Halo haloo kembali lagi bersama Karin di Remember Meee! *disorakin* oke santai santai. Tapi berapa lama aku gak update fic ini yaaa? Huwee jahat sekali ya karin T-T Yasudah, mari kita capcus ke chapter 6!

Disclaimer

FairyTail belongs to Hiro Mashima


Preivous Story

Badan Lucy semakin tak kuat menahan dingin yang menusuk permukaan kulitnya. Tidak seperti sebelumnya, kali ini ia sudah memakai pakaian tebal dan berlapis-lapis. Tentu tidak selebay seperti Gray di Edolas.

Giginya mulai gemeletuk, badannya menggigil, kulitnya memucat. Lucy memeluk kakinya, berharap dapat memproduksi kehangatan seperti Natsu. Ia terus menggumamkan sebuah lagu agar pikirannya tak kosong. Sampai ia mendengar sebuah langkah kaki... dan Lucy menjadi panik...

.

Remember Me

.

Genre : Romance

.

Pair : NatsuXLucy

.

Maaf bila gaje, OOC, typo(s), dan kekurangan lainnya

.

[Lucy POV]

Angin begitu dingin. Tanah yang kupijak pula kududuki pun dingin. Semuanya dingin. Hanya aliran darahku yang mampu membuat tubuhku 'sedikit' hangat. Natsu dan Happy lama sekali sih...

Tap... Tap... Tap...

Suara langkah kaki? Kurasa seseorang mendekatiku... Kenapa jantungku berdegup kencang? Kenapa aku jadi takut dan cemas begini? Aku terlalu takut untuk menengok ke belakang... Keringat dingin mulai membasahi permukaan kulit tubuhku. Rambut halus di tubuhku mulai merinding.

Tap... tap... Tap...

Langkah itu semakin dekat! Apa yang harus kulakukan?! Natsu tidak disini. Bagaimana iniiii...

Tap... tap... tap...

Hanya kurang dari satu meter lagi orang itu mendekatiku. Aku tak dapat melihat bayangannya karena ini sudah malam dan begitu gelap.

Tap... tap... tap...

Langkahnya berhenti. Dan ia langsung menghamburku dengan sebuah pelukan hangat dari belakang tubuhku.

"Tadaima..." Suara lembutnya di telingaku terdengar seperti bel pulang sekolah yang dinanti nantikan siswa siswi yang telah belajar. Begitu menenangkan, dan menyenangkan. Hatiku menjadi lega. Suhu tubuhnya yang abnormal itu pun membantuku untuk menghalau rendahnya suhu lingkungan. Namun tubuhku masih gemetaran. Dan aku tak menjawab ucapannya. Bibirku seperti terkatup rapat. Tak ada energi untuk bicara. Seharusnya dari tadi aku bergerak agar tak membeku seperti ini.

"Luce?"

Lagi lagi aku tak bisa meresponnya. Ia memelukku makin erat. Kemudian ia melepasnya, dan berlari menghadapku. Aku menatap matanya, bulatan berwarna hitam yang lembut dan indah. Raut wajahnya nampak khawatir. Apa ia mengkhawatirkanku? Ia menggoyang-goyangkan tubuhku. Namun aku masih larut dalam matanya. Membaca setiap kata yang seolah terucap dari kilauannya.

Saat aku tersadar dari lamunanku. Kedua ujung bibirku menaik, tersenyum manis untuk pria berambut pink yang ada di hadapanku. "Okaeri, Natsu." Jawabku pelan. Natsu akhirnya membalas senyumku. Senyum yang telah lama kurindukan. Ia pun memeluk diriku, memberikan seluruh kehangatannya... dan mungkin kasih sayangnya? Tidak tidak. Tidak, Lucy.

"Hey, kurasa misi kita itu menyelamatkan putri yang hilang, bukan menyelamatkan gadis yang kedinginan." Sahutku bercanda sedikit. Kemudian Natsu melepaskan pelukannya, dan bertingkah sedikit... salah tingkah?

"Ah ya... maafkan aku." Ia pun menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal.

"Ngomong-ngomong, dimana Happy?" Tanyaku. Tiba-tiba seekor exceed berwarna biru terbang memutar mutar di atas kepalaku dan Natsu.

"Kau menyukainyaaaaaaaaaaa!" Teriaknya bahagia. Kurasa mukaku memerah padam. Aku menelungkupkannya di dalam tanganku, agar tiada yang dapat melihatnya.

"Happy, dimana kayu kayu yang sudah kita cari?" Tanya Natsu berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Eh... ano... terjatuh dan menggelinding saat kau lari ke dalam gua. Lalu aku mengejarmu dan meninggalkan kayunya."

