NOT AGAIN!
Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other
Rated : M
Genre : Romance & Drama
Desclaimer : Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun milik Sungmin!
Summary : "Aku tidak mau apa yang sudah terjadi pada appa ku terjadi juga pada orang yang aku cintai!"
-Cul Ah Present-
WARNING : TYPOSS / BOYS LOVE!/ Soft NC XD
DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
.
Sungmin menatap foto sang appa yang diletakan dalam bingkai berwarna putih diatas sebuah meja di kamar tidur nya. Ia menatap foto itu sambil terus memikirkan sesuatu, kadang ia menghembuskan nafasnya berat tanda ia mulai cukup frustasi dengan apa yang terus ia fikirkan. Semua hal yang ia alami beberapa minggu ini, tepatnya setelah mengenal seseorang bernama Kyuhyun yang entah bagaimana bisa membuat Sungmin salah tingkah jika berhadapan langsung dengan pemuda itu atau bahkan membuat Sungmin tersenyum sendirian jika memikirkan pemuda bermarga Cho tersebut. Sungmin seperti dihadapan dengan kenyataan yang setahun yang lalu ia hadapi, hanya saja situasinya saat itu adalah ayahnya sedangkan sekarang adalah Kyuhyun. Situasi dimana ayahnya dan Kyuhyun sangat membutuhkan pertolongan seseorang demi kelanjutan hidup mereka, dan yah kenyataannya ayah Sungmin tak dapat bertahan karena harapan pertolongan itu datang sedikit terlambat.
Kenyataan bahwa ayahnya meninggal semua itu karena takdir, tapi Sungmin masih selalu berfikir andai semua bisa ia dapatkan lebih cepat, andai orang yang mau mendonorkan sumsum tulang pada ayah Sungmin yang mengidap penyakit Leukimia saat itu bisa datang lebih cepat ke Korea karena orang tersebut tengah berada dalam perjalanan dari Jerman, namun Sungmin sadar semua ini adalah jalan terbaik untuk ayahnya, dan kini Sungmin tengah dihadapkan pada situasi yang 'cukup' sama. Sungmin mengingat apa yang ia dengar saat ia hendak menjenguk Kyuhyun di rumah sakit, pembicaraan Dokter dengan orang tua Kyuhyun siang itu.
Flashback
"Apa tidak ada jalan lain? Bukankah cuci darah sudah cukup untuk Kyuhyun?" samar-samar Sungmin mendengar ucapan yang sepertinya ayah Kyuhyun yang tengah berbicara dengan seseorang didalam ruang rawat Kyuhyun, Sungmin memang berkeinginan menjenguk Kyuhyun siang ini, jujur saja saat mendengar bahwa Kyuhyun berada di rumah sakit saat ia mencoba menghubungi Kyuhyun sore itu, Sungmin ingin langsung menjenguk Kyuhyun, hanya saja Eunhyuk melarangnya dan meminta Sungmi n untuk menjenguk Kyuhyun keesokan harinya. Sungmin yang berniat masuk kedalam ruangan dimana Kyuhyun dirawat akhirnya memutuskan untuk tidak masuk namun ia sudah terlanjur sedikit membuka pintu ruangan tersebut, bukannya ingin tahu, tapi Sungmin benar-benar ingin tahu kondisi Kyuhyun yang sebenarnya.
"Tidak bisa tuan Cho, Kyuhyun harus segera mendapatkan transfusi ginjal karena satu ginjalnya sudah tidak berfungsi sedangkan satu ginjalnya lagi tidak berfungsi 100%, peradangan dalam ginjal Kyuhyun yang sudah berlangsung cukup lama tidak bisa disembuhkan hanya dengan cuci darah, apalagi luka dalam yang berbekas ditubuh Kyuhyun pasca kecelakaan dulu hal tersebut membuat kondisi tubuh Kyuhyun semakin melemas karena ginjal yang tak berfungsi dengan baik" jawab seseorang yang Sungmin tebak adalah dokter yang menangani Kyuhyun.
