Dei's Pov

Kalian pasti sudah tahu aku kan? Ku rasa, begitu. Hari ini aku tampak bahagia saat melihat Kyuubi-chan mulai berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Dia juga terlihat lebih ceria dibanding hari-hari sebelumnya. Apa yang terjadi? Apa gadis itu sedang jatuh cinta? Benarkah, lalu siapa pemuda beruntung yang mendapatkan cinta darinya?

"Dei"

Ku tolehkan kepala ku, saat seseorang memanggil nama ku. Bagai pepatah negeri seberang berkata 'pucuk di cinta ulam pun tiba'. Gadis yang sedang ku pikirkan itu pun datang dan berdiri tepat di hadapan ku. Ia memperhatikan gerabah tanah liat berbentuk boneka panda kecil hasil karya ku.

"apa kau yang membuatnya?"tanya Kyuubi, memperhatikan terus gerabah milik ku. Aku menganggukan kepala ku. "Kau mau, un?"Tanya ku. Dia tampak ragu dengan tawaran ku. Hm, lucu sekali. "boleh?"Dia balik bertanya. "tentu sa-"

"wah, sudah lama tidak lihat gerabah Dei-chan lagi"Gadis bersurai soft pink Sakura berjalan mendekati kami bersama sahabat ku yang satunya lagi.

"biasanya kan, Dei-chan bikin gerabah seperti ini kalau sedang galau"sahut Konan. Sontak saja aku terkejut, mendengar perkataannya. Huh, galau? Dasar Konan..

Kyuubi tampak kebingungan dengan obrolan kami. lucu, sekali jika melihat wajah bingungnya. "aku ambil yang ini"Kyuubi mengambil sebuah gerabah berbentuk apel ranum yang ku buat. "aku ambil yang ini"kini giliran Sakura yang mengambil gerabah berbentuk teddy bear. Diikuti Konan-chan yang mengambil gerabah berbentuk bunga mawar.

"kita sudah memilikinya satu per-satu"kata ku. Mereka ber-3 menganggukan kepalanya pelan. "ini adalah tanda persahabatan kita"lanjut ku lagi. "ya, aku setuju"Ujar Kyuubi. Kami menoleh ke arah Kyuubi. Tak percaya saja, dengan ucapan Kyuubi. "Apa?"tanya nya.

"kita sahabat"Konan menyerukan suaranya, sambil mengulurkan tangannya. Aku, Sakura, dan Kyuubi pun mengikuti apa yang dilakukan Konan.

"The Power Of Friendship"teriak kami bersamaan dengan tangan kami yang kami angkat ke udara.

End Of Dei's Pov

.

.

.

.

Ichiban No Takaramono

Pairing : Ita(fem)Kyuu Slight Naga(fem)Kyuu

Warning : OOC Chara, Gender Bend, Typo(s), No Flame.

Rated : T

Genre : Romance/Friendship

All Chara Belong To Masashi Kishimoto(c)

.

.

.

.

"hari ini sibuk?"

Kyuubi menolehkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh seseorang kepadanya. "tidak"jawab Kyuubi, asal. Pemuda bersurai raven itu tersenyum mendengar jawaban Kyuubi. "temani aku latihan basket "tanpa peduli jawaban yang akan Kyuubi lontarkan, Itachi berjalan menggandeng pergelangan tangan si sulung Namikaze.

Kelas yang sepi, tentu saja membuat Itachi tanpa sungkan menarik dan memaksa Kyuubi mengikuti dirinya. "hey, sudah sore tahu"Kyuubi sedikit meronta. "biar aku yang mengantar mu.."

"lagipula, sudah 2 bulan kita tidak pulang bersama"Lanjut Itachi. Mereka berdua pun berjalan menuju ruang olahraga tanpa menyadari kehadiran seorang gadis yang memperhatikan mereka dari balik tembok.

Gadis itu mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sakit, hatinya sangat sakit. Siapa yang tidak sakit, jika melihat kekasihnya kepergok berjalan dengan gadis lain? Ku rasa cemburu itu normal.

.

.

.

