OH GOD….THIS IS MY HUBBY, IS HE? YES, HE IS

CAST:

YUNJAE YOOSUMIN

.

.

Sebelumnya terimakasih atas saran dan masukannya ya… juga terimakasih banyak yang masih ngikutin ff ini… *bow

NaraYuuki-chan…iya nich…kebiasaan jelekku sulit diilangin… suka kelupaan nulis nama dan awal kalimat dengan huruf kapital. Kalau uda keasyikan ngetik, lempeng aja… jari gak peka tekan shift ataupun capslock…ahihihihi #garuk kepala…..terimakasih juga atas masukannya tentang rated… itu sangat membantuku. Gomawo..jongmal gomawoyo..#hug

Jaejung Love… ahihihihi jadi malu nich…iya ya…judulku kayak gerbong kereta api…soalnya kemarin waktu buat, kepikiran judulnya pas panjang…ahehehehehe….semoga kamu suka cerita yang aku buat..^^ #hug

Untuk reviews teman-teman yang lain terimakasih banyak ya…membaca review kalian membuatku bersemangat untuk melanjutkan cerita ini. Terimakasih telah menyukai ff ini ya… runashine88, Yzj84, Cindyshim, FiAndYJ, Vivi, DiDiahWD, Jae milk, Kid, remova, biancaa, Edelweis, AKTForever, YunHolic, Kim Eun Seob, Kirie, KimYcha Kyuu, evilkyumin, anne, choi shi zu, Nha KyuMin, kim, Lee Kibum, vikey, Kim kinan, BooBear, dan semua yang membaca ff ini. Terimakasih telah membaca dan bersedia memberikan sepatah dua patah kata (yang berharga bagiku) dengan setia hingga chap ini…#aku terharu sekali...*.*

aku sayang kalian semua…#hug satu-satu readers….^_^

keep giving me your precious review, pleaseee…^_^

NOTE:

Berdasarkan hasil voting kemarin, kita ijinkan junsu bersuka cita. Bagaimana ceritanya? Let's Check it up..^^

Eiitssss..sebentar2…

Uda punya KTP?

Uda 18+

Uda punya SIMN (Surat Ijin Membaca Nc? Ehehehehhe..)

Bagi yang uda…yuk segera capcusss….

.

.

PART 9

.

.

"Ahhhhhh… Yunnie… sakiitttt…"

Mereka bertigapun langsung melotot, saling memandang. Junsu mengembangkan senyumnya, "aku akan segera memiliki 2 pembantu yang tampan." Goda junsu sedangkan yoochun dan changmin mempoutkan bibirnya.

"Yess mereka melakukannya." Ucap junsu puas.

"Tidak mungkin." Ucap yoochun dan changmin tak percaya

"lalu kenapa jaejoong berteriak kalau mereka tidak melakukannya?" junsu mempertahankan pendapatnya

"Molla…" Kata yoochun

"Lalu bagaimana kita membuktikannya?" tanya changmin

Mereka bertiga terdiam sejenak. Berjongkok didepan kamar yunjae. Mencoba menemukan cara untuk membuktikan siapa pemenangnya.

.

.

Sementara itu dikamar yunjae

"Ahhhhhh… Yunnie… sakiitttt…" jaejoong berteriak

"Hsssttt baby… aku tidak sengaja…. Ada nyamuk di keningmu.." ucap yunho kemudian mencium kening jaejoong yang tadi sempat dipukulnya.

"tapi sakit yunn…" jaejoong mempoutkan bibirnya

"mianhe baby.." yunho memeluk jaejoong

Jaejoongpun tersenyum. Dia sangat senang dengan sikap yunho yang selalu lembut kepadanya..

"yun,.." gumam jaejoong di pelukan Yunho

"Wae?"

"Aku ingin ke kamar mandi sebentar." Ucap jaejoong

"mmm…" lalu yunho melepaskan pelukannya, "aku juga ingin ke dapur sebentar, kau mau diambilkan sesuatu?"

"air putih saja yun…"

"Oke…tapi cium dulu…" pinta yunho

"Aiiisshhhh… kau ini…" ucap jaejoong malu

"Pleaseeee…baby.." rajuk yunho

Kemudian jaejoong mencium bibir yunho sekilas.

"Lagi…" yunho tersenyum jail

"Yah..yun..aku ingin ke kamar mandi nih…"

"baby…." Yunho memandang jaejoong dengan tatapan memohon.

Melihat yunho memandangnya seperti itu, membuat jaejoong akhirnyapun menyerah. Dia memberikan ciuman lagi kepada yunho

"mmmffftthth… yunnnhhh.." desah jaejoong

Yunho terus mengeksplor bibir jaejoong. Namun, ketika yunho mulai mencoba melepas kaos jaejoong, jaejoong melepaskan ciumannya.

"yun…kau lupa aku ingin kekamar mandi sebentar?" bisik jaejoong sambil menempelkan hidungnya pada yunho

Yunho tersenyum, "mianhe baby…kau membuatku lupa segalanya."

"aiiisshhh..gombal…" cibir jaejoong.

Jaejoong kemudian beranjak menuju kamar mandi sedangkan yunho pergi ke dapur sebentar untuk minum dan mengambilkan jaejoong air putih.