Hening menyelimuti atmosfer gua itu. Aku bersweatdrop atas pernyataan Happy yang begitu... bodoh.

"Ayo kita cari kayu lagi!" Teriak Natsu bersemangat, meninju-ninjukan tangannya ke udara.

"Tidak. Kau mau aku mati kedinginan eh? Nyalakan apimu setidaknya sampai besok pagi. Aku mau tidur dulu!" Ucapku dengan nada marah. Aku menimpakan deathglare-ku pada mereka berdua. Dan Natsu pun langsung menyalakan apinya, sedang Happy langsung menghambur ke api dari tangan Natsu dan menjaganya agar tetap menyala bak sedang menjaga apinya babi ngepet -_-"

"Bagus Happy! Jangan sampai apinya mati! Kalau mati, rejeki kita bablas!"

Aku pun menggeplak kepala Natsu. "Memangnya kita lagi jaga api babi ngepet heh?!"

"Aw Luce, sakit tau." Natsu pun memanyunkan bibirnya seperti anak kecil. Sambil mengusap ngusap kepalanya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya masih menyalakan api yang tentu saja dijaga ketat oleh Happy XD

"Hahaha, aku hanya bercanda. Lagian kalau apinya mati bukannya kau bisa menyalakannya lagi?"

Kemudian muncul lampu bohlam yang menyala di atas kepala Natsu. "Hey, kau benar juga Luce!" Kemudian ia menyunggingkan grinsnya.

Aku tak membalas ucapannya, hanya tersenyum tipis. Lelaki ini benar-benar bodoh, walau begitu.. aku tetap mencintai... EEEH! Lucy! Stop. Stop. Kau tak boleh larut dengan suasana ini! Dan tak kusadari aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

"Lucy aneh, tiba tiba menggelengkan kepalanya sendiri." Happy pun ikut menggelengkan kepalanya. Saking semangatnya, angin ikut berhembus kencang dan api pun mati dalam sekejap.

"Happy bagaimana ini?! Apinya mati!" Natsu pun kalang kabut melihat api di tangannya musnah dan asap tipis mengebul dari jari-jarinya.

"HUWEEEE! Natsu maafkan akuuuu..." Happy pun mewek.

"HUWEEEEE..." Natsu pun ikut mewek bersama Happy.

Aku menggelengkan kepalaku dan memasukkan tubuhku ke dalam selimut yang kubawa.

"Oyasumi, Natsu, Happy."

"Oyasumi Lusssyyyy."

Sebelum mataku tertutup, aku melihat Happy mulai tertidur. Aku pun tersenyum dan menutup mataku.

"Oyasumi... Luce..."

Cup!

IOIOIOIOIOIOIOIOIOIOIO

[Natsu POV]

"Hoaaamhmm..." Nguap pagi ini tak tertahankan lebarnya. Mungkin gara-gara semalam aku gak tidur kali yah... Apa yang terjadi semalam? Tentu saja aku tak mau terlelap! Aku harus menjaga Lucy! Dan Happy tentu saja. Kenapa aku begitu bersemangat untuk melindungi Lucy? Aaaahhh kenapa jantungku berdebar kencang begini? Apa aku sakit? Tidak tidak. Seorang Natsu Dragneel tidak mungkin sakit! Yah... kecuali mabok kendaraan.

"Kau sudah bangun Natsu?" Terdengar suara gadis. Aku menengok ke arahnya.

"Yup! Tidurmu nyenyak Luce?" Ujarku membohong sedikit. Aku hanya tidak ingin membuat Lucy khawatir... Eh? Tentu saja karena dia nakamaku!

"Ya, begitulah. Hey, kau tidak tidur ya? Kantong matamu item tuh!"

"A.. a..aku tidur kok! Ciyus deh! Kenapa memangnya? Kau mengkhawatirkanku?" Tanyaku sembari menaik-naikkan alisku. Muka Luce sontak memerah, apa ia sakit?

"T... t.. tidak!" Ia kemudian menundukkan kepalanya. Rambut pirang halusnya terjatuh menutupi wajah cantiknya.

"Kalian saling menyukaiiiiiiiiiiiii!"

"TIDAK!" Aku dan Lucy kompak berteriak. Iish, ada apa denganku ya?

[Normal POV]

Suasana menjadi hening. Natsu dan Lucy larut dengan pikirannya masing-masing. Sementara Happy?

"Ne, Natsu, Lucy, cacing-cacing di perutku mulai dangdutan..." Ujar Happy pelan, sambil mengusap-ngusap perut buncitnya.

