-CINDERELLA 2013-
By: kanon1010
Disclaimer : Masashi Kishimoto
chap 2 : "Ketika sang cinderella berubah menjadi penyihir jahat…."
….
Di hari yang baru.
Naruko masih tertidur dengan lelap, wajar ia biasa terbangun ketika pukul setengah tujuh pagi dan sekarang waktu masih menunjukan pukul lima pagi.
Byurrr!
Bunyi air yang disiramkan ke tubuh Naruko yang masih terselimuti selimut hangatnya, membuat Naruko terbangun dengan kaget, mendapatkan serangan tiba-tiba semacam itu.
"Apa-apaan ini!" ujarnya gusar sambil mengelap wajahnya yang basah.
Disampingnya sudah berdiri Sara yang masih mengenakan piyama dan berkacang pinggang. Tatapan matanya seakan ingin menguliti habis Naruko yang belum seratus persen sadar dengan kehadirannya.
"Bangun! mulai saat ini, kau yang menggantikan semua pekerjaan para maid." Perintah Sara lalu menarik tangan Naruko, bisa dibilang saat ini ia sedang menyeret anak tirinya itu menuju dapur.
"…." Meskipun gusar dan kesal dengan perilaku yang dilakukan ibu tirinya, Naruko tetap diam mengikuti kemana Sara akan membawanya. "Sudah tujuh…" Hanya kata itu yang terucap dari bibirnya, itu juga dengan suara yang sangat pelan.
Haku berserta maid lainnya, yang mendengar ada sedikit keributan dari arah dapur, bergegas menuju ke tempat tujuan. Dan apa yang dilihat mereka adalah Naruko yang sedang memakai pakaian sama seperti maid lain dengan lap kotor di pundaknya dan sapu di tangannya.
"Cepat bersihkan seluruh rumah ini! jika belum selesai kau tidak bisa boleh pergi sekolah! dan untuk kalian, jangan ada yang membantunya cukup buatkan sarapan untukku dan anak-anakku saja! kecuali dia yang bukan ANAKKU!"
Dengan gaya angkuh bak nyonya besar, Sara meninggalkan Naruko yang tetap dalam mode diam dengan tatapan datar. Para maid berjalan mundur perlahan ketika melihat tanda dari Naruko agar mereka tidak ikut campur.
Salah satu maid, sejak kemarin sudah melapor kelakuan ibu tiri dan kedua saudara tiri Naruko kepada Iruka yang merupakan kepala pelayan keluarga Namikaze.
Tentu saja, Iruka bukanlah orang bodoh yang mau menuruti perintah Sara. Bagi Iruka hanya Minato, Kushina dan Naruko lah yang merupakan majikan yang wajib ia patuhi perintahnya. Selain keluarga asli Namikaze, ia tak segan-segan menghiraukan perintah apapun itu.
Iruka sudah memberitahu Minato mengenai kelakuan nyonya baru Namikaze tersebut. Meskipun sudah tau jawaban apa yang akan dia dapat dari sang kepala keluarga tersebut.
"Biarkan Naruko yang memberi pelajaran tata krama kepada mereka. Jika Naruko sudah berlebihan baru kau turun tangan."
Begitulah jawaban yang diberikan Minato pada Iruka. Oleh karena itu, Iruka juga mengikuti jalan permainan Naruko dan ayahnya itu. Lagipula kejadian semacam ini bukanlah hal baru bagi iruka.
Iruka hanya menertawakan kebodohan ketiga wanita baru tersebut. Mereka benar-benar hanya tau mengenai kekayaan Namikaze tanpa tau sebutan atau julukan untuk keluarga Namikaze yang sebenarnya.
…...
Karin, Sakura berserta ibu mereka sedang asik menyantap sarapan mereka. Sedangkan Naruko masih mengelap jendela yang berukuran lumayan besar. Bagaimana pekerjaannya cepat selesai jika sejak tadi Sakura dan Karin menghancurkan apa yang sudah ia bersihkan.
Seperti tadi, saat mengepel dengan langkah santainya Sakura berjalan bolak balik dengan sepatu diatas lantai yang masih basah, Membuat Naruko harus mengulan lagi pekerjaannya. Lalu Karin yang menyuruhnya membersihkan kamar dan menyiapkan pakaian perempuan berambut merah itu.
