Ichiban No Takaramono (Chapter 2)
Disclaimer
Naruto©Masashi Kishimoto
Story By. : San Naru ©
Warning. : Gender Bend, OOC,Typo(s), No Flame,
Rated : T
Pairing : Ita(Fem)Kyuu
.
.
.
Hal yang paling berharga memang tidak akan pernah di lupakan. Sekecil apapun itu, sudah memberikan pelajaran untuk berlangsungnya kehidupan di masa depan nanti. Hal yang paling berharga tidak pernah berada jauh dari mu, cukup percaya, sesuatu yang berharga selalu berada tak jauh dari mu. Persahabatan...
Cinta...
Kasih sayang...
Penantian...
Pengorbanan..
Semua adalah hal yang paling berharga yang tak pernah ku rasakan sebelumnya..
.
.
.
.
Perpustakaan
Kyuubi terlihat tenang membaca buku di perpustakaan sekolah barunya. Hari ini, sensei yang mengajar sedang absen dan tidak bisa mengajar. Maka dari itu Kyuubi membolos dan pergi ke perpustakaan sendirian. Dibanding mengobrol dan berlari-larian di dalam kelas, Kyuubi lebih suka berada di dalam suatu ruangan yang berisi bermacam-macam buku. Ia suka buku, ia suka membaca, karena membaca adalah hobi nya.
Cukup tenang, karena memang hanya ada Kyuubi di perpustakaan yang cukup besar dan luas itu. Tak terasa sudah lebih dari 3 buku ia baca. Sudah terlatih, sebab itu ia bisa membaca buku tebal dengan waktu kurang dari 1 jam. Merasa lelah, akhirnya Kyuubi menidurkan kepalanya ke atas meja. Bermaksud istirahat sebentar, Kyuubi malah tertidur saking lelahnya.
.
.
.
.
Sudah hampir 30 menit lamanya, Itachi mencari keberadaan Kyuubi. Pukul 7 malam, padahal 1 jam lagi gerbang sekolah akan di kunci. Sambil menenteng tas Kyuubi, Itachi terus memeriksa beberapa ruangan yang mungkin Kyuubi berada di sana. Tak biasanya seperti ini. Itachi terlihat begitu khawatir, sehingga ia membiarkan ponselnya yang terus berbunyi.
"Perpustakaan" Ujar Itachi. Entah darimana ia mendapatkan ide, pemuda bersurai raven itu segera berlari menuruni anak tangga untuk menuju perpustakaan. Tak dipedulikan lagi hari yang sudah mulai malam. Dipikirannya hanya ada Kyuubi, temukan Kyuubi.
Hanya perlu waktu 5 menit, akhirnya Itachi sampai di depan pintu perpustakaan. Ragu-ragu ia membuka kenop pintu.
Cklek..
Gelap, perpustakaan benar-benar gelap. Berterimakasihlah kepada penjaga perpustakaan pemalas itu, yang selalu lalai akan tugasnya menjaga perpustakaan dengan benar. Lihat saja! Padahal sudah pukul 7 malam, tapi apa? Perpustakaan belum terkunci sama sekali.
Dinyalakan saklar lampu ruangan itu. Begitu lampu menyala, Itachi terkejut melihat Kyuubi yang tengah tertidur tanpa kacamata tebal miliknya. Jantung sang Uchiha itu berdebar begitu cepat, entah apa yang terjadi. Tanpa ragu, Itachi mendekati Kyuubi. Disentuhnya pelan pipi tembam milik Kyuubi. 'Cantik' batin Itachi.
"Uungg" Kyuubi membuka matanya. Ia terkejut saat melihat Itachi yang terus memperhatikannya. "APA?" Tanya Kyuubi-setengah berteriak. "Aish, kau ini..tidak bisa bicara tanpa berteriak?" Tanya Itachi-menutup telinganya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Kyuubi.
"Setengah 8 malam, apa kau yakin tidak mau pulang?" Itachi balik bertanya. Kyuubi terbelalak saat mendengar kata-kata Itachi. Bagaimana bisa ia ketiduran seperti ini? Ceroboh sekali dia.
