Enjoy !

.

.

Di sebuah reruntuhan kota terdapat sebuah bangunan yang masih berdiri kokoh dengan banyak lumut dan tumbuhan merayap mengelilingi bangunan itu. Didalam bangunan terdapat sekitar Sembilan orang yang tengah berkumpul di sebuah meja bundar panjang.

Tampak mereka semua membungkam mulu mereka menjadikan suasana hening sampai sang leader dengan code name Pein atau Rasa sakit mengintrupsi keheningan mereka.

" Kita mendapat pekerjaan lain dari Namikaze yang kali ini sungguh menantang " ucap Pein yang di balas seringai mengerikan anggota nya. AKATSUKI .

" Membunuh semua anggota Yakuza Black Snow "

My Beloved Junior
by
Blacknightskyeye Yue –Hime

" Bunuh dia " ucap Yuki pada 8 orang berbadan kekar yang memakai setelan serba hitam dan memakai kaca mata hitam lengkap dengan camera pengintai dan laser otomatis kornea mata.

Tanpa menunggu perintah ke dua kalinya mereka – orang – orang yang merupakan anggota Snow Black – berbalik dan berjalan keluar ruang rawat Yuki tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Yuki Hana memang masih memendam dendam atas kekalahanya beradu martial art dengan bocah kerdil jelek – menurut Yuki – yang mampu mengalahkannya hanya dalam waktu singkat.

" Brengsek "

Bug

Yuki memukul tempok samping tempat tidurnya hingga retak dan menjadi lubang tepat di kepalan tangannya. Kaca pun bergemelatuk karna getaranya.

" Kau. Akan. Mati. Akat. Suki. Sialan " makinya.

Bug

Bug

Bug

Yuki terus mengarahkan kepalan tangannya ke tembok hingga warna sebagian tembok di sekitar retakan menjadi merah terkena cipratan dari tangan Yuki yang terluka.

" kau. Akan. –

Bug

– Membayar –

Bug

– Semua. Ini "

Duagh

Kali ini tendangan kaki kanan Yuki membuat kondisi tembok semakin mengenaskan.

Tepat akan tendangan ke duanya akan di layangkan sebuah suara mengintrupsi kegiatan Yuki membuatnya memberi death glare terbaiknya. Disana, di samping pintu seorang anak lelaki tengah berdiri tangan kirinya masih memegang knop pintu.

" Hentikan nona kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri " nada datar itu kembali mengalun memenuhi ruangan VVPI itu.

" Bukan urusan mu Sai " Yuki mendengus kasar menatap nyalang pada bocah yang berstatus pelayannya.

" Semua yang kau lakukan menjadi urusanku nona Yuki "

" URUSAI " bentak Yuki.

"PERGI "

" Tap – " belum sempat Sai menyanggah ucapan Yuki kembali berteriak keras padanya. Membuat tangan nya bergemetar.

" KAU TAK DENGAR KU BILANG PERGI "

Sai Nampak kaget lalu mengubah ekspresinya kembali. Poker face andalannya. Biarlah kali ini dia mengalah kembali.

" Baiklah nona aku akan pergi tapi makanlah sarapan anda " ucap Sai datar. Dia pergi dari ruangan – yang bahkan dia belum masuk sama sekali -.

.

.

Sai menghela nafas kini ia berada di taman rumah sakit 3 lantai di bawah ruang rawat Yuki berada tepat bersebrangan dengan kantin rumah sakit dan apotik di sebelah kiri kantin.

Sai memandang kosong orang – orang yang berlalu lalang. Ada yang berwajah panik, menangis sambil berlari atau hanya duduk – duduk di tempat duduk dekat kantin.

Menjadi pelayan Yuki semenjak Yuki kecil membuat Sai mau tak mau kebal dengan kekeraskepalaan dan ke egoisan Yuki. Namun entah sejak Yuki bertemu dan menjadi terobssesi – mungkin - dengan si bungsu Namikaze – Namikaze Naruto – Sai menjadi sesak dan marah – mungkin – yang terpasti sejak saat itu Sai menjadi mendidih bilamana Yuki menyebut nama Naruto dengan lebih lembut.

Tapi untuk manusia yang di desain menjadi boneka tanpa ekspresi dan perasaan akan kah dia bisa jatuh cinta ?

' kurasa tidak ' inner Sai miris.

Apa lagi dengan putri keras kepala Yuki Hana ?

'sangat tidak mungkin '

Kini Sai tertunduk lesu.

.

.

Hari minggu yang cerah dikamar Sakura

Hari minggu yang cerah hari libur dan bisa tidur seharian. Atau membujuk sahabat untuk di ajak ketaman bermain.

