Title : A Girl in Love

Chapter : 5

Pairing : Kyuwook slight SiWook/SoeKyu

Rated : T

Genre : Romance

Author : Cho Ryeona

"Apa maksudmu? Kau ingin kita berpisah?" Ryeowook menegang. Kenapa Kyuhyun mengatakan ini? Ingin ia berteriak sekencang-kencangnya. Inikah akhir kisah cintanya? Inikah akhir perjuangan Ryeowook selama ini?

KyuWook/SiWook/SoeKyu/GS/Chap 5

.

.

"Semalam aku memikirkan penyelesaian masalah ini. Menurutku ini satu-satunya cara." Kyuhyun meraih dagu Ryeowook agar kembali menatapnya.

"apa yang harus ku lakukan?" desis Ryeowook lirih. Ia benar-benar tak punya tenaga saat ini.

Kyuhyun menarik nafas dalam. Kemudian melepasnya dengan berat."Jika ada siapa pun yang bertanya padamu tentang hubungan kita, katakan hubungan kita telah berakhir." Ryeowook terdiam. Tubuhnya tergetar hebat. Ada sesuatu di dadanya yang seolah membuncah ingin keluar.


^o^ Cho Ryeona ^o^

.

.

"Chagiya…. Aku mohon jangan menangis dulu." Meraih tubuh Ryewook dan memeluknya.

"Apa maksudmu? Kau ingin kita berpisah?" Ryeowook menegang. Kenapa Kyuhyun mengatakan ini? Ingin ia berteriak sekencang-kencangnya. Inikah akhir kisah cintanya? Inikah akhir perjuangan Ryeowook selama ini?

Kyuhyun berusaha tetap tenang. "Ini hanya pura-pura. Dan hanya sementara." Mengeratkan pelukannya,"Aku tidak mau kau dicap sebagai wanita yang tidak baik. Aku ingin keluargaku menerimamu, setelah urusanku dan Soehyoun benar-benar selesai."

"Lalu…Hikz… Kapan ini semua berakhir? Aku juga ingin memilikimu Kyu…" desis Ryeowook lemah di sela tangisannya.

"Setelah ini aku akan kembali pada Soehyoun. Aku janji, akan segera memutuskan hubungan kami baik-baik. Berbicara pada keluarganya dan keluargaku kalau kami memang sudah tidak ada kecocokan." Ucap Kyuhyun mantap sembari mengelus pucuk kepala kekasihnya. "dan terakhir….aku akan kembali padamu. Sehingga setelah itu semua orang tidak lagi menganggapmu sebagai perebut kekasih orang."

Ryeowook meremas baju depan Kyuhyun. Menyalurkan perasaannya yang campur aduk. Ia bingung. Jujur, sangat bingung. Punya kekasih tapi tak boleh mengakuinya sebagai kekasih. Terdengar sangat sederhana memang. Tapi tidak bagi Ryeowook. Ini… sangat berat. Ia ingin seluruh dunia tau kalau Kyuhyun adalah miliknya. Tidak sembunyi-sembunyi seperti ini. Kenapa Kyuhyun justru terkesan tidak ingin memiliki dirinya? Kyuhyun malah memberikan jalan keluar yang terasa begitu berat dan mendekatkan mereka pada perpisahan.

Kyuhyun mengelus punggung Ryeowook. Berusaha menenangkan kekasihnya. "Kau mau kan? Hanya beberapa bulan. Setelah itu aku seutuhnya menjadi milikmu Chagi… Tak akan ada orang lain lagi. Tidak akan ada Soehyoun, tidak akan ada Sungmin, Victoria, Yoona atau yang lain. Hanya Kim Ryeowook." Masih berusaha menjelaskan jalan keluar yang semalaman ia pikirkan, walau ia sendiri tak yakin akan keputusannya. Semua ini terlintas begitu saja di otaknya.

Perlahan tangis Ryeowook mulai reda. Ia melepas pelukannya setelah merasa agak tenang. "Beri aku waktu untuk berpikir. Ini sangat berat untuk ku."

