High school Love Story
Disclaimer : Masashi Khisimoto
Pairing : Naruto U. Hinata H
Warning : Typo, Oc, Ooc, AU dll
.
.
.
.
Chapter 1
Matahari telah menyapa, memancarkan cahayanya mengusik seorang gadis yang tengah terlelap, bahkan suara ketukan pintu tidak mengusiknya.
Ceklek
Seorang gadis dengan dua tongkat yang menyanggah tubuh mungilnya agar tidak jatuh.
" Hinata-chan..,bangun bukankah ini hari pertamamu sebagai murid baru? " tanyanya saat sudah duduk di pinggir ranjang yang di tempati Hinata.
Hinata menggeliat pelan, membuka matanya perlahan " Sakura-chan aku tidak ingin pergi kesekolah itu, aku masih ingin di sekolah yang lama, di sekolah itu aku akan sendirian tidak kamu " rengek Hinata manja pada gadis yang ia panggil Sakura aka Haruno Sakura sahabat Hinata sejak SD, Sakura adalah gadis yatim piatu sejak kecelakaan 3 tahun yang lalu merenggut kedua orang tua nya dan membuat ke dua kakinya tidak berfungsi mengharuskan ia menggunakan sebuah tongkat.
" Jangan merengek begitu lebih baik segera mandi lalu siap -siap, aku pun juga akan pergi kesekolah "
Hinata mengerucutkan bibirnya membuat Sakura gemas melihat kelakuan sahabatnya .
" Baiklah , kurasa hari-hariku disekolah baru akan seperti di neraka, pasti di sekolah itu hanya ada para murid sombong yang memamerkan harta kedua orang tua mereka " gerutu Hinata sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.
Sakura hanya mengeleng pelan mendengar Hinata menggerutu bahkan setelah Hinata masuk di kamar mandi pun Sakura masih mendengar suara gerutuan tidak jelas Hinata.
Setelah selesai mandi Hinata segera memakai seragam sekolah khas Uzumaki high school lalu melangkah kan kakinya menuju dapur untuk sarapan.
" Sampai kapan kau disini? " tanya Sakura saat melihat Hinata memasuki dapur.
" Entahlah aku masih malas pulang apalagi setelah otou-san memindahkan ku kesekolah yang jelas-jelas tidak ku sukai "
" Tou-san mu hanya ingin yang terbaik untukmu "
Hinata hanya mengangkat bahu cuek sambil mengabil dua buah roti dan mengoleskan dengan selai coklat kacang kesukaannya.
Saat ini Hinata memang tengah berada di apartemen sederhana mimik Sakura rumah kedua buatnya.
.
.
.
Hinata kini tengah berada di UHS atau Uzumaki high school, ia segara bergegas ke ruang kepala sekolah setelah sampai ia mengetuk pintu setelah mendapat ijin masuk ia segera membuka pintu dan melangkah masuk.
Hinata melihat wanita paruh baya yang duduk di balik meja tapi anehnya wanita itu masih kelihatan cantik dan muda di usianya yang sudah terbilang tua.
" Duduklah " pintanya
Hinata segera duduk di kursi yang di sediakan.
" saya Tsunade kepala sekolah di sini, jadi kau yang bernama Hyuga Hinata? "
" Iya Tsunade-sama "
" Tapi bisakah anda merahasiakan indentitas asli saya seperti yang otou-san katakan sebelumnya " lanjut Hinata dengan sebuah permintaan.
" Tidak masalah "
Tok...Tok... Tok...
" Masuk! " kata Tsunade
Pintu terbuka dan terlihat lah seorang perempuan berpakaian formal yang Hinata yakini sebagai salah satu guru di sekolah ini .
" Hinata ini Kurinai wali kelas XI B2 dan ia juga yang akan menjadi wali kelasmu "
" Dan Kurinai ini Hinata murid baru di sekolah ini " Lanjut Tsunade yang sengaja tidak menyebutkan nama maraga Hinata.
" Baiklah Hinata-san mari ikut saya. Saya akan mengantar mu kekelas " Kurinai segera pamit ke Tsunade di ikuti dengan Hinata.
Hampir lima menit berjalan di sepanjang koridor kelas yang sudah sepi pertanda pelajaran tengah dimulai, kini mereka sampai di depan sebuah kelas yang ternyata sudah terdapat guru mengajar. Kurinai mengetuk pintu hingga membuat semua orang yang berbeda di kelas mengalihkan perhatian mereka ke kurinai.
" Maaf Asuma saya mengganggu waktu mengajar anda " ucap Kurinai sambil berjalan masuk di ikuti oleh Hinata yang berjalan di belakang nya seketika para murid berbisik melihat Hinata yang mereka yakini sebagai murid baru.
" Dia Hinata murid baru " Kata Kurinai yang di angguki oleh Asuma.
" Baiklah saya permisi dulu " Kurinai segera meninggalkan kelas XI B2.
" Seperti yang kalian dengar kita kedatangan murid baru " Kata Asuma.
" Segera perkenalkan dirimu "
Hinata memandang mereka satu persatu dapat Hinata lihat kesombongan tercetak jelas di wajah mereka membuat Hinata muak.
" Perkenalkan nama saya Hinata pindah dari Tokyo high school " ucap Hinata singkat.
Kelas seketika menjadi ribut pasalnya mereka tau Tokyo high school adalah sekolah biasa.
