Chapter 4 : Flight
Link Preview: watch?v=gXAD_c05nRE
Special Thanks to:
[Cicifu][Asmaul][Arifahohse][Babybyun][JunaOh][heegi][misslah][Seravin509][wenjun][keripikbalado]
Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu
Cast:
Oh Sehun as Park Sehun
Xi Luhan as Kim Luhan
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Paek Chanyeol as Park Chanyeol
Kim Yerim as Park Yeri
And others (Find Yourself)
.
Main Pairing:
Hunhan
Chanbaek
.
Genre: .
Rating:
T
Sinopsis:
"Kami pergi dari rumah itu karena kau meninggalkan kami, tapi aku berjanji. Aku janji akan mendapatkan rumah itu kembali dan menjaga apa yang sudah kau tinggal. Dan kumohon tak usah kembali"
-Park Sehun-
"Aku memang terlihat idiot tertawa dan bertingkah sok imut seperti katamu, tapi aku melakukan ini hanya untuk Ibuku jadi jangan salah paham"
-Park Yeri-
"Kau terlihat bahagia saat di cafe, apa tidak bisa tertawa seperti itu disini?"
-Kim Luhan-
Happy Reading
Luhan's Pov
Aku tanya tidak ya? Hal itu membuatku penasaran, tapi aku bingung bagaimana memulainya.
Dimulai saat hari pertama aku di sekolah, aku sudah melihat Sehun menatap rumahku. Saat aku turun, dia sudah tidak ada. Hal ini sudah terjadi selama seminggu. Dan menjadi kebiasaanku menatap wajah tampannya dari jendela kamarku.
"Luhan, ini,"
Aku kembali ke alam sadarku ketika Wendy menyodorkan minuman padaku. Tadi dia kalah suit, jadi dia yang membeli minum.
Dia adalah teman yang baik saat banyak yang memusuhiku karena duduk sebangku dengan Sehun. Tapi dia dengan wajah cantik nya tersenyum dan mengajakku berteman.
"Terima Kasih,"
"Kau kenapa?"
Aku menghela nafas. Angin di Taman sekolah sangat menyegarkan.
"Sehun... aku tidak bisa mengerti dia,"
Wendy mendudukkan dirinya di sampingku dan mengelus rambutku. Sangat menenangkan. Wajahnya selalu seperti itu, tersenyum.
"Kenapa kau harus mengerti dia? Biarkan saja,"
Benar. Untuk apa aku peduli? Memang mungkin saja rumah Sehun dekat, atau karena bangunan rumahku yang unik. Ya! Bisa jadi! Mungkin dia bercita-cita menjadi arsitek dan sedang mempelajari struktur rumahku. Ah~ Kim Luhan. Sangat Pintar!
Lalu aku teringat sesuatu. Hal lain yang membuatku penasaran.
"Wendy... kenapa kau mau berteman denganku?"
"Hem? Kenapa?"
"Ketika orang lain memusuhiku, kau datang dan mengajakku berteman,"
Wendy... dia terdiam seperti memikirkan sesuatu. Aku melihat kaleng minumannya yang diketuk ke dagunya. Aku merasakan keraguan yang membuatku panas dingin. Bagaimana jika dia menyesal berteman denganku? Atau dia baru menyadari bahwa aku tidak layak memiliki teman.
"Hem... mungkin... karena... kau baik?"
"Aku serius!"
"Aku juga!"
"Maksudku...Apa kau tidak tertarik pada Sehun? Semua orang memusuhiku karena dia,"
Wendy tersenyum tipis. Mengusap rambutku. Ah~ aku ingin punya kakak.
"Kau tidak bisa menyalahkan orang karena kejadian yang menimpamu, Luhan..."
Wendy menghela nafasnya. Kembali tersenyum tipis menatapku.
"Ketika kau berada di lingkungan dimana Semua melindungimu, kau mungkin Belum merasakan hal ini... "
Aku terdiam. Sepertinya ada suatu topik yang muncul diotakku. Sesuatu yang tak ingin kubahas dan...
"Katakan padaku, Luhan. Apa kau baik-baik saja?"
DEG!
"Darimana... kau tahu?"
Author's Pov
"Bagaimana, Baek?"
Baekhyun menoleh. Melihat lelaki jakung di belakangnya. Tiang listrik yang ia sayangi dan selalu ada di saat dia sedih. Orang yang menganggkatnya dari keterpurukan.
"Apa... kau yakin, Kris?"
