Jar of Heart

Cast : Eunhyuk and Donghae

Disclaimer : Eunhyuk dan Donghae milik orang tua mereka amsing-masing dan Tuhan YME. Walaupun berharap Eunhyuk menjadi milik saya

CHAPTER 1

Seoul 20:30.

" Ya ! Beraninya kau mengajak lari putriku, dimana matamu oeh ? Dimana sopan santunmu ? " kedua pasangan kekasih itu menunduk mendengar bentakan dari sang Appa dari gadis cantik dan manis itu, tangan mereka mengenggam erat, air mata gadis itu juga mulai mengalir membasahi pipi tirusnya.

Sungguh gadis cantik itu sangat benci jika dirinya dibentak oleh seseorang apalagi Appanya sendiri, Appa yang selama ini ia bangga-banggakan. Tatapan Appanya mulai geram, ia hendak memukul sang namja sebelum tangan istrinya sudah menahan tangan kekarnya agar tak memukul kekasih putra nya ini.

" Hangeng, kau tak sepatutnya membentak mereka. Kau tak lihat putrimu menangis karena kau bentak ? " oh baiklah sebutlah sepasang kekasih itu Lee Donghae dan Lee Eunhyuk , Donghae namja tampan yang bekerja menjadi Presdir di perusahaan terbarunya, jangan salah sangka perusahaannya memang baru tetapi kalian tak melihat beberapa perusahaan luar negeri yang sangat tertarik untuk menanam saham ataupun bekerja sama dengan KYW Chorp.

Diumurnya yang baru menginjak 21 tahun ia juga disebut Pengusaha Kaya, ya walaupun tidak seperti Appanya. Sedangkan gadis manis dan lucu itu TanEunhyuk , dengan umur 21 tahun sama seperti Donghae , ia baru-baru ini sedang mengambil kuliah lagi untuk mengambil gelar Dokter Penyakit Dalam yang ia impikan, ia sebenarnya sudah ditawari bekerja menjadi Dokter di Rumah Sakit Ummanya tapi memang dasar sifat keras kepalanya yang tidak bisa hilang, ia lebih memilih untuk memperpanjang kuliahnya lagi.

Donghae dan Eunhyuk memang sudah mengenal sejak mereka berumur 1 tahun, orang tua mereka sering mengajak Donghae dan Eunhyuk berjalan-jalan, bahkan terkadang Donghae akan menginap di rumah Eunhyuk atau begitu juga sebaliknya, perasaan mereka ternyata berubah ketika mulai memasuki sekolah menengah pertama, Donghae menyatakan perasaannya terlebih dahulu pada Eunhyuk , dan tentu saja gadis itu menerimanya hingga hubungan mereka berlanjut sekarang, terhitung sudah 5 tahun Donghae dan Eunhyuk memiliki hubungan itu, dan kejadian kemarin membuat Appa Eunhyuk , Hangeng geram dibuatnya.

Ya bagaimana tidak geram, Donghae mengajak kabur Eunhyuk untuk menikahi gadis itu, sebenarnya Appa Eunhyuk itu tak bermasalah tapi mengingat sifat Donghae yang sering mempermainkan perasaan Eunhyuk membuatnya tak mempercayai namja jangkung yang sering dipuji-puji oleh kebanyakn orang itu.

" Eunhyuk ! Appa juga sangat kecewa padamu ! "Eunhyuk semakin menciut ini baru kali pertamanya dirinya dibentak oleh Hangeng sekeras ini. Donghae melirik kekasihnya itu, diusapnya tangan Eunhyuk berulang kali untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau.

" J-joengmal jjoesonghhamnida " Eunhyuk berkata formal, Heechul-Umma Eunhyuk wanita cantik itu tengah tersedu-sedu melihat putri yang sangat disayanginya itu kini tengah bersujud didepan Appanya, Donghae membulatkan matanya begitu juga dengan 4 orang yang kini terdiam akibat ulah Eunhyuk , gadis itu sampai berani sekali bersujud, sebenarnya ini terlalu berlebihan tapi seperti yang kubilangkan Hangeng dan Heechul seperti sudah tak menyukai Donghae sejak dirinyaa mempermainkan hati anaknya ditambah ia mengajak kabur Eunhyuk untuk keluar negeri dan menikahinya. Donghae mendekati Eunhyuk , ia membantu Eunhyuk beranjak dari posisinya dan bersimpuh kembali. Heechul yang sudah tak tahan dengan ini mendekati Eunhyuk dan memeluk gadis itu.

