Chapter 2

~BAA-SAN CANTIK~

DISCLAIMER Masashi Kishimoto

Story by kharlynha dattebayo

"Hinata!" reflex bibir Naruto menyebut nama Hinata, membuat Hinata yang tadi tengah menaruh pesanan Naruko _diatas meja_ mengalihkan pandangannya. Dua pasang mata _amethys and sapphyr_ rasa kaget yang sama.

"Na-Naruto-kun?" kini jantung Hinata berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, ditambah rona merah menghiasi pipinya

"loh? Tou-san mengenal Baa-san cantik?" suara cempreng Naruko membuyarkan lamunan keduannya

"oh.. i-iya To-Tou-san mengenalnya" jawab naruto gugup sambil buru buru memalingkan wajahnya yang sudah terdapat rona tipis disana

"kenapa Tou-san jadi gagap seperti itu?Tou-san tidak keren" ujar polos Naruko sambil meminum jus yang tadi dipesannya

"Baa-san cantik juga, kenapa Baa-san diam saja?"

"a-ah Baa-san tidak apa apa" jawab Hinata kaku

"yasudah… kalau begitu, karena Baa-san cantik dan Tou-san sudah saling mengenal . maka Naru tak perlu repot-repot mengenalkan kalian hihihi" Naruto hanya tersenyum menanggapi ocehan putrinya itu. Kini Pikirannya dipenuhi memori masa lalu, antara dirinya dan Hinata. Naruto tak pernah sedikit pun membayangkan bahwa hari ini akan terjadi. Hari dimana dia bertemu dengan Hinata, setelah tujuh tahun lamanya berpisah dan tak saling berhubungan lagi. Walau tak pernah ada kata perpisahan terucap dari keduannya.

~flashback~

Naruto, pemuda berambut blonde ini tengah bersiap siap, berdandan serapi mungkin agar acara kencannya bersama sang pujaan hati berjalan se-sempurna mungkin. Diusianya yang sekarang 22 tahun ini, Naruto berencana melamar Hinata, bukan, Naruto bukan ingin terburu buru menikah, dia hanya ingin Hinata tahu dan sadar bahwa selama ini Naruto serius menjalin hubungan dengan Hinata. Rasa gugup pun menyerang (?) jantungnya berdebar tak karuan. Naruto menguatkan hatinya dan menyakinkan dirinya bahwa dia mampu menunjukan keseriusannya ini. Dengan sekali hembusan nafas Naruto mulai keluar dari kamarnya dan menuruni setiap anak tangga yang terdapat dirumahnya.

Belum sempat tangan kekarnya menyentuh gagang pintu, suara seseorang yang memanggilnya "Naruto!" berhasil membuat Naruto menghentikan langkahnya.

"ada apa Kaa-san?" Tanya Naruto pada orang yang tadi memanggilnya, dan yang ternyata Kaa-sannya sendiri. Mau tak mau Naruto pun membalikan badannya.

"Kaa-san ingin bicara padamu"

"ta-tapii…"

"ini penting Naruto, hanya sebentar, kita keruang keluarga" dengan berat hati Naruto menuruti perintah Kaa-sannya

"dengar Naruto, terjadi sesuatu pada Sakura" Kushina_Kaa-sannya Naruto_ memulai pembicaraan setelah mereka duduk disofa ruang keluarga.

"Sakura? Ada apa dengan Sakura, Kaa-san?"

"Sakura mengalami depresi. Dan keluarganya meminta pertolongan pada keluarga kita"

"kenapa keluarga kita Kaa-san? Bukankah akan jauh lebih baik jika Sakura di tangani oleh ahli?"

"masalahnya, Sakura depresi karena dirimu, Naruto"

"a-apa? A-aku? Sungguh Kaa-san, aku tidak pernah melakukan apapun terhadap Sakura"

"Kaa-san tahu,, tapi orang tua Sakura mengatakan kalau Sakura depresi semenjak kau memiliki kekasih, Sakura, dia mencintaimu Naruto, jadii…"

"jangan bilang Kaa-san ingin menjodohkan ku dengan Sakura?"

