Title : A Girl in Love
Chapter : 7
Pairing : Kyuwook slight SiWook/SoeKyu/KiWook
Rated : T
Genre : Romance
Author : Cho Ryeona
"Sadarlah… Kau sebentar lagi menikah…" ucapan Eunhyuk sukses mengingatkan Kyuhyun pada pesan singkat yang telah dikirimnya pada Ryeowook kemarin. Bukankah kemarin kau sudah mengakhiri hubungan hubungan kalian, Cho Kyuhyun?
KyuWook/SiWook/SoeKyu/KiWook/GS/Chap 7
"Cih…Kau memang belum tahu siapa aku." Ujar Kyuhyun dingin melihat kini Kibum telah duduk di samping Ryeowook, tempat yang harusnya diduduki Donghae. Tatapannya semakin tajam karena Kibum akhirnya berhasil membuat Ryeowook bicara.
"Akan ku buat kau mengenal Cho Kyuhyun."
^_Cho Ryeona _^
.
.
Kyuhyun hanya menguap mendengarkan guru yang menurutnya tengah berceloteh di depan kelas. Sama sekali tidak penting. Sebentar-sebentar ia melihat jam. Diliriknya tas dan dirogohnya benda hitam di dalamnya. Sepertinya bermain game sangat menarik untuk menghabiskan waktu sampai jam istirahat kedua. Eunhyuk yang duduk di samping Kyuhyun memutar bola matanya, bosan dengan kebiasaan Kyuhyun yang satu ini. Kyuhyun selalu bermain game ketika merasa bosan. Tak hanya sekali dua kali Kyuhyun kena marah guru karena kebiasaannya ini. Tapi bukan Kyuhyun namanya kalau dengan mudahnya mau menuruti ucapan guru-gurunya, yang menurut Kyuhyun adalah orang lain. Bukan siapa-siapa. Jadi tak punya hak untuk mengatur Kyuhyun.
Eunhyuk kembali menatap ke depan kelas. Ia sangat bingung, bagaimana bisa Kyuhyun menguasai pelajaran sesulit ini. Padahal di kelas kerjaannya hanya bermain game, tidur, atau menjahili teman-teman yeojanya.
Pandangan Eunhyuk tiba-tiba beralih pada sosok yeoja yang tengah berdiri di depan pintu kelas. Itu kan….
~tok tok tok
"Permisi…" Semua siswa menoleh ke sumber suara. Kecuali seseorang di belakang sana yang sibuk dengan PSPnya.
"Maaf saya mengganggu, Jung Sonsaengnim" Seorang yeoja melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas. Eunhyuk menyodok-nyodokkan sikunya di dada Kyuhyun.
Kyuhyun gerah, "Jangan menggangguku!" Tapi Eunhyuk sama sekali tak menghiraukan larangan Kyuhyun. "Ada apa?!" Kyuhyun geram. Mem-pause PSPnya dan menatap Eunhyuk sadis.
Eunhyuk yang sudah merasa ditatap akhirnya menunjuk ke depan dengan dagunya. Kyuhyun menurut, diikutinya arah yang ditunjuk Eunhyuk.
"Saya disuruh Park Sonsaengnim mengantarkan ini." Ujar Ryeowook sembari menyerahkan absensi.
Seseorang yang dipanggil Jung Sonsaengnim hanya manggut-manggut sambil memeriksa absensi di tangannya.
"Saya permisi dulu." Ucap Ryeowook sopan sembari membalikkan badannya.
Kyuhyun melongo. Ryeowook? Siapa pun, tolong hentikan dia. Jangan biarkan dia pergi secepat ini. Kyuhyun tanpa sadar telah berdiri. Ingin berbuat sesuatu agar Ryeowook tetap di kelas ini. Eunhyuk yang di sampingnya hanya cengengesan.
"Tunggu… Boleh saya minta tolong?" tanya Jung Sonsaengnim. Ryeowook membalikkan badan cepat sebagai responnya. Semoga Ryeowook lebih lama di sini. Kyuhyun benar-benar berharap.
