Disclaimer Masashi Kishimoto
story line Kharlyna dattebayo

chapter 4

lagi dan lagi, cerita ini diawali dengan #flashback

sudah 5 tahun berlalu, namun kondisi Sakura tak kunjung membaik, hal tersebut membuat Naruko sedih, dan jauh membuat hati seorang Naruto teriris menyaksikan kesedihan yang dialami putri semata wayangnya
"nina bobo oh nina bobo. .kalau tidak bobo digigit nyamuk. .ihh pintarnya anak Kaa-san. .baru dinyanyiin sedikit sudah tidur. .hihi. .hooamm . .sepertinya Kaa-san juga ngantuk, kita bobo bareng ya?" siang itu kembali terulang, dimana Sakura tengah menina-bobokan sebuah boneka beruang berwarna pink yang ia anggap sebagai anak kandungnya
"Kaa-san. ." panggilan dari seorang anak berusia 5 tahun_Naruko_mampu membuat Sakura membuka matanya kembali
"suutt~ kau jangan berisik. Anaku sedang tidur. Sana pergi, gadis bodoh!"
"tapi Kaa-san itu hanya boneka. Anakmu yang sebenarnya itu adalah Naru, bukan dia" mencoba menjelaskan yang sebenarnya pada Sakura sambil menunjuk boneka yang dipeluk Sakura, namun yang didapat oleh Naru adalah
"tch! Sudah ku bilang jangan berisik! Kau membuat anaku terbangun bodoh! Cup cup cup sayang, jangan nangis ya, Kaa-san sudah memarahi 'gadis bodoh' ini" bentakan yang bahkan sudah sering sekali diterima Naru
"hiks. .Kaa-san. .hiks" isak tangis pun tak dapat ditahan oleh Naru, sebagai seorang anak tidak banyak yang Naru tuntut, dia hanya ingin diakui keberadaannya oleh sang ibu_Sakura_
kini pandangan Naru beralih pada boneka beruang pink yang sedari tadi terus saja berada dalam dekapan Kaa-san nya. Dengan kekesalan yang memuncak, Naru merebut boneka itu, membawanya lari agar menjauh dari Kaa-san nya
"hey! Jangan lari kau gadis bodoh! Mau kau bawa kemana anak kesayanganku! Berhentii!" melihat bonekanya dibawa lari oleh Naru, reaksi Sakura bak seorang ibu yang melihat anak kandungnya dibawa lari penculik
"TIDAK MAU! Pokoknya. .hiks. .Naru akan buang boneka ini!"
laju lari nya pun dipercepat , namun Naru masih terlalu kecil untuk menjadi pelari tercepat(?). Sakura dapat menjangKau lengan kanan Naru, membuat lari Naru terhenti
"sampai kau membuang anaku, kau akan terima akibatnya, gadis bodoh!"
"kenapa. .hiks. .kenapa Kaa-san selalu menyebutku 'gadis bodoh'?. .hiks. . Naru adalah putri Kaa-san, bukan boneka ini. .hiks. ."
"hahaha apa kau sudah gila, gadis bodoh? Aku bukan Kaa-san mu, dan aku tidak akan pernah mau jadi Kaa-san mu, kau mengerti gadis bodoh?!"
"hiks. .gara-gara boneka ini. .hiks. .Kaa-san tidak menganggap Naru sebagai putri Kaa-san. .hiks. .gara-gara boneka ini. .hiks. .Kaa-san selalu membentak Naru. .hiks. . Naru benci boneka ini! NARU BENCI!" habis sudah kesabaran Naru, dia tak dapat mengontrol diri lagi, tanpa sadar Naru melempar boneka yang sedari tadi dibawanya, tepat ke arah tangga. Boneka malang yang merupakan 'tersangka utama' atas penderitaan Naru pun terguling-guling hingga ke dasar tangga
"ANAKKU!" teriakan Sakura yang terdengar nyari itu cukup membuktikan bahwa dia benar-benar dalam keadaan gila. Hanya karena bonekanya terguling-guling bukan berarti boneka tak bernyawa itu akan mati kan?
"kyaaa!" brugh
malang tak dapat dihindari Sakura, lantai yang baru saja dipel membuatnya terpeleset, dan sayangnya jarak Sakura terpeleset dengan dasar tangga masih setengah jalan. Sempat terguling-guling beberapa kali, Sakura terbujur kaku bersimbah darah tepat disamping bonekanya
"akh. .anakh. .khu. ." rasa sakit yang mendera sekujur tubuhnya, membuat Sakura tak dapat bergerak, bahkan hanya sekedar membuka matanya saja Sakura tak mampu
"KAA-SAN!"