Buat Naruko melakukan pekerjaan rumah semacam ini bukanlah hal baru atau aneh. Saat Kushina masih hidup, setiap Sabtu dan Minggu mereka semaua melakukan kerja bakti membersihkan rumah bersama-sama dan diakhiri dengan makan bersama di taman belakang. Semua pekerja di rumah Namikaze ikut makan bersama, semua pekerja sangat menghormati nyonya rumah tersebut karena sang nyonya pun menghormati mereka, tak memperlakukan mereka layaknya budak.
Naruko memukul-mukul pundak dan pinggangnya yang terasa pegal. Tanpa terasa sudah jam tujuh lewat dan ia sama sekali belum mandi ataupun bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Begitu ia lihat Sakura dan Karin sudah pergi ke sekolah dan Sara yang katanya pergi ke rumah temannya. Naruko langsung bergegas ke kamarnya, mandi dan bersiap berangkat sekolah.
Begitu masuk kamar, seprai dan selimut yang basah akibat siraman Sara sudah diganti yang baru dan rapi. Bagitupula dengan baju seragam, serta peralatan lainnya yang sudah siap tinggal ia kenakan. Naruko tersenyum simpul melihat pekerja di rumahnya yang melakukan hal tersebut.
"Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, terima kasih." Setelah mengucapkan itu dan tersenyum sangat manis, ia kembali mengembalikan tatapan datarnya. "Sudah yang ke delapan…"
..…
…..
Seperti yang diperkirakan Naruko, ia akan datang terlambat ke sekolah. Melihat gerbang utama sudah di tutup. Naruko berjalan memutar menuju gerbang belakang sekolah yang memang tak begitu mendapat perhatian dari pihak sekolah.
Dengan nekat dia memanjat pagar tersebut dan mendarat di tanah dengan selamat. Membersihkan sedikit bagian rok yang kotor, Naruko berjalan masuk dengan santainya menuju kelas.
Hinata yang sudah diberi kabar terlebih dahulu bahwa ia akan terlambat datang, agar salah satu sahabatnya itu tak merasa khawatir. Ia hapal betul jika Hinta itu sangat mengkhawatirkannya.
Beruntunglah dia, guru yang mengajar di jam pertama tak ada yang masuk karena sedang diadakan rapat sehingga Naruko terbebas dari hukuman.
"A-apa mereka yang membu-atmu terlambat Naru-chan?" tanya Hinata ketika Naruko sudah duduk manis di bangkunya.
"Begitulah."
"A-apa yang sudah me-mereka lakukan Naru-chan? me-mereka tidak menyakitimu kan?" Hinata memeriksa tubuh Naruko dan membuatnya malah kegelian.
"Hahah hentikan Hinata, kau membuatku geli."
"Ma-maaf."
Naruko menepuk pundak sahabatnya yang menurutnya sangat menggemaskan itu dan mengangkat wajah Hinata yang tertunduk. "Hei, kau kenal siapa aku kan Hinata?"
Hinata mengangguk.
"Kalau begitu apa lagi yang kau khawatirkan? jika sudah saatnya membutuhkan bantuanmu, maka aku akan bilang padamu dan yang lainnya juga. Untuk saat ini, serahkan padaku terlebih dulu ok!" Naruko mengedipkan sebelah matanya. "Aku mengantuk, karena bangun terlalu pagi. jika ada guru datang segera bangunkan aku."
Tak lama sudah terlihat Naruko menelungkupkan kepalanya di atas meja dengan sanggahan kedua tangannya yang terlipat. Hinata tau betul sahabatnya seperti apa, cuma yang ia khawatirkan jika ia atau teman-temannya tidak turun tangan, maka Naruko pasti akan lepas kendali. Jika saat itu terjadi, sulit untuk mengendalikannya kembali.
"Naru, jangan kembali seperti dulu. Kumohon."
….
Ketika bel istirahat berbunyi, Hinata meninggalkan Naruko di kelas seorang diri. Bukan tanpa alasan Hinata maupun teman-teman lainnya meninggalkan Naruko atau tak mengajak gadis itu ke kantin bersama. Karena Naruko yang memang tidak mau ikut ke kantin dan memilih tidur kembali. Kepalanya terasa sedikit pusing akibat dibangunkan dengan cara tak wajar seperti tadi pagi.
Baru sekitar lima belas menit ia memejamkan mata dan hampir terlelap, tiba-tiba kedua saudara tirinya menarik rambut Naruko.
