Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama
Rate : T
Genre : Romance, hurt, family
Warning : BL, YAOI, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ), mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please
DON'T LIKE DON'T READ
Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini di plagiatkan oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!
.
.
Pairing
Yunjae
Yoosu
SiChul
.
Other Cast
Baby Changmin
Go Ahra
Jung Jihye
.
.
.
Anneyong Saengideul & Chingudeul,
Dengan segala kekurangan saya, inilah ending chap dari ff chapter terpanjang saya...love you all :)
Happy Reading,
Dozo...
.
.
.
CHAPTER 20
.
.
Summary
.
Kim Jaejoong namja berumur 22 tahun anak yatim piatu tak menyangka kehidupannya akan berubah drastis setelah bertemu tanpa sengaja dengan bayi yang belum genap satu tahun ( Mian, kemarin saya mencantumkan bahwa umur Changmin sembilan bulan) tapi bayi tersebut selalu menyebutnya 'umma', ternyata memang wajah Jaejoong yang mirip umma disebuah supermarket.
Untuk membiayai kuliah dan kehidupannya sehari - hari, Jaejoong mengambil kerja di dua tempat yang berbeda, yaitu di sebuah Restoran besar dan sore harinya ia bekerja Purple Line club khusus 'laki - laki' sebagai penari erotis, di club inilah Jaejoong sudah tidak asing lagi dengan Siwon yang merupakan pelanggan tetap Club tersebut semenjak bergabung, dan langsung berhasil 'menggaet' salah satu erotic dancer yang dikenal dengan wajah judesnya dan mata belo nya, Kim Heechul namanya, namja cantik yang terhitung sudah bekerja di purple line enam bulan sebelum Jaejoong bekerja disana. Jaejoong kini telah berhenti bekerja di club tersebut karena banyak sekali pertimbangannya, semenjak ia dilamar Yunho, Jaejoong memutuskan untuk tidak bekerja di club tersebut.
Berhentinya Jaejoong dari Purple line club menimbulkan kekecewaan dalam diri Siwon, karena namja itu telah lama mengincar Jaejoong dan Junsu yang sama - sama bekerja disana untuk dijual keluar negri, perlu diketahui Siwon menjalankan bisnis 'perdagangan manusia' ini bekerja sama dengan dongsaengnya ( adik sepupunya ) Go Ahra yang berasal dari Gwangju, asal yang sama dengan keluarga Yunho ( Ahra telah lama mengincar Yunho agar menjadi suaminya, akhirnya rencananya berhasil dengan 'menjerat' Nyonya Jung ibunda Yunho ). Namun karena ada Park Yoochun yang ternyata adalah agen Polisi yang menyamar sebagai pelayan di Purple Line, ia selalu mengawasi gerak - gerik Siwon disana, sehingga Siwon memilih untuk mengambil langkah pelan, terhitung sudah hampir satu tahun mereka tak pernah bertemu sebelumnya, dan kini Siwon telah bertemu kembali dengan mangsanya ( Kim Jaejoong ), tepatnya dikantor kolega perusahaannya yang akan memulai kerja sama bisnis mereka.
.
End Previuos Chap
Baru saja Jihye hendak menekan layar ponselnya untuk menghubungi Yunho malam hari itu, tiba-tiba bunyi bel terdengar berkali-kali dari arah ruang tamu mansion mewah tersebut. Segera Jihye mengurungkan niatnya menghubungi Yunho dan menuju ke pintu tersebut berharap Yunho yang datang bersama Jaejoong.
Namun apa yang disaksikan jihye setelah ia membuka pintu besar tesebut membuat jantungnya hampir berhenti, betapa tidak, telah berada dihadapannya seorang polisi berbadan tegap, berkumis tebal dan membawa sekitar satu lusin kawanannya yang berdiri dibelakangnya. Polisi yang berkumis tebal dihadapan Jihye segera mengambil posisi hormat kepada yeoja yang masih dalam posisi loading itu.
"Selamat malam nona, kami dari kepolisian kota Seoul, apakah benar ini kediaman Tuan Jung Yunho?"
"B-Benar...waeyo?"
"Kami mendapat informasi jika seorang yeoja bernama Ahra tinggal dikediaman keluarga ini, arra?"
"A-Arraso"
"Bisa kami menemuinya? ini berhubungan dengan kasus perdagangan manusia dengan beliau sebagai tersangka utamanya"
"M-Mwo?"
.
.
.
FOREVER LOVE
.
.
.
.
Nandomo nandomo okuruyo
Kimi ga sagashiteiru mono
Mayoi mo subete wo tokashite
Ikite ikou FOREVER LOVE
"Emmhh Yunniieeh"
"Ahhh nik-mathh boo..mmhhh"
Nandomo nandomo okuruyo
Kimi ga sagashiteiru mono
Mayoi mo subete wo tokashite
Ikite ikou FOREVER LOVE
"Yunnieeh, ponselmuuhh..."
