"Kalian membicarakan masalah ini di depan anak-anak kalian?! Daebak!"

"Mereka tiba-tiba datang. Lagipula kami tidak membicarakan masalah ini. Aku langsung memberikannya padanya dan hanya menyuruhnya cepat tanda tangan."

"Brengsek kau Yeol."

Chanyeol tersenyum miris. Mendengar sahabatnya sendiri mengatakan hal yang sama seperti hatinya katakan.

"Kau pasti punya alasan, yeol. Kalian! Kalian saling mencintai dan kalian punya Sehun dan Yeri yang masih kecil. Apa yang membuatmu bertingkah kekanak-kanakan begini?"

Jongin menatap manik Chanyeol. Tersirat kekecewaan pada sahabatnya ini. Dia sangat mengenal pasangan suami-istri yang bahkan kisah cintanya terkenal di SMA maupun saat kuliah. Saat orang tua Chanyeol melarang hubungan mereka sampai menghapus nama Chanyeol dari keluarga itu. Chanyeol tidak gentar. Dia membiayai hidupnya sendiri dengan beasiswa dan bekerja. Membuat orang tua Baekhyun mengizinkan Chanyeol untuk menikahi Putri tunggal mereka sebelum meninggal. Tapi bisa-bisanya sekarang dia ingin menceraikan Baekhyun? Menceraikan usahanya selama ini?

"Kau pasti sudah memikirkan alasanku, Jongin. Aku lelah! Aku capek! Aku capek dengan hidupku yang serba kekurangan ini. Aku tinggal di rumah besar milih orang tua Baekhyun, tapi aku hanya bekerja sebagai penjaga supermarket! Ayahku terus mengawasiku sehingga aku tidak bisa mendapat pekerjaan yang layak! Kau tahu apa yang tetangga katakan tentangku? Aku hanya parasit jong, parasit!"

"Baekhyun tidak pernah mempersalahkannya, bukan? anakmu juga ti..."

"Aku jongin, Aku! Aku yang lelah. Aku yang tidak kuat! Aku yang mempersalahkannya. Saat Yeri melihat temannya membawa mainan. Saat Sehun hanya membantuku sepulang sekolah. Saat Baekhyun yang keluar dari pekerjaannya karena aku tidak suka dengan bos-nya itu. Aku hanya beban, aku membuat hidup mereka susah!"

"Bukankah sekarang malah kau membuat mereka susah karena sedih?"

"Tidak, Jong! Aku sudah memikirkannya. Ayahku membawaku kembali dalam keluarga itu jika aku meninggalkan Baekhyun. Aku akan menghidupi mereka karena aku akan bekerja di kantor. Mereka tidak akan susah lagi dan bisa hidup layak..."

Chanyeol menghentikan ucapannya ketika melihat Jongin berdiri. Namja tan itu memperbaiki bentuk jasnya yang mengancingkan kembali bagian depan jasnya.

"Semakin mendengar alasanmu semakin aku tidak mengenalmu, yeol. Kau sekarang terlihat sangat pengecut dan gampangan. Sekali lagi aku minta maaf tidak bisa membantumu."

Jongin meninggalkan Chanyeol yang menatap dirinya dengan matanya yang bulat. Ia berbalik ketika hendak membuka pintu. Matanya bertemu lagi dengan sahabat yang juga menatapnya itu.

"Mungkin kita akan bertemu di pengadilan dan kau tidak perlu bertanya alasannya."

Dengan wajah dingin itu Jongin kembali menghadap pintu dan keluar ruangan itu.

Chanyeol mengusak rambut dan wajahnya kasar sepeninggal Jongin.

"SIAL!"

.

.

.

TBC

Hai Chingu

Sebelumnya aku belum kenalan, hehe

Namaku Krisgi Pudicha. Kebetulan aku ini darah campuran (?) Korean- indonesian. Namaku Korea ku Kim Soojeong, hebat kan margaku Kim, hehe. Ada berbagai alasan yang membuatku punya dua kewarganegaraan yang mungkin aku bahas di Chapter selanjutnya kalau pada penasaran.

Cukup sekian perkenalannya kali ini.

.

Makasih buat semua yang udah baca dan nge-Review. Seneng deh dapat sambutan baik dari para reader-nim. Aku pengen bales satu-satu, tapi belum sempat, hehe.

Oiya, buat yang pengen cepat-cepat next Chapter, sebenernya aku ini repost dari karyaku di Wattpad yang sekarang udah stay di Chapter 6, dan untuk ditata masuk ke ffn, butuh waktu, hehehe

Tapi aku usahain bisa masukin semua Chapter maksimal besok pagi, hehe doain ya.

Aku juga bikin Video Preview sebagai pengganti tulisan Next Chapter, menurutku itu lebih gampang dan lebih menarik. Yang mau lihat bisa lihat di sns-ku (maklum sebelumnya nggak paham, jadi baru) instagram/wattpad: pudichakris. Youtube: Krisgi Pudicha

.

Terus dukung Krisgi ya biar semakin semangat, hehe. Jangan lupa Review yaa. Saranghaeyo reader-nim