Title : A Girl in Love

Chapter : 6

Pairing : Kyuwook slight SiWook/SoeKyu/KiWook

Rated : T

Genre : Romance

Author : Cho Ryeona

Kyuhyun mengulurkan tangan, meraih bahu soehyoun dan memeluknya. Berusaha memantapkan keputusannya. Menikah dengan Soehyoun adalah suatu keharusan. Ia tidak ingin anak yang dikandung Soehyoun lahir tanpa ayah. Ini perbuatannya, jadi dia harus bertanggung jawab.

Kibum tersenyum , "Setidaknya beri aku waktu untuk membuatmu melupakan rasa sakit hatimu. Aku ingin menjadikanmu orang yang paling berarti dan mengenalkanmu pada ayah dan ibuku."

KyuWook/SiWook/SoeKyu/KiWook/GS/Chap 6


Kyuhyun hampir saja mengalihkan pandangannya sedetik sebelum sesuatu terjadi di tengah ruangan, tepatnya di tempat Ryeowook. Kyuhyun terbelalak lebar melihat kelakuan namja asing itu. Dilihatnya namja itu tengah menikmati bibir Ryeowook. Kyuhyun menggeram. Bibir itu harusnya hanya bisa dinikmati Cho Kyuhyun.


^o^ Cho Ryeona ^o^

.

.

Ryeowook melotot. Ia belum begitu kenal dengan namja di depannya ini. Dan sekarang apa yang tengah dilakukan orang asing itu terhadapnya? Seenaknya mencium bibir, tunggu…bukan bibir. Kibum sedang mencium kartu yang menempel di bibirnya. Sejak kapan ada kartu menempel di mulutnya? Ryeowook terlalu kaget sampai tidak menyadari Kibum telah menempelkan kartu sebelum ia menciumnya tadi.

Dengan cepat Ryeowook menjauhkan kepalanya. Memilih menunduk menatap lantai. Pasti sebagian orang menganggapnya berciuman dengan Kibum. Baru putus dengan Kyuhyun sudah berciuman di depan umum dengan namja lain. Ryeowook terlihat murahan.

Decakan kagum terdengar dari bibir Donghae. Ia begitu kagum dengan kecerdasan dan keberanian Kibum. Dari tempat duduknya, dia dapat melihat dengan jelas bagaimana dari awal Kibum mengambil kartu dan secepat kilat menempelkan di bibir Ryeowook. Mereka bertiga sama sekali tidak menyadari ada orang di seberang sana yang tengah memasang tatapan membunuh.

Kyuhyun beberapa kali menghentakkan kakinya kasar. Berusaha memulihkan kembali suasana hatinya. Ia tidak menyangka melihat Ryeowook dekat dengan namja lain akan membuatnya seperti ini.

"Kau ini kenapa Kyuhyunie?" tanya Soehyoun yang semakin menyadari perubahan pada diri Kyuhyun. Yang ditanya hanya terlihat sibuk dengan pemikirannya sendiri.

"Ada yang salah denganmu?" ulang Soehyoun karena merasa Kyuhyun sama sekali tidak mendengar pertanyaannya. "Kau menyesal memutuskan hubungan dengan gadis itu?" Soehyoun benar-benar kehilangan kesabaran.

"Aniya." Kyuhyun akhirnya menjawab. "Aku akan baik-baik saja meskipun tanpa dia." Masih berusaha bertahan dengan keputusannya. Meninggalkan Ryeowook adalah jalan terbaik.

"Benarkah?" Soehyoun berusaha percaya.

"Ne," ucap Kyuhyun datar. Dilihatnya sekali lagi tempat duduk Ryeowook. Sudah kosong. Kemana penghuninya? Kyuhyun kembali mengedarkan pandangannya. Di luar, terlihat namja yang tadi, menggandeng tangan Ryeowook di tengah ramainya para siswa yang berdesak-desakan. Pemandangan yang membuat Kyuhyun mendidih. Kembali dialihkan pandangannya pada Soehyoun.

"Kapan kau mulai keluar dari sekolah ini?" Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan. Takut yeoja di sampingnya semakin curiga.

