OH GOD….THIS IS MY HUBBY, IS HE? YES, HE IS
CAST:
YUNJAE YOOSUMIN
.
.
Kiss n hug untuk teman-teman yang uda bersedia luangin waktunya untuk baca dan review ff pertama maxy ini.
NaraYuuki , FiAndYJ, KJhwang, AmyKyuMinElf, Izca RizcassieYJ, kurryoidiamond, YunHolic, runashine88, cindyshim07, missy84, Kinan, MaghT, kim shendy, Yzj84, BooBear, chikaaa, steviajung, Rian, jiy, biancaa, Jae milk, jema agassi, Angel Muaffi, Casshipper Jung, nope6002, aoi ao, redsxiah, jenny, EMPEROR-NUNEO, kimteechul, aiueo4, rly c jaekyu, nunoel31 dan para guest.
Terimakasih uda bersabar menunggu launchingnya epilog ini…^^ #deep bow
Yuk langsung aja…
Bacanya pelan-pelan aja ya… biar lebih cetarrrr… ehehehehe
Warning: NC mode on… siapkan SIM NC…^^
.
.
Epilog
.
.
"Kau menyesal?" tanya Jaejoong sambil memainkan jemarinya di dada Yunho. Selimut menutupi tubuh mereka berdua mulai dari pinggang hingga kaki dan topless. Kalian pasti bisa menebak, aktifitas apa yang baru mereka lakukan.
Mereka berdua sedang bersantai di sebuah kamar dengan pemandangan laut yang sangat indah. Ya, mereka sedang berlibur di bora-bora island. Mereka sengaja melakukannya, menghilang dari kejaran para pemburu berita semenjak konfrensi pers 1 minggu yang lalu.
"Aku tidak pernah menyesal baby… You're my everything" ucap Yunho sambil mengecup sekilas rambut Jaejoong.
"Mianhe…" gumam Jaejoong. ia menyadari, Yunho telah melepas semua, semua cita-citanya dan kepopularitasannya. Sungguh Jaejoong tak tahu harus dengan cara apa ia membalas pengorbanan Yunho.
"Hsssttt… kenapa menangis? Bukankah kita akan senang-senang disini? Lihatlah, pemandangan sore yang indah bukan?" ucap Yunho memeluk Jaejoong sambil menunjuk pemandangan sore yang terlihat di jendela kamar bungallow yang mereka sewa untuk 2 minggu kedepan.
"Gomawo" gumam Jaejoong sekali lagi. Hanya itu kata yang ia bisa ucapkan. Ia sungguh sangat beruntung telah bertemu dan menikah dengan Yunho. Meskipun pertemuan mereka begitu singkat, tapi keputusan untuk menikah bukanlah hal yang salah bagi Jaejoong. ia sangat beruntung… sangat sangat beruntung.
Jaejoong masih berada di pelukan Yunho, mereka berdua menghadap ke jendela besar yang menampilkan pemandangan yang indah. Lama mereka terdiam dengan posisi seperti itu. Keduanya ingin menikmati suasana ini… berdua, hanya berdua dan tak ingin segera mengakhirinya.
"Berarti sekarang suamiku ini adalah seorang businessman?" goda Jaejoong memecahkan keheningan.
Yunho tersenyum, "Kau keberatan?"
"Anni.." Jaejoong menggeleng, "Aku lebih suka kau di kelilingi dokumen-dokumen yang tebal itu daripada harus dikelilingi yeoja-yeoja genit yang selalu menyentuhmu seenak jidat mereka." Gerutu Jaejoong.
"Ahahahaha… baby…" Yunho gemas melihat tingkah Jaejoong, ia mengeratkan pelukannya. "Joongie, bagiku… mereka tak semenarik kau.. hanya kau yang mampu membuatku terpukau.. percayalah.." lanjut Yunho
"Kau pintar sekali menggombal" Jaejoong mempoutkan bibirnya.
Yunho sekali lagi tertawa gemas, sungguh ia berterimakasih telah memiliki Jaejoong, malaikat hatinya.
.
Kruuyyuuukkkk
.
BLUSH
Perut Jaejoong berbunyi dengan sangat keras. Membuat pipi Jaejoong memerah. Malu
Yunho terkikik mendengar apa yang baru saja ia dengar.
