Chapter 11 : Hit

Link Preview:

/YkBMao_22xU

Special Thanks to:

[Cicifu][Asmaul][Arifahohse][Babybyun][JunaOh][heegi][misslah][Seravin509][wenjun][keripikbalado][Ramyoon][OSH46][KaiNieris][chanbaek00][OhHeeRa][Akaindhe]

Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu

Cast:

Oh Sehun as Park Sehun

Xi Luhan as Kim Luhan

Byun Baekhyun as Byun Baekhyun

Paek Chanyeol as Park Chanyeol

Kim Yerim as Park Yeri

And others (Find Yourself)

.

Main Pairing:

Hunhan

Chanbaek

.

Genre: .

Rating:

T

Sinopsis:

"Kami pergi dari rumah itu karena kau meninggalkan kami, tapi aku berjanji. Aku janji akan mendapatkan rumah itu kembali dan menjaga apa yang sudah kau tinggal. Dan kumohon tak usah kembali"

-Park Sehun-

"Aku memang terlihat idiot tertawa dan bertingkah sok imut seperti katamu, tapi aku melakukan ini hanya untuk Ibuku jadi jangan salah paham"

-Park Yeri-

"Kau terlihat bahagia saat di cafe, apa tidak bisa tertawa seperti itu disini?"

-Kim Luhan-

HAPPY READING

"Oppa yakin mau naik itu?" Tanya Yeri sambil mengerutkan alisnya.

Sehun sedang duduk di sepedanya menoleh.

"Maaf Yeri, Oppa tidak bisa berangkat denganmu,"

"Iya, Oppa. Jangan khawatir, dan jaga saja Luhan eonnie," jawab Yeri sambil tersenyum.

Sehun mengangguk dan membenarkan posisi tasnya. Ia menatap ke belakang Yeri. Menunggu seseorang untuk muncul. Kepalanya digerakkan gelisah mencari seseorang.

"Tao eonnie sudah berangkat. Tadi kaya Kyungsoo Ahjumma, Tao eonnie mau mampir beli sesuatu jadi diantar Jongin Ahjusshi, "

Sehun mengalihkan pandangan ke Yeri. Seperti biasa, gadis itu tahu jalan pikirannya. Sehun sedikit menundukkan kepalanya. Pasti Tao sengaja menghindarinya. Sudah tiga hari ini Tao tidak berangkat bersama. Biasanya Tao akan membuat suasana rumah sangat berisik dengan cerita pertengkarannya dengan Jongin, tapi sekarang sepi. Sejak hari itu, Tao seperti menjauh dari dirinya. Gadis itu tidak pernah muncul di rumah mereka. Saat di sekolah, Tao selalu menghindar dan tidak mau makan bersama. Pernah saat Tao dan Yeri sedang mengobrol di koridor, Sehun datang untuk mengajak makan siang bersama, tapi Tao segera pamit pergi karena sibuk. Tapi saat di kantin, Tao terlihat sedang asyik mengobrol dengan Sooyoung, jadi Sehun yakin Tao pasti menghindarinya.

"Oppa, ini hanya salah paham..."

Yeri menepuk pundak Sehun, membuat namja berwajah datar itu sedikit terkejut, namun akhirnya tersenyum tipis.

"Pasti kita bisa seperti dulu lagi,"

Hibur Yeri sambil menunjukkan giginya yang putih. Sehun tersenyum tipis dan mengusap rambut adiknya.

"Gomawo,"

Yeri kembali terkekeh. Setelah itu mereka berpisah. Yeri berangkat dengan bus dan Sehun mengayuh sepedanya. Kenapa Sehun naik sepeda? Biar kujelaskan.

Semalam Wendy yang sedang berada di Kanada dengan panik menelepon Sehun karena Luhan memaksakan diri ke sekolah, padahal keadaan Luhan masih lemah. Setelah berbagai keributan kecil, akhirnya orang tua Luhan menyetujuinya. Sekarang yang menjadi masalah adalah Luhan yang mau naik sepeda.

Gadis itu ingin merasakan angin yang menghembus wajah dan rambutnya, tapi keadaannya masih lemah. Ia tidak dibolehkan oleh Dokter Minseok untuk melakukan hal itu. Orang tua Luhan sudah berusaha membujuk, bahkan mereka bilang akan membuka semua kaca mobil agar Luhan bisa merasakan anginnya, tapi Luhan tetap menolak dan bersikeras.

Lalu apa hubungannya dengan Sehun? Jadi setelah empat hari yang lalu Luhan mencegah Sehun pergi, dan semua menganggap bahwa Luhan mungkin akan menurut jika Sehun yang meminta. Akhirnya Sehun datang dan berusaha membujuk Luhan, tapi apa mau dikata. Mungkin namja itu sudah terpesona dengan Luhan, sehingga dengan jurus aegyo dan berbagai jurus andalah Luhan, akhirnya Sehun kalah.

Tapi bukan berarti Sehun datang dengan cuma-cuma lho. Akhirnya namja itu memberi usul agar Luhan membonceng dirinya naik sepeda. Dan dokter Minseok sendiri tidak mempermasalahkan hal itu karena Luhan tidak akan mengeluarkan tenaga. Sampai akhirnya keputusan final bahwa Luhan akan sekolah dan akan dibonceng oleh Sehun.

Lalu dimana Sehun mendapat sepeda malam-malam? Sebenarnya setelah menceritakan hal ini pada Baekhyun, Baekhyun mengaku masih menyimpan sepeda Chanyeol di ruang kosong apartemen mereka. Tadinya Sehun enggan karena sepeda itu mengingatkannya pada saat kecil ia dan Ayahnya mengantar susu, koran, dan bubur, tapi dengan paksaan Baekhyun, apalagi setelah bertemu Ayahnya empat hari yang lalu, disaat Sehun bersikap tidak sopan pada Chanyeol, Baekhyun sedikit marah pada Sehun. Jadi Sehun tidak ingin menyinggungnya lagi dan membuat ibunya marah. Dan sekarang beginilah dia dengan sepeda Ayahnya dulu menuju rumah Luhan, rumah lamanya.

Setelah 15 menit mengayuh, akhirnya ia sampai di rumah Luhan. Di depan gerbang, ia bisa melihat Ibu Luhan terus memaksa Luhan memakai berbagai macam jaket, syal,dan topi, membuat gadis imut itu terlihat seperti buntelan.