Yunho membuka pintu, tiba-tiba Yunho melihat 'tiga serangkai' dengan formasi melingkar sambil jongkok didepan kamar. 'tiga serangkaipun' sangat kaget melihat yunho yang tiba-tiba keluar dari kamar, mereka serentak memandang yunho sambil tersenyum kaku.

"apa yang kalian lakukan disini?" tanya yunho heran

"ah…mmm… itu ….anu…." ucap junsu gagap

"Awwwwww….." teriak junsu tiba-tiba, kemejanya tertarik oleh changmin. Seketika dia melihat ke arah changmin.

"Kalian ini kenapa sich?" yunho semakin heran

"oohhh..itu hyung….sebenarnya kita…mmmm…." Yoochun gagal mencari alasan, malah dia gugup sendiri

"Kita sedang mencari kancing kemeja junsu… tadi sepertinya jatuh disini…" ucap changmin seraya menunjukkan kemeja junsu yang hilang dua kancingnya.

Beberapa saat tadi, changmin berfikir dan mengambil tindakan dengan cepat yaitu menarik kancing kemeja junsu untuk dijadikan alasan. Ya…Junsu lagi… karena memang hanya dia yang memakai kemeja saat itu.

"Ah iya yun…tadi kancing kemejaku jatuh disekitar sini. Tapi sampai sekarang belum ketemu." Imbuh junsu yang segera paham apa yang direncanakan changmin.

"Mungkin masuk ke dalam kamar yunho hyung" ucap yoochun segera.

"Mwo?" yunho menaikkan alisnya

"Iya hyung, bisakah kami mencarinya di dalam?" ide changmin tiba-tiba muncul

"MWO?" yunho mulai geram, "kalian tahu sekarang jam berapa? Hampir pukul 1 pagi… apa kalian tak ingin istirahat? Besok saja kalian cari. Kha… sekarang kembalilah ke kamar kalian." Ujar yunho sambil menuju ke arah dapur.

Tanpa pikir panjang, changmin menarik junsu dan yoochun masuk ke dalam kamar yunjae. Di dalam mereka terkejut dengan suasana kamar. Didepan tempat tidur terdapat tv layar datar lengkap dengan segala perlengkapan lainnya, mirip home theater, lemari pakaian yang besar, jendela yang menghadap ke pusat kota, dengan gorden yang super besar hingga menyentuh lantai, tempat tidur yang dihiasi dengan kelopak bunga mawar, lampu yang remang. Didepan jendela terdapat sofa besar menghadap ke tempat tidur namun dibelakang sofa terdapat sedikit ruang untuk menuju ke balkon.

"Waaahhh.. kenapa beda dengan kamar kita?" tanya junsu yang terpesona dengan tatanan apik kamar yunjae

"Ya jelas lah…kau tau, ini adalah kamar khusus untuk bulan madu. Tadi aku mendengar Mr. Kim dan yang menyewanya." Ucap changmin

Yoochun dan junsu hanya menganggukkan kepala sambil mengamati sekeliling dengan takjub.

"Eh, ngomong-ngomong dimana Jae hyung…?" tanya changmin sambil melihat seisi kamar

"sepertinya dikamar mandi." Ucap yoochun yang mendengar bunyi gemericik air dari arah kamar mandi

"ayo keluar. Sebelum yunho membunuh kita" Ajak junsu

Baru mau keluar kamar, mereka mendengar yunho memasuki kamar. Seketika mereka bingung. Apa yang harus mereka lakukan.

Bukannya buru-buru keluar kamar, Changmin malah mencoba bersembunyi, berlari menuju belakang sofa.

Karena sangat panik, junsu dan yoochun akhirnya mengikuti tindakan changmin.

"Yah..yah…kenapa kita malah berlari kesini?" panik junsu setelah berhasil bersembunyi di balik sofa

"HHHHssssstttttt…." Changmin dan yoochun langsung membungkam mulut junsu

"bagaimana kalau kita ketahuan?" junsu masih panik

"kita tidak akan ketahuan kalau kau berhenti bicara." Ucap yoochun dengan sangat lirih bahkan hampir tak bersuara

Changmin meletakkan telunjuknya dibibir, kode untuk diam. Keduanya kemudian terdiam. Namun junsu yang masih panik berusaha komat-kamit tanpa mengeluarkan suara untuk mencurahkan kepanikannya.

"Kalau ketahuan, pasti kita akan dihabisi oleh yunho." junsu memulai perkomat-kamitannya.

"Makanya kau diamlah.." ucap yoochun tak bersuara sambil melotot ke arah junsu

"Lalu sampai kapan kita disini?" junsu masih belum menyerah

"Sampai kita ada kesempatan keluar. Sekarang diamlah, bukankah ini kesempatan bagus." Ucap changmin sambil tersenyum evil.

Junsu mengangkat kedua alisnya, tanda tak punya ide atas maksud perkataan changmin. Sedangkan yoochun yang langsung nyambung segera ikut tersenyum jail.

Junsu menyenggol bahu yoochun yang berada disebelah kanannya, "Yah…apa yang kalian tertawakan?"

Changmin dan yoochun benar-benar speechless. Mereka tak habis fikir, makhluk apa yang sedang berada diatara mereka ini. Bagaimana bisa Yunho mempunyai manager seperti ini. "Benar-benar musibah" pikir keduanya.

