Orang bilang, jatuh cinta adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa membuat hidup penuh rona merah muda. Bisa juga jadi obat mujarab yang menyembuhkan lara. Efek jika dosisnya berlebihan, cinta bisa membuat buta.

Tapi dalam kasus Yuuma, yang terjadi agak sedikit beda.

Cintanya memang membuat Yuuma bisa melihat dunia dalam bingkai yang lebih indah, tapi di waktu yang sama membuat Yuuma mendadak menolak realita.

Aria bahagia. Benar, bagi dia. Karena Yuuma selalu melihat gadis itu bahagia. Matanya bersinar sementara pipinya merona.

Gumiya pembunuh. Benar, bagi dia. Buktinya, semua yang tercatat dalam berkas polisi menunjukkan berapa besar keteledorannya.

"… tapi Aria berlari sendiri ke jalan dan—"

"Omong kosong!"

.

.

.

Nostalgia selesai.

Yuuma membalik kalender.

September, hari pertama. Dua bulan sudah berlalu sejak ia menghapus nama Akira dan yang lain dari kontak di ponselnya. Dunia masih berjalan sama.

Langit masih biru. Matahari masih muncul di timur. Dan Yuuma masih teguh memegang kebenaran versinya sendiri.