CHAPTER 3
~Sungjae pov~
Sebentar lagi aku akan ke rumah sakit untuk check up kandunganku, aku harus lebih sering check up karena waktunya sudah semakin dekat. Aku akan ke rumah sakit sendiri hari ini, Kwang appa bekerja seperti biasa, sedangkan Min eomma sedang berada di rumah haelmoni, dan aku tidak ingin diantar Leo. Aku sudah memutuskan untuk menjauh dari Leo, biarlah ia bahagia bersama Hakyeon, aku juga jadi tidak yakin akan memberikan aegyaku kepada mereka mengingat Hakyeon juga sedang mengandung, mereka pasti membeda-bedakan antara anakku dan anak Hakyeon.
Aku membuka lemari pakaianku, meraih sebuah jaket besar berwarna biru dan mengenakannya. Kuraih smartphone dan dompetku kemudian aku langsung meninggalkan rumah menuju ke halte yang tidak terlalu jauh dari rumahku.
Tak lama kemudian bus yang kutunggu datang, aku segera melangkahkan kaki masuk. Penuh. Tidak ada tempat duduk yang tersisa untukku, padahal seiring membesarnya perutku aku semakin tidak kuat berdiri terlalu lama.
"Yook Sungjae," seseorang menyebut namaku.
Aku menoleh ke arah sumber suara. Namja itu lagi. Shin DongGeun.
"Ah, Shin DongGeun," sapaku sambil tersenyum ke arahnya.
Ia berdiri dan mempersilahkanku duduk di bangku yang tadi didudukinya. "Duduklah disini, kau pasti lelah kalau berdiri."
"Kamsahamnida," ucapku sambil membungkukkan tubuh kemudian duduk di bangkunya.
"Sendirian eoh?"
Aku mengangguk. "Ne, kau juga?"
Ia kembali tersenyum kepadaku. "Tentu saja, aku selalu sendiri."
"Selalu sendiri?"
"Karena appa, eomma, dan eonniku ada di Amerika. Aku sendirian disini, dan kau teman pertamaku disini."
Teman pertamanya? Aku senang jadi teman pertamanya, ia juga teman pertamaku setelah aku hamil dan satu-satunya temanku saat ini. "Kau juga satu-satunya temanku."
Kami tertawa kecil bersama.
"Ah, aku sudah sampai, duluan ya, annyeong," ucapnya saat bus berhenti di sebuah halte, saat sudah turun dari bus ia melambaikan tangan padaku, aku dapat melihatnya dari jendela, dan tentu saja aku membalas lambaian tangannya.
Aku tersenyum bahagia karenanya. Ternyata masih ada seorang namja yang mau berteman denganku, seorang namja yang mengandung, apalagi tanpa seorang suami.
.
.
.
~Author pov~
Di apartment Le-Yeon couple…
"Yeobo…"
Hakyeon terlihat sedang bergelayut manja di lengan kiri Leo – suaminya – yang sedang asyik membaca Koran.
"Yeobo, kau yakin akan tetap mengambil anak Sungjae?" tanya Hakyeon.
"Tentu," jawab Leo singkat tanpa mengalihkan padangannya dari kertas koran yang sedang dibacanya.
"Tapi kita juga akan memiliki anak, yeobo, aku tidak yakin aku bisa mengurus dua orang aegya secara bersamaan. Usia mereka kan hanya berbeda setengah tahun."
Leo memandang istrinya dengan tatapan tidak suka. "Aku akan mengurusnya kalau kau tidak sanggup."
.
.
.
~Author pov~
Tanggal operasi Sungjae sudah ditentukan, ia akan melahirkan dengan operasi caesar karena seorang namja tidak mungkin melahirkan secara normal layaknya seorang yeoja. Karena sudah pasti melalui operasi caesar, Sungjae tidak perlu menunggu kontraksi seperti seorang ibu yang akan melahirkan secara normal, asalkan usia kandungannya sudah cukup operasi bisa segera dilaksanakan. Setelah berkonsultasi dengan dokter dan eommanya Sungjae memutuskan untuk melahirkan anaknya pada tanggal 31 Desember, tepat di akhir tahun.