"Kapan Kyuhyun harus mendapatkan donor ginjal?" suara ayah Kyuhyun mengecil, terdengar kesedihan disana membuat Sungmin bertahan untuk tahu.
"Secepatnya, kurang dari 2 minggu agar kondisi Kyuhyun tidak semakin menurun karena fungsi ginjal yang tidak bisa bekerja seperti organ tubuh lainnya"
"Lalu bagaimana kami mendapatkan pendonor dalam waktu secepat itu?" Tanya seorang wanita, itu Ibu Kyuhyun.
"Rumah sakit akan membantu, kami akan berusaha mencarikan orang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk Kyuhyun" jelas sang dokter dengan tenang.
"Bagaimana jika dalam waktu 2 minggu kami tidak mendapakan orang yang mau mendonorkan ginjal pada putra kami?" kegetiran terdengar jelas dari ucapan Ibu Kyuhyun.
"Kita akan berusaha dulu Nyonya Cho, Kyuhyun selama ini adalah anak yang kuat, ia pasti bisa melewati ini semua" ucap dokter sembari meyakinkan orang tua Kyuhyun, Sungmin yang ada diluar sana hanya bisa ikut mengangguk lalu berjalan menjauh dari ruangan rawat Kyuhyun.
Flashback OFF
CEKLEK…
Sungmin mengalihkan pandangannya dari foto sang appa kearah pintu kamarnya, seorang wanita paruh baya yang cantik tersenyum kearah Sungmin lalu berjalan mendekati Sungmin.
"Apa yang kau lakukan Sungmin-ah? Ini sudah larut malam, tidurlah" pinta sang Eomma.
"Eomma…andaikan saat itu Jung ahjussi bisa datang lebih cepat, appa akan selamat bukan? Tanya Sungmin sembari menatap kearah Ibu nya tersebut, Nyonya Lee tersenyum lembut lalu mengacak pelan surai rambut putra nya itu.
"Appa sudah baik-baik saja disana Sungmin, kau tidak perlu memikirkan hal itu lagi" jawab sang Eomma lirih, ia sangat tahu putra nya itu sangat terpukul dengan kepergian ayahnya. Sungmin memilih tersenyum untuk menanggapi jawaban sang eomma, dia bukan bermaksud membuat sedih eommanya, Sungmin juga buka seorang anak yang cengeng, ia sudah cukup dewasa untuk menghadapi kenyataan itu, hanya saja sesuatu menggelitik didadanya, keingintahuannya terhadap hal yang menyangkut kepergian appanya, yang tentu saja tak ia harapkan terjadi pada seseorang yang bernama Kyuhyun.
.
.
KYUMIN
.
.
Hari ini Sungmin sudah bertekad untuk menjenguk Kyuhyun, apalagi setelah mendengar dari Eunhyuk bahwa Donghae kemarin menjenguk Kyuhyun dan Kyuhyun sudah bisa diajak berkomunikasi seperti biasanya.
Seikat bunga digenggam Sungmin, kakinya melangkah melewati koridor rumah sakit, ia berjalan cukup cepat karena ingin segera bertemu dengan pemuda yang membatalkan kencan mereka berdua.
Sungmin membuka pintu ruangan itu hati-hati, takut jika saja Kyuhyun tengah beristirahat, ia tak ingin mengganggu Kyuhyun jika namja tampan itu memang tengah tertidur.
"Sungmin" satu sapaan membuat senyuman mengambang dibibir Sungmin, ia segera masuk kedalam ruangan tersebut, meletakan bunga yang ia bawa tadi di meja samping ranjang dimana Kyuhyun tengah duduk bersandar dengan bantalnya.
"H..Hai…kau sudah baikan?" Tanya Sungmin gugup, hei kenapa Sungmin harus segugup ini? Entahlah, mungkin karena akhirnya ia bisa menemui Kyuhyun kdalam keadaaan cukup baik sekarang, kembali bertemu dengan namja tampan yang tiba-tiba hadir dikehidupannya.
