Title : A Girl in Love
Chapter : 12
Pairing : Kyuwook slight SiWook/SoeKyu/KiWook
Rated : T
Genre : Romance
Author : Cho Ryeona
KyuWook/SiWook/SoeKyu/KiWook/GS/Chap 12
Sang namja menatap Ryeowook penuh harap. Mengisyaratkannya untuk tidak berteriak. Mulutnya komat – kamit mengucapkan kata 'please' berulang – ulang.
Ryeowook mengangguk pelan setelah merasa agak tenang. Tapi jantungnya belum bisa tenang.
Sang namja segera melepas bekapannya.
"hhh… Kyu?"
..
^Cho Ryeona^
..
Kyuhyun menyipitkan matanya pada sosok yang secara tidak sengaja setengah tiduran di pahanya, "Ssssttt… Jangan keras-keras"
"Tapi.." Ryeowook bicara seperti suara desisan. Sangat pelan. "Kenapa tidak boleh?! Ini rumahku Tuan Cho!" pekik Ryeowook tiba – tiba sambil berusaha bangun.
Kyuhyun yang sadar bahaya tengah mengancamnya, sontak menarik tubuh Ryeowook agar kembali tiduran di pahanya.
"Kyuhmmmmmpphhh"
.
~deg
~deg
.
Bukan Kyuhyun namanya kalau ia sampai kehabisan akal. Dibungkamnya mulut Ryeowook yang hampir saja membuat keselamatannya terancam dengan menggunakan bibir. Ryeowook balas memukul, setengah menarik lengan Kyuhyun agar menjauh.
'ada apa dengan jantungku?'
Kyuhyun menurut, dijauhkan wajahnya sedikit kemudian menggantinya dengan tangan. Membekap mulut Ryeowook sampai Ryeowook benar-benar terlihat menghentikan perlawananya.
"Sudah puas melawan?" Tanya Kyuhyun yang masih betah dengan suara pelannya. "Akan ku lepas bekapanku, tapi kau harus janji."
Ryeowook mendongak dengan tatapan bertanya.
Seolah mengerti, Kyuhyun langsung menjawab, "Jangan berisik dan jangan bilang pada siapa pun aku ada di sini." Titah Kyuhyun sembari membuka bekapannya sesaat.
"Tapi ingat," Kyuhyun kembali menempelkan telapak tangannya pada mulut Ryeowook, menyebabkan Ryeowook yang baru saja menarik nafas lega harus menelan ludah lagi. "Kalau kau sampai melanggar, aku tidak segan – segan menciummu seperti tadi. Bahkan di tempat umum sekalipun," lanjut Kyuhyun dengan nada mengancam. Ia sangat tahu Ryeowook akan takut diancam dengan cara ini.
Ryeowook seketika menganggukkan kepalanya berulang-ulang. Dicium? Lagi? Aish… Bisa – bisa rasa cintanya pada Kyuhyun kembali tumbuh. 'Dan jangan sampai itu terjadi..' batin Ryeowook mengingat jantungnya yang sampai sekarang belum netral.
Ryeowook langsung membenahi posisi duduk nya setelah Kyuhyun membuka bekapan. Duduk saling berhadapan dengan Kyuhyun.
"Jadi untuk apa kau kesini?" ketus Ryeowook pelan sambil memeluk lututnya. Berusaha meminimalis hawa dingin yang datang berbarengan dengan bertiupnya angin malam.
Kyuhyun menyenderkan punggung pada jendela yang belum berhasil didongkelnya. Mata obsidiannya menerawang rembulan di atas sana yang bersinar utuh. Bulan purnama.
Entah kenapa Ryeowook merasa Kyuhyun tengah mempunyai beban yang berat. Mata yang kelam. Sama sekali tak nampak sinar kebahagiaan. Apalagi sampai nekat datang ke sini. Sepanjang perjalanan cintanya dengan Kyuhyun, baru kali ini Kyuhyun datang ke rumahnya. Meskipun dengan cara yang tidak sopan.