Namja itu mengangguk yakin. Baekhyun segera masuk ke dalam. Interior yang bagus. Nuansa yang nyaman dan menyenangkan.
Hadiah dari Kris. Sebenarnya Kris mengaku bahwa ini adalah upah Baekhyun karena mengabdi padanya bertahun-tahun. Dengan alasan menyimpan bonus dari kerja lembur Baekhyun selama ini, tadi siang Kris memberi sertifikat hak milik cafe yang sedang mereka lihat sekarang.
Kris tidak bohong alasan bahwa ini adalah hadiah untuk Baekhyun dimana wanita itu telah mengabdi padanya bertahun-tahun. Itu memang alasannya. Dan dengan alasan itu, Kris sangat menyayangi Baekhyun seperti adiknya sendiri. Ia tidak tega Baekhyun harus mondar-mandir dan kelelahan. Baekhyun sudah bertambah tua dan tenaganya tidak sekuat dulu. Jadi Kris pikir dengan Cafe, Baekhyun bisa lebih santai bekerja.
"Sebenarnya apa alasan sesungguhnya kau memberiku cafe ini?"
Kris menghela nafasnya. Lagi. Sudah berapa kali dia menjelaskan pada Baekhyun, dan harus berapa kali lagi?
"Tunggu, aku akan mengeluarkan ponselku dan merekam ucapanku, jadi jika kau bertanya LAGI! Aku hanya akan memutarnya,"
Ucap Kris dengan menekan kata lagi. Membuat Baekhyun tekekeh pelan. Ia memang sangat senang, bisa memiliki usaha sendiri. Apalagi Sehun pernah meminta untuk diizinkan bekerja di cafe, karena menurut anak itu keren. Tapi Baekhyun tahu, sebenarnya Sehun ingin membantu Baekhyun, tapi Baekhyun lebih ingin melihat anak-anaknya belajar. Jadi Baekhyun tidak mengizinkan.
"Tapi apa benar, ini hadiahku karena mengabdi padamu? Apa ini juga kompensasi aku dipecat?"
"Bagaimana bisa kau yang sibuk mondar-mandir di kantor juga mengurus cafe. Tentu kau sudah tidak bekerja lagi di kantor..."
Baekhyun terdiam. Banyak pikiran yang mendatanginya. Apa ia telah membuat kesalahan? Atau dia membuat orang lain tidak nyaman di dekatnya? Atau...
"Baek, jangan terlalu dipikirkan. Ini sudah jadi keputusanku dan Yoona. Kau tahu berapa kali Yoona merajuk hanya karena dia tidak ingin melihatmu kelelahan? Dia sampai menolak apapun yang kuminta, jadi tolong Baek, terimalah dan siksaanku selesai,"
Baekhyun kembali terkekeh. Selalu seperti ini. Cara Kris membuat Baekhyun menerima apa yang diberikan Kris. Dan selalu seperti itu juga Yoona.
Perempuan yang ternyata sudah dinikahi Kris itu adalah seniornya saat jadi pramugari. Dan yang membuat Baekhyun syok adalah, mereka sudah menikah sejak saat itu, bahkan sebelum Baekhyun menikah. Tapi Yoona yang tidak mau diperlakukan istimewa meminta Kris menyembunyikan rumah tangga mereka.
Kita juga akan sayang pada orang yang disayangi oleh orang yang kita sayangi. Itulah yang terjadi pada Kris. Sikap Yoona yan sangat penyayang dan melindungi Baekhyun, membuat Kris juga merasa harus melindungi Baekhyun.
Baekhyun dulu sering dicari orang berbaju hitam, suruhan ayah Chanyeol. Mengancam dan melakukan hal yang tidak menyenangkan. Kris menambah penjaga dan memastikan Baekhyun aman sampai rumah . Kris berusaha menjaga apa yang Yoona, dan juga ia sayangi. Gadis mungil pekerja keras yang sangat baik.
Jadi saat Baekhyun datang dan meminta untuk berhenti, Kris sedikit khawatir. Bagaimana jika orang-orang itu mengganggu Baekhyun saat wanita itu di rumah? Tapi mengingat posesifnya Chanyeol, ia yakin namja yang sama-sama tiang itu bisa menjaga Baekhyun dengan baik. Walaupun sekarang Kris sangat kecewa pada Park Chanyeol.
"Terima Kasih, Kris,"
Kris tersenyum dan mengangguk. Entah berapa kali lagi ia harus menggunakan rumah tangganya agar Baekhyun menerima pemberiannya, tapi memang itu alasannya.