Jaejoong yang malu hanya menundukkan kepalanya sambi mencubit kecil tangan Yunho yang memeluk perutnya erat.
"Aigooo… istriku lapar?" goda Yunho
BLUSH
"YAH… Yunnie…" lirih Jaejoong
Yunho melihat jam yang bertengger di nakas.
Pukul 5.25…
Rupanya ia baru sadar kalau belum makan semenjak kedatangannya tadi pagi, sehabis kegiatan jalan-jalan, mereka malah melanjutkan kegiatan mereka di atas tempat tidur selama berjam-jam. Suasana romantis dengan pemandangan indah pulau bora-bora membuat mereka tak bisa membiarkan semua itu sia-sia.
.
.
Yunho dan Jaejoong berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Menyusuri keindahan pantai bora-bora tentunya dengan perut yang sudah kenyang karena mereka baru saja selesai makan malam.
Yunho dan Jaejoong duduk di tepi pantai, menikmati keindahan pemandangan malam. Banyak bintang bertebaran di langit dan sinar rembulan yang menyinari laut membuat ombak yang datang nampak berkilauan. Sungguh indah.
Jaejoong menyandarkan kepalanya di bahu Yunho yang berada disampingnya. Yunho memegang tangan Jaejoong. Tak ada yang bersuara, hanya diam namun tak mengurangi keromantisan yang sudah terbentuk dengan sempurna. Tidak jika tidak ada gangguan dari ponsel Yunho yang berdering tiba-tiba.
"Ck.." Yunho berdecak.
Jaejoong tersenyum, "Angkat saja Yun… seharian Junsu mencoba menelponmu.. siapa tahu ada yang penting."
Yunho kemudian mengangkat telpon.
"Wae?" tanya Yunho dengan nada terganggu
"Yun, segeralah pulang… kau tahu… aku bosan dikerumuni orang-orang ini.. mereka membuatku pusing dengan membanjirimu tawaran kontrak film, iklan, dan lain sebagainya." Cerocos Junsu diseberang sana.
"YAH… Junsuya… sudah aku bilang jangan menelponku dengan urusan yang tak penting seperti ini. Aku sudah mundur dari dunia intertainment. Tolak saja semua."
"Aku juga sudah mengatakannya Yun… tapi mereka seperti menterorku… membuntutiku kemanapun aku pergi… Kau tahu, Changmin dan Yoochunpun hingga tak mau membukakan pintu apartemen mereka untuk membantuku karena mereka tak mau mendengar keributan. Mereka kejam sekali kepadaku." Curhat Junsu
"Bersabarlah hingga dua minggu kedepan!"
PIP
Ucap Yunho kemudian langsung menutup telponnya dan melepas baterai ponselnya. Kejam. Ia tak peduli Junsu yang sedang curhat.
Jaejoong tersenyum melihat tingkah Yunho, "Kau kejam sekali Yun… Pasti sekarang Junsu sudah banjir air mata disana" komentar Jaejoong membuat keduanya tertawa.
.
.
.
"Baby… tak pernah cukup bagiku untuk melihatmu, aku ingin terus bersamamu.. kau benar-benar membuatku terus lapar." Ucap Yunho yang sekarang sudah berada di atas Jaejoong dengan bertumpu pada kedua sikunya.
"Omo… aku harus bersiap jika esok hari aku sudah berada di perutmu. Aku takut kalau kau memakanku Yun.." canda Jaejoong.
"Berhentilah bersikap imut seperti itu, atau aku akan memakanmu sekarang" bisik Yunho
"makan saja… Aku tidak takut.." ucap Jaejoong sambil menjulurkan lidahnya, sengaja menggoda.
Yunho tersenyum, "Aku benar-benar akan memakanmu sekarang, baby!"
"Yah.. hei.. Yun… AWWW… Geli… YAH… YAAHHH…" teriak Jaejoong ketika Yunho mulai mencium leher serta memberikan sedikit gigitan disana.
.
.
Yunho mencium dan memberikan kissmark di perut Jaejoong, Yunho mencium setiap jengkal tubuh indah Jaejoong.
"Ngghhh…" lenguh Jaejoong
"Baby… aku menginginkanmu sekarang? Apa tidak apa-apa?" tanya Yunho dengan suaranya yang sudah terdengar horny itu.