" Umma, hikss huwaa Umma, akku benar hiks benar mencintai Lee Donghae " Donghae terdiam, ia melihat Heechul yang kini mulai menatap sang suami dengan kesal.

" Lee Hangeng ! Kau membuat anakku menangis ! Restui saja Donghae dan Eunhyuk walaupun kau membenci Donghae " kini Eunhyuk mulai melepaskan pelukan Heechul dan beralih mendekat kearah Donghae , namja itu menggerakkan lengannya untuk merangkul bahu Eunhyuk .

" Aboenim, meskipun kau tidak menyukaiku karena aku sering mempermainkan hati Hyukkie tapi aku bisa menjamin jika aku bisa menghidupinya, aku juga akan membuatnya bahagia. Jikapun Aboenim tak merestui aku dan Eunhyuk , kami tetap akan menikah. " Hangeng sudah menghela nafas kesal.

" Hangeng, kau lihat bagaimana seriusnya Donghae dalam hubungan ini bukan ? Restui saja " Lee Jungsoo, Umma Donghae mulai angkat bicara dan menatap sahabatnya itu.

" Tidak semudah itu, aku tak bisa mempercayai Donghae begitu saja, ia sudah menyakiti bahkan mempermainkan hati Eunhyuk , apa itu tak cukup ? Sekalipun ia menjadi Presdir aku tak akan menyerahkan putriku begitu saja pada putramu Noona, jika saja Eunhyuk tak membuat Eunhyuk menangis aku terima saja dia mienjadi menantuku. " Donghae dan Eunhyuk mendongak bersamaan.

" Hangeng aku benar-benar tak memaafakanmu jika kau membuat Eunhyuk tersakiti seperti ini " Hangeng terlihat berpikir, sepertinya ia harus menyerahkan Eunhyuk pada Donghae kali ini, ia sudah mempercayai Donghae dengan waktu yang singkat. Ia beranjak dari duduknya, duduk didepan Eunhyuk dan tersenyum pelan kearah putra nya.

" A-appa mianheyo, aaku hanya.."

" Sebenarnya Appa tak mempercayai namja disebelahmu, Appa bisa saja menyebutkan kesalahannya yang membuat kau menangis, tapi mau bagaimana lagi ?

" Jika Appa tak merestuimu dengan Donghae apa kau tak bahagia ? " Eunhyuk mengangguk, matanya yang dulu putih dan bersinar sekarang bewarna merah dan dipenuhi oleh air mata yang membuat make up tipisnya luntur. Jantung Eunhae mulai merasakan tanda-tanda tak enak mendengar perkataan Hangeng. Genggaman mereka terlepas ketika Eunhyuk mulai mengusap air matanya yang mengalir lagi.

" Aku a-akan pergi dengan K-Donghae hiks "

" Sebenarnya Appa juga tak akan bahagia jika tak merestui kalian " Heechul, Kangin, Jungsoo, Donghae maupun Eunhyuk terkejut. Hangeng beranjak memeluk Eunhyuk dan mengacak-acak rambut panjang putrinya itu. Eunhyuk tersenyum senang, ia membalas pelukan Hangeng, lelaki itu beralih pada Donghae .

" Donghae , jika kau membuat putriku menangis lagi aku benar-benar tak mengampunimu. Tak segan-segan aku akan membawamu menuju toko figura dan menjadikanmu figura foto keluarga Tan " Donghae tersenyum bahagia, ia mengangguk lalu mengacungkan 2 jempolnya.


July 8th 2009

Kebun dengan pemandangan danau itu mulai dipadati oleh ribuan orang untuk datang ke upacara pernikahan Lee Donghae dan Lee Eunhyuk , dengan altar pemandangan danau itu janji sehidup semati akan diucapkan oleh keduanya, Eunhyuk yang berada di tenda kecil yang didirikan untuk menunggu acaranya tiba mulai menggigiti kukunya yang dihias sedemikian rupa untuk upacara pernikahannya. Wajah cantiknya berubah gugup ketika melirik jam pada iPhonenya. 20 menit lagi sebelum upacara dimulai. Heehcul mendekati Eunhyuk dan memeluk putrinya hangat.

" Umma tak bisa melepaskanmu begitu saja Hyukkie , Umma juga tak percaya hari ini kau menikah, Baby Hyukkie Umma sudah berubah menjadi seorang istri rupanya " Eunhyuk tersenyum, gadis itu melepaskan pelukan Heechul dan menatap Ummanya.