* Another Place *

Toko buku adalah sebuah tempat yang sangat disukai oleh para pecinta buku dan menyukai bacaan-bacaan, seperti: Novel, komik, ensiklopedia, bahkan sejarah. Sebenarnya masih banyak aneka macam buku yang tersusun rapih di sebuah rak buku, berdasarkan genre dan rating buku.

Tampak seorang pemuda bernama Uzumaki Nagato sedang asyik dengan beberapa buku yang hendak ia beli. Ia suka buku, buku apa saja. Terutama Komik dan ensiklopedia. Pemilik surai merah darah itu lebih suka menghabiskan waktunya membaca.

Terkenal serius dan misterius, tak jadi masalah untuk Nagato.

"Nagato-san"

Nagato berbalik badan, dan mendapati teman sekolahnya berdiri tepat dihadapannya. "Dei-san"Nagato membungkukan tubuhnya, memberi salam pada si gadis. "kok tidak bersama Kyuu-chan?"tanya Deidara-memeluk erat buku berjudul 'art and life' di pelukannya.

"hari ini dia piket, jadi aku pulang lebih dulu"jawab Nagato. Diperhatikannya sebuah buku dipelukan Deidara. "kau suka buku seni ya?"

"ya, Nagato-san suka tidak?"Deidara bertanya. Nagato mengulas senyuman sejenak. "tentu saja"jawab Nagato.

Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kasir. Jika, diperhatikan wajah Deidara memang cantik, tapi entah kenapa, Nagato tidak jatuh hati padanya. "kita pulang bersama ya"usul Nagato. Deidara mengangguk setuju.

.

.

.

* Itakyuu's place *

Kyuubi hanya memperhatikan Itachi yang asyik memasukan bola basket ke dalam ring. Suasana ruang olahraga begitu sepi, bahkan hanya ada dia dan si raven saja di sana. Dirasa cukup, Itachi pun berjalan mendekati Kyuubi, sambil meneguk air mineral miliknya.

"aku ganti baju dulu"kata Itachi, mengambil tas miliknya. "kau akan meninggalkan aku? Yang benar saja, inikan sudah malam"Protes Kyuubi. Itachi memasang pose berpikir. Sebuah ide pun muncul di otaknya.

Dirogohnya kantung tas miliknya. Sebuah sapu tangan berwarna putih berada digenggamannya. Kyuubi hanya menatap bingung. Mengira-ngira apa yang hendak dilakukan oleh sang sulung Uchiha itu.

Tiba-tiba saja pandangannya gelap, ketika dengan sengaja Itachi menutup matanya dengan sapu tangan tersebut. "nah"Itachi tersenyum puas. "aku jalannya bagaimana?"tanya Kyuubi, berusaha beradaptasi dengan suasana gelap.

Grebb..

Kyuubi terkejut saat merasakan tubuhnya melayang. Itachi yang dengan sengaja menggendong tubuhnya dengan gaya pengantin pria yang menggendong pengantin wanita, atau yang sering disebut bridal style.

"I..Itachi"

.

.

.

*Back To NagaDei's Place*

"biasanya kau kan pulang dengan Sasori.. Kenapa tumben sekali kau sendirian?"Tanya Nagato.

Keduanya kini terlihat tengah berjalan berdampingan di trotoar. Jam yang sudah menunjukan pukul 7 malam, tak membuat keduanya berjalan terburu-buru untuk sampai ke rumah masing-masing. Mendengar pertanyaan Nagato, Deidara menundukan kepalanya dalam-dalam.

Nagato bingung, apa yang salah dengan kata-katanya? Kenapa gadis ceria ini terlihat seperti tengah menyimpan masalah? Dan lagi, apakah Sasori ada hubungannya dengan masalah Deidara?

"m..m..memangnya Nagato-san tidak tahu, un?"Deidara malah balik bertanya. Nagato menggelengkan kepalanya. "tidak"jawab Nagato. "Danna sudah jadian dengan Hotaru senpai.. Dan sekarang mereka sedang pergi kencan"jelas Deidara.

Bruugg

"Dei"Nagato berteriak panik saat melihat Deidara terjatuh dengan darah di hidungnya. Deidara dengan wajah pucat dan tangannya yang dingin meremas pelan jari-jemari Nagato. "Astaga"Pekik Nagato.