Jung Sonsaengnim menyerahkan absensi pada Ryeowook, "Tolong tuliskan daftar murid kelas ini di halaman paling belakang. Saya sangat membutuhkannya hari ini. Nama-nama muridnya ada di kertas di atas meja itu." Perintah Jung Sonsaengnim yang langsung mendapat anggukan dari Ryeowook. "Duduk di meja saya saja." Tambah Jung Sonsaengnim ketika melihat Ryeowook hendak berjalan mencari bangku kosong. Ryeowook menurut. Jung Sonsaengnim kembali mengalihkan pandangan pada murid-muridnyanya.
"Cho Kyuhyun! Silakan duduk kembali!"
~deg
Kyuhyun? Aish… Kenapa Ryeowook bisa sampai lupa? Ini kan kelas Kyuhyun. Ryeowook menegakkan kepalanya. Melihat deretan bangku paling belakang. Sekedar memastikan kalau benar ini kelas Kyuhyun.
1 detik
2 detik
Pandangan mereka bertemu. Rasanya Ryeowook lama sekali tidak bertemu dengan Kyuhyun. Cepat-cepat ditundukkan kembali kepalanya, kembali berkonsentrasi dengan buku absensi yang tengah berada di hadapannya. Tangannya sibuk menulis. Ia tidak mau berlama-lama melihat Kyuhyun. Menurutnya, menatap Kyuhyun hanya akan membuatnya teringat dengan kata-kata indah yang pernah Kyuhyun katakan. Dan semuanya berakhir menyakitkan. Sangat menyakitkan bagi Ryeowook.
Kyuhyun menghela nafas. Tatapan Ryeowook begitu dingin. Kenapa tiba-tiba hatinya sangat sakit? Tidak biasanya Ryeowook memperlakukannya seperti ini. Biasanya ada kebahagiaan di mata kecil Ryeowook ketika menatapnya. Dulu Ryeowook selalu memperhatikannya mulai dari hal-hal kecil. Sekarang? Terbalik 180 derajat. Ryeowook bahkan tidak mau melihatnya.
"Sadarlah… Kau sebentar lagi menikah…" ucapan Eunhyuk sukses mengingatkan Kyuhyun pada pesan singkat yang telah dikirimnya pada Ryeowook kemarin. Bukankah kemarin kau sudah mengakhiri hubungan hubungan kalian, Cho Kyuhyun?
"Kau aneh. Dari tatapanmu sepertinya kau sangat merasa kehilangan Ryeowook." Eunhyuk beralih menatap Kyuhyun. "Bukankah dulu kau hanya ingin bermain-main dengannya?"
"Diamlah…" ucap Kyuhyun dingin. Matanya tak lepas menatap yeoja mungil yang duduk di meja guru. Bahkan sekarang dia rela membiarkan PSPnya terabaikan begitu saja. Hanya demi menatap yeoja di depan itu. Sebegitu berartikah dia? Selama ini Kyuhyun tidak pernah membiarkan PSPnya sendirian jika ia sudah menggenggamnya.
Kurang lebih lima menit Ryeowook berkutat dengan buku di hadapannya. Menutupnya dan berdiri dengan sangat hati-hati. Tiba-tiba ia merasa sangat pusing.
"Mianhae Jung Sonsaengnim… ada lagi yang bisa saya bantu?"
Jung Sonsaengnim menoleh, "Tidak ada. Trimakasih, kau boleh kembali."
"Sama-sama, Saya permisi dulu" Ryeowook membungkuk kemudian melangkahkan kakinya keluar. Dipijatnya pelipis. Bukan hanya pusing, dia juga merasa mual. Sepertinya ia butuh toilet sekarang.
Kyuhyun masih saja menatap punggung Ryeowook. Matanya berbinar ketika melihat Ryeowook memasuki toilet. Tanpa pikir panjang Kyuhyun telah berdiri.
Eunhyuk tak habis pikir, "Kau mau dibentak lagi?" Kyuhyun tak menjawab. Dengan tergesa berjalan ke keluar setelah berbicara sebentar pada Jung Sonsaengnim.
.
.
.