"Aku…" ucap Kyuhyun akhirnya, "Aku menolak menikah dengan Seohyun. Aku… kabur dari rumah,"
Ryeowook sedikit tersentak, "Itu… itu bukan jawaban. Jadi apa hubungannya hingga kau datang kesini?" Ryeowook masih berusaha dingin, sekalipun tak dapat dipungkiri ia sangat kaget sekaligus… err… sedikit senang mendengar kabar ini dari mulut Kyuhyun. Ingat, sedikit, hanya sedikit. Tidak mungkin ia menyukai Kyuhyun lagi. Kyuhyun sudah terlalu dalam menyakiti hatinya.
"Aku mohon Chagi…" ucap Kyuhyun mengiba menatap Ryeowook. "Aku ingin tinggal di sini…."
"Mwo?! Yak! Tidak bisa!" potong Ryeowook cepat.
"Dengarkan aku dulu. Aku benar-benar tidak tahu harus pergi kemana lagi."
"Tidak harus kesini kan?" tandas Ryeowook sedikit bergidik membayangkan setiap bangun yang dilihatnya pertama kali adalah Kyuhyun.
"Justru itu.." Kyuhyun meraih kedua bahu Ryeowook dan sedikit memberikan tekanan, "Appa sudah hapal tempat-tempat yang biasa aku gunakan untuk sembunyi. Kalau di sini… Sekalipun curiga, Appa akan segan menanyakannya pada Tuan Kim, mengingat hubungan mereka yang sangat baik. Tapi aku yakin… Appa tidak akan pernah sedikitpun mencurigaiku sembunyi di sini."
Ryeowook menggeleng sambil menjauhkan tangan Kyuhyun, "Tetap tidak bisa,"
Kyuhyun menghembuskan nafas berat melihat Ryeowook tetap pada pendiriannya. Kenapa dia berubah begitu keras? Kyuhyun merutuki dirinya yang telah jauh merubah kepribadian Ryeowook hingga membuat dirinya harus memutar kepala lagi agar mendapat ijin tinggal di rumah ini.
"Kenapa diam? Cepat pergi,"
Kyuhyun langsung menunduk_lebih tepatnya, pura-pura putus asa, "Apa kau tidak kasihan padaku?"
"Tidak."
'Dasar keras kepala!' Kyuhyun terus merutuk.
Tapi mau apa lagi? Toh ia sangat membutuhkan yeoja di hadapannya ini. Ada beberapa alasan kenapa ia memilih rumah ini yang paling aman untuk ditinggali. Pertama, Teman lelakinya hanya beberapa yang mau berteman dengannya, itu pun Appa nya hafal semua, termasuk alamat mereka. Kedua, Kekasih? Semua kekasih sudah memutuskan hubungan dengannya pasca undangan pernikahan SeoKyu menyebar. Mana mungkin ada yang mau menampungnya? Kecuali Ryeowook yang menurutnya mempunyai kamar yang strategis untuk dimasuki secara paksa. Ketiga, Appanya tak mungkin curiga ia berada di sini. Ke empat, ia sangat ingin dekat dengan Ryeowook. Kelima, Ia sangat yakin bisa memaksa Ryeowook untuk memperbolehkannya tinggal di sini, dengan diam – diam tentunya.
"Pergi Kyuhyun-ssi!" bentak Ryeowook dengan suara pelan. Sembari berdiri ditariknya lengan Kyuhyun yang sama sekali tak membuat pemiliknya goyah sedikit pun. Pantatnya masih setia menempel di lantai.
"Baiklah kalau kau tak bisa diajak kompromi dengan cara baik – baik," Kyuhyun menyeringai sembari menarik tangannya hingga terlepas dari tarikan Ryeowook.
Ryeowook kembali bergidik melihat Kyuhyun yang sudah mulai memasang tampang menyimpan sesuatu, "Apa yang ada di dalam kepalamu?"
