Title : A Girl in Love
Chapter : 4
Pairing : Kyuwook slight SiWook/SoeKyu
Rated : T
Genre : Romance
Author : Cho Ryeona
Kau terlalu mencintainya. Mencintai orang yang kau sendiri tak yakin akan cintanya padamu. Kau buta. Kau tidak melihat ada cinta yang begitu besar berada di dekatmu. Kau terlalu sibuk memikirkan kekerasan hatimu.
KyuWook/GS/Chap 4
.
.
Kata-kata Soehyoun benar-benar menohok hatinya. Tidak berniat menjawab apa pun. Hanya menangis, itulah yang bisa ia lakukan. Ia benar-benar tak ingin melepas Kyuhyun. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Keluarga Kyuhyun pun lebih memilih Soehyoun, hanya itu yang ada di pikiran Ryeowook saat ini.
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
"Dan ada satu hal lagi yang harus kau ketahui" ujar Soehyoun penuh penekanan di setiap kata-katanya. "Aku hamil…" desis Soehyoun.
"Ha…hamil?" ulang Ryeowook serak. Hanya dua kata. Tapi efeknya sangat buruk untuk Ryeowook. Tubuhnya bergetar hebat. Kesadarannya sempat hilang beberapa detik. Seandainya Soehyoun meneruskan kata-katanya, sudah pasti Ryeowook tidak mendengarnya.
Soehyoun sudah bisa menebak reaksi Ryeowook. Ia melanjutkan kembali perkataannya ketika didengarnya Ryeowook mulai terisak kecil. "Dan Kyuhyun harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Hubungan kalian harus segera berakhir. Hari ini juga." Soehyoun menoleh ke belakang, melihat Ryeowook yang masih tertunduk dalam. "Kau harus mengakhiri sesuatu yang seharusnya tak kau lakukan dari awal."
Ryeowook masih diam terisak. Bahkan ketika terdengar derap langkah Soehyoun meninggalkan tempat itu, Ryeowook tetap seperti itu. Membiarkan air keluar sebanyak-banyaknya dari matanya. Ia bahkan sama sekali tak takut kehabisan air mata. Seberat inikah menjadi kekasih Cho Kyuhyun? Tidak di rumah, tidak di sekolah, Ryeowook selalu mendapat tekanan. Ryeowook meremas pelipisnya ,menumpahkan semua perasaan yang selama ini ia pendamnya sendiri. Berharap semua beban yang dipikulnya akan ikut menghilang. Tapi sepertinya sia-sia. Soehyoun hamil karena Kyuhyun, merupakan pukulan terberat bagi Ryeowook.
Ryeowook menaikkan kakinya di kursi yang sedari tadi ia duduki. Meletakkan kepala di lutut dan memeluk kakinya. Dia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. Mata bengkak, rambut acak-acakan, dan jangan lupakan seragamnya yang basah karena air mata. Perlahan ia membuka mulutnya.
"Kyuhyunie… Kau benar-benar membuatku menjadi Ryeowook yang berbeda." Gumam Ryeowook pelan. Digerakkan punggung tangannya, menyeka air mata. "Kau membuatku menjadi Ryeowook yang kejam. Ryeowook yang terlihat jahat di mata semua orang." Perlahan ia mengeratkan pelukan pada kakinya. Mengabaikan sinar matahari yang mulai beranjak memanasi tubuhnya tanpa penghalang. Selama beberapa jam ia hanya seperti itu. Terdiam dengan pikiran kosong.
"Aku harap kau tidak pergi begitu saja. Aku sudah bertahan sejauh ini Kyuhyunie…" ucap Ryeowook pada akhirnya. Menurunkan kembali kakinya dan dengan sigap mengambil tas yang dari tadi tergeletak di tanah tanpa ia sadari. Memutar kepalanya ke belakang, melihat tempat yang tadi diduduki Soehyoun. "Mianhae…" bisiknya lirih hampir tidak terdengar.
Ryeowook memutar kembali kepalanya, mengalihkan pandangan pada tas yang baru saja diambilnya. Dengan cepat ia memakainya dan merapikan penampilannya. Ia tidak mau orang rumah ada yang tau hal ini. Gadis mungil itu Membalikkan tubuhnya, mulai melangkahkan kedua kakinya.