"Aduh, apa lagi sih ini." Naruko mendongakkan kepalanya dan melihat Sakura dan Karin sedang berkacak pinggang disampingnya. "Apa mau kalian?"
Senyum meremehkan dan tatapan tajam dari Sakura dan Karin membuat Naruko harus benar-benar menahan luapan amarahnya pada dua orang dihadapannya saat ini.
"Kami haus dan lapar, belikan kami makanan dan minuman di kantin." Naruko beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kantin dengan kedua saudara kembarnya berjalan dibelakangnya. Sesekali Karin mendorong Naruko agar jalan lebih cepat.
Ketika sampai di kantin, kedua orang itu duduk bak boss besar menunggu Naruko membawakan pesanan mereka. Sekitar 5 menit kemudian, Naruko membawa nampan yang berisi makanan untuk mereka berdua.
"Apaan nih! aku kan pesannya jus strawberry bukan jus jeruk." Sakura menyiram jus jeruk tersebut ke wajah Naruko. "Cepat ganti!"
Mendadak suasana kantin hening akibat teriakan dan perbuatan yang dilakukan Sakura. Sasuke dan lainnya yang melihat kejadian tersebut sebenarnya sedikit geram dan ingin sekali menghajar kedua wanita tak tau diri itu, namun Sasuke dan Sasori menghentikan gerakan Shikamaru, Kiba dan Kakashi yang sudah mau menghampiri Naruko.
"Sasuke, Sasori apa kalian tidak berniat membantu Naruko?!" Kakashi memandang kedua temannya yang masih santai makan.
"Ssshhttt, duduk dan lihat saja. Kau tau kan, Naru-chan itu paling tidak suka saat bermainnya diganggu? tunggu dia sendiri yang meminta pertolongan kita." Sasori meminum ochanya yang mulai mendingin.
"Ta-tapi Sasori-senpai, ba-bagimana jika Naru-chan lepas kendali la-lagi?" Hinata memainkan kedua telunjuknya dan menatap Naruko yang mengepalkan tangan menahan amarah.
"Jika hal itu terjadi, kita langsung turun tangan Hinata." Anko menarik kemeja Kakashi agar kekasihnya itu duduk kembali. "Lagipula, sudah lama tidak ada pertunjukan semacam ini kan? hihihi."
Bisa dibilang Anko dan Naruko itu kompak dan sangat cocok dalam urusan menindas seseorang, dan ia tentu saja sudah hapal jika Naruko menunggu saat yang tepat untuk membalas. Ia tak akan melakukan hal yang diluar batas jika orang tersebut tidak mengganggu kehidupan Naruko.
Kembali ke Naruko, yang membawakan nampan yang berisi jus strawberry pesanan Sakura. Namun bukannya dihabiskan malah ditinggalkan begitu saja oleh Sakura.
"Aku sudah enek! enek lihat mukamu. Ayo Karin-nee kita kembali ke kelas saja."
Karin dan Sakura beranjak meninggalkan kantin. Setelah keduanya tak tampak lagi dipersimpangan, Naruko bangkit dan membersihkan wajahnya dengan tisu.
"Cih, harus menambah cucian saja. Ini yang ke sembilan." Lalu tak lama kemudian terdengar suara gelas pecah dan meja yang sedikit retak akibat di hantam Naruko. "Bibi, nanti akan kuganti semuanya."
Siswa lainnya masih terdiam ditempat memandang ngeri Naruko yang menghancurkan meja dan gelas dari meja tersebut.
"Dia, benar-benar marah…." batin teman-teman yang melihatnya.
….
"Dobe," Sasuke menghampiri Naruko ketika pulang sekolah. Sasuke melihat Naruko yang berdiri dekat jendela yang sedang memandang ke arah luar. "Sudah butuh bantuan?"
Naruko menggeleng melihat Sasuke yang sedang mengikuti gayanya memandang keluar. Kemudia ia menyenderkan kepalanya ke bahu Sasuke. "Tetap diam dan lihat saja, jika sudah diluar kendali tolong kendalikan."
"Hn."
"Tapi kau tau teme? rasanya seperti berolahraga. Lumayan juga melenturkan tubuh sebelum berperang. Hahaha." Naruko tertawa lalu melepaskan kepalanya dari bahu Sasuke, kemudian menggelayut manja pada lengan Sasuke. "Teme, traktir ramen donk, hihiih."