Junsu masih mencoba mencari jawaban dengan menyenggol changmin yang berada di sebelah kirinya. Changmin memutarkan bola matanya. Jengah…

Akhirnya mau tidak mau changmin menggerakkan bibirnya tanpa suara mencoba menjelaskan ke junsu.

"Bukankah ini bagus, karena kita akan membuktikan siapa yang menang diantara kita. Ini akan sangat seru karena kita akan menyaksikan secara live." Jelas changmin diakhiri dengan kekehan tak bersuara.

Penjelasan changmin mendapatkan anggukan antusias dari yoochun. Sedangkan junsu yang mulai memahami pikiran changmin, menjadi panik.

"yyy..yyaaa,,,yyaahh… aiiisshhhh kalian ini." wajah junsu memerah. Memikirkannya saja sudah membuatnya deg-degan.

Sedangkan yoochun dan changmin hanya bisa memberikan 'evil laugh'.

"Berhentilah membayangkan yang 'iya-iya'. Kita akan menyaksikannya secara live malam ini." komentar changmin setelah melihat tigkah junsu.

"Aku akan mengintip dari sisi kanan" ucap yoochun semangat

"Aku dari kiri." Lanjut changmin tak kalah semangatnya.

"Aku dari mana? Dari atas saja ah…" ucap junsu santai sambil mencoba menaikkan kepalanya ke atas. Namun belum sampai ia melakukannya, changmin dan yoochun sudah menarik kepala junsu kembali.

"Yaaahhhh… kau gila? Kau akan ketahuan…" marah changmin masih tanpa suara, tapi mulutnya sudah mangap-mangap tanda ia sangat marah.

Yoochun menjitak kepala junsu yang sukses membuat junsu meringis kesakitan. "Lalu aku bagaimana? Aku juga ingin melihatnya." Junsu mempoutkan bibirnya.

Tapi yoochun dan changmin tak peduli dengan junsu, mereka malah kembali ke formasi pengintipan yang semula.

"Yaaahhhhhh….." protes junsu sambil memukul bahu yoochun dan changmin

Yoochun mengabaikan junsu, ia tetap menempelkan kepalanya di lantai, dan memunculkan sebagian kepalanya ari arah kanan sofa untuk mengintip. Begitu juga dengan changmin, hanya saja changmin dari arah kiri sofa. Beruntunglah mereka karena lampu di kamar ini memang sangat remang-remang, hanya beberapa lampu kecil dan dibantu dengan penerangan cahaya bulan yang masuk dari jendela di belakang mereka.

Nasib sial sedang berada di pihak junsu saat itu, karena junsu yang berada di tengah. Ia tak bisa mengintip seperti kedua temannya itu, ia hanya bisa mempoutkan bibirnya. Dia memandang ke arah luar jendela, menatap rembulan yang bersinar dengan indahnya.

Tak lama kemudian terdengar yunho memasuki kamar, seketika 'tiga pengintip'pun langsung diam dengan posisi masing-masing.

"Baby, kau sudah selesai… aku membawakan air putih untukmu."

Yunho berjalan menuju nakas, meletakkan segelas air putih dan duduk ditepi tempat tidur.

Tak lama kemudian, jaejoong keluar dari kamar mandi. Menghabiskan air dalam sekali minum. "Gomawo yun." Ucap jaejoong dengan memberikan senyum termanisnya.

"Aku tadi seperti mendengar suara changmin.. apa mereka tadi ke sini?" lanjut jaejoong

"iya, mereka mencari kancing junsu yang lepas.. aneh sekali sikap mereka bertiga malam ini" Gerutu yunho

Jaejoong tertawa melihat suaminya menggerutu karena ulah ketiga teman mereka.

"Jangan-jangan mereka mau mengintip kita.." lanjut yunho yang masih menggerutu.

Mendengar gerutuan yunho, jaejoongpun tertawa kecil, "Kau terlalu berlebihan yun, mereka tidak mungkin seperti itu." Ucap jaejoong sambil memposisikan dirinya duduk bersandar di sebelah yunho.

Yunho meminta jaejoong bergeser. Yunho berada dibelakang jaejoong dan memeluknya dari belakang.

"Lalu dimana mereka sekarang? Apa mereka sudah pulang?" tanya jaejoong sambil memejamkan matanya. Ia merasa sangat nyaman sekarang, duduk bersandar di dada bidang yunho dan ia memainkan jari-jari yunho yang berada diperutnya.

"tadi aku menyuruhnya kembali ke kamar sebelum aku ke dapur, dan sekarang kita sudah aman. Tidak ada pengganggu lagi." Kata yunho sambil tesenyum jail dan mencium puncak kepala jaejoong.

Jaejoongpun ikut tersenyum.

Cukup lama mereka terdiam, menikmati suasana.

"Kau tak ingin merayakan malam kita?" bisik yunho menggoda, changmin dan yoochun semakin mencoba menajakan pendengaran mereka.

"Besok kau ada agenda di pagi hari yun.. aku bisa dimarahi junsu." ucap jaejoong masih dengan memejamkan matanya.