"Tak masalah, Baek. Lagipula kau tahu berita ceo yang diracuni di cafe? Aku sangat suka minuman cafe, tapi aku harus berhati-hati karena banyak yang memata-matai ku. Jadi sekarang aku bisa tenang karena kau punya cafe,"
"Kau punya banyak musuh?"
Kris menatap Baekhyun. Tangannya bergerak membenarkan jas dan dasinya.
"Ayolah, Baekhyun. Siapa yang tidak iri padaku? CEO sukses dan hebat sepertiku? Dan juga sangat tampan dengan istri seorang mantan pramugari yang sangat cantik dan seksi,"
Lagak Kris membuat Baekhyun kembali terkekeh, namun ia mengingat sesuatu. Ceo sukses... dan hebat. Juga tampan... memiliki istri... ah tidak mantan istri seorang pramugari.
Seakan mengerti kediaman Baekhyun, Kris berdehem dan membuat perhatian Baekhyun teralih.
"Telpon Sehun dan Yeri untuk mampir sekalian. Oiya... suruh mereka bawa putriku yang paling sering menculik istriku jadi aku tidak punya waktu berdua dengan istriku itu,"
Baekhyun terkekeh lagi. Di dekat Kris ia banyak terkekeh dan tertawa. Ia yakin Kris tahu apa yang ada dipikirannya tadi, dan namja jakung itu berusaha mencairkan suasana.
'Brukkk!'
"Eon..."
"Dan sekarang buatkan makanan terbaikmu. Jadi aku yang sering diculik oleh putriku dan membuat suamiku tidak bisa berduaan denganku ini bisa merasakan kencan setelah bertahun-tahun menikah,"
"Wen..."
Wendy menoleh saat ia tengah memasukkan bukunya. Disisi lain perhatian seluruh kelas juga tertuju ada Wendy ketika orang yang paling mereka puja memanggil nama gadis keturunan itu. Tak terkecuali Luhan.
"Pulanglah bersamaku. Ayahmu menyuruh kita kesuatu tempat,"
"Tao? Yeri?"
"Mereka juga ikut. Jonghyun akan menyusul ketika selesai kelas tambahan. Jadi kita kesana duluan,"
Wendy mengangguk mengerti dengan wajah polosnya. Tanpa disadari banyak orang yang membicarakan mereka.
Sehun memang dekat dengan Wendy, dari dulu. Itulah yang membuat Wendy bisa merasakan perasaan Luhan. Saat pertama sekolah, Wendy duduk dengan Sehun. Karena orangtua mereka dekat, mereka juga jadi dekat. Bahkan pernah beredar gosip bahwa mereka sudah dijodohkan. Tapi Wendy hanya menyayangi Sehun sebagai saudaranya. Ia punya orang yang ia sukai, dan begitu juga Sehun. Menganggap Wendy sama seperti Yeri dan Tao.
Sehun mengambil tasnya dan mereka berjalan keluar. Sepasang mata rusa masih menatap kedua orang itu heran. Entah apa, tapi ia tidak suka pemandangan seperti itu.
"Kemana eomma memanggil kita?"
Sehun membuka ponselnya lagi. Membacakan alamat yang dianggukki oleh yang lain.
"Kita harus cari taksi," ucap Tao.
"Wae? Aku ingin naik bus. Apa tidak bisa pakai bus?" Tanya Wendy.
"Bisa, tapi kukira eonnie tidak suka bus. High class,"
"Ibuku yang tidak suka, aku ingin mencobanya,"
"Oke kita putuskan naik bus." Ucap Sehun.
Mereka berempat baru akan mulai berjalan ketika melihat Yeri mematung.
"Yeri..."
Sehun membalikkan badannya mendengar suara itu. Matanya membulat menatap orang yang kini ada di depannya.
"Sehun..."
Luhan mondar- mandiri di kamarnya. Berulang kali ia menengok kearah jendela dan hasilnya nihil. Sehun tidak datang! Kenapa namja itu tidak datang? Apa karena dia sedang pergi dengan Wendy?
Luhan mengusap rambutnya kasar. Frustasi. Cemburu? Entah mungkin iya mungkin tidak. Yang penting Luhan sekarang merasa tidak tenang.
'Tes'
Luhan langsung berlari kearah kamar mandi, tapi sebelum sampai kamar mandi, Ibunya yang sudah terlanjur membuka pintu untuk mengajaknya makan malam itu melihatnya.
"Ya tuhan! Luhan!"