Soehyoun menyenderkan punggungnya di kursi, "Aku akan keluar setelah perutku mulai membuncit." Sebenarnya ia sangat enggan keluar dari sekolah. Tiga bulan lagi mereka ujian akhir, itu berarti Soehyoun tidak akan mendapat ijazah SMA. Ia bisa saja menggugurkan kandungannya yang masih berumur dua bulan. Tapi itu tidak mungkin. Kyuhyun bisa meninggalkannya sewaktu-waktu kalau sampai ia nekat menggugurkannya.

"Apa kita juga akan menikah?"

Soehyoun mendelik. Pertanyaan yang sama sekali tak membutuhkan jawaban. "Kau keberatan?" Soehyoun balik bertanya.

Namja di sampingnya menggeleng, "Eomma sudah mengatur semuanya. Satu bulan lagi kita menikah." Lagi-lagi bayangan Ryeowook lewat begitu saja dalam pikiran Kyuhyun.

"Ne, Eomma juga sudah bilang padaku." Soehyoun tersenyum. Merasa akhirnya dialah yang memenangkan Kyuhyun. Dari sekian banyak yeoja yang menjadi kekasih Kyuhyun, hanya dia yang berhasil menjadikannya suami.

Kyuhyun mengulurkan tangan, meraih bahu soehyoun dan memeluknya. Berusaha memantapkan keputusannya. Menikah dengan Soehyoun adalah suatu keharusan. Ia tidak ingin anak yang dikandung Soehyoun lahir tanpa ayah. Ini perbuatannya, jadi dia harus bertanggung jawab.

"mmmhhh…" Soehyoun melenguh. Ia terlihat sangat bahagia. Tanpa sadar seseorang yang sedang memeluknya tengah bimbang, tak lagi menemukan kenyamanan bersamanya.

.

.

.

Ryeowook menatap Kibum yang sedari tadi sibuk mencorat-coret bangku. Secerdas apa pun, Kibum tetap mempunyai kebiasaan buruk. Contohnya seperti sekarang ini, mencoret-coret bangku. Padahal di tembok sudah ditempel tulisan 'DILARANG CORET-CORET BANGKU!' dengan ukuran cukup besar. Kibum bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca.

Keinginan Ryeowook untuk bertanya semakin besar. Dilangkahkan kakinya duduk di samping Kibum. "Bumie…"

"ne?" jawab Kibum masih focus dengan mejanya.

"Kenapa tadi menciumku?" Kibum tetap terlihat sibuk dengan kegiatannya.

"Aku tidak menciummu. Kau percaya diri sekali Wook-ah. Aku mencium kartu ATM ku." Kibum terlihat santai menanggapi kebingungan Ryeowook.

Ryeowook menghela nafas. "Hahh….iya, iya. Maksudku itu. Kenapa tadi tiba-tiba menempelkan kartu ATM di mulut ku kemudian kau menciumnya?" Meletakkan dagunya di bangku, menatap wajah namja di sampingnya. Tidak terlalu memperhatikan apa yang tengah dilakukan Kibum pada bangkunya.

"Itu kartu ATMku. Jadi terserah mau aku apain." Terdengar acuh. Ryeowook mendelik. Hey! Dia serius bertanya. Dan apa jawaban yang ia dapat?

Kibum terkikik. Dia memang ahli membuat orang lain kesal. "Baiklah-baiklah. Kenapa tadi aku melakukan itu? Karna aku tidak tega melihat tampang melasmu. Kau menangis melihat dua pasang kekasih di seberang sana. Sudah pasti orang itu sangat berarti untukmu. Dan menurut tebakanku, orang itu yang bernama Kyuhyun. Yang baru putus denganmu seminggu yang lalu kan? Potong mulut ku kalau memang tebakan ku salah. Aku hanya ingin membantumu. Kau tidak boleh terlihat kalah di hadapannya." Jelas Kibum panjang lebar tanpa mengalihkan pandangannya dari silet yang tengah digunakan untuk membantai meja di depannya. Kibum yang biasanya dingin jadi berubah secerewet ini di hadapan Ryeowook. Ryeowook hanya melongo mendengar Kibum yang menurutnya terlalu berlebihan.

"Tunjukkan kalau kau juga bisa mencari namja lain. Tidak hanya menangis meratapi nasib. Nasibmu bisa berubah kalau kau juga ada usaha untuk merubahnya." Ryeowook manggut-manggut mendengarnya. Kibum meletakkan silet dan beralih mengambil tip-x untuk menyelesaikan tugasnya (?).