Menyadari kehadiran Sehun, Luhan langsung berlari dan mendekati Sehun yang sontak membuat semua orang disana berteriak, karena gadis itu dilarang mengeluarkan tenaga terlalu banyak, walaupun Sehun masih tidak tahu sakit apa sebenarnya Luhan.

"Sehun!"

Luhan kini berdiri disamping Sehun. Penampilannya kini? Ia terlihat sangat cantik. Gadis itu mengsan di rambutnya. Wajahnya cantik alami, hanya sedikit bedak dan liptint. Fashionnya juga modis, semua yang melekat pada dirinya bermerk. Walaupun kenyataan bahwa Luhan terlihat seperti buntelan tidak bisa dihindari, tapi Sehun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum.

"Ah, Sehun. Maaf merepotkan. Anak ini memang keras kepala, "

"MOM!"

Sehun hanya tersenyum sopan dan pamit. Sekali lagi terlihat pertengakaran antara ibu dan anak ini. Ibu Luhan memaksa untuk memakaikan lagi syal yang lebih tebal dan tentu saja gadis mungil itu menolak. Tapi untunglah tidak lama karena Sehun mengambil syal itu dan memakaikannya pda Luhan, gadis itu hanya bisa bersemu merah tanpa protes. Akhirnya mereka berangkat.

Luhan duduk miring dengan tangan melingkar di pinggang Sehun. Awalnya Luhan hanya memegang blazer belakang Sehun, tapi karena hampir jatuh, akhirnya ia melingkarkan tangannya di pinggang Sehun.

Angin bertiup berusaha mendinginkan wajah Luhan yang memerah. Disisi lain, Sehun tidak bisa berhenti tersenyum. Dan senyuman itu membuat para pejalan kaki teralih perhatiannya. Bahkan ada orang yang tidak sengaja menabrak tiang karena tidak melihat depan. Membuat kedua orang ini tertawa.

"Hei, Luhan,"

"Hn?"

"Apa kau tahu sekarang kau seperti buntelan?"

Luhan langsung mencubit perut Sehun yang langsung mengaduh. Walaupun tidak bisa terlihat, tapi Sehun yakin sekarang Luhan sedang mengerucutkan mulutnya lucu. Dan pikiran itu membuatnya sedikit terkekeh.

"Masih tertawa?!"

"Aw!"

Luhan membentak sambil kembali mencubit perut Sehun. Sehun bersumpah perutnya sangat sakit. Ia tidak pernah dicubit oleh Ibunya sebelumnya. Sehun tidak berani memikirkan jika kelak ia menikah dengan Luhan, pasti... tunggu! Menikah?

Sehun berdehem... untuk dirinya sendiri. Apa yang baru saja ia pikirkan? Apa ia baru saja... ah tidak!

"..hun,"

"Eh?" Sehun tersadar dari lamunannya.

Namja itu bisa merasakan pelukan Luhan di perutnya mengerat. Ia juga bisa merasakan punggungnya ditempeli kepala Luhan, membuatnya tidak bisa konsentrasi sehingga melewati polisi tidur dengan kencang. Membuat mereka hampir jatuh.

"Sehun!"

"Maaf, Luhan hehe"

Sehun berusaha mengalihkan pandangannya ke Luhan, walaupun tidak bisa dan berkonsentrasi lagi kearah jalan. Luhan kembali ke posisi dimana sebelum polisi tidur itu menyerang mereka.

"Sehun..."

"Hm?"

"Ini menyenangkan! Aku tidak pernah merasa sebebas ini. Terima Kasih Sehun,"

Luhan tersenyum lembut, baik wajah dan hatinya sekarang sangat singkron, yaitu bahagia. Ia selalu dilarang melakukan ini melakukan itu. Luhan juga tidak punya teman atau saudara yang akan membelanya saat berdebat dengan orangtuanya.

"Kau tahu sehun? Aku sangat ingin punya kakak. Tempat dimana aku bisa menyandarkan kepalaku dengan nyaman. Orang yang membelaku saat aku berdebat dengan orangtuaku. Dan bisa mewujudkan keinginanku,"

Sehun terdiam. Ada rasa sakit dalam dirinya, mengetahui sebuah kenyataan. Luhan... kesepian. Itu sangat membuatnya sedih. Entah kenapa hatinya ingin menyuruhnya berhenti mengayuh dan memeluk gadis mungil ini.

"Aku sangat iri pada Yeri dan Tao! Mereka mempunyaimu sebagai kakak mereka..."

Luhan menghentikan ucapannya sebentar. Mengeratkan pegangannya pada Sehun dan menutup matanya.

"Bisakah aku juga merasakan hal itu?"

"Tidak."

Luhan langsung membuka matanya. Perasaan kecewa datang memenuhi hatinya. Bahwa mungkin memang Sehun merasa dirinya merepotkan dan menyebalkan.

"Karena aku tidak bisa menganggapmu adikku, seperti Tao dan Yeri. Kau berbeda..."

Luhan membuka matanya lebar. Kini darahnya kembali Mengalir ke pipinya. Bahkan udara yang menabrak wajahnya sama sekali tidak membantu.

"Apaan sih!"

Ucapnya lagi sambil mencubit perut Sehun lagi. Dan kali ini lebih kencang dan membuat Sehun berteriak tertahan.

-ooo-

Sehun melangkahkan kakinya ke kantin bersama dengan Luhan. Hari ini Ibunya tidak membuat bekal karena terburu-buru pagi ini. Luhan sebenarnya membawa bekal sendiri, karena Ibunya masih sangat protektif, tapi entah mengapa ia tidak ingin jauh-jauh dari Sehun. Juga Sehun tidak tega meninggalkan gadis itu, yang masih sakit, dikelas sendirian.

Begitu Sehun mengambil makanan dan mencari tempat duduk. Seorang namja yang sudah lama tidak terlihat Batang hidungnya melambaikan tangan kearahnya. Ia menatap kearah meja itu. Yeri dan... Tao juga ada disana. Sehun menghela nafas dan berusaha menenangkan diri dan mengajak Luhan kesana. Luhan sadar, bahwa hubungan Tao dan Sehun sedang tidak baik... karena dirinya.

