Title : A Girl in Love
Chapter : 3
Pairing : Kyuwook slight SoeKyu
Rated : T
Genre : Romance
Author : Cho Ryeona
Aku tahu pada akhirnya hubungan ini hanya akan menyakitiku. Tapi bodohnya aku benar – benar tidak peduli. Selama dia masih mencintaiku, aku tetap akan memperjuangkan perasaanku.
KyuWook/GS/Chap 3
.
.
.
Kyuhyun menatap punggung Siwon yang telah melangkah menjauhi rumahnya. Tak sedikit air yang berhasil mengalir dari matanya. 'setidaknya biarkan aku membahagiakannya terlebih dulu sebelum menyakitinya'
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
Ryeowook menatap susunan bintang di atas sana. Mengabaikan rasa dingin yang semakin menjalar di tubuhnya, karena saat ini Ryeowook tengah berada di luar ruangan tanpa selimut. Di bawah terdengar suara berisik kakaknya yang sedang bercerita tentang segala hal pada ibunya. Ingin ia sedekat itu dengan ibunya. Tapi sepertinya sangat sulit. Ryeowook merasakan ada sebuah jarak yang membuatnya tidak bisa sedekat itu dengan ibunya. Tapi entahlah. Ryeowook sendiri tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu.
Perlahan ia memejamkan mata. Memikirkan masalah yang akhir-akhir ini selalu mengganggunya. Ia sepenuhnya sadar kalau keputusannya menjadi kekasih Cho Kyuhyun adalah keputusan yang akan menuntunnya ke rentetan masalah. Tapi sepertinya yeoja satu ini sudah dibutakan oleh cinta.
Air mata terlihat jelas mulai turun melalui pipinya. Tak tahan, ia meremas HPnya. Soehyoun mengiriminya pesan singkat. Mengajak Ryeowook bertemu,besok setelah jam pelajaran usai. Ryeowook sangat takut. Sangat takut kalau besok adalah hari dimana dia harus melepaskan Kyuhyun-nya.
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
Pagi itu seperti biasa, Ryeowook berangkat ke sekolah setelah selesai membantu ibunya. Dia berangkat bersama Kyuhyun, mengendarai motornya berdampingan dengan Kyu. Itu dikarenakan rumah mereka jaraknya sangat dekat. Hanya beberapa puluh meter saja.
"Chagi.." Kyuhyun memecah keheningan. "Semalam Siwon Hyung ke rumahku"
Ryeowook mengernyitkan kening. "Mau apa Siwon Oppa ke rumahmu?"
Kyuhyun tersenyum "hanya menyuruhku menjauhimu". Diam sebentar melihat reaksi kaget Ryeowook. "dan aku bilang aku tidak mau"
Ryeowook melongo. Sedetik kemudian seberkas senyum terkembang di bibirnya. "Trimakasih, kau masih mau mencintaiku" ucapnya tanpa melihat ke arah Kyuhyun.
"kenapa kata-katamu seperti itu?" mengatur kecepatan motornya mensejajari motor Ryeowook tanpa mengalihkan pandangan dari raut muka lawan bicaranya.
Ryeowook masih menatap jalan yang dilaluinya. Tanpa berniat mengalihkan pandangan ke arah Kyuhyun. "Karena hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku hanya akan bertahan jika kau masih menginginkanku bertahan. Aku bukan orang yang kuat seperti yang kau kira Kyuhyunie. Aku tidak seceria yang biasa kau lihat dari luar. Aku….bisa saja menghentikan semua ini ketika aku merasa kau sudah tak menginginkanku lagi "
"Kenapa kau berkata seolah-olah kau merasa aku akan dengan mudah meninggalkanmu?"
"Karena memang itu yang ku rasakan" Potong Ryeowook cepat ketika dilihatnya Kyuhyun mulai membuka mulutnya lagi.
