Chapter 5 : Coin
Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu
Cast:
Oh Sehun as Park Sehun
Xi Luhan as Kim Luhan
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Paek Chanyeol as Park Chanyeol
Kim Yerim as Park Yeri
And others (Find Yourself)
.
Main Pairing:
Hunhan
Chanbaek
.
Genre: .
Rating:
T
Sinopsis:
"Kami pergi dari rumah itu karena kau meninggalkan kami, tapi aku berjanji. Aku janji akan mendapatkan rumah itu kembali dan menjaga apa yang sudah kau tinggal. Dan kumohon tak usah kembali"
-Park Sehun-
"Aku memang terlihat idiot tertawa dan bertingkah sok imut seperti katamu, tapi aku melakukan ini hanya untuk Ibuku jadi jangan salah paham"
-Park Yeri-
"Kau terlihat bahagia saat di cafe, apa tidak bisa tertawa seperti itu disini?"
-Kim Luhan-
Happy Reading
Srek... srek...
Suara berisik terdengar di lantai 7 apartemen showol di Incheon. Beberapa orang berpakaian pekerja mondar-mandir membawa box. Seorang wanita terus mengamati para pekerja yang mengangkat barang-barangnya Memasuki apartemen satu persatu.
"Ini box terakhir,"
"Ini... hem... letakkan di ruang itu,"
Baekhyun menunjuk sebuah ruangan yang hanya berisikan kasur. Di depan pintunya ada tulisan lucu khas anak kecil yang membuat Baekhyun tertawa.
'Ini kamar pilihan Yeri.'
Dan seberang ruangan itu ada ruangan lagi yang sudah hampir lengkap isinya. Meja belajar, lemari, kasur, dan kaca kecil yang menempel di dinding.
Baekhyun menundukkan badannya ketika para pekerja tadi pamit. Sekarang tinggal membongkar barang-barang bersama anak-anaknya. Baekhyun keluar dari apartemennya yang langsung terkunci otomatis ke ruangan nomor 754, hanya berjarak dua pintu dari apartemennya yang bernomer 756.
'Ting!'
"Kyungsoo-ah, na,"
Pintu itu terbuka. Seorang gadis seperti boneka melebarkan tangannya menyambut Baekhyun. Baekhyun segera mengangkat malaikatnya dan berjalan masuk.
"Anyeong, Baekhyun-ah!"
Didalam ia disambut seluruh penghuni rumah. Baekhyun mendudukkan dirinya di sofa putih masih dengan Yeri di tangannya. Yeri memainkan wajah Ibunya yang cantik sambil cekikikan ketika Baekhyun balas memainkan wajah Yeri.
"Tao masih tidur?"
Di depannya telihat sehun yang duduk dikarpet berbulu memangku bantal. Diatas bantal itu ada kepala Tao yang sedang tidur dengan pulas. Sehun terus mengusap rambut Tao halus.
"Semalam aku memberitahunya kalau Sehun akan jadi tetangga kita. Dan dengan bodohnya anak itu jadi demam karena sangat senang,"
Jongin menggelengkan kepalanya seakan-akan apa yang dilakukan Tao tidak masuk akal.
Kyungsoo menatapnya tajam dari bar. Memangnya salah siapa anaknya begitu? Itu karena Jongin ayahnya. Ia ingat sehari setelah melamarnya, Jongin langsung sakit typhus. Dokter bilang dia terlalu bersemangat dan senang. Ini bahkan lebih konyol daripada demam.
"Sehun sangat baik mau merawat Tao,"
"Karna aku sayang padanya. Dia sudah seperti adikku,"
Ucap Sehun membalas Kyungsoo sambil tersenyum. Tangannya masih mengelus kepala Tao dengan sabar, seperti yang selalu dilakukan Ibunya padanya. Saat sakit, anak kecil akan lebih mudah mendapat mimpi buruk. Baekhyun selalu mengusap kepala anak-anaknya saat sakit, jadi mereka bisa tidur dengan tenang dan sembuh dengan cepat.