Maklum saja Yunho menanyakannya karena hari ini sudah entah yang keberapa kalinya Yunho mencapai klimaksnya bersama Jaejoong dan klimaks terakhirnya baru mereka dapatkan 3 jam yang lalu. Mereka hanya bersitirahat untuk makan dan berjalan-jalan sebentar dan berakhir dengan apa yang mereka lakukan sekarang ini. Sedangkan besok mereka harus kembali ke Seoul. Mereka sudah 2 minggu di pulau bora-bora.
Sepertinya 99,9 persen dari liburan mereka di pulau bora-bora, hanya mereka habiskan di tempat tidur. Apakah tempat tidur di pulau bora-bora sangat nyaman? Apakah kenyamanan itu melebihi indahnya pemandangan disana? hingga mereka berdua enggan meninggalkan tempat tidur? Entahlah… Hanya Yunjae yang tahu. ^^
Yunho sedang menatap mata Jaejoong yang sangat indah itu, ia menunggu jawaban keluar dari bibir cherry kesukaannya.
"Berapapun yang kau inginkan sekarang, aku juga menginginkannya Yun…" bisik Jaejoong seduktif.
Yunho tersenyum geli, "Kau nakal sekarang hmm?"
"Kau yang mengajariku" Jaejoong terkikik
Tak menunggu lama bagi Yunho untuk melumat bibir cherry favoritenya itu. Tahukah kalian, semua bagian dari tubuh Jaejoong menjadi favourite Yunho?
Yunho melumat dan menyesap bibir indah itu. Jaejoong bergerak seirama dengan Yunho. ciuman ini benar-benar membuat candu bagi keduanya, saling menyesap, saling melumat, dan saling memberikan nikmat. Tak ada yang ingin melepaskan ciuman ini.
Yunho mulai melepas baju Jaejoong, begitu juga sebaliknya disela aktifitas ciuman mereka. Hingga tak sadar mereka telah benar-benar tak terbalut sehelai benangpun sekarang.
Junior Yunho dan Jaejoong sudah sama-sama menegang sekarang.
"Ngghh…" lenguh keduanya ketika junior mereka saling bergesekan.
Ciuman merekapun semakin lama semakin mendalam. Lidah Yunho menjelajah mulut Jaejoong dan Jaejoong mengalungkan lengannya di leher Yunho sehingga membuat ciuman mereka semakin mendalam dan semakin panas.
Setelah puas berciuman, Yunho mulai merangkak ke tubuh Jaejoong. Yunho mencium leher dan bahu Jaejoong. jilatan lidah Yunho, gigitan kecil dan hembusan nafas yang mengenai kulit Jaejoong membuat Jaejoong mendesah kenikmatan.
"mmmhhhh…" Jaejoong tak mampu menahan desahannya.
Yunho mulai merangkak ke bawah, menuju nipple Jaejoong. tak butuh waktu lama bagi Yunho untuk memberikan kenikmatan yang lebih lagi untuk Jaejoong. Yunho menyesap dan menggigit nipple Jaejoong membuat Jaejoong bergelinjang.
"Aaanngghhh.. Yunnnmmmmhhhh…" Desah Jaejoong yang merasakan kenikmatan tak terhingga itu.
Yunho sangat telaten, dia tak suka terburu-buru. Ia menyukai pemanasan dan Jaejoongpun menyukainya. Desahan demi desahan selalu Jaejoong keluarkan dan itu membuat Yunho semakin bersemangat.
Yunho mulai berpindah menuju perut Jaejoong. Jaejoong terkikik ketika Yunho memberikan kissmark di perut dan pinggangnya.
"Yun… ahahhaha… geli…" ucap Jaejoong manja.
Bukannya berhenti, tapi Yunho terus menjilat dan mengigit kecil perut Jaejoong. sensasi tersebut membuat junior Jaejoong semakin menegang dan menyentuh dada Yunho. Yunhopun tersenyum, sudah saatnya memberikan perhatian pada Junior Jaejoong.
"Argghhh…" desah Jaejoong saat Yunho mengulum juniornya.
Yunho terus mengulum, menyesap dan menggerakkan maju mundur junior Jaejoong.
