-CINDERELLA 2013-

By: kanon1010

Disclaimer : Masashi Kishimoto


chap 3 :"Racun yang mulai di racik penyihir jahat."

KRiinngggg! …. Kringg!... Kring!

Bunyi alaram dari jam weker Naruko, membangunkan sang putri tidur dari tidur cantiknya. Hanya tampak tangan Naruko muncul dari balik selimut, mengambil jam tersebut lalu dengan santainya ia melempar jam tersebut hingga tak terdengar lagi bunyinya. Namun ternyata tak hanya satu jam itu saja yang berdentang, berteriak membangunkan sang pemilik ponselnya pun ikutan berbunyi membangunkannya.

Akhirnya di deringan yang ke lima, Naruko bangun lalu mengambil ponselnya melihat jam yang tertera di layar.

Jam 05.00 ternyata masih terlalu dini hari untuk ia bangun, tapi tak lama kemudian wajah mengantuknya berubah menjadi senyuman cerah. Segera saja ia beranjak keluar dari kamar dan menuju kamar lain yang tentunya masih ditiduri sama seseorang.

...….

BYURRRR!...

"Whapha! apaa banjir~ banjir." Sara terbangun dengan gelagapan seperti orang sedang tenggelam.

"Kedua, membangunkan dengan cara disiram dengan air. Apa segar rasanya Sara-san?" Seringai Naruko masih tercetak puas melihat kondisi ibu tirinya yang basah kuyup dengan muka kesal.

"Apa maksudnya ini! tidak sopan membangunkan orang dengan cara semacam itu!"

Belum selesai Sara berbicara, Naruko menyiramkan lagi sisa air yang berada di dalam ember. "Sudah lebih segar? apa perlu air yang lebih dingin untuk mengingatkanmu bahwa apa yang kulakukan saat ini pernah kau lakukan padaku? jangan lupa, aku akan membalas setiap perlakuan yang kau dan kedua anakmu lakukan padaku."

Sara diam tak bisa menjawab apapun, karena ia memang masih ingat dengan jelas perkataan anak tirinya tersebut, bahkan ucapan Naruko seakan suara hantu yang terus terngiang-ngiang di telinganya.

"Cepat bangun dan siapkan sarapan, tapi sebelumnya bersihkan rumah ini terlebih dulu." perintah Naruko sambil ia berlalu membanting pintu meninggalkan Sara.

"Anak sialan!"

...…..

Sama dengan ibunya, Sakura dan Karin pun dibangunkan dengan cara disiram oleh Naruko. Sekarang ketiga orang itu memakai pakaian maid untuk membersihkan seluruh kediaman Namikaze yang tak bisa dikatakan kecil.

Gerutuan, umpatan menghiasi bibir mereka sepanjang mereka melakukan pekerjaan rumah tersebut. Tak hanya kesal dengan Naruko, namun juga keempat maid yang seharusnya melakukan pekerjaan mereka itu, malah tak memperdulikan mereka.

"Ya! Naruko yang terhormat! bisa tidak kau tidak berjalan bolak-balik dengan sepatumu itu, Tidak lihat bahwa lantai itu baru ku pel." Teriak Sakura yang kesal, melihat Naruko yang sengaja mengotori lagi lantai yang telah dibersihkannya.

"Penting buat tau itu sudah di bersihkan atau tidak? maid itu kerjaannya ya bersih-bersih gak usah ngelawan majikan, hey orang asing." Kata Naruko sambil berlari kecil menuju pelataran halaman depan untuk sekedar berolahraga kecil. Sedangkan Sakura, dapat dilihat wajah gadis berambut pink itu merah padam menahan amarah.

"Cukup! aku tak terima hal ini, kita lihat saja seberapa lama cinderella sombong itu bertahan." Sakura melempar alat pel dan pergi meninggalkan Sara dan Karin yang menghela napas melihat kelakuan Sakura yang memang lebih bertemperamen tinggi dibandingkan Karin.

Sara dan Karin meneruskan pekerjaan mereka, mengingat Iruka sudah berkata bahawa Naruko memasang cctv di rumah ini, sehingga ia bisa mengawasi gerak gerik semua orang, termasuk mereka. Saat ini yang dipikiran mereka segera menyelesaikan pekerjaan ini lalu memikirkan bagaimana cara membalas Naruko.