"Anniyo, besok hanya shooting video clip biasa. Tidak ada sesi pemotretan, jadi hari ini aku milikmu seutuhnya baby.." ucap yunho lirih

"Shooting video?" tanya jaejoong

"Ne…wae baby?" tanya yunho masih sambil memeluk jaejoong erat.

Jaejoong hanya mempoutkan bibirnya. Yunho menatap istrinya, memegang bahunya dan membuatnya berada dipangkuannya dan menghadap kepadanya, "Wae baby? Apa ada hal yang mengganggumu?" tanya yunho sambil menangkupkan kedua tangannya pada pipi jaejoong.

Jaejoong semakin mempoutkan bibirnya tapi enggan bersuara.

"Baby…." Ucap yunho sambil menangkupkan kedua tagannya di pipi jaejoong meminta jaejoong mengutarakan pikirannya.

Mendapat tatapan yunho, jaejoongpun akhirnya berbicara.

"Tadi pagi aku melihat gosipmu dengan artis yang menjadi lawanmu di film dan video clip terbarumu itu." Ucap jaejoong sambil mempoutkan bibirnya

"maksudmu Ahra? Apa kau cemburu?" tanya yunho senang mendengar istrinya cemburu

"anniyo.." elak jaejoong padahal sebenarnya iya

"benarkah? Kau tidak cemburu? Berarti kau tidak mencintaiku…" yunho tersenyum menggoda jaejoong

"aiisshhh yunnie…" jaejoong semakin mempoutkan bibirnya dan yunho tahu bahwa istrinya ini cemburu

"baby, joongie… I love u…..only you…you're the only one…apa kau masih belum percaya?" tanya yunho mendekatkan hidungnya dengan hidung jaejoong, mencium sekilas bibir jaejoong yang sudah manyun 100% itu.

"aku belum lama mengenalmu yun. Siapa tahu dia pacarmu, apalagi kalian sudah sering bekerjasama" Ucap jaejoong semakin terlihat cemburu

Yunho semakin gemas melihat istrinya cemburu, "kau mau mengenalku?" yunho mulai melancarkan 'aksinya'.

"butuh waktu lama untuk mengenalmu yunn." Ucap jaejoong lirih.

"baiklah, agar tidak membutuhkan waktu lama, aku akan memulainya sekarang, aku memulainya dengan memperkenalkan 'anggota tubuhku' terlebih dahulu.." bisik yunho genit

"aisshhhh…" desis jaejoong manja

"ini mataku..yang selalu melihatmu" ucap yunho sambil menyentuhkan kedua tangan jaejoong pada matanya.

Jaejoong tersenyum.

"ini telingaku… yang selalu ingin mendengar suaramu" yunho menyentuhkan tangan jaejoong ke telinganya

Jaejoong semakin tersipu karena yunho terus memegang tangannya sambil memperkenalkan anggota tubuh yunho satu persatu.

"ini hidungku..yang selalu ingin bernafas bersamamu."

"ini pipiku.. yang selalu ingin kau cium"

"ini bibirku.. yang selalu ingin menciummu."

"yunnie.." ucap jaejoong tersipu malu

"ini bahuku…yang selalu ingin menjadi sandaranmu"

"ini dadaku… yang selalu berdetak memanggil namamu"

"yunn…aiisshhh hentikan…" jaejoong semakin malu

"wae baby… aku belum selesai.." goda yunho

"aku sudah mengenalnya yun.."

"benarkah?"

"mmmm…" jaejoong mengangguk.

"ini matamu yang selalu melihatku" jaejoong mencium kedua mata yunho.

"ini telingamu yang selalu mendengar suaraku" jaejoong berbisik di telinga yunho, menciumnya sekilas.

"ini hidungmu yang selalu bernafas bersamaku" jaejoong mencium hidung yunho

"ini pipimu yang selalu ingin kucium" jaejoong mencium pipi yunho

Yunho memejamkan matanya, ketika jaejoong memperlakukannya seperti itu. Hingga…

"ini bibirmu, yang selalu menggodaku" ucap jaejoong sambil mencium yunho. Yunho membalas ciuman jaejoong yang berada dipangkuannya. Membuat jaejoong mendesah.

"ehhmmmm…ahhhhhhhh…yunnnnnn…." Desah jaejoong bersamaan dengan tangan yunho yang berhasil masuk kedalam baju tidurnya dan memainkan nipplenya

Yunho kemudian melepas baju tidur yang dikenakan jaejoong. Mencium lehernya, menghisapnya kuat. Ia sukses membuat 'tanda' disana.

"arrgghhhhhh….hhmmmppphhhh" desah jaejoong semakin merasakan kenikmatan

"baby, kau benar-benar makhluk terindah yang ada didunia ini." Puji yunho sambil menghisap nipple jaejoong

Jaejoong menggelinjang ketika yunho menyesap nipplenya kuat-kuat. Memberikannya sensasi yang tidak bisa diungkapkan. Jaejoong merasakan junior yunho menyentuh bagian bawahnya. Yunho menggoyangkan pinggulnya membuat juniornya bergesekan dengan pantat jaejoong. Membuatnya mendesah merasakan kenikmatan.

"jaaeee…aarrrghhhh..hmmmm….mmmhhhppp…" desah yunho seiring dengan kulumannya di nipple jaejoong dan gerakan pinggulnya.

