ICHIBAN NO TAKARAMONO
NARUTO (C) MASASHI KISHIMOTO
STORY BY (C) Misa Anaru
Warning : Typo(s), Gender Bend,AU, NO FLAME
.
.
.
Sore hari terlihat begitu indah ketika disaksikan dari atas bukit, itulah yang ada dipikiran Kyuubi. Hatinya terasa bahagia saat melihat mentari yang tenggelam di ufuk barat. Tak sia-sia, jika Nagato membawanya ke tempat ini. See, dia sangat menyukai pemandangan dari atas sana. Hembusan angin benar-benar sejuk menerpa tubuhnya. Syal berwarna maroon miliknya berkibar-kibar akibat angin yang berhembus.
Tidak, Kyuubi tidak peduli dengan hal itu. Asalkan dia bahagia, angin sekencang apapun ia tidak akan pernah merasa takut. "kenapa baru sekarang kau mengajak ku?" Tanya Kyuubi, sedikit kecewa karena pemuda bersurai merah darah itu tak sedari dulu membawanya ke tempat indah tersebut. "aku tidak mengenal mu waktu itu" sahut Nagato, kalem.
Kyuubi memalingkan wajahnya tak suka. Apa maksud bicara Nagato tadi? Menyebalkan. "jadi, apa aku harus mengenal mu sejak awal?" Tanya Kyuubi. "menurut mu?" Nagato malah balik bertanya. Kyuubi menutup kelopak matanya ketika angin menerpa wajahnya lembut. "Nagato" Kyuubi berkata. Nagato menolehkan kepalanya ke samping, dimana Kyuubi berada.
"ya?" sahut Nagato.
"apa kau punya rahasia?" Tanya Kyuubi.
"tentu saja"
"apa?" Kyuubi menatap Nagato dengan raut wajah penasaran.
"apa? Maksud mu?" Nagato balik menatap dengan tatapan bingung.
"rahasia mu" kata Kyuubi.
"mendekat lah!" titah Nagato.
Tanpa curiga, Kyuubi mendekatkan wajahnya pada wajah Nagato. Dekat, sangat dekat, wajah mereka begitu dekat, hingga mereka bisa merasakan nafas mereka satu sama lain.
"sungguh kau ingin tahu apa rahasia ku?" bisik Nagato. Kyuubi menganggukan kepalanya, menjawab pertanyaan Nagato. "lebih dekat" titah Nagato. Nagato merangkum wajah Kyuubi dan menempelkan keningnya pada kening Kyuubi yang notabene lebih pendek darinya. "bukan rahasia lagi, jika ku katakana pada mu" Ujar Nagato. Darah Kyuubi seakan mendidih ketika mendengar perkataan Nagato. Damn! Ia tertipu lagi.
"BRENGSEK KAU, NAGATO!" teriak Kyuubi.
Tanpa aba-aba Nagato berlari menghindari amukan gadis bermarga Namikaze itu. "hahahahahaha" Tawa Nagato. "awas jika tertangkap, akan ku cubit sampai membiru" ancam Kyuubi, terus berlari mengejar Nagato.
"NAGATO, KEMARI KAU!"
.
.
.
.
MANSION UCHIHA
Tak ada senyuman yang tampak di wajah tampan milik sang putra sulung Uchiha yang kini sedang duduk diayunan yang terdapat di taman miliknya. Wajahnya tampak tak berselera untuk beraktivitas. Entah, apa yang membuatnya menjadi resah begini. Itachi hanya melambungkan bola rugby miliknya ke atas dan menangkapnya kembali. Tak bersemangat? Sangat, Itachi tampak tak bersemangat sore ini.
Pikirannya masih focus pada gadis bersurai jingga kemerahan yang menarik perhatiannya akhir-akhir ini. "Kyuubi" Seperti mantra yang cukup sukses membuatnya galau tak menentu.
Gila? Mungkin saja, pasalnya Itachi tak pernah seperti ini awalnya. Sikap Kyuubi yang polos dan Tsundere itu membuatnya tertarik masuk ke dalam ruang lingkup kehidupan gadis itu. Pesonanya begitu kuat, hingga sulit bagi Itachi yang hendak lepas dari jeratan Kyuubi.
"apa cinta yang membuat putra ku seperti ini?" Ujar seorang wanita bersurai redhead kepadanya. Itachi hanya mendengus tak suka melihat tingkah ibu tirinya itu. Kemana ibu kandung pemuda tampan itu? Uchiha Fugaku, ayah dari Itachi menceraikan wanita cantik itu dan menikah dengan seorang wanita bertubuh sintal, sekaligus seorang artis yang terkenal di Jepang. Sebut saja, Mei Terumi.
