Ichiban No Takaramono (Chapter 3)
Disclaimer
Naruto©Masashi Kishimoto
Story By. : San Naru ©
Warning. : Gender Bend, OOC,Typo(s), No Flame,
Rated : T
Pairing : Ita(Fem)Kyuu, Slight ItaShion, dan Naga(Fem)Kyuu
Kata huruf tebal dan bergaris bawah itu Percakapan melalui tulisan..
.
.
.
Hal yang paling berharga memang tidak akan pernah di lupakan. Sekecil apapun itu, sudah memberikan pelajaran untuk berlangsungnya kehidupan di masa depan nanti. Hal yang paling berharga tidak pernah berada jauh dari mu, cukup percaya, sesuatu yang berharga selalu berada tak jauh dari mu. Persahabatan...
Cinta...
Kasih sayang...
Penantian...
Pengorbanan..
Semua adalah hal yang paling berharga yang tak pernah ku rasakan sebelumnya..
.
.
.
.
"Kau pasti Kyuubi ya" sapa seorang gadis bersurai pirang sedikit lebih gelap dibandingkan surai pirang milik Deidara. Merasa disebut, Kyuubi menolehkan kepalanya ke samping kanannya. Dimana seorang gadis yang ia ketahui bernama Shion, kekasih dari orang yang ia sukai terlihat sedang duduk di sampingnya. Shion mengulas senyum ramah padanya. "Aku-", "Shion, aku sudah tahu" sela Kyuubi. Shion terdiam sejenak, "hehehehe, maaf" Ucap Shion. Shion meletakan sebuah bento di atas meja milik Kyuubi. Sedangkan Kyuubi hanya menatap heran gadis itu.
"Mau makan bersama ku?" Tanya Shion, seraya membuka tutup kotak bento miliknya. "Tidak" jawab Kyuubi, kalem. "Tapi aku boleh menumpang di sini kan?" Shion bertanya lagi. "Terserah" Kyuubi meneruskan kegiatan membaca nya. Suasana kelas memang sering sepi jika dalam keadaan waktu istirahat. Dimana para murid lebih memilih berada di kantin dibandingkan di dalam kelas. Diam-diam, Kyuubi melirik ke arah Shion yang sama sekali tidak menyentuh bekalnya. Sepertinya kekasih dari sang prodigy Uchiha ini tampak sedang dalam masalah yang begitu rumit.
Apalagi setahu Kyuubi, Itachi sering membolos dan lebih memilih berada di atap sekolah dibandingkan belajar di samping kekasihnya, Shion. Apa mungkin karena Itachi, Shion jadi sedikit pendiam? Atau mungkin memang dasarnya Shion adalah gadis yang pendiam? Heh, masa bodo amat, memangnya apa peduli Kyuubi. "Kenapa tidak dimakan?" Tanya Kyuubi. "Aku sedang tidak enak badan" Dusta Shion. Meskipun melihat sisi kebohongan pada jawaban Shion, Kyuubi sama sekali tidak mempedulikannya. Untuk apa mengurusi orang lain? Mengurus diri sendiri saja masih belum bisa, malah mengurus orang lain. Oh, Kyuubi bukan orang yang seperti itu!
"Kau kekasihnya Itachi ya" tebak Kyuubi, berpura-pura tidak tahu. "Hmm, aku kekasihnya... Sudah 3 tahun kami bersama" kata Shion. "Tapi akhir-akhir ini, aku jarang sekali melihat kalian bersama" Ujar Kyuubi. "Entahlah, akhir-akhir ini Itachi tidak pernah mengajak ku berbicara" Sahut Shion. "Seperti ada yang lain saja selain aku" lanjut Shion, begitu lirih. "Maksud mu, Itachi selingkuh?" Tanya Kyuubi. "Aku sih tidak menuduhnya selingkuh, tapi jika memang begitu aku berharap Itachi sadar bahwa aku sangat mencintainya" Lirih Shion.
Rasa cinta yang tulus saat Kyuubi menatap kedua mata Shion. Ya, gadis itu memang sangat mencintai Itachi. Jangan tanya kenapa Kyuubi bisa tahu! Karena meskipun Kyuubi termasuk tipe seorang gadis careless, Kyuubi bisa tahu mana orang yang tulus mana yang bukan. "Aku tak tahu tentang cinta.. Tapi selagi kita memiliki perasaan, menyukai seseorang lebih dari satu itu tidak mustahil" Kata Kyuubi. "Aku kadang sering bertanya-tanya kepada diri ku sendiri, apa aku terlalu egois jika berpikir Itachi adalah milik ku seorang" Shion menutup kembali kotak bento nya.