~hooekk
Beberapa kali Ryeowook mengeluarkan suara itu. Tapi tak ada apa pun yang keluar. Hanya air. Apa Ryeowook salah makan? Masih dalam posisi merunduk, ia menyalakan keran. Membersihkan sisa muntahannya, dan berkumur. Perlahan ia menegakkan badannya setelah merasa semuanya bersih, menatap cermin yang memang terletak tepat di atas keran. Melihat pantulan dirinya yang sedikit terlihat pucat. Tiba-tiba keningnya berkerut. Ada orang lain di pantulan cermin itu.
"Aish… Kau terlalu banyak memikirkannya. Sampai-sampai kau melihatnya ada dimana-mana. Kkkkk. Di dompet, di computer, HP, di jalan kau bahkan melihatnya,padahal itu orang lain. Hehehe. Sekarang kau ada di sini. Kenapa kau tak mau pergi Kyuhyunie… "
Ryeowook merunduk, memukuli kepalanya. "Dasar bodoh. Mana mau Kyuhyun menemuimu? Kkkkk… Kau sudah kotor. Siapa pun tak akan mau denganmu." Ryeowook terkikik. Tapi siapa pun tidak bisa dibohongi. Yeoja ini sedang terpuruk.
"Kim Ryeowook….Kau sama saja dengan bunga-bunga di depan rumahmu. Layu ditinggalkan kumbang. Nasibmu pun sama. Hanya pantas dipangkas kemudian dibuang." Ryeowook kembali tertawa. Tapi justru membuat miris siapa pun yang mendengarnya.
Kyuhyun yang sedari tadi diam, sedikit demi sedikit mendekati Ryeowook. Diletakkan kedua tangannya di bahu Ryeowook. Memberi sedikit tekanan agar yeoja di depannya membalikkan badan.
Ryeowook yang kaget sontak membalikkan tubuhnya. Mengernyit menatap namja yang memegang bahunya, "Kau?"
"Ne, ini aku. Ini benar-benar aku."
Ryeowook mengulurkan tangan, menelusuri wajah Kyuhyun. Ia ingin memastikan ini bukan sekedar bayangannya. "Kau Kyuhyun?" Benar-benar tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
Kyuhyun mengagguk, memejamkan mata menikmati sentuhan tangan Ryeowook. Sentuhan tangan yang ia sendiri baru sadar kalau dia sangat merindukan moment ini. Sayangnya ini tak berlangsung lama. Ryeowook tiba-tiba saja menggenggam tangan. Kyuhyun membuka mata.
"wae?"
"Gwaenchana" Ryeowook tersenyum. Senyum yang lebih terlihat untuk menenangkan dirinya sendiri.
"teruskan yang tadi!" Perintah Kyuhyun. Ryeowook masih saja tersenyum.
"Bisakah kau lepas tanganmu?" tanya Ryeowook yang menyerupai perintah. Kyuhyun melepas tangan yang masih setia bertengger di bahu Ryeowook.
"Untuk apa kemari?" tanya Ryewook lirih, terkesan tidak suka dengan kehadiran Kyuhyun.
"Ini toilet umum, Noona" Kyuhyun masih cukup gengsi mengakui kalau ia dengan sengaja membuntuti Ryeowook. "Cepat lanjutkan yang tadi."
Tanpa diduga, Ryeowook justru tertawa. Memegangi perutnya seolah memang ada yang lucu. Kyuhyun mengernyit. Merasa tak suka. Sepertinya Ryeowook tengah menertawai dirinya.
"Kau ini lupa atau bagaimana. Kita bukan sepasang kekasih lagi." Berusaha menghentikan tawanya, "Kalau kau lupa biar ku ingatkan, kita sudah berpisah. Tepatnya mulai kemarin."
Kyuhyun membatu. Ryeowook jadi terlihat aneh. Apa menurutnya berpisah dengan Kyuhyun adalah hal yang sangat menyenangkan? Sampai ia tertawa terbahak-bahak seperti itu. Demi ddangkoma yang masih tertidur, Kyuyun benar-benar bodoh.
Ryeowook merogoh saku, "Kalau kau benar-benar lupa biar ku tunjukkan buktinya." Mengotak-atik HPnya selama beberapa detik. "Ini" Ryeowook memperlihatkan pesan dari Kyuhyun.