"Dasar ceroboh, ayo pulang" Itachi berjalan mendahului Kyuubi.
"Kau menunggu ku ya?" Tanya Kyuubi.
Itachi memutar tubuhnya dan menatap Kyuubi dari jarak 5 meter. Kyuubi tanpa kacamata tebal miliknya, terlihat cantik dihadapannya. "Hn" jawab Itachi. Kyuubi pun berjalan mendekati Itachi sambil memakai tas miliknya. "Kenapa kau tidak pakai kacamata mu?" Tanya Itachi. "Tadi kan aku tidur, tentu saja ku lepas" jawab Kyuubi.
"Begitukah?" Tanya Itachi. Kyuubi mengangguk pelan, "kenapa?" Tanya Kyuubi. "Kau terlihat aneh tanpa kacamata" dusta Itachi. "Besok aku akan memakainya deh" kata Kyuubi. Sebenarnya sih hanya akal-akalan Itachi saja, dia hanya tidak mau jika ada orang lain yang melihat Kyuubi tanpa kacamata miliknya. Posesiv kah? Entahlah, Itachi sendiri juga bingung kenapa ia bisa bertindak seperti ini.
.
.
.
.
Rumah Kyuubi
"Apa kau yakin tidak mau mampir?" Tanya Kyuubi. "Lain kali saja, aku harus cepat-cepat pulang" Itachi menolak halus tawaran Kyuubi. "Tidak apa? Maaf merepotkan mu terus" Kyuubi menunjukan raut wajah menyesal. "Tak apa, cepatlah masuk! Kau terlihat lelah, lekas lah tidur" Itachi menepuk pelan bahu Kyuubi.
"Terimakasih" Ucap Kyuubi. Itachi mengangguk pelan dan beranjak dari depan pagar rumah Kyuubi. Diam-diam Kyuubi memperhatikan Itachi yang belum jauh dari rumahnya. Hingga akhirnya sosok Itachi menghilang dari kegelapan. Tanpa sadar, Kyuubi tersenyum sendiri.
Wajahnya merona saat ia mengingat Itachi yang berbaik hati menantinya. Ia tahu, jika Itachi bukanlah pemuda yang suka menunggu. Tapi, Itachi malah dengan sabarnya menunggu ia terbangun dari tidurnya. Disentunya kedua pipi tembamnya yang sudah sangat memerah akibat blushing yang begitu berlebihan.
"Sepertinya aku sudah mulai gila" gumam Kyuubi.
.
.
.
.
* Skip Time *
Deidara terus saja memberondongi Kyuubi dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat telinga Kyuubi panas. Gadis blonde ini ternyata memiliki tingkat keingintahuan yang sangat besar. Sejak tiba disekolah, hingga waktu tiba istirahat, Kyuubi terus saja diberi pertanyaan soal kedekatannya dengan pemuda Uchiha itu.
"Aku tidak ada apa-apa dengan si keriput itu" tukas Kyuubi.
"Tapi kalian tampak serasi" timpal Sakura. Kyuubi melotot mendengar perkataan Sakura. Yang ditatap pun bergidik ngeri melihat iris menyala yang berkilat tajam itu. "Ku rasa Sakura benar" Konan ikut menimpali. "Itu hanya perasaan kalian saja" Kyuubi mengelak.
"Tapi kan, Itachi-kun juga s..sudah punya pacar, un" Kata Deidara. "Benar juga ya" Sakura mengangguk, membenarkan perkataan Deidara. "Tapi setia dengan satu orang itu ku rasa mustahil..selagi kau memiliki hati, menyukai orang lain kenapa tidak" Ujar Konan.
Degg..
Mengetahui jika Itachi sudah memiliki kekasih, terasa sakit di dada Kyuubi. Ingin rasanya ia menangis, namun air mata rasanya enggan untuk menetes. Diremasnya pelan kertas yang tengah ia genggam. Tak ada satupun yang melihat hal tersebut, kecuali Deidara. Gadis bersurai blonde itu iba dengan keadaan Kyuubi sekarang. Ia yakin, pasti lambat laun Kyuubi akan jatuh cinta pada Itachi.
