Kadang, sebelum terlelap, Yuuma akan berbaring di kasur dan berpura-pura bahwa waktu masih berjalan di masa lalu. Yuuma masih mahasiswa dan Aria masih ada. Sugesti yang Yuuma beri adalah; aku harus berangkat besok pagi dan bertemu Aria. Dia akan tersenyum dan melambai sambil tersenyum, "Yuuma-kun, selamat pagi!"
Paginya, Yuuma terbangun dengan sakit hati. Waktu tidak berhenti dan tidak pernah lagi ada Aria.
Hanya sebuah foto masa lalu di atas nakas yang selalu bersimpati pada Yuuma. Gambar itu memerangkap sosok Yuuma dan Aria di sebuah liburan musim panas.
Aria di dalam sana seolah berkata pada Yuuma bahwa; aku … masih … di sini ….
Aku berkarat di dalam otak dan juga hatimu.
Aku … masih ….
… di sini ….
