Ritzter-Workshop, Presents…

Persona 3 : Iwatodai Rifleman

Summary : dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…

Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural

Rating : bisa T, semi-M di masa mendatang

WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!

Disclaimer : Persona 3 FES milik ATLUS, Glock 21 milik Glock Firearms Co.

Author's Note : HALO LAGI READERS! terima kasih buat yang me-review fic saya dan yang telah menjadi Silent reader dari silent hill *kena tampar*.

Plus saya mau balas Review para Readers!

Sp-Cs : salam kenal juga, saya Ritzter dan trims sudah mereview. saya gak kepikiran sampe jadi kaya permulaannya GTA, tapi saya fans GTA juga sih s'benarnya. Sebenarnya ada fic yang make unsur tema kaya gitu tapi ngambil setting post-game ending dan dipost di MegaTen. Terus ada satu tapi Minor, gak terlalu rinci.

Hisawa Kana : oke, pairing OCxMinato itu BISA! Tapi Friendship. Bahkan nanti ada pairing OCxMitsuru tapi sekali lagi, Firendship. Karena takut orang bilang "nih orang punya OC beruntung aaamat, ya?". Dan saya minta maaf ya, soalnya saya gak tahu klo ada yang mau OC nya cewek.

P.S – HAVE A NICE READING, GUYS!


Iwatodai Dormitory, Niko's Room…

Early Morning. Tuesday/7/4/2009 [06.55AM]

Pagi ini adalah pagi pertama Niko di Iwatodai. Karena Niko tidak tahu dimana kamar mandinya, dia memilih untuk melap badannya dengan lap basah dan tidak lupa menggosok gigi… seperti anak kecil saja, tapi kebiasaan itu bisa dibilang baik.

Setelah melap badannya dia membuka salah satu kotak kardus yang tertulis "Niko's Uniform". Ia keluarkan baju blazer seragamnya itu dan memasangkan pin benderanya di atas pin hijau-emas yang entah untuk apa fungsinya. Sebagai dalamannya ia menggunakan kaus turtleneck warna putih walau sebenarnya ada saja kemeja dan dasinya. Mau tahu kenapa Niko pakai turtleneck? Karena Niko gak bisa pakai dasi klasik di kemejanya!

"oke… pin sudah, Rolex sudah, apalagi ya?"

Tiba-tiba hape Niko berdering… "siapa nih, nelpon pagi-pagi" dan Niko mengangkatnya. "halo?"

"NAK! Bagaimana pistolnya?" ternyata Ayah Niko yang menelepon, Anton Petrovich.

"hah, pistol?" Niko sempat bingung lalu teringat "ooh… Glock itu"

"iya, ringan kan?" Tanya si Ayah dari telepon.

"AYAH GILA YA!" Niko meneriaki telepon itu "UNTUK APA AKU MEGANG GITUAN KAYA AKU INI PEMBUNUH SAJA!"

"aduh, sakit kupingku…" sang Ayah terkekeh. "tenang saja, benda itu pasti berguna"

Niko menundukkan kepala "sebenarnya 'sih berguna juga. Soalnya tadi malam ada orang berpistol"

Sang Ayah tertawa "… benar, 'kan?"

"ya…ya"

"Niko, pakai bajumu. Aku percaya disana sudah jam 8 pagi" Perintah sang Ayah.

"sudah, Yah"

"oke, sekolah yang baik. Jangan cari masalah…" sang Ayah memberi nasihat panjang lebar.

"oke…oke… Yah, dah" dan Niko menutup telponnya.

Selang beberapa menit, pintu kamar Niko diketuk oleh seseorang. "hey, ini Yukari. Apa kau siap? Arisato-san sudah bersamaku"

"oh, bentar lagi!" Niko mengambil pistolnya dan diselipkan di belakang celananya. Lalu ia melangkah ke pintu dan membukanya. Dia lihat Yukari yang siap ke sekolah dan Minato yang matanya serasa berat.

"oke, ayo pergi" ajak Niko dengan semangat.

"ayo" dan akhirnya mereka bertiga berangkat ke sekolah.


Gekkoukan High School Exterior, front entrance

Early Morning. Tuesday/7/4/2009 [07.15PM]

Niko, Minato, dan Yukari telah tiba sekolah. Yukari dan Minato (karena sudah lihat dari kereta Monorail) sudah biasa dengan bentuk sekolahnya tapi berbeda dengan Niko yang menganga karena arsitektur sekolah itu yang megah. Dan ketika dilihat sekeliling dan deburan ombak dari lautan yang didengarnya membuatnya berasumsi kalau sekolah ini berdiri di sebuah pulau buatan manusia.