"Aniya boo, sebentar lagi Minnie datang dan mengganggu kita, aku tak mau kehilangan kenikmatanku saat ini, mmhhh..."
Nandomo nandomo okuruyo
Kimi ga sagashiteiru mono
Mayoi mo subete wo tokashite
Ikite ikou FOREVER LOVE
"Yah Jung bear! cepat jawab ponselmu, dengarlah sudah berkali-kali berbunyi, itu berarti panggilan penting untukmu, ppaliwa...dasar beruang mesum, aahhh.."
"Aishh, dasar mengganggu saja...tidak tahu orang sedang enak, hhhh..."
"Yah!"
"Arraso Jung Jaejoong yeoppo..."
Dengan bibirnya yang komat kamit Jung Yunho terpaksa beranjak turun dari tubuh mulus pujaan hatinya yang hampir polos saat berulang kali kedua pasangan itu mendengar nada panggil dari ponselnya yang terletak dimeja nakas tak jauh dari mereka. Sebelum benar-benar beranjak turun dari tubuh putih mulus itu sempat-sempatnya bibir hati Yunho mengggoda dengan menggigit cuping telinga namja cantik tersebut menuai desahan kerasnya.
Tak hentinya bibir hati itu menggerutu saat mengetahui nama yang tertera diponselnya. Waktu baru menunjukkan pukul 7 malam, Yunho merasa sangat terganggu jika Jihye sipenelepon itu hanya ingin menyuruhnya pulang segera. Dengan rasa malas diangkatnya telepon yang berasal dari jihye adik kandungnya sendiri.
"Yoboseyo Jihye ah, wae?"
"Oppa, bisakah kalian segera pulang sekarang juga?"
"Mwo? Jihye ah kau tahu sendiri kami bertiga tengah menikmati kebersamaan kami, tidak bisakah kau membiarkan kami malam ini saja dapat berkumpul hanya bertiga tanpa gangguan kalian?" jawab Yunho tanpa ada titik koma.
"Tapi oppa..."
"Sudahlah, katakan saja kepada umma dan Ahra kami menginap dirumah Jaejoong malam ini, tidak pulang"
"Oppa, kau ini bisa tidak mendengarkan dulu kata-kataku? oppa cerewet sekali sampai-sampai aku tidak ada kesempatan untuk berbicara" sergah Jihye yang sudah habis kesabarannya.
"Memangnya apa yang ingin kau sampaikan, kuberi kau waktu 1 menit saja, selebihnya akan kututup ponselku" Jawab Yunho ketus.
"Ne oppa, sekarang oppa pasang telinga oppa baik-baik, karena aku tak akan mengulang kalimatku, PULANG SEKARANG KARENA DIRUMAH BANYAK POLISI YANG AKAN MEMBAWA TUNANGANMU AHRA!"
"Mwo? apa katamu?"
"Janjiku tadi tidak akan mengulangi kalimatku untuk kedua kalinya kan? anneyong oppa!"
Klik~
"Mwo? polisi? Ahra? aigoo...Joongie ah, kajja kita pulang sekarang..."
Setelah hubungan telepon ditutup secara sepihak oleh Jihye, serta merta Yunho mencerna kembali inti dari perkataan adik kandungnya barusan. Setelah terbengong sekian detik secepat kilat Yunho menyambar lembar demi lembar bajunya yang berserakan dilantai akibat aktifitas mereka barusan. Tak ketinggalan dipungutnya juga kemeja Jaejoong yang sempat terlepas akibat ulahnya, untung saja Jaejoong tak sempat ditelanjanginya, lagipula Jaejoong tak akan mengijinkannya mencicipi tubuhnya untuk yang kedua kalinya sebelum mereka menikah. Mereka hanya bercumbu saja diatas ranjang Jaejoong, bukan bercinta.
"Akan kuceritakan dimobil saja, kau jemputlah Minnie dirumah Hyerin noona aku akan mengunci pintu rumah dan menyiapkan mobil, ppali boo tidak ada waktu lagi" Ucap Yunho tergesa saat ia mendapati raut wajah kebingungan Kim Jaejoong yang tidak mengerti apa yang telah terjadi.
.
.
.
Yunho dan Jaejoong tampak tergesa turun dari mobil saat mereka mendapati belasan namja berseragam polisi yang masih berjaga diteras rumah mewah Jung Yunho,ah ani rumah milik Kim Jaejoong. Jaejoong tampak sedikit cemas lantaran setelah mendengar cerita Jung Yunho dimobil saat dalam perjalanan pulang mereka. Jaejoong sungguh khawatir jika Yunho akan ikut terseret kasus yang belum mereka ketahui sama sekali.