"yunhhhhh….aahhhhhhhmmmmm….aaahhhhhhh..ooouuggghhh hhh…yyunnniii…eeehhhhhhhhmmmmm.." desah jaejoong semakin menjadi

Ditempat lain, yoochun dan changmin semakin gerah. Melihat yunjae 'beraksi' membuat keduanya kepanasan dan berkeringat di malam yang dingin ini. Sedangkan Junsu yang melihat tingkah Yoochun dan Changmin yang berulangkali mengusap keringat mereka membuat ia menjadi penasaran dan berusaha ikut mengintip. Ia mencoba mengintip dari sisi kanan sofa. Ia memposisikan kepalanya diatas kepala Yoochun. Yoochun sontak kaget dan melihat ke arah Junsu, sedangkan junsu hanya memegang kepala yoochun dan memposisikannya ke posisi semua, yaitu mengintip Yunho dan Jaejoong.

Disisi lain, Yunho sudah tidak sabar menunggu lebih lama lagi. Ia langsung memposisikan dirinya menindih jaejoong. Melihat jaejoong sudah topless, ia langsung melepas baju yang dikenakannya. Kemudian mendaratkan ciuman di dada dan perut Jaejoong. melihat tubuh istrinya yang begitu mempesona, membuatnya semakin bersemangat memberikan kissmark disana sini. Tubuh putih mulus Jaejoong bagaikan kanvas bagi Yunho. Yunho menciumi setiap tubuh Jaejoong. Jaejoong memegang rambut yunho. Menekannya sehingga memperdalam ciuman Yunho diperutnya.

"aaahhhhh…..hhhhhhhmmmmmm…mmmnnnnnnn" desah jaejoong

Setelah cukup puas dengan hasil karyanya, Yunho kemudian menurunkan ciumannya. Semakin lama semakin kebawah dan yunho mulai menurunkan celana jaejoong. Melepasnya dan membuangnya ke sembarang tempat. Ia menemukan junior jaejoong yang sudah menegang sempurna. Ia menciumnya, memasukkan dalam mulutnya. Memberikan sensasi kenikmatan pada jaejoong.

"Aaarrrgghhh… mmmmmmmm…yunnnnnnnn" desah jaejoong merasakan kenikmatan.

Mengetahui istrinya merasakan kenikmatan, ia semakin mempercepat gerakannya. Jaejoongpun yang mulai terbiasa ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan dengan gerakan yunho. Membuat sensasinya semakin bertambah.

"yuunnnhhhhh… aaahhhhhh…. Aaarrrggghhhh… oooggghhhhhh….hmmmmm….yuunnnnnhh…. lebih ceee…pppaaa…aaatttt…aaaahhhhhhhh… oorrrghhhhhh…" racau jaejoong

"as your wish baby…" ucap yunho dan semakin mempercepat gerakannya

"hmmmmm….mmmhhhhh…mmmhhpphhhh…." yunho semakin mempercepat gerakannya.

Jaejoong bergetar hebat. Nafasnya sudah sangat tak beraturan. Jaejoong merasakan tubuhnya mengejang, ia merasa akan mencapai puncaknya.

"yunnhhhh.. akuuuuhhhh… mauuu… keellluuaaarrrr...AAAAARRRGGHHHHHHHHH" jejoong mendesah hebat ketika ia menyemburkan cairannya kedalam mulut yunho. Yunho menelan semua cairan yang jaejoong keluarkan.

Senyum yunho mengembang sambil melihat jaejoong yang terengah. Yunho kemudian mengusap keringat yang keluar dikening dan pelipis jaejoong. "kau suka?" tanya yuho

"hmmm… kau hebat sekali yun" puji jaejoong sambil tersenyum malu

"kau capek?" tanya yunho

Jaejoong menggelengkan kepala. Kemudian yunho mencium bibirnya. Ciumannya semakin lama semakin dalam. Jaejoong mengalungkan kedua tangannya pada leher yunho yang membuat ciuman mereka semakin dalam.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Yunho mulai memasukkan satu jarinya kedalam hole jaejoong.

"aaarrkkkhhh..sakitt yunnnn…" rintih jaejoong

"mianhe baby…. Kau mau aku berhenti?" tanya yunho tak mau membuat jaejoong kesakitan.

"tidak yunn.. teruskanlah…" perintah jaejoong

Yunho mencium bibir jaejoong, mencoba mengalihkan sakit yang dirasakan jaejoong. Ia lalu memaju mundurkan jarinya didalam hole jaejoong.

"hmmmmm…aahhhhhhhhh…mmmmmm…" desah jaejoong dalam ciumannya ketika yunho semakin intens memaju mundurkan jarinya.

Setelah dirasa jaejoong sudah terbiasa, Yunho mulai memasukkan jari keduanya.

"nnnggggggggmmmm…aaahhhhhhmmmmm…" jaejoong semakin mendesah

"Apakah sakit?" tanya yunho disela ciumannya

Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya, ia tak mau melepaskan ciuman yunho hanya karena menjawab pertanyaan Yunho.

Tak lama kemudian Yunho merasakan sakit dibibirnya, jaejoong menggigit bibir yunho ketika yunho memasukkan ketiga jarinya. Yunho terus mencium jaejoong dan mendiamkan jarinya sejenak, membiarkan hole jaejoong terbiasa dengan jarinya.