Sasuke mengehela napas dan mengacak-ngacak rambut Naruko. "Akan kutraktir tapi beresin dulu kedua wanita itu. Mereka membuat polusi suara yang melebihi suara cemprengmu."
"Fhu…tenang saja polusi itu akan hilang selamanya." Seringai Naruko.
Dari kejauhan Sakura dan Karin melihat kedekatan Naruko dan Sasuke dengan tatapan kebencian. Di dalam otak mereka berdua tersusun berbagai rencana untuk mengerjai Naruko.
…..
…..
Sesampainya di rumah, Naruko menuju kamar sambil menyeret tasnya. Tampang lelah tergurat jelas di wajah cantik itu. Tak hanya lelah fisik sebenarnya tapi lelah batin juga.
Baru juga dia membuka pintu kamar, sudah dapat kejutan siraman dari ember yang sengaja diletakan di atas pintu. Alhasil basah semua tubuhnya. Samar-samar terdengar suara tawa yang tentu saja itu suara dari Sakura dan Karin.
"Enak mandinya?"
"Semoga dengan air itu menyegarkan otakmu untuk segera menjauhi Sasuke-sama."
Naruko menatap kedua saudara tirinya itu dengan tajam. "Memangnya siapa kalian? baru juga kenal Sasuke." balas Naruto datar namun bisa dilihat matanya penuh kemarahan.
"Mamiiiiiih!" Sakura mendadak teriak memanggil ibunya, Naruko menaikan sebelah alisnya bingung dengan apa yang dilakukan Sakura.
Tak lama kemudian sang nyonya besar datang menghampiri mereka dengan gaya bak mau ke mall. Di dalam rumah menggunakan dress pendek, dengan high heels membuat Naruko gatal untuk mematahkan kedua heels tersebut.
"Ada apa sih ribut-ribut begini, mamih itu lagi perawatan wajah tau." Begitu melihat Naruko dalam keadaan basah serta lanta yang basah, Sara menjerit. "Ya ampun, NARUKO! Cepat pel lantai basah ini, menjijikan sekali."
"Mih! si anak sombong ini masa mau merebut Sasuke-sama dari ku, terus dia mengancamku mih." Adu Sakura dengan tampang sok dimelas-melasin.
"Apa? Sasuke? siapa?" tanya Sara bingung mengenai yang diperdebatakan anaknya tersebut.
"Astaga! mamih, itu Uchiha Sasuke anak bungsu dari keluarga Uchiha yang terkaya pertama setelah keluarga Namikaze. Masa gak tau sih?" Karin gemas melihat kebloonan ibunya itu. Masa sama Uchiha dia tidak tau, padahal hampir setiap hari nama keluarga itu selalu muncul di tv dan surat kabar.
"Oh! Uchiha itu? jadi dia mau merebutnya?" Sakura dan Karin mengangguk bersamaan. Sara menghampiri Naruko dan menjambak rambutnya. "Denger ya, tak ada yang boleh merebut apa yang sudah dimiliki kedua anakku. Apa ibumu itu tak mengajari hal tersebut? apa ibumu tak berpendidikan sehingga memiliki anak sepertimu?" Sara melepas jambakannya dan melihat Naruko yang tengah melotot padanya.
"Tarik lagi ucapanmu tentang ibuku." ucapnya pelan namun mengancam. Seketika membuat Karin merinding.
"Buat apa? toh dia sudah meninggal, dan sekarang aku nyonya di rumah ini."
"TA—RIK LA-GI U-C-A-P-A-N-MU!" kali ini Naruko benar-benar menekankan suaranya.
"U-untuk a-apa, kalau aku tak mau mau apa?" Sara sedikit gugup melihat perubahan sikap Naruko.
"Kau mau tau apa? benar-benar mau tau?" Naruko menyeringai dan dalam sekejap, ia menarik baju Sara dan menjambak rambut merah milik ibu tirinya itu. "Sudah sepuluh, dan kau tau sepuluh perbuatan kalian padaku akan ku balas berkali-kali lipat."
Sara menjerit kesakitan karena rambutnya ditarik Naruko dnegan kasar. "Argghhh! lepas anak sialan, Karin, Sakura tolong mamih!"
Namun, tanpa mereka duga ketika Karin dan Sakura hendak mendekati Naruko dan menyelamatkan ibunya. Naruko sudah menendang keduanya hingga jatuh ke lantai, diikuti Sara yang di dorong oleh Naruko juga.