Degg..
Jantung Kyuubi berdetak cepat mendengar curahan hati dari gadis ini. Shion sangat mencintai Itachi, terlihat jelas dari tatapan Shion yang sedikit sendu jika menceritakan sikap Itachi yang Careless itu. Apakah ia harus menjadi sebuah batu sandungan yang bisa membuat hubungan Shion dan Itachi hancur? Jujur saja, Kyuubi memang sudah mengaku jika dia menyukai Itachi. Tapi mengingat kalau Itachi sudah memiliki Shion, ia menjadi berpikir dua kali untuk menyukai pria tampan bersurai raven itu.
"Ku rasa tidak" jawab Kyuubi. Shion menoleh ke arah Kyuubi, "Tapi aku takut kalau Itachi-kun pergi dari hidup ku" Lirih Shion. "Jika kalian jodoh, tak mungkin terpisah kok" Sahut Deidara yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu. Shion terdiam sejenak, begitupun dengan Kyuubi. Meski sudah bisa berekpresi lebih banyak, Kyuubi masih belum mengerti bagaimana cara lebih luwes menyampaikan ekpresinya.
"Sejak kapan di situ?" Tanya Kyuubi, hemat sekali. Deidara mengulas senyum sebelum menjawab. "Dari tadi... Habis kalian curhatnya asyik sekali sih, un" Jelas Deidara. Shion menatap tak percaya gadis yang selalu memberikan kata 'un' pada akhiran bicaranya itu. "Shion-chan, jangan bersedih dulu...aku rasa selagi Komunikasi masih lancar, tak perlu khawatir, un" Deidara menasihati Shion. "Begitu ya" Gumam Shion.
.
.
.
.
Sepulang sekolah, Nagato segera meminta Kyuubi untuk pulang bersamanya. Rumah Nagato ternyata berada tepat di samping rumah Kyuubi. Bahkan kamar mereka juga berada berhadap-hadapan. Nagato adalah seorang pemuda yang hobi memaki peirching di telinganya. Bukan berarti Bad Boy lho! Nagato malah termasuk cowok yang perhatian, menurut Kyuubi.
Seperti saat ini, Nagato yang tak sengaja melihat Kyuubi yang sedang duduk di ranjangnya. Segera mengirimkan pesan padanya, untuk segera menoleh ke arah kamarnya. Pandangan mereka saling bertemu, Kyuubi dan Nagato tertawa saat mereka bertemu pandang. Apa yang lucu? Kyuubi sendiri pun juga tak tahu.
Saat tengah menoleh ke arah lain, tak sengaja Kyuubi menemukan buku gambar ukuran A4 di meja belajarnya. Kyuubi segera meraihnya dan duduk di tempat yang sama lagi. Nagato memperhatikan tingkah Kyuubi. Dalam hati, pemuda itu terus bertanya-tanya.
'Kenapa kau memperhatikan ku?' Tulis Kyuubi.
Nagato yang membaca pesan bertinta merah hati itu tertawa pelan. Diraihnya sebuah kertas dan sebuah spidol berwarna biru.
'Kau tak apa-apa? Ku rasa otak mu terbentur benda yang keras sehingga membuat mu NARSIS begitu'
'Cih, Kau menyebalkan!' Kyuubi menunjukan tampang sebalnya.
'Maaf, aku hanya bercanda..' Nagato mengulas senyumnya.
Candaan mereka pun terhenti saat tiba-tiba saja ponsel Kyuubi berdering.
Itachi's Calling
Nagato mendesah kecewa saat Kyuubi menutup tirai kamarnya. Nagato memang sudah memperhatikan Kyuubi jauh sebelum gadis berdarah Namikaze itu bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Saat ia tahu, dia dan Kyuubi sekelas, Nagato enggan untuk mendekatinya karena malu. Nagato malu jika Kyuubi tidak mau dekat dengannya. Jadi bisa disimpulkan, Nagato sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Masih ingat betul dipikirannya, saat ia melihat seorang gadis berkacamata tengah melamun di sebuah kamar yang berhadapan dengan kamarnya.
