Chapter 4 : Flight
Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu
Cast:
Oh Sehun as Park Sehun
Xi Luhan as Kim Luhan
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Paek Chanyeol as Park Chanyeol
Kim Yerim as Park Yeri
And others (Find Yourself)
.
Main Pairing:
Hunhan
Chanbaek
.
Genre: .
Rating:
T
Sinopsis:
"Kami pergi dari rumah itu karena kau meninggalkan kami, tapi aku berjanji. Aku janji akan mendapatkan rumah itu kembali dan menjaga apa yang sudah kau tinggal. Dan kumohon tak usah kembali"
-Park Sehun-
"Aku memang terlihat idiot tertawa dan bertingkah sok imut seperti katamu, tapi aku melakukan ini hanya untuk Ibuku jadi jangan salah paham"
-Park Yeri-
"Kau terlihat bahagia saat di cafe, apa tidak bisa tertawa seperti itu disini?"
-Kim Luhan-
Happy Reading
'Ting!'
Pintu lift terbuka. Seketika Baekhyun terdiam melihat sosok di depannya.
"Baek? Apa yang kau lakukan disini?" Tanyanya.
Baekhyun keluar dari lift dan menunduk hormat.
"Selamat sore, Tuan Wu. Saya mau menjemput anak saya di rumah teman saya,"
Jelas Baekhyun sambil tersenyum. Lelaki yang dipanggil Tuan Wu itu mengangguk paham. Namja itu -Kris Wu- adalah seorang pemilik perusahaan dimana Baekhyun bekerja dulu. Sebuah perusahaan maskapai penerbangan dimana Baekhyun bekerja sebagai pramugari.
"Kenapa kau menitipkan anak-anakmu disini?"
"Ah... saya baru pulang dari mencari kerja. Anak-anak pulang sekolah langsung saya minta pulang ke rumah teman saya dulu," jelas Baekhyun.
Kris mengkerutkan dahinya pada ucapan Baekhyun 'mencari kerja'. Bukankah suaminya melarangnya bekerja? Itulah alasan Baekhyun dulu keluar dari pekerjaannya.
"Baekhyun... apa kau sedang sibuk? Aku rasa aku bisa membantumu."
Baekhyun kembali mendongakkan kepalanya. Ia mengangguk setuju. Dia butuh pekerjaan segera dan Tuan Wu adalah harapannya.
"Tuan Park, anda sudah ditunggu presdir di dalam."
Chanyeol melanjutkan jalannya menuju ruangan dengan pintu terbesar di gedung itu. Sudah 10 tahun ia tidak masuk ke dalamnya. Terakhir dia kesana adalah terjadi pertengkaran hebat antara ia dan ayahnya dengan keputusan Chanyeol dihapus sebagai penerus keluarga. Chanyeol keluar dari tempat itu dengan keputusan untuk bersama Baekhyun, tapi sekarang ia masuk sebagai seorang pewaris yang meninggalkan Baekhyun.
Seorang wanita berbaju rapi membukakan pintu untuk Chanyeol. Terlihat pria paruh baya angkuh tersenyum kearah anaknya.
"Duduk."
Chanyeol masuk ke dalam berbarengan suara pintu ditutup. Ia segera duduk. Tuan Park -Ayah Chanyeol- bangkit dari kursinya dan berjalan untuk duduk di depan Chanyeol. Ditangannya terdapat berkas yang beliau berikan pada Chanyeol sebelum duduk.
Chanyeol membuka berkas tersebut yang ternyata berisi surat perjanjian perusahaan.
"Selamat. Kau berhasil memenangkannya. Aku memang tidak salah mengirimmu ke Kanada. Proyek besar ini jatuh ke tangan kita."
"Terima Kasih, Tuan Park"
"Hei...hei... putraku. Kau yang akan dipanggil Tuan Park sekarang, jangan memanggil Ayahmu seperti itu."
Tuan Park tersenyum kearah anaknya. Chanyeol hanya tersenyum tipis tanpa membalas apapun. Tuan Park memperbaiki duduknya ke belakang, sedikit bersandar menikmati santainya bicara damai dan rukun dengan anaknya.
"Aku akan segera pensiun. Setelah melihatmu memenangkan tender ratusan juta ini, aku semakin yakin untuk memberikannya padamu. Aku harap ke depannya kau tidak mengecewakanku."