"Aku permisi ke toilet dulu" Pamit Kyuubi.
"Apa perlu diantar?" Tanya Konan.
Kyuubi menggelengkan pelan kepalanya. Ia berjalan tanpa arah, pandangannya tampak kosong, sehingga ia menabrak orang-orang yang ada di depannya. Meskipun dimarahi, Kyuubi hanya diam dan terus berjalan. Hingga akhirnya langkahnya berhenti saat ia menabrak dada bidang seseorang. Merasa tak diberikan jalan, Kyuubi pun mendongakan kepalanya. Sosok Itachi berdiri tegap, tepat dihadpannya. Wajah tampannya menatap heran Kyuubi. "Ada ap-"
"Tidak ada" Kyuubi segera melenggang pergi meninggalkan Itachi. Melihat Kyuubi yang tampak berbeda, akhirnya Itachi bergegas mencari Deidara (karena setahu Itachi, gadis yang dekat dengan Kyuubi hanyalah Deidara CS. Selain itu tidak ada lagi).
.
.
.
.
"Chi, aku melihat Kyuu-chan pergi menuju atap sekolah..wajahnya terlihat suntuk, ada apa dengannya?" Tanya Sasori kepada Itachi. Mereka berdua baru saja tiba di kantin. Alih-alih menjawab pertanyaan Sasori, Itachi malah mengedarkan pandangannya. Hingga akhirnya, sosok Deidara pun terlihat tengah duduk bersama ke-2 teman-temannya.
"Dei!"
Deidara menoleh, ia mengulas senyum saat melihat sosok Itachi dan Sasori berjalan mendekati nya. "Iya?" Tanya Deidara. "Ada apa dengan Kyuubi?" Itachi langsung bertanya. Sasori menatap bingung teman-temannya, tak mengerti apa yang terjadi. "Dei tidak tahu..tadi, Kyuu-chan pamit hendak ke kamar mandi, un" jelas Deidara.
"Kau perhatian sekali pada Kyuubi" ujar Konan.
"Hati-hati nanti kau bisa terjebak cinta segitiga" celetuk Sakura.
"Eh, kalian bicara apa sih? Gak baik lho bicara seperti itu" Sasori memperingati saudari kembarnya.
"Benar juga, memangnya Kyuubi kenapa?" Tanya Konan.
Itachi mengangkat bahunya pertanda tidak tahu. "Oh iya, ku dengar Shion akan pindah ke sini ya? Wah, kalian akan bersama terus dong, un" Kata Deidara-berusaha mencairkan suasana. "Hn, begitulah" jawab Itachi. "Agak risih juga sih kalau cewek seperti Shion itu ke sekolah ini" celetuk Konan. "Hush, Konan-chan itu ngomong apa" Sakura menepuk pelan punggung Konan.
.
.
.
.
Atap Sekolah
Seorang gadis belasan tahun terlihat tengah duduk menyendiri dan membiarkan angin menerpa wajah mulusnya. Gadis bernama lengkap Namikaze Kyuubi itu benar-benar tak mengerti apa yang terjadi padanya. Rasanya, ia seperti orang bodoh yang sedang jatuh cinta. Bodoh, bagaimana bisa ia mengatakan seperti itu? Sedangkan dia sendiri saja belum pernah jatuh cinta. Dilema?oh, mungkin inikah yang dinamakan dilema cinta.
"Heh, aku benar-benar sudah gila" gumam Kyuubi, entah pada siapa. Beginikah rasanya jatuh cinta? Jatuh cinta pada orang yang begitu baik kepada mu? Benarkah ini cinta? Atau cuma perasaan simpati saja? Apa Kyuubi terlalu polos atau mungkin ia terlalu bodoh untuk mengetahui apa itu cinta? Tak ada yang tahu, bagaimana orang lain tahu, jika saja gadis ber-iris rubby ini tak pernah tahu mengenai perasaannya sendiri.