"Ya... nugu?"

"Ini Kim Luhan, murid baru,"

"Aku tak pernah melihatnya," Jonghyun mengangkat alisnya.

"Karena kau sibuk membolos Oppa..."

"Ya! Yeri-ah... siapa bilang aku membolos? Jangan menjelek-jelekkanku di depan gadis secantik ini,"

Ucap Jonghyun sambil mengedipkan matanya. Yeri bertingkah seolah ingin muntah dan Luhan terkekeh. Tapi kekehannya berhenti ketika menyadari bahwa Sehun sedang menatap kearah Tao yang sibuk dengan makanannya, membuat hati gadis ini sangat sakit. Apa bagi Sehun sebenarnya, Tao lebih dari adik?

Sebenarnya Jonghyun dan Yeri tahu bahwa susananya sangat tidak enak. Ini usulan Yeri yang meminta Jonghyun untuk tidak membolos dan makan bersama mereka karena Yeri tidak sanggup sendirian. Wendy sedang kembali ke Kanada karena ibunya sedang disana. Jadi demi Yeri, yang memang sudah disukainya dari dulu, ia merelakan tidak makan di rumah makan daging panggang, hanya untuk mendekatkan kembali tembok dan panda itu.

"Eonnie, oppa ini anaknya Dokter Minseok itu,"

Luhan langsung membuka mulutnya lebar mengerti. Membuat Sehun yang melihatnya segera memasukkan roti ke mulut kecil Luhan. Semuanya langsung tertawa saat Luhan memukul lengan Sehun yang sedah terkekeh melihat Luhan dengan roti penuh di mulutnya.

Sehun menggerakkan kepalanya dan menatap kearah tempat duduk Tao. Kekehannya berhenti dan membuat namja itu kembali menghela nafas. Mungkin Tao memang sudah sangat jauh darinya.

Jonghyun dan Yeri juga terkejut melihat Tao sudah tidak disana. Mereka sedikit merasa tidak enak hati, mungkin saja Tao merasa tersingkir? Mereka menatap kearah Sehun yang sedang memijat kepalanya.

"I think you should talk to her, dud,"

Ucap Jonghyun sambil menepuk pundak Sehun. Namja itu mengangguk sambil mengusap wajahnya seakan frustasi.

Luhan disini merasa bersalah. Pasti semua ini berawal darinya. Saat semua orang seharusnya tertawa bersama, ia malah masuk dan menghancurkannya. Perasaan tidak enak terhadap Sehun, Yeri, Tao, dan sekarang juga Jonghyun semakin terasa.

-ooo-

'Masih ada waktu sebelum masuk,' pikir Luhan.

Gadis itu sedang mencari keberadaan Tao. Ia pamit pada Sehun untuk ke kamar mandi karena perutnya sakit, dan tentunya itu membuat Sehun khawatir. Sehun memaksa Luhan pulang, tapi gadis itu beralasan karena ia banyak makan dan butuh kamar mandi, tapi disinilah ia. Atap.

"Tao..."

Luhan bisa melihat seorang gadis berdiri di pagar. Luhan berjalan mendekatinya dengan langkah berat. Takut. Ia sangat takut. Bukan takut karena Tao menyakitinya, tapi takut Tao tidak akan menerimanya.

"Tao..."

"Dia benar-benar tidak peduli padaku, kan? Nyatanya dia tidak mencariku."

"Tao, Sehun tidak seperti itu, dia sa..."

"Pergilah, sunbaenim. Jangan membuatku ingin mengeluarkan amarahku padamu,"

Putus Tao sambil tersenyum tipis. Matanya masih enggan menatap Luhan. Luhan segera menjulurkan tangannya dan menarik pundak Tao mengahadap kearahnya.

"Katakanlah! Jika itu membuatmu lebih tenang, aku akan menerimanya, Tao. Jangan kau simpan sendirian,"

Dengan kasar Tao menyingkirkan tangan Luhan dari pundaknya. Sedari tadi kemarahan maksimalnya sudah ia tahan, tapi gadis itu malah memancing pertengkaran. sekali lagi Tao menghela nafas.

"Maaf. Pergilah Sunbae,"

Tao melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Luhan, tapi gadis iti tidak menyerah. Gadis itu berlari kearah pintu masuk dan menghalanginya.

"Minggir,"

"Tidak sampai kau mengeluarkan amarahmu padaku! Aku merasa bersalah padamu. Aku minta maaf,"

Tao menggenggam tangannya sekuat tenaga. Berusaha tenang dan menghela nafasnya. Dipaksakannya senyum.

"Aku memaafkanmu sunbae, atas apa yang kau rasakan merasa bersalah padaku. Jadi sekarang bisakah menyingkir?"

Luhan masih keras kepala. Ia menggeleng cepat dan masih menatap tajam Tao seakan mengatakan bahwa bukan itu yang ingin di dengarnya. Ia ingin Tao mengeluarkan amarahnya.

"Kenapa kau sangat keras kepala?!" Tao mulai geram.

"Kau yang keras kepala. Tunjukan amarahmu, itu akan membuatmu lebih tenang dan..."

"Baiklah! Baiklah! Kau ingin aku mengungkapkan amarahku? Perasaanku? Baik akan kukatakan semuanya padamu jadi pasang telingamu baik-baik Sunbae,"

Kini Tao sudah tidak bisa membendung emosinya lagi. Jangan salahkan ia karena Luhan memancingnya.

"Aku tidak akan tenang selama kau masih disekitarku, jadi jangan mendekatiku lagi! Aku sangat membencimu! Semua amarahku akan kau terima katamu? Tentu karena amarahku semua karena dirimu! Tentu kau wajib menerimanya, bukan kau memiliki hak untuk menerimanya atau tidak..."

"Bagaimana aku tidak menyimpan perasaanku sendirian, ketika teman-temanku, sahabatku, semuanya kau ambil?! "

"Apa aku masih punya tempat cerita ketika Sehun Oppa sibuk menjagamu? Yeri mengkhawatirkanmu? Wendy eonnie terus mengawasimu? dan Jonghyun Oppa juga memperhatikanmu?! Ha! Jawab Kim Luhan! Bahkan mereka tidak sadar ketika aku tidak ada, kenapa? Karena perhatian mereka seluruhnya ada padamu! Kau merasa bersalah atau kasihan padaku?!"