...

pukul 07.15, Naruko berada di meja makan bersiap menikmati sarapan yang disajikan ibu dan anak itu. Sederhana hanya sandwich, segelas susu coklat dan buah-buahan, Naruko memang tak begitu menyukai sarapan yang berat.

"Siapa yang membuat ini?" tanya Naruko pada ketiga wanita tersebut.

"Sakura yang membuatnya." Balas Karin.

Naruko menoleh ke Sakura yang menatap kesal ke Naruko. "Kalau begitu, sarapan ini untuk kamu saja Sakura."

"A-apa? ya! enak saja sudah kubuatkan malah menyuruh orang lain makan, kau minta sarapan ya kubuatkan, seharusnya kau yang makan." Tolak Sakura yang makin membuat Naruko memicingkan matanya.

"Ah, tidak apa-apa aku tau kau lelah dan belum sarapan kan? ayo silahkan dimakan dan susunya jangan lupa diminum." Naruko bergaya sok manis dan mendekati Sakura sambil membawa sarapan tersebut. "Makan atau detik ini juga, kau keluar dari rumah ini."

"Ta-tapi…."

"Kenapa kau tak mau? ini masakan mu sendiri, harusnya kau berterima kasih padaku karena memperbolehkan kau sarapan terlebih dahulu, cepat di makan!"

Dengan terpaksa Sakura mengunyah sandwich yang disodorkan ke dalam mulutnya dan meminum susu yang sebenarnya sudah ia campurkan dengan obat pencahar. Niat mau membuat Naruko sakit perut malah berbalik menyerangnya dan menjadi senjata makan tuan.

Naruko yang melihat seluruh sarapannya habis dimakan Sakura tersenyum puas. "Enak kan? lain kali pintar-pintar jika ingin memasukan obat pencahar, kau tau penciuman ku ini sudah terbiasa mendeteksi bau obat-obat semacam itu."

Lima menit kemudian, Sakura merasa perutnya melilit dan alhasil sekarang ia menjadi penghuni kamar mandi untuk sementara. Sara dan Karin tidak bisa berucap lagi, antara takjub dengan kemampuan Naruko atau takut menjadi korban selanjutnya. Jujur cara yang sama hampir mereka lakukan, namun keburu Sakura duluan yang melakukan hal itu.

"Aku akan sarapan di sekolah saja. Iruka, tolong panggilkan Hidan untuk mengantarku ke sekolah."

"Baik nona tunggu sebentar."

Tak lama kemudian Iruka datang kembali dan mengatakan Hidan telah siap di dalam mobil.

Selang beberapa lama Naruko pergi, Sara menghampiri Iruka.

"Iruka-san, bagaimana Naruko bisa mengenali kalau makanannya sudah diberi obat pencahar?"

Iruka menatap malas nyonya barunya itu, image baiknya menghilang seakan mengikuti sang nona muda yang juga menghilangkan sifat baiknya pada wanita dihadapannya ini. "Anda tak perlu terkejut, tumbuh bersama tuan muda Kyuubi sepupu nona Naruko membuatnya sangat peka terhadap aroma obat meskipun anda menyamarkannya pada makanan. Sejak kecil nona Naruko belajar hal semacam itu, demi melindungi ayah dan ibunya yang memang hampir setiap hari terancam jiwanya. Saya tau anda dan kedua anak anda menikahi tuan Minato hanya karena mengincar kekayaan keluarga ini, tapi saya harap seberapa anda benci atau kesal pada nona Naruko jangan sampai melakukan hal yang membahayakan jiwanya. Percayalah, tuan Minato bisa lebih mengerikan dari nona Naruko."

Sara semakin penasaran dengan kelurga barunya ini, terutama suami dan anak tirinya. Seakan banyak misteri yang tersembunyi di dalam keluarga yang tampak sangat ramah di berbagai media massa. Bahkan yang ia tau keluarga Namikaze lebih baik dari Uchiha yang memang terkenal dingin.

"Oh ya, peringatkan kedua anak anda. Jangan terlalu menyakiti nona Naruko, karena Uchiha dan Akasuna tak akan segan-segan turun tangan jika nona Naruko terluka. Saya hanya mengingatkan agar kedua anak anda tidak tinggal nama saja."

Iruka benar-benar meninggalkan Sara yang masih terdiam, sepertinya ia salah mendekati keluarga kaya tersebut. Entah mengapa bulu kuduknya langsung berdiri.


...

