Kuroneko : Halo minna! Aaahh~ Akhirnya UAS selesai!

Yukineko : *meratapi UAS*

Kuroneko : *membakar kertas UAS yang angka-angkanya… kalian tau sendiri lah -*

Yukineko : Oke! Selamat dinikmati Chapter 6 kali ini~

.

.

.

Happy Reading!~

Disclaimer : HxH milik yang punya… Padahal saya mau (?)

Warning : Cerita alay, garing, gaje, OOC PARAH!, dll

.

.

.


Normal POV di rumah Reader :3

Suatu pagi yang awkward di rumahmu~…

"Woi" (Nama Reader) menyahut ke arah dua author yang sibuk berantakin barang.

"Ngapain lu berdua di rumah gue?" lanjutmu.

"Kabur!" jawab Kuroneko singkat.

"Laper!" jawab Yukineko sambil mencomot cemilan yang ada di kamarmu.

"Ya tapi kenapa harus dirumah gue juga?!" bentakmu emosi saat melihat tamu tak diundang ada di kamarmu. (LAH?! JELANGKUNG?! #plak)

TING TONG

Suara bunyi bel menghentikan perkelahian bacod kalian bertiga.

"Siapa?" sahutmu dari dalam kamar karena malas untuk mengecek siapa yang datang.

"Ada surat kiriman untuk Yukineko, Kuroneko dan (Nama Reader)-chan/san" jawab sang tukang pos.

"Oiya makasih!" Yukineko langsung menyambar surat dari tangan tukang pos dan mengusirnya.

"Itu apaan?" tanyamu penasaran.

Mata Kuroneko, Yukineko membulat. "Nih, liat sendiri"

'Party at Hisoka's House! Tomorrow at Hisoka's House! (Jl. Kucingterserudukkambing no 44, belok ke kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, lurus, trus tanya satpam 'Mas, dimana rumah badut kalengan itu?')'

Kalian bertiga speechless.

"Mau dateng gak nih?" tanya Kuroneko memecah keheningan.

"Boleh-boleh aja sih! Aku juga penasaran ama rumah tuh badut!" jawabmu.

"Tapi kenapa kita diundang ya?" timpal Yukineko.

"Who knows?"

Keesokan harinya, kamu tiba di rumah Hisoka dengan memakai baju kesayanganmu.

"Beneran ini rumahnya?" tanyamu memastikan.

"Iya kayaknya!" jawab Kuroneko.

TING TONG

"Ano… permi-

"BOKAAAPPP! GIMANA NIH! ADEK GUE BISA MATI!" Terdengar suara teriakan seseorang dengan suara melengking (baca : cempreng) dari dalam rumah.

"APAA?! JANGAN! KOK BISA!"

"ITU TUH, TADI HISOKA NII-CHAN SURUH HISOKE NELEN JUS BAWANG CAMPUR PETE, JENGKOL, PERMEN KARET AMA JAMBU 7 KILO!"

"ITU KAN CUMA T-O-D BEGO!"

"ITU ANAK GUE LU APAKAAAANNN? HUWEEEE ;A;"

"BODO AMAT AH! TINGGAL SURUH MUNTAH AJA!"

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (keheningan sesaat pun terjadi)

"UDAH! AYAHANDA! IBUNDA! AKU MASIH HIDUP!~"

"HOREEE!~ HIDUP HISOKEE!~ MUACH!~ MUAAACHH!~"

"Kayaknya kita salah rumah. Balik yuk!" ajak Yukineko.

CKREK

Terlambat! Hisoka sudah membuka pintu terasnya. "Eh, ternyata kalian sudah dateng! Ayo cepetan masuk! Jangan malu-malu~" ucap Hisoka. Sial -_- Rencana kabur gak jadi!

HISOKA'S POV

"Hai reader tercinta~ Sekarang saya, Hisoka mau menyampaikan silsilah keluarga saya! Ayok masuk cyin!~" ucapku dengan gaya gentleman.

"Wait. Lu ngundang kami kesini buat apa?" tanya sang reader curiga.

"Hah? Gue gak ngundang lu pada kesini kok!" jawabku bingung.

"TRUS APA MAKSUD SURAT YANG LU KIRIM KE GUE KEMARIN?!" bentak Kuroneko sambil melempar siomay busuk ke arah Hisoka (?)