"Ougghh… mmmpphhh… aanngghhh…" Jaejoong terus mendesah tak terkendali. Perlakuan Yunho seperti ini adalah hal yang paling Jaejoong sukai. Benar saja, tak menunggu waktu lama bagi Jaejoong untuk mencapai klimaksnya karena perlakuan Yunho itu.
Yunho menyesap cairan yang menyembur di mulutnya itu.
Yunho kembali merangkak keatas, menatap Jaejoong yang terengah setelah klimaks pertamanya.
Peluh Jaejoong membasahi keningnya, dengan lembut Yunho mengusap peluh Jaejoong. Jaejoong memandang Yunho dan Yunhopun tersenyum. Perlakuan seperti ini yang Jaejoong suka dari Yunho. Yunho memperlakukannya dengan sangat lembut dan terasa begitu romantis.
Mata mereka masih saling menatap, dengan nafas yang saling bersentuhan, tak teratur.
Jaejoong kemudian menutup matanya, mencoba sesegera mungkin menormalkan nafas. Namun hal itu justru membuat Jaejoong begitu seksi dimata Yunho. Mata tertutup dengan bibir kemerahan yang sedikit terbuka, sungguh adalah pemandangan terindah bagi Yunho. Ia sangat bersyukur memiliki Jaejoong, malaikatnya.
Yunho menundukkan kepalanya, "Kau begitu indah…" bisik Yunho.
Suara dan hembusan nafas Yunho ditelinganya membuat Jaejoong menutup kedua matanya dan mengeluarkan sedikit desahan, "Ngghh…"
Yunhopun tersenyum. Ia tak bisa menyia-nyiakan pemandangan indah yang ada didepannya ini. dengan segera Yunho melumat bibir Jaejoong. Jaejoongpun berusaha mengimbangi gerakan bibir Yunho pada bibirnya.
"Nggghhh…jae…" desah Yunho disela ciumannya saat Jaejoong memainkan nipplenya.
Jaejoong semakin memainkan nipple Yunho yang membuat Yunho semakin melumat bibir Jaejoong. menyesap, menjilat dan memainkan lidah Jaejoong. Keduanya tak ingin berhenti hingga akhirnya mereka kehabisan nafas.
Yunho meletakkan keningnya pada kening Jaejoong, nafas terengah mereka saling beradu, mulut mereka tak ada yang tertutup sempurna, mereka membutuhkan pasokan oksigen sekarang.
Jaejoong tersenyum, Yunhopun juga melakukan hal yang sama.
"Aku menginginkanmu sekarang Yun." Gumam Jaejoong disela kegiatannya menormalkan nafas.
Yunho kemudian memasukkan jarinya pada hole Jaejoong. Jaejoong sedikit tersentak namun tak butuh waktu lama untuk membuatnya terbiasa dengan jari Yunho. Gerakan jemari Yunho yang sangat lembut ditambah dengan Yunho yang sedang mengulum nipplenya sekarang membuat Jaejoong hanya bisa mendesah nikmat.
"Ougghhh…mmm….arrghhh…" desah Jaejoong.
Tak terasa 3 jari Yunho sudah berada di hole Jaejoong. Yunho menggerakkan jemarinya keluar masuk dan semakin lama semakin cepat.
"Arrgghh…aahhh…mmm…aahhh…" racau Jaejoong semakin cepat
Yunho mencium dan menjilat telinga Jaejoong, titik sensitifnya dengan jari yang masih melakukan aktivitasnya.
"Yunnhh… jebbal…sekarang…" pinta Jaejoong
"Agghhh…Jaeeehhh…" desah Yunho ketika Jaejoong memijat juniornya.
Yunhopun kemudian mencium bibir Jaejoong, berusaha mengalihkan rasa sakit yang akan dirasakan Jaejoong sebentar lagi. Disaat Jaejoong sudah mulai terbuai dengan ciuman dan lumatan Yunho di bibirnya, Yunho mulai memasukkan secara perlahan juniornya.
"Arrgghhh…" desah Jaejoong ketika mulai merasakan junior Yunho memasuki holenya.
Yunho terus mencium bibir Jaejoong sambil menyentakkan juniornya supaya lebih masuk kedalam.
"ARRGGGNNNHHHH…" teriak keduanya saat junior Yunho tertanam sempurna.