"Maaf karena aku, kita tidak jadi menonton musical yang sudah aku janjikan" ucap Kyuhyun pelan, kondisinya memang membaik, tapi tubuhnya masih cukup lemas, Sungmin segera menggelengkan kepalanya saat mendengar penuturan Kyuhyun.
"Asal kau baik-baik saja tidak apa-apa, lain waktu kita bisa pergi bersama, kita akan mencari waktu yang tepat jika kau sudah sembuh" Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan Sungmin.
"Kau sangat manis jika tersenyum seperti itu" ucap Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sungmin terdiam beberapa detik, oh dan bahkan ia sudah merasa wajahnya memanas karena ucapan Kyuhyun barusan.
"Dan wajah mu yang memerah membuat mu semakin manis" kata Kyuhyun lagi dengan senyuman lembut karena melihat reaksi Sungmin itu, Kyuhyun jujur, ia menyukai Sungmin sejak awal bukan?setiap ekspresi namja manis itu perlihatan membuat Kyuhyun merasa senang, mulai dari sedih saat mereka awal bertemu , gugup saat Kyuhyun mengajaknya berkencan, senang saat melihat dirinya baik-baik saja tadi, dan kini bersemu karena ucapannya.
"Y...yah apa-apaan kau, mau menggoda ku?" protes Sungmin karena menerima godaan terus menerus dari Kyuhyun, Kyuhyun tersenyum lagi.
"Mungkin kau merasa kesal pada ku, aku yang mendekati mu, mengajak mu berkencan tapi aku juga yang mengacaukan semuanya, andai kita bertemu di kondisi yang lebih baik" lirih Kyuhyun.
"Bukankah sudah ku katakan, kita bisa berkencan setelah kau sembuh, aku menunggu mu sembuh Kyuhyun ah, kau yang membuat ku mengenalmu lebih dari seorang teman. Bisakah kau berjanji kau akan benar-benar mengajak ku berkencan? Tidak hanya menonton pertunjukan drama musical, kita bisa bermain ke Lotte World, kau tau disana sangat menyenangkan" tiba-tiba suara Sungmin terdengar parau
"Hei…kenapa kau menangis?" Kyuhyun segera menggerakan tangannya menyentuh wajah Sungmin yang memang tengah berdiri disampingnya, mencoba menghapus air mata Sungmin yang tiba-tiba mengalir keluar, sedang Sungmin sendiri menundukan kepalanya, ia juga tak tahu kenapa air matanya keluar, sekali lagi Sungmin bukan namja cengeng, tapi ketika ada sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak dan menyakitkan ia tidak bisa menahannya.
Kyuhyun mencoba mengangkat perlahan wajah Sungmin untuk menghadap pada nya, ibu jarinya masih setia menghapus jejak air mata dipipi Sungmin.
"Menangis membuat mu tidak manis"
"Bisakah kau tidak terus menggoda ku?" Sungut Sungmin sambil meletakan tangannya diatas tangan Kyuhyun yang tengah menyentuh wajahnya dengan lembut.
"Andaikan kondisi ku cukup baik kemarin lusa dan membawamu melihat pertunjukan musical, mungkin sekarang aku sudah berstatus sebagai kekasih mu"
"A…apa?...ish kau terlalu percaya diri" ucap Sungmin gugup namun berusaha menutupinya, meninggalkan rasa sedih yang baru saja menghampiri, kini didengarnya Kyuhyun tengah tertawa pelan sembari membawa tangannya yang tadi menyentuh wajah Sungmin menjadi menggenggam tangan Sungmin yang memang lebih kecil dari tangannya.
"Maukah kau menunggu ku sampai aku benar-benar pulih? Saat itu tiba aku akan membuat mu tidak bisa lari kemanapun, tapi belum untuk sekarang Sungmin, aku tidak ingin kau terlalu larut dalam keadaan ku. Jika kau ingin lari sekarang maka kau harus lari sejauh mungkin sebelum aku benar-benar tak akan melepas mu" terkesan berbelit-belit memang, tapi Kyuhyun memang tak bisa jujur sekarang, biarlah Sungmin menyimpulkannya sendiri karena Kyuhyun memang tak ingin Sungmin terlalu ikut memikirkan keadaannya sekarang.