"aaarrkkhhh yunnn.. sakiittt….aaaarrrggghhhhh…" jaejoong tak bisa lagi menahan sakit. Ia mengeluarkan air mata. Yunho menghisap air mata yang keluar itu.

"jae baby, bertahanlah…" pinta yunho.

Jaejoong hanya menganggukkan kepala. Setelah dirasa jaejoong mulai terbiasa dengan keberadaan tiga jarinya, yunho mulai menggerakkan jarinya, maju mundur. Untuk mengurangi sakit jaejoong, yunho mencium nipple jaejoong.

"mmmm….ppphhhhh…ccckkkkk….mmmphhh.." yunho terus mencium nipple jaejoong

"aarrgghhh…oouugghhhh…oouuggghhh…haaassshhhhh…" desah jaejoong yang mulai merasakan nikmat.

Ketika dirasakan hole jaejoong sudah mulai terbiasa, yunho berbisik kepada jaejoong."kau siap jae?"

Jaejoong hanya mengangguk. Kemudian yunho melepaskan celananya. Jaejoong sangat kaget melihat ukuran junior yunho, baru pertama kali dia melihatnya.

"yunn..apa tidak apa-apa?" tanya jaejoong khawatir

"kau takut jae?" tanya yunho balik dan tersenyum

"apa akan sakit?" jaejoong bertanya lagi

"hanya diawal baby…apa kau siap? Tanya yunho sambil mencium kening jaejoong

"hmmm..baiklah… cepat lakukan.." ujar jaejoong

"bersiaplah ne…aku akan berusaha agar tidak menyakitimu baby.." yunho mulai meletakkan juniornya didepan hole jaejoong, dia harus memasukkannya hati-hati agar tidak menyakiti jaejoong.

"gigit bibirku kalau kau merasakan sakit." Yunho menyuruh jaejoong dan mulai mencium bibir jaejoong dengan ganas, mencoba mengalihkan sakit yang akan jaejoong rasakan, setelah dirasa jaejoong sudah mulai menikmati ciumannya, yunho mulai memasukkan juniornya perlahan. Ia rasakan jaejoong menggigit bibir bawahnya.

"aakhhh yunnn. Sakiittt.. sekaliii…" gumam jaejoong

"bertahanlah sebentar jae…" yunho kembali mencium jaejoong dan berusaha memasukkan seluruh juniornya kedalam hole jaejoong.

"AAARRRKKKKKHHHHH….." teriak jaejoong ketika seluruh junior yunho telah tertanam sempurna di holenya

"jaaaaeee….aaargghhh.. nikkkmmaaatt.. mmmm.. …aaarrrghhhhh" yunho merasakan hole jaejoong meremas-remas juniornya.

"nnggghhhh….mmmmmhhhhhhh…..aaahhhhmmmm…" desah jaejoong. ia merasakan holenya sedang beradaptasi dengan junior yunho.

Hening…

"kau siap baby?" tanya yunho ketika dirasa jaejoong sudah tenang.

"ehhmmm" jaejoong menganggukkan kepalanya

Yunho kemudian menggerakkan juniornya.. menarik dan menusuknya secara perlahan.

"aarrkkkkk….uuuggggghhhhh..pelan yunnnn…aaaahhhhhhh…ooouugghhhh…mmmmmm" desah jaejoong yang masih merasakan sakit.

"aaahhhhh…bbaabbyyyy….eehhhmmm…aaarrgghhhh…kauuuu… ..seeemmpiiittthhh…ouughhh..nikkkmaaaatttt…jaaaeee e…" racau yunho yang merasakan nikmat tiada tara.

Namun semakin lama sakit yang dirasakan jajeoong semakin menghilang dan mulai tergantikan dengan kenikmatan. Jaejoong bergerak seirama dengan yunho, menggerakkan kepala ke kanan da ke kiri merasakan kenikmatan yang teramat sangat.

"oouuhhhh….hmmmm…aaahhh…uurrrghhhhh…." desah jaejoong

Yunho yang mengetahui jaejoong mulai merasakan nikmat, semakin mempercepat gerakannya.

"aaarrrhhhhh…aaaggghhhhh….hhhussssshhhhhh….hmmmmmm m" desah jaejoong

"baabbbbyyyy…ooohhhhh… hhhhhhmmmmm…hmmmffffttthhh…aaahhhh" desah yunho bersahutan dengan jaejoong

Sensasi kenikmatan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata menjalar dikedua tubuh yunho dan jaejoong. Nafas mereka terengah, seiring dengan gerakan yang semakin lama semakin cepat. Hole jaejoong semakin meremas junior yunho yang membuat yunho semakin agresif.

"disana yunnnhhh…ooouughhhhh...aarrghhhhhh…." Ucap jajeoong ketika yunho mengenai titik yang pas

Yunho semakin mempercepat hujamannya dititik yang sama. Semakin lama semakin cepat. Hingga keduanya sudah akan mencpaai kepuasan.

"aku akannnhh… keluaarrrr…aaarrggghhhh" ucap yunho

"aaakkkuhhh… juuggaaa… yunnnn.." jaejoong juga merasakan hal yang sama

Semakin lama mereka semakin bergerak seirama, hingga akhirnya….

