High School Love Story
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Naruto U. Hinata H
Warning : Typo, AU, OOC, dll
.
.
.
.
Chapter 2
" Mereka siapa? " tanya Hinata yang masih setia berdiri sambil memerhatikan dari koridor lantai dua.
" Mereka itu para prince high school di sekolah ini sekaligus senior kita " Jawab Yukatta.
" Kau lihat yang rambut kuning mencolok itu " Yukatta menunjuk seorang cowok yang berada paling tengah di antara mereka berlima. " Dia itu Naruto Uzumaki cucu dari pemilik sekolah ini sekaligus pewaris tunggal Uzumaki Grop, dengan iris safir yang indah dan wajah yang tidak di ragukan lagi ketampanannya serta kulit tan yang sexi, tubuh tinggi tegap dada yang bidang membutnya menjadi the most wanted sekolah ini " Hinata mengangguk sambil berguman mendengar penjelasan Yukatta.
" kalau yang dua di samping kanan Uzumaki senpai itu namanya Sai Shimura dan Kiba Inuzuka mereka berdua itu yang paling ramah diantara mereka berlima dan kau harus hati-hati dengan mereka berdua itu seorang playboy jika mereka bosan mereka akan membuang wanita itu begitu saja "
" Kalau yang dua di samping kiri itu namanya Uciha Sasuke siswa paling dingin di UHS ini dengan tatapan tajamnya bak elang dan Nara Shikamaru siswa paling cerdas di UHS. Pokoknya mereka semua itu anak kolongmerat di negara ini sekaligus mereka orang yang berkuasa di sekolah ini " terang Yukatta.
" Hm, pantas respons para siswi segitu berlebihan " Kata Hinata tapi tidak memperhatikan mereka lagi fokusnya ada pada para siswi yang memekik histeris membuatnya menggeleng kepala pelan.
" Kita kekelas! sebentar lagi bel pelajaran pertama berbunyi " Kata Yukatta yang mulai berbalik menuju kelas XI B2.
Melihat Yukatta yang mulai berjalan menjauh , Hinata segera berbalik menyusul Yukatta tapi sebelum itu ia sempat melihat kearah Naruto yang ternyata juga melihat ke arahnya.
Pandangan mereka sempat bertemu beberapa detik.
Kini Hinata dan Yukatta telah berada di kelas duduk di tempat masing-masing. Tempat duduk Yukatta tepat berada disampingnya.
Tidak lama kemudian bel berbunyi dan selang lima menit seorang guru perempuan masuk, ia adalah Kurinai wali kelas mereka.
Para murid yang tadinya berisik dan tidak teratur seketika diam dan duduk di tempat masing-masing.
" Pagi anak-anak " Sapa Kurinai sambil melangkah menuju meja guru.
" Pagi Sensei " balas para murid yang di dominasi oleh suara para murid cowok.
" Keluarkan buku cetak bahasa inggris kalian, buka halaman 42 " titah Kurinai.
Para muridpun segera melakukan apa yang di suruhkan Kurinai.
.
.
" Apa di sekolah ini ada murid baru? " tanya Naruto sambil menyesap orange jus nya.
Sai dan Kiba mengangguk, Sasuke dan Shikamaru hanya diam tidak menanggapi pertanyaan Naruto. " kalau tidak salah di kelas XI namanya Hinata " jawab Kiba.
" Dia murid beasiswa " timpal Sai.
Saat ini mereka tengah berada di kantin sekolah alasannya guru yang akan mengajar di jam pertama berhalangan masuk.
" Dari mana kau tau sedangkan kemarin kau tak masuk sekolah? " tanya Kiba balik.
" Aku Cuma tidak sengaja melihat seorang perempuan tengah berjalan santai dikoridor sekolah waktu hari minggu dan tadi aku melihatnya lagi dan ternyata dugaanku tepat kalau dia murid baru " jelas Naruto
" Kenapa? Kau tertarik dengannya?" tanya Sai
" Dia hanya murid beasiswa " timpal Kiba.
" Tapi kalau kau mw bermain dengan nya mungkin tidak akan rugi, dia cantik kulitnya putih bersih " tambah Kiba dengan kekehan kecil
" Ck, aku bukan kau "
" Jadi kau tak mau? Berarti aku bisa mengajak nya bermain " seketika Naruto memandang tajam Sai.
" Oke.. Oke.. Aku tidak akan menyentuhnya, tapi kalau dia mau aku tidak akan menolak " tambah Sai yang tidak mempedulikan tatapan tajam Naruto.
Naruto berdecak pelan lalu beranjak pergi meninggalkan kantin membuat Kiba dan Sai tertawa lepas berhasil menggoda Naruto.
" Sasuke! Apa menurut mu Naruto itu tertarik dengan si murid baru itu? " tanya Kiba setelah tawanya redah.
" Hn " jawab Sasuke singkat lalu beranjak pergi juga meninggalkan kantin.
Kiba berdecak kesal karena ucapannya hanya di respon singkat.