" Umma " Heechul tersenyum ia mencubit pipi Eunhyuk pelan, dan membelainya dengan sayang.

" Umma percaya padamu, jika Lee Donghae berbuat sesuatu katakan pada Appa maupun Umma, kita akan menghajarnya " Eunhyuk terkekeh pelan, ia tersenyum lalu menemukan Appanya yang lengkap dengan tuxedo, walaupun umurnya beranjak 50 tahun tapi tetap saja dimata Eunhyuk Appa dan Ummanya adalah sepasang suami istri yang masih berumur belasan tahun, wajah mereka benar-benar tak menunjukkan wajah orang tua.

" Bagaimana ? putri Appa sudah siap ? " Eunhyuk mengangguk, ia melihat sekali dirinya pada pantulan kaca besar yang entah siapa menaruhnya pada tenda putih itu, Heechul tersenyum lalu mendekati Eunhyuk .Eunhyuk cantik dengan memakai gaun putih yang khusus ia pesan pada seorang teman Ummanya, gaun itu memang tak mewah tapi melihat gaun itu terpasang ditubuh Eunhyuk menjadi suatu hal yang akan membuat seluruh undangan akan memandanginya untuk beberapa jam kedepan.

" Kau sudah cantik chagi, ayo kau harus bersiap " didalam dirinya Eunhyuk memang masih bingung, bisa-bisanya kedua orang tuanya menyetujui ataupun merestuinya dengan Donghae , ya memang ini yang ia inginkan tapi ini sungguh aneh.

Eunhyuk berjalan dengan menggandeng tangan Hangeng, tepuk riuh dari para undangan juga terdengar seiring Eunhyuk melangkahkan kaki jenjangnya dan mendekati sang namja yang dicintainya. Hangeng tersenyum pada Donghae , dan namja tampan itu membungkuk ketika Hangeng mulai mendekatiya dan menyerahkan tangan Eunhyuk padanya.

" Noemu yeppo " bisik Donghae , Eunhyuk menoleh gadis itu tersenyum lalu keduanya menghadap altar dimana pastur itu berada.

" Lee Donghae bersediakah kau menjadi suami Lee Eunhyuk dalam suka maupun duka sedih maupun senang sampai ajal menjemput kalian ? "

" Ne saya bersedia "

" Lee Eunhyuk bersediakah kau menjadi istri Lee Donghaedalam suka maupun duka sedih maupun senang sampai ajal menjemput kalian ? "

" Ne saya bersedia " Eunhyuk menghilangkan gugupnya, keduanya tersenyum cerah, dengan ini kedunya sudah sah menjadi suami istri. Dan ini yang mereka harapkan. Otak yadong Donghae tiba-tiba saja muncul, ia ingin segera mencium istrinya sekarang juga. Namja itu menggeleng hanya tinggal pertukaran cincin dan ia bisa mencium istri cantiknya itu.

" Sekarang pertukaran cincin " Donghae mengambil cincin yang sudah ia pesan, ya cincin perkawinannya khusus ia pesan di Swiss, dengan didalamnya ada campuran darah Donghae dan Eunhyuk . Namja itu memasukkan cincin bewarna putih itu pada jari manis Eunhyuk dan begitu pula sebaliknya. Sepertinya Donghae benar-benar tak sabar, sebelum pastur itu berbicara ia sudah lebih dulu tangannya sudah menarik pinggang Eunhyuk dan mendaratkan bibirnya pada bibir Eunhyuk yang membuat seluruh undangan yang menghadiri acara itu tersenyum senang dan bertepuk tangan.

Seluruh undangan terlihat menikmati makanan yang disuguhkan, Donghae dan Eunhyuk yang kelelahan memutuskan untuk berada di kursi kayu panjang yang disediakan khusus untuk mereka dibawah pohon oak ,didepan mereka danau bersih itu juga menjadi pemandangannya.

" Bagaimana ? Kau sudah lega ? " Eunhyuk menoleh, ia mengaitkan lengannya pada lengan Donghae dan menyandarkan kepalanya pada bahu Donghae . Senyumnya tak berhenti berpudar di wajah cantiknya.

" Ne, ya walaupun aku masih aneh saja " Donghae mencubit hidung Eunhyuk pelan dan mendekatkan wajahnya pada wajah Eunhyuk , tapi sebelum itu terjadi sebuah tangan yang berada ditengah mereka mengintrupsi kegiatan keduanya. Donghae menoleh mendapati sang sekretaris pribadi, Kim Yesung dan kekasihnya, Kim Ryeowook tengah menatap mereka denngan tatapan menjahili.