~BAA-SAN CANTIK~

"maaf Naruto, kami tak dapat menyelamatkan Sakura, saat dia dibawa kemari, Sakura memang sudah tak bernyawa. Tabahkan hatimu" penjelasan d0kter tersebut cukup membuat Naruto terpukul. Terpukul karena Sakura tak sempat sembuh dan mengetahui siapa Naru sebenarnya. Terpukul karena Sakura tak sempat menyayangi dan mengasihi Naru layaknya anak. Ya semua ke sedihan yang Naruto rasakan berujung pada nasib Naru yang malang. Bukan, bukan Naruto tak bersedih atas meninggalnya Sakura. Hanya saja jika dibandingkan denganKesedihan yang dialami Naru saat dia tahu Kaa-san nya meninggal. Naruto berjalan menuju salah satu kamar pasien khusus anak. Ada Naru disana, tengah menangis tersedu-sedu menundukan kepalanya diantara belahan lutut yang ditekuk
"Naru. ." mendengar sang ayah memanggil nya, dengan segera Naru menoleh, matanya tampak sembab, air mata membanjiri kedua pipinya. Dipeluknya sang ayah dengan erat seolah enggan untuk melepaskan
"sudah ya, kau jangan menangis, masih ada Tou-san yang akan menemanimu"
"apa. .hiks. .Tou-san marah?"
"marah? Kenapa Tou-san harus marah?"
"karena. .hiks. .Kaa-san me-meninggal. .hiks. .itu karena Naru. .hiks. .Tou-san pasti marah kan?. .hiks"
"dengar, Kaa-san meninggal, itu murni karena kecelakaan, lantainya licin karena baru saja dipel. Jadi kau tidak bersalah atas meninggalnya Kaa-san mu"
"tapi. .hiks. .kalau saja Naru tidak. .hiks. .melempar bonekanya. .hiks. .maka Kaa-san..."
"suutt, kau salah. Kaa-san meninggal itu karena sudah takdir, Naru. Jangan menyalahkan dirimu lagi ya? Karena Tou-san tidak bisa melihat putri kesayangan Tou-san terus-terusan menyalahkan dirinya. Percayalah diatas sana Kaa-san mu pasti bahagia. Jadi tugas mu sekarang adalah, hapus air matamu, dan tersenyum lah"
"Tou-san~ jangan tinggalkan Naru ya?"
"tentu saja tidak akan. Mana mungkin Tou-san meninggalkan malaikat kecil seperti mu"
"Naru sayang Tou-san"

~BAA-SAN CANTIK~

pagi itu Menjadi pagi yang tak dapat Naruto lupakan, tepat dihari ke 7 setelah wafatnya Sakura, keadaan Naru sangat diluar perkiraan, entah apa yang terjadi tapi tiba-tiba saja Naruto melihat putrinya tengah membantu menyiapkan sarapan dengan sangat ceria, bernyanyi dan berceloteh ria bak baru saja mendapat sebuah 'hadiah besar'

#flashback off

"...pagi yang mengherankan sekaligus menyenangkan. Sampai saat ini pun aku tidak pernah tahu kenapa Naru dapat m0ve on secepat itu" sebuah senyuman pun terukir dibibir Naruto melengkapi berakhirnya cerita Naruto pada Hinata
"Naru-chan memang gadis yang tegar. Aku salut padanya" puji Hinata sambil tersenyum

~BAA-SAN CANTIK~

"hatcih" untuk ke sekian kalinya suara bersin Naru terdengar, di pagi hari yang dingin ini Naru mendadak flu, karena tidak terlalu serius, maka Naruto tidak begitu khawatir akan kondisi Naru, ia tetap pergi bekerja
"hatcih" sambil duduk bersila diatas ranjang, Naru mengusap-usap hidungnya yang terasa gatal setiap saat, Naru menggunakan tisu untuk mengelap lendir yang keluar dari hidungnya lalu dibuangnya tisu habis pakai tersebut ke lantai kamarnya. Alhasil, jadilah sebagian kamar Naru menjadi TPTS (Tempat Pembuangan Tisu Sementara)

"minum obatnya dulu nona, agar lebih enakan" seorang maid datang menghampiri Naru dengan segelas air putih dan sebotol obat sirup. Berniat ingin segera sembuh, Naru pun meminum obat nya