"Baiklah…" Merogoh sesuatu dari dalam tasnya, yang ternyata sapu tangan. "Aku mohon bertahanlah Chagi… Untukku…" Mendekatkan sapu tangannya ke ke wajah Ryeowook dan menghapus air matanya. Sepertinya benar apa kata Siwon. Dia hanya bisa membuat Ryeowook menangis. Mungkin lebih baik jika ia melepas Ryeowook. Tapi…ia belum mendapat apa pun dari gadis ini.

"Hmmm…Aku akan berusaha. Tapi aku tidak janji." Ucap Ryeowook dingin tanpa memandang Kyuhyun. Berusaha terlihat tegar. Walau hatinya berkata lain. Ia sungguh kecewa dengan jalan pikiran Kyuhyun. Berkata pada semua orang kalau ia sudah terlepas dari Kyuhyun? Bukankah itu sama saja membiarkan Ryeowook didekati pria lain. Semoga suatu saat nanti kau tidak menyesal dengan keputusanmu, Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menyipit, menyadari perubahan yang terjadi pada gadis di sampingnya. "Kau marah?"

Ryeowook melenguh, "Aniya. Hanya kesal dan kecewa." Jawab Ryeowook jujur.

"Itu sama saja kau marah padaku." Menyodorkan gelas Ryeowook yang tersisa setengah. "Minumlah. Kata orang sedikit minum dapat menghilangkan rasa kesal."

Ryeowook mengulurkan tangan meraih gelas. Meminumnya sampai habis. "Mana? Aku tidak merasakan perubahan apa pun." Diletakkan gelasnya asal kemudian menyenderkan tubuhnya di sofa. Tanpa menyadari lawan bicaranya tengah tersenyum penuh kemenangan.

Kaki Ryeowook kini mengetuk-ngetuk lantai. Kebiasaannya kalau sedang bosan. Ditolehkan kepalanya berniat melihat Kyuhyun. Namja yang sampai sekarang masih dicintainya sedang sibuk mengirim SMS. Rasa kesal masih cukup menguasai dirinya.

"Sibuk bertukar pesan dengan siapa?" Tanya Ryeowook ketus. Benar-benar merasa diabaikan.

"Tidak ada." Jawab Kyuhyun singkat sembari tersenyum.

"Berikan padaku." Ucap Ryeowook yang langsung dituruti Kyuhyun.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa. Mengamati Ryeowook yang tengah mengotak-atik HP. Tak begitu mempedulikan apa yang sedang dicari Ryeowook. Diamatinya wajah Ryeowook yang tengah memasang pose serius. Kyuhyun tersenyum. Wajah polos Ryeowook selalu membuat Kyuhyun merasa tenang. Perlahan digerakkan kakinya melingkar di pinggang Ryeowook. Kyuhyun terkikik. Dengan sekali tarikan, sukses membuat Ryeowook menindih tubuhnya.

Sedetik, dua detik, jantung Ryeowook seolah berhenti berdetak. Mencerna apa yang sedang terjadi. Kyuhyun sedang berada di bawahnya. Ryeowook sontak menjerit. "Lepas Kyu!" berusaha menyingkirkan kaki Kyuhyun. Tangannya memukul-mukul dada Kyuhyun menggunakan HP yang hanya dibalas tawa dari si korban. Kali ini jarak mereka benar-benar dekat.

"Bisakah kau diam?"kata Kyuhyun ketika merasakan kaki Ryeowook terus bergerak. "Diam dan nikmati!"

Ryeowook makin kuat meronta-ronta ketika dirasakannya tangan kekar Kyuhyun meraih tengkuknya. Pikirannya memerintahkan untuk mendorong tubuh Kyuhyun. Tapi percuma. Tenaga Kyuhyun jauh lebih besar dan kuat dibanding dirinya. Perlahan dirasakannya bibir Kyuhyun mulai menempel di bibirnya, melumat bibir Ryeowook kasar.