Mereka berdua saling diam, mencoba terbiasa satu sama lain.
Yunho menatap Jaejoong seolah bertanya, 'sekarang?'
Dan Jaejoongpun mulai memegang pinggang Yunho, seolah mengisyaratkan bahwa ia sudah siap sekarang.
Mereka berdua bergerak seirama, Yunho memperlakukan Jaejoong dengan lembut.
Desahan yang keluar dari kedua mulut mereka saling sahut menyahut sejalan dengan gerakan keduanya yang semakin cepat.
Jaejoong mengalungkan tangannya di leher Yunho, ia memberikan kissmark di bawah telinga dan bahu Yunho sedangkan Yunho sedang berusaha memberikan kenikmatan yang tiada tara dibawah sana.
"Arrghhh.. Jaeee… ougghh.." racau Yunho sambil terus mempercepat gerakannya.
"Annggh… Yunnhh…mmpphhh…aarrggghhhh…" desah Jaejoong
Keduanya terus mempercepat gerakan mereka hingga tak lama kemudian.
"ARRGHHH…" keduanya berteriak karena mencapai klimaks secara bersamaan.
Jaejoong mengusap peluh Yunho yang mengalir deras di pelipisnya.
CUP
Jaejoong mencium bibir Yunho dengan lembut.
"Kau selalu yang terhebat Yun…" puji Jaejoong manja.
Yunho tersenyum, "Berhentilah menggodaku kalau tak ingin ronde berikutnya" ucap Yunho sambil menormalkan nafasnya.
Jaejoong terkikik, "Kau selalu membuatku puass" bisik Jaejoong semakin seduktif. Sengaja menggoda Yunho
"Hei… Baby… kau benar-benar menginginkan ronde berikutnya?" Yunho tersenyum mendengar istrinya yang malah menggodanya.
"Menurutmu?" Jaejoong kembali bertanya dengan memainkan jemarinya di dada Yunho.
"Kau harus bersiap-siap Jung Jaejoong… akan aku buat kau tak bisa berjalan besok pagi!" canda Yunho sambil mulai menciumi wajah Jaejoong.
"Aku tak takut, karena aku mempunyai suami yang kuat, aku yakin dia akan menggendongku dengan senang hati kemanapun aku mau" ucap Jaejoong sambil menepuk pelan bahu Yunho dan memberikan kerlingan, sungguh Jaejoong sangat pandai menggoda.
"Kau benar-benar akan menyesal Jung Jaejoong"
"I'm waiting fot that, my hubby.." Jaejoong semakin menggoda
.
.
"Annggh…ugghhh…mmhhh… Yunhh.." desah Jaejoong
"Jaehhh… arrghhh…" Yunho semakin mempercepat gerakannya
Mereka terus melakukan aktifitas tersebut, entah sampai kapan mereka akan berakhir. Hanya mereka yang tahu.
.
.
.
3 bulan kemudian
"Kau semakin terkenal Jung" ucap Jaejoong sambil meletakkan sebuah majalah ibu kota didekat majalah yang lain di meja kerja Yunho.
"Baby…" ucap Yunho sambil menarik pinggang Jaejoong.
Jaejoong duduk dipangkuan Yunho, tangannya sibuk memainkan dasi Yunho sekarang dengan bibir yang dipoutkan.
Benar saja, Jaejoong sedang merajuk sekarang. Setelah pengunduran diri Yunho dari dunia intertainment beberapa waktu yang lalu bukan membuat popularitas Yunho meredup tapi malah sebaliknya.
Tampan, muda, sukses, berbakat, dan berkharisma setidaknya 5 kata itu yang selalu muncul di majalah-majalah bisnis dan koran ibu kota beberapa bulan terakhir. Beberapa infotainment juga masih sering memberitakan kehidupan Yunho, tak ketinggalan kehidupannya dengan Jaejoong juga tak luput dari sorotan kamera. Kemanapun mereka pergi, paparazi sudah bagai udara bagi keduanya. Tak ada Yunho dan Jaejoong tanpa paparazi.