" Ya ! Hyung kau mengangguku saja, pergilah sana dengan kekasihmu " Yesung berkacak pinggang, namja tampan itu menjitak kepala Donghae yang membuat Donghae meringis sakit.

"Hyukkie kau harus mengajarkan tata krama pada suamimu ini, ia sangat tak sopan pada orang yang lebih tua, ah ya ini aku dan Yesung oppa memberimu ini sebagai hadiah pernikahan hehe chukkae neh. Doakan kami juga agar cepat menyusul kalian " Eunhyuk tersenyum, ia menerima kotak yang diberikan Ryeowook dan memeluk sahabatnya membiarkan 2 namja itu tengah beradu mulut.

"Eunhyuk -ah benar yang dikatakan Wookie kau harus lebih mengajarkannya tata krama pada suamimu itu " Eunhyuk terkekeh ia mengangguk lalu menoleh kearah Donghae .

" Menjadi tua saja bangga hyung, chagi harusnya kau membelaku dari Yesung hyung. Wookie juga sama saja kau harusnya mengajarkan kekasihmu ini untuk berbuat baik pada namja tampan " Kim Ryeowook memutar kedua bola matanya, menatap jengah lelaki stoic itu yang sekarang tengah mengarahkan tangan Eunhyuk untuk membelai rambut caramelnya.

" Sudahlah Wookie tak ada habisnya jika beradu mulut dengan namja aneh ini. Sepertinya kita penganggu juga, kita sebaiknya buru makanan saja. " Ryeowook tersenyum lalu mengenggam tangan Yesung, mengucapkan selamat pada Eunhae lagi dan berjalan menuju daerah makanan. Sedangkan pasangan baru itu masih terduduk, Donghae yang tengah bermanja-manjaan dengan Eunhyuk sekali lagi membuat gadis itu tersipu, dan Donghae akan mengingat moment ini walaupun dirinya sudah tak bersama dengan Eunhyuk nantinya.


Desember 24th 2009

Matahari itu mulai memasuki celah-celah jendela kamar Donghae dan Eunhyuk yang mewah ini. Pemandangan manis dari suami istri itu terlihat. Dengan lengkan kiri Donghae menjadi bantal Eunhyuk , namja itu mendekatkan dirinya pada Eunhyuk dan memeluk pinggang ramping Eunhyuk dan menghiraukan suara alarm yang sangat menganggunya. Ayolah ia tak perlu repot-repot bangun pagi. Ini akhir pekan dan saatnya bermanja-manja dengan Eunhyuk .

" Eung Donghae " erangan Eunhyuk membuat Donghae terbangun, ia menatap wajah Eunhyuk yang masih tertidur dengan lelapnya, Donghae terkekeh pelan, ia tak berniat membangunkan Eunhyuk nya, gadis itu terlalu lelah tadi malam, ya bayangkan pulang dari Seoul University jam 11 malam dengan buku tebal yang ia bawa dan kantung mata dan untung saja kantung mata itu mulai merapikan poni Eunhyuk yang menutupi kening gadis itu, menciumnya pelan yang membuat Eunhyuk terbangun.

" Terbangun oeh ? " Eunhyuk yang harus menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya hanya mengangguk, matanya mulai menatap Donghae lembut. Matanya terpejam lagi ketika Donghae mencium bibirnya dengan lembut. Donghae yang sangat tahu Eunhyuk akan marah jika ia mengambil morning kissnya terlalu lama perlahan menjauhkan bibirnya pada bibir Eunhyuk . Namun tak selang beberapa lama, mata Eunhyuk dibuat membulat, mulutnya sudah tertutup oleh tangannya, berlari menuju wastafel kamar mandinya, perutnya sangat mual ingin mengeluarkan sesuatu tetapi hanya saliva saja, Donghae yang khawatir segera menghampiri Eunhyuk dan mengelus bahu gadis itu.

" Chagi gwenchanayo ? " Eunhyuk mengangguk, tangannya ia arahkan untuk mengenggam tangan Donghae . Keringat dingin terus menguncur di kening dan sekitar pelipisnya, perutnya terasa sangat mual pagi ini. Merasa Eunhyuk sudah berhenti dan lebih baik, Donghae membawa Eunhyuk pada ranjangnya, menidurkan Eunhyuk disampingnya, Ia kembali memandangi wajah Eunhyuk dengan khawatir. Ia meninggalkan Eunhyuk sebentar dan beranjak menuju dapur untuk mengambilkan air putih padanya. Donghae menaiki ranjang itu dan menyerahkan gelas itu pada Eunhyuk .