Di sekolah, Naruko menikmati sarapannya ditemani oleh Hinata dan juga Sasori. Sifatnya tentu saja berubah jika dihadapan orang-orang yang disayanginya itu. Terutama pada Sasori, ia akan menjadi sangat manja pada sosok yang dianggapnya kakak itu.

"Ke-kenapa kau makan di se-sekolah Naru-chan?"

"Sakura meracuni sarapanku dengan memberikan obat pencahar." Jawabnya santai sambil meneruskan sarapan paginya.

"Be-benarkah? astaga aku tak percaya itu." Hinata menutup mulutnya karena kaget. Sebenarnya bukan hal baru ia mendengar Naruko diracuni atau berbagai percobaan pembunuhan yang ditujukan padanya. Namun, hampir setahun ini ia tak mendengar berita tersebut dan mendengar lagi, masih saja membuatnya shock.

"Jangan terlalu kejam pada mereka Naru." Sasori mengusap kepala Naruko dengan lembut.

"Aku tak kejam Sasori-nii, aku hanya membalas apa yang mereka lakukan padaku. Lagipula salah ayah kenapa memilih istri yang cuma mengincar kekayaan ayah saja." Sungut Naruko yang kesal dengan kebodohan Minato akibat ia tak bisa menahan diri melihat wanita berambut merah yang mengingatkannya pada mendiang Kushina.

"Aku tau, hanya saja tolong kurangi sedikit kesadisanmu itu."

"Aku tak janji Sasori-nii, jika mereka sudah bisa bersikap tulus padaku dan ayah aku akan mempertimbangkannya." Lanjut Naruko menghabiskan sarapan paginya.

Setelah selesai, mereka kembali ke kelas masing-masing.

...…..

Karin yang sedang melamun di kelas, mendadak dihampiri oleh beberapa orang gadis yang diketahuinya dua orang dari kelasnya lalu sisanya ia tak kenal.

"Kau, Karin? Saudara tirinya Naruko?" tanya salah seorang gadis tersebut.

"Mau apa kalian? mau membullyku sama seperti yang dilakukan siswa lain?" sengit Karin menatap keempat gadis dihadapannya itu dengan tak senang.

"Bukan, tapi kami ingin mengajakmu melakukan sesuatu." Jawab seorang gadis dengan rambut pendek berwaran ungu. "Sebelumnya namaku Konan dari kelas sebelah. Jadi bagaimana? mau ikut?"

"Melakukan apa? kalau sesuatu yang tak berguna maaf saja, aku tak berminat sama sekali." Karin mengacuhkan Konan dan kawan-kawan. Namun kemudian Konan mendekatkan dirinya ke Karin dan membisikkan sesuatu.

"Bagaimana?"

"Setuju! tunggu sampai saudaraku sembuh, maka akan kita lakukan." Senyum Karin lalu mengulurkan tangannya dan dibalas Konan dengan sangat baik. "Senang bekerja sama denganmu Konan."

"Hm, sama-sama."

...….


-Jangan lupa!-

Konoha Internasional High School

mempersembahkan…

Pesta dansa tahunan! persiapkan diri kalian. siapkan pasangan

dan akan ada pemilihan princess dan prince 2013.

acara akan diadakan di ballroom utama KHS!

gunakan pakaian terbaik kalian dan jadilah yang paling berkilau!

ttd: Osis KHS!


...

Siswa-siswi yang mendengar pengumuman dari radio sekolah langsung riuh bersorak. Acara tahunan ini, memang hal yang paling dinantikan oleh seluruh murid KHS. Selain merebut kedudukan princess dan prince KHS yang akan mendapatkan keistimewaan sampai satu tahun kedepan, acara ini juga sebagai ajang mencari jodoh atau mengajak seseorang yang disukai.

Princess dan prince tahun lalu dipegang oleh Ayame dari kelas 3.5 dan Hayate dari kelas 3.2. Keduanya terpilih karena mendapatkan voting terbanyak. Seharusnya Sasuke, Sasori dan Kakashi termasuk dalam kandidat tapi mereka bertiga malah menolak dengan alasan memberikan kesempatan kepada yang lain.

"Apa kamu akan da-datang Naru?" tanya Hinata pada sahabatnya yang lagi asik berlatih memanah. Selain jago dalam ilmu bela diri, Naruko juga ahli dalam bidang memanah, menggunakan pedang, bahkan menembak. Sebuah keahlian yang cocok bila ia berprofesi sebagai pembunuh atau polisi. Namun sayang, semua itu ia lakukan demi melindungi diri sendiri dan orang tuanya.