"Hei, Sehun. Tao pasti sedih kau hanya menganggapnya adik,"
"Jongin, diamlah!"
Baekhyun terkekeh melihat pasangan yang menurutnya aneh sejak dulu. Mereka terlihat selalu akan putus karena pertengkaran kecil, tapi mungkin itulah yang membuat mereka betah disisi masing-masing.
Yeri turun dari sofa menghampiri oppanya. Tangan kecilnya yang lembut ikut mengusap kepala Tao.
"Biar malaikat mimpi buruk tidak datang ne,"
Sehun mengangguk sambil tersenyum. Tiga pasang mata lainnya juga. Merasa tenang dan bahagia bahwa mereka baik-baik saja. Bagaimana mereka jadi kekuatan satu sama lain.
9 tahun kemudian...
Di dalam apartemen 756 ini tercium bau masakan khas sarapan. Omlete rice dan juga bau sup yang menenangkan. Semua makanan juga ditata di meja. Ada milkshake hangat dengan rasa yang beda.
Seorang namja tinggi berjalan menuju meja makan itu. Ia meletakkan tasnya di sandaran punggung kursinya dan berjalan kearah dapur. Ia segera mem- back hug orang yang sedang berkutat dengan cucian.
"Selamat pagi, eomma!"
Baekhyun berpaling dan terkekeh melihat Putra sulungnya yang berkelakuan imut. Sehun melepaskan pelukannya dan menggeser tubuh Baekhyun.
"Biar aku saja eomma,"
"Tak apa Sehun. Eomma selesaikan disini, tolong panggilkan Yeri untuk makan,"
'Ting...tong '
Baru Sehun mau berjalan, ia mendengar suara bel pintu rumahnya. Melihat siapa yang datang, Sehun segera membuka pintunya.
"Oppa an... DAEBAK!"
"Kenapa oppa semakin hari semakin keren saja,"
Mata Tao masih membulat, bahkan mungkin lebih bulat dari Ibunya. Sehun hanya tersenyum mendengar adiknya ini dan segera menutup pintu setelah Tao masuk. Mereka berjalan masuk masih dengan Tao yang menatap intense Sehun.
"Eoh! Eonnie! Kau kesini,"
Yeri baru saja keluar dari kamar melihat Tao dengan kakaknya.
"Hem! aku mau berangkat bersama. Yaaa... lihatlah uri Yeri, pakai seragam SMA, kamu masih terlihat kecil Yeri-ku"
Tao menjulurkan tangannya mencubit gemas pipi gembul Yeri. Walaupun sudah berumur 15 tahun, pipi Yeri masih terlihat gembul sehingga terlihat seperti ber-aegyo.
Apa kalian bingung kenapa Yeri masuk SMA tahun ini? Biar kujelaskan. Yeri memang dua tahun dibawah Sehun, tapi saat SMP, ia hanya menyelesaikan sekolahnya 2 tahun. Hal ini karena ia bisa melaksanakan ujian khusus yang membuktikan Yeri mampu menyelesaikan sekolahnya cepat karena ber- IQ tinggi. Hanya ada dua orang yang bisa dan Yeri salah satunya. Teman Yeri yang juga lulus pindah ke Belanda untuk belajar. Bahkan Baekhyun juga kaget saat harus memasukkan Yeri ke SMA tahun ini.
Yeri dan Sehun sama-sama jenius. Baekhyun tidak pernah mengeluarkan uang untuk sekolah mereka sejak mereka kelas 4, saat dimana beasiswa prestasi mulai boleh diberlakukan. Itu sebabnya Baekhyun tidak tahu kalau Yeri hanya menyelesaikan dua tahun pada awalnya. Bukan karena Baekhyun tidak peduli, tapi anak-anaknya selalu mengatakan hal-hal tentang bersenang-senang. Saat ditanya pun Yeri cuma menggedikan pundak mengaku bahwa diapun tidak mengerti.