Tiba-tiba Ryeowook terlonjak. "Oppa!" Jeritnya ketika matanya menangkap sosok namja berbadan tegap tengah bersender pada pohon yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat duduknya.
Namja itu tersenyum meremehkan, berjalan ke arah Ryewook. Matanya menyiratkan kebencian yang berhasil dilihat Ryeowook. Ryeowook menunduk. Ia sangat takut menghadapi tatapan ini. Air mata yang tadi surut kembali menggenang di pelupuk matanya.
"Pulang!" perintah Siwon ketika sampai tepat di depan Ryeowook. Pandangannya sarat akan kesedihan. Ya, kesedihan. Andai saja Ryeowook melihatnya dengan hati, Ryeowook akan menemukan kepedihan ini dalam mata Siwon. Bukan kebencian.
Ryeowook diam. Terlalu takut untuk berkata apa pun. 'Pasti Siwon Oppa melihat semuanya'. Seketika pertahanannya runtuh. Air mata dengan leluasa menetes begitu saja.
Siwon luluh melihat keadaan dongsaengnya. Ryeowook terlihat rapuh. Sebenarnya ia tak ingin Ryeowook jadi seperti ini. Air mata kembali jatuh membasahi pipi Ryeowook, turun ke bibir sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Sedikit demi sedikit Siwon meraih kepala Ryeowook dan membenamkan ke dadanya. Menyalurkan kenyamanan yang jarang ia berikan semenjak ia tahu Ryeowook telah menjadi milik Kyuhyun. Tanpa diduga Ryeowook justru menepisnya dan mendorong tubuh Siwon.
"Oppa melihatnya kan? Hikzz… Oppa melihatku tadi bersama Soehyoun Eonni!"
Siwon kembali mendekat dan memeluk Ryeowook erat, yang justru mendapat balasan berupa pukulan-pukulan di dada Siwon.
"Oppa pasti puas kan melihatku seperti ini?! Hikzz.."
Siwon memejamkan mata. Mendengarkan semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
"Oppa ke sini hanya untuk melihat kehancuranku kan?!" Siwon tetap diam tak bergeming. "Oppa! Jawab Aku!" Ryeowook mendongak, menatap wajah Siwon. Dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati Sang Kakak tengah belinangan air mata dengan mata terpejam.
"Oppa…." Panggil Ryeowook lemah, nyaris terdengar seperti berbisik. Digerakkan tangannya menghapus air mata Siwon. "Oppa menangis?" Siwon membuka mata.
"aniya" Siwon tersenyum memaksa. "Bukankah tadi katamu aku kesini untuk melihat kehancuranmu? Jadi untuk apa aku ikut menangis?"
Ryeowook menunduk. Menyadari kesalahannya. "Mianhae…" desisnya lirih. Kali ini ia kembali menyakiti hati kakaknya. Siwon tersenyum.
"Gwaenchana. Aku sudah terbiasa mendengar tuduhan-tuduhanmu" Siwon menuntun Ryeowook kembali ke kursi yang tadi didudukinya.
"Jeongmal mianhae…"
"Sudah ku bilang tak apa-apa." Siwon menyenderkan punggungnya di kursi. Mendongak, memilih menatap langit. "Dari awal aku tidak menginginkanmu terpuruk seperti ini. Menjadi kekasih Kyuhyun adalah keputusan yang patut disayangkan." Siwon memejamkan matanya. "Oppa tidak akan mengekangmu lagi. Semua keputusan tergantung padamu. Kau berhak memilih" Siwon meremas dadanya pelan, terasa sangat sesak. "Oppa hanya ingin memberi masukan. Kalau setelah ini kau tetap mempertahankan Kyuhyun, kau harus bersiap-siap menata hatimu. Biarkan Kyuhyun memilih. Hanya ada dua kemungkinan. Menjadi yang terpilih…. atau yang terbuang. Kau harus mempersiapkan hatimu mulai sekarang." Tutur Siwon bijak.
Ryeowook mendongak, menatap Siwon tak percaya. Kakak yang selama ini mengekangnya justru bicara seperti ini. "Aku hanya berusaha konsisten dengan kata-kataku Oppa. Aku akan bertahan ketika Kyuhyun masih menginginkanku untuk bertahan." Ryeowook tersenyum, memeluk kakaknya kembali.