Hubungan keduanya memang tidak baik untuk hubungan anak dan ibu. Itachi lebih sering menganggap Mei musuh bebuyutannya, karena Itachi berpikir Mei lah yang sudah membuat kehidupan keluarganya hancur seperti ini.
"aku tak pernah memiliki ibu seperti mu" Ujar Itachi. Mei menatap nyalang pemuda yang 20 tahun dibawahnya itu. "memang" Sahut Mei. "kalau begitu, seharusnya kau sadar dan tinggalkan si tua Bangka itu!" kata Itachi. "tidak sebelum harta ayah mu, jatuh ke tangan ku dan putra ku" Mei mengelus perutnya yang agak membuncit itu.
"percayalah pada ku, kau tidak akan pernah mendapatkannya" Itachi mencoba meyakinkan Mei. "kau masih kecil, tau apa kau?" Ujar Mei, tidak suka dengan sikap anak tirinya itu. "aku tahu seperti apa para Uchiha, karena kau bukan Uchiha sedari lahir. Jadi, lebih baik kau tinggalkan mansion ini" Jelas Itachi. "apa kau masih dendam karena ayah mu menceraikan ibu mu?" Tanya Mei.
"cih, aku malah bersyukur ibu ku lepas dari tua Bangka itu" Decih Itachi.
.
.
.
.
Kyuubi's Place
"bagaimana cara memainkannya?" Tanya Kyuubi-merebut gitar yang sedang dimainkan oleh Nagato. "hey" Pekik Nagato, terkejut. "aku hanya penasaran, bagaimana cara memainkannya" kata Kyuubi, seraya memegang gitar Nagato secara terbalik. "hey, jangan begitu, Kyuu!" seru Nagato. Kyuubi menahan wajah Nagato dengan kelima jarinya agar Nagato tidak mendekat.
"Kyuu"
Kyuubi tidak mendengarkan perkataan Nagato. "kalau seperti itu caranya, kau tak akan bias mempermainkanya" kata Nagato. "eh, benarkah?" Tanya Kyuubi, layaknya orang-orang idiot yang tak pernah memegang gitar. "aku bisa mengajari mu" kata Nagato, merebut gitarnya kembali.
"ah, kau memang baik" puji Kyuubi.
"Kyuu.."
"iya?" Sahut Kyuubi. Suasana sudah semakin senja, tapi sepertinya keduanya enggan untuk pulang ke rumah masing-masing. " aku menyukai mu" kata Nagato.
Mereka saling bertatapan.
Tatap..
Tatap..
Tatap..
Tat-
"huaahahahahahahahaha" tawa Kyuubi. Nagato terkejut melihat Kyuubi yang tiba-tiba saja tertawa. "kau lucu sekali" kata Kyuubi. Nagato terdiam sejenak, pernyataannya ditanggapi seperti? Ini lucu sangat lucu. "sudah malam, ayo pulang!" ajak Nagato, berjalan memunggungi Kyuubi.
"Nagato" seru Kyuubi.
Nagato berbalik badan dan memandangi Kyuubi yang berjarak 5 meter darinya. "kau terlihat lelah" kata Nagato, berjalan mendekati Kyuubi. "naiklah!" Titah Nagato-berjongkok di hadapan Kyuubi. "kau gila? Ini bukit, nanti kalau kau lelah bagaimana?" Tanya Kyuubi. "jangan sebut aku Nagato jika menggendong mu saja tak kuat" kata Nagato.
Sedikit ragu Kyuubi akhirnya memutuskan untuk naik ke gendongan Nagato. "kau baik sekali ya" Puji Kyuubi. "terimakasih" ucap Nagato.
.
.
.
20 menit kemudian..
Nagato tersenyum ketika mendengar dengkuran halus milik gadis yang sedang ia gendong. Mungkin, karena lelah Kyuubi terlelap digendongannya sambil menenggelamkan kepalanya di perpotongan bahu Nagato. Beberapa langkah memasuki gerbang Kyuubi, Nagato dikejutkan oleh sosok pemuda raven yang sedang berdiri di samping gerbang rumah Kyuubi.
Sosok Uchiha Itachi sedikit terkejut melihat kedatangan Nagato yang sedang menggendong Kyuubi yang tengah tertidur. Matanya menyipit, menunjukan jika ia sedang menyembunyikan rasa keterkejutannya. Nagato terus berjalan tanpa mempedulikan Itachi. "apa kalian berpacaran?" Tanya Itachi.
Nagato menghentikan langkahnya sejenak. "apa itu urusan anda, Itachi-san?" Nagato balik bertanya.
"maaf" ucap Itachi.