"Pertama, mendorongku jatuh ke lantai dan…–" Naruko mengambil ember yang masih tersisa sedikit di lantai lalu menyiramkan pada mereka bertiga. "Menyiramku dengan air."
Naruko melempar ember tersebut kearah mereka dan berdiri diatas mereka dengan angkuh. "Sudah kukatakan dari awal, jika kalian tak memiliki manner yang baik maka, bersiaplah akan mendapatkan pelajaran khusus dariku."
Naruko berjalan menuju kamarnya, lalu berbalik menlihat ketiga orang itu masih terduduk di lantai dan mengumpat. "Jangan sekali-kali melawan, jika kalian masih ingin menghirup yang namanya oksigen."
Blam! Pintu kamar itu ditutup dengan keras oleh Naruko. Membuat Ketiga orang itu kaget dan segera bangkit berdiri.
"Ada apa dengan anak itu? kurang ajar sekali." Sara melihat Sasame yang berjalan membawa kain pel. "Heh! segera siapkan air hangat aku mau mandi dan bersihkan tempat ini segera." Perintah Sara pada Sasame, namun maid itu hanya mendelik sedikit.
"Maaf, anda siapa ya? saya tidak menerima perintah, selain dari nona Naruko." Balas Sasame dengan jutek.
"Dasar pembantu kurang ajar, awas kau." Belum sempat Sara melayangkan tamparan buat Sasme, Naruko keluar dari kamarnya sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Sekali kau sentuh seluruh pekerja disini, akan kupastikan kau dan kedua anak sialanmu itu akan tidur dipinggir jalan dan ingat ucapanku bukan main-main, Bi*ch!"
Pintu kembali ditutup Naruko dan Sasame mendengus dan meninggalkan Sara yang menjerit kesal.
"Sebaiknya anda diam dan tak banyak tingkah." Iruka tiba-tiba muncul dibelakang Sara.
"Apa maksudnya?"
"Apa anda tak pernah mengetahui rumor atau julukan mengenai keluarga Namikaze?" Sara diam menandakan iya tak tau apa-apa. "Keluarga Namikaze, dikenal sebagai… 'Malaikat berhati iblis'. Mereka memiliki rupa bak malaikat, namun jangan meremehkannya begitu saja, karena mereka terkenal lebih sadis dari keluarga Uchiha baik menghadapi pesaing ataupun…" Iruka menggantungkan ucapannya dan mendekati Sara. "Ataupun menghadapi orang-orang yang menindasnya."
Seketika Sara terdiam dan merasakan bahwa apa yang diucapkan Iruka bukanlah main-main.
…
…..
Pukul setengah tujuh pagi, Naruko sudah rapi dengan seragam dan perlengkapan sekolahnya. Ia duduk manis di ruang makan sambil menerima telepon dari sang ayah.
"Tenang ayah Naru baik-baik saja, bagaimana dengan ayah disana?"
"….."
"Baiklah, salam buat yang lainnya ya ayah dan jangan lupa memakai pakaian hangat."
"….."
"Naru juga sayang ayah, Bye."
Naruko menutup teleponnya dan kembali menikmati sarapan yang hanya tersaji setangkup roti panggang dan juga segelas susu coklat hangat. Matanya asik memandangi koran pagi yang memang selalu dibacanya demi melihat perkembangan kondisi keluarganya.
Tak lama kemudian Sakura dan Karin berserta ibu kesayangan mereka turun dari lantai dua. Melihat Naruko yang sudah duduk manis di meja membuat darah mereka seakan mendidih dan tentu saja mereka lupa dengan apa yang diperbuat Naruko kemarin.
"Sedang apa kau disini? sana ke dapur siapkan sarapan untuk kami." Bentak Karin.
Naruko memandang mereka sekilas lalu menutup korannya dengan rapi. "Siapkan apa? sarapan? siapa kalian berani memerintahku. Apa kalian lupa, perbuatan kalian akan kubalas berkali-kali lipat. Itulah metode pelajaran manner dariku."
Karin yang geram dengan perkataan Naruko hendak menjambak rambut Naruko, namun naas sebelum tangan itu menyentuh, tangan miliknya sudah digenggam Naruko dengan erat hingga ia mengaduh kesakitan. Dengan tak ada rasa kasihan ia mendorong Karin ke lantai.
"Iruka, tolong panggil semua pekerja kesini sekarang." Panggil Naruko ke Iruka yang berdiri tak jauh darinya.