Gadis itu manis sekali. Hanya saja, Nagato tampak bingung dengan sikap pendiam Kyuubi. Berkali-kali sering melihat Kyuubi, membuat Nagato penasaran dan pada akhirnya jatuh hati pada pesona sang rubah. Nagato sendiri juga bingung, kenapa ia bisa jatuh hati pada Kyuubi? Melihat Kyuubi yang duduk sebangku dengan Itachi (rivalnya di kelas) membuat Nagato merasa cemburu. Sangat cemburu.
Tak lama kemudian, tirai kamar Kyuubi terbuka kembali.
"Maaf, aku harus segera ke bawah"Kyuubi menunjukan sebuah pesan singkat pada Nagato. Nagato yang masih setia menunggu pun, mengangguk pelan. "Baiklah"Tulis Nagato.
.
.
.
.
Kyuubi berusaha membuka pintu pagar rumahnya yang sudah digembok. Gadis itu tampak antusias sekali, hingga akhirnya pagar rumahnya itu dapat dibuka dan menyembulkan sosok pemuda bersurai raven dengan balutan jaket baseball berwarna biru dan celana jins hitam yang terlihat match untuknya.
"Ada apa?" Tanya Kyuubi.
"1 minggu tak mengobrol dengan ku saja, kau sudah dingin begini" kata Itachi, OOc sekali.
Kyuubi menyilangkan tangannya ke dada. Tamunya, Uchiha Itachi terlihat tampan malam ini. Wajah Kyuubi merona melihatnya. Tak ayal lagi, Kyuubi tak sadar jika saat ini Itachi menyentuh pelan wajahnya. "Aku tak tahu jika kau punya wajah sehalus ini" Puji Itachi. "Eh" Pekik Kyuubi. Kyuubi memukul pelan tangan Itachi, dengan tampang layaknya seorang stubborn, Kyuubi malah menatap nyalang Itachi. "Cih, menjijikan Keriput" decih Kyuubi.
"Terserah" kata Itachi, seraya berjalan masuk ke halaman rumah Kyuubi. "Hey" Kyuubi berusaha mengikuti langkah Itachi. "Apa?" Tanya Itachi, datar. "Kenapa kau menjauhi Shion?" Tanya Kyuubi. 'Uuggh, kenapa kau langsung menanyakan ini' batin Kyuubi.
"Memangnya kenapa? Masalah ya?" Tanya Itachi. Dia mulai menatap Kyuubi tak suka. "Ini buku Sejarah mu!" Itachi menyodorkan sebuah buku tebal ke arah Kyuubi. "K..Kau belum-", "tak perlu ku jawab, aku pulang" Itachi segera berjalan mendahului Kyuubi. "Itachi"
Itachi menoleh dan memperhatikan wajah Kyuubi dengan seksama. "Hn"
"Boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Kyuubi.
"Tanya saja, asalkan bukan tentang-"
"Shion kan" tebak Kyuubi.
"Kau-"
"Kenapa kau tak mencoba mengerti Shion?" Tanya Kyuubi, entah kenapa hatinya terasa sakit saat mengatakan itu.
"Sebelum kau tanya itu pada ku, cobalah mengerti perasaan ku" Kata Itachi, pemuda bersurai raven itu segera pergi meninggalkan sang sulung Namikaze. Apa yang dikatakan Itachi tadi? Kenapa sulit sekali ia cerna? Apa maksudnya ini? Kyuubi terus bertanya-tanya.
"Sudah malam, lekaslah tidur"
Kyuubi mendongakan kepalanya dan melihat Nagato yang tengah berdiri di hadapannya. Nagato mengulas senyum kepadanya. "Kenapa sakit sekali" kata Kyuubi, seraya mencengkram erat dadanya. Nagato menaikan satu alisnya. "Maksudnya?" Tanya Nagato. "Apa cinta itu sakit?" Kyuubi balik bertanya. Nagato berjalan dan menyamai posisi Kyuubi yang tengah duduk di tanah. "Tergantung" Nagato sengaja menggantung kalimatnya.
"Tergantung bagaimana orang itu membalas perasaan kita atau tidak" lanjut Nagato. "Apa kau-", "jangan tanya Aku pernah atau tidak.. Semua manusia pernah mengalaminya" Jelas Nagato.
"Itu sakit sekali ya" kata Nagato.
'Sakit, sakit sekali Kyuu'
"Berharap bahwa orang yang kita cintai juga membalas perasaan kita"
'Itu mimpi untuk ku, Kyuu'
"Dan mencintai kita apa ada nya"
'Mustahil'
"Apa aku salah?" Tanya Kyuubi. "Tidak, hanya saja cinta datang terlalu cepat untuk mu" sahut Nagato. Nagato melirik jam di tangannya. "Sudah jam 9 malam, lekaslah tidur" Pinta Nagato.