Tao menutup matanya, berusaha mengatur nafasnya. Sial! Ia kelepasan. Pasti Luhan akan menangis dan mengadu, baguslah Kim Tao. Bukankah itu artinya kau akan lebih bebas mengungkapkan kebencianmu?

"Dengarkan aku..."

"Aku bukan gadis yang tamak dengan perhatian, tapi kuakui aku takut mereka tidak memperhatikanku lagi, karena itu artinya, mereka tidak membutuhkanku,"

"Aku juga ingin berteman denganmu, tapi kurasa itu tidak akan mungkin sekarang,"

Tao sibuk menatap tajam kearah Luhan yang sedang berkaca-kaca sekarang, tidak menyadari bahwa seseorang sedari tadi mendengarkan mereka dari balik pintu dan sekarang orang itu turun meninggalkan mereka. Tidak tahan menghadapi kenyataan.

Tao menyingkirkan tubuh Luhan yang masih Syok dan membuka pintu yang menghubungkan atap dengan gedung sekolah. Gadis hendak berjalan tapi lalu berhenti.

"Satu lagi..."

"Jangan salah paham atas semua perhatian mereka. Kau tahu? Sehun dan Yeri menunggu lama untuk bisa tinggal di rumah itu. Jadi kau tahu? Dengan kata lain mereka menunggumu pergi,"

Dengan penekanan di akhir kalimat itu, Tao melangkah meninggalkan Luhan yang masih Syok. Sepeninggal Tao, Luhan langsung mengambil obatnya di kantong dan memakannya tanpa air. Berusaha menetralkan nafasnya. Dadanya terasa sangat sakit, tapi ia berusaha untuk menahannya.

-ooo-

"Luhan, aku tahu kau tidak akan setuju, jadi aku menelepon Ibumu untuk menjemputmu. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Juga aku ada urusan hari ini, aku tidak ingin membuatmu menunggu,"

Ucap Sehun ketika mereka sedang membereskan bukunya. Luhan menatap Sehun sebentar lalu mengangguk sambil tersenyum.

"Terima Kasih, Luhan! Jika kau mau aku menjemputmu lagi besok, kau bisa mengirimiku pesan,"

Setelah kalimat itu, Sehun langsung berlari keluar kelas meninggalkan Luhan yang sekarang sedang tersenyum pahit.

-ooo-

Tao hampir terjungkal ketika merasa tangannya ditarik oleh seseorang. Gadis itu hampir mengucapkan sumpah serapah ketika ia berbalik dan melihat siapa yang menariknya. Gadis panda itu mendengus kesal dan berbalik pergi, tapi Sehun mendengarnya.

"Kita harus bicara, Tao,"

"Apa parasit itu sudah mengadu?"

Sehun menghela nafasnya. Ia harus tenang. Sebenarnya ia siap melawan Tao yang akan marah-marah seperti saat gadis itu mendengar Tao menggebu-gebu pada Luhan diatap tadi, tapi Tao sekarang berwajah datar dan seperti... sangat malas.

"Dia bukan parasit, Tao. Dan dia tidak mengadu apapun,"

"Baiklah aku mengerti,"

Ucap Tao sambil membalikkan badannya lagi dan melangkah pergi, tapi lagi, Sehun kembali menarik tangannya.

"Apa sih?" Tao mulai risih.

"Aku bilang kita perlu bicara, Tao,"

"Hn, baik Katakan saja," ucap Tao sambil menggedikkan pundaknya tanda tidak peduli.

Sehun manatap Tao sedih. Perasaan bersalah membuat adiknya seperti ini. Pasti caranya salah. Adiknya sangat sensitif dan ia tidak pengertian.

"Kau berubah, Tao"

"Kau juga, Park Sehun,"

Sehun menatap Tao tidak percaya. Padahal Tao sendiri tahu, bahkan sangat mengerti. Bagaimana Sehun dan Yeri sangat membenci ketika seeorang memanggil mereka dengan embel-embel Park.

Sehun kembali menghela nafas. Ia tidak ingin hubungan mereka bertambah jauh, sehingga Sehun harus mendinginkan kepalanya. Namja itu menarik tangan Tao dan membawanya kearah tempat ia memarkirkan sepeda.

"Kurasa bicara disini tidak baik. Ayo kita pulang bersama, aku bawa sepeda."

Tao menghentikan langkahnya yang otomatis membuat Sehun ikut berhenti.

"Kau naik sepeda?"

Ucap gadis itu tidak percaya. Oh astaga Sehun! Kini kau akan salah lagi.

Tao menghempas tangan Sehun yang sedang menggenggam pergelangannya. Dan mengedarkan pandangan kearah parkiran. Benar! Dugaan Tao benar. Gadis itu mengenali salah satu sepeda itu dan berlari kearahnya diikuti Sehun.

Tao melihat di keranjangnya ada sebuah syal dan itu membuat Sehun langsung berusaha mengambil syal itu. Namja itu lupa, Luhan menitipkan syalnya disini supaya masuk ke kelas tidak berbentuk seperti buntelan.

Tapi sayangnya Sehun kurang cepat. Gadis itu sudah mengambil syal itu duluan. Bisa ia cium bau parfum Luhan disana. Dengan rasa tidak percaya, gadis itu membuka syal itu dan... bagus! Nama Luhan tertulis disana. Gadis itu menatap Sehun yang sedang bingung dengan tatapan tidak percaya.

"Kau sangat membenci Ayahmu, tapi kau memakai sepedanya demi Luhan?"

"Bukan begitu Tao, Luhan memaksa untuk berangkat sekolah dan ia ingin naik sepeda. Eomma memaksaku menggunakannya,"

"Bahkan ketika aku menagis, bahkan ketika orangtuaku juga memohon padamu. Bahkan ketika Ibumu terus memintamu sambil menenangkanku, kau tidak melakukannya untukku,"

Tao menatap Sehun dengan kecewa membuat namja itu semakin bingung.

"Ini berbeda Tao. Kau mengerti aku dan dia..."

"Tidak." Putus Tao.

