CHAPTER 6
"Leo, berikan saja anak itu pada eommanya, sebentar lagi Hakyeon juga akan melahirkan seorang anak untukmu," Jung Ilhoon ikut merayu Leo untuk mengembalikan Hongbin pada Sungjae.
"Ne yeobo, benar apa kata eomma, kita akan memiliki anak sebentar lagi. Jadi biarlah Hongbin bersama Sungjae, kau lihat sendiri kan kalau Hongbin selalu menangis dan baru berhenti setelah Sungjae datang," bujuk Hakyeon.
Leo terus memandangi Sungjae yang tengah menggendong sambil menyusui anak mereka melalui botol susu. "Tapi aku tidak mau Hongbin tumbuh sebagai seorang anak yang tidak memiliki ayah. Aku mau dia tumbuh seperti anak lainnya."
"Dia tetap memilikimu, dan kau tetap miliknya, kalian masih bisa bertemu setelahnya. Itu akan jauh lebih baik, Leo. Ia akan tetap mengenalmu sebagai ayah kandungnya dan Sungjae sebagai ibu kandungnya. Itu lebih baik daripada ia besar bersamamu dan Hakyeon sebagai ibu tirinya," ucap Hyunsik – appa Leo – yang juga datang karena panggilan dari menantunya.
Sungjae hanya diam memandangi wajah aegyanya yang kini telah tertidur dalam gendongannya, ia melepaskan botol susu bergambar panda yang dipegangnya dari mulut Hongbin dan meletakkannya di meja.
"Walaupun tau ayah dan ibu kandungnya tapi ia akan merasa tumbuh dari keluarga broken home, aku tidak ingin pertumbuhannya terganggu oleh karena itu," ucap Leo.
"Kalau kau berharap aku bisa menjadi eomma yang baik untuk Hongbin menggantikan Sungjae, jangan harap," kata Hakyeon sambil memandang Sungjae dan Hongbin dengan pandangan tidak suka.
Sungjae menunduk, menahan air matanya yang akan menetes sebentar lagi. Ia tak tau harus berbuat apa saat ini.
"Kalau begitu aku yang akan menjadi appanya, aku berjanji akan menjadi appa yang baik untuk Hongbin," DongGeun yang sedari tadi terdiam mendengarkan kini menyela mereka. Sepertinya ia sudah mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Sontak Leo, Hakyeon, Ilhoon, Hyunsik, dan Sungjae menoleh ke arah DongGeun yang masih berdiri beberapa meter jakarnya dari pintu kamar Le-Yeon – tempat mereka berada sekarang.
"Aku akan menikah dengan Sungjae dan merawat serta membesarkan Hongbin seperti anak kandungku sendiri," tambahnya.
Hakyeon tersenyum. "Leo, lihat, Sungjae sudah memiliki kekasih baru dan mereka akan segera menikah. Calon suami barunya juga mau menerima Hongbin. Kau juga tetap bisa bertemu dengannya, walaupun bukan sebagai ayah kandungnya, tapi aku yakin dia kan menjadi ayah yang baik untuk Hongbinmu itu," ujar Hakyeon sambil menatap kedua obsidian Leo, ia menarik tangan Leo dan meletakannya atas perutnya yang sudah sedikit membesar. "Dan kau akan segera memiliki anak dariku."
"Leo hyung, biarkan aku dan DongGeun yang merawatnya, aku juga yakin DongGeun akan menjadi ayah yang baikn untuk uri Hongbin," kini Sungjae setuju dengan Hakyeon, membuat Leo tidak memiliki pilihan lain selain menyetujuinya. Percuma saja ia mempertahankan Hongbin untuk tetap bersamanya, karena Hakyeon – selaku ibu tiri Hongbin – tidak akan memperlakukannya dengan baik, sementara calon ayah tirinya berjanji akan merawatnya seperti anak kandung.
"Baiklah… Aku mengalah," ucap Leo akhirnya, membuat lima namja di sekitarnya menghembuskan nafas lega. "Tapi kalian harus berjanji untuk membiarkanku bertemu dengan Hongbin walaupun bukan sebagai ayah kandungnya, biarkan dia mengenalku sebagai ayah angkatnya."
Sungjae, Hakyeon, dan DongGeun mengangguk bersamaan. Dan dengan itu Hongbin menjadi milik Sungjae sepenuhnya.
.
.
.
"DongGeun, gomawo," ucap Sungjae sambil membukkan tubuhnya sembilan puluh derajat.
Kini mereka sedang berada di ruang tengah rumah Sungjae. Kwang appa dan Min eomma sedang pergi entah kemana, Hongbin juga masih tertidur dan sudah diletakkan di boks bayinya.
"Tidak perlu berterima kasih padaku." DongGeun menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Sejurus kemudian ia meraih kedua tangan Sungjae dan menggenggamnya erat. "Sungjae, aku serius. Apa yang aku katakan tadi serius. Aku benar-benar akan menikahimu dan menjadi appa yang baik untuk Hongbin."
Sungjae merasa jantungnya berdegup empat kali lebih kencang. Perlahan air mata kebahagiaan menetes membasahi kedua pipinya.
DongGeun tersenyum, kemudian membawa namja jangkung di hadapannya ke dalam pelukan hangatnya. "Would you marry me?"
Sungjae menenggelamkan wajahnya di dada bidang DongGeun. "I do…," jawabnya lirih, membuat namja yang tengah memeluknya tersenyum bahagia.
"Tapi aku bukan orang baik-baik, aku merasa tidak pantas untuk menjadi istrimu, aku…" Sungjae tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena DongGeun telah mengunci bibir seksi Sungjae dengan bibirnya.
"Aku mencintaimu, dan aku akan menerimamu apa adanya," ucap DongGeun setelah sesi ciuman mereka berakhir.
END
Gomawo yang uda pada kasih dukungan dalam bentuk review ^^
gothiclolita89 = anaknya sekarang uda di Sungjae kok, ne Leo & N bakal dapet anak baru sebentar lagi
yongchan = akhirnya Sungjae dapet gantinya kok… Leo pantes kayaknya jadi peran antagonis
WhiteXX = DongGeun itu Peniel BtoB. Sekarang Hongbin uda ama eommanya
damean = menurut apa yang aku liat di vixx diary & plan v diary sih Leo emang sifatnya kyk gitu.
Percaya atau enggak, this is a story of someone i know, dengan banyak perubahan disana sini tentu saja
Cuma ide cerita awalnya aja sih, mulai dari pertengahan sampai akhirnya aku ubah semua, yang aslinya gak kyk gitu, sebenernya mau aku bikin sama persis kyk kisah hidup "orang itu" tapi gak tega sama Sungjae dan Hongbin T.T
Dan aku mulai pengen bikin ff ini karena – menurutku – di MTV diary (waktu BtoB & VIXX main bowling bareng) Leo kelihatan tertarik sama Sungjae, dan kebetulan juga Sungjae & N mirip. Jadi rasanya uda dapet 3 main cast yang tepat.
Overall, thank you so much….