Pemuda itu pun segera membopong tubuh Deidara ke rumah sakit. Tak peduli jika darah sang gadis menodai baju gakurannya.

.

.

.

Suasana ruang ganti terlihat sepi sekali. 5 menit berlalu, Itachi pun membantu membuka penutup mata yang menutupi mata Kyuubi. Itachi tersenyum ketika Kyuubi yang tengah duduk di atas meja bilyard membuka matanya perlahan-lahan.

Melihat Itachi yang duduk bersimpuh di bawahnya. Kyuubi sedikit terkejut, dan merona malu melihat kedekatan mereka. Wajahnya memanas, apalagi ketika Itachi mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuubi.

Posisi wajah yang dekat, membuat hidung keduanya saling menempel. Mereka saling berpandangan, hingga Itachi membawa tangan kanan Kyuubi menyentuh dadanya. Kyuubi melempar pandangannya ke arah lain, agar Itachi tidak melihat jika Kyuubi benar-benar malu saat ini.

"sudah 2 bulan aku tidak melihat mu dari jarak sedekat ini"Ujar Itachi.

"ya, sudah lama sekali"sahut Kyuubi.

Itachi memejamkan matanya sejenak. "aku menyukai mu, Kyuu"

Kyuubi membulatkan matanya. Dilepaskannya tangan kanannya dari genggaman Itachi dengan kasar. Itachi terkejut dengan kelakuan Kyuubi. "Kyuu-"

"kau tidak bisa seperti ini, Itachi"Tukas Kyuubi. Ia berusaha turun dari papan bilyard, dan berniat meninggalkan Itachi. "tentu saja bisa, Kyuu.."Sahut Itachi. "jangan egois, Shion sangat mencintai mu"Kyuubi berusaha mengingatkan Itachi.

"Kyuu-"Itachi menahan pergelangan tangan Kyuubi.

"Ku mohon mengertilah, Itachi... Aku tidak bisa"Ucap Kyuubi. Jujur saja, hatinya cukup hancur ketika mengatakan hal tersebut. Kyuubi menyukai Itachi, tapi ia tidak bisa. Mengingat jika Shion mencintai Itachi, ia benar-benar tidak mau menjadi sebuah gunting dipermainan 'gunting,batu, kertas' yang hanya bisa memutuskan hubungan seseorang.

Tidak, Kyuubi juga seorang wanita. Ia tahu bagaimana rasanya memendam perasaan yang tak terbalaskan. Ia sangat tahu. "kau tidak bisa mendapatkan dua sekaligus"bisik Kyuubi. Gadis bermarga Namikaze itu pun segera pergi meninggalkan si sulung Uchiha yang cukup syok dengan penolakan yang diterima olehnya.

.

.

.

* Skip Time *

Sesampainya di kamar miliknya, Kyuubi langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuknya. Tak ada keinginan untuk pergi ke bawah. Kyuubi menutup matanya, menahan air mata yang hendak merembes. Tak ada gunanya menangis, begitulah pikirnya.

Iris ruby nya pun melempar pandang ke arah jendela kamar Nagato yang tumben-tumbennya dalam keadaan tertutup. Biasanya Nagato akan membuka jendela kamarnya dan duduk di bangku meja belajarnya yang menghadap ke kamar Kyuubi.

Dimana Nagato? Padahalkan, lebih dulu Nagato pulang dibandingkan Kyuubi.

Cklek..

Kyuubi menoleh ke arah pintu. Tampak pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya datang membawakan makan malam untuknya. "makan dulu, nona muda"seru wanita itu. Kyuubi menganggukan kepalanya. Setelah membungkuk hormat, wanita itu pun segera pergi meninggalkan kamar sang nona muda.

.

.

.

* Dei's house *

Inoichi benar-benar terkejut mendapati putri sulungnya pingsan digendongan seorang pemuda Uzumaki yang menjadi langganan toko bunga mereka. Sebagai seorang pengusaha kelas atas, Inoichi sangatlah jarang di rumah dan memperhatikan kedua putrinya. Jantungnya berdegup tak menentu, takut jika nyawa putrinya dalam bahaya.