Chanyeol tetap diam. Hanya mengangguk seperlunya yang tidak dilihat Ayahnya yang sedang menatap keatas. Beliau terlihat sangat lega dan rileks. Seperti kesetresannya akan menghilang.
"Dengan begitu aku bisa menyusul Ibumu dengan tenang..."
"Ayah tolong jangan bicara seperti itu."
Tuan Park terdiam dan membenahi kembali bentuk duduknya. Kini punggungnya kembali tegak. Matanya yang biasanya sangat tajam memandang Putra satu-satunya itu dengan lembut.
"Aku senang kau sudah kembali, Chanyeol. Aku lega..."
"Jika dulu kau mendengarkan aku, pasti sekarang semuanya lebih mu..."
"Aku tidak ingin membicarakannya..." putus Chanyeol," Dan menurut saya keputusan saya saat itu sudah benar."
Tuan Park menatap anaknya yang sedari tadi tidak berubah ekspresinya. Ada hal yang ia rindukan dari anaknya dan sekarang terlihat, watak keras kepala turunan Park.
"Baiklah-baiklah. Kau sekarang pulanglah dulu dan istirahat. Kau baru saja kembali dari Kanada dan besok proyek ini harus menjadi yang terbaik."
Chanyeol berdiri dan membungkukkan badannya kearah Ayahnya dan berjalan pergi menuju pintu.
"Masalah Irene ki..."
"Saya tidak menikah lagi. Ini syaratnya."
Chanyeol kembali memutus ucapan ayahnya. Ia segera menarik knop pintu dan keluar. Tuan Park menatap pintu yang tertutup itu dengan pandangan sulit diartikan.
"Benar-benar anakku."
Baekhyun meletakkan handphone-nya kembali. Ia baru saja mengabari Kyungsoo tentang keadaannya sekarang. Ya. Duduk di sebuah cafe bersama mantan direkturnya.
"Jadi... kenapa kau mencari kerja? Bukankah suamimu melarangmu bekerja?"
Kris langsung masuk ke intinya. Tanpa obrolan santai terlebih dahulu. Tidak terlihat oleh Kris, Baekhyun mengusap kedua tangannya gelisah. Apakah dia harus mengatakan bahwa dia sekarang seorang janda? Ya Tuhan itu adalah topik sensitif banginya.
"Jangan-jangan kalian bertengkar lalu bercerai. Kau yang tidak punya pekerjaan harus menghidupi anakmu, begitu?"
Kris hanya bercanda sehingga dia tertawa. Oh... ayolah! Siapa yang tidak kenal Park Chanyeol, suami Baekhyun yang posesif itu. Hanya karena Kris sering melihat kearah Baekhyun yang terlihat seksi saat menggunakan seragam pramugari, Chanyeol memaksa Baekhyun keluar dari pekerjaan. Konyol bukan? Begitu juga dengan Baekhyun yang selalu bergumam bahwa dia seorang istri setiap bertemu Kris, padahal Kris hanya menyapa. Itulah yang membuatnya semakin suka mengganggu Baekhyun. Terlalu polos.
Mengingat semua itu, Kris yakin mereka tidak akan dipisahkan sampai di akhiratpun. Namun tawa Kris semakin berkurang ketika ia melihat ekspresi Baekhyun yang semakin gelisah. Baekhyun hanya diam.
"Jangan-jangan..."
"Begitulah. Kami sudah bercerai seminggu yang lalu Tuan Wu."
Kini giliran Kris yang gugup. Terlihat dari jakunnya yang bergerak naik turun. Ia merasa bersalah karena sudah tertawa.
"Maafkan aku,"
"Tidak apa, Tuan Wu. Ini sudah keputusan kami."
Kini hening menyelimuti mereka. Hanya suara obrolan orang sekitar yang terdengar. Baekhyun meminum kopinya mengalihkan pandangannya dari Kris.
"Apa kau mau jadi pramugari lagi?"
'Uhuuuuk!'
Baekhyun segera meletakkan gelas kopinya. Kris menjulurkan sapu tangannya dan diterima oleh Baekhyun. Baekhyun mengusap mulutnya.