"Happy! Cacing di perutku juga dangdutan! Sebaiknya kita menyatukan mereka supaya lebih oke!" Natsu menyahut dengan muka polosnya. Lucy pun bersweatdrop, kemudian menyahut, "kalau begitu ayo kita keluar dari sini. Tidak kah kalian ingat kita sedang menjalankan misi?"

Mereka bertiga pun berjalan keluar dari gua. Dan terdiam begitu saja. Lucy melihat Natsu yang sedang mengendus-ngendus udara. Tidak, Lucy menatap wajah Natsu lekat-lekat. Entah kenapa terdapat perasaan rindu, rindu untuk dicintai seorang Natsu Dragneel. Ah Lucy, tidak mungkin Natsu mencintaimu, Lucy pun menepis pikirannya tersebut.

Tiba-tiba Natsu memutar kepalanya 90 derajat ke arah Lucy, membuat gadis itu sedikit tersentak. "Eh, Luce, kau menangis?" Natsu pun menyelidik mata Lucy yang mulai berkaca-kaca.

"Ah?" Jemari lentik Lucy menyentuh matanya. Benar, matanya kini sudah berair. 'Kenapa aku menangis hanya dengan melihat Natsu?' Tanyanya dalam hati. Namun bibirnya berkata lain, "ini hanya kelilipan aja." Ia pun mengucek matanya seakan benar-benar kelilipan.

"Oh, baiklah." Balas Natsu singkat. Bagaimana ia bisa percaya dengan kebohongan kecil Lucy? -_-

Pria berambut merah muda itu kembali mengendus udara, sepertinya ada bau yang khas. Bau makhluk hidup? "Hey aku mencium bau makhluk hidup!" Teriaknya memecah keheningan suasana.

"Kau yakin itu bukan bauku, baumu atau bau Happy?" Tanya Lucy menengok ke arah Natsu.

"Hey! Aku tidak bau tau!" Happy protes sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Iya, aku juga tidak bau!" Natsu pun ikut-ikutan protes dan berpose seperti Happy.

"... Lupakan sajalah." Lucy sudah lelah untuk berdebat dengan duo partnernya yang idiot ini.

"Serius Luce! Ayo! Happy!" Natsu langsung menggenggam tangan Lucy dan berlari ke arah jam 2. Happy pun terbang mengikuti mereka berdua.

IOIOIOIOIOIOIOIOIOIOIOI

"V...Vulcan?" Ucap Lucy pelan, melihat apa yang dihadapinya, Natsu dan Happy. Penciuman Natsu memang kadang-kadang bisa salah.

"DIMANA KAU MENYEMBUNYIKAN PUTRI HEH?!" Natsu berteriak sambil berlari ke arah Vulcan itu, bersiap-siap melepaskan sebuah tonjokkan maut.

Si Vulcan dapat menghindari Natsu dan berlari ke arah Lucy dengan napsu. Lucy pun segera mengeluarkan kunci zodiaknya.

"TAURUS!" "SCORPIO!"

Sementara Scorpio membuat puting beliung dari pasir (yang entah darimana munculnya hahah), Taurus mengacungkan kapak saktinya. "Sandstorm Axe Aldebaran!" Dengan hembusan maut itu sang Vulcan terpelanting ke belakang.

"Maafkan aku Lucy-san. Tapi aku harus kembali, oi!" Sahut Scorpio dengan tangan 'metal'nya.

Lucy hanya melepaskan sebuah kata dari mulutnya, "eh?"

"Kau memanggilnya saat kami akan berkencan." Tiba-tiba Aquarius muncul dengan sendirinya kemudian menggaet lengan Scorpio. "Tch. Kami pergi, jomblo." Ucap Aquarius sebelum menghilang, sambil mengulang kembali kata-katanya, "Jomblo."

"Hey! Kau tak usah mengulang kata 'jomblo'!" Lucy protes sambil mengepalkan tangannya di udara dan mengayunkannya.

Scorpio pun dibawa pergi oleh Aquarius dengan semena-mena. Lucy melihat ke arah Taurus, dan Taurus pun menghilang. "Dia tak mau terserang virus jomblomu, Jomblo." Terdengar suara Aquarius kembali terngiang-ngiang. "Emang salahku kalau aku jomblo?! Huh." Lucy memanyunkan bibir plumnya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Happy melayang mendekati Lucy. "Lucy, apa itu jomblo?"

"Iya, Luce. Jomblo itu apa?" Natsu duduk sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Hening sesaat. Bahkan vulcan pun juga ikut duduk dan mendengarkan. Sampai akhirnya author bilang vulcan untuk menyerang mereka kembali! Huahaha. (apa ini)

Vulcan pun berlari mendekati Lucy, karena ada Happy yang menghalangi, binatang gak jelas itu langsung nabok Happy ke arah mana pun supaya tidak menghalanginya untuk menemui 'target'nya. "Happy!" Natsu dan Lucy teriak berbarengan.