"Aku akan memikirkannya, dan kau sudah berjanji lagi sekarang, aku akan menagih janji mu jika kau lupa Kyuhyun ssi" balas Sungmin dengan senyuman yang kembali terukir dibibir nya, hatinya terasa lega. Meski ini bukan pernyataan cinta baik dari Kyuhyun maupun dirinya tapi ini benar-benar membuatnya bahagia, sedikit melupakan kenyataan bahwa Kyuhyun tetap dalam keadaan yang tidak begitu baik. Biarlah sebentar begini karena hal ini membuat Kyuhyun juga merasa lebih baik dari sebelumnya, cinta pertama menyambutnya begitu baik, meski tidak terlalu yakin dengan janjinya, tapi Kyuhyun mengakui Sungmin kini menjadi salah satu alasan lagi kenapa ia harus bertahan. Kyuhyun dan Sungmin larut dengan suasana ini, hingga tak sadar seseorang masuk kedalam ruangan itu dan tersenyum memandang ekarah mereka berdua.
"Ehem" satu suara menginterupsi Kyuhyun dan Sungmin, Sungmin segera mengalihkan pandangannya, dengan relflek ia melepas genggaman tangan Kyuhyun, Kyuhyun sendiri hanya menatap orang yang tengah berdiri didepan pintu.
"Eomma" ucap Kyuhyun pelan, ya benar, itu tadi Eomma Kyuhyun. Nyonya Cho segera berjalan menuju ranjang Kyuhyun.
"Ini yang bernama Sungmin?" Tanya Nyonya Cho pada putra nya, Kyuhyun mengangguk, sedangkan Sungmin segera membungkukan badannya.
"Kyuhyun seminggu lalu terus saja menceritakan diri mu, ternyata yang bernama Sungmin adalah seseorang yang sempat menjaga Kyu saat penyakitnya kambuh kemarin" ucap Nyonya Cho sambil tersenyum kearah Sungmin, Sungmin sendiri tersenyum gugup, tak menyangka Kyuhyun menceritakan dirinya pada eomma nya.
"N…nde eommonim" balas Sungmin singkat sembari memperlihatkan senyum manisnya, Nyonya Cho ikut tersenyum, apalagi saat melihat bagaimana putra nya menatap intens sosok manis tersebut. Kyuhyun sebelumnya tak pernah terlihat begitu perhatian dengan seseorang kecuali memang orang yang dekat sejak awal dengannya, tapi kali ini dengan Sungmin, Nyonya Cho tau anak nya sedang menaruh hatinya, seakan mempercayakan hatinya yang tidak pernah ia tunjukan kepada siapapun, hanya kepada seseorang yang bernama Sungmin.
.
.
KYUMIN
.
.
"Apa kau sudah menjenguk Kyuhyun, hyung?" Tanya Eunhyuk saat ia dan Sungmin tengah menghabiskan waktu sebelum pulang kerumah setelah melewati 3 mata kuliah hari ini. Sungguh dalam sehari harus masuk 3 mata kuliah itu sangat melelahkan, terlebih mereka adalah mahasiswa jurusan seni dimana banyak mata kuliah harus melakukan praktik daripada teori.
"Sudah, kemarin aku datang kerumah sakit" jawab Sungmin sambil terus membaca buku yang sedari tadi ia bawa.
"Bagaimana hubungan kalian?" pertanyaan Eunhyuk kali ini berhasil membuat Sungmin mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap Eunhyuk, sesaat Sungmin terdiam.
"Kami baik-baik saja" kata Sungmin singkat
"Yahh hyung, bukan itu maksud ku, apa hubungan kalian mengalami peningkatan setelah bertemu kemarin?"