"tapi aku hanya bertanya, tidak masalahkan" lanjut Itachi.
"memangnya urusan mu itu apa?" Tanya Nagato.
"jadi benar tak ada harapan untuk ku? Malang sekali aku" kata Itachi, mengkasihani dirinya sendiri.
"jangan bicara seperti itu... kau terlihat jika hanya kau lah yang gagal mendapatkan target mu" Kata Nagato. Itachi berjalan mendekati Nagato, ditatapnya iris ruby milik pemuda bermarga Uzumaki itu. "lalu aku harus apa?" Tanya Itachi, pura-pura tidak tahu. Dikecupnya singkat kening Kyuubi, hingga Nagato tidak sadar dengan hal itu. "jangan memberinya harapan, Uchiha-san" Tegas Nagato.
"bukan aku yang melakukannya, tapi dia yang melakukannya" Sanggah Itachi. "kau terlihat serakah" cibir Nagato. "bukankah selagi kita memiliki hati, cinta segitiga itu sering terjadi? Bukan manusia jika hanya memiliki seorang saja dihatinya" sahut Itachi, tidak suka dengan perkataan Nagato. "laki-laki yang baik adalah laki-laki yang bisa menempatkan seorang wanita dengan penuh hormat di hatinya" Nagato berkata.
Itachi tercekat dengan apa yang ia dengar. Ucapan Nagato terdengar jelas mengatakan jika Itachi adalah orang terbejat yang tak bisa memilih seorang wanita di hatinya.
"ku katakan sekali lagi-''
"manusia itu serakah Uzumaki-san" Sela Itachi.
"tapi tidak bisa kau jadikan alas an untuk memiliki dua wanita dalam hidup mu" Timpal Nagato.
"Jika kau tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik, pulanglah Itachi! Karena Kyuubi terlalu polos untuk menjalani hubungan segitiga diantara kalian" Lanjut Nagato.
.
.
.
.
Minggu pagi yang sedikit mendung membuat Kyuubi mendesah kecewa. Pasalnya hari ini ia sudah berjanji untuk menemani Nagato pergi ke toko bunga milik keluarga Yamanaka. Mungkin, kali ini ia harus mengingkari janjinya untuk yang pertama kalinya.
Tokk..Tokk...
Kyuubi membuka pintu kamarnya saat mendengar suara ketukan pintu. Siapa? Mungkin saja Naru yang hendak mengajaknya bermain atau bisa jadi pembantu rumah tangganya yang hendak membawakan makan pagi ke kamarnya. Tidak mungkin ayahnya, karena Minato sedang bertugas di desa Uzu.
"selamat pagi, Hime"
Kyuubi memutar matanya bosan saat sosok Nagato tertangkap jelas dimatanya sedang membungkukan badannya. "hah, kau.. aku kira siapa" kata Kyuubi. "kau pasti mengira aku si pangeran Uchiha itu ya?" Tanya Nagato. Kyuubi sontak saja terkejut saat mendengar pertanyaan Nagato. Kenapa tiba-tiba saja Nagato berkata seperti itu? Apa mungkin selama ini, Nagato sudah tahu jika Kyuubi menyukai Itachi?
"itu tidak penting, kau ingat janji ku kan? Ayo, ku ajari bermain gitar" ajak Nagato-seraya menarik pergelangan tangan Kyuubi. "kita mau kemana?" Tanya Kyuubi. "tentu saja ke sana" Nagato menunjuk sebuah gazebo di taman belakang rumah Kyuubi. "ah, kesana ya" kata Kyuubi, mengikuti langkah Nagato.
Ah, biarlah pagi ini Nagato mengganggu acara santai gadis pemilik surai ruby ini. Menggangu sekali-kali tidak apa-apa kan?
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Omake
"tadi malam, kau yang mengantar ku pulang ya?" Tanya Kyuubi, sambil mencoba memetik senar-senar gitar milik Nagato. "hm" sahut Nagato. "apa saat pulang kita bertemu Itachi?" Tanya Kyuubi, lagi. Nagato terdiam sejenak, memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan Kyuubi. "iya atau tidak?" Tanya Kyuubi.
"tidak" dusta Nagato. "berarti tadi malam aku hanya mimpi" kata Kyuubi. "memangnya kau mimpi apa?" Tanya Nagato, penasaran.
"aku mimpi kau dan Itachi mengobrol di tengah gelapnya malam, dan Itachi juga mengecup singkat dahi ku" jelas Kyuubi. "tapi itukan hanya mimpi, ku rasa tak perlu di khawatir kan" lanjut Kyuubi.
"kau benar! Lupakan saja mimpi mu itu" kata Nagato.