"ini dia, Gekkoukan High School. Kuharap kalian suka disini" kata Yukari membuyarkan lamunan Niko.

"oh…eh… Yukari-san, sekolah ini berdiri di satu pulau, ya?" Tanya Niko dengan nada bodoh.

"iya, kau kaget ya?" Yukari tertawa kecil "aku juga seperti itu pas tahu kalau sekolah ini berdiri di satu pulau"

Niko memasang wajah mengerti "ooh… sudah bel belum?" sambung Niko.

"belum" Niko mengangguk "ayo, kita masuk"

Niko melihat Minato yang sedang melamun dan menepuk pundaknya perlahan "oy, kawan. Ayo masuk"

"oh, ya. Ayo"


Gekkoukan High School Interior, main entrance

Early Morning.Tuesday/7/4/2009 [07.20PM]

Ketiga remaja sudah masuk ke sekolah megah itu. Niko melihat sekeliling sambil melangkah dengan pelan. Dia tidak menghiraukan percakapan yang dilakukan Yukari dan Minato dibelakangnya hingga dia lupa melepas sepatu sekolahnya.

"HEY, LEPAS SEPATUMU!" teriak seorang pelajar laki-laki berpita lengan kuning bertuliskan 'komite kedisiplinan' dengan rambut yang tersisir rapi.

"ma…maaf" Niko melepas sepatunya dan menaruhnya di atas loker. Lalu dia melihat Yukari meninggalkan para siswa berdua sendiri.

"so, Minato-san. Ada info dari Yukari?" Tanya Niko.

"kita harus lihat papan pengumuman untuk mencari kelas kita lalu ke kantor fakultas untuk menemui wali kelas kita" jelas Minato.

"wow, pendengar ulung… ayo periksa papan pengumuman" ajak Niko, Minato mengangguk.

Setelah melihat-lihat beberapa menit, akhirnya mereka menemukan nama mereka. Mereka ada di kelas 2-F.

"wow… kita sekelas, kawan!" Niko tersenyum kegirangan.

"oh, ya. Yukari bilang dia juga ada di kelas 2-F" Minato teringat dengan info yang tertinggal.

"oh, gitu…" Niko mengusap dagunya "sekarang ke kantor fakultas?"

"ya" jawab Minato singkat.

"oke, ayo" dan para siswa baru beranjak ke kantor fakultas.


Gekkoukan High School's Faculty Office.

Para siswa baru sampai di depan kantor fakultas. Niko gemetaran karena dia melakukan kesalahan… dia menyelipkan pistolnya di celananya! Tapi setelah ia pikir-pikir, pistolnya kan tertutup blazer plus blazernya terkancing. Tapi tetap saja, dia gemetaran, Takut ketahuan…

"kenapa gemetaran?" Tanya Minato.

"gak apa-apa…" Niko menyentuh pegangan pintu "ayo masuk"

Setelah masuk, terlihat di ruangan itu hanya seorang guru perempuan dengan blazer pink kelihatan seperti menunggu seseorang.

"ah, kalian para murid baru itu,ya?" Tanya guru itu tiba-tiba "Minato Arisato dan Niko Pet…rovich, kelas 11, benar?"

Niko melihat-lihat kantor itu dari atas sampai bawah… tak ada yang menarik, sempat terdengar Ibu Toriumi berkata '10 tahun yang lalu' lalu berhenti dan beralasan kalau data milik Minato belum terbaca karena sangat sibuk.

"baiklah, siapa nama panjangmu, Niko-kun?" Tanya Ibu Toriumi.

"Niko Alyosha Petrovich, Alyosha itu nama tengah" jelas Niko.

"kau dari Rusia, ya… hmmm… menarik" Ibu Toriumi membaca arsip tentang Niko dengan mata terbelalak. "wow, juara Berburu Nasional termuda di Rusia selama 3 kali. Menarik sekali…"

Niko belajar berburu di Rusia sejak usia 7 tahun dengan cara tengkurap di tanah seperti seorang sniper. Senapan yang diberikan oleh ayahnya adalah senapan semi-otomatis Simonov SKS asli dari Rusia dengan popor kayu orisinil. Ayahnya sempat memasangkan senapan itu teleskop tapi dilepas oleh Niko dengan alasan lebih menantang. Recoil senapan itu bisa ditahan oleh Niko yang berusia 7 tahun walau sambil berdiri. Ayahnya pun tak percaya kalau Niko menembak Rusa dari jarak 400 meter tanpa teleskop!