"Saya pasti salah dengar," ucapnya sambil tertawa
"Aku serius. Aku menawarimu pekerjaan lagi. Dulu kau mengundurkan diri karena suatu alasan. Bukankah dulu aku sudah bilang bahwa Emperal Air akan membuka pintu untukmu kapanpun kau ingin kembali?"
Baekhyun terdiam. Teringat dimana suaminya datang ke kantor setelah dia menemani penumpang dari jeju ke incheon. Chanyeol sangat tidak suka dengan Kris dan itu mutlak, dan pada saat itu Chanyeol melihat Kris merangkul pundak Baekhyun untuk bercanda.
Posisi Baekhyun pada saat itu sedang melapor karena dia adalah kepala staff di penerbangan itu. Kris yang suka bermain-main langsung merangkul pundak Baekhyun untuk menggodanya, disaat yang tidak tepat.
Hari itu juga Baekhyun mengundurkan diri dari pekerjaannya. Dan Kris merasa bersalah juga sedih kehilangan salah satu awak andalannya meminta Baekhyun berpikir lagi dan jika suatu hari dia ingin kembali maka dia boleh datang.
Baekhyun memang sempat berpikir akan kembali dalam kurun waktu kurang dari seminggu karena perekonomian mereka yang semakin menipis, tapi ternyata tanpa disadari Baekhyun, Yeri sudah ada diperutnya hampir dua Bulan jadi ia mengurungkan niatnya dulu. Chanyeol juga mencari kerja tambahan untuk anak keduanya kelak sampai akhirnya Baekhyun melupakan penawaran Kris dulu.
"Tapi Tuan Wu, saya seorang Ibu dan juga saya sudah tua."
"Dulu juga kau seorang Ibu, dan untuk masalah usia, kau masih menarik. Wajahmu masih cantik dan badanmu juga masih Bagus."
Baekhyun merona mendengar ucapan Kris. Teringat godaan Kris yang selalu menggoda Baekhyun dengan kata-kata frontalnya.
"Dulu saya hanya punya satu anak dan ada suami. Tapi anak saya sudah dua dan tidak ada yang menjaga mereka kalau saya pergi,"
"Lalu... apa yang akan kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanmu hari ini? Kulihat kau belum dapat pekerjaan?"
Baekhyun menatap mantan bosnya ragu. Haruskah ia menceritakannya? Apa ia tidak akan kelihatan rendah?
"Saya... berniat menggadaikan rumah saya, lalu pindah ke rumah yang lebih kecil. Uangnya akan saya buat menyewa rumah dan hidup sampai saya dapat pekerjaan."
Kris terdiam mendengar ucapan Baekhyun. Seperti sedang berpikir. Wajah tampannya terlihat serius sampai akhirnya ia menatap Baekhyun.
"Kau harus bersyukur bertemu denganku hari ini..."
Baekhyun memiringkan kepalanya bingung. Kris dengan seringgaiannya membuat perasaannya tidak enak.
"Aku punya solusi hebat untukmu. Sebenarnya untukku juga..."
Kris berdehem. Wajah Kris tersenyum menatap Baekhyun.
"Kau menikah saja denganku, semua akan mudah,"
Baekhyun melebarkan matanya. Mulutnya terbuka lebar. Wajahnya kini benar-benar aneh karena terkejut. Menikah? Astaga Baekhyun tidak pernah memikirkannya.
"Ta...tapi... s...saya..hmm... anu,"
Kris menatap Baekhyun. Bibirnya menahan tawa melihat tingkah Baekhyun yang sangat aneh.
"Aku bercanda... aku sudah menikah, Baek."
Seketika badan Baekhyun melemas. Setelah ketegangan batinnya dia mulai bisa bernafas lega. Ia menatap tajam Kris yang masih saja tertawa.
"Tapi aku sungguh punya solusi untukmu..."
"Suami adikku harus mengurus perusahaan Ayahnya di Korea yang baru meninggal kemarin..."
Baekhyun mengubah ekspresi wajahnya menyesal mendengar berita kematian. Ia tahu rasanya ditinggal orang tua. Sangat menyedihkan.
"Suaminya ingin memindahkan asetnya ke China karena merasa pasar China lebih Bagus daripada Korea untuk bisnisnya, tapi itu butuh waktu karena banyak yang tidak setuju dan harus diurus..."