"Hmmmmphff…" Gadis itu ingin berteriak, tapi terhalang bibir Kyuhyun. Ia sangat takut. Menyesal karena lebih memilih membolos menemani Kyuhyun. Merasa ini adalah akhir dari hidupnya.

"Kyuuuuhhhmmmppphhh…." Jerit Ryeowook tertahan ketika dirasanya tangan Kyuhyun mulai turun menelusuri lekuk tubuhnya. Air mata dengan mudahnya lolos membasahi pipinya, yang juga membasahi pipi Kyuhyun. Mencengkeram erat kepala Kyuhyun berusaha menjauhkan dari dirinya sambil terus terisak.

Kyuhyun kaget mendapati Ryeowook seperti ini. Ia tak menyangka Ryeowook akan menolaknya mentah-mentah. Perlahan dilepasnya Ryeowook. Mengembalikannya dalam posisi duduk semula. "Aku benar-benar tidak bisa menahannya ketika berada di dekatmu. Jeongmal mianhae…"

Ryeowook menghapus air matanya cepat. Mulai sekarang ia tak mau dianggap harus terlihat tegar. Di hadapan Kyuhyun sekalipun.

Kyuhyun mengernyit ketika tiba-tiba Ryeowook meletakkan HPnya kasar di meja.

"Kenapa nama kontak Soehyoun Eonni kau beri nama Chagi?" Tanyanya dingin seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Kyuhyun bengong. Kenapa dia sampai lupa menggantinya. Aish… Bodohnya. Segera dia ambil HPnya. Mengotak-atik sebentar yang hanya mendapat tatapan dingin dari Ryeowook. Entah karena apa, sedikit demi sedikit pandangan Ryeowook mulai mengabur.

"Hoaaammmbb… Kenapa tiba-tiba aku merasa ngantuk.." ucap Ryeowook lebih terdengar untuk dirinya sendiri.

Kyuhyun sontak meletakkan HPnya, menatap Ryeowook yang kini tengah menatapnya sayu. Kyuhyun tersenyum simpul. Sepertinya obat yang ia campurkan pada minuman Ryeowook sudah bereaksi.

"Tidurlah…" ucap Kyuhyun akhirnya, menyenderkan punggung Ryeowook pada sofa dengan posisi sedikit mendongak. Sedetik kemudian Kyuhyun mendaratkan bibirnya pada bibir Ryeowook, melumat bibirnya kasar. Anehnya, sama sekali tak ada penolakan dari Ryeowook. Mungkin karena terlalu mengantuk atau karena hal lain,gadis itu hanya menurut. Membiarkan Kyuhyun menikmati setiap inchi bibirnya, sebelum akhirnya benar-benar terlelap.

Kyuhyun melepas ciumannya dan tersenyum lebar. "Kau menyerah Chagi?" diusapnya bibir Ryeowook lembut menggunakan telunjuk. "Hari ini kau akan menjadi milikku seutuhnya. Persetan dengan prinsip-prinsip kuno mu itu." Digerakkan telunjuknya menyusuri dagu dan leher Ryeowook.

Senyum kemenangan tak henti-hentinya terpancar dari pria berambut ikal ini. "Seperti yang selama ini ku lihat dari luar. Halus dan …. menggoda." Perlahan tangannya turun, membuka satu-persatu kancing seragam Ryeowook sambil terus menciumi bibir Ryeowook.


^o^ Cho Ryeona ^o^

.

.

Ryeowook tiba-tiba terbangun dan langsung duduk. Tersengal-sengal mengatur nafas karena mimpi buruk. Belum sempat perasaan takutnya hilang, jantungnya kembali berdetak kencang mendapati sesuatu jatuh dari tubuh dan berhenti di pahanya. Jaket. Itu jaket Kyuhyun. Dan lihat keadaannya sekarang, polos tanpa penutup. Hanya jaket itu yang tadi membalut tubuhnya. Ryeowook kembali meraih jaket dan menutupkan ke tubuhnya.