"Entahlah Hinata, mungkin aku akan datang. Apa klub ikebanamu sudah bubar? makanya jam segini kau sudah ada disini?" sindir Naruko dengan bercanda.

"Na-naruko! klubku tidak bubar. Hari ini memang sengaja pulang cepat, kebanyakan anggotaku mau mencari baju buat pesta."

"Kukira sudah bubar," Melihat Hinata tertunduk membuat Naruko mengeluarkan cengiran khasnya. "Aku bercanda. Jadi nanti kau akan berpasangan dengan Kiba lagi? hey, Hinata tidak mau mencoba selain Kiba? Bagaimana dengan Shino dari kelas sebelah? sepertinya dia menyukaimu." Goda Naruko yang membuat wajah Hinata yang putih itu merona.

"Jangan racuni pikiran kekasihku seperti itu Naru!" Kiba berdiri di pintu sambil menenteng tas sekolahnya. "Kuadukan ke Neji-senpai kalau kau mencoba meracuni pikiran murni Hinata."

"Coba saja adukan, Neji-nii akan lebih percaya padaku tau." Balas Naruko dengan percaya diri.

Lalu dimulailah pertengkaran kecil keduanya, yang membuat Hinata tertawa.

"Naru, apa kau sudah mau pulang? Neji-nii mengirim pesan agar aku segera pulang, kau mau pulang bersama?" tawar Hinata ketika melihat kekasih dan sahabatnya telah selesai bertengkar.

"Ah, kau pulanglah duluan bersama si puppy itu aku pulang sendiri saja."

"Baiklah kalau begitu. Aku pulang duluan Naru-chan dan hati-hati di jalan." Hinata melambaikan tangan dan beranjak pergi bersama Kiba.

"Dasar Hinata, harusnya kan aku yang mengucapkan hati-hati di jalan." Kata Naruko pelan sambil membereskan peralatan memanahnya untuk bersiap pulang.

Setelah berganti pakaian menjadi seragam lagi, Naruko berjalan menuju gerbang sekolah. Di parkiran sudah ada Sasuke yang sepertinya menunggu kedatangan Naruko.
"Teme, sudah lama menunggu?" Naruko masuk ke dalam mobil Sasuke dan memakai sabuk pengaman.

"Hn."

Mobil Sasuke melaju di tengah jalanan sore yang lumayan padat, mengingat saat ini adalah jam pulang orang kantor sehingga kemacetanpun tak bisa dihindari mereka.

"Kapan kerumah lagi? Ibu menanyakanmu, dobe." Ucap Sasuke memecahkan keheningan diantara keduannya.

"Bibi Mikoto mencariku? bagaimana kalau hari minggu nanti aku kesana. Sudah lama juga tidak bertemu bibi Mikoto, aku juga kangen." Senyum Naruko membayangkan sosok ibu Sasuke yang mengingatkannya pada almarhum ibunya.

"Ku jemput."

"Boleh, jam 10an saja ya kau tau kan bangunku jam berapa Sasuke. Apa Itachi-nii ada di rumah juga?"

"Tidak. Dia ikut bersama ayah ke Rusia."

"Begitu, syukurlah ada Itachi-nii juga disana, setidaknya ayah aman."

Semenjak kematian sang ibu, Naruko memang lebih protektif lagi terhadap ayahnya. Ia tak mau kehilangan keluarganya lagi, ia belum siap ditinggal kedua orang tuannya.

"Seharusnya kau lebih memikirkan dirimu sendiri dobe."

Sesampainya di rumah, Naruko melihat ibu tirinya sedang membersihkan ruang tengah dengan memakai pakaian maid. Tatapan datar yang bisa ia berikan ketika Sara melihat kedatangan Naruko. Tubuh Naruko sangat lelah, sehingga ia tak berminat menyuruh apa-apa untuk ketiga orang yang sedang disiksanya itu. Begitu masuk kamar, ia mandi lalu langsung tidur. Jika sudah seperti itu Iruka maupun maid lainnya tak bisa mengganggu.

...

Keesokan harinya, kesadisan Naruko kembali muncul ketika melihat ibu tiri dan kedua saudara tirinya duduk di meja makan dan sarapan terlebih dahulu. Tanpa sepengetahuan Naruko, semalam Sara berserta Karin dan Sakura kompak akan melawan balik Naruko. Mereka tak terima diinjak-injak sama orang seperti Naruko.