"Ini?" Kyuhyun menunjuk kepalanya yang langsung dibalas anggukan oleh Ryeowook, "Hanya sedikit kepintaran yang aku yakin akan membuatmu menurut padaku." Lanjut Kyuhyun yang sudah otomatis disertai pelebaran pada senyumnya.
"Baiklah, kalau begitu sebaiknya aku tidak perlu tau. Yang perlu ku pastikan sekarang, kau ….." Ryeowook menuding Kyuhyun yang posisinya masih duduk "pergi sekarang juga dari rumahku."
"Tidak. Tidak akan," ujar Kyuhyun mantap. "atau kau mau aku bilang..."
"Aku bilang pergi!" potong Ryeowook cepat.
"Aku akan bilang bahwa ka…"
"Aku bilang aku tak perlu tahu!"
Kyuhyun dengan sigap menarik leher Ryeowook sampai kembali terjatuh di paha Kyuhyun, kemudian membungkam mulutnya. Gerakan kasar Kyuhyun menyebabkan kancing piyama Ryeowook bagian atas sedikit terkoyak.
Ia ingin bicara, tapi kenapa Ryeowook…. Cerewet sekali?
"Aku hanya ingin memberikan penawaran," ucap Kyuhyun akhirnya, "Sembunyikan aku di sini, atau aku bilang pada Appamu… maksudku… pada semua orang bahwa…" Kyuhyun melirik kancing Ryeowook paling atas yang terbuka dan secara serta merta otaknya memerintah untuk menjilat bibir, "aku pernah menikmati tubuhmu chagi… kau tidak lupa kan?"
Ryeowook mengikuti arah pandang Kyuhyun dan bertemulah matanya dengan kancing atasnya yang telah terbuka. Sadar Kyuhyun telah melihatnya, Ryeowook terbelalak lebar. Yeoja mungil itu seketika berusaha menepis tangan Kyuhyun menatap Kyuhyun seolah berkata ingin dilepaskan.
"Kau tidak mau Appamu tahu kan?" ulang Kyuhyun yang tanpa kompromi langsung dibalas gelengan oleh Ryeowook.
Kyuhyun segera melepas bekapannya dan menegakkan tubuh Ryeowook yang langsung mengancingkan bajunya. "Bagus, mulai besok bersiaplah sekamar denganku."
"Tapi….. Baiklah.." Ryeowook yang sudah ingin protes akhirnya harus mengalah. Tak bisa membayangkan bagaimana murkanya Sang Ayah jika harus tahu dia telah ditiduri iblis di hadapannya ini. Ia tak mau membuat ayahnya jantungan mendadak.
Tapi…. Haruskah ia sekamar? Dengan orang ini?
Aish… Pilihan yang sulit.
"Jangan sampai siapa pun tahu aku ada di sini. Termasuk keluargamu." Kyuhyun mengajukan persyaratannya yang terdengar sangat memaksa.
Dengan berjuta keengganan Ryeowook menganggukkan kepalanya. Ia benar-benar tersudutkan kali ini. "Hm"
"Anak pintar," Kyuhyun masih saja memasang senyum menyebalkan sembari melirik jam tangan yang bertengger di lengan kirinya. "Sekarang masuklah. Sudah jam setengah empat. Tadi sekilas ku lihat kau tidak tidur sendirian. Aku tidak mau dia tahu aku ada di sini." Titah Kyuhyun.
"Lalu kau tidur dimana? Di sini dingin." Ryeowook bertanya dengan polosnya tanpa sadar akibat pertanyaannya membuat lawan bicaranya sedikit besar kepala.
Kyuhyun menatap Ryeowook aneh, "Mengkhawatirkanku?"
"Eh?... Apa? Dasar . Jangan harap!"
Ryeowook sontak berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya. Dengan sangat pelan tapi tak nampak lembut, yeoja mungil itu menutup pintu.
Meninggalkan Kyuhyun yang hanya senyum-senyum tak jelas memandang bayangan terakhir Ryeowook seiring dengan tertutupnya pintu.