"Oppaa, hiks...juseyo, jebbal"
Ahra yang melihat kedatangan Yunho segera menghambur kepelukan namja tampan itu, sementara jaejoong yang tengah menggendong Changmin yang sudah mulai tertidur hanya melihat wanita tunangan Yunho itu tak mengerti. Ahra kini telah menggelayuti lengan Yunho seakan meminta perlindungan kepada Jung muda itu. Sementara Jihye yang tak jauh dari tempat mereka hanya memutar bola matanya jengah demi melihat adegan menjijikkan siwanita berbisa.
"Selamat malam, apakah benar anda tuan Jung Yunho?" Seoarang polisi berperawakan tegap dan berkumis tebal mendekati Yunho dengan sopan.
"Malam, iya benar saya Jung Yunho"
"Mian Jung Yunho shi kedatangan kami mengganggu ketenangan di kediaman anda malam hari ini. semuanya berhubungan dengan Go Ahra shi"
"Waeyo? ada apa dengan Ahra shi?" tanya Yunho tak dapat menyembuyikan keheranannya.
"Semua ini berhubungan dengan hasil penyelidikan kami atas tertangkapnya tersangka perdagangan manusia Choi Siwon"
"Choi Siwon? a-ada apa dengannya? aku tak mengerti" ujar Yunho kembali semakin tak mengerti.
"Siwon shi tertangkap atas kasus perdagangan manusia Yunho shi..."
"Mwo?andwae..."
"Dan sehubungan dengan laporan Siwon shi, kami mendapat tugas untuk menangkap dan menahan Go Ahra shi yang yang dideteksi sebagai otak dari kasus ini. Jadi Ahra shi harus ikut kami malam ini juga" ujar polisi tersebut yang menyebabkan Jung Yunho, Kim Jaejoong dan Jung Jihye membuka lebar mata dan mulut mereka secara berbarengan, tak percaya dengan apa yang mereka dengar dari mulut komandan polisi itu.
"Andwae Yun, andwae...shireo Yun, aku tak mau ikut mereka, aku tak mau ditahan, hiks...andwae"
"Mianhe Yunho shi, jika anda menghalangi kami membawa Ahra shi malam ini maka kami akan mengenakan tuntutan kepada anda yang menghalangi pihak kepolisian menjalankan tugasnya.
Tiba-tiba Yunho tersentak setelah mendengar nada ancaman sang polisi, setelahnya dengan penuh kesabaran ia mencoba untuk memberikan Ahra pengertian agar wanita itu sedikit tenang.
"Ahra ah, aku percaya kau tidak bersalah, tapi apa salahnya jika kau ikuti dulu polisi ini untuk memberikan keterangan dan membuktikan jika kau tak bersalah"
Suara bass Yunho meyakinkan Ahra yang masih dengan setia berlindung dibelakang tubuhnya dengan memeluknya erat. Yunho tak habis pikir dan sama sekali tak percaya jika Ahra dan Siwon ternyata adalah sepupu. Itu karena marga Ahra dan Siwon yang berbeda, tentu saja yang bermarga Choi adalah umma Ahra yang menikah dengan laki-laki bermarga Go sehingga ia menyandang marga ayahnya.
"Andwae Yun, shireo! bagaimana dengan pernikahan kita? bukankah kita akan menikah disini dirumah ini rumah kita?" cerocos Ahra dengan pe-de-nya.
"M-menikah? apa maksudmu?" tukas Yunho heran.
"Bukankah umma menginginkan kita segera menikah Yun? jebbal...jebbal kau berjanjilah dulu akan menikahiku baru aku akan mengikuti orang-orang ini" desak Ahra tak tahu malu membuat semua yang ada disana menghela nafas panjangnya.
"Mianhe Ahra, aku tak dapat berjanji padamu, dan jika keinginanmu menikah dirumah ini, maka kau harus meminta ijin kepada Jaejoong dulu"
"Mwo? mengapa kita harus meminta ijin kepada baby sitter-mu itu?" Heran Ahra tak dapat menyembunyikan emosi dalam nada bicaranya, sementara para polisi sudah tak sabar menunggu.
"Mianhe Ahra, karena Jaejoong adalah pemilik sah rumah ini, semua surat dan kepemilikannya sudah kubuat atas nama Kim, ani Jung Jaejoong, mianhe"
"Omoo...j-jadi k-kalian mengkhianatiku eoh?" Ahra yang mendengar pengakuan Yunho barusan merasa seakan jantungnya akan berhenti berdetak saja, mendapat kenyataan jika harapannya untuk menikah dengan Jung muda nan tampan dan kaya raya itu pupus sudah aka gatot, gagal total sodara-sodara.
"Aigoo Yunho oppa, Jung Jaejoong, hahaha kau dengar kan nenek sihir jahat? bahkan oppa-ku sendiri telah merubah marga Jaejoong. Pergi dan membusuklah dipenjara! lagian umma-ku sudah tahu siapa kau yang sebenarnya wanita licik, kau tidak pantas menjadi umma Changmin keponakanku, jangan-jangan kau berencana menjual keponakanku itu, cih!"