'Tenang… Pikirkan hal yang baik saja' kata Ryeowook dalam hati berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum melihat keadaan di sekitarnya.

Setelah sudah cukup tenang, perlahan Ryeowook mendongak. Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dilihatnya Kyuhyun tengah berdiri di balkon. Menatap jalan raya di bawahnya. Dan penampilannya? aish…dia hanya bertelanjang dada, mengenakan celana pendek.

~deg ~deg

Apa yang sebenarnya terjadi? Kyuhyun? Kau tak mungkin setega ini kan pada Ryeowook?

Ryeowook bergerak cepat. Diambilnya seragam yang berceceran dan langsung memakainya. Pikirannya benar-benar tak bisa tenang. Apa yang Kyuhyun lakukan padanya? Sebisa mungkin Ryeowook menahan air mata. Ingin cepat pulang. Karena ini sudah waktunya sekolah bubar. Gadis itu berjalan gontai ke arah Kyuhyun. Diulurkan tangannya menepuk bahu sang namja.

"Kau sudah bangun? Tadi aku….."

"kajja. Kita harus pulang." Potong Ryeowook cepat.

"Tunggu. Kau tidak bertanya kenapa…."

"Ini sudah waktunya pulang." Lagi-lagi Ryeowook memotong kata-kata Kyuhyun. Ia belum siap mendengar kenyataan bahwa ia sudah menyerahkan miliknya yang paling berharga pada Kyuhyun. Namja yang mungkin sebentar lagi benar-benar akan meninggalkannya. Dilihatnya Kyuhyun yang tengah berjalan masuk, memunguti pakaian.

"Hidupku benar-benar hancur…" gumamnya pelan. Sepelan mungkin. Ia tidak mau Kyuhyun mendengarnya.

"Kajja" Tiba-tiba Ryeowook merasa sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Ternyata Kyuhyun sudah selesai.

Ryeowook melangkahkan kakinya cepat. Mengikuti Kyuhyun yang tengah menuju tempat parkir. Kali ini mereka pulang boncengan. Karena tadi atas permintaan Kyuhyun, Ryeowook menitipkan motornya di rumah teman Kyuhyun.


^o^ Cho Ryeona ^o^

.

.

Sudah seminggu ini Ryeowook jadi aneh. Pendiam dan lebih banyak menyendiri. Bahkan sahabat dekatnya, Donghae sama sekali tidak tau kenapa Ryeowook seperti itu. Ryeowook selalu menghindar setiap kali Donghae memulai percakapan. Entahlah. Donghae juga tidak mau terlalu ikut campur urusan yeoja yang tengah duduk di sampingnya ini. Ia masih sayang nyawa. Tidak mau terlalu dekat dengan Ryeowook karna….yahh …semua orang tau bagaimana ganasnya Cho Kyuhyun kalau sampai ada yang berani mendekati 'miliknya'. Donghae hanya mau membantu kalau Ryeowook sendiri yang bercerita padanya.

"Siapa namja itu?" Tanya Ryeowook ketika matanya menangkap seorang namja yang duduk di bangku paling belakang. Biasanya bangku itu kosong.

Donghae diam sebentar. Tumben, pikirnya. "Dia murid baru. Sepertinya akhir-akhir ini kau memang belajar jadi patung. Dia sudah pindah kesini sejak lima hari yang lalu."

"Oohh…" Ryeowook kembali mengahadap ke depan.

"Tunggu. Kau tidak mau menanyakan namanya, atau tempat tinggalnya mungkin? Semua yeoja meliriknya. Dan kau hanya bilang 'ooohhh'" ujar Donghae yang benar-benar heran. Apa Kyuhyun memang benar-benar tampan? Sampai-sampai Ryeowook sama sekali tidak tertarik pada murid baru itu.