"Sabar bu! Nih surat gue kirim udah lama! Udah dari 3 bulan yang lalu!" kataku.

"LAH?! KENAPA MALAH NYAMPENYA KEMAREN?! LU NGIRIM PAKE APA?!" bentak Yukineko sambil makan. (Lah?)

"Gue ngirim pake burung merpati. Abisnya di daerah deket rumah gue ga ada surat pos, yaudah gue terpaksa ngelepasin burung merpati kesayangan gue yang gue pelihara sejak dia masih di TK ampe SMP buat nganter surat ke rumah kalian… Hiks… HIKS! SROOTT!" jawabku sambil curhat sambil menangis dan membuang ingus (?).

"Yaudah, kalo gitu gue pulang ya!" sahut reader sambil berjalan ke arah pintu rumah.

"Eh, sayangku!" (Gue ditampar dan di jedukin ke WC abis-abisan) "Tunggu dulu! Mumpung kalian udah ke sini, aku jelasin deh denah dan silsilah keluargaku!" lanjutku.

"Hmm, terserah lah!"

"Yeeeyy!~~~"

Back to Normal POV

Hisoka lari ngibrit sebentar meninggalkan kalian bertiga dengan muka cengo.

"Nah!" Hisoka kembali sambil menyeret tubuh bapak tua, berkumis tebal, jenggotnya dikuncir dua, ada tulisan 'I Love Kambing Kesetrum {Baca Chap 2 kalo lupa siapa si Kambing itu!}' dan ikemen (?).

"Ini bokap gue!~ Namanya Hisoko! Bokap, kenalin! Ini Yukineko, Kuroneko dan (Nama reader)-chan/san!" sahut Hisoka.

"Yo! Kalian bertiga ini pacar Hiso-nyan ya?~" goda Hisoko sambil nge-smirk.

Kalian bertiga hanya nganga dan tatapan kalian seperti lagi ngomong 'HAH?!'

"Iiihh~ Papi genit deh!~" balas Hisoka sambil senyum-senyum dan malu-malu kucing ala banci keturunan Barbie (?).

BLETAK! Sebuah centong nasi mendarat mulus di muka Hisoko.

"Woi Hisoko! Jangan selingkuh dan jangan ganggu tamu!" panggil seseorang berambut rose-pink, cantik, tegas dan… mirip Machi…

"Nah!~ Yang ini namanya Micha, nyokap gue! Mukanya mirip banget ama Machi kan?! Nah, makanya jodoh diriku yang se-hati hanyalah Machi seseorang!" jelas Hisoka gajelas sambil berapi-api.

"Trus yang ini-" Hisoka menarik dan melempar (?) tubuh seorang tuyul kecil-eh- maksudnya adik laki-lakinya! Rambutnya botak, mukanya putih, cebol, perutnya warna-warni dan kelap-kelip pula!

"Ini Hisoku! Adek gue yang sangat machoist! Saking machonya, semut aja bias dibunuh olehnya hanya dengan beberapa injakkan! (Reader : Yang itu mah gue juga bisa kali T_T) Yang uniknya dari Hisoku, perutnya berwarna-warni dan berkelap-kelip! Itu karena 4 tahun yang lalu dia gak sengaja nelen lampu hiasan pohon Natal! Keren kan?!" ucap Hisoka sambil membanggakan adiknya.

"Nii-chan! Lipstikku di rebut lagi ya?!" teriak seorang anak perempuan dan kembarannya!

"Wah, anak kembar ya?~" Yukineko menghampiri anak kecil itu.

"Pergi sana! Dasar tante-tante!" Yukineko dan kedua anak kecil itu banting2an sehingga Yukineko tahan banting (?)

"Ini si kembar Hisoki dan Hisoke! Hisoke itu anak yang tadi nyawanya di ambang kematian! Dia anaknya tegas, hobinya nginjek muka orang! Dia juga pintar dalam hal mengurus rumah! Ada yang mau menjadikannya pembantu?" Hisoka pun dilempar ke Bengawan Solo (?)

"Kalo Hisoki beda! Dia itu alim tapi diam-diam menghanyutkan!~ Trus hobi dia makan rumput, makanya gue gak heran dia disebut jelmaan sapi!" lanjut Hisoka yang lagi berenang gaya kupu-kupu agar sampai di rumah.