'Aku tak ingin memaksamu kembali ke pelukanku Ryeowookie… Aku hanya ingin rasa cintamu padaku kembali tumbuh…. Dengan caraku sendiri…'
..
^Cho Ryeona^
..
Semburat cahaya matahari pagi seolah berlomba mencari persinggahan. Menerobos kerumunan benda-benda di bumi kemudian dipantulkan kembali ke segala arah saat bertemu dengan benda berwarna putih. Membawa sang cahaya mau tak mau menerangi dunia yang sebelumnya berwarna hitam pekat.
Seorang namja perlahan terbangun. Merasakan pantulan cahaya menusuk pelupuk mata dan memaksanya untuk terbuka. Kini ia terlihat memindahkan tangan kiri dari kepala yang ditumbuhi rambut bergaya ikal, menjauhkannya sampai selurus mungkin, mencoba menghilangkan rasa letih akibat semalam ia tidur dengan berbantalkan tangan dan beralaskan lantai.
Namja itu sedikit menggeliatkan badan tegap nya. Berusaha menyesuaikan kadar cahaya yang harus ditangkap retina agar tersadar sepenuhnya.
"….ppssst.. Kyu!"
Namja berkulit putih ini sedikit terperanjat takut. Seketika ia bangun dan menoleh ke sumber suara yang ternyata suara Ryeowook yang tengah berdiri di ambang pintu. Kyuhyun bernafas lega. Sejenak memperhatikan penampilan Ryeowook terbalut kaos putih sedikit kebesaran bergambar jerapah dan celana pendek berbahan jeans selutut yang menurut Kyuhyun terlihat sangat….
"Manis.."
"Apa? Cepat mandi." Ryeowook yang tidak terlalu mendengar pujian Kyuhyun hanya melaksanakan niatnya sejak awal memutuskan untuk membangunkan Kyuhyun. Dalam hati ia sedikit merasa bersalah karena membiarkan Kyuhyun tidur di balkon. Sendirian, tanpa alas, tanpa selimut.
Dan… Kenapa kau jadi terkesan perhatian seperti ini Kim Ryeowook?
'Perhatian? Siapa bilang? Aku hanya merasa sedikit bersalah. Sedikit.. ingat, SEDIKIT.' Ryeowook menjawab pertanyaan aneh yang tiba-tiba kembali muncul di kepalanya. Dan lagi-lagi kata SEDIKIT membuatnya merasa aman.
Tak ingat kah kata pepatah? Sedikit demi sedikit bukankah lama-lama juga akan menjadi bukit?
Ryeowook sepertinya melupakan hukum alam yang satu ini.
Ryeowook baru menyadari Kyuhyun ternyata langsung melaksanakan perintah sesaat setelah Kyuhyun melewati tempatnya berdiri tanpa mengajaknya beradu mulut terlebih dahulu. Mungkin karena terlalu sibuk dengan debat di dalam hatinya, Ryeowook jadi tidak terlalu konsen dengan keadaan di sekitarnya. Ia kemudian menutup pintu yang menghubungkan dengan balkon setelah terdengar suara pintu tertutup dari arah kamar mandi.
Ryeowook merebahkan tubuh mungilnya di ranjang, setelah beberapa saat sibuk mengobrak-abrik lacinya. Membiarkan kaki jenjangnya terjuntai di tepian tanpa ada sedikit pun keinginan untuk ikut menaikkan ke atas. Di tangannya kini sudah tergenggam handphone yang sudah ia hubungkan dengan headset. Dengan cekatan ia segera memainkan daftar lagu favoritnya disusul sebuah gerakan tangan mungilnya yang kini telah berhasil menempelkan headset di kedua telinga. Hari ini sekolahnya libur entah karena apa. Jadi hari ini ia sedikit bisa bersantai.
