Chapter 8 : Got
Link Preview:
/YkBMao_22xU
Special Thanks to:
[Cicifu][Asmaul][Arifahohse][Babybyun][JunaOh][heegi][misslah][Seravin509][wenjun][keripikbalado][Ramyoon][OSH46][KaiNieris][chanbaek00]
Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu
Cast:
Oh Sehun as Park Sehun
Xi Luhan as Kim Luhan
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Paek Chanyeol as Park Chanyeol
Kim Yerim as Park Yeri
And others (Find Yourself)
.
Main Pairing:
Hunhan
Chanbaek
.
Genre: .
Rating:
T
Sinopsis:
"Kami pergi dari rumah itu karena kau meninggalkan kami, tapi aku berjanji. Aku janji akan mendapatkan rumah itu kembali dan menjaga apa yang sudah kau tinggal. Dan kumohon tak usah kembali"
-Park Sehun-
"Aku memang terlihat idiot tertawa dan bertingkah sok imut seperti katamu, tapi aku melakukan ini hanya untuk Ibuku jadi jangan salah paham"
-Park Yeri-
"Kau terlihat bahagia saat di cafe, apa tidak bisa tertawa seperti itu disini?"
-Kim Luhan-
Happy Reading
"Hei, Wendy?"
Kris dan keluarga kecilnya baru saja memasuki rumah, dan Kris menarik tangan Wendy, putrinya ke ruang tamu dan duduk di sofa.
"Kenapa tadi Yeri juga Sehun kelihatan serius?"
"Bukannya Yeri tersenyum terus?"
"Wendy, kamu tahu apa yang daddy maksud," timpal Yoona.
Yoona berjalan mendekati putrinya yang duduk bersebrangan dari suaminya. Tangannya mengelus sudah lembut putrinya. Mencoba membujuk gadis kecil itu.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu, tapi..."
"Kurasa yang dikatakan Daddy dan Mommy saat itu benar."
"Untuk apa dia datang lagi?"
Ucap Yeri begitu Sehun mengunci kamarnya. Pembicaraan serius yang setiap malam mereka lakukan dengan alasan belajar pada Ibunya. Baekhyun masih ada di cafe untuk menyiapkan beberapa kepentingan agar cafenya bisa dibuka cepat.
"Yeri, pelankan suaramu. Walaupun eomma tidak di rumah, tapi suaramu bisa mengganggu tetangga,"
Yeri terdiam. Menunggu kakaknya duduk di sampingnya. Sama seperti Yeri, Sehun juga duduk perlahan. Ia tahu perasaan adiknya, dan juga kasihan...
Yeri kecil sudah membunuh perasaannya sendiri sejak lama. Ia tidak pernah besikap egois dan selalu berusaha bersikap baik-baik saja. Memberi aegyo untuk menghibur orang lain dimana hatinya sendiri sakit. Pura-pura bertingkah lucu, untuk menjadi kekuatan bagi orang lain.
"Yeri... disini tidak ada siapapun, kamu boleh melepaskan apa yang kamu rasakan pada Oppa,"
Yeri menatap Sehun. Gadis itu mengerti, bahwa kakaknya sangat mengenal dirinya, dimana mereka selalu menjadi kekuatan satu sama lain, dan bersama-sama menjadi kekuatan Baekhyun. Membuang sikap kekanak-kanakan dan membunuh perasaan mereka sendiri.
"Oppa..."
Sehun tersenyum mengelus rambut halus Yeri. Memang dia dan Yeri merasakan hal yang sama. Ketika kalian ingin mainan, kalian tidak bisa memilikinya, tapi tidak mau merepotkan appa. Ingin beli es krim dan jajanan lainnya, tapi appa hanya bisa membeli satu untuk berdua. Mereka selalu menahan diri untuk meminta lebih. Berusaha memahami keadaan untuk mempertahankan kebahagiaan. Bertingkah konyol layaknya semua baik-baik saja, tapi appa malah meninggalkan mereka.