Kalimat Jihye yang tajam dan menusuk wanita yang sudah tidak mempunyai rasa malu itu membuat Yunho dan Jaejoong membelalakkan matanya tak percaya saat Jihye mengatakan jika umma mereka sudah mengetahui semua tentang wanita berduri itu.
"Jihye ah, benar apa yang kau katakan?" desak Yunho tak percaya.
"Ne oppa, ini buktinya bacalah...itu semua umma yang menulis" jawab Jihye tegas seraya menyerahkan selembar kertas berisi tulisan Nyonya Jung yang menyatakan penyesalannya.
Ragu sejenak, namun Yunho tetap mengambil dan membaca isi surat yang berisi tulisan umma-nya. Senyum dibibir hatinya tak terhindarkan setelah menyelesaikan tulisan singkat sang umma yang jelas-jelas mengatakan kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka belum lama ini. tentang Jaejoong yang mengira ia tetap mengharapkan Ahra untuk menjadi menantunya.
Mata musang itu berbalik mencari keberadaan namja cantik yang masih berdiri sambil menggendong putra semata wayangnya dengan penuh kasih sayang, perlahan disodorkannya kertas yang berisi tulisan Jung umma, "Boo, kau harus membaca tulisan umma ini, semuai ini agar kau mempercayainya dan tidak bersikap keras kepala lagi" Jaejoong dengan sebelah tangannya menyambut dan langsung membaca tulisan didalamnya. Tak berbeda dengan bibir hati tadi, senyum dibibir cherry itupun ikut tersungging setelah membaca isi dari kertas tersebut. Tulisan singkat namun bermakna dalam dan membahagiakan.
'Jihye, kalian semua telah salah paham...umma tidak menginginkan lagi Ahra yang menjadi menantu umma, melainkan Jaejoong lah yang umma inginkan menjadi istri Yunho saat ini. Cepat hubungi oppamu dan bawa Jajeoong kembali, atau umma akan merasa sangat berdosa, ppali'
Sebait tulisan pendek yang akan merubah garis hidup seorang Kim jaejoong selamanya.
"Ehem...Jung Yunho shi, mianhe, kami sudah tidak punya waktu lagi, kami harus membawa Ahra shi sekarang juga"
Komandan polisi yang berpangkat kapten itu membuka suaranya setelah ia bersama anak buahnya puas menyaksikan adegan drama live didepan mata mereka yang diakhiri tangisan bahagia Kim Jaejoong . Yunho menyuruh Jaejoong untuk segera masuk membawa Changmin yang tertidur pulas digendongannya. Yunho merasa kasihan melihat Jaejoong yang kelelahan karena sedari tadi menggendong tubuh gempal bocah 3 tahun tersebut.
"Andwae, pergi kalian! jangan coba-coba menyentuhku! Yunnie juseyo, hentikan mereka Jebbal..."
"Ahra shi, anda berhak diam dan semua perkataan anda dapat anda gunakan sebagai bahan pertimbangan dipersidangan kelak, silahkan mencari pengacara pilihan anda, jika tidak ada kami akan menyediakan pengacara untuk anda, sekarang ikut kami dan jangan melawan"
"Mianhe Ahra"
Hanya kata maaf yang dapat diucapkan bibir hati itu saat beberapa anggota polisi memborgolnya dengan paksa, sementara sumpah serapah dan berbagai kata-kata kasar keluar dari bibir wanita kasar itu. Tak luput Jung Yunho-pun juga terkena umpatan kasarnya.
"KAU JUNG YUNHO, KELUARGA JUNG, KALIAN SEMUA TERIMALAH PEMBALASANKU KELAK, AKU TAK AKAN PERNAH MELUPAKAN HINAAN DAN SIKSAAN KALIAN SELAMA INI, DAN KAU JUNG YUNHO, TAK AKAN KUBIARKAN KAU BAHAGIA BERSAMA NAMJA PELACUR ITU, INGATLAH!"
"DASAR WANITA GILA! Ahjussi, cepat bawa dia keluar dari rumah kami!"
Jihye yang darahnya mendidih saat mendengar sumpah serapah yang keluar dari mulut Ahra hanya dapat menggeram kesal dan memerintahkan kepada polisi-polisi itu untuk segera membawa Ahra keluar dari kediaman mereka secepatnya.
Jihye dan Yunho hanya dapat bernafas lega saat Ahra sudah menghilang seiring hilangnya iring-iringan mobil polisi ditelan gelapnya malam kota Seoul saat itu.
.
.
.
6 bulan kemudian...