Siwon membuka mata, menundukkan kepalanya. Tersenyum tulus mendapati Ryeowook tengah memeluknya. Berharap pelukan ini suatu saat akan berubah, bukan pelukan dongsaeng terhadap kakaknya. Tapi pelukan seorang yeoja terhadap kekasihnya. Ya! Bangunlah! Kau sedang bermimpi Kim Siwon!
"Apa aku yeoja yang jahat Oppa?" Tanya Ryeowook yang masih memeluk Siwon.
Siwon menggeleng cepat. "Kau Yeoja yang baik. Hanya saja kau masih labil dalam menghadapi cinta. Oppa maklum. Ini yang pertama kan untukmu." Perlahan tangannya terulur membelai rambut Ryeowook.
Ryeowook memejamkan mata, menikmati perlakuan Siwon. "Bagaimana kalau seandainya aku hamil?"
Siwon menegakkan duduknya. Membiarkan Ryeowook terus memeluknya. "Oppa akan menyuruh orang yang menghamilimu untuk menikahimu."
"Kalau lelakinya tidak mau?" Ryeowook bertanya penuh harap.
"Oppa akan memaksanya. Dia harus menikahimu." Siwon mengerti arah pembicaraan Ryeowook.
Ryeowook melanjutkan, "Kalau lelaki itu tidak mencintaiku?"
"Bagaimana bisa dia melakukannya denganmu kalau dia tidak mencintaimu." Ryeowook tercekat. Dilepaskan pelukannya pada Siwon. Mencerna setiap kata-kata kakaknya.
'Bagaimana bisa Kyuhyun melakukannya dengan Soehyoun Eonni kalau mereka tidak saling mencintai?'. Lalu selama ini? Apa Kyuhyun hanya berbohong dengan kata-kata cintanya pada Ryeowook? Tidak, tidak mungkin. Kyuhyun terlihat sangat serius mengatakannya. Tapi di sisi lain Siwon memang benar. Ryeowook kembali goyah.
"Wookie-ah…kenapa malah melamun?" kata-kata Siwon membuyarkan lamunannya. Ryeowook menoleh, tersenyum ke arah Siwon.
"aniya. Ayo pulang Oppa… " Ryeowook berdiri kemudian berlari, tapi tiba-tiba kembali lagi.
Siwon yang baru saja berdiri menatap Ryeowook heran. "Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?" Tanyanya sambil menengokkan kepala ke segala arah, mencari barang apa yang sekiranya tertinggal.
"Tidak ada. Hehe…" Ryeowook mendekat, " Oppa… Trimakasih atas semuanya."
~chuu
Jantung Siwon berdetak cepat. Tubuhnya seolah tak ingin bergerak sedikit pun. Sebuah kecupan mendarat di pipi Siwon. 'Tuhan… Aku ingin waktu terhenti saat ini juga'
Ryeowook melepas ciumannya kemudian berlari meninggalkan Siwon yang masih diam tak bergeming. Sedetik kemudian Siwon memegangi pipinya. 'Ini memang bukan mimpi'.
.
.
.
"Aku pulaaang!" ucap Ryeowook ketika membuka pintu. Ia berusaha bersikap seperti biasa. Tidak ingin ada orang lain lagi yang mengetahui suasana hatinya saat ini.
"Kau sudah pulang Wook-ah?" Heechul turun dari kamarnya karena mendengar teriakan tenor sang pembuka pintu. "Kau menangis? Matamu bengkak." Ucapnya ketika melihat keadaan Ryeowook. Melangkahkan kakinya lebih cepat dan berhenti tepat di depan Ryeowook. "dan…mmm…kau terlihat berantakan"
Ryeowook menggeleng. "Aku baik-baik saja Eonni." Mencoba tersenyum walau sedikit memaksa. Ia sendiri tak yakin kakak perempuannya akan dengan mudah mempercayainya. "Aku mau tidur dulu." Berjalan setengah berlari menuju kamar, berharap kakaknya yang satu ini tidak bertanya macam-macam lagi.