Cklek..
Kyuubi menoleh ke arah pintu dan mendapati Deidara yang berdiri tepat di depan pintu. Takut-takut gadis bersurai blonde itu berjalan mendekati Kyuubi. Kyuubi sendiri cuma menghela napas pelan, dan membiarkan Deidara duduk tepat disampingnya. "Kyuu-chan, apa ada masalah, un?" Tanya Deidara, sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. "Apa itu cinta?" Tanya Kyuubi, to the point.
"Eh" Pekik Deidara. Terkejutkah? Iya, sangat! Ini kali pertamanya seseorang bertanya mengenai 'cinta' kepada dirinya. "Jawab saja" Paksa Kyuubi. Deidara berdehem pelan, dan mulai menjelaskan. "Cinta? Cinta adalah perasaan hangat yang menjalar ke hati mu saat bersama orang yang kau cintai, un" Jelas Deidara.
"Begitukah?"
Deidara mengangguk pelan, dan menyandarkan posisi punggungnya ke belakang tembok. Gadis bersurai blonde itu mulai menyamankan posisinya di samping gadis lainnya, yang beberapa hari itu menjadi teman barunya. Dihiraukannya bel istirahat usai yang sudah berbunyi. Tak apalah, bolos sekali-sekali juga tidak masalah, begitulah menurut pemikiran Deidara.
"Cinta itu buta, tak pernah memandang status. Pada siapa kau mencintai dan dengan siapa kau dicintai..karena cinta itu tak pernah memilih ataupun memihak, un" Deidara kembali menjelaskan. Kyuubi menoleh ke arah Deidara, ditatapnya lekat iris azure gadis bersurai blonde dihadapannya kini. "Kau bohong" Kyuubi berusaha mati-matian untuk menghilangkan Itachi dari pikirannya. Terlebih saat Deidara mulai menjelaskan tentang 'cinta' kepadanya.
"Untuk apa aku bohong? Persuasi tentang cinta itu memang berbeda-beda. Sudut pandang setiap orang tentang cinta itu tak selalu sama... Cinta itu bagaimana cara mu mencintai dan bagaimana cara mu memperlakukan cinta dalam hidup mu, un" Deidara beranjak dari duduknya, sambil menepak-nepak roknya (membersihkan dari debu yang menempel).
"Cinta itu bukan seberapa lama kau setia menunggu, cinta itu adalah ketika kau bisa merelakan orang yang kau cintai bahagia meskipun bukan dirimu yang berada di sampingnya" Sambung Deidara.
Kyuubi terdiam sejenak, dalam hati dia bertanya-tanya tentang apa yang barusan ia dengar. Benarkah begitu? Tentu saja, karena memang adanya begitu. Dihiraukannya pamitan Deidara, yang hendak pergi meninggalkan dirinya. Kyuubi masih terlalu bingung apa itu cinta. Apakah yang ia rasakan bisa dikatakan cinta?
"Perasaan hangat yang ku rasakan, mungkinkah ini? Tidak, tak akan ku biarkan ini terjadi" Gumam Kyuubi.
.
.
.
.
Bel pulang berbunyi, Kyuubi segera membereskan barang-barangnya. Dalam diam ia berpikir, berpikir tentang apa yang Deidara katakan padanya. Tak pernah ia tahu tentang apa itu cinta. Ia terlalu malas untuk mencari tahu, baginya ia juga akan tahu setelah ia tumbuh dewasa nanti. Tapi ternyata? Ya, Kyuubi terlalu terlambat mengetahui apa itu cinta.
"Aku tak bisa mengantar mu pulang, seseorang sudah menanti ku-"
"Siapa yang berharap kau bisa mengantar ku? Ku rasa tidak ada" sela Kyuubi. Itachi terkejut mendengar Kyuubi yang terlihat begitu dingin kepadanya. Sedari tadi memang Kyuubi terus mendiamkannya, seperti Kyuubi hanya menganggap Itachi sebagai sebuah patung yang tak harus diajak bicara.