Sehun yakin hal ini sangat berat untuk Yeri yang saat itu masih sangat kecil. Bagaimanapun keadaan Yeri lebih berat darinya. Yeri hanya anak perempuan berumur 6 tahun, yang pastinya bisa iri dengan apapun, tapi selalu berusaha bertingkah lucu agar orang lain tidak mengkhawatirkannya. Disaat harusnya ia menangis, gadis itu malah tertawa. Saat dia harusnya marah, gadis itu malah beraegyo. Gadis itu menjadi alasan Baekhyun untuk menjaga sesuatu, jadi Yeri selalu berusaha menjaga agar Baekhyun tetap bertahan menjaga sesuatu. Agar Ibunya tidak menyerah.
Yeri menundukkan kepalanya. Tangannya mengepal di pahanya. Sehun diam memperhatikan adiknya.
"Aku... membencinya,"
Sehun bisa mendengar suara Yeri yang bergetar dan air mata menjatuh ke kepalan gadis itu.
"Aku membenci apapun padanya. Dalam dirinya atau bahkan darahnya dalam diriku..."
"Aku benci ketika orang lain memuji wajahku cantik, karena wajah ini sangat mirip dengannya. Aku membenci nama Park Yeri disebut ketika memenangkan perlombaan atau prestasi apapun. Aku melakukannya sendiri dan orang itu tidak melakukan apapun! Tapi wajah dan namanya yang selalu dibanggakan. Aku hidup karena eomma, Byun Baekhyun! Bukan Park Chanyeol yang meninggalkan kita tanpa tanggungjawab!"
"Aku benci ketika orang lain pulang ke rumah dimana seharusnya aku pulang, aku benci tersenyum konyol dan bertingkah sok lucu! aku bahkan benci ketika melihat Tao eonnie bertengkar dengan Jongin Samchun hanya karena cokelat. Aku benci Wendy eonnie yang melawan ayahnya memperebutkan Ibunya. Aku benci Jongdae Samchun yang selalu datang ke sekolah setiap jonghyun oppa membuat masalah. Lagi, Aku benci eomma yang tidak ada di rumah saat aku pulang. Aku benci diriku yang pengecut! Tidak menyuarakan isi hati hanya karena aku takut kehilangan lagi,"
Tangis Yeri pecah. Biarkan gadis ini menjadi egois kali ini. Biarkan gadis ini mengeluarkan perasaan yang ia pendam selama bertahun-tahun. Biarkan gadis yang selalu tersenyum ini tidak memperdulikan lingkungannya. Biarkan dunia gadis ini, dia yang menentukan kali ini.
"Dan aku benci...hiks... aku yang tidak bisa memeluk appa lagi...
Sehun merentangkan tangannya memeluk adiknya. Yeri menyenderkan kepalanya ke dada bidang kakaknya. Sehun mengelus punggung adiknya. Menenangkan orang yang sangat berharga di hidupnya. Matahari kebahagiaan keluarganya. Ruangan itu dipenuhi hawa sendu dan tangis tanpa tahu apa yang ada dibalik pintu,
"Hiks...hiks..."
Luhan berangkat sekolah. Ia memantapkan hatinya untuk bicara dengan Sehun. Saat kemarin ia terus menunggu namja itu tapi tidak datang.
Gadis ini terlihat berbeda dari biasanya. Wajahnya terlihat lebih putih...atau pucat? Wajahnya pucat, bibirnya sengaja ia beri liptint orange agar lebih segar.
Ia masuk ke kelas dan duduk di bangkunya. Seperti biasa, selalu ada yang berusaha menyandungnya. Tapi Luhan sudah mengantisipasinya. Setelah melewati orang-orang itu dia duduk diam.
Tidak ada. Namja itu... tidak datang. Sudah hampir jam makan siang, namun namja itu tidak ada. Wendy juga. Gadis itu tidak ada. Membuat Luhan merasa sendirian. Dia memaksakan diri ke sekolah tapi yang dia tunggu tidak ada.