"Biarkan saja dia." Ucapan Siwon membuat Heechul mengurungkan niatnya untuk menyusul dongsaengnya. Heechul menatap Siwon bingung.
"Sepertinya kau mengetahui sesuatu. Cerita padaku." Ucap Heechul yang lebih cocok dikatakan perintah.
Siwon duduk, menatap Heechul yang kini justru balik menatapnya meminta penjelasan, "Biarkan saja. Dia sudah besar. Tak baik kita mengerasinya terus-menerus." Heechul menyipit mendengar penjelasan Siwon.
"Kau terlihat aneh. Sejak kapan kau melunak seperti ini?" Duduk di samping Siwon tanpa melepaskan pandangan dari sosok pria di sampingnya, yang menurutnya benar-benar terlihat aneh.
"Sejak hari ini." Siwon tersenyum penuh arti.
Heechul menatap penuh selidik, "Kau menyembunyikan sesuatu?" Siwon mengedikkan bahu.
"Entahlah…" Siwon justru berdiri, tidak ada keinginan untuk menjawab pertanyaan Heechul. Lebih memilih meninggalkan kakak perempuannya dan menyendiri di kamar.
Heechul menggertakkan giginya. Semua benar-benar terlihat aneh hari ini.
.
.
.
Ryeowook terdiam. Soehyoun hamil, Kyuhyun? Aish… Bukankah dari awal Donghae sudah bilang Kyuhyun memang suka melakukan hubungan suami istri dengan kekasih-kekasih sebelumnya? Benarkah aegya yang dikandung Soehyoun adalah aegya Kyuhyun?
Kepalanya menggeleng cepat. Membuang pikiran aneh yang baru saja hinggap di kepalanya. Sekali lagi dia memutuskan untuk tetap mempertahankan Kyuhyun. Ya, cinta telah menutup segalanya. Satu hal yang dipegang yeoja ini,yang terpenting jangan sampai dia mau melakukan hubungan itu dengan orang yang belum menjadi suaminya. Dia harus bisa menjaga diri.
Ingatannya kembali melayang-layang pada kejadian tadi siang. Tangannya terulur mengambil figura yang terletak di atas meja belajarnya. Ia tersenyum menatap sosok Siwon dalam foto itu. Akhirnya ada seseorang yang secara tidak langsung berada di pihaknya. Tapi kenapa justru di saat Ryeowook tengah goyah seperti ini? Perlahan Ryeowook mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Mengecek HPnya. 'kenapa sampai sekarang tidak ada pesan sama sekali dari Kyuhyun? '
"Mungkin ini pertanda Kyuhyun mulai bosan padaku…."
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
Kyuhyun kembali memejamkan mata setelah menghabiskan hampir dua botol wine. Kenapa semua jadi serumit ini? Bukan dia yang membuat semuanya seperti ini. Ini bukan kehendaknya. 'kalau saja dari dulu Ryeowook menerimaku, semua tidak akan jadi seperti ini.' Terlalu sibuk dengan lamunannya, Kyuhyun tidak menyadari Ahra telah berada di kamarnya.
"Kau ini!" Ahra mendudukkan pantatnya kasar di tempat kosong tepat di sebelah kaki Kyuhyun. "apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih berguna selain mabuk dan tidur hm?"
Kyuhyun membalikkan badannya menghadap ke samping. Ahra benar-benar mengganggu. Saat ini Kyuhyun benar-benar tidak mau bicara dengan siapa pun. Dengan sembarangan ia meletakkan kakinya di paha Ahra. Sama sekali menganggap tak ada orang di dekat kakinya. Ahra bersungut.
"Yak!" dengan cepat Ahra melempar bantal yang entah sejak kapan berada di tangannya. Dan sukses mengenai kepala Kyuhyun. Anehnya, sama sekali tak ada respon dari Kyuhyun. Biasanya dia selalu tidak terima jika diperlakukan seperti ini walaupun dia yang memulai.
"Kyu?" Merasa ada yang aneh dari dongsaengnya, Ahra memutuskan untuk mengalah. Menanyainya baik-baik. "Kau baik-baik saja?"
Tidak ada jawaban.
"Kau punya masalah?"
Hening.