Kesibukan Yunho di perusahaan serta kurangnya waktu bersama membuat Jaejoong semakin sering ngambek akhir-akhir ini. Memang sangat sulit bagi mereka untuk berdua saja tanpa harus ada kerjaan dan paparazi. Alhasil ngambek seperti sekarang ini, adalah cara yang ampuh untuk membuat Yunho 100 persen memperhatikannya.
"Kau marah?" tanya Yunho setelah sekilas mengecup bibir Jaejoong.
Jaejoong hanya mempoutkan bibirnya.
"Baby…"
"Menyebalkan" satu kata yang keluar dari mulut Jaejoong.
Yunho menaikkan kedua alisnya, "siapa yang membuatmu sebal, baby? Berani sekali dia" goda Yunho sambil menempelkan hidungnya pada hidung Jaejoong.
Jaejoong mempoutkan bibirnya sekali lagi, tangannya menunjuk majalah yang ada di meja.
"Siapa?"
"Dia… namja yang terpampang di sampul majalah-majalah itu. Dia sok tampan dan lihatlah dia menebarkan senyumnya yang mempesona itu kepada semua warga korea padahal dia sudah memiliki pasangan. Bukankah itu menyebalkan sekali?"
"Ahahahahaha…" Yunho tertawa lepas. Sungguh Jaejoongnya ini selalu bertingkah menggemaskan.
"memangnya siapa dia?" goda Yunho
"Entahlah" jawab Jaejoong cuek
"Mwo?" protes Yunho
Jaejoong tertawa, "He's my hubby, anyway…" jawab Jaejoong masih sambil terkikik melihat Yunho yang tiba-tiba sebal.
"Really? He's your husband?"
"Yeah, he is…"
"Do you love him?"
"I Don't know…"
"Ck…"
"Ahhahahaha…"
"Say that you love your husband, baby…"
"No.."
"YAH…" Yunho menggelitik Jaejoong
"Yunnie.. no…ahahahahahha" teriak Jaejoong karena geli
"Aku tidak akan berhenti sampai kau mengucapkannya"
"Ok.. ok… ahahahha… berhenti dulu Yun… sampai mana tadi?" Jaejoong menggoda, berpura-pura lupa.
Yunho tersenyum, ia tahu Jaejoong berpura-pura lupa tapi Yunho berpura-pura tidak menyadarinya, dengan senang hati ia mengulangi pertanyaannya dari awal.
"Who is he?"
"My hubby"
"Really…?"
"yeah.. off course.. I swear…" Jaejoong tersenyum.
"Do you love him?"
"I do… really..really do… I love him so much… I love you…"
Yunho tersenyum sambil memandang kedua mata Jaejoong.
Jaejoongpun membalas senyuman tersebut dan tak lama setelah itu, Jaejoong mulai memiringkan kepalanya, "I love you my hubby… my lovely hubby" bisik Jaejoong sebelum mulai mencium.
Keduanya kemudian berciuman, bibir mereka saling memagut dan melumat satu sama lain, memberikan kenikmatan pada keduanya.
.
.
"mmphhh… Jaemmmm…nngghhh" desah Yunho ketika Jaejoong mulai memainkan nipplenya. Kemejanya sudah terbuka tanpa diketahui kapan Jaejoong melakukannya.
Jaejoong mulai membuka sabuk Yunho dengan bibir yang masih melumat bibir Yunho.
"Jae…ngghhh… kauuu… sebentar" Yunho menghentikan tangan Jaejoong. Ia melepaskan ciumannya dan memandang Jaejoong. "Kau yakin ingin melakukannya sekarang?" tanya Yunho sambil menormalkan nafasnya.
"Aku menginginkanmu sekarang Yun… jebbal…" gumam Jaejoong sambil mulai menciumi leher Yunho.
Yunho tersenyum,
"Lakukan apa yang kau mau baby…" ucap Yunho sambil mengeratkan pelukannya dipinggang Jaejoong, takut kalau sewaktu-waktu Jaejoong jatuh dari pangkuannya. Maklum mereka berdua sedang duduk di kursi kerja yang normalnya hanya digunakan untuk satu orang.
Namun mereka berdua tak peduli dan tak menyadari ketika Mr. Jung sudah berada di ambang pintu ruangan Yunho.
Mr. Jung menutup kembali pintu tersebut dan berpesan kepada Junsu, yang sekarang menjadi sekretaris Yunho, untuk tidak menerima tamu hingga 3 jam kedepan. Ia sangat tahu apa yang akan diperbuat anaknya setelah ini.