"Apa mereka benar-benar tunangan?" Gumam Luhan dalam hati.
Bebagai pikiran berkecamuk di otaknya. Mereka kemarin pulang bersama dan sekarang mereka berdua tidak berangkat.
Bel istirahat makan siang berbunyi. Luhan mengangkat tubuhnya untuk berdiri dan berjalan keluar kelas. Biasanya Luhan telah mengantisipasi jika ada orang yang akan menyandungnya. Namun sepertinya karena tubuhnya yang lemah hari ini membuatnya lengah. Ketika ada seseorang yang menjulurkan kakinya ke depan Luhan langsung terjerembab.
Entah apa yang terjadi, Luhan pun tidak ingat. Yang ia tahu tubuhnya terasa seperti terbang dan tatapannya memutih.
"Luhan!apa kau baik-baik saja?"
Luhan mengerjapkan matanya berulang kali. Suara ini terdengar seperti orang yang sangat ia kenal. Pandangannya teralih pada seorang gadis yang duduk disampingnya. Luhan berusaha untuk duduk namun dengan cepat Wendy menahan nya.
" Kenapa kau masuk sekolah di saat tubuhmu sedang tidak sehat?"
" kau masuk sekolah hari ini? kenapa tadi pagi kau tidak datang ke kelas?"
" aku dan Sehun sedang mengikuti lomba Olimpiade... jangan mengalihkan pembicaraan Luhan!"
Wendy segera menarik tangan kiri Luhan. Dilihatnya punggung tangan gadis itu penuh dengan bekas seperti suntikan Wendy langsung menatap tajam Luhan yang masih sayu.
"Apa yang kau pikirkan sampai kau datang ke sekolah dalam keadaan seperti ini Luhan ke membuat banyak orang khawatir,"
"Aku tidak apa-apa Luhan aku hanya aku hanya ingin bertemu dengan Sehun ada sesuatu yang ingin kutanyakan padanya maaf jika aku membuatmu khawatir,"
Wendy menghela nafasnya berat julurkan tangannya menelusuri rambut Luhan. Wajahnya kembali tersenyum seperti wajah yang biasanya Luhan lihat.
"Luhan kau sendiri yang paling tahu bagaimana keadaan tubuhmu. Jika kau merasa tidak sehat seharusnya kau istirahat,"
Seketika kedua gadis itu mengalihkan pandangannya ke depan pintu ruang UKS. Dilihatnya di sana Sehun berdiri dengan membawa kaleng minuman isotonik. Luhan langsung terkejut dan sangat malu karena ucapannya tadi yang sudah pasti didengar oleh Sehun.
"dan jika kau ingin bicara denganku, Kau bisa menghubungiku. Jika itu sesuatu yang penting maka aku akan menemuimu. Jadi jangan pernah paksakan dirimu lagi. Saat aku masuk kelas tadi, aku dan Wendy langsung terkejut ketika melihatmu jatuh di lantai kelas."
"Maafkan aku telah membuat kalian khawatir,"
"Tidak apa-apa sekarang nah Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan Luhan jangan ragu menatap Sehun yang menjulurkan minuman isotonik kepadanya Luhan memainkan kaleng itu dan meneguk ludah Apa ia harus mengatakannya sekarang?
"Aku hanya ingin bertanya... kenapa kemarin kau tidak datang?"
Sehun mengernyitkan dahinya.
"Datang ke mana?"
"Mungkin kau tidak tahu, tapi selama seminggu terakhir ini kau selalu datang ke rumahku setiap pulang sekolah. Aku hanya ingin tahu, kenapa kemarin kau tidak datang aku ke rumahku?"
Wendy yang melihat wajah kebingungan Sehun langsung menjadi penengah diantara Sehun dan Luhan.
"Mungkin kau tidak tahu Sehun tapi Luhan ini sepupuku. Dia anak Bibiku adik ayahku dan Kau pasti tahu maksudnya kan?"