Alunan lagu pelan perlahan mulai terdengar, hanya di telinga Ryeowook tentunya. Ya, Ryeowook memang penyuka music mellow. Jadi tak kaget kalau yang masuk playlist nya sebagian besar adalah lagu-lagu bernuansa galau. Seperti yang tengah dia dengarkan kali ini. Mulutnya sedikit komat-kamit berusaha menirukan lagu, sementara matanya tanpa diperintah terpejam secara bertahap sekedar menjiwai lagu yang tengah ia dengarkan.
Tak kurang dari lima lagu berhasil dilahap telinganya, sampai tak menyadari Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya sambil melipat tangan di dada. Menatap Ryeowook dengan tatapan heran bercampur kesal.
Sekitar satu menit kemudian, Ryeowook membuka mata ketika merasa pahanya seperti ditarik-tarik oleh seseorang. Dan matanya membulat sempurna ketika mendapati pelakunya adalah Kyuhyun yang tengah sedikit merunduk ke arahnya dan hanya mengenakan handuk sebatas pusar sampai lutut.
.
"Kyaaaaaaaa!"
.
Ryeowook sontak mendorong tubuh Kyuhyun yang jauh lebih besar darinya. Menyebabkan headset di telinganya terlepas tanpa diminta,
"Menjauh! Dasar mesum!"
.
~dokk dokk
.
Kyuhyun yang baru saja mampu berdiri tegak dan Ryeowook yang masih shock dengan kelakuan Kyuhyun yang menurutnya mesum seketika menoleh ke sumber suara, sedetik kemudian mereka saling pandang, sekedar bertanya lewat ekspresi apa yang harus mereka lakukan sekarang.
"Wookie! Ada apa?!" Teriak seseorang yang dihafal Ryeowook merupakan suara Siwon.
"Op…Oppa? Eh? Bu.. Bukan apa apa! Hanya… Hanya tikus!"
Kyuhyun mengikuti Ryeowook yang beberapa detik lalu menarik lengan dan membawanya berjalan mondar-mandir.
"Tikus?" Siwon mengerutkan kening. "Ada tikus di rumah ini?" Kemudian berhenti sebentar, "Boleh Oppa masuk?"
"Shit!" Umpat Kyuhyun pelan, tapi tetap menampakkan raut kesalnya. Sejenak Kyuhyun menarik lengannya hingga menyebabkan lengan Ryeowook ikut tertarik. Mau tak mau Ryeowook berhenti dan menolehkan kepalanya, menatap Kyuhyun.
"Berhentilah. Kau membuatku pusing."
"Wook-ah…" panggil Siwon sambil terus mengetuk pintu, kali ini sedikit pelan.
"Tapi…" Ryeowook menunjuk pintu dengan dagunya, "Siwon Oppa ada di luar. Kau harus sembunyi."
"Aku tau. Tapi tidak dengan cara mondar-mandir seperti ini."
Ryeowook seketika bersinar, "Aish… kenapa tidak bilang dari tadi."
Tanpa aba-aba Ryeowook langsung menarik lengan Kyuhyun dan mendorongnya masuk ke dalam kolong tempat tidur. Yang seketika mendapat tatapan protes dari Kyuhyun. Ryeowook langsung menatap tajam Kyuhyun seolah berkata 'kau menurut saja'.
Setelah merasa Kyuhyun aman di tempat itu, Ryeowook membuka pintu. Siwon memasuki kamar bernuansa ungu itu sambil terus mengedarkan pandangannya ke sudut-sudut ruangan.
"Dimana tikusnya?" Siwon terus melangkah masuk sambil sesekali mengecek bawah meja dan kursi. Kyuhyun dapat melihat dengan jelas sepatu Siwon dan kursi yang sedikit terangkat hanya berjarak sekitar empat langkah dari tempatnya.
"Mungkin di sini,"
Kyuhyun memejamkan mata dan seketika menyebut nama Tuhan dalam hatinya ketika melihat kaki Siwon sedikit tertekuk, seperti posisi hendak berjongkok.
'seseorang tolong bantu aku!' jerit Kyuhyun frustasi dari dalam hati. Benar-benar merasa inilah akhir dari masa lajangnya. Menikah dengan Soehyun? Ayolah … dia masih muda.