"Dia sangat jenius. Baru seminggu di sini sonsaengnim sudah banyak yang memujinya. Sepertinya Kyuhyun harus merelakan gelar murid terpandai di sekolah ini berpindah pada murid baru itu. Dia sangat pendiam dan misterius. Tapi bedanya dia akan bersikap ramah jika ada yang menanyainya lebih dulu. Tidak seperti Kyuhyun…" jelas Donghae panjang lebar yang hanya mendapat anggukan dari Ryeowook.

"Kau ini kenapa? Biasanya kau akan membela kekasihmu itu jika aku menjelek-jelekkannya"

Ryeowook hanya tersenyum hambar. Sangat berat untuk berkata hubungannya dengan Kyuhyun sudah berakhir, seperti permintaan Kyuhyun. Meskipun ini hanya pura-pura. Ryeowook tak begitu yakin bisa melakukan ini. Ada perasaan sakit ketika permintaan ini justru keluar dari mulut Kyuhyun.

"Kau terlihat aneh. Jangan bilang kalau hubungan kalian sudah berakhir…" Donghae tiba-tiba menghentikan perkataannya. Dilihatnya namja yang baru mereka bicarakan tengah berdiri di samping Ryeowook.

"Salam kenal. Kim Kibum imnida. Apa tadi kalian melihat ke arahku?" Ryeowook menoleh. Seseorang mengulurkan tangan pada Ryeowook sambil tersenyum. Orang ini benar-benar membantu. Ryeowook menjabat tangan namja itu.

"Kim Ryeowook" Ryeowook tersenyum manis. Sangat manis. Sampai membuat namja di depannya enggan untuk berkedip dan melepas jabatan tangannya.

Donghae menarik tangan Ryeowook cepat. "yak! Cepat lepas! Kau murid baru mau cari mati?"

Kibum mengerutkan kening. "mmm..mianhae. Apa dia kekasihmu? Aku tidak tau. Aku benar-benar minta maaf."

Donghae menghela nafas. "Dia bukan kekasihku. Dia tidak mungkin mau dengan namja sepertiku." Ucap Donghae sembarangan yang langsung mendapat hadiah pukulan dari Ryeowook di bahunya. "Awwhh…dia kekasih Cho Kyuhyun. Preman sekolah ini."

"Benarkah? Benar itu Ryeowookie?" Aish…baru saja kenal kau sudah memanggilnya dengan embel-embel –ie..

Ryeowook melongo. Bingung apa yang harus ia katakan. Ryeowook menatap Donghae meminta bantuan. Paboya. 'percuma. Donghae Oppa tidak akan mengerti.'

"Aniya. Hubungan kami sudah berakhir." Akhirnya Ryeowook menjawab. Donghae membatu. Inikah penyebab Ryeowook jadi pendiam akhir-akhir ini?

"Seminggu yang lalu." Lanjut Ryeowook yang langsung disambut senyuman puas dari lawan bicaranya.

Kibum mencoba mengalihkan pembicaraan. "mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih. Ummm…Bagaimana kalau sekarang kita ke kantin?"

"Kajja…" Ryeowook menjawab cepat dan langsung berdiri. Tidak mau meladeni Donghae yang kini menatapnya penuh tanya. Mengikuti Kibum yang berjalan lebih dulu. Donghae yang baru sadar segera berlari menyusul Ryeowook. Dilihatnya dari kejauhan Kibum tengah menggandeng tangan Ryeowook di tengah kerumunan para murid yang baru keluar dari kantin.

Donghae tersenyum, "Sepertinya murid baru itu memang lebih baik dari pada Cho Kyuhyun." Dengan cepat Donghae berlari ke arah kantin. Memesan makanan dan duduk satu meja dengan Ryeowook serta Kibum.

Donghae mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dan tiba-tiba berhenti mendapati Soehyoun bersama gerombolannya duduk di sudut ruangan. "Soehyoun terlihat sangat bahagia. Apa Kyuhyun kembali pada Soehyoun?" tanya Donghae tanpa mengalihkan pandangan dari Soehyoun.

"Jangan bicara apa pun tentang Kyuhyun." Ucap Ryeowook dingin. Dia benar-benar merasa sakit tiap mendengar nama itu. Donghae mengalihkan pandangannya pada Ryeowook.