.
.
Krriiingggg...
Mendengar suara bel para murid segera membereskan buku yang berserakan di atas meja begitu juga dengan Hinta dan Yukatta.
" Hey.. Belikan aku roti rasa keju 2 sama jus rasa apel dan mangga " titah Sizuka kasar kepada Hinata.
Hinata yang sedari tadi menunduk, mengadah melihat Zisuka dan Tayuya berdiri dengan wajah angkuh di depan meja Hinata.
Hinata memandang datar mereka berdua lalu berdiri menghampiri Yukatta mengajaknya untuk keluar , mengabaikan Sizuka dan Tayuya yang menatapnya garang.
" Hey murid baru kau tidak mendengarkan apa yang ku perintahkan " teriak Sizuka marah.
" Apa aku harus melaksanakan perintahmu memang kau siapa? " kata Hinata santai membuat amarah Sizuka meledak.
Sizuka maju menghampiri Hinata lalu menarik sebelah rambut panjang Hinta.
Membuat Hinata meringis perih karena kuatnya tarikan Sizuka.
" Seharusnya kau tidak usah cari perkara dengan kami " Tayuya tersenyum mengejek melihat Hinata berusaha melepaskan tangan Sizuka dari rambutnya.
" Ki..kita akan melaksanakan perintahmu jadi lepaskan tanganmu dari rambut Hinata " ucap Yukatta takut-takut.
" Tidak " tegas Hinata
" Kita bukan babu " lanjutnya.
Sizuka makin menarik kencang rambut Hinata membuat Hinata makin kesakitan.
" Lepaskan tanganmu brengsek "
" Kau berani pada ku, kau tidak tau siapa aku " teriak Sizuka.
" Dan itu tidak penting buatku untuk mengetahui siapa kau " jawab Hinata menantang.
" Ck, sialan kau " Sizuka sudah siap melayang kan tamparan di pipi Hinata sampai sebuah suara menghentikannya.
" Berengsek lepaskan dia jalang! "
" Sasori senpai " ucap Yukatta terkejut pasalnya senpai nya itu terkenal dengan sifat berandalannya tidak kenal perempuan maupun laki-laki pasti akan di bullynya jika berani memengusiknya.
Dan sekarang Sasori ada disini dikelasnya dan dia tampak sangat marah . Apa dia mengenal Hinata pikir Yukatta.
Sedangkan Sizuka dan Tayuya memandang takut ke arah Sasori yang saat ini berjalan mendekati mereka .
Sasori segera menghempas kasar tangan Sizuka yang berada di rambut Hinata membuat Sizuka mundur beberapa langkah.
" Apa yang kau lakukan? Kenapa kau ikut campur dengan urusan ku? " tanya Sizuka yang sedang berusaha menyembunyikan ketakutannya.
" Aku tidak peduli dengan siapapun yang kau bully tapi tidak dengan Hinta " jawab Sasori dingin.
" Kenapa? Kenapa kita tidak boleh mengganggu nya? " tanya Tayuya penasaran.
" Apa kalian memiliki hubungan? " tanya Sizuka
" Itu bukan urusan kalian! "
Hinata sempat kaget dengan kedatangan Sasori.
Melihat Sasori dan Zisuka sedang serius berbicara, Hinata dengan perlahan tanpa menimbulkan suara berjalan mundur kebelakang mencoba untuk kabur.
" Hinata kau mau kemana ? " tanya Yukatta dengan wajah polos dan Hinata langsung menghela nafas panjang dan menepuk pelan jidatnya.
" Jangan coba kabur Hinata! " Hinata segera mengambil langkah seribu untuk segera kabur tanpa memperdulikan ucapan Sasori.
" Ck, Hinata tunggu " Sasori segera berlari mengejar Hinata.
" Ada hubungan apa mereka? " Sizuka memandang Tayuya dan Tayuya menggeleng ia juga tidak mengerti bagaimana preman sekolah ini bisa mengenal Hinata yang notabennya seorang siswi baru.
Yukatta segera mengambil kesempatan buat kabur saat Sizuka dan Tayuya masih terdiam dengan pikirannya .
.
.
Hinata berlari menyusuri koridor kelas dan sesekali menoleh kebelang untuk melihat keberadaan Sasori yang mengejarnya.
" Bagaiman aku bisa lupa kalau dia bersekolah disini "
Karena terlalu fokus melihat kebelang Hinata tidak menyadari bahwa tidak jauh di depannya ada lima orang siswa yang sedang asyik bercengkerama.
Buk
Hinata tidak sengaja menabrak punggung seseorang membuat orang itu jatuh tengkurap dan para siswa yang sedang berlalu lalang seketika berhenti dan suasan menjadi hening.
Naruto orang yang Hinata tabrak perlahan bangkit sambil membersikan seragamnya lalu berbalik memandang tajam seorang siswi berambut panjang dengan poni depan menunduk hingga ia tidak bisa melihat jelas wajahnya.