Baik Luhan maupun Sehun menatap tajam Wendy. Sehun tidak tahu bahwa selama ini yang ia datangi adalah rumah Luhan, karena rumah itu adalah rumah lamanya yang disewa oleh adik dari ayah Wendy. Dan disisi lain juga Luhan sangat kaget dengan kata sepupu yang dilontarkan oleh Wendy. Ia tidak pernah tahu bahwa Wendy adalah sepupunya. Yang paling mengejutkan lagi adalah dia adalah anak dari Kris samchun kakak ibunya.
"Ah mungkin kau juga tidak tahu Luhan, rumah yang sebenarnya keluargamu sewa itu adalah rumah lama Sehun,"
Luhan kembali dihadapkan dengan kenyataan yang mengejutkan. Rumahnya? rumahnya di Korea ini adalah rumah Sehun?
"Sebenarnya Sehun sering datang ke rumah itu sejak lama, Tapi karena kau sempat pergi ke Jerman jadi kau tidak tahu,"
Luhan kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Wendy.
" Bagaimana kau tahu aku pernah tinggal di Jerman ?"
"Luhan Bukankah aku baru saja bilang bahwa aku ini sepupumu?
Alasannya kenapa atau jika kau ingin membicarakannya Apa kau yakin kau ingin membicarakannya di sini?"
Wendy melirik kearah Sehun. Sehun yang menyadari tatapan Wendy langsung menyadari bahwa kehadirannya sedang tidak diharapkan. Sehun berdehem .
"Oh ngomong-ngomong Luhan, Apa aku boleh mengantarmu pulang nanti? sekalian aku ingin main ke rumahmu Sudah lama aku ingin masuk ke rumah itu bolehkah?"
"A... ah tentu saja "
"Terimakasih dan cepat sembuh,"
" Sehun berjalan keluar dari ruang UKS.
"Aku sudah bilang padamu bahwa kau sedang tidak baik-baik saja kumohon Jangan membantah lagi ,"
Luhan menunduk soal Wendy menceramahinya.
" Tapi seharusnya kau senang hari ini usahamu menahan sakit mu membuahkan hasil bukan ?"
Ucap Wendy dengan nada menggoda Luhan bisa merasakan pipinya yang memanas dan mengangkat kepalanya menatap tajam Wendy.
"Apa yang sedang kau bicarakan?"
"Aku rasa ini akan sedikit sulit Apa kau bisa menunggu?"
Baekhyun segera menutup teleponnya. Ia menghela nafas panjang.
"apa yang harus aku lakukan sekarang?"
.
.
.
TBC
SESI JAWAB REVIEW:
KaiNieris
R: Sebelumnya aku minta maaf karena baru review di chap 7 ini thor, aku baru nemu ff ini.
Awalnya aku pikir ini ff straight bukan yaoi. Karena cuma nama sehun sama Yeri yang ada di summary.
Aku suka jalan ceritanya, walau konfliknya belum terlalu complicated banget, masih termasuk ringan.
Tapi, sejauh ini chanyeol belum ada muncul lagi sejak chanbaek cerai. Jadi kangen sama tuh tiang listrik.
Kalo aku boleh saran, lebih baik di summary nya di tuliskan nama couplenya. Jadi, para reader lebih mudah nemuin ff ini. Mungkin bisa diterapkan di summary ff kamu yang lain. Kalo aku nggak buka akun kamu, mungkin juga nggak nemu ff ini. Sayang banget, padahal ceritanya bagus tapi susah di cari kalo dari search ffn. Karena nggak ada keyworld yang spesifik.
Ditunggu lanjutannya, keep writing..
A: Iya gapapa Chingu, sekarang Krisgi senang udah tambah yang Kasih dukungan. Terus ini memang ceritanya straight karena gs, kalau mau baca yang yaoi, Krisgi juga nulis karena ada yang request judulnya ' I Need You' Pairing Chanbaek. Iya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit itu style aki bikin konflik, hehe. Karena Chanyeol jahat, dia memang sengaja aku buanh untuk sementara, hehe. Buat sarannya neomu gomawoyoo, udah aku tulis, tapi tolong di koreksi lagi ya, karena Krisgi nggak terlalu paham pakai ffn ini, makasih banyak atas masukannya, gomawoyo
Chanbaek00
R:Author-nim saya suka banget sm ff ini .. nyesel baru baca sekarang.. aku minta maaf juga karena baru review setelah baca 7 chap.. soalnya seru.. keep writing ! I will always wait for your post.. FIGHTING!