"Apakah aku akan selalu memendam cinta ku?" Tanya Kyuubi. Nagato menghentikan langkahnya sejenak. "Tidak, meskipun dia tak akan pernah tahu perasaan mu, tetaplah mencintai karena kau layak di cintai" Kata Nagato, tanpa menoleh kepada Kyuubi. "Kau perlu istirahat" Lanjut Nagato, segera pemuda itu berjalan meninggalkan Kyuubi.
'Kau tahu Kyuu? Cinta memang sakit' Inner Nagato berkata.
.
.
.
.
Nagato's Pov
Ini soal cinta pertama mu, dimana jantung mu berdetak jauh lebih cepat saat memandangnya. Ini mungkin lebay, terlalu berlebihan, tapi aku tak peduli. Hey, mana ada orang yang bisa lari dari perasaannya? Kalau pun ada munafik namanya. Ya, lupakan yang itu! Ku pandangi gadis yang saat ini tengah serius membaca di kamarnya berhadapan dengan kamar ku.
Raut wajahnya terlihat sedih, jauh sebelum Uchiha itu datang. Tak tahu kah dia, kalau aku jatuh cinta padanya jauh sebelum kami saling mengenal? Lucu sekali jika diingat. Kau jatuh cinta pada seorang gadis yang baru menjadi tetangga sebelah rumah mu, bertemu di atas balkon, tapi tak saling menyapa, heh..Lucu bukan?
Saat pergi ke sekolah, seorang murid baru datang. Dia, dia mirip sekali dengan gadis sore di atas balkon. "Kyuubi, nama ku Namikaze Kyuubi" dia memperkenalkan namanya, malu-malu. Saat seorang sensei memintainya untuk duduk di bangku kosong, aku menggeser posisi ku agar gadis itu mau duduk di samping ku. Tapi ternyata, kenyataan berkata lain.
Kyuubi lebih memilih duduk dibangku milik Uchiha sulung dibandingkan aku. Aku kecewa, tapi tentu saja tidak ku perlihatkan.
Kembali lagi saat dimana posisi ku sekarang. Aku duduk di kursi tunggal yang sengaja di letakan di kamar ku. Ku raih gitar kesayangan ku. Ku mainkan Chord-chord lagu yang sering ku mainkan saat aku sedang sendiri. Mengalun lembut, hingga iris rubby itu menoleh ke arah ku. Ia mengulas senyum, senyum yang bahkan terlihat manis untuknya. Aku tambah bersemangat memetik senar-senar gitar cantik ku.
'Lagu yang indah' puji gadis itu melalui tulisan bertinta merah hatinya. Aku mengedipkan mata ku pertanda 'terima kasih' ku ucapkan. 'Aku ingin kau terus memainkannya untuk ku'Ia kembali menulis dan menunjukan kertas berukuran A4 itu pada ku. 'Itu gampang, asalkan kau selalu tersenyum aku akan selalu memainkannya untuk mu'Ku tulis kata demi kata untuk membalasnya. Gadis berambut merah itu menggedikan bahunya sambil tersenyum.
Aku salah tidak kalau aku menyukainya? Oh, tidak mungkin mencintainya..
Ada rasa saat dimana aku ingin melihatnya tersenyum. Saat dimana aku ingin melindunginya. Semua itu, semua yang ingin ku lakukan untuk dirinya. Kyuubi memang jarang ber-ekpresi, namun setidaknya gadis bernama Deidara itu mampu membuatnya sering terlihat ber-ekpresi, aku berterima kasih pada dirinya, yang telah mengubah kepribadian Kyuubi.
End Of Nagato's Pov
Nagato menutup tirai kamarnya tanpa melihat ekpresi Kyuubi. Ia rasa ia harus segera tidur begitu mendengar suara ibu nya meminta dirinya untuk segera tidur. Dia anak semata wayang, jadi maklum jika kedua orang tuanya terlalu Over protektif kepada dirinya.
Mendesah kecewa karena teman curhatnya meninggalkan dirinya, Kyuubi pun ikut menutup tirai berwarna merah yang di pasang rapih menutupi jendelanya. Kyuubi menghempaskan tubuhnya di kasur ukuran queen size miliknya. Terbayang saat dimana Itachi menatap matanya. Ada rasa iba saat itu, tapi dia tidak tahu kenapa ia merasa kasihan pada pemuda itu.