" Jadi apa yang membuat mu pindah kesini, kau tau biaya sekolah ini mahal kau yakin bisa membayarnya " Kata seorang siswi berambut hitam panjang dengan wajah yang cantik ber name tag Sizuka ia adalah salah satu siswi populer di angkatannya.
" Apa kau murid beasiswa? "
" Atau kau salah satu anak guru di sini "
" Diam semua " ucap Asuma tegas sambil memukul meja dengan penghapus.
" Hinata kau bisa duduk di bangku yang kosong "
Seorang siswi berambut merah ber name tag Tayuya berdiri " tidak bisa begitu sensei, dia belum menjawab pertanyaan kami "
Hinata menghela nafas pelan " Iya.., aku mendapatkan beasiswa higga bisa bersekolah di sini "
" Ck, sudah ku duga " ucap Sizuka
" Ya..itu terlihat jelas dari wajahnya " kata Tayuya.
" Hinata segera duduk di bangku yang kosong " ulang Asuma.
Hinata mengedarkan pandangan mencari bangku kosong yang ternyata berada paling pojok dekat jedela, Hinata segera berjala melewati setiap bangku hingga Hinata tak menyadari bahwa seorang siswi menjulurkan kakinya keluar hingga Hinata tersandung dan terjatuh membuat lututnya perih dan kini ia menjadi bahan tertawan.
Hinata hanya menghela nafas berat " Baru hari pertama sudah seperti neraka " batin Hinata.
" Diam semua " titah Asuma. " Hinata segera duduk di bangku yang kosong pelajaran akan segera di mulai.
Dengan segera ia berjalan ke kursi yang kosong , mendudukan dirinya mengabaikan para murid yang memandangnya sinis.
.
.
.
Terlihat empat orang pemuda mengenakan seragam khas UHS tengah bersantai di rooftop menikmati waktu istirahat.
" Sasuke, apa kau tau kenapa Naruto tidak masuk? " tanya Kiba
" Si dobe telat bangun dan malas berangkat apalagi hari ini ada pelajaran Anko sensei " jawab Sasuke.
Anko salah satu guru killer di UHS.
" Dasar " guman Kiba.
" Apa kalian sudah tau sekolah kita kedatangan siswi baru? " tanya Sai.
" Hn " kata Sasuke.
" Katanya dia murid beasiswa " ucap Shikamaru sambil menguap.
" Walau begitu dia manis " kata Sai.
" Kau sudah melihatnya? " tanya Kiba antusiasme.
" Iya "
" Tapi palingan ia hanya akan menjadi bulan-bulanan Sizuka the gang " lanjut Sai.
" sekolah ini hanya akan menjadi neraka buat para murid beasiswa " Kata Sasuke membuat Sai dan Kiba menatapnya sedang Shikamaru kini sudah tertidur.
" Ya..kau benar " kata Kiba yang di angguki oleh Sai
.
.
.
.
Hinata merebahkan tubuhnya di ranjang milik Sakura ia baru saja pulang.
" Bagaimana? " tanya Sakura yang kini duduk di kursi belajarnya .
" tepat dugaanku hari -hariku akan seperti di neraka "
" Kenapa kau harus menyembunyikan identitasmu, apa mereka membully mu? " tanya Sakura terdengar jelas nada khawatir dari suaranya.
" tenanglah aku bisa mengatasi mereka, aku kan seorang Hyuga " kata Hinata seraya bangkit dan tersenyum menyakinkan Sakura bahwa ia akan baik-baik saja.
.
.
Hari cepat sekali berlalu kini Hinata harus kembali lagi kesekolah yang menurutnya seperti neraka itu .
Tapi ada yang berbeda dengan hari kemarin hari ini koridor sekolah sangat berisik dan ramai. Hinata mamerhatikan dari koridor lantai dua.
" Sebenarnya apa yang dia tunggu? " tanya Hinata pada Yukatta teman barunya yang juga seorang murid beasiswa.
" Palingan mereka lagi menunggu kedatangan Naruto CS " Jawab Yukatta masih memerhatikan kearaha bawah.
" Tampaknya orang yang bernama Naruto itu the most wanted sekop ini " batin Hinata
Dari pintu gerbang UHS terlihat sebuah Lamborghini Aventador masuk, disusul Range rover lalu Bugatti veyron dan Ferrari.
Membuat para siswi yang yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka menjadi semakin berisik.
" Kyaa..Naruto senpai keren sekali "
" Sasuke-kun daisuki "
" Shikamaru senpei Aishiteru "
" Sai-kun aku bersedia jadi pacar mu "
" Kiba senpai senyum nya manis sekali "
Itulah teriakan para fans mereka saat mereka berlima telah keluar dari mobil dan berjalan santai menuju koridor sekolah.
Naruto dan Sasuke hanya menanggapi nya dengan wajah datar sedangkan Kiba dan Sai tersenyum ramah dan Shikamaru hanya memandang malas.
Tanpa sengaja pandangan Naruto bertemu dengan pandangan Hinata yang masih memperhatikan dari lantai dua.
Naruto menyeringai melihat Hinata " tampaknya aku akan lebih semangat ke sekolah " batin Naruto.
" Apa hanya perasaan ku saja, kalau ia membalas menatap ku tapi kurasa itu tidak mungkin " batin Hinata.
Review please
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Didiksaputra : makasih sudah di ingatkan, semoga Chapter ini sudah aman dari typo.
Dindra510 : saya juga merasa seperti itu alurnya terlalu cepat tapi semoga chapter ini udah agak panjang.
666-usernama : yaudah enggak usah di baca.