Suasana khidmat tampak didalam sebuah gereja yang sudah dipadati oleh tamu undangan yang tidak terlalu banyak. Hanya beberapa kerabat keluarga, teman sejawat dan kolega perusahaan Jung yang menghadiri moment berharga bagi pasangan YunJae pada hari itu.
Ya hari itu adalah hari bersejarah dimana akan segera diikrarkan janji suci pasangan yang telah melewati masa-masa sulit mereka untuk meraih kebahagiaan. Tampak duduk dideretan depan Nyonya Jung yang kondisinya sudah semakin baik karena sang calon menantu Kim Jaejoong dengan setia dan telaten-nya mengurus dan merawatnya semenjak ia terkena serangan stroke.
Jaejoong tanpa rasa lelah setiap hari merawat dan memperhatikan kesehatan Jung umma, bukan itu saja ia akan dengan senang hati senantiasa menemani calon mertuanya untuk melakukan terapi dirumah sakit meski ia juga harus meladeni tingkah nakal Changmin yang tak bisa berpisah dengannya sedetikpun. Untung saja bocah evil itu belum bersekolah, tak terbayang sibuknya Jaejoong jika harus bolak-balik mengantar Changmin sekaligus merawat Jung umma.
Sangat bersyukur karena kesehatan sang mertua yang semakin mengalami peningkatan, hal itu disebabkan karena Jaejoong selalu memperhatikan makanannya, setiap hari ia turun tangan memasakkan makanan khusus untuk mertuanya. Saat ini semua keluarga Jung duduk dibarisan depan dan memakai pakaian yang bernuansa putih. Duduk disebelah Jung umma Jung Jihye yang sangat menawan dalam balutan dress putih selutut, dari bibirnya tak henti tersungging senyum manis yang tertuju kepada kedua mempelai yang sudah berada dialtar sejak tadi.
Jaejoong dan Yunho kini telah berada didepan pendeta. Yoochun dan Junsu yang bertugas mendampingi mereka berdua telah kembali duduk kebarisan depan bergabung dengan keluarga Jung. Mengapa pasangan YooSu yang menjadi pengiring pangantinnya? itu semua karena Jaejoong tidak memiliki keluarga sama sekali, begitu juga Jung Yunho yang appa -nya sudah lama meninggal sedangkan pamannya Jung Dong Hyun pemilik restoran tempat Jaejoong bekerja dulu akan datang terlambat karena sesuatu hal.
Penampilan kedua mempelai pada hari itu sangat memukau para tamu undangan yang sebagian dari mereka tak menyangka jika kedua mempelai-nya berjenis kelamin yang sama yaitu namja.
Namun keheranan mereka sedikit sirna saat melihat kehadiran Jaejoong yang bersinar dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, cantik dan menawan dalam balutan tuxedo putihnya dengan menggenggam sebuket bunga lily kesukaannya. Bahkan tamu yang hadir semula menyangka jika pengantin wanita-nya keliru telah memakai busana pria sebelum memperhatikan dada Jaejoong yang rata.
Sementara pengantin prianya, tak usah diragukan lagi, Jung Yunho dengan segala kemanly-annya dan ketampanannya yang berbalut jas hitam elegan dengan setia menggenggam tangan pengantinnya membuat semua yang berkelamin yeoja didalam gereja itu menahan nafasnya.
"Baiklah, kalian kunyatakan sah sebagai pasangan hidup dan silahkan mencium pasangan anda"
Suara pendeta yang terdengar lantang itu seakan tak berpengaruh ditelinga kedua pengantin yang saat ini sibuk saling menatap satu sama lain.
"Ehemm, Jung Yunho anda dipersilahkan mencium pengantin anda" ulang pendeta tersebut setelah mendehem yang sontak membuyarkan kegiatan saling menatap YunJae pada saat itu.
"Eh, a-arraso bapa...kajja boo pejamkan matamu, mmhhh"
Selanjutnya untuk 5 menit kedepan semua tamu undangan disuguhkan moment yang paling ditunggu-tunggu mereka, yaitu bertautnya kedua bibir mempelai kedalam satu ciuman hangat penuh cinta.
Terlebih Jung Yunho yang merasakan semua perjuangannya selama ini untuk mendapatkan seorang Kim Jaejoong terbayarlah sudah. Semenjak Jaejoong bersamanya tak pernah lagi bayang-bayang Jinnie mendiang istrinya menghampiri malam-malamnya. Ia percaya Tuhan telah mengirim Jaejoong untuk menggantikan singgasana istrinya sebagai ratu keluarganya.
Bahkan Yunho-pun tak berniat menceritakan kepada Changmin perihal ibu kandungnya. Biarkanlah selamanya Changmin menganggap Jaejoong adalah ibu kandungnya, meskipun tak ia dapat berharap muluk memberikan Changmin seorang adik.
"Hueee...jangan appa, jangan makan ummaa..."