'baiklah kita ketaman bermain dan bermain sepuasnya'

"Yey "

Seru Sakura dia berlari menuju kamarmandi. Dia merasa senang karna permintaannya kembali di penuhi dengan mudah oleh sahabat baiknya – Naruko – dan juga calon adik iparnya.

Wajah Sakura memerah.

" A-ap-a apaan aku calon a-adik ipar yang berarti N-n-nar-naruto _?

" Kyaaaaa…" -_-

Kita tinggalkan dulu Sakura yang masih asik dengan fantasinya

Sementara itu di tempat Naruko

"Naruko – chan mau yaya ya yayaya "

Bisa di pastikan Naruko gadis di sebrang sana sedang memasang puppy eyes dengan suara manja. Sungguh jika di boleh memiliki suara ini saja. Dia sungguh ingin memilikinya.

" Memang kitamau kemana hmm Sakura – Chan ?"

" Taman bermain "

Suara lengkingan itu merasuk kedalam telinga Naruko yang tak sempat menjauhkan smart phone yang ia pegang. Membuat telinganya berdenging sesaat.

Naruko menghela nafas jika begini dia takkan bisa menolaknya.

" Baiklah kita keteman bermain dan bermain sepuasnya "

" Yey "

Tut

Tanpa perasaan Sakura mematikan sambungan telponnya. Tapi hal itu sama sekali tak membuat Naruko sedih melainkan tersenyum senang.

Drrt

Smart phone Naruko kembali berdering ' pein's calling' tanpa menunggu lama Naruko mengangkat telponnya. Dia yakin aka nada hal penting yang menyangkut orang yang di sukainya.

Naruko POV

Yahiko ada apa dia menghubungiku

"Hn "

"Haruto kita mendapat job besar jadi semua anggota akan ku kumpulkan dan kita semua akan menyusun strategi. Ku pastikan kau akan datang Haru – chan karna job ini dari seorang Namikaze. Kurasa kau terlalu meremehkan adikmu Haru – chan "

Apa maksud Yahiko. Adikku Naruto kah ?

Dari seorang Namikaze j –jangan bilang _

" Apa berkaitan dengan dia ?"

"Kau akan terkejut bila mendengar ini, pagi – pagi buta adikmu menghubungiku secara langsung dan aku sudah bertemu dengannya pagi tadi. Kau sangat TEGAS hingga membuat adikmu patah tulang, aku terkesan untukmu Haru –chan "

" Aku mengerti sepertinya penampilan ini harus ku rubah sekarang "

" oh mungkin aku akan merindukan dadamu yang besar itu Haru – chan "

" URUSAI. Tutup mulut mu atau kan ku sumpal dengan implant "

" Denngan senang hati. "

Naruko mendengus kasar merasa percuma berbicara pada leader mesum macam Yahiko.

"Bersiap lah "

Tut

Nada serius itu apa benar di Yahiko ?. Dahi Naruko mengerut memikirkannya. Tapi untuk apa dia memikirkan Yahiko sang leader mesum yang terkadang fikirannya tak bisa dia tebak.

Dan sepertinya pekerjaannya bertambah lagi sekarang. Belumlagi dengan harus mengubah tubuhnya kembali.

'merepotkan sekali'

End Naruko Pov

Naruko menghela nafas berat dan bergerak menuju kamar mandi yang sebelumnya sudah menanggalkan seluruh pakaiannya dan jangan lupakan ada sesuatu yang menggantung diantara kedua pahanya.

Dan kini jati diri yang telah lama terkubur akan kembali muncul ke permukaan.

2 jam kemudian

Seorang lelaki mungil – karna tingginya hanya 156 cm – bersurai merah spike dengan poni menutupi dahi, mata biru lautnya itu tengah memandang jauh kedalam kerumunan orang – orang yang tengah mengantri makanan.

Tak lama kemudian seorang gadis berambut merah muda memakai pakaian casual datang menghampirinya dan membawakan burger pesanannya tadi.

" Sayang Naruko takada " ucap Sakura – gadis bersurai merahmuda – pada sosok lelaki mungil di sampingnya yang tengah memakan berger dalam diam.

" Hn dan aku mnyayangkan itu " respon lelaki mungil itu yang masih memakan burgernya dengan tenang membuat Sakura mau tak mau menjadi jengkel.

" Tapi Haruto – san kenapa kau sangat mirip dengan Naruko yang bahkan tinggi kalian sama hanya sampai telingaku"

Lelaki yang dipanggil Haruto itu sedikit tersinggung dengan ucapan Sakura. ' hanya setinggi telinganya '. Tapi Sakura tak menanggapi tatapan Haruto yang berubah tajam karna kalimat terakhinya dia malah mendeath glare Haruto mencoba mengitimidasi pria mungil itu siapa tau kan dia berhasil.