" Kau sudah merasa baikan chagi ? Apa perlu kuminta Umma untuk memeriksamu ? " Eunhyuk menggeleng, ia memejamkan matanya lagi, badannya sungguh terasa lemas akibat perutnya yang tiba-tiba mual.

" Ani, kupanggilkan Umma ne ? Aku sangat khawatir chagi. " Eunhyuk mengalah beradu mulut dengan Donghae sepertinya tidak diinginkannya saat ini. Eunhyuk meraih ponsel Donghae yang berada di meja nakas sampingnya, Donghae segera menekan tombol 5 untuk speed dial Tan Heechul , setidaknya ia berani untuk menghubungi orang tua Eunhyuk saat ini, hubungan orang tua Eunhyuk dengan Donghae juga beranjak membaik setelah beberapa bulan ia menikah dengan Eunhyuk . Tak jarang orang tua Eunhyuk dan orang tuanya mengadakan makan malam bersama disini yang membuat dirinya menjadi lebih dekat dengan Mr Lee dan Mrs Lee.

" Yoeboseyo, wae geurae Hae ? " Donghae tersenyum setidaknya Heechul mengangkat teleponnya saat ini.
" Umma, apa kau sedang sibuk hari ini ? "

" Aniyo, Umma tak sibuk wae geurae "

" Umma, saat bangun tidur Eunhyuk nie langsung muntah, mual juga. Aku khawatir padanya jadi aku menghubungi Umma "

" Ah begitu, bawa saja Eunhyuk nie ke Rumah Sakit Umma, aku sedang tak bisa ke apartement kalian " Donghae menganggguk.

" Nde, aku akan segera kesana, " Donghae menutup sambungan teleponnya dengan Heechul, Ia menatap Eunhyuk yang saat ini tengah ikut bersandar di sandaran kasur.

" Chagi, kita harus ke rumah sakit, Umma akan memeriksamu disana " Eunhyuk mengangguk mengerti, ia beranjak dari kasurnya, meraih handuk dan pakaiannya.

" Umma bagaimana ? Hyukkie tak kenapa-kenapa bukan ?" Eunhyuk yang terduduk bersama Donghae itu hanya memandang Ummanya khawatir, Heechul yang melihat tatapan seperti itu hanya tersenyum cerah dan memeluk Donghae yang membuat Eunhyuk menatap aneh.

" Donghae -ah chukkae, kau akan menjadi Appa, Eunhyuk tengah mengandung anakmu saat ini, sudah 6 minggu " Donghae menatap Heechul tak percaya, ia beralih menatap Eunhyuk . Tuhan ia benar-benar bahagia sekarang, ia juga tak menyangka Eunhyuk akan mengandung anaknya secepat ini.

" Jinjjayo Umma ? Hyukkie mengandung ? " Heechul tersenyum, ia melepas pelukan Donghae dan beralih memeluk putra nya itu.

" Ne chagi, Umma tak berbohong " Eunhyuk ikut tersenyum, ia menutup mulutnya tak percaya, tangannya yang berada diatas meja mulai digenggam oleh Donghae . Heechul mulai melepaskan pelukannya dan berkacak pinggang.

" Hyuk usia kandunganmu sudah 6 minggu dan kau tak menyadari jika kau mengandung sebelumnya ? Kau ini juga dokter Hyukkie " Eunhyuk hanya terkekeh, ia begitu senang sama seperti Donghae saat ini. Ya ini yang dia inginkan, hidup bahagia dengan Donghae , tidak yang lain.

" Hyuk saranghae "


February 6th 2011

Mata itu kembali bertemu, menatap satu sama lain dengan jarak pandang yang tak seperti biasa, biasanya Donghae menyisakan jarak 2 cm atau lebih pendek dari itu sekarang, jarak pandangannya dengan Eunhyuk bahkan mencapai 10 cm atau 15 cm, ditengah mereka Lee Sungmin, putri mereka yang sekarang berumur 2 tahun itu tengah tertidur dengan damainya ditengah-tengah Appa dan Umma mereka. Eunhyuk sih senang-senang saja tapi tidak dengan Donghae , ia jadi tak bisa melakukan jatahnya dengan Eunhyuk malam ini karena Sungmin tidur dengan mereka. Sebenarnya Eunhae sudah menyiapkan kamar sendiri untuk Sungmin dirumah baru mereka, ya mereka sudah menempati rumah bak istana itu setahun yang lalu tapi karena sifat evil yang dituruni neneknya ia menganggu Appanya dan dan tertidur di kamar istana Eunhae .