"Sedang apa kalian?" tanya Naruko dingin. Moodnya benar-benar hancur pagi ini melihat kelakuan ketiga orang tersebut.

"Sarapanlah, matamu rabun tidak bisa melihat apa yang sedang kami lakukan?" jawab Sakura dengan ketus.

"Oh, apa enak sarapannya kakak dan ibu tiriku sayang….?"

"Heh! ambilkan kami susu, cepetan." Kali ini Karin menyuruh Naruko tanpa memandang wajah Naruko yang menyeringai.

"Baik, tunggu sebentar kakaku sayang." Naruko berjalan kearah dapur dan mengambilkan kotak susu dari lemari es. Karin, Sakura dan Sara bingung dengan sikap Naruko yang mau menurut saja.

Tak lama kemudian Naruko datang membawa kotak susu tersebut. "Susunya datang kakak, silahkan dinikmati." Dengan asiknya Naruko menyiramkan susu tersebut ke kepala Karin. "Bagaimana sudah cukup apa masih kurang?" Naruko menyiramkan lagi sisa susu tersebut ketubuh Karin. "Ups, kebanyakan maaf ya kakak."

Brak! Sakura dan Sara menggebrak meja makan, menatap Naruko dengan nyalang. "HEH! Naruko! apa yang kau lakukan!" teriak Sakura marah melihat kakaknya tersiram susu dingin tersebut.

"Apa? tadi dia minta susu, ya kuberikan susu salah?" balas Naruko dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin.

"Kau itu bodoh apa idiot? tidak tau cara menyediakan minuman yang baik?" Sakura makin tersulut kemarahannya melihat tingkah Naruko.

"Tau kok, seperti ini kan?" Naruko mengambil gelas jus jeruk yang di meja makan dan menyiramkannya ke Sakura. "Seperti itu kan? orang macam kalian tak pantas diberi kesopanan, berani-beraninya kalian bertingkah di pagi hari ini."

"ARGGHHH! awas kau Naruko! akan kami balas, wanita iblis." Teriak Karin lalu ia berlari ke kamar untuk mengganti bajunya.

Sara yang melihat kedua anaknya yang sudah basah kuyup hendak menyiramkan air ke Naruko, namun sayang gerakan Naruko yang lebih cepat malah membuat tangannya yang memegang gelas tersebut, menyiram tubuhnya sendiri.

"Iruka, hubungi sekolah, hari ini aku ijin tidak masuk. Sepertinya sudah saatnya membuang hama." Naruko berjalan kembali ke kamarnya, mengganti baju sekolah dengan baju biasa.

Sakura dan karin, yang sudah berganti seragam, berangkat ke sekolah dengan hati penuh kekesalan. Karin yang ingat dengan Konan langsung menceritakan pada Sakura.

"Bagus itu, kuharap dengan ini dia akan menyesal selamanya dan tersiksa selamanya."

…...

Naruko duduk manis di ruang tengah, menikmati teh hangat berserta dengan kue kering yang dibuatkan oleh Haku. Wajahnya tampak jelas sangat puas karena telash selesai berberes 'hama' yang beraninya bertingkah dikala moodnya sedang tidak benar-benar baik.

Sara sedang keluar entah kemana, lalu Karin danSakura masih berada di sekolah.

Naruko Pov

Kebahagiaan itu sederhana, dimana sebuah rasa puas yang membuatmu lega dan senang sudah bisa dikatakan bahagia. Bahagia itu tak berbentuk fisik, tapi beberbentuk sesuatu yang tak dapat dilihat tapi dapat dirasakan.

Hati manusia itu fleksibel. Bisa saja saat ini baik namun tak lama kemudian akan berubah, hati orang siapa tau. Mungkin kalian menganggap aku terlalu kejam, sadis atau tak punya perasaan. Tapi itulah hidupku, hidup yang telah kujalani sejak kecil. Hidup dalam keluarga yang diberikan rezeki berlimpah membuat ku tak bisa menjalani hidup dengan orang lainnya.

Untuk orang-orang seperti kami, tak ada yang namanya orang yang bisa dipercaya selain orang yang sudah kami kenal dengan baik. Bukannya aku sombong atau apa, hidup kami bisa dibilang tak tenang setiap saat ada saja yang menginginkan nyawa kami. Bahkan ada yang tega hanya mengincar materi.