Sontak gemuruh tawa para hadirin yang mendengar celetuk suara melengking khas Changmin yang tidak terima jika umma-nya 'dimakan' appanya didepan umum. Tubuh gempal yang berbalut jas putih itu menghambur berlari kepelukan Jaejoong minta digendong sang umma yang menuai decakan kesal sang appa Jung Yunho lantaran ciuman panasnya harus terhenti disana.
Selanjutnya pesta pernikahan YunJae-pun dilanjutkan keacara pesta kebun yang berlokasi dikediaman mereka yang besar dan luas. Para tamu undangan sudah memenuhi mansion Jung yang sudah sah menjadi hak milik Jaejoong seutuhnya.
Tak ketinggalan pasangan YooSu yang tampak mesra pada malam itu, tangan keduanya tak lepas selalu saling menggenggam satu sama lain. Tampaknya pasangan ini berencana akan segera menyusul pasangan Yunjae.
"Jae hyung, chukkae...aku bahagia melihat hyung bahagia, hyung pantas mendapatkannya" Ucapan selamat dan pelukan sahabat mewarnai pertemuan YooSu dan YunJae pada malam itu. Pada saat ia dan Yunho berjalan menemui satu persatu tamu mereka Jaejoong mendapati kedua sosok sahabatnya dan langsung mengajak Yunho menghampiri pasangan yang berbeda usia sangat jauh itu.
"Ahh gomawo su ie, kau tau aku sangat beruntung sekali memperoleh semua ini, suami dan anak yang menyayangiku, umm...Letnan Park, kapan akan mengajak sahabatku ini menikah? ingat umurmu letnan, hahaha"
"Eh? menikah? ehm..umm...se-secepatnya, i-iya secepatnya" Gagap Yoochun tak dapat menyembunyikan kecemasannya dihadapan Junsu yang sudah melotot kearahnya.
"Biar saja biar menikah diumurnya yang ke 50 saja, saat seluruh kepalanya sudah botak tak bersisa, huh!" kesal Junsu mengaggapi kalimat terbata Yoochun barusan. sedangkan Yunho hanya dapat tersenyum saja melihat tingkah duo YooSu.
Selanjutnya Jaejoong dan Yunho membungkuk dan menyuruh pasangan YooSu untuk menikmati penganan yang ada, kemudian kedua pengantin baru itu melanjutkan langkahnya menemui tamu yang lain.
"Ahh kajja boo aku perkenalkan dengan seseorang"
"T-Tuan Dong Hyun"
"Mwo?
"Ah pasangan pengantin baru kita...bogoshippo Yunnie"
Yunho membawa Jaejoong kepada seorang namja setengah baya berperawakan tinggi dan sedikit 'berisi' yang kini telah berada dihadapan mereka. Namun reaksi Jaejoong sungguh tak dinyana ketika melihat ahjussi yang tak asing lagi dimatanya tersebut.
"T-Tuan Jung Dong Hyun? mengapa t-tuan ada sini?" Heran Jaejoong. Masih segar dalam ingatannya kejadian saat terakhir kali bertemu pemilik restoran tempatnya bekerja yaitu saat ia dipecat tanpa ada alasan oleh marga Jung itu.
"Hmm, ternyata Yunho tak pernah menceritakan hubunganku dengannya eoh? dasar keponakan kurang ajar kau Jung Yunho...seenaknya saja kau sudah kubantu lalu pura-pura lupa dengan jasaku" Ujar Jung Dong Hyun yang merupakan paman Yunho sambil menepuk bahu namja tampan itu sedikit keras.
"Ehehehe, m-mian ahjussi aku t-tak bermaksud..."
"Ahjussi, Yunnie kau memanggil Tuan ini ahjussi, aigoo cepat jelaskan semuanya" desak Jaejoong tak sabar setelah memotong kalimat Yunho yang memanggil mantan bosnya itu dengan panggilan ahjussi. Saat ini bibir cherry merah itu mengerucut cemberut dan kedua lengannya disilangkan didada pertanda ia tengah merajuk menyadari ada sesuatu yang disembuyikan oleh suaminya selama ini.
"Hahaha, Jaejoong shi, jika bukan karena Jung Yunho yang menyuruhku untuk memecatmu pada waktu itu, kupastikan kalian tak akan pernah bertemu disini selamanya...berterima kasihlah kepada ahjussi kalian ini"
"Mwo? j-jadi...YUNNIEEHH!"
"Hehehe...ampun boo, habis kau sepertinya jual mahal sekali pada waktu itu. Changmin sudah terlanjur cinta kepadamu, tak ada cara lain...jebbal jangan marah yeoppo" rayu Yunho saat melihat kedua doe eyes itu melotot tajam kepadanya membuatnya semakin indah dimata Yunho.