"Baiklah"
Alih-alih mengucapkan selamat tinggal ataupun berpamitan, Kyuubi malah berjalan mendahului Itachi. Pemuda bersurai raven itu terdiam. Dalam diam ia bertanya-tanya, apa kesalahannya hingga gadis bersurai merah bak darah itu tidak mau berbicara dengannya. Besok, ia harus berbicara dengan Kyuubi. Tak mau dia berlarut-larut melihat Kyuubi terus diam padanya.
SAN Naruko
Malam sudah semakin larut, bukannya pulang Kyuubi malah terus berjalan tanpa arah. Seharusnya ia sudah sampai di rumah. Tapi sekarang? Dia malah terus berjalan tak tentu arah. Dalam hati ia merutuki perasaannya. Kenapa ia harus memiliki perasaan? Kenapa tuhan memberinya perasaan? Apakah tuhan adil? Kenapa jalan hidupnya tidak semulus yang lainnya? Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang terus terngiang di pikirannya.
Kacau..
Kyuubi benar-benar terlihat kacau. Ia akui, Itachi memang tampan. Tak ada satupun yang menolak pesona dari pemuda itu. Termasuk dirinya, jadi wajar saja jika Itachi memiliki seorang gadis yang ia cintai, dan mencintai dirinya. Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana caranya agar seorang pemuda mencintai dirinya? Dia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
"Aku suka gaya mu yang sekarang Mia-chan, kau terlihat lebih manis dari biasanya"
Kyuubi mendengar seorang gadis yang memuji seorang temannya, yam memang terlihat sangat manis. Sebuah ide ia dapatkan, ide yang menurutnya patut ia coba. Lagi pula dia juga sudah remaja, wajar saja jika ia mengikuti gaya style dan trendy anak-anak zaman sekarang. Siapa sih yang mau menyukai seorang gadis bergaya nerd seperti dia? Maka dari itu ia harus merubah penampilannya yang sekarang kan.
Akhirnya Kyuubi pun memutuskan untuk segera pulang. Tak sabar ia mencoba ide barunya di rumah. Mungkin dengan cara seperti itu, Kyuubi bisa dengan mudahnya mendapatkan seorang kekasih yang ideal. Bukankah untuk mendapatkan yang ideal, kita harus menjadi ideal? Begitulah menurut Kyuubi.
.
.
.
.
Rasanya Minato sedikit pangling melihat putri sulungnya yang memiliki gaya baru, dan begitu berbeda dari yang sebelumnya. Gadis berusia 16 tahun itu terlihat cantik dan manis dengan rambut merah yang sengaja ia gerai dan sedikit ia potong dibagian bawahnya dan atas untuk ia jadikan sebagai poni. Roknya yang ia potong 15 cm di atas lutut, menjadikan ia benar-benar seorang gadis remaja kebanyakan.
"Kenapa ayah melihat ku seperti itu? Apa aku jelek?" Tanya Kyuubi.
"Tidak, kau cantik! Semua putri ayah selalu terlihat cantik.. Hanya saja kau terlihat berbeda sekarang" Kata Minato.
"Begitukah? Mungkin hanya perasaan ayah saja..Aku berangkat" Pamit Kyuubi.
"Tidak ingin ayah antar?" Tanya Minato.
"Tidak, aku naik bus saja" Jawab Kyuubi.
SAN Naruko
*Skip Time*
Butuh waktu sekitar 20 menit, Kyuubi tiba di sekolahnya. Semua mata memandang heran penampilan barunya. Tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Namikaze Kyuubi, terlihat sangat cantik dari sebelumnya. Kyuubi sendiri hanya diam, dan tidak peduli dengan sekitarnya. Dilangkahkannya kedua kakinya menuju kelas (tempat ia belajar).