"Kenapa kau ingin tau sekali?" kini Sungmin balik bertanya.
"Ish aku kan hanya ingin tahu, kau jarang menanggapi seseorang yang menyukai mu hyung, dan kali ini dengan kyuhyun kau berbeda, Donghae bercerita pada ku Kyuhyun adalah seseorang yang baik, dia termasuk mahasiswa paling pintar di fakultas sains tapi dia penggila game, dia adalah mahasiswa paling muda diangkatannya jadi berarti dia lebih muda dari kita, dan yang terpenting dia menyukai mu sejak awal, kata Donghae dia tak pernah jatuh cinta sebelumnya, jadi ku pikir Kyuhyun cukup baik untuk mu hyung" Sungmin mendengarkan dengan baik semua yang dikatakan Eunhyuk, lalu tiba-tiba ia tersenyum miris.
"Aku bahkan tak tau apapun tentang dirinya" ucap Sungmin pelan, namun terdengar oleh Eunhyuk.
"Kau bisa mulai mengenalnya" balas Eunhyuk.
"Tapi Eunhyuk ah…apakah kau berfikir aku hanya kasihan pada Kyuhyun?"
"Apa maksud mu hyung?" Eunhyuk tak mengerti ucapan Sungmin, kenapa sahabatnya itu berkata demikian? Bukankah memang terlihat sejak awal bahwa Sungmin juga cukup menerima kehadiran Kyuhyun dengan baik, dan seperti memberi kesempatan Kyuhyun untuk mengenalnya lebih jauh lagi, bahkan ajakan kencan pun langsung disambut baik oleh Sungmin, padahal sejak dulu Sungmin itidak begitu memikirkan hal-hal seperti itu.
"Semalam aku berfikir, sejak awal bertemu dengan Kyuhyun aku selalu teringat appa ku, karena mereka mengalami hal yang sama, dimana mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan. Kau tahu, aku mendengar Kyuhyun membutuhkan pendonor ginjal agar dia bisa tetap sehat, aku jadi berfikir, apakah aku hanya diliputi ketakutan seperti apa yang sudah terjadi pada appa ku? Aku sangat ingin menyangkalnya Eunhyuk ah, tapi setiap mengingat Kyuhyun aku juga mengingat appa ku, itu yang membuat ku ragu pada perasaan ku sendiri, aku tidak ingin Kyuhyun menganggapku seperti itu" Sungmin akhirnya mengatakan apa yang mengganjal dihatinya, sebenarnya inilah yang sering Sungmin pikirkan, ia diliputi keraguan terhadap perasaannya sendiri. Eunhyuk yang mendengarnya menghembuskan nafas pelan, sedikit syok dengan cerita Sungmin. Memang hal seperti itu bisa saja terjadi.
"Menurut mu sendiri bagaimana hyung? Jadi kau hanya kasihan melihat kondisi Kyuhyun?"
"Mwoya? Tentu saja tidak, aku peduli dengan keadaannya bukan berarti itu hanya karena kasihan" kata Sungmin penuh dengan penekanan, membuat Eunhyuk menatapnya aneh.
"Kalau begitu apa yang perlu kau khawatirkan? Kau hanya diliputi keraguan terhadap dirimu sendiri hyung, jika kau memang peduli terhadap Kyuhyun karena perasaan sesuatu padanya maka semua selesai, kau hanya perlu menjalaninya, jika Kyuhyun benar-benar menyukai mu dan melihat ketulusan mu, dia tak akan mungkin berfikir kau hanya kasihan pada nya" terang Eunhyuk yang akhirnya membuat Sungmin sedikit lega, ucapan Eunhyuk benar, semua ini hanya karena ketakutannya sendiri. Setelah beberapa menit Sungmin tersenyum tipis kearah Eunhyuk, satu beban yang ia pendam sendiri setidaknya sudah hilang perlahan.