"Hahaha...rasakan kau Jung! itu balas dendamku karena setelah hari itu kau tidak pernah lagi menghubungiku untuk sekedar menyampaikan rasa terima kasihmu, dan ahjussi tidak yakin jika kau dapat merasakan malam pertama-mu malam ini, hahaha"
Tawa puas Jung Dong Hyun mengiringi tatapan kesal Yunho sesaat setelah ahjussi-nya yang dikenalnya memang mempunyai sifat jahil tersebut berlalu dari hadapan mereka menyisakan Jaejoong yang tak henti menggerutui Yunho yang baru beberapa jam saja menjadi suaminya.
"Yunnie baby, sepertinya kata-kata Dong Hyun ahjussi barusan benar-benar akan menjadi kenyataan" sinis Jaejoong penuh arti.
"Kata-kata yang mana boo? ahjussi itu memang begitu, tidak usah dimasukkan kehati kata-katanya itu" jawab Yunho berusaha menenangkan Jaejoong, sementara dalam hatinya merasa ada sesuatu yang kurang mengenakkan akan terjadi. Ternyata benar saja setelah tatapannya bertemu dengan tatapan doe eyes yang sangat digilainya itu perlahan Jaejoong mendekatkan bibirnya ketelinga Yunho dengan berjinjit karena tubuhnya yang jauh pendek dari suaminya.
Cherry merah itu membisikkan kata-kata yang membuat Yunho rasanya akan mati lemas segera.
"Baby ah, sepertinya malam pertamanya kita tunda dulu eoh? fakta dari Dong Hyun ahjussi tadi mengacaukan mood-ku untuk melakukannya" Setelah mengucapkan kalimat yang menyebabkan semua urat syaraf Yunho melemah mendadak itu dengan santainya Jaejoong berlalu darinya dan meneruskan untuk menemui tamu-tamu undangan yang lain. Sepertinya Jaejoong merasa sangat kesal karena telah diliciki sedemikian rupa oleh suaminya dulu.
Jung Yunho? si tampan itu hanya dapat menggeram frustasi dan tak henti merutuki kebodohannya mengenalkan Jaejoong kepada ahjussi jahilnya. Lagi-lagi ia harus menahan hasratnya untuk kesekian kalinya. Betapa berat perjuangan seorang Jung Yunho untuk mendapatkan seorang Kim Jaejoong.
Bagaimana dengan nasib Siwon dan Ahra? kedua sepupu itu dihukum dengan hukuman yang berbeda. Siwon terbukti pernah melakukan perdagangan manusia dan mengakuinya dengan kesaksian Kim Jaejoong yang sama sekali tidak memberatkannya. Mengapa? padahal terang-terangan ia sudah bermaksud jahat kepada sahabat Heechul istri yang sudah dinikahinya sewaktu ia masih berstatus sebagai tahanan.
Sebelum persidangan, Heechul yang tengah mengandung benih Siwon mendatangi Jaejoong. Heechul memohon dengan sangat sampai-sampai ia bersimpuh di kaki Jaejoong untuk melupakan saja apa yang pernah dilakukan Siwon kepadanya.
"Chullie hyung, hyung sudah kuanggap sebagai hyung-ku sendiri, lagipula yang menyelamatkanku pada malam itu adalah hyung sendiri kan? berdirilah, jangan merendahkan harga diri hyung seperti ini, aku tak akan menuntut Siwon hyung...aku menyayangi calon keponakanku yang ada didalam perut hyung sekarang ini, hyung tidak boleh terlalu banyak beban pikiran, aku berjanji akan membantu Siwon hyung di persidangan nanti"
Itulah sepenggal kalimat yang melegakan Heechul pada saat ia dengan perutnya yang mulai membuncit mendatangi Jaejoong dan memohon bantuan namja yang sudah dianggapnya dongsaengnya sendiri.
Dan Jaejoong benar-benar membuktikan semua perkataannya, tak sedikitpun kesaksiannya dipersidangan yang memberatkan Siwon, begitu juga Yoochun. Mereka bersepakat untuk membantu Heechul dan Siwon selama persidangan itu. Hasilnya hukuman siwon lebih ringan 4 tahun dibandingkan hukuman sepupunya Ahra yang terbukti sebagai otak dari bisnis perdagangan manusia mereka. Ia mempengaruhi dan menekan Siwon agar mau menjadi kaki tangannya di kota Seoul, sementara ia hanya memantau dari kota asalnya Gwangju.
Vonis hukuman yang diberikan hakim pada akhirnya Siwon mendapat hukuman 10 tahun penjara, sedangkan Ahra harus menerima nasibnya mendapat hukuman yang lebih berat yaitu 14 tahun penjara.
.
.
.
Seoul International Hospital
"Suster bagaimana? apakah operasinya telah selesai? bagaimana bayi-nya? apakah sehat? lengkap? namja atau yeoja?"