Kyuhyun diam. Menatap nanar pesan yang memang kemarin ia ketik sendiri. Baru kemarin ia dengan mudahnya menyusun kata-kata itu.
Wookie-ah….
Kau tidak pernah mengerti keadaanku.
Setiap hari kau selalu mengirim pesan yang memancing emosi…
Sudah ku bilang kita hanya pura-pura berpisah.
Kenapa harus setiap hari meminta kejelasan hubungan seperti ini?
Aku sudah cukup pusing memikirkan ayahku yang sedang sakit.
Kenapa kau juga ikut menyusahkanku?
Sepertinya kita memang sudah tidak cocok.
Ada baiknya kita akhiri hubungan ini.
Trimakasih atas semuanya…
Ryeowook tersenyum, kembali memasukkan HP di sakunya. "Sudah ingat?"
Kyuhyun terdiam. Kata-kata yang ia tulis…ia sadar banyak kebohongan di dalamnya. Ayahnya tidak benar-benar sakit. Ia hanya bingung mencari alasan. Akhirnya kata-kata itu yang berhasil ia kirimkan pada Ryeowook. Satu minggu Kyuhyun menggantung hubungan mereka. Dan pesan inilah yang menandai hubungan mereka telah berakhir. Sebuah pesan yang tidak masuk akal.
"Aku kembali ke kelas dulu," Ryeowook masih berusaha ramah sekalipun dengan iblis yang sudah menyakitinya ini.
Kyuhyun tersadar, segera diraihnya lengan Ryeowook yang sudah beranjak dari tempatnya berdiri. Secepat kilat memeluk yeoja yang entah apa status di hatinya sekarang.
Ryeowook terlonjak. Didorongnya tubuh Kyuhyun cepat dan berlari keluar. Semalaman ia menata hatinya. Bersiap dengan segala kemungkinan yang akan ia hadapi. Tapi apa yang dilakukan Kyuhyun? Ia merusak semuanya. Merusak persiapan yang ia lakukan semalam suntuk. Bukankah Kyuhyun yang menginginkan perpisahan? Ryeowook gerah. Ia sudah berusaha mati-matian menuruti keinginan Kyuhyun. Tapi kenapa justru Kyuhyun seperti ini? Kyuhyun hanya mengombang-ambingkan perasaan nya.
Kyuhyun memegangi punggungnya yang terbentur tembok karena dorongan Ryeowook. Kenapa Ryeowook menolaknya? Ryeowook benar-benar berubah. Kyuhyun kesal. Melangkahkan kakinya cepat keluar. Bermaksud mengejar Ryeowook. Ia sangat kecewa ketika tak menemukan bayangan Ryeowook di segala arah.
"Ck," Kyuhyun mendengus, menendang tempat sampah. Sepertinya Ryeowook sudah sampai di kelas. "Pasti namja itu yang menyebabkan Ryeowook secepat ini berpaling dariku." Kyuhyun merogoh saku, segera mengeluarkan HP. Entah rencana apa yang sekarang berputar-putar di otaknya.
^_Cho Ryeona _^
.
.
Soehyoun kini sedang berada di luar kelas. Menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sebentar-sebentar dilihatnya lorong yan biasa dilewati Kyuhyun. Kenapa namja itu belum juga nampak? Tadi jam istirahat Kyuhyun juga tak memperlihatkan batang hidungnya. Sekarang waktu pulang sekolah? Sudah setengah jam Soehyoun menunggu. Kyuhyun juga belum terlihat datang.
~"Hahahahahaha…. Hentikan Bumie… Hahahaha…."~
Soehyoun seketika menoleh ke arah sumber suara. Itu suara yeoja dari ruangan di sebelahnya. Ternyata ada orang lain yang belum pulang selain dirinya. Soehyoun mengintip dari lubang jendela. Sepasang manusia berada di atas meja. Tunggu, yeoja itu kan Ryeowook. Namja yang di atasnya itu… namja yang akhir-akhir ini bersama Ryeowook. Apa yang sedang mereka lakukan? Apa mereka benar-benar tidak tau tempat? Ini lingkungan sekolah.