.
.
.
TBC
SESI JAWAB REVIEW:
Heegi (Guest)
Q:kenapa chanyeol mau cerai sama baekhyun. chanyeol tega banget sama baekhyun dan anak2 mereka
A:Iya, emang tega. Untuk alasan sesungguhnya kenapa mereka cerai, stay tuned ya...
Asmaul
Q:Masalah keuangan?
A: kalau alasan itu kan klise, jadi bisa jadi bukan
Cici Fu
R:Penasaran apa akhirnya chan dan baek akan balik bersama lagi
A:Doakan yang terbaik untuk mereka ya
Asmaul
Q:Berarti itu tadi sehun sama yeri udah tau klo rumahnya mau dijual? Kira" ff ini sampek chapter berapa chingu?
A:begitulah, mereka kan anak yang cerdas dan sayang banget sama Ibunya. Untuk berapa banyaknya Chapter, itu tergantung, kalau rencana awal sekitar 15-17an, tapi kalau review nya sedikit kubuat jadi 10 aja.
Wenjun
R:aku ikir bakal angst2 nangis gitu taunya...
SENEEEEENNNGG NEMU FF YANG BEGINI SERING2 UPDATE YAAAAAA
FIGHTINGG!
A: makasih banyak dukungannya. Kalau reader-nim juga sering-sering nge review, Krisgi pasti semangat juga. Dan untuk angst, kita lihat saja nanti, hehe
Keripik Balado
Q:apa rasanya jadi blasteran korea-indonesia? Terus kamu tinggal di indo tapi kamu sering ke korea kah? Bisa bahasa korea ga? Kalo bisa, boleh minta ajarin ga? Sehun kerja part time ya?
A: perasaanku jadi blasteran itu ada senangnya ada sedihnya. Yang pasti kendala paling berat itu di bahasa. Sebenarnya aku nulis biar Kosakataku tambah banyak. Aku ini sebenarnya tinggal di Seoul, hehe, aku ambil cuti kuliahku untuk belajar bahasa di indo. Untuk bisa bahasa koreanya atau enggak, aku lancar banget malah, kedua orangtuaku lebih sering bicara pakai bahasa korea, tapi selama aku di indo, aku minta appa bicara pakai bahasa dan aku ngerasain banget improve nya. Dan ya aku mau kok ngajarin, Chingu~ untuk Sehun, enggak kok, dia nggak kerja sambilan. Makasih buat kesimpulan yang membuatku terharu, hehe
Asmaul
Q:Itu rumah yg ditempati luhan rumah sehun yg disewakan ya? Cerita chanbaek nya gimana?
A: semuanya ditunggu aja tanggal mainnya, hehe, ngomong-ngomong makasih ya udah nge review terus, saranghae
•maaf aku nggak balas lewat pm, karena mungkin bakal banyak yang tanya soal itu, jadi aku sebar aja. Bukan berarti aku nggak sayang lho, hehe
Pesan Krisgi
.
Hi Chingu~ gimana kabarnya? Hehe... disini aku baik-baik aja. Cuacanya nggak terlalu panas dan aku bisa melepas kerinduanku dengan kampung halamanku, hehe.
Aku mau sedikit cerita yang kalian pasti kaget. Aku suka tukar pesan dengan reader-ku dan salah satunya namanya Sharon ( id Wattpad Kimshrn ) dan dia bilang pengen ketemu aku. Ternyata dia juga lagi di Seoul. Kita mampir ke viva polo punya eommanya salah satu tokoh ini, Park Chanyeol. Disana kita ngobrol dan sharing banyak hal. Ada banyak masukan dari eonnie, gomawoyo ~
Oiya terima Kasih buat para reader-nim yang mau ngajak aku berteman baik di sns atau pesan. Aku seneng banget bisa punya teman yang bisa diajak ngobrol pakai bahasa selain appa aku. Kosakataku nambah, kaya gue elu dan banyak lagi yang sulit diucapkan, hehe
Kalau ada yang mau tanya sesuatu tentang aku boleh kok, nanti dengan senang hati aku jawab, dan kalau kalian mau ngajarin aku bahasa yang lagi hits juga boleh banget.
Jangan lupa Reviewnya ya~ jangan jadi silent reader please biar aku tahu pendapat kalian tentang karyaku. Gomawoyo.
Untuk yang mau ngecheck preview sebelum Fanfictionnya update, bisa lihat di sns ku pudichakris atau channel youtube aku Krisgi Pudicha
See you on next chapter