"Oh... Tao-ya. Ayo ikut makan,"
"Aku sudah makan, Bibi Baekhyun. Tapi jika Bibi memaksa aku akan duduk dan makan roti panggang itu,"
Baekhyun mengangguk dan tersenyum pada Tao. Mereka semua duduk dan makan. Seperti biasa, Tao selalu menatap Sehun dan meleleh ketika Sehun balas menatapnya sambil tersenyum.
"Ah! Yeri-ah. Kau sudah buat pidato sambutan, kan? Kau perwakilan murid baru, ingat?"
Semua mata kini menatap Yeri. Yeri mengangguk dan menelan makanannya.
"Kalian berdua selalu membuatku bangga setiap hari, "
Baekhyun menatap kedua anaknya sambil tersenyum. Membesarkan anak seorang diri tidak mudah, tapi terasa sangat mudah karena anaknya adalah Sehun dan Yeri.
Mereka menyelesaikan makanannya dan berangkat. Mereka bertiga menolak diantar Baekhyun dan memilih naik bus jadi mereka bisa berangkat sendiri lain kali. Baekhyun berangkat ke kantornya. Kini dia sudah tidak lagi jadi pramugari, kini dia menjadi asisten Direktur di Emperal.
"Heol! Aku merasa asing!"
Segera setelah memasuki gerbang, semua tatapan mata mengarah kepada mereka. Mungkin lebih tepatnya pada dua bersaudara ini.
"Kenapa, eonni?"
Yeri dengan wajah lucunya bertanya pada Tao. Dan... oh lihatlah. Beberapa siswa laki-laki hampir menjatuhkan radangnya, beberapa pingsan, dan yang lainnya kritis.
Pagi ini seperti berkah dari Tuhan bagi murid SMA Cheonwon. Kehadiran Sehun sebagai cuci mata kini bertambah dengan gadis mungil cantik yang berjalan di sebelahnya. Sungguh membahagiakan.
Yeri yang merasa ditatap gantian tersenyum pada mereka. Bagaimanapun juga, Yeri adalah murid baru sekaligus magnae untuk seluruh siswa disini. Ia harus memberi kesan baik jika mau selamat.
gerombolan anak-anak itu terus mengikuti jalan mereka bertiga. Seperti mereka adalah idol yang dikerubungi. Membuat gerbang yang tadinya ramai, menjadi lebih sepi karena mengikuti tiga orang ke dalam.
Tidak jauh dari luar gerbang, seorang gadis berseragam keluar dari pintu belakang mobilnya. Rambut panjangnya tertiup angin menjadikannya terlihat berkali-kali lipat lebih cantik.
"Aku pasti satu sekolah dengan artis,"
.
.
.
.
.
.
TBC
Hai Chingu
.
Makasih buat semua yang udah baca dan nge-Review. Seneng deh dapat sambutan baik dari para reader-nim. Aku pengen bales satu-satu, tapi belum sempat, hehe.
Oiya, buat yang pengen cepat-cepat next Chapter, sebenernya aku ini repost dari karyaku di Wattpad yang sekarang udah stay di Chapter 6, dan untuk ditata masuk ke ffn, butuh waktu, hehehe
Tapi aku usahain bisa masukin semua Chapter maksimal besok pagi, jadi malam ini kalian mungkin bakal dapat notif bekali-kali. hehe doain ya.
Aku juga bikin Video Preview sebagai pengganti tulisan Next Chapter, menurutku itu lebih gampang dan lebih menarik. Yang mau lihat bisa lihat di sns-ku (maklum sebelumnya nggak paham, jadi baru) instagram/wattpad: pudichakris. Youtube: Krisgi Pudicha
.
Terus dukung Krisgi ya biar semakin semangat, hehe. Jangan lupa Review yaa. Saranghaeyo reader-nim