"Baiklah-baiklah…Aku mengalah." Memilih focus pada makanannya yang baru datang. Dengan sigap Donghae melahap pesanannya. Hanya butuh waktu lima menit, piring di depannya sudah kosong.

Kibum terkikik. "Apa Donghae memang serakus ini? Kkkkk." Donghae mengernyit.

"Yak! Kau murid baru. Berani sekali mengataiku. Aku pikir kau pendiam. Ternyata…Huh! Sangat jauh dari kata PENDIAM!" Donghae mencak-mencak yang hanya disambut gelak tawa dari Kibum. Yang membuat Donghae makin kesal, Ryeowook malah ikut tertawa terbahak-bahak.

"Aku bukan pelawak. Huh!" Tidak sadar beberapa pasang mata tengah menatap kea rah mereka karena suara mereka begitu keras.

Ryeowook memegangi perutnya menahan tawa. "Oppa…Hahahahaha…Oppa memang rakus. Pipinya sampai ikut makan. Buahahahahaha…" untuk sejenak biarkan ia tertawa.

Donghae memegangi pipinya. Benar saja, masih ada makanan menempel di pipinya. Ia sampai tidak sadar. Donghae menyambar tissue di depannya dan membersihkan pipinya. Ia benar-benar merasa malu. Semua melihat ke arahnya. Bahkan gerombolan Soehyoun yang sedari tadi sibuk dengan urusan mereka, ikut menertawai Donghae. Ish.. malangnya nasibmu Lee Donghae…

Tawa sudah mulai reda. Ryeowook kini meraih gelas dan meminum isinya. Merasa haus karena kelamaan tertawa. Menurutnya ini sangat lucu. Tidak biasanya Donghae seceroboh ini. Setahu Ryeowook, Donghae adalah orang yang sangat hati-hati dalam menjaga image. Bagaimana bisa hari ini Donghae terlihat begitu tidak elit. Kkkkkk.

Donghae kembali menegakkan kepalanya. Semua sudah kembali seperti semula. Benar-benar memalukan. Ia terlihat begitu bodoh di hadapan semua orang. Ini semua gara-gara murid baru itu. Dilihatnya sekali lagi tempat duduk Soehyoun yang berada di belakang Ryeowook, sekedar memastikan. Bagaimanapun kesalnya ia, Donghae tetap tidak mau Wookie kenapa-napa. Baginya Wookie sudah ia anggap sebagai dongsaengnya sendiri.

Bisa dia lihat bagaimana bencinya Soehyoun pada gadis di depannya ini. Dari jarak sejauh ini, Donghae bahkan bisa merasakan kalau Soehyoun dan gerombolannya tengah membicarakan Ryeowook disertai tatapan-tatapan sinis. Donghae memutar bola matanya. Matanya menangkap sosok Kyuhyun memasuki kantin melalui pintu di belakang Ryeowook.

Bukannya berjalan ke arah Ryeowook, Kyuhyun malah duduk tepat di samping Soehyoun. Donghae benar-benar geram. "Sebaiknya kita kembali ke kelas." Ucap Donghae. Tidak mau Ryeowook melihat semua ini.

"Aniya. Aku belum selesai." Ryeowook yang belum mengetahui kedatangan Kyuhyun memilih melanjutkan makannya sambil mengobrol dengan Kibum.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan mengerutkan kening mendapati Ryeowook tengah berbincang-bincang dengan namja asing. Soehyoun yang menyadarinyanya segera mengalihkan perhatian Kyuhyun. Menarik dagunya dan mencium bibir Kyuhyun lembut. Sama sekali tidak mempedulikan jerit histeris orang-orang di sekitarnya.