"Aku senang melihat mu menemukan seseorang yang bisa menyayangi mu hyung, selama ini kau hanya menghabiskan waktu mu bersama ku, kini bukahkah sudah ada Kyuhyun?" Eunhyuk mengedipkan sebelah matanya kearah Sungmin, berniat menggoda sahabatnya itu.
"Yah…apa maksud mu? Jadi kau sudah bosan berteman dengan ku?" Tanya Sungmin dengan nada kesal.
"Aigooo…kenapa kau beranggapan seperti itu? Bukankah lebih baik jika nanti kita bisa double date, aku dengan Donghae dan kau dengan Kyuhyun? Kau bisa menggandeng tangan Kyuhyun, kau juga akan tahu bagaimana rasanya berciuman dengan orang yang kau cintai, ah aku akan meminta Kyuhyun mengabadikan moment ciuman pertama kalian, kau kan belum pernah berciuman hyung hahaha"
"Yahhh…jangan berbicara yang macam-macam dasar monyet mesum" Sungmin melemparkan kentang goring dihadapannya kearah Eunhyuk yang sedari tadi tersenyum menggoda kearahnya. Hah apa-apaan itu tadi, berciuman? Aish…tiba-tiba saja Sungmin merasa pipinya memanas, ah entah kenapa,sejak mengenal kyuhyun, Sungmin jadi sering blussing. Ya, Sungmin memang sudah jatuh cinta pada Kyuhyun.
.
.
KYUMIN
.
.
Sungmin kini duduk disamping ranjang Kyuhyun yang masih berada di rumah sakit. Sudah seminggu ini Kyuhyun masih harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, tubuhnya masih sangat lemas yang dikarenakan fungsi organnya yang tidak bekerja dengan baik.
"Ini sudah hampir malam, kau tidak pulang? Bukan kah eomma mu sendirian dirumah?" Tanya Kyuhyun kepada Sungmin, pemuda penyuka warna pink itu memang sejak siang tadi menemaninya dirumah sakit.
"Eomma lembur hari ini, ia harus menyelesaikan pekerjaan di perusahaan jadi tak apa jika aku pulang sedikit terlambat" ucap Sungmin santai. Sungmin bukan tidak tahu bahwa Kyuhyun harus beristirahat, saat ia berada di rumah sakit sejak siang, Kyuhyun sudah sempat tidur sekitar 3 jam, bahkan baru setengah jam yang lalu Kyuhyun terbangun.
"Ku pikir kau sudah pulang saat aku tidur, jadi apa yang kau lakukan selama 3 jam disini?" Tanya kyuhyun sembari melihat kearah jam dinding yang berada tepat dinding dihadapannya.
"Hanya mengawasi mu tidur" Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan Sungmin. Kyuhyun berpikir andaikan ia bisa sembuh lebih cepat, paling tidak kondisinya membaik, mungkin ia akan langsung memeluk sosok mungil yang telah membuatnya jatuh hati tersebut.
"Kyu…"
"Hmm?"
"Apa kau bisa menebak bagaimana perasaan ku pada mu?" Tanya Sungmin tiba-tiba.
"Kau begitu peduli pada ku"
"Dan aku juga menyayangi mu" lanjut Sungmin tanpa ragu, Kyuhyun tercenung mendengar ucapan Sungmin.
"Aku juga sangat menyayangi mu, ah lebih tepat nya aku mencintai mu" balas Kyuhyun, membuat situasi berubah, kini jadi Sungmin yang terdiam karena pengakuan Kyuhyun tiba-tiba.
"Tapi tunggulah aku sampai aku kembali sehat Sungmin-ah, agar aku bisa benar-benar memperlakukan mu sebagai orang yang aku cintai" lanjut Kyuhyun dan ditanggapi anggukan dan senyuman dari Sungmin, membuat Kyuhyun ikut tersenyum.
Sungmin dan Kyuhyun terdiam sesaat, hingga Sungmin melihat raut wajah Kyuhyun berubah, erangan lemah keluar dari bibir Kyuhyun, Kyuhyun memegang bagian perutnya, ia menggigit bibir bawahnya mencoba menahan sakit yang tiba-tiba menghampiri. Sungmin yang melihat itu dengan cepat memanggil dokter dan semua terjadi begitu cepat.