"Oppa sebaiknya cepat berangkat. Sudah jam delapan tuh…" suara Ryeowook sukses membuat Kyuhyun agak membuka mata kemudian bernafas lega. Setidaknya sekarang kaki Siwon sudah kembali tegak dan berjalan menjauhi tempatnya. Ia sudah berada di zona aman sekarang.
"Tapi tikusnya…."
"Tidak ada tikus. Tadi sudah pergi lewat jendela itu," Ryeowook menunjuk jendela yang untung saja dalam keadaan terbuka yang kemudian diikuti pandangan Siwon.
"Ooh… Syukurlah. Kalau begitu Oppa pergi dulu. Mmmm…." Siwon berhenti sebentar,sedikit bimbang dengan permintaannya, "Boleh Oppa menciummu?"
.
~degg
.
Kyuhyun membulatkan matanya. Kenyataan apa lagi ini? Siwon? Ryeowook? Bukankah mereka bersaudara?
Tak ada jawaban dari Ryeowook.
"Sekali saja. Mungkin sampai beberapa hari ini Oppa tidak akan pulang,"
"Wae?" Ryeowook akhirnya bersuara walau pun ini bukan jawaban.
"urusan pekerjaan." Bohong Siwon.
Sebenarnya mulai hari ini ia akan tinggal di rumah Tuan Choi, ayah kandungnya. Ini juga yang menyebabkan semalam ia memaksa tidur di kamar Ryeowook. Menghabiskan malam terakhir… yah… walau pun sang dongsaeng sangat enggan sekamar dengannya. Semalam… sudah lebih dari cukup. Siwon sangat yakin tadi malam adalah moment terakhirnya dengan Ryeowook.
Setelah ini, Siwon hanya akan berusaha menerima apa jawaban ryeowook nantinya. Karena hanya ini yang bisa ia lakukan. Meyakinkan hatinya akan ada seseorang yang lebih baik untuknya, juga untuk Ryeowook.
Pergi dan tidak serumah dengan Ryeowook, inilah satu-satunya cara agar ia bisa melupakan rasa cintanya pada gadis mungil yang tengah berdiri di hadapannya. Sekalipun butuh waktu bertahun-tahun… atau bahkan seumur hidup untuk melupakan perasaannya.
"Kita akan bertemu di pesta pernikahan Kyuhyun, dan ingat…" Siwon tersenyum sebentar hanya bisa dilihat Ryeowook. "Kau harus menjawab pertanyaan Oppa di sana,"
Entah kenapa Kyuhyun merasa… ada rasa sakit di dalam kata-kata Siwon.
"Jadi… Bisakah aku mendapatkan ciuman?"
Ucapan Siwon sukses menyadarkan Kyuhyun untuk berhenti mengasihani namja yang hendak merebut malaikat hatinya ini. Ia harus keluar. Mencegah miliknya yang terancam hendak disentuh orang lain.
"Sekali saja. Dan ini yang terakhir. Aku janji"
"Kenapa… Kenapa Oppa sangat yakin ini yang terakhir?" tanya Ryeowook tertekan. Ia sangat hafal Siwon yang tidak pernah main-main di saat serius seperti ini.
"Karena di mata Oppa semua sangat jelas terlihat." Siwon masih saja tersenyum, menampakkan lesung pipitnya meski tak dapat dipungkiri, suaranya sedikit tergetar. "sebenarnya Oppa sudah tahu jawabanmu."
Ryeowook menatap Siwon makin sayu. Diremasnya ujung celana untuk menyalurkan rasa sesak yang entah kenapa tiba-tiba datang.