"Baik nona tunggu sebentar." Tak lama kemudian Iruka kembali bersama seluruh pekerja di kediaman Namikaze yang berjumlah sekitar 20 orang. "Mereka semua sudah ada disini nona."
Sakura dan Sara bingung dengan apa yang mau dilakukan Naruko pada keseluruh pekerja itu, mereka hanya berdiri saling berdekatan. Jujur ketakutan lah yang membuat mereka tak berani berkata satu kalimatpun.
"Kalian ku kumpulkan disini, karena aku ingin memberikan kalian liburan sampai Iruka menghubungi kalian untuk kembali." Terdengar sorak sorai dari para pekerja tersebut. "Tenang dulu. Namun untuk Sasame, Haku, Hidan dan Kimimaru tidak ikut liburan karena aku membutuhkan kalian disini. Jika yang lain sudah selesai berlibur baru gantian kalian yang libur. Tak apa kan?"
"Tentu saja nona, kami siap membantu." balas keempat orang itu serentak.
"Bagus dan kalian yang lain bisa bersiap-siap untuk berlibur mulai hari ini."
"Tapi nona, bagaiman dengan pekerjaan rumah?" tanya salah satu maid yang sedikit khawatir meninggalkan pekerjaan rumah pada majikannya tersebut.
Naruko menyeringai dan Iruka sudah tau apa yang akan dilakukan majikannya itu hanya bisa menghela napas. "Tenang saja, karena seluruh pekerjaan rumah kalian akan ada yang menggantikan. Bukan begitu Karin, Sakura dan nyonya Sara."
"Tidak bisa! akan ku laporkan kelakuanmu ini pada Minato!" Sara menentang keputusan Naruko. Hei dia berpikiran dia nyonya Namikaze, tentu saja tak pantas ia melakukan pekerjaan kasar semcam itu.
"Silahkan telpon saja, kau pikir aku takut?" Naruko menyodorkan telepon kepada Sara. "Ayo hubungi ayahku itu. CEPAT!" bentak Naruko hingga membuat merinding ketakutan siapapun yang mendengarnya.
"Mulai hari ini kalian bertiga, menggantikan pekerjaan ke 16 pekerja yang sedang libur dan kalian bertiga tidak boleh menyuruh ke 4 orang itu kecuali aku. Paham! dan satu lagi, kalian berdua Karin dan Sakura. Gunakan kendaraan umum jangan sekali-kali kalian memakai mobil-mobilku, karena kalian tau kenapa?"
Naruko mendekatkan tubuhnya ke kedua saudara tirinya itu.
"Karena aku JIJIK dengan kalian berdua yang menyentuh barang-barang milik KELUARGAKU! orang asing aja belagu." Naruko memundurkan tubuhnya dan mengibaskan lengannya yang terkena tubuh Karin sedikit. "Ayo Hidan kita berangkat sekolah dan yang lain, selamat bersenang-senang selama liburan ya." Naruko tersenyum tulus pada keseluruh pekerja disana.
"Hati-hati dijalan nona~"
Setelah kepergian Naruko, Iruka menghampiri Sara. "Sebaiknya anda mulai bekerja karena nona Naruko sudah memasang cctv diberbagai tempat untuk mengawasi anda. Saran saya anda lebih baik mengikuti apa yang dikatakan nona, daripada anda akan berakhir di rumah sakit atau paling parah rumah sakit jiwa, Saya permisi."
Bagaimana dengan ketiga wanita itu? mereka berpegangan tangan seakan kesenangan yang baru saja mereka genggam mendadak lepas dan berada di sebuah tempat yang lebih mengerikan dari penjara.
"Mamih, apa yang harus kita lakukan?" Sakura merengek pada ibunya.
"Entahlah, mamih juga tidak tau. Kita pikirkan nanti cara membalasnya, sebaiknya kalian berangkat ke sekolah sekarang sebelum terlambat dan Karin, tolong cari tau data Namikaze selengkapnya."
"Baik mih."
…
…..
Rupanya Naruko benar-benar membalas segala perbuatan yang dilakukan Sakura dan karin kepadanya tempo hari yang lalu. Karin dan Sakura diperlakukan tak bersahabat pada setiap siswa, bahkan tak sedikit siswa yang melempari mereka dengan kertas atau menempelkan tulisan aneh-aneh dibelakang tubuh mereka.
Mereka baru merasakan yang namanya di bully itu ternyata seperti ini. Mungkin juga ini sekalian karma untuk mereka yang sering membully ketika di sekolah yang dulu.