"Benar-benar menjijikkan." Soehyoun bergidik. Dengan cepat ia pergi dari tempat itu. Lebih memilih menunggu Kyuhyun di gerbang sekolah dari pada melihat kegiatan dua manusia di dalam kelas itu.
.
.
Kyuhyun mematikan PSPnya. Cukup stress memikirkan penolakan Ryeowook hingga ia melampiaskan semua pada benda kecil itu. Membereskan buku-bukunya dan dengan santai beranjak dari tempat duduknya. Padahal harusnya ia sudah pulang sejak setengah jam yang lalu. Baru setelah beberapa meter berjalan, ia tiba-tiba ingat harus menjemput Soehyoun di depan kelas.
"Bagaimana bisa aku sampai lupa?" Kyuhyun berjalan cepat, setengah berlari sampai depan kelas Soehyoun. Tapi tidak menemukan yeoja itu. 'Mungkin sudah pulang', pikirnya. Diputar pandangannya, mencari keberadaan Soehyoun. Tunggu, sepertinya ia mendengar sesuatu. Suara yang sangat familiar di telinganya. Secepat mungkin ditajamkan pendengarannya dan melihat apa yang terjadi .
~deg
Kyuhyun memegangi dadanya. Rasa sakit itu kembali hinggap.
Ryeowook masih tertawa. Bagaimana tidak? Kibum menggelitikinya sampai Ryeowook tak punya tenaga.
"Bumie lepas! Ahahahahaha…." Ryeowook menendang-nendangkan kakinya. Bangku dan kursi di sekitar mereka sudah tak karuan tempatnya. Menjadi korban keganasan kaki dan tangan Ryeowook yang mencoba mencari tumpuan untuk mengangkat tubuh namja yang tengah mendudukinya.
Kibum tertawa. "Ini yang akan terus ku lakukan jika kau terus bersikap ketus pada orang lain," Kibum menepis tangan Ryeowook yang hendak menarik tangannya dari pinggang Ryeowook.
Seseorang di luar sana merasakan aliran darahnya dengan cepat naik sampai kepala. Apa lagi ini? Posisinya benar-benar menguntungkan namja itu, entah siapa namanya. Kyuhyun terlalu suci untuk menyebut namanya. Sekalipun hanya dalam hati. Kyuhyun menggeram. Ia sudah kehilangan kesabaran. Ia ke sini untuk menjemput Soehyoun. Tapi pemandangan yang ia lihat… Benar-benar memuakkan.
Kyuhyun mengepalkan tangannya. Ingin masuk dan memukuli namja itu. Seenaknya menduduki Ryeowook nya.
~"Kyuuuuu!" seorang yeoja berteriak memanggilnya dari arah pintu gerbang. Membuyarkan niatnya ingin masuk. Kyuhyun menoleh. Ternyata Soehyoun. Kembali diliriknya Kibum.
"Kali ini kau selamat." Kyuhyun menyerukan umpatan-umpatan kasar sembari berjalan menjauh. Ia sama sekali tak bisa menerima apa yang baru saja dilihatnya. Seseorang di dalam sana harus mendapat balasan.
"Aku sudah bilang berkali-kali! Kau tidak boleh terlihat lemah." Ucap Kibum yang masih menggelitiki Ryeowook. "Aku akan melepaskanmu kalau kau mau berjanji untuk kembali bersikap ceria seperti dulu. Kata Donghae dulu kau tidak pernah murung seperti ini."
"Hah…Hahh..Hah…Ne," Ryeowook lemas. "Aku menyerah. Hahh…hahh…" Kibum masih terus menggelitiki, karena belum puas dengan jawaban Ryeowook.
"Hahhh….iya iya…aku berjanji…ahh..hahh…" Kibum melepas gelitikannya.
"Bagus…." Kibum tersenyum penuh kemenangan. Masih enggan turun dari tubuh Ryeowook.
Ryeowook berusaha duduk, "Bisakah kau turun? Aku juga ingin duduk."
Kibum terkikik. Dan segera turun kembali ke bangkunya. Ryeowook yang merasa sangat lemas, berusaha sekuat tenaga untuk duduk.
"Kau benar-benar menyebalkan!" Ryeowook merengut. Memegangi perutnya yang terasa kaku.