"sebaiknya sekarang nona istirahat, agar flu nya tidak makin parah. Dengan sebuah anggukan pelan cukup untuk menjawab pertanyaan maid. Lucu rasanya, menyaksikan majikannya tidak banyak tingkah dan terkesan nurut. Pandangan Maid tersebut teralih pada ratusan tisu habis pakai milik Naru. Maid mulai membereskan tisu-tisu tersebut
"Baa-sann canntik~" maid hanya men0leh sedikit setelah mendengar majikannya mengigau, lalu kembali membereskan tisu. "Baa-sann canntik~" setelah kedua kalinya Naru mengigau, maid langsung bangkit dan memeriksakan keadaan Naru, dengan menempelkan telapak tangannya pada kening Naru, rasa panas pun dirasakan maid itu kala dirinya membereskan tisu
"Baa-sann canntik" kali ini Naru benar-benar dalam keadaan gawat, badan nya panas bukan main

~BAA-SAN CANTIK~

"Bah, bagaimanah kondisi Naru, bi?"
"haah anak itu benar-benar membuat ku khawatir. Tapi syukurlah demam nya sudah turun. Dan kau jangan terlalu khawatir, ada 'dia' yang menemani Naru" tanpa mengindahkan celotehan panjang lebar sang bibi, Naruto segera berjalan lebih cepat menuju kamar Naru

kamar Naru

"dasar anak nakal, beraninya kau membuat Tou-san mu khawatir, heh?" gumaman Naruto tak dapat didengar Naru, sebab Naru tengah tertidur, efek obat

"jangan terlalu khawatir, saat ini demamnya sudah turun"

Dibalik pintu Hinata muncul, membawa wadah berisi air hangat serta handuk kecil berbentuk persegi
"biar aku saja" Naruto mengambil alih wadah tersebut, dan mulai mengkompreskan nya pada Naru
"karena kau sudah ada disini, maka sebaiknya aku..."
"tetaplah disini, Naru sangat membutuhkan mu" pinta Naruto
"err anu aku, ah aku akan membuatkan Naru-chan bubur. Permisi" Dibalik pintu Hinata menghilang, sedangkan Naruto tengah asik mengkompres anaknya dengan telaten. Sampai pada akhirnya Naruko terbangun
"Tou-sann hidungg Nnaru mmammpet" adunya pada sang ayah
"sebentar lagi juga sembuh"
"Tou-sann tadi Nnaru bermmimmpi, bertemmu bidadari canntik, Tou-sann tahu siapa bidadari itu?"
"tidak Naru, Tou-San tidak tahu. Memangnya siapa?"
"Baa-sann canntik, disanna Baa-sann canntik mmemmakai gaunn pengganntin yangg inndah sekali. Dann disanna juga ada Tou-sann. . Tou-sann bisakah Nnaru mminnta sesuatu?"
"apa?"
"bisakah Tou-sann mmemmbuat mmimmpi Nnaru jadi kenyyataann? Jadikann Baa-sann canntik sebagai Kaa-san nya Nnaru"

prang!

Suara itu mengagetkan keduanya, mencoba melihat ke sumber suara mereka mendapati Hinata yang tengah tertunduk dengan mangkuk yang berserakan didepan kakinya. Entah kaget atau bagaimana tapi yang jelas hal tersebut membuat suasananya menjadi canggung
"ah. . Ma-maaf, tadi tangan ku licin, mangkuknya jadi terjatuh. Haha. Akan ku bersih kan segera" ujar Hinata gugup, namun kegugupannya berusaha keras ia sembunyikan. Dengan cepat pula Hinata meninggalkan ayah dan anak itu dalam keheranan
"Tou-sann, apa Baa-sann canntik mmenndengar apa yang Nnaru ucapkann? Lalu kennapa dia keluar? Apa Baa-sann canntik tidak mmau jadi Kaa-sann nya Nnaru ya?"
"bukan begitu, Naru"
"lalu bagaimmanna? Jelas-jelas Baa-sann canntik pergi"
"kalau tidak mau memangnya kenapa? Dia kan punya kehidupan pribadinya sendiri, itu sudah jadi kehendaknya, jangan dipaksakan"
"tapi Nnaru inggin sekali Baa-sann canntik jadi Kaa-sann nya Nnaru"

~BAA-SAN CANTIK~

Hinata baru saja pulang dari rumah Naruto, dia tidak pamit, entahlah mengapa ia melakukan hal itu.

To be continue

Hahahah udah ah segitu aja dulu, akunya sibuk kerja bayyy

Makasih buat yang udah review, suatu kehormatan mendapat review dari kalian semua