"Oiya! Kita keliling-keliling rumah yuk!" Hisoka nyamperin kalian dengan mulut penuh ikan yang dia telen saat perjalanan pulang ke rumah (?)

"Boleh!" ucapmu pasrah.

'Apa si Hisoka mulutnya gak berbusa tuh? Ngomong panjang lebar padahal gue ga ngerti ama sekali' bisik YukiKuroneko.

"Ini kamar gue. Sebelahnya kandang tomcat peliharaan gue, sebelahnya lagi dapur, trus naik tangga, dilantai dua ada WC, kamar nyokap ama bokap, kamar Hisoki dan Hisoke, trus lurus lagi ada kamar Hisoko. Oiya, ruang makannya disebelah kamar gue!" jelas Hisoka ampe berbusa.

"Gue mau liat dong kamarlu!" ucap Kuroneko.

"Eh, aku juga mau dong! Penasaran!" lanjutmu.

"Hmm… Kamar gue ya… Boleh sih, tapi hati-hati jangan ampe keinjek CD gue! Tadi gue abis beresin baju!" jawab Hisoka gak tau malu.

"Iya iya-

TEP

"Eh, apaan nih?" Yukineko mengambil sehelai kain yang tepar (?) di lantai kamar Hisoka.

"AAAHHH! LU NGINJEK CD TELETUBBIES KESAYANGAN GUAAA! LU PADA TAU GAK SIH, SE-BERHARGA APA CD INI?!" Hisoka mulai alay, panik, histeris.

"NIH CD DIBELIIN MACHI PAS GUE AMA DIA PERGI KE MANGGA DUA! WAKTU ITU KAN GUE LONCAT-LONCAT KESENENGAN PAS LIAT ADA DIARY DISNEY PRINCHESH YANG VERSI BARU, GAK TAUNYA CELANA GUE NYANGKUT DI GAGANG PINTU TOKONYA! EH, TRUS ROBEK DEH! MACHI DENGAN CEPATNYA MELEMPARKAN TUH CD KERAMAT (?) KE MUKA GUE! DIA BAIK KAN AMA GUE?! DIA PEDULI KAN?!"

'Gak deh, gue rasa Machi cuma malu pergi jalan-jalan ama badut sarap celananya robek deh -_-' pikirmu.

"Nah, sekarang terserah lu bertiga mau ngapain di kamar gue, asal jangan ngeberantakin!" ucap Hisoka.

Baru saja Hisoka berkata begitu, kalian bertiga langsung mengacak-acak lemari dan rak buku Hisoka.

"Gue ketemu!~ Diary Disney Princhesh yang dibilang Hisoka!" kata Kuroneko kegirangan.

"Wah, mana? Liat dong!" katamu menghampiri Kuroneko dengan penasaran.

~Diary Disney Princhesh by Hisoka:

Hari ini, aku dan Machi tercinta jalan-jalan ke Mangga Dua! Itu gara-gara kemarin aku kalah T-o-D ama dia, jadi aku disuruh nemenin dia belanja! Lalu karena ada satu insiden yang tak pernah kulupakan, Machi membelikanku CD teletubbies! Aku bahagia~ Akan kupakai selamanya~

Tamat

.

.

.

.

.

.

.

"Oke, daripada mata kita katarak, mendingan kita buang jauh-jauh benda kutukan ini" sahut Yukineko sambil membakar diary gajelas milik Hisoka.

'Kasihan banget di PHO T_T' pikirmu. (PHP : Pemberian Harapan Palsu)

Pembongkaran kamar Hisoka masih terus dilakukan sampai akhirnya kamu menemukan…

"Ketemu nih! Satu benda aneh lagi!" teriakmu.

"Apaan tuh? Foto?" Yukineko menyahutimu.

Hisoka yang awalnya meratapi abu buku keramatnya pun segera panik, "Weh! Tunggu jangan dili-

.

.

.

.

.

.

….

Isinya adalah kumpulan foto-foto Gon. Mulai dari Gon tidur, nguap, jatoh, sikat gigi, ileran, makannya gak kira-kira, muter-muter, dan terakhir adalah foto Gon dan Killua. Tapi muka Killuanya dihapus Hisoka dan di-edit dengan mukanya sendiri. Lalu ditempel didekat meja belajarnya.

.

.

.

"Lu tuh sebenarnya suka ama Gon atau Machi sih?" tanyamu ragu.