Sejak berusia 10 tahun Niko mengikuti berbagai lomba berburu dan menang sebanyak 3 kali dengan julukan "Reinkarnasi Vasilly Zaitsev"

"saya Ibu Toriumi. Saya mengajar komposisi. Selamat datang disekolah kami" sambutnya.

"senang berjumpa denganmu!" kedua siswa baru itu menyalami Ibu Toriumi.

"wow, bersemangat sekali kalian" puji guru itu dan melanjutkan "sudahkah kalian melihat daftar kelas? Kalian di kelas 2-F, kelas saya"

"oh…" Niko mengisyaratkan kalau dia mengerti.

"pertama kita harus ke aula. Upacara sambutan akan segera dimulai" sang guru melangkah ke pintu "ikuti saya…"

Niko dan Minato mengikuti perintah ibu guru itu. Lalu Niko bertanya ke Minato "psst… Minato"

"apa?"

"guru itu ada lihat pistolku gak?" tanyanya dengan bodoh.

"sepertinya… enggak" Niko menghela nafas.

"oke!"


Di Gekkoukan High Auditorium… upacara sambutan

"ketika tahun ajaran dimulai. Saya mau kalian mengingat peribahasa ini… 'jika pekerjaan itu bernilai, pekerjaan itu layak untuk dilakukan dengan baik. Bila diterapkan pada kehidupan siswa akan bermakna…" kepala sekolah melanjutkan pidatonya…

"banyak-banyak kerja sampingan supaya dapat uang banyak!" Niko terkekeh

"hehe... iya ya" Minato juga ikut terkekeh

Tiba-tiba, murid dibelakang para siswa baru mencoba menarik perhatian mereka. "psst…hey…"

"hm?" Minato merespon panggilan itu.

"kalian ke sekolah dengan Yukari tadi pagi, kan? Aku melihat kalian bertiga jalan bareng" murid itu terdiam sebentar "dan aku punya pertanyaan… apa kau tahu dia punya pacar?"

"jawab apa, ya? Isengin ah!" otak iseng Niko berjalan.

"aduh, memang aku tahu apa!" Minato menggerutu didalam hatinya.

"punya" jawab Niko dan Minato bersamaan.

Murid tadi terkaget "kan, benar… maksudku, kenapa dia? Tunggu, seberapa akrab kalian dengannya?"

Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang berat membuat bulu kuduk Niko berdiri dan langsung menghada kedepan dengan konyolnya "ada yang bicara… aku percaya dia dari kelas Bu Toriumi..."

"shh, diam. Nanti aku bisa kena masalah disini!" suara Ibu Toriumi terdengar dan memberi perintah untuk diam.

"kau mengerti apa yang dibicarakan kepala sekolah?" Niko bertanya ke Minato.

"hampir semuanya gak ada yang ku mengerti"

"sama…"


Class 2-F, Gekkoukan High School

After School, Tuesday/7/4/2009 [04.30PM]

Setelah mendengar pelajaran singkat dari para guru akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu siswa jaman sekarang telah tiba… pulangan! Niko segera berkemas dan memegangi punggung bawahnya yang sakit.

"pistol sialan!" umpatnya dalam hati.

Terlihat Minato berdiri dari duduknya dengan tangan didalam saku "ayo, pulang. Niko-san"

"jangan ditambah –san. Dan… ayo! Adow…" Niko masih memegangi punggungnya.

Tiba-tiba seorang pelajar dengan topi baseball, berkemeja biru, dan berjenggot mencegat mereka "'sup, dude"

"wow…" Niko termundur.

"bagaimana belajarnya…"

"apaan?" Niko menautkan alis.

"siapa kamu?" Minato angkat bicara.

"aku?" pemuda itu menyeringai "aku Junpei Iori, salam kenal. Aku pindah kesini sejak kelas 8. Aku tahu rasanya menjadi anak baru di sekolah jadi aku mau bilang 'hai'… Lihat, kan? betapa baiknya aku ini" kemudian pemuda itu menatap Niko "wow, pelajar asing… menarik sekali, siapa namamu?"

Niko menawarkan jabat tangan "Niko Petrovich, salam kenal juga"

"dan kau?"