.
.
.
.
* Itachi's Room *
Tak berbeda jauh dengan keadaan Kyuubi, pemuda bermarga Uchiha ini tampak tidak berselera menyentuh makanan yang dibawakan oleh seorang maid untuk dirinya. Nampaknya ia masih memikirkan sosok bersurai merah dengan iris rubby yang dimilikinya. Siapa lagi kalau bukan Kyuubi. Tak ada Shion di pikirannya, bahkan di hatinya.
Pikiran dan hatinya terlalu sibuk membayangkan sosok Kyuubi. Jahat, Itachi memang jahat telah berbagi perasaan pada Shion. Itachi menarik nafas pelan-pelan, seorang Itachi bahkan bisa terlihat keluar dari sosok aslinya jika bersama Kyuubi. Ck, berlebihan sekali. Tapi memang begitu ada nya.
"Kyuubi" Itachi mengeja nama sang rubah manis bermarga Namikaze itu. Ia yang kini tengah tiduran, mengadahkan kepalanya menatap langit-langit kamarnya. Wow, sepertinya Itachi mulai mengakui perasaannya terhadap Kyuubi.
Tokk..Tokk..Tokk..
"Masuk" Seru Itachi.
Kriiettt..Blamm..
Seseorang membuka pintu kamar berwarna putih gading milik Itachi. Seseorang juga yang membuat sang Uchiha terkejut dengan kehadiran dirinya. Lantas siapa orang itu?
Sosok gadis cantik bersurai pirang agak gelap, memakai blezer berwarna coklat tua, dengan syal berwarna pastel, dan memakai stocking bermotif tartan, serta Sepatu tali widgets yang senada dengan warna blezer nya. Gadis itu mengulas senyum, tanpa mengetahui sosok dihadpannya itu terkejut oleh kedatangannya.
"Maaf, malam-malam mengganggu" kata gadis itu. "Hn" sahut Itachi, singkat, padat, dan tak jelas. Shion mengangkat satu alisnya. "Kenapa kau tak membalas Email ku?" Tanya Shion. "Tak sempat" jawab Itachi. "Lalu aku telepon juga tak di angkat" Kata Shion. "Hn" Itachi beranjak dari tempat tidur dan mendekati Shion.
"Pulanglah, sudah malam" Kata Itachi, seraya memakai jaket base ball miliknya. "Aku ingin berbicara sesuatu pada mu.." Sahut Shion. "Sudah malam, tak baik seorang gadis berada di luar rumah malam-malam begini" Itachi mengambil kunci mobilnya. "Tak apa..siang atau pun malam, asal kau mau berbicara dengan ku itu tidak masalah untuk diriku" Kata Shion.
"Dengar! Aku menjauhi mu bukan berarti aku benar-benar tidak ingin melihat mu.. Jadi, untuk saat ini biarkan aku sendiri" Kata Itachi. Kalimatnya sungguh panjang sekali. He bet, pasti karena terlalu sering berdebat dengan Kyuubi yang membuatnya seperti ini.
Grebb..
Shion memeluk Itachi dari belakang. Seakan dia adalah sosok yang sangat posesif akan rasa takut kehilangan. Itachi hendak berontak, tapi ia membiarkan Shion memeluk erat dirinya. "Biarkan seperti ini" Lirih Shion. "Meskipun ada yang lain, aku tidak akan pernah membiarkan mu meninggalkan diri ku" Lanjutnya.
"Carilah laki-laki lain yang lebih baik dari ku"
"Tidak akan pernah" Shion mengeratkan pelukannya. Tubuhnya bergetar, tangisannya mulai terdengar. "Kau yang terbaik" Lanjutnya.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hi, Readers...
Gak sengaja tadi liat Video klip nya Taylor swift yang You belong with me, kan ada tuh adegan dimana Taylor sama Lucas saling ngobrol lewat kertas dari jendela masing-masing, kayaknya seru juga ya. Makanya saya coba memasukannya ke dalam Fict ini. Maaf kalau nantinya ada yang bilang 'Ah, Authornya kekurangan Ide nih gak kreatif'. Memang, Saya memang kekurangan Ide cerita.
Terus soal, Itachi nya agak lebay dan OOC, kan Udah dibilang di sini Itachi nya agak OOC. Kayaknya bukan di fict ini saja deh, BTW, Terimakasih Review nya ya...
See, Next Chapter!
.
.
.
.
Mind To Review?