" Hyukkie " ucap Donghae mengerucutkan bibirnya, lalu menggerakkan tangannya untuk membelai rambut Sungmin. Eunhyuk hanya tertawa pelan, senyumnya mengembang ketika Donghae beranjak turun dari ranjang dan berbaring lagi disamping Eunhyuk .

" Hae, kau harus bekerja dan aku juga harus mengantar Sungminnedan kerja tentu saja " Donghae melenguh kesal, ya Eunhyuk sudah lulus dari kuliahnya setahun yang lalu dan sekarang ia bekerja di rumah sakit Ummanya yang terkenal. Tak ingin membuat Eunhyuk nya marah, ia beranjak dari posisinya dan menyambar handuk dan segera mandi, Eunhyuk kini menggendong Sungmin untuk membangunkan putra nya ini.

" Hei Tuan putri iroena, " Sungmin ia terbangun dari tidurnya dan memandangi Ummanya, wajah lucunya yang menuruni Eunhyuk kini membentuk senyuman lucu, yang membuat Eunhyuk ikut tersenyum. Eunhyuk memang punya cara tersendiri untuk membangunkan Sungmin beda dengan Donghae , yang bisa menghabiskan waktu 30 menit hanya untuk membangunkan Sungmin.

" Pagi Umma, mana Appa ? " Sungmin mencium bibir Eunhyuk cepat dan tak ingin lepas dari gendongan Eunhyuk .

" Appamu ? Ia sedang mandi, Minnienanti kau dijemput oleh Wookie ahjumma ne ? Umma sedang sibuk hari ini " bibir Sungmin sudah mengerucut lucu, ia memandang kesal kearah Ummanya.

" Chilleo, aku ingin dijemput oleh Umma, aku ingin mengajak Umma pelgi membeli ec klim Umma " Eunhyuk menggeleng ia mencubit pipi chubby Sungmin dengan gemas.

" Umma, Minniecudah bocan belmain dengan lyeocung." Donghae maupun Eunhyuk memang memutuskan untuk memasukkan Sungmin ke Play Group dengan putra Yesung dan Ryeowook, tak jarang jika Donghae maupun Eunhyuk sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, Eunhae meminta Ryeowook untuk menjemput Sungmin atau mengajak main dengan Ryeosung, dan Sungmin sudah bosan bermain dengan Ryeosung.

Donghae yang sudah selesai dengan acara mandinya kini mendekati Eunhyuk dan Minhyun, tersenyum kearah Sungmin yang sudah bangun.

" Hei kenapa anak Appa dan Umma cemberut begitu ? " Donghae mengambil alih gendongan Sungmin dan membiarkan Eunhyuk mengambil jas formalnya untuk bertemu dengan kolega nanti.

" Appa, Umma tak menjemputku nanti " Donghae menatap putrinya itu aneh, ia terduduk di sofa kamarnya bersama Sungmin, menunggu Eunhyuk untuk menyiapkan perlengkapannya. Beberapa detik terdiam, Donghae mengulas senyum dan mengacak-acak rambut putrinya.

" Ummamu sibuk chagi, ia harus bertemu dengan Haraboejimu dan melakukan operasi " Setidaknya Sungmin mengerti arti kata operasi jadi ia tak perlu susah-sudah untuk menanyakan apa arti operasi itu pada Donghae .

" Appa akan menjemputmu chagi, tenang saja. Appa akan mengajakmu membeli es krim satu cup arata ? Sekarang kau mandi, Umma yang akan mengantarmu " Senyum Sungmin mengembang,Donghae memeliki cara tersendiri jika Sungmin sedang kesal dengan sang Umma, ia memeluk Appanya dan berlari menuju kamarnya. Donghae hanya tertawa kecil, menghampiri Eunhyuk dan memakai jas bewarna putih itu.