Ahra melongok, melihat wajah Kyuhyun. "Aku tau kau tidak sedang tidur." Kyuhyun hanya melenguh kecil, menandakan ia malas menjawab. "Haahhh… Terserahmu saja. Aku mau pinjam HP". Tak mau membuang waktu, Ahra segera mangambil HP Kyuhyun yang tergeletak begitu saja di samping guling. Membawanya keluar.
Beberapa menit kemudian Kyuhyun hampir saja terlelap jika Ahra tidak masuk kamarnya lagi. "ada pesan untukmu" ujar Ahra berniat melangkahkan kakinya keluar karena pasti tidak ada jawaban dari Kyuhyun.
"Dari siapa?" Dugaan Ahra meleset. Segera dibalikkan badannya menghadap Kyuhyun.
"Beberapa pesan dari Soehyoun dan satu pesan dari Ryeowook. Siapa Ryeowook? Kekasihmu lagi?" Tanya Ahra sarkatis.
"Bukan urusanmu" jawab Kyuhyun dingin sembari bangkit dari tidurnya, meraih HP di meja yang tadi diletakkan Ahra. Sibuk membaca pesan.
"Aku bosan. Hampir setiap bulan kau selalu punya kekasih baru."
Kyuhyun menatap Ahra dingin "Hmm… Lalu apa urusannya denganmu Noona?"
"Apa kau tidak kasian pada mereka? Setiap bertengkar dengan Soehyoun kau selalu mencari kekasih baru. Mereka punya hati Kyuhyunie…" menatap nanar Kyuhyun yang justru dengan santainya mengambil rokok di laci.
Kyuhyun menyulut rokok nya dan menghisapnya. "Itu bukan sepenuhnya salahku." Kyuhyun kembali menghisap rokoknya. "aku tidak pernah memaksa mereka." Menghembuskan nafas hingga asap putih beterbangan di sekitar kepalanya.
Ahra mengernyit "Tetap saja kau yang paling berperan." Melipat tangannya di dada.
"Kami menjalani hubungan dengan dasar suka sama suka. Tidak ada salah satu pihak yang memaksa pihak lainnya. Jadi menurutku tidak ada yang salah" Kyuhyun menghisap ujung rokoknya lagi. Menarik kursi dan mendudukinya tepat menghadap Ahra.
Ahra mundur beberapa langkah. "Aku tidak suka bau rokokmu. Aahh…dan satu lagi, tadi Eomma memanggilmu. Kau disuruh menemuinya di kamar."
"Apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Kyuhyun setelah menghembuskan asap putih dari mulutnya.
"Sepertinya begitu. Tadi aku dengar Eomma tengah berbicara dengan orang tua Soehyoun melalui telfon. Mungkin ada hubungannya dengan itu"
Kyuhyun membuang puntung rokoknya di lantai, menginjaknya sampai benar-benar padam. "Apa Eomma tau aku punya kekasih lagi?"
"Mana ku tau" jawab Ahra acuh meninggalkan kamar Kyuhyun. Tidak mau berdebat lebih lama lagi dengan dongsaengnya yang bermulut pedas itu.
Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar, menuju kamar ibunya. Berbicara panjang lebar dengan ibunya selama hampir satu jam. Tanpa mereka tahu Ahra diam-diam menguping di depan pintu. Matanya terbelalak. Mungkin ia salah dengar. Sedikit lebih ditajamkan pendengarannya. Ahra membekap mulutnya. Tidak…tidak mungkin dongsaengnya seperti itu.
^o^ Cho Ryeona ^o^
.
.
"Aku ingin kita membolos hari ini" ucap Kyuhyun dingin.
Ryeowook melotot. "Apa? Membolos? Apa kau gila?" jawab Ryeowook yang tengah mengendarai motornya tepat di samping Kyuhyun.
Kyuhyun menyeringai, "Aku sudah menyuruh orang membuatkan surat izin untukmu. Suratnya sudah diantar ke kelasmu. Kau bebas hari ini"
"Tapi…"
"tidak ada penolakan" potong Kyuhyun cepat. "ikuti aku!" memutar gas nya lebih cepat. Sesaat kemudian seringaiannya makin melebar ketika melihat dari kaca spion Ryewook tengah mengikutinya.
.
.
.