Kibum mengernyit mendapati lawan bicaranya memasang wajah masam. "Kau sudah berjanji untuk bersikap ceria." Ryeowook memaksakan senyum.
"Sudah kan?" Ryeowook turun setelah merasa perutnya agak membaik. Ia kembali duduk di kursinya. Memunguti buku-buku yang tercecer karena perkelahiannya(?) dengan Kibum.
"Awal yang bagus. Senyum yang dipaksakan lambat laun akan menemukan keikhlasan dengan sendiri nya."
Ryeowook mengerutkan kening memikirkan ucapan Kibum yang terdengar aneh, "Sok bijak." Dumel Ryeowook yang hanya disambut gelak tawa dari Kibum.
"Akan ku buktikan kalau aku benar-benar bijak."
^_Cho Ryeona _^
.
.
"Kau hari ini pulang bersama Soehyoun kan?" tanya Tuan Cho yang kini tengah menghadap meja makan. Di samping kanannya duduk sang istri. Dan deretan di sebelah kirinya Ahra dan Kyuhyun.
Yang ditanya hanya sibuk mengaduk-aduk makanan di piringnya. Raganya memang di situ. Tapi pikirannya melayang entah kemana. Ahra menyodokkan sikunya ke dada Kyuhyun. Berusaha menyadarkan sang Dongsaeng dari lamunannya.
Kyuhyun seketika menoleh, kaget. "eh? Ada apa? ada yang bertanya padaku?"
Tuan Cho mendengus. Merasa diabaikan. "Appa yang bertanya. Tadi kau pulang dengan Soehyoun kan?" ulang Tuan Cho.
"Ne," jawab Kyuhyun singkat.
"Satu bulan lagi kalian menikah." Imbuh ayahnya. "Siap tidak siap, kalian tetap menikah." Kata Tuan Cho sambil meneruskan makannya.
"ne," tidak terlalu mendengarkan ucapan ayahnya. Kali ini sibuk mengotak-atik HP. Menunggu seseorang membalas pesannya.
"Dua minggu lagi kau harus sudah keluar dari sekolah."
"Ne," Lagi-lagi hanya kata-kata itu yang berhasil dikeluarkan Kyuhyun.
"Apa kau tidak punya kosakata lain?!" bentak Tuan Cho sambil menggebrak meja. Ia sudah kehilangan kesabaran menghadapi anaknya yang satu ini. Tapi inilah tanggapan Kyuhyun, terkesan mengabaikan. Tidak hanya sekali ini Kyuhyun membuat ulah. Beberapa kali Tuan Cho harus merelakan namanya jadi pembicaraan banyak orang. Tuan Cho beberapa kali mendapat surat panggilan wali murid lantaran Kyuhyun membuat ulah. Dan kali ini nama baik keluarganya terancam. Kyuhyun menghamili anak orang? Tuan Cho benar-benar stress memikirkannya. Jalan satu-satunya hanya menikahkan Kyuhyun dengan Soehyoun.
Tuan Cho berdiri. Wajahnya merah padam. Diangkatnya tangan berniat memukul Kyuhyun. Nyonya Cho yang sedari tadi diam akhirnya ikut berdiri dan membuka suara.
"Jangan pukul Kyuhyun!" Ucapnya sembari menahan tangan Tuan Cho. "Aku yang salah. Harusnya aku memperhatikan anak-anak kita."
"Ya! Harusnya kau mengawasinya! Bukan keluyuran dengan ibu-ibu arisan yang sama sekali tidak berguna!" Tangannya dengan kasar menepis tangan Nyonya Cho. Cukup jengah dengan kondisi keluarganya.
Ahra menghentikan makannya. Air matanya benar-benar tak mau ditahan. Setiap hari ia hanya disuguhi pemandangan seperti ini di rumah. Ahra ingin seperti keluarga-keluarga lainnya. Keluarga yang bahagia. Bukan seperti ini. Ayah dan ibunya hanya sibuk mengurusi urusan masing-masing. Ayahnya jarang di rumah dengan alasan pekerjaan, Ahra bahkan tak yakin. Ibunya? Mungkin hanya malam hari ada di rumah. Entah berkumpul dengan ibu-ibu lain. Atau sekedar ke salon, mall, dan tempat-tempat tidak penting lain.