"Menurutmu apa yang harus ku lakukan setelah ini?" tanya Ryeowook terdengar pasrah.

"Carilah kekasih baru." Ucap Kibum asal yang langsung mendapat hadiah pukulan di kepalanya.

~tuk

"Awwwhhh…." Kibum melenguh memegangi kepalanya. "apa ada yang salah dengan kata-kataku?"

Ryeowook memanas. "Kau fikir aku yeoja murahan yang dengan mudahnya mencari kekasih baru? Padahal baru seminggu aku putus." Sergah Ryeowook cepat.

Kibum akhirnya menoleh, menatap Ryeowook. "Kau ini polos atau bodoh. Kyuhyun bahkan sudah punya kekasih baru. Apa kau akan tetap seperti ini? Terus-terusan menangisi kepergiannya? Cih… Benar-benar tidak berguna" Kibum kembali berkonsentrasi pada meja di depannya.

"Dia bukan kekasih baru. Dia kekasih Kyuhyun sejak satu tahun terakhir." Ujar Ryeowook lirih. Kibum membatu. Kembali menatap Ryeowook meminta penjelasan.

Yang ditatap hanya menarik nafas berat. Merasa yang akan diucapkannya adalah sesuatu yang sangat berat. "Aku bukan kekasih Kyuhyun. Aku hanya selingkuhan." Dia yakin pasti setelah ini Kibum akan membencinya. Dan menyesal telah memberinya pertolongan tadi.

Kibum menatap tak percaya. Wookie yang polos? "Kyuhyun benar-benar membuatmu jadi terlihat buruk."

"Aku tidak suka siapa pun menghubung-hubungkan kenakalanku dengan orang lain."

"Ck, terserahmu saja." Kibum menyerah."Kau benar-benar tidak mau mencari kekasih lain?" berusaha mengalihkan pembicaraan karena melihat wajah Ryeowook yang semakin kusut.

"Sepertinya aku belum bisa." Ryeowook memang keras kepala.

Kibum tersenyum , "Setidaknya beri aku waktu untuk membuatmu melupakan rasa sakit hatimu. Aku ingin menjadikanmu orang yang paling berarti dan mengenalkanmu pada ayah dan ibuku." Ucap Kibum penuh arti sebelum beranjak dari tempat duduknya.

"mwo?" Ryeowook mengerutkan kening menatap Kibum yang kini telah sampai di depan pintu. "Untuk apa ayah dan ibu Kibum mengenalku?" ucapnya lirih sembari menggaruk belakang kepalanya yang memang tiba-tiba gatal memikirkan ucapan Kibum.


^o^ Cho Ryeona ^o^

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh sore. Kenapa Ryeowook belum keluar dari kamar? Siwon terlihat cemas. Terbukti dari tadi dia hanya mondar-mandir di depan kamar. Ia sama sekali belum melihat Ryeowook sejak ia pulang bekerja sore tadi. Dilangkahkan kakinya mendekati pintu. Perlahan Siwon mengulurkan tangannya hendak membuka pintu. Sedetik kemudian tangannya kembali menggenggam. Berubah pikiran.

Siwon memutuskan untuk duduk di sofa. Merasa lelah mungkin. Sedari tadi mondar-mandir. Diliriknya pintu keluar. Sepertinya anggota keluarga lain akan pulang larut. Malam ini ada undangan pesta di kediaman relasi bisnis ayahnya. Ia lebih memilih di rumah. Menunggui Ryeowook yang tidak tau kapan akan keluar.

Sebenarnya ia bisa saja masuk ke kamar Ryeowook. Tapi melihat keadaan Ryeowook akhir-akhir ini, Siwon kembali mengurungkan niatnya. Ryeowook jadi terlihat acuh pada siapa pun. Lebih banyak diam, tenggelam dalam pikirannya.

Mencoba mengalihkan pikirannya, Siwon mengambil Koran yang tergeletak di bawah meja. Beberapa menit ia hanya membolak-balik Koran itu. Seseorang di dalam kamar lebih menyita perhatiannya. Terbukti dia hanya membolak-balik Koran itu berpuluh-puluh kali tanpa ada sedikit pun niat untuk membaca isinya.