"Ini tempat apa Kyu? Kenapa banyak sekali pasangan kekasih datang kesini?" Tanya Ryeowook yang sedari tadi celingukan melihat semua orang yang lewat. Terkadang membungkukkan badannya, memberi salam tiap kali ada orang yang melihatnya.
Kyuhyun tertawa lepas melihat gerak-gerik Ryeowook, "Kau benar-benar polos. Sampai tidak tau tempat hiburan seperti ini" Kyuhyun bergerak cepat, menarik lengan Ryeowook sebelum kekasihnya-ralat- kekasih gelapnya ini bertindak memalukan di sini. Kyuhyun hafal betul bagaimana cerobohnya Ryeowook.
Ryeowook memutar pandangannya. Melihat-lihat ruangan yang baru saja dimasukinya. Ada satu set TV dan VCD Player, sofa beserta meja yang menghadap TV tersebut.
"Ini tempat karaoke." Ucap Kyuhyun menjawab semua pertanyaan yang melayang-layang di kepala Ryeowook. Ryeowook manggut-manggut, sepertinya mengerti. "Lalu kenapa mengajakku ke sini?" Mendudukkan dirinya di sofa, membuka-buka tumpukan kaset di meja.
Pintu terketuk. Kyuhyun beringsut membuka pintu. "Gomawo." Mengambil minuman pesanannya yang baru diantar pelayan. "Aku hanya ingin berdua dengan kekasihku." Menutup pintu kembali menggunakan kaki. Dan berjalan ke arah sofa.
"Aku kira ada sesuatu yang penting. Ternyata hanya itu." Ryeowook mengambil salah satu kaset.
Kyuhyun tercekat, "Jadi menurutmu ini tidak penting?" meletakkan minuman di meja dan duduk di samping Ryeowook. Dengan cepat Ryeowook menyambar minuman di depannya. Menegaknya hingga tersisa setengah. Sepertinya ia sangat haus.
"Menurutku sama sekali tidak penting."
"Tapi ini sangat berarti untuk ku." Lagi-lagi seringaian tercetak kembali di bibir namja tampan itu. Apa yang sebenarnya ia rencanakan?
Ryeowook bergidik, "Jangan memasang senyum seperti itu." Memalingkan wajah Kyuhyun agar tak terlihat olehnya. "Kau terlihat menakutkan." Sang pelaku malah tertawa mendapatkan perlakuan seperti ini.
Kyuhyun mengambil kaset pilihan Ryeowook dan memasukkan ke VCD Player. Tak lama mereka mulai bernyanyi di hadapan microphone masing-masing. Bukan hanya dari bentuk fisik, dari suara mereka juga terlihat serasi. Saling melengkapi. Merasa belum puas, mereka kembali memutar satu kaset, sampai habis. Inilah yang diinginkan Kyuhyun. Hanya berdua saja dengan Ryeowook, tanpa ada yang mengganggu.
.
.
.
Ryeowook ngos-ngosan. Sibuk mengipasi tubuhnya dengan sampul kaset. Selama satu jam penuh mereka terus bernyanyi. Sibuk berkompetisi, siapa yang suaranya lebih baik. Ryeowook tercengang melihat Kyuhyun yang justru terlihat santai. Sama sekali tidak terlihat wajah lelah seperti dirinya. Ryeowook menyenderkan punggungnya kasar. Dia kesal, karena merasa kalah.
Kyuhyun terkikik, "Wae? Kau kalah hm? Dari segi suara kita sepertinya imbang. Tapi untuk ketahanan, aku tetap memimpin."
"Terserahmu saja." Ryeowook cemberut. Benar-benar merasa kesal. Kyuhyun yang melihatnya malah semakin ingin menggodanya. Tangannya terjulur, menarik pipi Ryeowook gemas. "Kenapa sulit sekali mengaku kalah eoh?" Dengan cepat Ryeowook menepis tangan Kyuhyun,
"Appo Kyuuu! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!" Meringis, memegangi bekas cubitan Kyuhyun yang membekas merah.
Kyuhyun tertawa, "Salah sendiri, kau begitu menggoda." Mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Ryewook.