"Wanita!" Katanya dengan napas paling napsu sedunia.

"Kyaaa!" Lucy berteriak dan kabur. Sedangkan Natsu? Ia berlari menghampiri Happy yang habis ditabok monyet gila ups, Vulcan maksudnya. Mata Happy tampak seperti spiral yang berputar-putar, serta muncul ikan-ikan yang juga berputar-putar di atas kepalanya.

"NATSU! Lakukan sesuatuuu!" Lucy berteriak sambil terus berlari, sementara Vulcan jelek itu masih bersemangat mengejar 'wanita'nya.

IOIOIOIOIOIOIOIOIOI

"Natsu, Lussy, aku lelah." Ujar Happy yang masih melayang di atas Natsu dan Lucy yang terus berjalan entah kemana pun kaki mereka melangkah. Yup, mereka, lebih tepatnya Natsu, telah menghabiskan Vulcan napsu itu. Dengan beberapa tonjokkan maut Natsu, si Vulcan langsung K.O di tempat.

"Seharusnya aku yang bilang itu Happy. Kau kan hanya terbang..." Lucy ikutan mengeluh. Jujur saja, kakinya memang letih berjalan, apalagi ia habis marathon akibat dikejar makhluk mesum tadi.

"Terbang juga melelahkan tau!" Happy pun membela diri. Lucy menghela napas, "kalau begitu berjalan lah."

Poof! Sayap Happy menghilang dan ia pun ikut berjalan bersama Natsu dan Lucy. Sambil berjalan, Lucy menyadari bahwa Natsu hanya diam saja. "Ne, Natsu ada yang salah?"

Natsu terdiam. Tiba-tiba ia berhenti berjalan. "Aku mencium bau perempuan... dan bau laki-laki?"

Lucy menghela napasnya lagi, kali ini ia memutuskan untuk percaya pada Natsu. Walaupun insiden Vulcan yang barusan membuatnya hampir menjadi santapan monster. "Dimana?" Tanyanya pelan.

Natsu kemudian mengendus-ngendus udara, "ah! Di belakang kita!"

"Eh?" Mereka bertiga membalikkan badan mereka.

"P-p-pu-putri?!" Sahut Lucy sambil merogoh sesuatu dalam kantongnya. Ia pun mengeluarkan sebuah foto yang diberikan Yui Konami, ibu dari Ema Konami, putri yang mereka cari. Happy ikutan melihat foto, serta membandingkan apa yang ia lihat di foto dengan apa yang ada di hadapannya. Rambut coklat bergelombang, iris matanya berwarna hijau, dan memakai liontin berbentuk bintang... Ah! Tepat seperti di foto."Kau Ema Konami?" Tanya Lucy, ingin membuktikan hipotesanya.

"Ya." Jawab Ema singkat.

"YOSH! Satu miliar jewel!" Natsu dan Happy bersorak-sorai di belakang Lucy, jelas mereka sangat amat bahagia karena mendapat rejeki nomplok.

"Tidak." Ema bergumam singkat.

"Apah?" Natsu dan Happy berhenti bergerak. Lucy kemudian menyadari sesuatu, "siapa laki-laki ini Ema-san?" Pria di belakang Ema memakai pakaian butler. "Jangan-jangan..."

"Hime-sama sudah kembali pulang saat kalian pergi. Kami bermaksud mencari kalian dan memberitahu bahwa Hime-sama sudah kembali ke rumah." Jawab sang butler.

"J-j-jadi... kita gak jadi dapet uang 1 miliar?" Natsu bertanya, berharap akan mendapat keberuntungan.

"Tidak." Lagi-lagi Ema menjawab dengan juteknya.

Gubrak! Natsu, Lucy dan Happy pingsan di tempat. Gak pingsan deng, cuma shock sesaat.

"Mage dari Fairy Tail, sebagai ucapan terimakasih telah mau mencari Hime-sama, maukah anda sekalian kami antar pulang ke kota?" Sang butler pun menawarkan untuk mengantar mereka pulang. Natsu, Lucy dan Happy hanya bisa mengangguk pasrah.

IOIOIOIOIOIOIOIOI

"Lussyyy, aku lapar." Ujar Happy yang mulai rewel. Sementara Lucy daritadi hanya terdiam, menatap ke luar kereta. Kini mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Magnolia. Bibir Lucy segera bergerak, menjawab Happy dengan suara yang pelan, "nanti di rumah aku masakkan makanan untuk kalian berdua."