"Jadi pada intinya. Aku membutuhkan tempat mereka untuk tinggal. Aku tidak mau mengajak mereka tinggal bersamaku karena aku butuh waktu khusus berdua untuk istriku. Ada anakku saja sudah repot, apalagi ditambah orang lain..."
Kris memasang wajah kecewa dan lucu dimata Baekhyun. Ia sedikit terkekeh. Ia tahu sebenarnya Kris sedang berusaha menyamankan keadaan. Itulah yang disukai Baekhyun saat bekerja pada Kris, tidak terlalu menuntut.
"Jadi aku akan menyewa rumahmu. 10 tahun kurasa cukup. Rumahmu Bagus dan punya Taman. Aku yakin kau tidak mau menjual peninggalan orang tuamu satu-satunya. Menggadaikan akan berbahaya jika kau tidak bisa membayar tepat waktu, jadi menyewakan lebih sempurna kan untuk solusimu. Bagaimana?"
Baekhyun terdiam. Terkadang ia heran kenapa orang yang suka main-main seperti Kris bisa mengelola perusahaan sebesar itu. Tapi disaat seperti inilah Baekhyun mengakui kemampuan berpikir orang China itu.
"Kontraknya bisa diatur dan juga... kau tetap harus bekerja. Kau memang menyewakan rumah tapi kau juga akan menyewa rumah. Toh pramugari tidak kerja setiap hari, sekali pergi juga tidak terlalu lama, hanya 2-3 hari. Itu saja juga mungkin sebulan 2-4 kali. Gajinya juga besar, apalagi kau sudah senior..."
"Untuk anakmu, kau bisa pindah ke apartemen tadi, didekat temanmu. Jadi kau bisa memintanya untuk menjaga anak-anakmu sementara,"
Baekhyun masih diam. Ini adalah solusi yang Bagus dan sempurna untuk dirinya. Ia menatap Kris yang memandangnya dengan meyakinkan. Baekhyun tersenyum.
"Terima Kasih sudah membantu saya, Tuan Wu."
Kris bertepuk tangan dan tertawa mendengar keputusan terakhir Baekhyun. Dia mencondongkan badannya mendekati Baekhyun dan tersenyum.
"Disaat seperti inilah kau mengakui kehebatanku. Kontraknya kita bicarakan besok, kau pasti lelah..."
"Terima Kasih, Tuan Wu,"
"Kris, only Kris. Kau harus mulai memanggilku Kris karena tanpa kau sadari mungkin, aku sudah membantumu seperti teman sendiri atau bahkan seperti saudara sendiri. Jadi jangan sungkan padaku sekarang,"
Kris tersenyum dan dibalas oleh tawa renyah Baekhyun.
"Hahahaha... Baiklah..."
"Kris"
.
.
.
TBC
Hai Chingu
.
Kaget kan tiba-tiba Chapter 4, hehe. Bukan berarti Krisgi kalau bikin FF cepat, tapi karena ini cuma mindah aja dan yang bikin lumayan lama iti proses editing sebelum Pos, tapi mengingat dukungan reader-nim, aku semangat kok. Nanti jeda waktu Chapter 6 sama 7 bakalan agak lama karena aku harus nulis ceritanya dulu, hehe. Stay tuned ya.
.
Makasih buat semua yang udah baca dan nge-Review. Seneng deh dapat sambutan baik dari para reader-nim. Aku pengen bales satu-satu, tapi belum sempat, hehe.
Oiya, buat yang pengen cepat-cepat next Chapter, sebenernya aku ini repost dari karyaku di Wattpad yang sekarang udah stay di Chapter 6, dan untuk ditata masuk ke ffn, butuh waktu, hehehe
Tapi aku usahain bisa masukin semua Chapter maksimal besok pagi, jadi malam ini kalian mungkin bakal dapat notif bekali-kali. hehe doain ya.
Aku juga bikin Video Preview sebagai pengganti tulisan Next Chapter, menurutku itu lebih gampang dan lebih menarik. Yang mau lihat bisa lihat di sns-ku (maklum sebelumnya nggak paham, jadi baru) instagram/wattpad: pudichakris. Youtube: Krisgi Pudicha
.
Terus dukung Krisgi ya biar semakin semangat, hehe. Jangan lupa Review yaa. Saranghaeyo reader-nim