Seberondong pertanyaan yang membuat seorang yeoja berpakaian putih-putih yang baru keluar dari salah satu ruang operasi di rumah sakit terbesar kota Seoul pada siang hari itu kewalahan melayani mereka yang memburunya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tak lama berselang setelah pernikahan Yunho dan Jaejoong tibalah waktu Heechul melahirkan calon bayinya yang dikandungnya selama tepat 9 bulan.
Jaejoong, Yunho, Yoochun dan Junsu mengikuti kemana saja perawat tersebut berjalan yang tentu saja membuat yeoja itu merasa sedikit tidak nyaman pasalnya keempat orang tersebut adalah namja perpenampilan keren dan tampan semua, meski diakui salah satu diantara mereka lebih menyerupai seorang yeoja (read, Jaejoong) jangan lupakan seorang bocah namja berusia lebih kurang 4 tahun yang tampak tidak seantusias namja-namja tadi. Bocah tersebut sibuk menempel pada sang umma sedangkan mulutnya tak berhenti mengunyah snack kentang digenggamannya.
"Bayinya sehat, normal dan berkelamin namja"
"Mwoya! Changmin ah, kau memiliki sepupu laki-laki!"
Seruan bahagia berbarengan diberikan oleh pasangan YunJae dan YooSu saat perawat tersebut membuka mulutnya untuk pertama kalinya mengiformasikan tentang bayi yang baru saja dilahirkan Heechul melalui operasi Caesar.
"Silahkan jika kalian ingin melihat bayi tersebut, mohon tidak berisik, karena keadaan ummanya masih sangat lemah" saran perawat itu seraya membuka pintu ruang perawatan Heechul yang baru saja dipindahkan dari ruang operasi.
"Ne gomawo..." Ujar keempat namja itu berbarengan dan langsung menghambur kedalam kamar rawat Heechul berserta bayinya yang diletakkan didalam box tak jauh dari ranjang Heechul.
"Chullie hyung, gwaenchana?" salam Jaejoong saat dirinya pertama kali melihat namja cantik yang terbaring lemah diranjang rumah sakit itu seraya mengecup keningnya.
"Gwaenchana Joongie ah, aku baik-baik saja...bagaimana dengan bayiku?"
"Gwaechana Hyung, aegya baik-baik saja, lihatlah dia lucu sekali...andai Siwon hyung melihatnya...ahh"
Seketika jawaban Jaejoong terhenti saat junsu menyenggol sedikit lengannya saat ia menyebutkan nama Siwon yang tentu saja tak dapat menyaksikan kelahiran putranya lantaran masih mendekam dipenjara, saat ini saja belum genap setahun Siwon menjadi narapidana masih tersisa 9 tahun lebih lagi dari kebebasannya.
"M-Mianhe..aku tak bermaksud..." sesal Jaejoong kemudian. Sicantik itupun bertambah menyesal saat melihat buliran airmata Heechul yang mengalir dikedua belah sisi wajahnya. Sunnguh nasib telah mempermainkan mantan agen rahasia negara yang mempunyai banyak prestasi dalam pekerjaannya. Namun Heechul tak pernah sedikitpun menyesali pertemuan dengan Siwon namja yang sangat dicintainya saat ini.
"Gwaenchana Joongie ah, Siwon pasti akan bahagia sekali jika mengetahui uri aegya telah lahir dengan selamat, bisakah kau bawakan nae baby kepelukanku?" Pinta heechul agar bayinya diberikan kepadanya.
"Umm biar aku saja yang mengantarkannya" Junsu yang mendengar permintaan Heechul segera bergerak kearah box bayi dan mengangkat bayi merah tersebut untuk memberikan kepada umma-nya.
"Wah, sepertinya kan mirip denganmu hyung" Sahut Yoochun saat melihat bayi tersebut yang sudah berada dipelukan Heechul ummanya.
"Ani, menurutku perpaduan wajah Chullie hyung dan Siwon shi..." tambah Yunho tak mau kalah. Sementara Changmin bocah evil yang sudah asyik duduk diatas sofa sambil menikmati snack-nya sama sekali tak menghiraukan obrolan namja-namja dewasa itu, hanya saja sesekali matanya melirik cemburu saat Jaejoong sang umma menciumi bayi yang baru lahir itu dengan gemasnya.
"Chullie hyung, apakah hyung sudah memiliki nama untuk uri baby?" tanya junsu gemas lantaran jari jemari mungil sang bayi imut yang memilki rambut ikal tersebut tengah menggenggam erat jari telunjuknya. Tak henti-henti diciuminya pipi gembul bayi yang memilki bobot 3,2 kilogram itu.
"Ne aku sudah mempersiapkan namanya" jawab Heechul lemah.
"Siapa hyung" Tanya mereka berbarengan.
"Kyuhyun, Choi Kyuhyun namanya"
.
.
.
FIN
Need Epilog?
Review please.
Twitt: Peya_ok (ManoShinki)