Haruto terkekeh melihat tatapan Sakura dia sudah melupakan kalimat Sakura yang merupakan penghinaan baginya.

" Hmm tanyakan saja pada orang tua itu " jawab Haruto sekenanya dia menelan semua burgerya yang tersisa.

Sakura memiringkan kepalanya tanda bingung, Orang tua siapa ? dia menengok kekiri dan kekanan tapi tak kunjung menemukan orang tua yang dia maksud Haruto yang ada hanya remaja dan para orang dewasa serta anak anak yang berada di taman bermain itu.

" Dasar bodoh "

Sakura menoleh kearah Haruto yang dia yakini tadi mengatakan sesuatu tentangnya. Dan semoga dia salah dengar tentang hal bo _

" Selain bodoh kau juga mempunyai jidat yang lebar pantas bodoh "

Oke mungkin ini hal yang lucu karna setelah berjanji berangkat ke taman bermain degan sahabatmu tiba – tiba lelaki mungil nan manis datang kerumahmu mengaku saudara teman mu dan berjalan menuju taman bermain yang hanya beberapa blok dari rumahnya. Dan tiba – tiba lelaki manis nan mungil ini memakinya dengan ucapan bodoh.

KRETEK

Jika ini dunia animasi mungkin badan Sakura akan retak dan hancur berkeping – keping sekarang. Namun mengingat ini dunia nyata membuat imajinasinya tentang kartun favoritnya di tv menghilang.

" Kenapa diam kau tengah meresapi perkataan ku yang merupakan fakta besar itu, eh ? jidat lebar. "

" …."

" Kurasa benar dugaan ku kau memang idiot "

Ctak… jleb

Kalimat yang meluncur mulus keluar dari pita suara milik lelaki manis coret lelaki menyebalkan di sampingnya telah sukses membuat relung hatinya terasa tertusuk anak panah yang beracun. Setelah mengatainya jidat lebar sekarang idiot apa orang itu tak mempunyai kosa kata yang lebih bagus. Misalnya memuji begitu.

' apa – apan aku. Apa akuberharap di puji oleh –nya oh god '

.

Haruto menoleh kearah Sakura yang tengah menundukkan kepalanya. Haruto mengalihkan tatapannya ke bawah burger Sakura masih tersisa setengah. Dan mungkin perkataannya telah membuat gadis manis ini sakit hati.

Tapi mungkin ini terakhir kali dia bisa melihat wajah manis gadis yang disukainya. Sekali saja tanpa Naruto dia boleh kan menganggap Sakura sebagai gadisnya ?

Dia hanya ingin melihat berbagai ekspresi Sakura tanpa senyum yang sangat terpaksakan saat dia menjadi Naruko.

.

Sayangnya fikiran Sakura kini tengah melayang – layang hingga tak menyadari tatapan menyendu milik lelaki manis di sebelahnya. Oh god pasti kini wajahnya semakin memerah mengingat dia mudah sekali untuk di puji. Sakura semakin menundukkan kepalanya supaya wajah merahnya tak terlihat oleh Haruto namun Sakura menunduk disalah artikan oleh Haruto yang mengira bila Sakura menangis karna perkataan kejamnya.

Sungguh dia tak bermaksud untuk membuat sang pujaannya marah apalagi menangis.

" Idiot " shit kenapa kata itu yang keluar dari mulut sialan ini.

Haruto mengguncang pelan bahu Sakura yang membuat wajah Sakura semakin memerah karna jarak mereka yang mendekat.

" Permisi nona "

Suara itu mngintrupsi kegiatan HaruSaku yang kini di selimuti oleh aura canggung. Berbeda dengan Haruto yang canggung karna bersalah Sakura canggung karna dia telah berkhayal yang tidak – tidak.

" Permisi nona apa kau melihat seorang bocah berusia 5 tahun yang tengah berlari tadi dia memakai baju hitam dan celana pendek biru " orang itu menyerahkan sebuah foto pada kedua orang di hadapanya.

Merasa disana hanya ada Sakura yang prempuan dan orang ini bertanya dengan memanggil nona jadi dia bermaksud menjawab. Dia menatap pria dihapannya namun pandangannya tak tertuju kearahnya melainkan kepada orang di sebela_

Orang itu menyodorkan sebuah foto di hadapan Haruto yang masih mematung.

" Apa kau melihatnya nona " Tanya orang itu lagi yang tak menyadari aura berbeda dari dua orang di depannya.

Sakura merasa minder karna cowo di sebelahnya dia dianggap cewe lalu dia.?