Ryeowook mengikuti arah pandang orang-orang di sekitarnya. Dan alangkah terkejutnya ketika ia melihat pemandangan di hadapannya. Kyuhyun sedang mencium bibir Soehyoun. Di hadapan orang banyak. 'ukhh…Kenapa rasanya sakit sekali' Ryeowook memegangi dadanya. Menetralisir detak jantungnya yang berdetak tak beraturan. Sesak, itu yang dirasakan Ryeowook saat ini. Mereka berciuman di tempat umum, bukankah itu sama saja memberitahukan pada dunia bahwa Ryeowook lah yang kalah. Ryeowook kembali menatap meja. Berusaha seolah tidak terjadi apa-apa.

Kyuhyun hanya diam sampai Soehyoun melepas ciumannya. Ia menyadari sesuatu. Ternyata bukan ini yang dia harapkan.

Soehyoun tersenyum, "ada apa Kyuhyunie? Biasanya kau sangat agresif." Tanya Soehyoun dengan suara sedikit dikeraskan. Sudah pasti tujuannya untuk memanas-manasi Ryeowook. Dan hanya dijawab lenguhan dari Kyuhyun.

Demi apa pun Ryeowook benar-benar tak bisa menahan perasaannya. Ia menunduk, menyembunyikan genangan air di pelupuk matanya. Ryeowook benar-benar tidak rela. Merasa dibohongi. Ini kah yang dimaksud Kyuhyun berpura-pura putus? Sudah beberapa hari ini juga Kyuhyun sama sekali tidak memberinya kabar. Ini bukan pura-pura Kim Ryeowook! Sadarlah! Kau sudah masuk daftar korban Cho Kyuhyun.

Hanya butuh waktu satu detik bagi Kibum untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ryeowook menangis. Ya… Sudah pasti namja yang baru dilihatnya tadi adalah orang yang sangat special untuk Ryeowook. Kyuhyun. Ya, sudah pasti dia. Nama itu yang tadi didengarnya dari Donghae. Terbesit sedikit pemikiran aneh. Ia ingin membantu Ryeowook. Tidak peduli apa konsekuensi yang akan diterimanya nanti. Perlahan Kibum mendekatkan kepalanya dengan bibir Ryeowook.

Kyuhyun sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Soehyoun. Pandangannya tertuju pada tiga sosok manusia ditengah-tengah ruangan. Namja di samping Ryeowook benar-benar mengganggu pikirannya. Siapa dia? Berani sekali sedekat itu dengan…aish…bukankah kau berniat melepasnya, Cho Kyuhyun?! Kenapa kau masih berharap mengakuinya sebagai kekasih?

Kyuhyun hampir saja mengalihkan pandangannya sedetik sebelum sesuatu terjadi di tengah ruangan, tepatnya di tempat Ryeowook. Kyuhyun terbelalak lebar melihat kelakuan namja asing itu. Dilihatnya namja itu tengah menikmati bibir Ryeowook. Kyuhyun menggeram. Bibir itu harusnya hanya bisa dinikmati Cho Kyuhyun.


Allohaaaa….. Makin gag jelas ni cerita. Huhuhu…. Entah ini cinta segi berapa. Belum jelas hubungan ama Siwon, author malah datengin cast baru *maruk*

Gag tau lagi mau bicara apa. Trimakasih pada semua reader. Dukung terus FF ini agar terus berlanjut. Kkkkkkkkk. Silent Reader, segeralah bertaubat. Tinggalkan pesan di kotak review *deep bow*

Big thanks to :

Ryon, kyuwooksbaby, choi Ryeosomnia, ryeofha212, Guest, Kyute EvilMagnae, dwiihae, SparKSomniA0321, i am, man min mi, KiKyuWook, dhia bintang kyuwook shipper

Reply Review :

Ryon : insyaallah ga bakalan pisah. Gomawo…

Kyuwooksbaby: Fighting! Doain Kyuwook bersatu… kkkkk

Guest: ne, ini uda lanjut.

i am : aish…. Untung aku ga kebawa emosi. HAahahahah…Gomawo… *deep bow*

dhia bintang kyuwook shipper : Siwook moment SMTown ina bikin gemes. Pandangan won ke wook kaya gmana gitu… hahahaha *otak gila author*