"AAAARRRGGGGHHHHHHHH….." teriak mereka secara bersama. Bersamaan dengan itu pula, cairan yunho keluar memenuhi hole jajoong. Sedangkan jaejoong menyemburkan cairannya memenuhi perut dan dada yunho...

"kau yang terbaik joongie.." ucap yunho sambil mencium kening jaejoong

"kau mengesankan yunn" puji jaejoong

Keduanya mencoba menormalkan nafasnya. Yunho masih belum mengeluarkan juniornya. Jaejoong merasakan kehangatan pada holenya. Sedangkan yunho menyukai rasa pijatan hole jaejoong di juniornya.

Akan tetapi, yang mencoba menormalkan nafasnya, bukan hanya yunho dan jaejoong saja.. tetapi juga 'tiga pengintip' yang sedari tadi menahan suaranya untuk tidak ikut mendesah dan melakukan 'sesuatu' terhadap diri mereka sendiri.

Mereka bertiga duduk lemas bersandarkan sofa, menghadap ke jendela dan mencoba menormalkan nafasnya sambil mengusap keringat yang tak hentinya mengucur dari tubuh mereka, membuat mereka menjadi sangat gerah. Junsu yang sudah tak kuat menahan gerah, ia melepaskan kancing kemejanya yang hanya tinggal sedikit, karena yang lain hilang akibat ulah changmin tadi.

Tingkah junsu mendapat tatapan horor dari yoochun dan changmin.

"Yah apa yang kau lakukan?" tanya changmin panik

"Aku sudah tak kuat…merekahhhh…hhh…hhhhot sekalihhh…" ucap junsu masih tak bisa menormalkan nafasnya

"Kau tahu?" ucap yoochun yang membuat junsu dan changmin menoleh kepadanya. "Punyaku ikut bereaksi. Aiisshhhhh…mereka itu….." gelisah yoochun yang mencoba menenangkan juniornya yang sukses membuatnya kebingungan.

"Aku tak menyangka Yunho hyung begitu romantis dan seksi sekaligus dalam melakukannya. Jaejoong hyung sangat beruntung." Gumam changmin

"Dan sukses membuatku tegang di sini dan di sini." Ucap yoochun sambil menunjuk dada dan 'ehm' yang dibawah.

Junsu dan changmin tertawa lirih mendengar komentar yoochun.

"Semua kan juga gara-gara kamu yoochuna, coba kalau tadi kita keluar, pasti tidak akan begini ceritanya." Gumam junsu.

"Kau jangan berisik, kau tak mau membantuku?" tanya yoochun iseng

"Mwo?" junsu mendelikkan matanya dan memukul kepala yoochun, "makan tu bantuan…" ucap junsu sewot

Sikap junsu membuat yoochun dan changmin sekuat tenaga menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak.

"Kita istirahat dulu, setelah itu kita berfikir bagaimana caranya kita keluar dari sini." Ucap changmin yang mendapat dua anggukan.

"dan jangan lupa…." Ucap junsu sambil tersenyum bahagia

"Apa?" jawab changmin dan yoochun bersamaan

"Persiapkan diri kalian untuk menjadi pembantu setiaku." Ucap junsu dengan mengembangkan senyum lebarnya.

Changmin dan yoochun yang baru ingat dengan taruhan mereka, menepuk jidatnya masing-masing. Ya… mereka kalah telak.

"Satu lagi,,,," ucap junsu

"Apa lagi?" jawab yoomin bersamaan dengan nada sedikit kesal.

"setialah dengan titahku selama 1 bulan… ne?" junsu semakin besar kepala.

Yoochun dan changmin semakin lemas..tak bersuara

"Heh..kalian….jawab aku.." rajuk junsu

"Neeeeeeeeeeeee….." ucap yoochun dan changmin dengan lesu.

Junsu semakin tersenyum lebar. Tapi belum sampai ketiganya menenangkan diri, tiba-tiba mereka mendengar yunho bersuara.

"babak ke dua baby.." ucap yunho kemudian memulai aksinya

"yunnie.." jaejoong tersipu malu ketika mendengar perkataan yunho dan sukses membuat yoochun, changmin dan junsu melotot.

Changmin melihat jam di pergelangan tangannya. Pukul 3.20 pagi. "Ini Gila…Yunho masih bertenaga setelah 2 jam lebih pertempurannya dengan jaejoong." gumam changmin tak percaya.

Selain itu, seolah tak mau over dosis mendengar desahan yang begitu menggoda, yoochun berusaha menutup telinganya. Ia tak mau juniornya yang belum tenang betul kembali bereaksi. Sedangkan junsu masih mengembangkan senyumnya memikirkan sebentar lagi ia akan memiliki pembantu yang tampan-tampan.

Setelah cukup beristirahat, yunho mulai menciumi bibir jaejoong. Jaejoong merasakan junior yunho yang didalam holenya mulai membesar lagi.

Mereka berdua mengulangi hal yang sama. berkali-kali puncak kenikmatan dicapai keduanya hingga pukul setengah 7 pagi, jaejoong mendesah keras ketika klimaksnya yang entah keberapa itu keluar.