Haruto menatap kesal lelaki yang tengah tersenyum padanya sambil menyerahkan foto gadis manis bercepol dua.

Dengan kesal Haruto berdiri yang ternyata tingginya hanya sedada orang itu. Oh god ini pertama kalinya dia merasa sangat di lecehkan.

Dengan kasar Haruto menarik foto itu dan menyuruh lelaki tadi untuk menunduk sedikit. Lelaki itu menuruti nya dan tanpa basa basi Haruto menampar lelaki tersebut hingga foto tadimenempel sempurnanya di pipi putih lelaki tadi yang kini menatap shock pada Haruto yang menatapnya dengan death glare.

" Aku laki – laki, idiot apa kau tak bisa melihat nya Hah ? " desis Haruto marah.

" Maaf aku tak tahu " lelaki itu membungkukkan badannya berulang kali sebagai tanda maaf. Lalu pergi meninggalkan HaruSaku.

"Ayo pulang. Aku tak mau lebih parah dari ini " Haruto mengajak – menyeret – Sakura untuk pergi dari taman bermain ini.

Biarpun dirinya seorang yang mempunyai martial arts yang luarbiasa tapi dia tetap manusia yang bisa merasa sakit saat di leceh kan seperti tadi. Menganggapnya prempuan pendek manis atau apapun yang berhubungan dengan kata pujian – hinaan baginya – pada prempuan.

" Hehehe jangan dia ambil hati Haruto – san siapa tau dia memang tak sengaja " Sakura mencoba untuk menghibur Haruto yang tersenyum kecut sejak dia keluar dari kawasan taman bermain.

Haruto mendesah kecewa lalu berhenti yang membuat Sakura memandangnya bingung kini mereka sampai di depan rumah Sakura.

" Aku kesini hanya untuk mengatakan bila Naruko akan pindah sementara jagalah Naruto di rumah, sedangkan aku aka nada urusan yang sangat penting."

" a- apa ?"

" Aku takkan mengulangi perkataan ku dua kali. Aku pulang "

Sejujurnya Haruto tak menyukai perpisahannya dengan Sakura tapi ini lah yang terbaik. Sampai di pintu – gerbang – masuk perumahan Haruto di jemput oleh mobil mewah yang terpakir tepat di hadapannya dan membawa tubuhnya pergi menyisiri kota menuju ibu kota lama.

' Aku janji akan melindungimu Sakura. Aku janji "

Sementara itu Sakura belum beranjak dari tempat dia berdiri. Dia terkejut Naruko akan pindah bahkan gadis itu tak mengatakan apapun pada nya. Apa Naruko marah ? tapi apa salahnya.

" Dasar jidat lebar kau bersedih kembali sudah ku bilang kau tidak boleh bersedih "

Dahi Sakura berkedut mendengar nada dingin yang terdengar oleh gendang telinganya.

" Mau apa kau bocah ?" Tanya Sakura sabar.

Dia sudah lelah dan akan pergi tidur sebelum bocah itu tiba – tiba masuk kedalam rumahnya.

" Hei apa yang kau lakukan bocah tengik. Kau tak punya sopan santu hah ?" hardik Sakura yang mulai tak bisa mengontrol emosinya.

Namun perkataan Sakura tak di gubris Sasuke dia yang kini tengah duduk di sofa sambil memejam kan matanya dan merenangkan kedua tangannya.

" Jika kau membutuhkan pelukan aku bersedia " ucapnya perhatian.

Sakura langsng menerjang tubuh pendek itu lalu memeluk tubuh itu dengan erat dan menangis disana.

Semuanya melindungi mu Sakura Nee Chan

To be continue '~~~~~~

Hai hai hai… saya bawa chap baru MBJ semoga minna – san suka ?

Keterangan anggota akat suki akan saya jelaskan. Ehem ehem ….

Akatsuki merupakan badan intelejen Negara yang sama sekali tak di ketahui public. Tugasnya membunuh para Yakuza atau Mafia luar yang meresahkan Negara. Di ketua'I oleh Yahiko bercode name Pein dan Haruto barcode name WG

Anggota nya antara lain :

Uzumaki Yahiko, Namikaze Haruto, Fuma Konan, Zetsu, Uzumaki Nagato, Inuzuka Kiba, Kisame, Uchiha Deidara, Akasuna Sasori, Uchiha Obito, Hyuuga Neji, Nara Shikamaru, Hidan, Hyuuga Ten – Ten, Uchiha Itachi, Kakuzu Dan Orochimaru.

Dan ada beberapa anggota lain yang di samarkan. :X

Ne sampai bertemu di chap berikutnya