"Huweee Lucy baik sekaliiiii!" Happy pun merebahkan badannya di kursi, kemudian tidur.

'Eh? Mudah sekali Happy tidur...' batin Lucy dalam Hati. 'Tapi kalau aku juga tidur, siapa yang akan menjaga Natsu dan Happy?'Mata Lucy beralih menuju makhluk yang ada di pangkuannya, seorang dragon slayer bodoh berambut merah muda. Tampaknya Natsu tidur sangat pulas setelah ditonjok Lucy agar Natsu tidak rewel karena mabok kendaraan.

"Luce..."

Lucy kaget melihat bibir Natsu bergumam kecil. Apalagi yang ia gumamkan adalah nama Lucy. Lucy semakin memperhatikan Natsu. Kemudian, Natsu mengigau lagi.

"Kenapa..."

"Kenapa?" Lucy mengulangi igauan Natsu, menunggu lanjutan dari kalimat yang ia igaukan.

"keningku..."

"Keningmu?" Lucy masih tidak mengerti dengan igauan Natsu.

"kau..."

"aku?"

"kecup?"

Lucy berusaha menyatukan kata-kata Natsu. "... kenapa keningmu aku kecup?" Hening sesaat.

"HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH?" Lucy teriak sambil menutup mulutnya. 'Natsu menyadari kalau aku mengecup keningnya?' Batin Lucy bergejolak. Diikuti pipinya yang merah merona. Pikiran Lucy yang berkecamuk dibantah oleh igauan Natsu yang berikutnya.

"aku..."

Jantung Lucy berdegup dengan kencang. Namun ia tetap membiarkan Natsu mengigau.

"aku... mencintai..."

Rasanya jantung Lucy akan meledak beberapa saat lagi.

.

.

.

.


Bersambung! Yosh! Akhirnya Karin bisa menyelesaikan chapter ini. Sempet kena virus writers block hihihi maafkan aku yaaaa. Semoga kalian masih ingin membaca fic ini hiks hiks. Mari kita balas review.

Xx-RedSky-Dragneel-xX : Maaf ya karin gak bisa update kilat huhuhu... Habisnya aku suka adegan yang bikin deg-deg-an sih jadi selalu dibikin cliffhanger yang deg-deg-an hahaha

Yodontknow : Tebakan anda benar hihihi :3 Untung aja bukan orang jahat ya ;)

Wirna : Eng ing eng, ternyata orangnya Natsu hihihihi :3 Terimakasih, semangat juga wirna-chan! :D

Hana Hii-chan : Huahhaa, sebenernya itu ide bagus untuk membuat Lucy pingsan hahaha, tapi Karin tidak tega membuat Lucy terus menderita T-T Maafkan gakbisa update kilat T-T

RyuuKazekawa : Kan ceritanya orangtua sayang anak, berapapun uangnya yang penting anak selamet... Huwee Gomenne, karin gak bermaksud nyamain sama ficnya Ryuu-san kok

Santika widya : Natsu nyadar gak ya? Hahaha, setelah baca chap ini menurut santika-chan natsu nyadar gak? :3 Maafkan karin, gak bisa update cepet. :

Akiko nagato : Huwaa terimakasih akiko-chan :D Ayo akiko-chan bantu aku supaya bikin chap berikutnya lancar biar natsu cepet-cepet sadar hahaha :3

Hanara VgRyuu : Asyiiik dibilang so sweet. Terimakasih :D

Nnatsuki : Huwee maafkan karin gak bisa update cepet T-T Karin emang hobi bikin orang penasaran huahahaha #ditimpukin

Azalya Dragneel : Tenang aja, bukan Atra kok. Di chappie ini mau bikin readers bahagia tanpa kehadiran atra huehehe :3

Justweirdo : asyik dibilang greget :3 Terimakasih :D dan maaf juga gak bisa update kilat T-T

Nshawol56 : Nyari tabung gas XD Tenang aja, bukan musuh kok :3 Malah Natsu dateng langsung peluk lucy kyaaa :3

Mitsuka sakurai : Terimakasih :D

Terimakasih atas review-review keren kaliannnn :D Aku benar-benar minta maaf karena udah 1 bulan lebih gak update T-T Gomen gomen gomen. Tunggu chappie selanjutnya yaa. Semoga gak kena writers block lagi T-T Dan sebenernya aku lagi mau bikin fic baru! Huahaha, yang ini aja belom selesai. Yasudah yasudah tak usah panjang lebar lagi... Sampai ketemu di chap berikutnya.

Jaaa~~~