A: Makasih udah suka sama Fanfiction ini, dukungan Chingu jadi kekuatan buat Krisgi.
Asmaul
Q:Makasih udah di bls reviwe ku,,,,,
Itu yg netes air mata atau darah? Ditunggu ya chingu next chapternya, fighting
Boleh minta ID ig nya?
A: sama-sama Chingu, makasih juga untuk Review nya yang jadi semangat Krisgi. Sns Krisgi instagram akun pudichakris chingu
Wenjun
R:itu yang wendy luhan maksudnya apa coba?
lanjutin yaaaaaa!
fighting!
FIGHTINGG!
A: makasih banyak dukungannya. Apa ya? Atau tuned aja ya, neomu gomawoyo Chingu dikasih semangat luar biasa
Keripik Balado
R:Next ya noona~
Panjangin lagi dong noona.
Noona aku bisa baca hangul, kalo per kata ngerti apa maksudnya, tapi kalo ngebuat kalimat agak susah. Bakor ada rumusnya kan?
A: atas dukungannya gomawoyo. Sebenarnya kalau bagiku bahasa korea nggak ada rumus untuk dirangkai perkata seperti kalian yang bicara bahasa langsung dan lancar. Jadi bagiku malah bahasa yang pakai rumus, hehe. Asalkan bukan sesuatu yang resmi, atau kamu pakai banmal, urutannya ngacak kami tetap paham kok. Tapi kalau mau kukasih susunan yang beda untuk bahasa korea sama bahasa indo, misalnya kata sifat, orang Indonesia akan pakai sehabis subject tapi kami pakai setelah keterangan, contoh: aku benci musik , bencisifat : bahasa indo. 내가 음 시러요 : Naega eum Shireoyo, shireo bahasa korea sifat. Sebenarnya bahasa indo susunannya hampir sama kaya bahasa inggris kan? Bahasa korea lebih keterbalikannya, kalau mau belajar lebih banyak, boleh kontak aku kok
PESAN KRISGI
Hi Chingu
Gimana kabar kalian? kabar Krisgi baik-baik saja disini. Maaf karena aku aku bikin kalian menunggu update-an, karena disini aku lagi sibuk banget. Jadi seperti yang kalian tahu atau mungkin Kalian juga tidak tahu, aku ini punya toko di Indo tentang make up Korea gitu. Jadi mumpung aku disini, aku harus ikut bantu menata barang-barang pre order yang Udah dipesan customer. Untuk kalian yang enggak tahu online shop Krisgi, namanya Pudicha Official Shop, ada di instagram. Jadi mohon pengertiannya.
Oiya, kemarin Krisgi dapat kata beru yaitu 'kepo' dari Chingu Rara di instagram. Dia juga ngajarin Krisgi bahasa Jawa tapi sulit banget, tetap terima Kasih Rara-ah udah sabar mengajariku, hehe. Dan kalau ada yang kepi tentang Krisgi, boleh ditanyain kok, nanti Krisgi pasti akan jawab.
Jangan lupa Reviewnya ya~ jangan jadi silent reader please biar aku tahu pendapat kalian tentang karyaku. Gomawoyo.
Untuk yang mau ngecheck preview sebelum Fanfictionnya update, bisa lihat di sns ku pudichakris atau channel youtube aku Krisgi Pudicha
Tetap selalu Krisgi berterima Kasih pada Reader-nim yang mau membaca, vote, dan comment. itu jadi semangat Krisgi untuk terus menulis. Gomawoyo
Sekian dulu ya, see you on Next Chapter.