Sama seperti ketiga orang itu.

Coba saja mereka sejak awal baik-baik saja, tentu aku tak akan berlaku seperti ini. Mereka pikir mereka siapa? orang asing yang masuk tiba-tiba dan berlaku bak penguasa keluarga ini. Sampai aku mati tak akan ada yang bisa menggantikan Namikaze Kushina.

Sudah jam 3 ternyata, dan kulihat kedua saudara tiriku itu baru pulang dan berjalan mengarah ke kamar mereka. Tunggu hingga mereka melihat kejutan yang kuberikan pada mereka.

Dalam hitungan 1…. 2…. 3….

"SIAPA YANG MELETAKAN BARANG-BARANG KAMI DILUAR?"

Benarkan apa ku katakan mereka sudah melihat kejutan yang kuberikan dan tak lama lagi pasti mereka turun kebawah dan berteriak-teriak di hadapanku. Mereka itu sungguh-sungguh tak memiliki manner yang baik.

"Apa maksudmu mengeluarkan semua barang kami dan mengunci kamar kami Naruko!"

Aku menghirup sejenak teh yang dibuatkan Haku ini untuk menenangkan diri membalas ucapan Sakura.

"Hem? aku tadi hanya sedang beres-beres dan membuang barang-barang milik hama kotor." jawabku santai, ah senangnya melihat wajah merah mereka yang menahan amarah. Marahlah, dan aku akan mengembalikan amarah kalian berkali-kali lipat.

"Apa maksud mu hama?"

"Berapa nilai biologi kalian? ternyata otak kalian sangat bodoh sampai tidak tau apa itu hama. Ya hama itu makhluk yang harus dibinasakan, yaitu kalian."

Kulihat Karin dan Sakura berjalan mendekatiku, sepertinya mereka ingin mengeroyokku. Benar saja, Karin mengunci kedua tanganku dan Sakura melayangkan tamparannya di pipiku. Sakit, tapi mereka akan merasakan yang lebih sakit.

Ku tendang tubuh Sakura dan kubanting kedepan tubuh Karin. Hei, maaf saja aku tak akan berbelas kasih atau bersikap lembut terhadap kedua orang di depanku ini.

"Mulai malam ini, kalian tidur di kamar pembantu yang berada di belakang. Kalau kalian tidak suka silahkan angkat kaki dari rumah ini dan jangan pernah kembali."

"Akan ku adukan pada Minato."

"Silahkan, dan kupastikan ibu kalian langsung mendapat surat cerai dari ayahku. Melihat kelakuan istri dan anak tirinya yang membully anak kandungnya, apa yang akan dia lakukan ya?" ucapku sambil bergaya ala mikir. "Ah, mungkin kalian akan tinggal nama. Ingat ya, kami keluarga Namikaze bukanlah sama seperti yang kalian tau."

"Maaf, nona ada tuan Sasuke datang." Hidan supir keluargaku menghampir dan memberitahu padaku.

"Suruh dia masuk saja Hidan."

"Tidak perlu, aku sudah disini."

Hidan berpamitan meninggalkan ruang tengah, dan si Sasuke teme ini sudah duduk manis di sofa.

"Kenapa masih berdiri? duduk."

Heh, lihatlah gaya tuan Uchiha bungsu itu, seakan dia penghuni rumah ini. Tanpa menghiraukan keadaan kedua saudara tiriku aku duduk disebelah Sasuke. Si teme ini memang sering main kerumah kadang juga bersama Sasori-nii dan lainnya.

"Kenapa tidak masuk?"

"Malas, hari ini aku sedang membersihkan hama yang menjamur." lirikku pada Karin dan Sakura yang menggepalkan tangannya, lalu mereka berdua berlalu mengambil semua barang-barang mereka yang kutaruh di depan kamar dan kamar mereka ku kunci.

"Sudah Naruko, apa belum puas?"

"Belum, sampai sifat mereka berubah maka pelajaran manner ala Naruko selesai."

Sasuke menghela napas, lalu ia memberikan buku bersampul ungu padaku. "Apa ini?"

"Buku catatan Hinata."

"Terima kasih, kau sudah mau pulang teme? bukannya sekalian bawa ramen tadi." poutku melihat si teme ini tidak membawa apa-apa.

"Ada di meja." Balasnya singkat, kadang bingung juga apa di rumah mereka tidak bosan ya cuma keheningan yang ada, paling bibi Mikoto yang banyak bicara, sisanya cuma sepatah dua patah.