Ryeowook tersentak, seketika mendorong Kyuhyun, "Jangan macam-macam!" Kyuhyun kembali tertawa lepas. Sudah lama ia tidak tertawa seperti ini. Baru kali ini ia memiliki kekasih yang polos. Kyuhyun merasa, ada kebahagiaan tersendiri mempunyai kekasih seperti ini.
"Ada hal lain yang ingin ku bicarakan hari ini. Ini sangat penting. Tentang hubungan kita" Ujar Kyuhyun datar, setelah berhasil menahan tawanya.
"apa?" Ryeowook yang masih cemberut tanpa sadar memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun. Tiba-tiba merasa ini tidak baik untuknya.
"Semalam Eomma mengajakku bicara empat mata." Jantung Ryeowook berdegup kencang. " Jangan menangis dulu, dengarkan aku baik-baik. Dia bilang dia tidak menyukaimu," ucap Kyuhyun to the point. Ryeowook menunduk, matanya berkaca-kaca. Kyuhyun sudah bisa menebaknya dari awal. Dia sangat hafal tabiat kekasihnya ini.
"Sudah ku bilang jangan menangis dulu." Mengulurkan tangannya menghapus air mata Ryeowook yang telah mengalir bebas. "Dia bilang dia tidak menyukaimu karena kau datang pada saat yang tidak tepat." Kyuhyun melanjutkan kata-katanya setelah Ryeowook merasa tenang.
"Semalam aku memikirkan penyelesaian masalah ini. Menurutku ini satu-satunya cara." Kyuhyun meraih dagu Ryeowook agar kembali menatapnya.
"apa yang harus ku lakukan?" desis Ryeowook lirih. Ia benar-benar tak punya tenaga saat ini.
Kyuhyun menarik nafas dalam. Kemudian melepasnya dengan berat."Jika ada siapa pun yang bertanya padamu tentang hubungan kita, katakan hubungan kita telah berakhir." Ucap Kyuhyun menatap Ryeowook dalam. Ryeowook terdiam. Tubuhnya tergetar hebat. Ada sesuatu di dadanya yang seolah membuncah ingin keluar.
TBC
Gaje kah? Tentu saja. Author sebenernya mau ngundang cast baru di chap ini. Tapi ga jadi gara-gara liat SiWook moment di SMTown INA. Jadi mupeng pengen bikin SiWook. Hohoho… Reader ada yang liat? Seru !
Ummm… skalian mau minta maaf, chap-chap yang kemaren pendek cz aku ngetiknya sebelum punya akun. Jadi belum tau ukuran normalnya FF brapa karakter. Dari pada rusak-rusak barang uda jadi, Lbh baik aku posting skalian. Hehehehe *bilang aja males*
Oh iya, hampir lupa. Mungkin mulai Minggu depan FF ini akan update tiap hari Sabtu *ga ada yg nanya*.
Tak henti2nya ucapan trimakasih saya ucapkan pada readers. Yang masih jadi silent readers, saya berharap smoga hatinya cepat tergugah. Hohoho *ngomong apa sih ni?*
Kritik dan masukan yang berguna sangat saya harapkan.
Big Thanks to :
Kyute EvilMagnae, dwiihae, yoon HyunWoon, ryeofha2125, SparKSomniA032, kyumong9, Park Ni Rin, i am, park min mi, kyuwooksbaby, R'wife, man min mi, KiKyuWook, widya ryeokyu
Reply Review
Seperti sebelumnya, bagi yang punya akun, review saya balas melalui PM.
kyumong9 : aigo.. jangan nangis saengi.. *Kibarin bendera KyuWook* kkkk
Park Ni Rin : ini uda dipanjangin 2 hampir 3 kali lipat. Mianhae..
i am : Mianhae *bow* alasan knapa yg dulu2 pendek uda saya jelasin di atas. Ini udah dipanjangin jadi 3rb karakter.
kyuwooksbaby : ne, ini uda dipanjangin. Gomawo uda nyempetin review :)
R'wife : Donghae ya? Ummmm... sbenernya aku bisa dibilang HaeWook Shipper. Hohohoho.. Jadiin gag ya? kkkk
widya ryeokyu : Hehehe... Gomawo.., slam kenal jg. KWS juga kah? Suka Siwook gag? hohohoho...*promosi couple* Ni cerita makin garing aja. Makluminyah? Author baru.