"ini semua demi kesembuhan Sakura, Naruto. Sebenarnya Kaa-san tidak ingin memaksamu untuk menikahi Sakura dan meninggalkan kekasih mu, tapii.."

"Kaa-san tahu? Hari ini aku berniat untuk melamar Hinata. Dan aku tidak mungkin menyetujui saran Kaa-san"

"Kaa-san mohon Naruto. Tidak bisakah kau peduli kepada Sakura?dia teman kecil mu bukan? Lagi pula,, kau baru 'berniat' melamar Hinata kan? Kau bias membatalkannya"

"lalu bagaimana dengan Kaa-san? Tidak bisakah Kaa-san peduli dengan perasaanku? Oh bukan, bukan perasaan ku, tapi, tidak bisakah Kaa-san peduli dengan perasaan Hinata" mendengar itu Kushina tampak terdiam

"Kaa-san harap kau tidak mengecewakan Kaa-san"

Kushina bangkit dari posisi duduknya, dan melangkah pergi meninggalkan Naruto dengan pikiran yang berkecamuk.

Naruto berjalan keluar rumahnya, bukan, bukan untuk kencan dengan Hinata, sebelum keluar Naruto telah mengabarkan pada Hinata bahwa dia tidak bias dating dan untunglah Hinata tidak marah, apalagi sampai menanyakan alasannya.

Naruto berhenti di sebuah rumah bercat pink, setelah mengetuk pintu, Naruto disambut oleh wanita paruh baya yang diketahui _adalah_ ibunya Sakura

"kau ingin bertemu Sakura?"Naruto mengangguk sebagai jawaban

"masuklah,, Sakura ada didalam"

~flashback end~

"San.. Tou-san! " teriakan Naruko membuyarkan lamunan Naruto

"eh? I-iya kenapa?"

"Tou-san yang kenapa. Deri tadi melamun terus, Baa-san cantiknya jadi pergi deh" gerutu Naruko kesal sambil melipat kedua tangannya didepan dada

"gomen-ne .. ayo kita pulang"

~BAA-SAN CANTIK~

Tanpa disadari oleh Naruto, Hinata telah pergi meninggalkan meja Naruko, sempat ditahan oleh gadis manis itu, namun tak diindahkan oleh Hinata, pertemuannya dengan Naruto hari ini membuatnya teringat akan masa lalunya bersama Naruto. Sampai hal menyakitkan pun terjadi.

~flashback and Hinata's p.o.v~

Hari ini Naruto-kun mengajakku untuk bertemu. Setelah seminggu yang lalu Naruto-kun membatalkan acara kencan kami. Mungkin hari ini dia ingin meminta maaf atas kejadian itu. Apalagi akhir akhir ini kami jarang bertemu, karena aku sibuk kuliah. Maka dari itu, khusus moment ini, aku berdandan se-cantik mungkin hihi.

Setelah memastikan penampilanku sempurna (menurutku) aku pun bergegas keluar kamar

"Hinata!" saat ku melewati ruang keluarga, sebuah suara yang amat ku kenal, menghentikan langkahku

"ini" Neji-nii _orang yang memanggilku_ menghampiriku dan memberikan sebuah undangan berwarna pink padaku

"dari siapa?" ku terima undangan tersebut

"kau bacalah" Neji-nii berlalu, ku alihkan pandangannku pada benda persegi yang tipis yang ku pegang. Ku buka ikatan pita putih yang melilit undangan tersebut. Ku baca kata per kata yang terdapat di dalamnya, . namun alangkah terkejutnya aku saat nama kekasih ku tertera dalam undangan ini, bersama dengan gadis yang selama ini ku kenal sebagai teman kecil dari kekasih ku. Dadaku sesak dan sakit, seperti ada ribuan jarum menusuk hatiku. Tanpa sadar airmata ku meleleh, menganak sungai di pipiku. Kenapa? Kenapa bukan aku? Kenapa harus Sakura? Bukankah kekasih Naruto-kun itu aku? Na-Naruto-kun kau… kau mengajakku bertemu hari ini karena…karena kau ingin mengucapkan salam perpisahan pada ku? Lalu.. lalu kau memberikan undangan yang sama? Teganya.. teganya kau menyakitiku Naruto-kun,, kenapa kau berkhianat?. Apa salahku padamu? "aarrggghht!" teriakku frustasi lalu merobek undangan tersebut dan melemparnya kesembarang tenpat. Biar, aku tidak peduli dengan undangan yang telah membuatku begini. Aku bergegas kembali ke kamarku, tak ku hiraukan deringan handphone yang ku tahu itu pasti dari Naruto-kun. Maaf Naruto-kun tapi aku tidak mau mendengar penjelasanmu yang akan membuatku jauh lebih sakit.