"Aaaa maksih temeku sayang, lain kali bawanya 5 porsi ya kalau cuma 2 kurang banyak." kupeluk tubuh Sasuke seperti biasanya. Mungkin kalian mengira kami ada hubungan lebih dari sahabat. Namun hingga sekarang aku dan dia hanya berteman saja. Kadang kami bertengkar, kadang kami bisa seperti kakak dan adik.

Aku masih menikmati hubungan seperti ini, sering ku di beritahu oleh Anko-nee kalau Sasuke menyukai ku, benarkah itu? aku juga menyukainya sama speerti menyukai sahabat yang lain.

Daripada dikatakan sahabat, lebih tepatnya aku membutuhkan Sasuke. Terbiasa tumbuh dari kecil bersamanya membuatku sudah sangat terbiasa dengan keberadaannya sehingga tak kupikirkan lagi perasaan lain, atau mungkin perasaan itu belum muncul.

Lagipula ada seseorang yang membuatku penasaran hingga saat ini.

Seseorang yang kutemui saat pesta dansa tahun lalu.

Seseorang yang meninggalkan sebuah jam yang seperti milik rabbit di alice in wonderland. Jam kuno yang indah dengan jam pasir disampingnya. Kuharap bisa menemukannya lagi di pesta dansa tahun ini dan mengembalikan jamnya.

Apa mungkin kami bisa bertemu?


…..

To Be Continue


Pojokan Kanon1010:

Yaphoo! finally selesai juga chapter ini.*mengelap keringat*

maaf lama ya, kanon kemarin sempet badmood karena nemu seorang author baru yang MENJIPLAK habis-habisan dua fic kanon yang judulnya "LIFE" sama "No me ames" …. kalau kanon gak dikasih tau sama dua orang reader, rin dan seseorang tanpa nama. Kanon gak akan tau ada yang COPAS FIC KANON.

Kanon senang kalian suka dengan fic kanon, namun bagaimana juga fic ini kanon buat sendiri dan jika kalian ingin menyimpan fic kanon, bisa kan kalian ijin kanon dulu dan sertakan disclaimernya.

apa kanon hapus aja semua fic kanon ya? bener-bener marah kanon diginiin. bukan pertama kali fic kanon di copas, ini udh ke dua kalinya. T-T

maaf jadi curhat begini…. kalau kalian ada yang liat fic mirip punya kanon, tolong kasih tau ya. makasih.

baiklah sekarang ini dia yang sudah bersedia mampir buat review ^^:

DheKyu, Namikaze uzumaki family, Adechan7, RyanfujoshiSN, Namikaze gaki, Chiriyuki Hikaru, Aristy, CindyAra, Mitsuka sakurai, Dee chan-tik, elfarizy, Anagata Lady Rikarin, Hanazawa Kay, guest, Earl Louisia vi duivel, Namjakece, Yukki-onnachan19, Namikaze Ryuuki Ananta, Icha Clalu Bhgia, niixz. valerie. 5, heztynha uzumaki, narutatsuya. fujitatsu, aisanoyuri, yamashita. – Terima kasih banyak udah menyempatkan diri review dan memberikan dukungan ! ^^

WaOnePWG, yang bantuin ada… tuh konan dkk tapi masih kalah sama para pelindung Naruko hihihih, kanon bener-bener mau buat tokoh antagonis disini benar-benar di bully habis-habisan

Hasegawa Michiyo Gled, hahah diikuti saja ya jalan ceritanya ^^ makasih buat masukannya.

Cocoon Girl, Sara itu bukan OC dia emang ada di Naruto tapi di Naruto the movie shippuden 4 yang the last tower. disana Minato bertugas melindungi dia. makanya Kanon pilih dia.

Yamashita Kumiko, gomen emang Sasuke perannya muncul belum terlalu banyak. Karena fokus kanon sebenarnya ke Naruko dan ibu tiri berserta kedua kakak tirinya dan kanon masih belum nentuin Naruko akan sama Sasuke atau yang lain.

Shizura-Chan, Kyuubi datang! jenggg jengggg! hahahah.. soal kriminal emang kyuu no 1 ajdi tunggu kedatangan kyuubi ok!

Yup! sampai jumpa di chapter selanjutnya ^^ maaf ada salah kata atau apapun yang tak sengaja kanon lakukan.

have a nice day ^0^