Tak disangka, ternyata keadaan di kelas tak jauh berbeda dari yang di luar. Semua teman sekelas Kyuubi memandang heran dirinya. Ketika semua anak-anak terlihat terpesona, hanya seorang saja yang menatap datar dirinya. Pemuda bersurai raven itu terlihat tengah duduk disamping seorang gadis bersurai blonde kecoklatan. Kyuubi bertanya-tanya siapa gerangan yang dengan beraninya menduduki tempat duduknya.
"Mulai sekarang kau tidak lagi duduk bersama ku" Kata Itachi. Kyuubi tercekat saat mendengar perkataan Kyuubi. Tega sekali, pemuda bermarga Uchiha itu. Siapa gadis ini? Dan kenapa harus Kyuubi yang pindah dari tempat duduknya? Cih, merepotkan.
Dengan langkah santai, Kyuubi berjalan menuju sebuah meja milik seorang pemuda bersurai merah seperti halnya dirinya. Pemuda bernama Nagato itu tersenyum saat Kyuubi melangkahkan kakinya ke arah mejanya, "boleh aku duduk disini?" Tanya Kyuubi-entah kerasukan setan binal darimana, tiba-tiba saja ia bersuara dengan nada manja dan terkesan sexy.
"Silahkan saja" Nagato.
Itachi melemparkan pandangannya ke arah Kyuubi dan Nagato. Kyuubi terlihat begitu akrab dengan Nagato. Melihat keakraban Kyuubi, Itachi segera beranjak dari bangkunya dan keluar dari kelasnya. Tak dipedulikan teriakan Shion (kekasihnya) yang memanggil namanya, mungkin hari ini Itachi akan bolos mengikuti mata pelajaran lagi. Suatu kegiatan yang lama hilang, saat Kyuubi bersama dirinya. Kini kembali hadir, ketika Kyuubi tak lagi disampingnya.
.
.
.
.
Itachi's Pov
Perasaan apa ini? Kenapa aku merasakan perasaan panas yang menyeruak masuk tanpa izin ke dalam jantung ku? Tak pernah ku rasakan ini sebelumnya. Bahkan melihat kekasih ku sendiri bersama pemuda lain saja pun tak pernah jua ku rasakan. Aneh, ini benar-benar aneh.
Tak kuat, aku pun segera berjalan keluar kelas. Ku tulikan pendengaran ku saat Shion memanggil ku. Mungkin nanti aku akan kembali lagi pada hobi lama ku yang sempat hilang itu. Ya, bolos! Bolos adalah hobi ku sebelum Kyuubi datang ke sekolah ini.
Apakah aku jatuh cinta?
Apakah tidak terlalu cepat, jika aku mencintai dirinya? Apa yang ia pikirkan tentang aku saat ku katakan perasaan ku ini padanya? Tuhan, ini terlalu cepat! Terlalu cepat, untuk ku rasakan cinta saat aku sudah memiliki orang lain. Aku memang brengsek, tapi tak pernah aku berniat untuk menyakiti perasaan seorang gadis. Tak pernah, sekalipun.
Kyuu..
Haruskah aku mencintai mu?
Haruskah?
Mengapa begitu Kyuu?
Jelaskan, perasaan hangat apa yang ku rasakan saat kau bersama ku?
Apa kau juga merasakan hal yang sama dengan ku?
Siang dan malam hanya ada diri mu di pikiran ku. Seakan tak ku lihat orang lain saat kau bersama ku. Cepat, ini terlalu cepat! Terlalu cepat untuk ku rasakan. Aku tak mau, tuhan tolong hilangkan perasaan ku, sebelum terlambat pada akhirnya.
End Of Itachi's Pov
.
.
Kyuu's Pov
Perasaan ku tak menentu saat bersama mu. Hangat, sangat hangat. Mengalir lembut memasuki ruang hati ku. Mungkinkah ini cinta? Suatu hal yang memang pasti untuk dirasakan, jantung ku berdegup tak karuan. Sakit rasanya saat ku lihat gadis lain bersama mu. Seorang gadis yang ku tahu adalah kekasih mu, inikah yang dinamakan CEMBURU?