" Kau belum menciumku pagi ini " Eunhyuk mendengus kesal, menata rambut Donghae yang berantakan dan kembali menatap namja itu. Namja itu langsung mencium Eunhyuk , sepertinya ia sedikit kesal karna tak mendapat jatahnya malam tadi dengan Eunhyuk . Donghae memeluk pinggang Eunhyuk dan meletakkan tangan Eunhyuk di lehernya,

Eunhyuk mendorong Donghae pelan, ia mencubit pinggang Donghae dan berkacak pingangg. Donghae hanya tersenyum lalu mencium kening Eunhyuk , beralih 2 mata Eunhyuk dan mencium bibir plump itu lagi ( lebih sebentar daripada ciuman pertamanya )

" Dasar, ah ya kau benar-benar tak apa menjemput Sungmin ? Aku benar-benar sibuk dengan operasi menyebalkan itu " Donghae mengangguk, ia menatap pantulan dirinya dicermin klasik itu. Sedikit merapikan jasnya dan beralih melirik jam tangannya.

" Gwenchanayo, lagipula aku sela selama jam makan siang, aku juga akan ke rumah sakit, untuk makan bersama diruanganmu " Eunhyuk tersenyum, ia memeluk Donghae erat, sedikit berjinjit untuk mempernyaman pelukannya.

" Saranghae "

" Nado saranghae, "


July 8th 2011

" KENAPA KAU BEGINI DONGHAE ? MANA JANJIMU DENGANKU 2 TAHUN YANG LALU ? " bentakan Eunhyuk sudah membuat seluruh isi rumah itu bersembunyi dibalik pintu kamar Eunhae yang sedikit terbuka, para maid termasuk Sungmin mulai seperti menonton drama yang sangat seru, selama 2 tahun mereka tinggal dirumah ini tak sekalipun Donghae maupun Eunhyuk berani membentak satu sama lain. Dan mungkin ini puncak kekesalan Eunhyuk terhadap Donghae . Dapat dilihat dari balik pintu itu Eunhyuk tampak mengeluarkan air matanya, Sungmin mulai terisak kecil yang langsung ditutup mulutnya oleh sang Kepala Maid dengan pelan, dan untung saja Eunhae tak mendengar suara isakan Sungmin yang mendengar Ummanya menangis.

" Chagi, mianheyo " Eunhyuk memundurkan tubuhnya sembari terus menangis, yang tadinya ia berada didepan televisi plasma itu sudah beralih memundurkan dirinya perlahan, dan sialnya pintu balkon itu menghalangi jalannya, ia ingin membuka pintu balkon itu sebelum tangan Donghae menarik tangannya untuk mendekat kearahnya.

" Mianhe, " hanya kata itu yang terucap dari mulut Donghae , namja itu ingin sekali mengusap air mata Eunhyuk tapi melihat Eunhyuk begitu marah padanya membuatnya mengurungkan niatnya sedari tadi. Sepulangnya Eunhyuk dari Rumah Sakit ia berniat untuk pulang bersama Donghae , ia pergi ke KYW Corp, dan pemandangan yang menyesakkan itu begitu membuat hati Eunhyuk hancur, hancur hampir membuatnya tak bisa bergerak untuk sesaat ia melihat sendiri dengan kedua matanya Lee Donghae dengan bermesraan dengan bawahan Donghae sendiri.

" Aku membencimu, sangat membencimu. " Eunhyuk berujar dingin,

" Lee Eunhyuk , kumohon maafkan aku, aku benar-benar lepas kendali "

" Aku bukan LeeEunhyuk , margaku TAN bukan LEE, " Donghae terdiam, ia berniat untuk mencium Eunhyuk saat itu sebelum Eunhyuk memundurkan Donghae , ia sudah begitu sabar untuk Donghae dan disaat seperti ini ia ingin sekali menghubungi Appanya dan menceritakan semua yang dilakukan Donghae .

" Aku tak menyangka kau selingkuh, apa itu pekerjaanmu di perusahaan ? mencembui seorang wanita atau bahkan banyak wanita ? Atau mungkin kata-kata cintamu padaku hanya omong kosong ? " Eunhyuk benar-benar marah saat ini, sedangkan Donghae terkejut dengan kata-kata Eunhyuk .

" Eunhyuk ! Berhenti mengatakan kata-kata itu ! " Donghae menahan tangan Eunhyuk untuk pergi,

" hahaha ternyata benar, disaat ini aku lebih memilih perkataan Appa sebelum ia merestui ku untuk menikahi seorang Lee Donghae . "

" Cukup ! Kau kira hanya kau saja yang sakit ? Kau juga selingkuh dibelakangku ! Kau kira aku tak tahu hubungan gelapmu dengan Dokter Mata itu ? " Donghae saat ini membentak istrinya itu, ia mendorong Eunhyuk kearah dinding kamar mereka dan menatap Eunhyuk dengan amarah. Tangannya sudah mencengkram kedua pergelangan Eunhyuk agar tak bergerak sedikitpun.