"AAAArrrggghhhhhhhhhhhhhhhhh…mmmmmhhhhh….yunnnnhhh hhhh….." desah jaejoong seiring dengan keluarnya cairan ke arah dada yunho.

"Sebentar lagi baaabbyyyyyy…aahhhhhh..mmmmmm" ucap yunho sambil berusaha mencapai klimaksnya.

"Arrghhh…mmmmm…yunnnnhhhh….aaaahhhhhh" jaejoong kembali mendesah seiring dengan gerakan yunho yang semakin cepat

"uugghhhhh…aaaarrrrgghhhh….aahhhhh…mmmm…mmnnnngggg g….." desah yunho

Yunho semakin mempercepat gerakannya, hingga…"AAAAAAAARRRRGGGGGHHHHHHH" desah yunho puas, mengeluarkan cairannya di dalam hole jaejoong. Karena cairan yang sudah dikeluarkannya terlalu banyak, hingga meluber keluar.

Yunho menciumi wajah jaejoong, "Gomawo baby….saranghae…" ucapnya

"Nado yun…" jawab jaejoong

Mereka berdua mencoba menenangkan diri mereka, setelah aktifitasnya yang membuat mereka tak tidur semalaman itu. Dan jangan ditanya, 'tiga pengitip' juga tak bisa tidur. Wajah mereka pucat, mata mereka memerah menahan kantuk, tubuh mereka lemas.

"Ini benar-benar gila…" gumam changmin. Hanya itu kata yang mampu diucapkannya.

"Sampai jam 7 pagi…." Ucap yoochun dengan lemasnya

"Yunho memang hebat…" puji junsu dengan wajah pucatnya

Mereka bertiga lemas tak berdaya…-'

.

Disisi lain,

"Baby, tidurlah…kau pasti sangat capek.." ucap yunho sambil menutupi tubuh jaejoong dengan selimut dan memberikan ciuman di kening jaejoong.

"semua karenamu yun…" ucap jaejoong sambil tersenyum

"Aku? Hanya aku saja?" goda yunho

"aiiisssshhh…kau ini…." kata jaejoong mempoutkan bibirnya sambil memukul pelan dada yunho.

"Heiii..baby…hentikan mempoutkan bibirmu itu…atau…." Yunho mendekatkan dirinya dengan jaejoong

"Atau apa?" pancing jaejoong

"atau aku akan lepas kendali…" ucap yunho sambil menggelitik dan menciumi seluruh wajah jaejoong

"Yaaahhhh..yunnn… geliiii…awwww….yah…yah…yah…..ahahahahahha..geliii yunnnnn" teriak jaejoong sambil tertawa, tak kuat menahan gelitikan yunho.

"Saranghae…" ucap yunho kemudian mencium bibir jaejoong.

"Nado, yunnie…" jaejoong memberikan senyum termanisnya..

Tak kuasa melihat jaejoong tersenyum, yunho mencium jaejoong lagi.

"mmmpphhh….mmmmnnn…ngghhhhh…yunnnnhhhh…kaaauuu akaannnhhh….terrr…llaammmbaaathhhh.. hhhmmmmmm…" ucap jaejoong diantara desahannya.

Yunho kemudian melepaskan ciumannya dengan enggan, "Aku tak mau bekerja hari ini.." rajuk yunho

"Heiiii… kau harus bekerja yun…aku tak mau mempunyai suami pemalas…hehehehe" kekeh jaejoong

"Aku lelah baby…" yunho mencoba mencari alasan

"Bagaimana kalau nanti sepulang kau kerja, kita melakukannya lagi.." ide nakal jaejoong muncul

"Baby…" kata yunho tak percaya

"Wae? Kau tak mau?"

"Bukan begitu, kau tidak capek? Apa tidak sakit?"

"Jika denganmu, 24 jam non stoppun aku mau yun…" kata jaejoong yang tersipu malu

"Kau memang pintar menggoda, Jae…" ucap yunho sambil memberikan senyuman. Dia gemas melihat sikap jaejoong yang seperti ini.

"Khhaa… sekarang pergilah mandi..kau akan terlambat, dan junsu akan memarahimu." Ucap jaejoong

Yunho mencium sekilas bibir jaejoong, "Ne…baby…"

Yunho melihat jam di nakas, pukul 7.15. Dia kemudian beranjak ke kamar mandi, sedangkan jaejoong mulai memejamkan matanya.

Tapi tiba-tiba yunho membuka pintu kamar mandi.

"Baby, bisakah kau telpon junsu dan beritahu dia kalau aku akan sedikit terlambat." Pinta yunho sambil berteriak dari kamar mandi.

"Ne.."Jaejoong membuka matanya, dan mengambil handphone yunho yang berada di nakas, mencari nomor junsu.

Mendengar itu, junsu, yoochun, dan changmin menjadi panik…

Yoochun melotot.

Changmin tak tau harus berbuat apa.

Sedangkan Junsu panik mencari handphonnya…"Andweeee…" batin Junsu berteriak

.

.

.

_""_""_

Fiuuhhhhh…akhirnyaaaaaa….aku berhasil membuatnya….kyaaaaaaaaa…#hug changmin…ehehehhehe

Bagaimana chap ini teman-teman?

Apa yang akan terjadi dengan junsu, yoochun dan changmin?

Comment pleaseeee…^^