Inoichi benar-benar merasa bersalah. Biar bagaimanapun, tanggung jawabnya sebagai seorang ayah yang merangkap menjadi seorang ibu, sangat tidak berguna kalau sampai si sulung terluka seujung rambut pun.

Pintu kamar putri pertamanya pun terbuka. Seorang dokter wanita paruh baya, keluar dari kamar putrinya. Ia menggelengkan kepalanya pelan. "putri mu mengidap penyakit Leukemia Limfositik Akut"Ujar sang dokter. Dalam diam, Nagato begitu terkejut mendengar penjelasan dokter.

Inoichi terlihat lemas tak berdaya mendengar, jika putrinya kini mengidap penyakit mematikan. Cobaan apa lagi yang menimpa Inoichi? Istrinya juga meninggal 10 tahun yang lalu karena leukemia, dan putri mereka pun juga harus terkena penyakit yang dibenci oleh Inoichi.

Dokter yang dulu menangani istri Inoichi pun merasa iba melihat ayah dua orang anak ini kehilangan semangatnya. Ia tahu bagaimana kehilangan orang-orang yang dicintai, sangat tahu. Dokter bernama Tsunade itu pun juga pernah merasakannya.

Suami pertamanya harus meninggal kehabisan darah akibat kecelakaan saat baru pulang kerja. Lalu suami keduanya, juga harus tewas diserang perampok ketika menjemput putra tunggal mereka. Hatinya sakit, sangat sakit. Itulah yang menyebabkan dirinya tidak menikah lagi. Ia sangat takut jika kejadian itu harus terulang lagi.

"masih ada cara pengobatan untuk putri mu, Inoichi"Hibur Tsunade.

"aku sudah tidak tahu lagi,dokter..istri ku pun juga meninggal meskipun sudah berobat kemana-mana.."Lirih Inoichi. "percayakan semua pada tuhan, paman"seru Nagato. Tsunade mengulas senyum, wajah yang masih terlihat cantik itu benar-benar bangga mendengar ucapan bijak dari bibir pemuda yang bahkan 4 kali dari umurnya itu.

Inoichi menganggukan kepalanya. Ia hanya takut, jika Deidara seperti istrinya yang tidak memiliki kesempatan untuk hidup. Sungguh, Inoichi tidak mau kehilangan baik Deidara baik itu Si kecil Ino. Tidak, cukup sudah tuhan mengambil sesuatu yang berharga miliknya.

"karena sudah akut, kita harus cepat menangani putri mu"ujar Tsunade. Ia takut jika penyakit Deidara semakin parah. Melihat kesempatan hidup Deidara yang tidak begitu panjang, membuat hati nurani Tsunade miris. Dia punya cucu yang sepantaran dengan Deidara. Tentu saja, ia juga membayangkan, tentang bagaimana kalau cucunya berada dipihak Deidara. Ia sendiri juga pastinya akan 'down' seperti Inoichi.

.

.

.

* Nagato's Room (pukul 10 malam)

Nagato begitu terkejut saat melihat Kyuubi duduk diam memperhatikan ke arah jendela kamarnya. Ia bertanya-tanya, sejak kapan Kyuubi di sana. Nagato segera mengambil spidol dan kertas yang menjadi alat komunikasinya dengan Kyuubi.

'Kau kenapa?' tulisnya. Kyuubi menggambar emoticon sedih, yang ia tujukan pada Nagato. Nagato membulatkan matanya. Kenapa lagi dengan gadis ini?

'ceritakan pada ku besok! Tidurlah, kau tampak lelah'

Kyuubi menganggukan kepalanya, dan menutup tirai bermotif apel miliknya. Nagato hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kyuubi. Ia heran, kenapa gadis cantik selalu memiliki banyak masalah pribadi seperti ini. Pasti tak jauh-jauh dari percintaan. Jarang sekali, ada orang cantik yang menggalaukan sahabatnya. Terkesan egois memang. Tapi, tidak selalu seperti itu juga kan..

.

.

.

TBC (See you, next Chapter!)

.

.

.

Review?