Diliriknya jam dinding. Sudah hampir jam delapan. Siwon menyerah. Terlebih ia mengingat kabar yang baru di dengarnya tadi siang, Ryeowook dan Kyuhyun telah putus. Ia semakin takut Ryeowook melakukan hal yang nekat di kamar.

Kembali dilangkahkan kakinya mendekati pintu kemudian membukanya, "Ryeowookie…" panggilnya lirih. Takut mengganggu kegiatan sang pemilik kamar.

Walaupun lampu kamar menyala redup, Siwon dapat melihat seseorang membuka selimut sambil mengucek mata, ternyata Ryeowook. "Eunngggghh…." Terdengar lenguhan dari bibir mungil Ryeowook. Siwon tersenyum memandangi Ryeowook yang tengah menggeliat.

"Baru bangun tidur rupanya." Ucap Siwon mendekati ranjang Ryeowook.

"mmmhhh…ne, Oppa." Ryeowook duduk, masih mengucek-ngucek matanya. "Ini jam berapa?" Siwon sedikit senang. Ternyata respon Ryeowook tak seburuk yang dia kira.

"Jam delapan malam."

Mata Ryeowook membulat. "mwo?! Jam delapan?!" Menggerakkan jarinya satu per-satu, kebiasaanya kalau sedang berhitung. "Jadi aku tidur selama tujuh jam? Aish…"

Siwon mengacak rambut Ryeowook. "Kau ini yeoja. Kenapa semalas ini?"

"Aku bukan pemalas. Huh!"

"Bagaimana nasib Kyuhyun kelak jika kau pemalas seperti ini? Kkkkkkk." Siwon terkikik, meskipun rasanya sakit mengatakan hal ini. Masih berusaha menutupi bahwa ia tau perihal putusnya Ryeowook dengan Kyuhyun. Ia tau, Ryeowook pasti sangat terpukul.

"Nasib Kyuhyun ada di tangan istrinya." Sahut Ryeowook datar. Merasa tidak suka seseorang menyebut nama Kyuhyun di depannya. Namja yang sekarang mungkin sangat dibencinya.

"Maka dari itu, belajarlah jadi istri yang baik. Yang bisa mengurus suami." Siwon meletakkan kepalanya di paha Ryeowook. "Bagaimana kau bisa mengurus Kyuhyun kalau kau tidak bisa mengurus dirimu sendiri."

"Aku bukan pemalas. Aku tidur selama tujuh jam karena selama hampir seminggu aku sama sekali tidak tidur. Dan lagi aku bukan istri Kyuhyun, jadi bagaimanapun Kyuhyun bukan lagi menjadi urusanku" Sungut Ryeowook.

Siwon mendongak menatap dongsaengnya, "Kalian benar berpisah?"

"ne" jawab Ryeowook masih dengan nada dinginnya.

"Jadi ini alasanmu hanya diam seminggu ini? Mengacuhkan semua orang?" Siwon menuntut penjelasan. Tidak terima diperlakukan seenaknya. Yang ditanya masih setia dengan tampang cueknya. Menatap arah lain, lebih tepatnya ke jendela.

"Hmm…"

"Harusnya kau tidak boleh seperti ini. Haruskah orang lain menjadi korban keketusanmu? Padahal kami sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalahmu. Bahkan aku sudah memberi lampu hijau bagi kalian. Apa masih kurang?" perlahan digerakkan tangannya meraih dagu Ryeowook agar melihat ke arahnya.

Dada Ryeowook bergemuruh. Lagi-lagi ia ingat peristiwa satu minggu yang lalu. Dengan cepat Ryeowook menepis tangan Siwon. "Jangan menyentuhku." Perintah Ryeowook serak, menyimpan sesuatu yang sepertinya sangat berat.

Siwon tercengang. "Wae?" Sekilas ia dapat melihat Ryeowook mati-matian menahan air matanya.

"Aku bilang tidak boleh, ya tidak boleh."

"Oppa ingin tau sebabnya. Apa Oppa terlalu buruk? Hingga tidak boleh menyentuhmu?" Siwon tidak mau kalah.

"Sudah ku bilang tidak boleh. Jangan banyak tanya." Akhirnya air mata itu kembali menetes. Di ruangan yang minim sinar lampu ini Siwon masih dapat melihat air mata Ryeowook menggenang di matanya.