Hehehehe, aku memang terlambat..
Tapi, tidak secepat ini yang harus ku rasakan..
Tuhan, sekali lagi ku katakan..
Haruskah aku mencintainya?
Haruskah aku menantinya?
Haruskah aku menyimpan perasaan ku padanya?
Ku rasa 'iya' untuk jawaban yang terakhir. Itachi tidak akan pernah melirik ku sebagai seorang gadis. Tidak akan pernah, hanya mimpi bagi ku jika ia mau membalas semua perasaan ku padanya. Ku tahu, jika ini terlalu cepat untuk kami.
Aku berpura-pura tak peduli saat Itachi bergegas keluar kelas. Mungkin, dia membutuhkan tempat dimana ia bisa lebih leluasa bersama kekasihnya itu. Ku sembunyikan rapat-rapat semua perasaan ku tentangnya, tak akan ku biarkan orang lain mengetahuinya.
Tuhan..
Ku mohon hapuskan perasaan ku padanya..
Tolong aku..
Untuk kali ini saja..
End Of Kyuu's Pov..
.
.
.
.
Normal Pov
Kyuubi menatap dua bangku kosong, dimana dulu ia duduk bersama Itachi. Tak dipedulikannya seorang guru yang terus memanggil nama seseorang. Shion, ya, Shion! Iruka sensei terus memanggil nama Shion. Nama dari kekasih, Uchiha Itachi. Tak ada yang tahu dimana keberadaan sepasang kekasih itu.
"Pasti gadis itu ikut membolos" Ujar seorang siswa bersurai merah maroon. "Ya, pasti begitu. Yasudah, keluarkan Pekerjaan rumah kalian"
Semua murid pun mengangguk dan segera mengeluarkan buku mereka masing-masing. Salah satu dari murid-murid itu pun berjalan hendak mengumpulkan buku-buku dari meja satu ke meja yang lainnya.
.
.
Atap Sekolah
"Apa bagusnya tempat ini sih?" Tanya seorang gadis bersurai blonde kecoklatan seraya mendudukan dirinya di samping seorang pemuda bersurai raven yang tengah menatap lurus ke depan. Tak ada jawaban, akhirnya gadis bernama Shion itu ikut diam, tidak berbicara.
Ini kali pertamanya ia bolos. Membolos bersama kekasihnya, apa enaknya membolos? Apalagi menyendiri seperti itu, sebenarnya ada apasih dengan Itachi? Tak biasanya ia begini. "Kelas sudah dimulai, kau tidak masuk ke kelas?" Sekali lagi Shion bertanya.
"Hn"
"Kau yakin?"
"Hn"
"Tapi-"
"Kau! Pergilah! Aku ingin sendiri" sela Itachi.
Shion menatap Itachi bingung, ada yang aneh dengan kekasihnya itu. Ada apa? Shion pun tak tahu apa yang terjadi, gadis itu terus menatap iris onyx pemuda bersurai raven di hadapannya kini. Diam, tak ada yang berniat untuk berbicara. Shion mencoba meneliti kedua iris obsidian milik pemuda yang sudah 3 tahun bersamanya itu.
"Apa ada yang lain?" Tanya Shion, curiga.
"Tidak" Jawab Itachi.
"Kau bohong, aku benci pembohong" Seru Shion. Gadis bersurai coklat keemasan itu beranjak dan berlari meninggalkan sang raven. Tangisan gadis itu pecah, namun tak berniat Itachi untuk mengejarnya. Tak peduli, jika nantinya Shion akan menilainya brengsek ataupun apa. Dia memang hanya ingin sendiri, tak ada pengganggu.
"Maafkan aku, Shion" gumam Itachi.
SAN Naruko
Bel istirahat berbunyi, Kyuubi berjalan tergesa-gesa menuju perpustakaan. Mungkin hari ini, ia juga akan membolos dan menikmati bacaan-bacaan buku di perpustakaan. Bosan, ia rasakan. Tak peduli jika nantinya, ia akan ketinggalan banyak materi.