"Ini masih pagi Ryeowookie! Jangan menguras tenagaku untuk berdebat tentang hal tidak penting seperti ini! Aku mencintaimu! Dan untuk selamanya aku tetap mencintaimu!" Kyuhyun memutar gasnya, meninggalkan Ryeowook masuk gerbang sekolah terlebih dulu. Ia benar-benar kesal.
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
"Kalian marahan?" sambut Donghae ketika Ryeowook duduk di sampingnya.
"Siapa yang kau maksud kalian?"
Donghae terkikik "Tentu saja kau dan Kyuhyun. Tadi aku tidak melihat kalian bersama memasuki gerbang. Dan raut wajah Kyuhyun yang jelek itu jadi tambah jelek karena sedang marah sepertinya"
"Yak! Kau tidak boleh mengatainya jelek. Tapi sepertinya benar. Dia sedang marah padaku."
Dongahe menyipit "kenapa?"
Ryeowook mengedikkan bahu kemudian menunjuk guru yang baru masuk dengan dagunya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu ketika matanya menatap raut wajah Park Sonsaengnim. "Donghae Oppa, jam pertama pelajaran matematika kan? Bukankah kemarin ada tugas? Aish… bagaimana ini?" Ryeowook panik. Sibuk mengobrak-abrik isi tasnya. "Oppa…aku lupa mengerjakan tugas. Pinjam punyamu ne?"
Donghae baru saja membuka suara ketika suara berat menginterupsi keduanya. "Ryeowook-ssi, silakan maju dan kerjakan soal nomor satu. Setelah itu kumpulkan buku tugasmu!" perintah Park Sonsaengnim yang lebih menyerupai sebuah perintah. Kakinya mengetuk-ngetuk lantai tanda bahwa ia sedang menunggu.
'matilah kau Kim Ryeowook' batin Ryeowook sembari melangkahkan kakinya ke depan kelas. Pikirannya melayang-layang, memikirkan alasan apa yang paling tepat untuk menghindari hukuman Park Sonsaengnim. Guru yang satu ini terkenal paling suka menghukum muridnya jika muridnya melakukan kesalahan. Membentak muridnya merupakan hal yang biasa terjadi di dalam kelasnya. Ryeowook menghentikan kakinya tepat di depan meja guru. Dilihatnya guru itu tengah serius dengan buku absen. Terlambat. Ryeowook sudah tidak bisa membuat alasan lagi. Ryeowook mulai membuka suara. Menyerukan pembelaan dirinya. Tapi justru berakhir dengan bentakan dan mengharuskannya berdiri di depan kelas sampai jam istirahat.
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
"Harusnya tadi aku rekam tampangmu ketika kau berdiri di depan kelas. Kau memang pantas dikasihani. Hahahahaha…" Donghae memegangi perutnya menahan tawa. Lantai tak berdaya menjadi korban kekerasan kakinya yang sedari tadi menghentak-hentak karena tertawa.
Ryeowook terlihat kesal "Berhenti menertawaiku Oppa. Huh!" Ryeowook menggembungkan pipinya yang justru membuatnya terlihat lucu. Bukan menyeramkan. Mungkin karena itu Donghae tak berniat sedikit pun menghentikan tawanya meskipun masih ada orang lain di dalam kelas itu.
Ryeowook memajukan bibirnya. Kata-katanya sama sekali tak didengar. Merasa sebal, ia memalingkan wajahnya, menatap arah lain yang menurutnya lebih menarik. Matanya menangkap sosok yeoja berparas aegyo sedang berjalan ke arah pintu yang letaknya tepat di depan meja Ryeowook. "Dasar murahan" itulah kata-kata yang berhasil ditangkap telinga Ryeowook ketika yeoja itu lewat di hadapannya. Yeoja itu melangkahkan kakinya keluar tanpa berniat menatap Ryeowook sedikit pun.
Ryeowook tertegun sejenak menatap punggung Sungmin. Sahabat tedekatnya itu tiba-tiba berubah drastis sejak…..sejak kapan Ryeowook juga tidak tau. Yang ia tahu saat ini Sungmin memang terlihat dekat dengan Soehyoun. Tak mau terlalu pusing memikirkan ini, Ryeowook mengalihkan pandangannya pada buku-buku yang berserakan di mejanya. Dengan cekatan tangannya mulai mengemasi bukunya dan memasukkan ke dalam tas.