Naruto tebak ia adalah orang yang menabraknya.
" Apa kau sadar apa yang kau lakukan " kata Naruto dingin.
Hinata tetap menunduk tidak berniat mengangkat wajahnya.
" Apa kau bisu hingga tidak bisa menjawabnya "
" Kau membuat anak orang takut " celetuk Kiba yang langsung mendapat pelototan tajam dari Naruto.
Dan sai terkekeh melihatnya " tidak ada yang lucu " ucap Kiba jengkel.
Hinata berniat melanjutkan larinya karena takut Sasori akan menemukannya.
Tapi Naruto keburu mencekal pergelangan tangan Hinata.
" Lepas! " kata Hinata dengan suara pelan.
" Kupikir kau tidak bisa bicara "
" Hinata! " mendengar suara Sasori membuat Hinata panik dengan segera ia mengangkat wajahnya dan menatap Naruto sedangkan Naruto kaget ternyata orang yang menabraknya Hinata.
" Kau! " Hinata menatap Naruto bingung perkataannya seolah ia mengenal Hinata.
" Lepaskan tangan kotormu itu darinya " ucap Sasori dingin dan menatap tajam Naruto begitupun juga Naruto yang balas menatap tajam Sasori.
Hinata dapat merasakan aura permusuhan yang sangat kuat di antara mereka.
" Kalau aku tidak mau kau mau apa " balas Naruto menantang sambil meperlihatkan seringainya.
" Ck, aku sedang malas berurusan dengan mu Uzumaki "
" Kau pikir aku tidak " Naruto segera menarik Hinata agar mengikuti langkahnya.
Dan Hinata hanya pasra di tarik karena Naruto mencengkram erat tangannya hingga sulit ia lepaskan.
" Woy... Kau mau membawanya kemana " Sasori berniat menyusul Naruto tapi langkahnya di hentikan oleh Sasuke.
" Ck, jangan ikut campur Uciha"
" Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu " Kata Sasuke.
" ssstt apa yang ingin Sasuke bicarakan dengan dia " bisik Kiba pada Sai yang berdiri tepat di samping nya.
" Mungkin tentang dia " Jawab Sai sekenannya.
" Aku tidak punya waktu buat bicara denganmu " Sasori segera menyusul kepergian Naruto dan kali ini Sasuke tidak menghalanginya.
Sasuke mengepalkan kedua tangan menahan amarah nya.
" Berengsek " umpatnya lalu pergi .
" Kita ditinggalkan lagi " ucap Kiba.
" Bubar.. " teriak Sai pada para siswa yang sedari tadi menonton.
" Sai menurutmu apa hubungan si murid baru itu dengan si Akasuna itu "
" Mana ku tau kau tanyakan langsung saja pada orangnya "
" Jikapun mereka punya hubungan bukankah ini akan semakin seru " lanjut Sai sambil melangkah pergi.
" Kau pikir ini drama korea " kata Kiba sambil mensejajarkan langkahnya dengan Sai.
.
.
.
Setelah berada di dekat gudang sekolah tempat yang sepi Naruto baru melepaskan cengkramannya.
Naruto dapat melihat bekas merah di pergelangan tangan Hinata.
" apa aku terlalu kasar padanya " batin Naruto.
" Kenapa kau membawaku kesini? " tanya Hinata ia baru menyadari bahwa koridor ini sepi hanya ada mereka berdua.
" Apa hubunganmu dengan Akasuna? " bukannya menjawab Naruto malah mengajukan pertanyaan.
" Bukan urusan mu " jawab Hinata cuek.
Naruto menyeringai " Memang bukan urusanku tapi karena orang itu kau itu menjadi urusanku "
Hinata berkedip bingung membuat Naruto yang melihatnya menjadi gemas.
" Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan "
" Kau tidak perlu mengerti karena aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi denganku " tentu saja ucapan itu di lanjutkan dalam hatinya saja.
" Aku tidak tahu apa yang pernah terjadi antara kau dengan Sasori tapi aku dapat melihat kalau kalian bermusuhan "
" Tapi bukan berarti kau dapat melibatkanku hanya karena aku mengenal Sasori " lanjut Hinata kemudian berbalik pergi munuju kelasnya karena ia rasa sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.
" Tapi sayangnya kau sudah terlibat "
Review please
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
ArmyNHL : terimakasih, ini udah di lanjut tapi Sorry lama karena kemarin2 lagi sibuk soalnya Maba banyak yang harus di urus.
Nara : terimakasih, pasti aku akan tetap semangat melanjutkannya.
Lumi : Sakura akan bertemu ko' dengan Naruto CS tapi belum tau pertemuan mereka ada di Chapter berapa bisa jadi Chapter depan.
Diandra510 : semoga ini udah panjang soalnya idenya Cuma sampe sini.
Gues : oke, ini udah di lanjut.
Gues : terimakasih atas saranya, semoga chapter ini udah bagus.
Maaf jika masih banyak Typo