"Aku tidak mengertimu. Aku terlalu bodoh untuk bisa mengertimu. Aku sama sekali tidak pernah bisa memahamimu,"

Jujur tatapan Tao sangat membuat Sehun merasa sakit. Namja itu menatap Tao sedih dan juga kecewa, sama seperti yang Tao itu diam dan berjalan pergi. meninggalkan Sehun yang masih mematung disana.

'Maafkan aku, oppa. Semoga kau bahagia,'

-ooo-

"Luhan?"

Luhan mengalihkan pandangannya kearah Ibunya. Luhan hanya tersenyum tipis menandakan dirinya ingin sendirian, jadi Ibunya hanya mengelus kepala gadis itu sebentar dan meninggalkannya. Luhan menatap taman luas dibelakang rumahnya.

'Pasti dulu mereka bermain disini,'

Luhan ingat, bagaimana asal mulanya tinggal disini. Dimana ia memohon pada Pamanannya, bahkan sampai merelakan untuk tinggal jauh dari Ayahnya yang mengurus bisnis di kanada.

Flasback

"Paman! Kumohon paman! Kumohon bawa aku pergi dari sini, kumohon,"

Kris menatap Luhan kecil yang terus menarik kakinya. Kris berusaha membangunkan anak itu, tapi Luhan tetap bersikeras memohon pada Kris, membuat namja itu menghela nafas panjang. Kris merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Luhan.

"Luhan, disini tempat terbaik untukmu sayang,"

"Tidak! Ini adalah tempat terburuk! Aku tidak mau disini. Semuanya bau obat dan tidak menyenangkan."

Kris kembali menghela nafasnya. Mengangkat kepala Luhan dan menghapus air Mata gadis itu. Ketika kau sedang sakit parah, maka ada saat dimana kau mulai jenuh dengan kehidupan dan memilih untuk meninggalkan dunia. Mempasrahkan diri dan putus asa bahwa ia tidak akan sembuh. Inilah yang mungkin dirasakan Luhan sekarang.

"Luhan..."

"Paman!" Putus Luhan.

"Kumohon, jika memang ini waktu terakhirku, aku tidak ingin menghabiskannya disini..."

"Aku ingin tinggal dirumah. Aku ingin berjalan-jalan di Taman. Aku ingin sekolah. Aku ingin memiliki teman,"

Kris menatap sedih keponakannya ini. Ia mendengar berita dari adiknya bahwa Luhan sering sekali drop akhir-akhir ini, dan dokter merasa bahwa ini karena Luhan sudah mulai menyerah.

"Paman, Mom dan Dad akan mendengarkan paman. Kumohon minta mereka membawaku pergi,"

Kris membayangkan bagaimana perasaan Luhan. Sejak umur 4 tahun hanya tinggal di rumah sakit. Ketika pulang ke rumah hanya sehari langsung drop. Yang menjenguknya hanya ayah, Ibu, Kris, dan terkadang Yoona tanpa Wendy, karena dulu Wendy akan muntah mencium bau obat jadi gadis itu tidak bisa datang ke rumah sakit dan bermain dengan Luhan.

Kris mengelus rambut Luhan dan mendekatkan wajah mereka.

"Ayo kita buat rencana..."

Ucap namja itu sambil mengedipkan. Luhan menatap pamannya ini sambil berkedip berulang kali. Dengan hati-hati Kris melepas tangan keponakannya dari kaki jenjangnya dan menggenggamnya.

"Paman akan mencari rumah, dengan Taman di Seoul. Nanti kita bilang Dad dan Mom, kalau rumah itu terlanjur kita sewa, jadi mau nggak mau Mom dan Dad harus setuju, iya kan?"

Luhan kecil terdiam sebentar lalu tersenyum. Gadis kecil itu menatap Kris dengan penuh harap.

"Tapi untuk ke Seoul, Luhan harus kuat. Kan Seoul jauh, jadi Luhan harus berusaha meyakinkan Dokter, Mom, dan Dad."

"Apa Paman akan berbohong?"

Kris menggeleng mendengar tuduhan keponakannya.

"Hei, namja sejati tidak pernah mengingkari ucapannya,"

"Paman namja sejati?"

"Kau tidak lihat pamanmu ini sangat keren, tampan, dan gagah. Bahkan dulu Bibimu harus berusaha setengah mati untuk bisa menikah dengan paman,"

Luhan terkekeh mendengar ucapan Pamannya yang narsis ini. Walaupun sebenarnya Kris lah yang bertekuk lutut pada Yoona, tapi tak apalah mengaku-aku sesekali.

"Bagaimana? Paman akan mencari tempat tinggal jadi kau bisa bermain dengan Wendy, dan bonusnya kau bisa bertemu Paman tampan setiap hari..."

Luhan kembali terkekeh.

"Tapi ingat kesepakatan kita tadi, oke?"

Kris tersenyum sambil mengangkat jari kelingking nya. Luhan terkekeh lalu mengacungkan jari kelingking nya juga.

"Janji!"

Setelah hari itu, Luhan selalu mempertahankan kondisinya. Menjalani seluruh pengobatan dengan baik. Luhan semakin percaya pada pamannya saat ia tidak sengaja menguping pembicaraan Kris dengan Orangtuanya. Orangtuanya awalnya tidak setuju dan menentang keras, tapi Kris akhirnya bisa meyakinkan mereka.

Setelah 2 tahun, akhirnya Luhan sudah cukup kuat untuk naik pesawat. Akhirnya ia bisa melihat rumah yang ia impikan, dengan sebuah taman yang indah. Kondisi Luhan semakin baik karena ia sangat bahagia. Disini ia dirawat oleh Dokter Minseok. Perkembangannya terlihat stabil, tapi itu membuat kewaspadaan menjadi berkurang. Setelah tinggal 3 tahun di Seoul, Luhan kembali drop dan harus dibawa ke rumah sakit. Tapi alat khusus untuk penyakit Luhan ada di Kanada, jadi dengan berat hati mereka membawa kembali Luhan ke Kanada.

Luhan yang merasa akan kembali ke kehidupan sebelumnya semakin tidak semangat sampai akhirnya ia koma. Tak ada tanda-tanda, ia langsung jatuh. Semuanya sangat takut, tapi dokter mengatakan bahwa jantungnya masih berdetak. Gadis ini masih hidup.