"Si Naruko itu benar-benar membuat kita kehabisan kesabaran." Ujar Karin pada Sakura.
"Betul! menyebalkan sekali, bahkan seluruh siswa disini mendukungnya. Pake guna-guna apa sih dia, siaaalll!"
"Ehm, sebaiknya kalian melarikan diri deh." Suara Suigetsu dari belakang mereka berdua mengagetkan keduanya. "Kalian gak tau, Naruko itu adalah sang mawar."
"Sang mawar? kemarin Iruka bilang malaikat berhati iblis, yang mana yang benar?"
"Wah, akhirnya kalian tau juga julukan itu. Malaikat berhati iblis itu sebutan untuk keseluruhan keluarga Namikaze, dan mawar adalah julukan Naruko di sekolah ini. Dikarenakan dia cantik namun hati-hati dengan duri yang dimilikinya. Sekalinya tertusuk duri tersebut, maka kalian akan terluka terus." Jelas Suigetsu.
Suigetsu beranjak hendak meninggalkan kedua wanita yang mencerna setiap perkataan dari Suigetsu, namun kemudian dia berbalik. "Oh ya, jangan lupa Naruko itu ahli bela diri terbaik se-Jepang lho." Cengirnya menampakkan gigi tajam bagaikan gigi hiu.
Tampaknya hidup Sakura, Karin dan Sara tak akan tenang dimulai dari sekarang….
…
To be Continue
….
Pojokan Kanon1010 :
Finnally rampung juga, Kanon mau upload dari kemarin tapi quota wifi habis jadi nunggu diisi dulu deh heheheh….Seneng banget fic baru kanon dapet respon yang baik terima kasih semua ^^….
Oh ya, untuk Naruko disini bisa dibilang agak tak berperasaan. dan tidak lemah lembut seperti di fic kanon lainnya. Kanon pure menempatkan Naruko 100% sadis tanpa belas kasihan. jadi no protes ya! hihiih :3
untuk balasan review, sekarang kanon jawab random ya… sebelumnya kanon say thank's dulu sama yang udah sempet mampir buat review :
Vipiris, lovelychrtsant, CindyAra, Noal Hoshino, Aristy, Namikaze Ryuuki Ananta, Earl Louisa vi Duivel, lalafahmi, Dee chan – tik, Icha Clalu Bhhgia, Mitsuka Sakurai, ryanfujoshiSN, Dhekyu, Anne Garbo, Anagata Lady Rikarin, Chiriyuki Hikaru, Namikaze Gaki, Zoccshan, Shiro yuki, Shizura-Chan, Uzumaki Bima, adechan7, dan Kyuuto KarentheYandereHumanoid
….
1. Penasaran sama sifat asli Naru …. : (Sudah tampak kan aslinya dia semacam apa hihiihih)
2. Buat Sakura dan Karin menderita …. : (Sudah pasti, Naruko akan balas mereka berkali-kali lipat.)
3. "Semoga tidak seperti dulu" maksudnya apa? … : (nanti akan kanon ceritakan sejak kapan naruko jadi sesadis itu.)
4. Nice fic, ceritanya fresh …. : (makasih banyak ^^ )
5. Pairnya SasuNaru …. : (hmm, masih rahasia ^^)
6. Kapan Gaara muncul? ….. : (tunggu dia bisa bebas dari padang gurun *eh* hiihihihih)
7. updatenya ada jadwal atau nggak? …. : (Kanon update fic ga ada jadwal ^^ semaunya kanon, biasanya sih kalau kanon udah selesai ngetik langsung kanon update. ^^)
Yosh! udah semua kan kejawab? kalau ada yang belum silahkan PM kanon atau bilang di review unek-unek kalian tentang fic ini…. oh ya kalo ada yang kelewatan namanya di tulis, maafkan kanon ya :(
oh ya ada yang nanya apa kanon suka "YUNJAE"? kanon sangat sangat suka! diantara semua pasangan real yaoi yang kanon tau, kanon paling fav sama yunjae. perfect couple yang kanon kenal. oh ya kanon itu fleksibel, meskipun kanon suka japan dari awal tapi kanon menerima semua aliran musik korea kanon juga suka kok ^^.
ok cuap-cuapnya, takut kepanjang. makasih yang udah mampir.
have a nice day~
sampai jumpa di chap depan ^^