Siwon duduk seketika. Mencoba menghapus air mata Ryeowook. Ryeowook kembali terisak dan dengan cepat mendorong tangan Siwon. "Hikz… Jangan menyentuhku…" Siwon mengerutkan kening sebagai jawabannya. Perlahan kembali digerakkan tangannya, menangkupkan kedua tangannya di pipi Ryeowook.

Ryeowook mendelik. Menjauhkan tangan Siwon dan secepat mungkin turun dari ranjang. Berlari ke kamar mandi dan menguncinya. Menekuk kakinya tepat di depan pintu, "Hikzz…. Aku kotor Oppa. Tidak ada yang boleh menyentuhku. Oppa terlalu bersih untuk menyentuhku." Ujar Ryeowook sembari memeluk lututnya.

Siwon benar-benar terkejut. Ada apa dengan dongsaengnya? Apa dia melakukan kesalahan? Sepertinya tidak. Seminggu ini Siwon sama sekali tidak berani mendekati dongsaengnya. Ryeowook benar-benar membuat Siwon frustasi. Dengan sigap Siwon berlari ke arah pintu kamar mandi kemudian menggedornya.

"Wook-ah! Buka pintu!"

Siwon kembali menggedor pintu. "Wook-ah! Apa Oppa melakukan kesalahan?!" Siwon benar-benar takut Ryeowook macam-macam di dalam.

"Jawab Oppa! Oppa benar-benar minta maaf!" sambung Siwon ketika dirasanya Ryeowook tidak menjawabnya.

Air mata Ryeowook semakin deras mengalir , "Hikz… Bodoh. Oppa tidak punya salah apa-apa. Kenapa harus minta maaf…"desis Ryeowook lirih. Tidak mau suaranya didiengar Siwon. "Ini kesalahan Wookie…"

"Ryeowookie! Buka pintunya!" Sang Kakak masih setia menggedor pintu.

Ryeowook masih tenggelam dalam pikirannya. Mengabaikan keadaan di luar. Seolah tak ada manusia yang tengah memukiul pintu di belakangnya."Harusnya Wookie mendengar kata-kata kalian." Ryeowook membentur-benturkan kepalanya di lantai. "Dasar egois… Kim Ryeowook egois, murahan! Ryeowook tidak pantas mendapat kasih sayang dari siapa pun!"

Demi apa pun, Ryeowook benar-benar menyesal. Merasa kini menjadi orang yang benar-benar bodoh.

Hey! Harusnya kau siap menerima segala konsekuensi Kim Ryeowook! Kau sudah berjanji pada dirimu sendiri. Jika suatu saat Kyuhyun meninggalkanmu, kau tidak boleh kalut seperti ini? Bukankah dari awal kau menerima Kyuhyun, Donghae sudah mengingatkanmu? Kyuhyun yang playboy, Kyuhyun pemabuk, penjahat kelamin, Kyuhyun yang seolah tak punya hati. Kenapa sekarang kau mengingkari janjimu sendiri?

Ryeowook sama sekali tak menghiraukan darah yang perlahan mengalir melalui pelipisnya dan bercampur dengan air mata. Rasa sakit di hatinya lebih besar. Sungguh, Kyuhyun membuat Ryeowook menjadi seburuk ini. Dia kini sudah kotor. Seseorang yang mati-matian dipertahankannya justru dengan mudahnya meninggalkan Ryeowook. Ia merasa telah dikhianati. Beberapa hari ini Ryeowook mencoba menghubungi Kyuhyun, menanyakan kejelasan hubungan mereka. Baru tadi siang Kyuhyun memberinya kabar. Memutuskan hubungan mereka hanya melalui pesan singkat. Rasanya Ryeowook ingin pergi sejauh mungkin. Ryeowook kini sadar, Kyuhyun memang sama sekali tidak mencintainya.

Sedikit ditegakkan kepalanya. Sedetik kemudian berdiri dan berjalan ke arah Shower.

"Semuanya harus bersih. Ya, harus bersih." Ryeowook masuk ke dalam bathtub tanpa melepas pakaiannya dan menyalakan shower. Menggosok bibirnya kasar. Sampai benar-benar tak ada bagian yang terlewatkan. "Leher dan yang lainnya juga harus bersih."