Dalam alam bawah sadar, Luhan melihat dirinya di rumah penuh taman dengan seseorang yang ia sayangi. Membuat gadis itu berusaha kuat dan yakin bahwa ia akan kembali diberi kesempatan, maka dari itu, setelah 2 tahun koma, ia bangun kembali.

Karena koma yang cukup lama, membuat organnya susah digerakkan, sehingga ia harus menjalani terapi sekitar 3 tahun untuk bisa berjalan, berlari, menggerakkan tangannya, dan lain sebagainya. Maka di usianya yang ke 17 tahun, sebuah keajaiban yang dikatakan dokter karena memprediksi Luhan hanya bisa hidup samoai usia 12 tahun, kembali ke Korea dan sekolah. Seperti sekarang.

Flashback end

"Mungkin ini hukuman untukku..."

"Karena aku banyak meminta,"

-ooo-

"Apa kau baik-baik saja?"

Luhan menoleh dan terseyum. Ia mengangguk kearah Sehun. Gadis itu membenahi tasnya.

"Yasudah, ayo berangkat, "

Luhan kembali mengangguk dan memposisikan diri duduk di belakang Sehun. Ya, hari Sehun dan Luhan naik sepeda lagi. Semalam Luhan merasa tidak enak badan, dan menurutnya itu karena pikirannya sekarang memberat. Ia harus refreshing, dan mungkin angin yang bertiup saat mereka naik sepeda akan membantunya.

Kembali mereka berangkat sekolah. Berbeda dengan hari sebelumnya, pagi ini mereka berdua diam. Sehun masih kepikiran soal Tao, sedangkan Luhan? Ia terus memegang dadanya. Entah kenapa rasa sakit itu kembali. Rasa sakit yang membuatnya dibawa kembali ke Kanada. Tidak! Ia harus menahannya.

Saat sampai di sekolah pun, mereka hanya saling tersenyum dan berjalan. Sungguh Luhan kini sangat tersiksa. ia ingin berteriak. Sesekali Sehun mendengar nafas Luhan tersenggal, tapi saat Sehun menanyakannya, Luhan hanya menggeleng.

"Kau yakin baik-baik saja?"

Tanya Sehun setelah bel istirahat berbunyi. Luhan kali ini terlihat sangat pucat, semuanya. Sehun merasa Luhan bisa jatuh sewaktu-waktu.

"Tidak...aku... mungkin hanya lapar,"

Sehun menaikkan alisnya heran. Sehun terus memaksa Luhan untuk pulang atau ke UKS, tapi gadis itu terus menolak dan ganti memaksa Sehun untuk mengajaknya ke kantin. Kasihan dengan Luhan yang sepertinya sangat lelah, Sehun tidak melanjutkan argumennya dan mengajak gadis itu ke kantin.

Saat memasuki kantin, ternyata Yeri dan Tao ada disana. Yeri tersenyum dan melambaikan tangannya. Tangan yang satu lagi ia gunakan untuk mencegah Tao kabur.

"Eonnie baik-baik saja? Eonnie terlihat pucat,"

Luhan menggeleng sambil tersenyum dan Yeri mengangguk mengerti.

"Ah! Park Sehun..."

Tiba-tiba seorang namja menepuk pundak Sehun. Sehun mengalihkan pandangannya dari Tao dan menatap Namja itu.

"aku tadi memindahkan sepedamu karena sepedaku tidak bisa keluar, hanya sedikit ketimur,"

Sehun dan Yeri sangat terkejut lalu mengalihkan pandangannya pada Tao yang masih menatap datar namja itu. Bahkan setelah ia mengungkapkan kekecewaannya?

Dengan paksa Tao melepas genggaman tangan Yeri dan berlari. Sontak Yeri dan Sehun langsung mengejarnya. Sampai ke lorong sepi karena para siswa di kantin. Sehun dengan cepat menarik tangan Tao.

"Tao... kumohon dengarkan aku, aku..."

"Sudahlah, bisakan kita tidak saling mengenal? Mungkin ini akan jauh lebih baik,"

Tao berusaha melepas cengkraman tangan Sehun, tapi tidak bisa. Sehun terlalu kuat. Saat itulah Yeri sampai.

"Eonnie..."

"Aku tidak bertanya padamu, tapi kau bilang berangkat dengan Oppa hari ini!"

"Itu... aku,"

"Kau berbohong Park Yeri. Kau berinisiatif untuk berbohong, "

Yeri terdiam shock mendengar nama depannya yang diucapkan Tao. Sungguh ia tidak pernah menyangka Tao akan menyebut nama yang paling dibencinya itu.

"Aku saja yang pergi..."

Semua menoleh dan terkejut. Mereka melupakan Luhan dan berlari mengejar Tao, sekarang Luhan datang dengan tangan mencengkram erat dadanya dan nafas tersenggal.

"Kalian tidak akan Terpencar. Aku yang akan pergi."

Luhan dengan kekuatannya yang lemah menahan tangan Tao. Tao menatap Luhan dengan iba.

"Kau kenapa?" Tanya Tao

'Bruk!'

"Luhan!/eonnie!"

-ooo-

.

.

.

.

TBC

REVIEWS:

R: imaintan343 chapter 11 . Jul 22

thorrr walupunnn riviewnyaa sedikittt tetap semangattt yaaaa karnaa yg sedikittttt niii padaaa penasarann kelanjutannn ceritaanyaaaa

A: ne, makasih banyak atas dukungannya, Fighting!

R: imaintan343 chapter 11 . Jul 22

thor walupunn ngakk banyakk yang riviews yang sedikittt niii nunggu nunggu authorrnyaaa uptade

A: Gomawo, Jeongmal mianhae, Chingu! Semoga Chapter ini bisa membalas penantian semua reader nim deul

R: wenjun chapter 11 . Jul 22

aku pikir update taunyaa...
huh semangat terus kakk lanjut ceritanya hehe

A: hehehe, mianhae . Gomawo Fighting!

R: keripik balado chapter 11 . Jul 22

Sejujurnya, aku ga tau mau review apa karena yang aku tao, FF ini bagus dan krisgi eonni lagi ga mau sambung ini cerita. Saran nya mah, panjangin lagi dong eonni word nya.

FIX!

JADI PENGEN NYANYI!