"Machi dong!~ Tapi kan Gon gue anggep sebagai anak gue ama Machi! Jadi gue suka dua-duanya! Happy Family kan?~" jawab Hisoka. (Mito dan Ging : GON ITU ANAK GUE! *gebukin Hisoka*, Machi : Siapa yang sudi kawin ama lu, terus punya anak jabrik begitu?! *dikeroyok Gon's fangirl*)

Keheningan pun terjadi…

"Dah, gue pulang ah! Bingung disini!" ucapmu sebelum keluar dari kamar Hisoka.

SREK! SREK!

"Eh, (Nama reader)-chan/san! Apaan tuh yang lagi kamu injek?" tanya Kuroneko.

"Hm?" Kau menoleh kearah benda yang sedang kau injak dan mengambilnya.

-Voucher gratis makan 1 piring ketoprak di depan gang rumah.

-Tiket gratis masuk Dufan (300.000)

- Voucher gratis satu set perlengkapan kostum AKB48 dengan tambahan rok ber-renda!

"Ketiga barang itu gue kumpulin dari 2 tahun yang lalu! Hebat kan?" Dengan bangga Hisoka memamerkan benda-benda koleksinya.

"… Pulang yuk!" ajak Yukineko.

"Ayuk, bisa ketularan gila kalo gue terus-terusan disini!" jawab Kuroneko.

"AAAAAAAAHHH! TUNGGU! BOKAP GUE BAKALAN MARH KALO LU PADA PULANG TANPA MELIHAT RITUAL KELUARGA HISOK!" kata Hisoka.

"Ritual apaan?" tanyamu.

"Bokap! Ayo mulai!" panggil Hisoka.

Hisoko, Hisoki, Hisoke, Hisoku segara muncul di hadapan readers dkk dengan memakai baju tradisional papua ditambah dengan kain songket bali (?) dan disusul dengan Hisoka yang buru-buru memakai seragam 'ritual'nya.

"Kalian bertiga, selamat menikmati ritual keluarga Hisok sebelum pulang!" ucap Hisoko.

"Gue gak mau ikutan ah!" Micha pun kabur ke rumah reader.

'Sekarang gue tau kenapa Micha kabur' piker Yukineko.

Hisoko nari tor-tor, Hisoke dan Hisoki nari ubur-ubur, Hisoka joget Caesar, Hisoku nari samba sambil muter-muter dan kepalanya kejedot kaca.

Dan mereka terus menarikan 'ritual' mereka 3 jam…

…..

….

….

..

.

"Udahan belom?" tanya Kuroneko yang gak sabaran mau pulang.

"Ah, iya! Gimana tadi penampilan kami?" kata Hisoka.

"Jelek" jawab Yukineko.

"Amburadul, acak-acakan" kata Kuroneko.

"… Ada-ada aja deh! Ternyata ayah dan anak sama gilanya!" balasmu.

JEGEEERRR…

"Waduh, apa kata-kata gue terlalu kasar?" katamu khawatir sangat melihat keluarga Hisok (tanpa Micha) mematung dan mulai nangis ._.

"Oke, nih suasananya makin kacau! Kita pulang ya!~" ucap Kuroneko.

"Eh, tunggu!" Hisoka mencegah kalian bertiga pulang.

"Apalagi?!" tanya Yukineko disertai dengan deathglare.

"Ehm, untuk readers! Apa ada pertanyaan atau pesan untuk keluarga kami? Kalau ada, cantumkan di review! Dan akan kami balas di chapter berikutnya! Jaa nee!~"

"Gue nyesel dateng ke rumah tuh badut hari ini…" ucap kalian bertiga kompak.

OWARI


Yukineko : Selesai~ Gimana ceritanya readers?

Hisoka : *muncul* Keluarga gue bagus kan?~

Kuroneko : Trauma gue kerumah lu! Chapter berikutnya adalah… TIM CAESAR KURAPIKA VS KERETA MALAM KURORO! Kurapika kembali ke Yorkshin. Kali ini dia akan mengomeli Genei Ryodan! Tapi karena ada suatu kesalahan, Kurapika malah…

Yukineko : Oh iya! Jangan lupa baca fic YukiKuroneko yang judulnya 'Memories With You'! Killua x Retz!

Sore ja, Jaa nee!~