"Semuanya harus bersih," Dengan cepat digosoknya leher dan bagian tubuh lain. Ryeowook menggosoknya dengan sangat kasar. Tubuhnya hampir memerah semua. "Kenapa belum bersih… " Kembali ia menggosok bibir sampai benar-benar terasa panas. " Hikz… Aku memang kotor." Ryeowook menggigit bibirnya. Mulai merasa kedinginan.

~brakk

Ryeowook mendongak. Siwon terlihat tergesa masuk ke dalam. Ryeowook tak begitu memikirkan namja di depannya ini. Memilih kembali menunduk. Terlalu sibuk dengan tangannya yang masih menggosok perut yang warnanya bahkan hampir sudah memerah kebiruan.

"Ryeowookie…Apa yang kau lakukan?"

Ryeowook hanya diam. Tak ada keinginan untuk menjawab. Ryeowook kembali mendongak ketika dirasanya seseorang tengah menempelkan handuk dan mengangkat tubuhnya dari bathtub. Ryeowook meronta-ronta.

"Oppa! Aku harus membersihkan tubuhku!" Siwon tetap tak menghiraukan Ryeowook. Membawanya keluar dari kamar mandi.

"Lepas!" Jerit Ryeowook sambil memukuli dada Siwon. Perlahan tapi pasti tenaga Ryeowook makin terkuras. Mungkin karena pengaruh dinginnya air atau terlalu banyak menangis, pukulannya pada Siwon semakin melemah.

Ryeowook mulai tenang. Siwon merebahkan tubuh dongsaengnya di ranjang. Sedikit merasa lega karena tidak ada lagi penolakan. Dibukanya semua pakaian Ryeowook dan dengan cepat mengeringkan tubuh Ryeowook dengan handuk. Tak mau dongsaengnya semakin kedinginan, Siwon membuka almari di sudut ruangan. Beberapa detik kemudian Siwon kembali dan memakaikan baju pada tubuh Ryeowook.

"Kenapa menolongku?" tanya Ryeowook dingin tanpa penolakan.

"Karena kau dongsaengku." Jawab Siwon tanpa menghentikan kegiatannya. Memakaikan celana tidur Ryeowook.

"Jangan lakukan apa pun lagi!" Perintah Ryeowook ketika Siwon menyibak poninya. Memeriksa luka di kening Ryeowook. Bekas benturan dengan lantai tadi.

"Diam!" Siwon tak mau kalah. Menurunkan salah satu kakinya, memudahkan tangannya yang tengah membuka laci tepat di samping ranjang Ryeowook. Mengambil plester dan kapas.

Ryeowook hanya diam melihat Siwon yang kini tengah menempelkan kapas dan plester di keningnya. Harusnya Siwon tak perlu melakukan ini. Ryeowook yang menginginkan ini. Kenapa Siwon malah menolongnya? Ia tidak pantas ditolong. Sekali lagi, ia tak pantas mendapat kasih sayang dari siapa pun. Ryeowook ingin menangis lagi sekarang. Tapi kembali ditahannya.

Siwon menghela nafas. Menutupkan selimut ke tubuh Ryeowook. Sejauh ini Ryeowook baik-baik saja. Semoga setelah ini Ryeowook tidak demam.

"Apa maksud kata-katamu kau telah kotor?" tanya Siwon sangat ingin tahu. Ditepisnya dugaan buruk yang mulai memasuki pikirannya.

Ryeowook membalikkan badannya. Memilih memunggungi Siwon. "Aku yakin setelah Oppa tahu, Oppa bahkan tidak mau melihat ku lagi."

Siwon mengernyit, "cepat katakan."

Ryeowook sudah tak bisa berpikir apa pun. Ia tidak bisa menyimpan semuanya sendiri. Saat ini ia benar-benar rapuh. Membutuhkan seseorang untuk berbagi cerita. Kalau mendengar ini, Donghae pun pasti akan menyalahkan Ryeowook. Apalagi Siwon?

"Wookie-ah… Bicara sesuatu pada Oppa." Siwon masih meminta penjelasan. Ia sudah tak bisa berpikir positif lagi.

Ryeowook menghela nafas. Sepertinya bicara pada Siwon tidak ada salahnya.

"Wookie…" Panggil Siwon sekali lagi.