"Ahra! Kembali ke kamar!" perintah Tuan Cho yang langsung dituruti Ahra. Lebih baik di kamar dan bisa menangis sepuasnya. Dari pada melihat adegan bentak-membentak seperti ini.
"Kau selalu memanjakan anak-anak! Dan lihat sekarang hasil didikanmu!"
"Jangan hanya menyalahkanku. Kau juga jarang di rumah. Aku bahkan tak tau apa yang kau lakukan di luar!" Nyonya Cho meninggi.
Kyuhyun menguap. Benar-benar bosan dengan pertengkaran orangtuanya yang hampir selalu terjadi setiap mereka bertemu. Ayahnya yang katanya sibuk bekerja. Ibunya yang sibuk mengurusi dirinya sendiri karena terlalu tidak percaya pada ayahnya. Nyonya Cho takut suaminya berpaling.
Kyuhyun kembali mengecek HPnya, berharap sudah ada balasan pesan. Didorongnya kembali HP ke tengah meja karena sama sekali tidak ada pesan masuk.
"Hahhhh….Bisakah kalian diam?" Kyuhyun menguap untuk kesekian kalinya. Meraih gelas dan meminum susunya berharap rasa kantuknya sedikit hilang. Tuan dan Nyonya Cho kembali duduk. Sedikit menyesal karena bertengkar terang-terangan di hadapan anak-anak mereka.
"Boleh aku bicara?" tanya Kyuhyun karena ayah dan ibunya hanya diam.
Yang ditanya kini menegakkan kepalanya menatap Kyuhyun. Sejak kapan Kyuhyun jadi seberani ini pada mereka? Kata-kata Kyuhyun sama sekali tidak mencerminkan kesopanan. Sedikit sadar, mungkin ini karena mereka yang tidak bisa menjaga sikap di hadapan Kyuhyun dan Ahra.
Kyuhyun memijat pelipisnya, meneyenderkan punggungnya di kursi. Bayangan Ryeowook kembali melintas. Penolakan demi penolakan yang Ryeowook lakukan semakin membuatnya ciut. Kali ini pesan singkatnya pun sama sekali tak dibalas. Apa benar Ryeowook sudah rela melepasnya? Ingatannya kembali melayang pada peristiwa tadi siang. Tawa Ryeowook begitu lepas ketika bersama namja itu. Kyuhyun memejamkan mata. Rasa sakit itu kembali menusuk. Kini justru Kyuhyun yang tidak rela semua ini terjadi. Ryeowook tidak boleh melepasnya.
"Bisakah aku membatalkan pernikahan ini?" setetes air berhasil turun dari kelopak mata Kyuhyun.
Hadeeehhh… Garing kah? *pasti*
Pengen bikin Siwook tapi ternyata susaaaaaah banget. Aku suka banget SiWook. Tapi giliran bikin, rasanya bener-bener hambar. Asin nggak, manis nggak, pahit juga nggak. *curhat*
Ummm…Kemaren ada yang nanya, kapan ni FF update. Sebenernya di chap 3 (kalo gag salah) udah tak kasih info. Tapi ga ada salahnya diulang. Ni FF bakalan update tiap Sabtu. Waktunya? Sekitar siang setengah Dzuhur. Selambat-lambatnya hari Minggu. Liat kadar kesibukan author. Kkkkkkk (sok sibuk).
Special Thanks to:
Ryeohaeme, Anneth Kim,kyuwooksbaby, fiewook, yoon HyunWoon, Cho Kyuwook, cho ryeohyun, R'wife, Ikbumkim, Guest, SparKSomniA0321, ryeofha125, .9, guest, Rye, Lee Gyura, Inari, Choi Ryeosomnia, Guest, Ryeosefti, Tia Woonwook, Hanchul Aegya, man mini mi, Redpurplewine,silen reader, thiefhanie fha, Guest, gyusomnia, The DeVil's eyes,CintappucinoW, Devi AF, KiKyuWook, blenda98, ,Purplegiraffe, dwiihae, Winni, Qxu, Pinky05KwmS
Dan
Para silent reader yang budiman
Reply Review
Ryeohaeme: Gomawo *deepbow* Tenang2. Kibum belum nyium kok. Hoho. Baru Kyu yang bisa nyium wook. KiWook or Siwook? Atau Kyuwook? Author coba ngramal, menurut perkiraan author, kau Kyuwook Shipper. *sok tau*
kyuwooksbaby: Biarin Kyu nangis ampe klosotan. ~kekekeke
fiewook: Ne, aku jg uda kasian ama BabyWook ku. *brasa jd author yang kejam*. Kyu juga harus dapat balesan.