"Kau mau langsung pulang?" pertanyaan Donghae sukses mengingatkan Ryeowook pada pesan dari Soehyoun semalam.
"Aniya. Aku ada urusan sebentar dengan seseorang" Ryeowook melangkahkan kakinya cepat sebelum Donghae bertanya macam-macam. Dari dulu sahabatnya yang satu itu selalu khawatir jika Ryeowook bertemu hanya berdua saja dengan Soehyoun. Ryeowook bersembunyi dan semakin cepat melangkahkan kakinya ketika tau Donghae menyusulnya keluar. Ia berlari-lari kecil menuju taman belakang.
"Kau berani datang rupanya" sapa seorang yeoja datar.
Ryeowook celingukan mencari sumber suara. "eh? Eonni? Sudah datang?" sapa Ryeowook berusaha ramah. Menahan air matanya yang hampir keluar ketika melihat wajah Soehyoun.
"Diam dan jangan potong perkataanku!" tidak berusaha sedikitpun menjawab pertanyaan Ryeowook. Membiarkan Ryeowook yang kini tengah duduk memunggunginya di belakang. "Sebagai seorang yeoja harusnya kau tahu perasaanku. Perasaan seorang yeoja yang punya kekasih dan dia punya kekasih lain." Soehyoun menghela nafas "Kau tidak hanya menyakitiku. Kau telah menyakiti keluargaku, juga keluarga Kyuhyun. Berapa banyak orang yang telah kau sakiti karena keegoisanmu?" Soehyoun menundukkan kepalanya "aku minta kau menghentikan semua ini."
Ryeowook menangis. Matanya tak cukup kuat menahan air yang sedari tadi membanjiri pelupuk matanya. "aku mencintainya Eonni."
"aku juga" potong Soehyoun cepat. Senyum terulas di bibirnya. Merasa puas karena membuat saingannya menangis. Ia merasa menang satu langkah. "Tinggalkan Kyuhyun. Sebagai selingkuhan harusnya kau tau diri. Kebanyakan kekasih gelap akan melepas kekasihnya jika ia sudah ketahuan"
Kata-kata Soehyoun benar-benar menohok hatinya. Tidak berniat menjawab apa pun. Hanya menangis, itulah yang bisa ia lakukan. Ia benar-benar tak ingin melepas Kyuhyun. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Keluarga Kyuhyun pun lebih memilih Soehyoun, hanya itu yang ada di pikiran Ryeowook saat ini.
TBC
Hyaaattttt! Kenapa jadi gaje segaje-gajenya gaje kaya gini. Huhuhu… Mian, pasti jelek dan mengecewakan. Tapi ini murni ide author, sebagian besar diangkat dari kisah nyata. Hahahahahaha *evil Laugh bareng Kyu*
Gomawo buat semua yang udah nyempetin mampir, yang blum sempat review diharap review seikhlasnya. Yang punya akun, review saya bls melalui PM. Yang gag punya saya balas di sini aja ya?
Special thanks to yoon HyunWoon, SparKSomniA0321, dwiihae, kyuwooksbaby, ryeofha2125, choi Ryeosomnia, Kyute EvilMagnae, KiKyuWook, Park Ni Rin, R'wife, Rye, mira.
kyuwooksbaby : ne, ini udah diasapin update nya. Kkkkk
dwiihae : Siwon gag jahat kok. Cuma terlalu over protect aja ama dongsaengnya.
Park Ni Rin : ayok nangis bareng Wook...
R'wife : Ky kejam? Kejam kah? Banting aja. Hahahaha *dikeroyok ribuan SparKyu*
rye: Amien. Hehe. Gag tau juga ni. Endingnya masih bersliweran
mira: Gomawo *bow* . KyuWook Shipper juga kah? Endingnya... mmmm...masih dipikir2,
Akhir kata review ne?