Ryeowook sudah membuat keputusan, "Aku akan bicara sesuatu. Setelah ini aku akan menerima apa pun keputusan Oppa. Oppa boleh membenciku, boleh membuangku." Ujar Ryeowook datar, masih memunggungi Siwon.

"Cepat katakan apa maksudmu." Siwon semakin merasa ini adalah sesuatu yang sangat buruk.

Helaan nafas terdengar dari bibir Ryeowook, "Aku sudah melakukannya Oppa… Sesuatu yang harusnya belum boleh kulakukan" Siwon mengerutkan kening.

"melakukan apa?"

"Aku sudah kotor. Harusnya aku melakukannya dengan suamiku." Ucap Ryeowook pada akhirnya. Ini kali pertama Ryeowook bercerita tentang hal ini pada orang lain.

Siwon tercekat. Dugaannya benar. Ryeowook? Ayolah…. Katakan kau sedang berbohong Kim Ryeowook! Tidak mungkin kau semudah ini menyerah pada Cho Kyuhyun. Ryeowook yang dikenal Siwon sebagai seorang yang berpendirian kuat, kini telah banyak berubah.

"Oppa telah gagal menjagamu…" desis Siwon. Diturunkan kakinya dari ranjang, kemudian berjalan keluar. Lagi-lagi dia kembali menangis. Siwon merasa ini lebih menyakitkan dari apa pun.


^_Cho Ryeona _^

.

.

Bel istirahat berbunyi. Kyuhyun cepat-cepat meninggalkan kelas. Soehyoun sudah menunggu. Dengan tergesa Kyuhyun setengah berlari menuju kelas Soehyoun yang kebetulan letaknya tepat di samping kelas Ryeowook. Kakinya tiba-tiba berhenti. Bukan di depan kelas Soehyoun, melainkan tepat di depan jendela yang lurus dengan tempat duduk Ryeowook. Ia tidak tahu kenapa kakinya tiba-tiba berhenti di sini dan enggan meneruskan perjalanannya.

Dilihatnya Ryeowook tengah meletakkan dagu di mejanya. Tatapannya kosong. Donghae yang sedari tadi memanggil Ryeowook terlihat sudah putus asa. Ryeowook kembali seperti patung. Lebih parah dari yang kemarin. Kyuhyun menarik nafas berat. Menatap lekat wajah Ryeowook yang seolah sudah kehilangan semangat hidupnya. Eh? Tunggu… Di keningnya itu…plester. Apa yang terjadi? Apa Ryeowook sakit?

Kyuhyun merasa sangat khawatir. Ryeowook pucat. Sedari tadi ia hanya menggigit bibir. Apa sebaiknya dia masuk?

Kibum menyeringai. Menyadari seseorang di balik jendela tengah mengamati objek yang sedang duduk di depannya. "Ck, sepertinya ada yang mulai menyesal." Gumam Kibum lirih. Otaknya sedang berputar, memikirkan sesuatu.

Kyuhyun kembali mengurungkan niatnya untuk masuk ketika dilihatnya namja, tunggu, itu namja yang kemarin, tengah menempelkan punggung tangannya pada kening Ryeowook. Apa lagi yang akan dia lakukan? Murid baru yang terlalu berani, menurut Kyuhyun.

"Cih…Kau memang belum tahu siapa aku." Ujar Kyuhyun dingin melihat kini Kibum telah duduk di samping Ryeowook, tempat yang harusnya diduduki Donghae. Tatapannya semakin tajam karena Kibum akhirnya berhasil membuat Ryeowook bicara.

"Akan ku buat kau mengenal Cho Kyuhyun."


*ngasah clurit* Ada yang mau bunuh Kyuhyun? Author nyediain cluritnya doang. Ga bakalan ikutan bunuh-membunuh. Bukannya author sok suci atau apa, kalau sampai Kyuhyun mati, author bingung gimana nerusin ni cerita. Kkkkkkk. *Kyuppa bernafas lega*

Readers yang baik hati, mianhae kalau FFnya mengecewakan. Dan trimakasih, meskipun ada beberapa yang ga suka pairnya, kalian tetap menunjukkan diri sebagai readers yang dewasa.