"Dasar penjaga pemalas" umpat Kyuubi.
Lagi-lagi tak ada seorang pun di sana. Perpustakaan macam apa ini? Penjaganya tidak ada. Tapi tak apa, Kyuubi malah bisa lebih konsentrasi dan tenang berada di dalam perpustakaan sendiri. Sedikit lebih tenang, jika berada jauh dari seorang pemuda bersurai raven dengan keriput disela-sela hidungnya.
.
.
.
.
Jam menunjukan pukul 7 malam, seorang pemuda bersurai raven menggelengkan kepalanya saat lagi-lagi seorang gadis tertidur pulas di perpustakaan. Ternyata kebiasaan buruk gadis itulah yang membuat sang gadis harus pulang malam dari sekolahnya.
Itachi terus memperhatikan gadis di hadapannya kini. Mengingat sesuatu, Itachi merogoh kantung celananya. Sesuatu tergenggam erat di tangannya. Kemudian pemuda bersurai raven itu menyentuh pelan leher gadis bersurai merah yang tengah tertidur pulas itu.
"Kau yakin mau menginap di sini?" Tanya Itachi.
"Engg.."
"Ayo bangun, kita harus segera pulang" Ajak Itachi.
"Aku masih ngantuk" Ujar gadis itu, tanpa membuka kelopak matanya.
Brukk..
Tubuh mungil gadis itu merosot ke bawah. Dengan hati-hati Itachi menggendong tubuh Kyuubi. "Ringan sekali" gumam Itachi. Akhirnya, Itachi memutuskan untuk menggendong Kyuubi sampai ke rumahnya. "Jangan pergi" Igau Kyuubi. "Aku akan selalu di sisi mu" entah kenapa, Itachi malah menimpali igauan Kyuubi. Dalam hati, Itachi merutuki tingkah konyol nya tadi.
.
.
.
Skip Time
Kyuubi terbangun saat mendengar suara alarm jam waker berbentuk kepala Hello kitty miliknya. Ia terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar pribadi nya. Dengan selimut dan sudah dalam keadaan memakai baju piyama nya. "Astaga" pekik Kyuubi. Seingatnya, kemarin itu ia berada di perpustakaan dan ketiduran, kenapa dia bisa berada di kamarnya saat terbangun?
"Sudah bangun, Kyuu?" Seorang wanita paruh baya bersurai blonde menyapa dirinya. "Baa-chan, kenapa-"
"Teman mu mengantar diri mu pulang, dia menggendong diri mu hingga ke kamar mu... Kau tahu? Dia sangat baik sekali" Jelas sang nenek. "Lalu siapa yang menggantikan baju ku?" Tanya Kyuubi. "Aku yang menggantikannya, kau lapar?" Tanya sang nenek.
"Aku harus sekolah-"
"Ini hari sabtu, Kyuu" sela Wanita itu.
Oh, astaga..
Bodoh sekali Kyuubi itu. Kenapa dia bisa lupa jika hari ini adalah hari libur? Apa ini pengaruh dari 'Jatuh Cinta'? Entahlah, mungkin saja iya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hi, Terimakasih atas review nya.. Aku sangat suka membacanya, maaf tidak sempat membalas satu per-satu. Aku mau tanya sesuatu boleh? Tadi aku jalan ke toko buku serba murah di kota ku. Iseng-iseng ku tanya, "ada enggak komik Yaoi?" Terus kata penjualnya "Boy X Boy ya? Setahu saya sih masih legal". Dan jadi pertanyaan ku sekarang, ada gak sih yang jual komik Yaoi? Waktu itu sih, aku gak sengaja dapet. Itu pun aku baru sadar pas baca berulang-ulang, memangnya Komik yaoi itu masih legal ya? Ok, sekian dulu..
Maaf ya, kalo tidak memuaskan.. Aku akan berusaha untuk lebih memuaskan para Readers sekalian..
See you, next Chapter:)
.
.
.
Mind To Review?