~flashback and hinata's p.o.v end~

7 tahun silam Hinata menjalin hubungan dengan Narutodan berakhir menyedihkan. Setelahnya, dia tak pernah tahu lagi kabar tentang Naruto. Bahkan, Hinata tak menghadiri pesta pernikahan Naruto dan Sakura. Hinata lebih memilih pergi keluar kota dan fokus pada kuliahnya. Namun tanpa disangka, 4 tahun setelahnya, Hinata malah di jodohkan dengan pria bernama Kiba. Dengan berat hati Hinata menerimanya, 3 tahun menjalin hubungan dan mulai ada rasa cinta_walau tak sepenuhnya_ dari Hinata. Kiba malah berkhianat, meninggalkan Hinata dan pergi bersama wanita lain.

"menyedihkan" Hinata menatap sedih biasan dirinya di cermin dengan mata yang sudah memerah.

~BAA-SAN CANTIK~

"Tou-san! Besokkan hari libur, kita akan berlibur kemana?" Tanya Naruko antusias

"mmm… bagaimana jika Disneyland Konoha?"

"setujuu… tapi Tou-san"

"kenapa, bukankah tadi kau bilang setuju?"

"Naru ingin mengajak seseorang untuk ikut berlibur bersama kita, bolehkan Tou-san?" pinta Naruko ber-puppy-eyes-ria

"boleh, lalu siapa seseorang yang ingin kau ajak itu?"

"Baa-san cantik"

`BAA-SAN CANTIK`

"hihi.. Naru senang sekali, berlibur ke Disneyland Konoha bersama Tou-san dan Baa-san cantik. Berjalan beriringan sambil bergandengan tangan . seperti keluarga sungguhan saja. " ujar Naruko yang kini tengah berjalan dengan diapit oleh Naruto dan Hinata

"Tou-san Naru ingin naik itu!" seru Naru sambil menunjuk permainan ekstreem_rollercoaster_

"itu untuk orang dewasa Naru, kau masih kecil"

"pilih permainan yang tidak berbahaya Naru-chan" usul Hinata

"dan tidak menakutkan, termasuk rumah hantu" gumam Naruto

"eh? Masih seperti dulu ya?" gumam Hinata

"kau mengatakan sesuatu?" Tanya Naruto

"ah… ti-tidak hehe" Hinata terbata

"Tou-san! Baa-san cantik! Naru mau naik itu.. ayoooo…."

~BAA-SAN CANTIK~

"tadaima…" seru Naruto sedikit lesu. Mungkin karena banyaknya pekerjaan dikantor membuatnya sedikit lelah.

"okaeri Narut-sama"jawab seorang maid sambil menerima jas serta tas yang disodorkan Naruto.

"dimana Naru?"

"didapur Tuan"

Mendengar bahwa anaknya di dapur, segera saja Naruto menuju dapur.

Benar saja, Naruko berada didapur,tapidia tidak sendirian, ada Hinata disana. Menyadari ayahnya datang segera saja Naruko menghampiri ayahnya.

"okaeri Tou-san,, kapan Tou-san pulang?" Tanya Naru yang kini sudah berada dalam gendongan Naruto.

"baru saja, apa yang sedang kau lakukan bersama.. Hinata?"

"Naru dan Baa-san cantik sedang mwmbuat cup cake."