Cho Kyuwook: sedikit bocoran, Soehyoun emang hamil karna Kyu. Aku jg kasian. Maunya wook aku bawa pulang aja. Daripada disia2in Kyu. Huweeee…
cho ryeohyun: huwaaaa! Gomawo… seru bneran kah? Aku takut pada bosen. Huhu..
R'wife: *tangkap pisang, beriin ke Eunhyuk* Kkkkk. Siwon mungkin ada sesuatu. Atau mungkin kelainan. Masa suka ama adeknya. *bercanda* Kiwook moment? Diusahain.
ikbumkim: KiWook? Banyak sih yg pingin KiWook. Tapi author KyuWook Shipper (T.T) . Liat mood nulis ntar dah,
Guest: Sabar eonni…. Sabarrrrr… Biar subur. Kkkkkk. Soehyoun kah yang kau maksud. Kasian. Gara2 author tuh cewe jadi korban kemarahan author
guest: ne, ini uda lanjut J
Rye: Kyuwook harus melewati prjalanan panjang dulu. Hahahhah..
Lee Gyura: Mwo?! Kyu ya jelas pilih wook. Kkkkk *bercanda*
Inari: Kaga bisa. Ini uda dijadwal tiap hari Sabtu. Kkkkk. Kalo tiap hari mah jadi kaya sinetron,
Guest: Ya ampun… Gomawo gomawo… *author brasa melayang* Kkkkk. Ni epep Main castnya Sbnernya KyuWook. Tapi kalo ke depannya pada milih Kiwook author bingung juga. Di lain sisi aku jg mertahanin sisi KyuWook Shipper ku. Hohoho…
Ryeosefti: Hehehe. Ne. Gomawo. Doain ke depannya lbh baik. Review terus ne?
Tia Woonwook : Siwook? Susah banget ternyata bikin Siwook. ( -_- ) Aku suka Siwook. Tapi giliran bikin, beban baget di otak author. Tapi ntar coba diusahain. Walau jadinya aneh. Kkkkk
Hanchul Aegya : Amiiinn… Sider emang harusnya ga ada. Hahahahaha…. Ni FF update nya tiap Sabtu. Jam nya gag tentu. Biasanya siang setengah Dzuhur. Gag lama kok. Cuma seminggu. Hehe ..
Redpurplewine: Sama dong . Kyuwook Shipper. Hehe… Cuma gag tahan aja bikin Kyu jadi jahat. Wajahnya itu Lo… pantes banget jd jahat. Kkkkkk
silen reader : Kiwook? Hmm…. *muter otak* Gomawo sarannya.
thiefhanie fha: Trimakasih2… Doain ke depannya semakin baik.
Guest : Ne, cheonma. Akan terus di update kalau kamu rajin review.. ~kekekekeke *maunya* Kyu malah mau tak bikin puanas. Hahahaha…
gyusomnia: knapa nyita waktu berjam-jam? Kata-kataku pasti sulit dipahami.. Huhuhu… Mian, aku newbie. Dan trimakasih udah review.
Devi AF: Kkkkkkk. Sama. Aku Kyuwook Shipper yg suka Siwook, Haewook, Kiwook, Min(ho)Wook.
blenda98: hehehe… ne, ne. ni udah update. Gomawo uda nyempetin review *wink*
Winnie: Andwae! Kalau Wookppa sama kamu aku sama siapa? Hikzz… Yak! Kyuppa ku juga jangan dibunuh….
Qxu : Hehe... Gomawo...gag lama kok. Cuma seminggu. Kyuwook harus terus berjuang. Okeh... review terus *wink* kkkkkkk