Nae gyeote neun isseojul saram~
Geu saram baro nora na saram~
Jabeul su eomneun nohchil sujyeo eomneun~
Naui apeum saram~ (ini lirik ga liat lirik asli, cuma dari pendengaran doang)

Eonni lagi ngadain give away? Ah, aku mah ga ngarep bisa dapet karena saingannya pasti banyak .

By the way.

AKU BERHARAP BISA DAPET ALBUM NYA *HEYAAK* ψ()ψ

Bisa ngespam review ga sih? Biar review nya bejibun! *ga bisa nge spam tapi*

*apa ini -_-

Aku ga jelas banget dah..

Keripik mah apa atuh, hanya keripik balado oleh-oleh khas sumatera barat _

Ga deng ._.

Serem banget keripik balado bisa baca review FF eonni.

Ini manusia yang pake pen name keripik balado kakak~

Udah ah...

Makin lama makin ga jelas review nya...

Pai pai uni~

Sampai ketemu di chap 11 _

P.S : uni harus sambung fic ini di ffn, kalo ga nanti keripik pm terus. Arrachi?

A: gomawo atas Review yang supeeeeer panjang ini dan gomawo juga lagunya, hehe. Kadang memang aku word nya sedikit karena ya bagaimana lagi, tangan ini sangat lelah, karena aku maunya fast update jadi wordnya jadi nggak terlalu panjang. Tapi Chapter ini terpanjang kok, lebih dari 4.5K Words, semoga memuaskan.

Untuk Giveawaynya, masih sedikit kok yang ikut, ayo ikut aja siapa tahu keripik yang beruntung hehe. Terancam terteror. Sebelum Kripik sudah banyak yang pm terus, hehe

R: OSH46 chapter 11 . Jul 22

lanjutt lanjuutttt... suka sama ceritanyaaa..
semangat authornyaaa.

A: gomawo sudah suka dan kasih semangat ke Krisgi. Fighting!

R: dear deer lulu chapter 11 . Jul 22

halo chingu, maaf baru review karena aku juga baru nemu ff ini malem ini, ga tahan buat ga pencet next, ff nya bagus banget serius, aku ga tau juga kenapa reviewnya dikit banget, walaupun pendek, tapi setiap chapternya selalu menarik dan bikin penasaran,aku ga bohong deh, serius ini ff bagus banget, mana sehun jadi kakak, jujur biasanya aku ga terlalu suka kalo yang jadi adiknya sehun itu cewek, tapi sehun-yeri cute banget serius! :D terus aku juga penasaran banget sama penyakitnya chanyeol, sama luhan, konfliknya juga sedikit sedikit muncul, dan itu malah yang bikin menarik, pingin next terus

p.s: wah authornya orang korea, senengnya bisa nonton drama korea tanpa subtitle, jadi bisa fokus ke wajah aktornya lol, tapi bahasa indonesianya author bagus banget lho, boleh deh kapan kapan juga diajarin bahasa korea hehe

p.s s : maaf komennya panjang banget OTL

A: jeongmal gomawo, jadi terharu. Mungkin karena susah ditemukan ya? Hehe, karena aku belum dapat seperti bash atau pernyataan yang nggak suka ff ini, Cuma mungkin saran untuk ditambah words nya sering, hehe. Maklumi kekuatan tangan ini. sebenarnya aku juga agak ragu waktu mau menjadikan Sehun Oppa kakak, tapi karena adiknya Yeri, aku jadi nggak ragu lagi.

Kalau masalah nonton drama, dulu waktu belajar bahasa aku juga download sub bahasa untuk belajar bahasa, tapi aku jarang nonton drama sekarang, hehe

R: SFA30 chapter 11 . Jul 23

ff mu itu bagus... mungkin saja krn ini republish jdi krang reviewnya. atau mungkin saja summary yg kurang menarik. atau bisa saja krn chapter pertamanya kurang banyak ceritanya (ffnya kurang panjang). menurutku yg paling bagus itu di chapter 10 banyak sekali adegannya (ffnya panjang)

A:sebenarnya ini bukan republish, Cuma memindah dari wattpad ke ffn, itu juga Cuma sampai chapter 6, dan seterusnya on going bareng sama yang di wattpad. Jujur House ini ff pertama krisgi jadi kukira sebanyak itu sudah cukup, ternyara belum, hehehe. Krisgi berusaha memperpanjangnya kok sekarang. Gomawo… Fightng!

R: Nurul891 chapter 11 . Jul 23

username wattpad author apa?

A: semua sns dan akun Krisgi usename nya pudichakris

R: heegi chapter 11 . Jul 22

yahhhh kok gitu, aku kan jadi gak bisa baca kelanjutannya dong secara aku kan gak punya wattpad. padahal nih ff udah lama ditunggu.. yaudah lah, semangat aja thor.
see you thor :(

A:Mianhae, tapi sekarang sudah ke upload ne, gomawo sudah menunggu tunggu ff ini, Gomawo jeongmal

R: Guest chapter 1 . Jul 22

ff ini bagus juga.

A:Gomawoyo

R: megantropis chapter 2 . Jul 22

oh.. jadi ini repost...

A: bukan sebenarnya, Cuma memindah dari Wattpad sampai chapter 7, seterusnya on going bareng yang di wattpad

R: Guest chapter 3 . Jul 22

Tao itu anaknya KaiSoo. llu apakah dia dan Sehun seumuran?

A: iya, Tao anaknya kaisoo dan dia satu tahun dibawah Sehun, tapi satu tahun diatas Yeri

R: megantropis chapter 4 . Jul 22

woahh... gak nyangka.. jadi dulunya Baekhyun itu pramugari kirain dia itu hanya pramusaji

A: aku nggak paham maksudnya, mianhae

R: megantropis chapter 5 . Jul 22

"Aku pasti satu sekolah dengan artis,"
itu pasti Luhan

A: yep!

R: megantropis chapter 6 . Jul 22

Luhan itu anaknya SuLay?

A: yep!

R: megantropis chapter 8 . Jul 22

knp Luhan pergi ke Jerman? untuk berobat kahh atau untuk belajar?

A: Maaf itu salah nulis kermarin, harusnya Kanada. Jawabannya udah ada di Chapter ini kan?

R: megantropis chapter 9 . Jul 22

ayah Luhan kemana?