Thanks to :

Ryeong,Guest, ryeofha2125, dwiihae, SparKSomniA0321, Tia woonwook, RillyGgio10, Rye, thiefhanie fha, Inari, Cho Kyuwook, denna, R'wife, Redpurplewine, kyuwooksbaby, Ryeochan Devi AF, lee gyura, man min mi, , widya ryeokyu, Hanchul Aegya, KiWooKyuWinnie, Winnie

Reply Review:

Ryeong : KiWook cocok kah? Kkkkk. Aku rada-rada tertarik ama ni couple.

Guest : Guest nama aslinya cp sih? *mau tau aja*Yang pnting ttp Review. Biar semangat nulisnya.

Tia woonwook : Siwook moment pas dancing out. Gag macem2 kok. Cuma sodok-sodokan bahu. Tapi agak lama. Jadi gemes Liatnya. Won natap Wook kaya gmana gtu *otak gila author*Ok. Gomawo uda review. Diusahain SiWook moment lagi. Update nya ga lama kok. Cuma seminggu.

RillyGgio10: Kalo Wook ama Bumie Kyu ama siapa hayooo? [AMA AUTHOR AJA!] *Demo bareng Heebum*

Rye : ne, ini udah lanjut *senyum2*

thiefhanie fha : Gomawo. Ga nyangka ada yang bilang ceritanya seru. Huhuhu… *terharu*

Inari : harus ada ongkos maksa. Baru aku cepetin update nya. Hahahah… Satu Minggu aku rasa cukup cepet.

Cho Kyuwook : beneran ngikutin dari awal? Gomawo2 *bow* Review terus ne? FF update tiap Sabtu. Gag lama kok. Makin rajin review, makin rajin nulisnya.

denna : Endingnya masih diusahain …. Hoho. Kyuwook harus terus berjuang. Kkkkk

R'wife : Kyuhyun memang kacau. Pengaruh alcohol mungkin. Hahahahha….

Redpurplewine : KiWook Shipper? Aigoo… Kenapa Kyuhyun ku disumpah2in. Hukzzz *nangis guling2*

kyuwooksbaby : Ok2. Gomawo uda review dari awal. Kyu ga tau ni, jahat bgd di sini. Huhuhuhu *nangis bareng Wook*

Ryeochan Devi AF : Kiwook ya? Coba divoting dulu. Banyakan Kyuwook nya atau Kiwook nya.

lee gyura : Kenapa kibum? Soalnya kemarin beberapa pe review usulnya kibum. Jadi author mutusin sewa kibum aja. Kkkk. Knapa gag Yesung? Aku susah dpt feel nya kalau Yesung. Cz menurutku YeWook Cuma cocok jd Hyung-Dongsaeng. Changmin? Author ga terlalu kenal. Kkkkk *berasa kaya kenal sama smua cast nya* Ok. Review terus ne?

widya ryeokyu : ne, cheonma. Gomawo juga udah review. Beneran suka ni cerita? Moga gag ngebosenin *berdoa bareng ddangkoma*. wae? Kenapa ga suka SiWook? Mereka lucu tau. Kkkkk *maksa*. Bener, Kyu harus dapet balasan.

Hanchul Aegya : Alhamdulillah. Semoga lebih banyak lagi Sider yang bertaubat. Huahahahaha… Gag suka Siwook? Aku suka banget Lo… *promosi*. Beneran kau jadi gila? Berarti misi author menyebarkan kegilaan sukses berat. Kkkkkk. Okeh. Review selanjutnya ditunggu.

KiWooKyuWinnie: tak kasih bocoran dikit. Kalau Soehyoun, itu beneran hamil. Wookppa hamil ato nggak masih rahasia. Kkkkkk. Kenapa Bummie Oppa ga cium kamu? Bukannya apa, rumah kamu jauh banget, jadi ga nyampek tuh bibir Kibum Oppa. Buahahahaha…. Thanks uda nyempetin review.

Winnie : Belum nemu sih. Cuma slight tok. Tu FF KyuWook seinget ku. Minho Cuma slight aja. Perannya suka ama wook. Tapi entah knapa author langsung suka. Kalo ga salah judulnya "Day" author "Viia Ryeosom"

Terakhir, mari musnahkan silent reader. Kkkkkk. Author juga butuh penyemangat. Klik kotak review, maka anda akan sangat membantu author.

Mari bersama-sama lestarikan FF ini!