.
.
Banyak hal yang berubah selama hampir setengah tahun terakhir... Yunho semakin fokus dengan kegiatannya di kantor, dia semakin sibuk saja. Kuliah, kantor, Jaejoong.. Rutinitasnya setiap hari yang tak bisa ia tinggalkan, terlebih untuk poin yang terakhir... Sejauh ini ia tidak menerima job untuk jadi model ataupun yang sejenisnya.. Tidak jika tanpa seijin Jaejoong... Jaejoong pernah sekali mengijinkan Yunho membintangi satu iklan, itupun iklan mobil terbaru keluaran perusahaan Kim dan setelah Mr. Kim memberikan iming-iming liburan ke maladewa selama 3 bulan penuh serta voucher belanja yang bernilai hampir 1 M... Jaejoong tetaplah Jaejoong...
Junsu tetap mengikuti Yunho, dia menjadi sekretaris pribadi Yunho sekarang. Changmin dan Yoochun masih disibukkan dengan kuliah mereka, sedangkan Jaejoong, disamping kuliahnya ia juga mencoba memulai peruntungannya untuk membuka cafe baru..coffee cojee..
Baru 2 bulan dibuka, namun cafe Jaejoong sudah mempunyai pelanggan tetap. Tempat yang nyaman dan pelayanan memuaskan serta rasa coffe dan berbagai macam pastry yang sangat lezat membuat Jaejoong tak harus menunggu lama untuk memperoleh pelanggan tetap.
Sedangkan Ahra, masih berada di dunia inertainment... Meski kariernya sedikit berantakan akibat insiden kemarin, namun ia berusaha bertahan... Sesekali ia tak sengaja bertemu dengan Yunho dan Jaejoong entah di salah satu pusat perbelanjaan ataupun di tempat lain. Namun mereka hanya bertegur sapa tanpa banyak bicara. Masih ada kecanggungan diantara mereka bertiga. Biarlah waktu yang merubah semua.
Satu hal yang Yunho sadari, harus ada pengorbanan untuk memperoleh hal yang kau inginkan. Kau tak akan bisa mempertahankan dua hal yang saling berseberangan, memilih adalah jalan satu-satunya dengan segala resiko yang mengiringinya. Semakin kau menginginkan hal yang besar, semakin besar hal yang harus kau korbankan. Tak ada sedikitpun penyesalan bagi Yunho karena telah melepaskan ketenarannya sebagai artis, toh ia sudah memiliki Jaejoong sekarang, orang yang sangat berharga bagi dirinya dan hidupnya pun juga berjalan dengan bahagia. Bahkan setelah mundur dari dunia intertainment ternyata tawaran juga tak kunjung surut malah semakin banyak yang datang, jauh dari apa yang di duga sebelumnya.
Selalu ada resiko dalam setiap perbuatan, terkadang ketakutan membuat kita mundur sebelum bertindak sehingga tak semua orang berani mengambil resiko bahkan resiko kecil sekalipun. Bukankah resiko bisa diambil asal planning sudah terancang?
.
.
END
.
COMPLETE
.
SELESAI
.
TAMAT
.
FIN
.
#Maxy kumat..wkwwkwkwk
.
.
Sudah end teman-teman…^^
Ayo langsung saja kasih reviewnya…
GJ ya? Hmmm… tak apalah… beginilah adanya… ahehehhe
Rencananya di upload setelah hari raya idul fitri kemarin. Eh gak taunya baru sempet sekarang…-.- maxy lelet banget .. mian ya saudaraku sekalian… ^^
Oiya… bersamaan dengan ini, maxy juga update ff maxy yang if acting become real, trus juga launching ff baru fall-fell-fallen.. kalau teman-teman berminat, boleh langsung di tengok… dan jangan lupa review… # bow.. ^^
Review pleasee….^^
NOTE : Terimakasih untuk teman-temanku yang sudah bersedia membaca karya maxy.. I love u all… semoga dengan review dan masukan teman-teman akan membuat maxy menjadi lebih baik. Terimakasih banyak teman-teman, thank you so much guys, yeorobun-jongmal gomawoyo …#hug n kiss for u all…^^