"cup cake?"

"iya. Tadinya Naru mau kasih Tou-san kejutan, tapi Tou-sannya sudah tahu, ga jadi dehkejutannya. Pokonya sebagaigantinya Tou-san musti bantuin Naru. Ok?"

"baiklah" Naruto menurunkan Naru dari gendongannya "lalu, apa yang bias Tou-san bantu?"

"pecahkan telur saja Tou-san" usul Naru

Mendengar hal itu, Naruto segera mengambil sebutir telur, lalu melemparnya kesembarang tempat. Sehingga membuat telur tersebut berantakan.

"ya ampun, Tou-san apa yang kau lakukan?" Naru panik

"memecahkan telur, kan tadi kau yang suruh"

"maksud Naru, Tou-san hanya perlu memecahkan telurnya sedikit, lalu isinya Tou-san masukan kedalam mangkuk ini. Haaaa… Tou-san memang tidak pintar ternyata" keluh Naru

"maksud mu Tou-san bodoh, begitu?"

"Naru tidak bilang Tou-san bodoh, hanya tidak pintar saja"

"itu sama saja, dasar kau ya. Rasakan ini" tidak terima dirinya diejek putrinya sendiri, Naruto malah mengoleskan tepung pada pipi tembem Naru

"iihhh… Tou-san nakal. "

"biar"

"Baa-san cantik lindungi Naru.. " Naru bersembunyi di balik tubuh Hinata

"kemari kau gadis nakal, jangan bersembunyi"

"tidak mau.. blwee"

"kalau begitu.." hap! Tangan Naruto yang berlumuran terigu, mendarat dengan mulusnya di pipi Hinata. Alhasil Hinata pun kaget dengan wajah yang sudah merona

"Tou-san, kenapa wajah Baa-san cantik merah?" Tanya Naru polos

"itu karena.. Baa-san cantik senang wajahnya berlumuran tepung. Kau coba saja."

"baiklah"

Hap! Hap! Hap!

"Na-Naru-chan.." lirih Hinata

"eh? Tou-san, bagaimana ini. Sepertinya Baa-san cantik marah" ujar Naru

"benarkah? Hey Hinata, kau marah? Ahh ayo lah Hinata kita kan hanya bercan…"

Hap!

"adil" ujar Hinata dengan senyum kemenangan

"hahah.. Tou-san juga belepotan,, lagi lagi.. perang tepung.."

~BAA-SANCANTIK~

"arigatou..." ujar Naruto

"untuk apa?" Tanya Hinata. Yang kini tengah duduk berhadapan dengan Naruto di sofa ruang tamu.

"berkat kau.. Naru seperti memiliki sosok seorang ibu"

"kau berlebihan.. " Hinata blushing

"sama sekali tidak.. Naru begitu bahagia bersama mu, dan aku senang akan hal itu."

"kau pasti sangat menyayangi Naru-chan"

"bagitulah.. tidak ada yang jauh lebih penting dalam hidupku selain Naru"

"a-aku. Begini, maaf sebelumnya Naruto-kun. Aku tahu kau begitu mencintai ibu Naru, dan.."

"kau salah"

"maaf, tapi apa maksudmu?"

"ibu Naru.. aku tidak mencintainya. Dalam hidupku.. aku hanya mencintai 'seorang wanita' saja. Tapi saying nya 'dia' pergi entah kemana, setelah sebelumnya 'dia' tidak dating saat ku minta bertemu di tempat yang sudah ku janjikan. Dan aku rasa kau tahu siapa 'wanita' yang ku maksud" Hinata tahu, Naruto tengah menyindir dirinya

"kau.. tidak mencintainya, tapi kau menikahinya.

To be continue

Thanks buat yang udah review ,, maaf kalo ga sesui dengan harapan kalian, heheh,

Thanks for

*Akemy Yamato

*Naru Sayang Kaa-chan

*Akira no Rinnegan

*Huddexxx69

*Kirei- neko

*LavenderBluesky

*Nitya-chan

*MORPH

*Seorangfansjkt48

*Hanashimi hani