" Kau menuduhku dengan Minho ? Sepupuku sendiri ? Kau benar-benar tak tahu malu Tuan Lee! Setelah menuduhku dengan Junsu sekarang kau menuduhku dengan Minho ! " Donghae tertawa hambar,

" Kau tak tahu gosip Dokter Muda LeeEunhyuk dengan Minho sudah beredar ? " ia berniat untuk menampar Eunhyuk , tapi sungguh jauh didalam hatinya, ia sungguh tak tega dengan Eunhyuk saat ini. Memang benar gosip itu tersebar luas dan bahkan semua orang hampir membicarakan topik itu ketika Donghae datang ke rumah sakit tempatEunhyuk bekerja. Eunhyuk bersumpah itu semua bohong, Eunhyuk tertawa hambar. Ia menatap Donghae dengan air matanya, wajahnya sudah menahan sakit. Dan hatinya sekarang begitu kacau, pikirannya entah memikirkan apa.

" Kenapa kau tak menamparku ? Jika kau menuduhku berselingkuh dengan Minho aku juga akan memilih Minho, ia jauh lebih baik daripada namja playboy sepertimu, aku bahkan menyesal untuk menikahimu ! Kau sudah tak mencintaiku bukan ? Pergi saja sana dengan kekasih gelapmu, Jessica, Sulli, Sooyoung, Yoona, nikahi saja. Itu yang kau mau bukan? " saat itu juga Donghae menampar Eunhyuk , ia begitu kesal dengan istrinya saat ini, ia begitu mencintai Eunhyuk sangat mencintai Eunhyuk bahkan. Dan semua gadis yang disebutkan Eunhyuk hanya mendekatinya ia tak tertarik dengan gadis centil macam itu. Disisi lain 5 maid dan Sungmin kini tengah terharu menatap Tuan dan Nyonya mereka, Sungmin tambah terkejut dengan kelakuan Appanya, ia baru pertama kali melihat Appanya menampar Ummanya.

" Kau bahkan berani mengatakan hal itu ketika ulang tahun pernikahan kita, " ucapan Donghae membuat Eunhyuk terdiam, ia melepaskan cengkraman Donghae , keduanya masih berkalut kini sudah lemas, pikirannya benar-benar kacau ! Ia baru mengingat jika ahri ini adalah hari ulang tahun pernikahannya,

" Shut Up Hae ! kau pikir apa yang kau lakukan di ulang tahun pernikahan kita ?! Menncumbu bawahanmu sendiri, sekarang pikir dengan otakmu ! aku membencimu sangat membencimu. Aku akan pergi dari sini ! " Donghae terkejut ia menghentikkan Eunhyuk yang mencoba memasukkan baju-bajunya kedalam koper berukuran besar.

" Chagi hentikan ! Kumohon, aku mencintaimu, kajima. " Eunhyuk melihat air mata Donghae mengalir, ah masa bodoh Donghae membuatnya sakit hati, Ia benar-benar sudah membulatkan niatnya untuk pergi dari Donghae . Ia memasukkan baju-bajunya kedalam koper itu sembarangan, memasukkan semua peralatannya menghiraukan Donghae yang memeluknya dari belakang.

" Lepaskan ! Aku kecewa padamu, ah ya satu lagi. Aku akan mengirim surat cerai padamu besok, aku permisi Tuan Lee, terima kasih atas semuanya. " Eunhyuk tersenyum pahit, ia mendorong kopernya dan meraih tasnya, menggeser pintu kamarnya dengan sangat keras membuat kaca yang menjadi bahan utama pintu itu pecah menjadi keping-keping kecil. Sungmin menangis kencang, Donghae yang mendengarnya seegera mencari Sungmin, ia tak memikirkan kenapa para maid bisa berkumpul di kamarnya, dipikirannya hanya ada satu nama. Lee Eunhyuk .

TBC


Ini chapter pertama. Maaf banget update molor. Tugas banyak banget chingtu. Ah ya ini juga nunggu respon kalian, kalo banyak yang respon bakal dilanjut. Kalo nggak mungkin author akan hapus hehe. Jadi review untuk reader jadi semangat bikin fanficition ini.

Song Hye Rin #deep bow