A: Junmyeon bisnis di Kanada

R: intan chapter 11 . Jul 22

Krisgi lnjut ceritanya di sni z, i tunggu ya

A: iya, udah Krisgi lanjut disini, gomawo sudah menunggu

R: megantropis chapter 10 . Jul 22

aku kasihan dg Tao huhuhu...

A: kamu orang pertama yang kasihan sama tao karena yang lain pada bilang tao jahat, padahal Krisgi juga kasihan sama Tao

R: Guest chapter 11 . Jul 22

Waaahhh sayang kalo gak dilanjut.
Jujur gue baru bca nih ffsbelumnya prnh tau tp gak prnh dibaca (ngomong paan gue)
Lanjut aja.
dah nangis bombay
Bagus bgt bnyak typo,kalimat dgn kata yg kebalik tp bagus kok.
Sumpah gue kagag boong
Lanjut yaa lanjuttt
Ini gue review dr prolog sampe chap 10. Jdi instan reviewnya
Bagusss semangatt.

Kamsahamnidaaa *bow*

A: kenapa nangis? Jangan nangis, untuk typo maaf ya, karena itu tercipta saat tangan krisgi mulai lelah terus untuk tata letak kalimat juga, jeonmal mianhae, aku baru benar-benar belajar bahasa 2 tahun jadi harap maklumi. Gomawoyo Chingu!

R: megantropis chapter 11 . Jul 22

maaf kalau ini menyinggung.
sebenarnya sih ffmu itu bagus. tpi jika bertanya mengapa reviewnya sedikit mungkin aku akan berspekulasi, seperti salah satu akun yg meriview bahwaa ffmu kurang greget disummary. Tpi menurutku bukan itu saja sih kemungkinan di chapternya 1 kurang greget (kalau menurutku sih kurang banyak adegan(?) atau kurang panjang ceritanya) dan ini kan ff republish bisa saja hal itu yg menyebabkn reviewmu sedikit. tapi jika bnyk pembaca gelap anggap saja mereka gk ngerti caranya me-review.
kamu jangan berkecil hati, memang harus sabar jika ngepublikasikan ff diffn. krn FFN berbeda dg wattpad. d wattpad jika ingin tahu siapa yg membaca ff kita per-chapter,,, kan ada votmen. jika malas ngomen tinggal ngevote saja begitu pun jika sebaliknya. Nah kalau ffn harus review dahulu jika pengen tahu siapa yg membaca ff kita perchapternya.

A: nggak menyinggung kok, malahan Krisgi senang dapat masukan. Iya, jujur Krisgi juga sering di kasih masukan tapi Krisgi memang kurang dibuat untuk summary, mau bantu Chingu? Mungkin bisa lebih menarik, hehe, kan sudah baca mungkin tahu summary ya, hehehe, mianhae, sudah bingung mau bikin summary menjadi apa. Untuk Chapter 1 yang kurang sudah dijawab diatas, masalah republish juga ne, sebenarnya bukan republish, masih sama-sama on going. Iya, Gomawo Semangatnya, Fighting!

R: Oh Hee Ra chapter 11 . Jul 23

jujur sedih deh karena "HOUSE" gak dilanjut di ff, semangat thor semoga banyak yg sadar buat review gak jadi silent reader terus.
author Krisgi semangat jangan pantang menyerah... ditunggu ya karya karyanya. jangan kecewa karena disini reviewnya gak sebanyak di wattpad tetapi disini Oh Hee Ra bakalan nungguin karya karya krisgi selanjutnya.
bye krisgi sampai jumpa di ff berikutnya. ditunggu yaaaaaaaaaaaa.

A:maaf udah bikin kamu sedih, tapi sekarang udah dilanjut kok, gimana? Kuharap kamu merasa baik sekarang. Gomawoyo dukungannya Krisgi jadi pengen nangis karena dukungannya. Gomawoyo!

.ooo.

PESAN KRISGI

Hi Chingu~ gimana kabarnya? Semoga semuanya baik kaya Krisgi sekarang. Berkat dukungan kalian, kini Krisgi kembali menulis di ffn. Hehehe. Maaf untuk kalian yang kemarin benar-benar sempat kecewa. Sampai Krisgi di DM baik lewat ffn, wattpad, line, bahkan instagram. Tapi senangnya Reviewnya sampai 20, jadi Krisgi bakal lanjutin disini untuk Chapter ini. berlaku seperti kemarin, jika Review sampai 20, maka Chapter 12 : Cross

Oiya buat Reader-nim yang mereview atau mengirim pesan ke Krisgi, kalau bisa jangan pakai singkatan ne, atau kalau itu bahasa hitz dikasih sub nya soalnya terkadang Krisgi bingung artinya apa, hehe. Gomawo

Seperti yang Krisgi bilang di postingan kemarin, Krisgi lagi mengadakan reward, semacam giveaway buat satu orang yang beruntung, biar para reader-nim semakin semangat. berlaku buat reader nim yang membaca di Wattpad maupun di . sampai sekarang belum banyak kok saingannya, jadi ikutan ya siapa tahu beruntung.

Buat caranya, bisa di check di instagram Krisgi ya di pudichakris, hadiahnya? Krisgi mau Kasih album kpop fullset +Lightstick (lengkapnya lihat di instagram) dan pemenangnya boleh lho milih pengen album apa, bebas! Original dan hanya satu pemenang, hehe, ikutan yaaa

Terus juga Krisgi mau Kasih reward buat para Reader-nim yang Setia sama Krisgi, paling sering vote, comment, dan review. Nanti Krisgi hitung dari awal sampai last chapter masing-masing cerita dan isinya yang paling Bagus. Kalau banyak tapi nggak ada kata-kata semangat dan reviewnya juga percuma kan? Hehe . Hadiah untuk satu orang di dan satu di Wattpad. Hadiahnya? Hadiahnya? 1 set kpop stuff, berisi

Bias

Bias

Bias

give (surprise)

Bisa pilih boyband/girband nya

.

Semua tanggungan biaya ada di Krisgi jadi jangan khawatir Chingu. Jadi semoga kalian semakin semangat buat vote, comment, dan review nya.

Gomawoyo

.

Next Scedule:

Preview: 27 July 2016 at 5pm

Fanfiction: 29 July 2016 at 9am

Chapter 12 : Cross

.

See You On Next Chapter