"Sungjae, kau sudah memberitahu Leo?"
Sungjae menoleh ke arah Min eomma yang ada di sampingnya. "Belum, eomma."
"Cepat beritahu, kan operasinya besok lusa."
Sungjae mengangguk. Ia meraih smartphonenya dan mencoba menghubungi Leo.
"Tidak ada jawaban, eomma. Mungkin dia sedang sibuk."
"Tinggalkan pesan saja."
Ia mengangguk dan segera mengirim pesan kepada Leo, appa dari aegya yang berada di dalam perutnya.
.
.
.
~Sungjae pov~
"Sudah siap semua?" tanya Min eomma yang melihatku berjalan keluar kamar dengan membawa sebuah tas besar, kami akan segera berangkat ke rumah sakit, aku akan menjalani operasi caesar untuk melahirkan anakku siang ini. Berbagai macam rasa bercampur dalam dadaku, bahagia, gugup, takut, dan berbagai macam perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Aku mengangguk. "Sudah semua, eomma."
"Ayo kita berangkat, kajja!" kata Kwang appa yang sudah menunggu di ambang pintu sedari tadi.
Kami bertiga segera menuju ke rumah sakit, hanya bertiga, hanya aku, Kwang appa, Min eomma, dan… Ani, kita berempat, bersama dengan aegya yang berada di dalam perutku ini.
Leo sama sekali tidak membalas pesanku, juga tidak mencoba menelponku balik. Ia terkesan sama sekali tidak peduli dengan kelahiran anak kami. Ya mungkin karena Hakyeon juga sedang mengandung, jadi perhatiannya tertuju pada Hakyeon dan anak mereka sepenuhnya.
.
.
.
~Author pov~
Kwang appa dan Min eomma mondar-mandir seperti setrikaan di depan ruang operasi menunggu putra semata wayang mereka yang sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan cucu mereka.
"Yeobo, kenapa Leo dan orang tuanya tidak juga datang?" tanya Kwang appa yang tiba-tiba teringat sesuatu.
Min eomma menghentikan langkahnya. "Kita bahkan belum memberitahu mereka. Aku akan segera memberitahu mereka." Ia mengeluarkan hp dari saku jaketnya dan menelpon seseorang.
"Yeoboseyo…"
"…."
"Ani, saya hanya mau memberitahu bahwa saat ini Sungjae sedang menjalani operasi caesar untuk melahirkan bayinya."
"…."
"Ne…"
"….."
"Araseo."
Min eomma menutup hpnya. "Mereka akan datang sore ini."
.
.
.
Seorang namja yang tengah berbaring di sebuah ranjang mengerjapkan matanya, ia baru terbangun dari tidur lelapnya karena efek obat tidur yang diberikan kepadanya disamping obat bius sebelum operasi berlangsung.
"Sungjae, kau sudah sadar?" tanya seorang namja yang sedari tadi berada di sampingnya.
Namja bernama Sungjae itu mengangguk lemah.
"Aegyamu telah lahir dengan selamat, bayi laki-laki, dan sangat tampan, sama sepertimu. Appa sedari tadi tidak mau meninggalkan ruang bayi, ia sangat senang memandangi bayimu," ujar namja yang kini berstatus sebagai haelmoni tersebut.
Sungjae tersenyum mendengarnya. Tiba-tiba senyumnya pudar ketika mengingat sesuatu. "Leo hyung belum juga datang kesini?"
Min eomma menggeleng. "Belum, tapi tadi Jung Ilhoon bilang mereka akan datang sore hari."
Sungjae melirik jam dinding yang berada di dinding sebelah kanannya. "Tapi ini sudah sore, bahkan sudah hampir malam."
"Tunggulah sebentar, mungkin mereka masih ada urusan."
"Ya, mereka pasti sibuk mengurus Hakyeon, hingga lupa padaku dan anakku yang baru saja lahir ke dunia," jawab Sungjae dalam hati.
TBC