.
.
KYUMIN
.
.
"Kau dari mana Sungmin-ah?" suara yang sangat ia kenal membuat Sungmin membalikan tubuhnya menuju arah sumber suara. Perlahan Sungmin berjalan mendekat kearah eommanya.
"Apa yang terjadi pada mu Sungmin? Kenapa mata mu sembab? Kau habis menangis? Apa yang terjadi chagi?" Tanya Nyonya Lee bertubi-tubi saat melihat kondisi Sungmin pulang tengah malam seperti ini, terlihat lemas dan matanya terlihat seperti habis menangis.
"Eom…Eomma…" Sungmin memeluk sang eomma, Nyonya Lee sendiri membalas pelukan Sungmin lalu menggerakan tangannya dibahu Sungmin, mencoba memberi ketenangan pada putra semata wayangnya.
"Waeyo chagiya?" Tanya Nyonya Lee lagi pelan. Perlahan Sungmin melepas pelukannya pada eomma nya, ia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan keputusan yang sudah ia ambil.
"Eomma, ijinkan aku mendonorkan satu ginjal ku untuk seseorang" pinta Sungmin penuh harap, ya Sungmin mengambil keputusan untuk mendonorkan ginjalnya untuk Kyuhyun, terlebih melihat kondisi Kyuhyun yang sangat kesakitan tadi, ditambah lagi selama seminggu ini kondisi Kyuhyun terus mengalami penurunan.
"Untuk siapa Sungmin-ah?" Tanya Nyonya Lee pelan, jujr saja ia syok mendengar permintaan putranya tersebut.
"Seseorang eomma"
"Kenapa harus kau?"
"Karena…karena aku mencintai nya eomma" Nyonya Lee termangu mendengar ucapan Sungmin, sejak kapan Sungmin memiliki kekasih? Orang yang Sungmin cintai?.
"Beri waktu pada eomma untuk memikirkannya Sungmin-ah" kata Nyonya Lee akhirnya, hal ini wajar terjadi, orang tua mungkin akan berfikir dulu saat anaknya hendak melakukan sesuatu meski itu untuk menolong orang lain. Ini bukan masalah Nyonya Lee menolak keinginan Sungmin membantu orang yang Sungmin cintai, hanya saja ini juga berhubungan dengan kehidupan Sungmin selanjutnya bukan?
"Aku tidak punya banyak waktu eomma" lirih Sungmin
"Kenapa harus begitu cepat?"
"Karena aku tidak ingin apa yang terjadi pada appa, juga terjadi pada orang yang aku cintai" Nyonya Lee seperti ditampar kenyataan akan ucapan Sungmin, dengan menahan air mata yang akan turun dipipi, Nyonya Lee membuang nafas perlahan, kembali menendekatkan tubuhnya kearah Sungmin, lalu memeluk Sungmin begitu erat.
.
.
TEBESE
.
.
Halooooo
Sebelumnya MAAAPPPP karena ternyata FF ini gk jadi 2shoot…udah aku paksa biar jadi 2 shoot tapi gk bisa…akhirnya saya putuskan jadi 3 shoot *ditimpukin reader pake daleman Ming hahaha
Saya agak ragu dengan chap ini…tapi yasudahlah…otak saya udah mentok di hati Sungmin *eeaaaaa XD *di bom Kyu
Typoss di chap 1 menggila ya…pengaruh typos Donghaek berimbas besar pada saya *cari kambing item hahaha semoga chap ini gk begitu banyak typos nya
TengKYUMIN yang udah ripiuw di chap 1
Tunggu chap Endingnya yoooo
Saya usahakan lebih cepat
Sekali lagi…terima kasih sudah mau membaca
SUJU JJANG!
LEETEUK IS MINE!
KYUMIN IS REAL!
*tebar kolor kyu