"tapi setidaknya… izinkan Oppa sedikit berharap dalam beberapa hari ini. Untuk memilikimu… Ya, memilikimu adalah keinginan Oppa dari dulu. Aku janji hanya dalam satu minggu ini,izinkan aku merasakan indahnya mencintaimu tanpa harus memikirkan perasaanmu yang sesungguhnya sama sekali tak berpihak padaku. Bertahun-tahun aku mencoba merebut perhatianmu. Mencoba kuat agar seolah terlihat seperti pahlawan di matamu. Tapi… Mungkin kau memang bukan takdirku," Siwon masih saja tersenyum meski matanya sekarang sudah tidak bisa dikatakan kering, menatap Ryeowook tepat di manic mata. Membuat dada Ryeowook semakin sesak.
"Kemarin aku sempat berfikir, kenyataan pahit yang ku dengar … akan membuatku menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini karena kesempatan memilikimu semakin besar. Tapi semalam kau membuatku sadar, sama sekali tak ada perasaan cinta di matamu. Aku mengenalmu… sangat mengenalmu… Aku sadar, sampai saat ini hanya ada satu nama yang ada di hatimu, sekeras apa pun kau menutupinya. Dan… aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Mulai sekarang kau bebas mengatur hidupmu, Wook-ah… Jaga dirimu baik-baik wook-ah.. Juga keluarga ini…Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi. Tidak akan melarangmu untuk mencintai siapa pun. … Tidak akan memaksa tidur di kamarmu lagi. Tidak akan membuntuti kemana pun kau pergi…. Tidak akan…..."
Kata-kata Siwon terhenti begitu saja ketika sesuatu yang lembut menempel di bibirnya.
Kyuhyun yang tak tahan dengan perdebatan mereka, sedikit demi sedikit mengeluarkan kepalanya sampai menyembul di permukaan ranjang. Menatap Siwon dan Ryeowook yang tengah berdiri berhadapan di seberang ranjang dengan posisi Siwon memunggunginya, sementara Ryeowook terhalang tubuh Siwon yang terlampau tinggi.
.
~deg
.
Kyuhyun tak tahu siapa yang memulai, kedua tubuh itu sekarang sudah merapat. Saling meremas baju satu sama lain dengan mata terpejam. Mengeliminasi setiap mili jarak yang tercipta dengan sebuah ciuman yang semakin lama semakin dalam. Tak ada nafsu di dalamnya. Hanya kasih sayang beradu rasa cinta yang teramat sukar untuk dijelaskan.
Ryeowook? Tak dapat digambarkan lagi bagaimana perasaan gadis mungil berkulit putih susu ini. Hanya membiarkan lidah Siwon yang mulai melilit lidah dan menerobos mulut sampai pangkal tenggorokannya. Membiarkan Siwon merengkuh lehernya, menikmati setiap rasa manis yang ditawarkan bibir Ryeowook. Karena hanya ini yang bisa ia berikan.
Hanya dalam hitungan hari, ia lah yang nantinya akan menjadi tersangka utama penghancur hati Kim Siwon, seseorang yang menjadi pelindungnya sedari kecil. Seseorang yang rela memendam perasaannya bertahun-tahun hanya demi kebahagiaan Kim Ryeowook. Satu-satunya orang yang akhirnya memberi lampu hijau hubungannya dengan Kyuhyun dan…. Ryeowook justru menghianatinya. Tidur dengan Kyuhyun? Betapa ini sebuah pukulan berat bagi kakak yang sudah susah payah menjaganya. Tapi… bukan pukulan, bukan juga makian yang Ryeowook dapat akibat kesalahannya. Siwon justru memberikan cinta, kehangatan dan perlindungan tulus yang bahkan bertahan sampai saat ini. Haruskah Ryeowook menyakitinya?
TBC
~aaaaaaa! Ada yang kangen saya? Wkwkwkwk.
Kyuwook moment nya banyak di chap ini. Mian kalo kurang manis. hahaha...
Saya masih amatiran, jadi dimaklumin aja kalo bikin sedihnya kurang sedih, bikin manisnya kurang manis, bikin ciumannya kurang panas. ato apalah... kkkk
Mohon reviewnya *wink*
Maaf juga atas keterlambatan update .
Terima kritik dan masukan asal bahasanya jangan pedas.