"Minato Arisato, salam kenal juga"

Minato, Niko dan Junpei bercengkrama sebentar lalu datang Yukari. "hey, ada Yuka-tan. Gak kepikiran kita bisa sekelas lagi"

Yukari menghela napas "lagi, ya? Kamu ngobrol sama orang lain kalau mereka mendengar." Yukari terdiam sebentar "bisa mikir gak kalau kamu bisa mengganggu orang?"

Junpei sweatdrop "hey, tapi. aku cuma mau beramah-tamah disini"

"sudahlay, Yukari-san… lagipula kita dapat teman baru disini" Niko menenangkan keadaan.

"sip! Kau selamatkan nyawaku, kawan!" Junpei menyengir.

"terserah 'lah" Yukari terdiam sebentar "ngomong-ngomong… sepertinya kita masuk ke kelas yang sama"

"itu pasti kebetulan…" Niko menggaruk kepalanya.

"itu takdir" Minato angkat bicara dengan tiba-tiba.

"takdir? Ya, benar" Yukari tersenyum dan tertawa kecil "tetap saja, aku agak kaget juga"

"ehem…ehem" Niko berdehem lalu menunjuk jari ke Junpei.

"um, halo… apa ada yang lupa kalau aku juga ada di kelas?" Junpei mengingatkan. "omong-omong, aku denger-denger kalian datang ke sekolah bertiga tadi pagi. Apa yang terjadi? Haha… ayolah berikan aku bocoran…"

Yukari terkejut "huh, kamu ngomong apa 'sih? Kita tinggal di asrama yang sama. Gak ada apa-apa 'kok, oke?" si Pinky merubah ekspresinya ke khawatir "kenapa 'sih orang-orang pada membicarakan hal begituan! aku jadi khawatir…"

"kelihatan sudah dari ekspresinya" Niko bersuara kecil.

Tatapan Yukari beralih ke si Emo "hey… kamu gak ngomong apa-apa 'kan tentang… yaah… kau tahu kan?"

"tentang apaan?" Minato menautkan alis.

Yukari agak marah "jangan bilang kau sudah lupa!" ekspresinya kembali ke khawatir "betulan, jangan ngomong apa-apa tentang yang tadi malam, ya?"

Junpei terkaget. Yukari membuyarkan fantasi Junpei yang mungkin memikirkan hal-hal bodoh macam 'ehem…'

"t-tadi malam…"

"tunggu, jangan pikir macam-macam!" Junpei memasang senyum nakal.

"gak mungkin ah.." Niko menggaruk kepalanya.

"DENGAR! Aku ketemu dengannya kemarin dan benar-benar gak ada apa-apa diantara kita! Huuh…" Yukari masih dengan ekspresi marahnya .

Telepon Niko berdering sebentar… dan cepat-cepat ia ambil hapenya dari saku celananya.

"temui aku di depan pagar sekolahan… aku menggunakan fedora hitam.

-T.K"

"oh, Ayah memberikan nomorku ke orang asing, hell!" umpat Nikolalu sadar kalau Yukari sudah tidak ada.

"ah, siapa peduli? Mana ada orang nanggapi rumor dengan serius. Paranoid amat…" ujar Junpei.

"yah, wajar lah. Gadis itu sensitif" Niko memegangi punggung bawahnya lagi.

"hey, kalian baru-baru saja disini sudah banyak orang ngomongin kalian!" Minato menguap kecil "percaya atau tidak, dia terkenal di sekolah ini. mantab, men!"

Niko dan Minato terkekeh "heheheh… tahun ini bakal menarik, dan itu pasti"

"ya, hidup dengan Glock 21 dan punggung yang sakit…"


Gekkoukan High School Exterior, front gate…

Niko dan Minato sambil berbincang-bincang telah keluar dari gedung sekolah. Niko melihat sekilas seseorang dengan fedora hitam bersandar di pagar sekolah. Ya, T.K.

"Minato, kau pulang duluan. Aku ada yang harus dibeli" usul Niko.

"baik, aku duluan…" Minato melambaikan tangan begitu juga Niko.

Niko menolah-nolehkan kepalanya mencari agar tidak ada orang yang menaruh curiga. Terlihat pria itu sedang memutar-mutar sebatang rokok.

"oy!" T.K memanggil Niko.

"oh, dia tahu…" Niko mendekati T.K dengan tergesa-gesa "apa yang…"

T.K memberikan sebuah kotak kardus yang entah berisi apa. Niko sedikit terkejut "apa lagi ini? Tokarev?"

"holster" T.K menyalakan rokoknya "tenang, jasmu kan panjang. pasti ketutupan"

"ya, aku memang butuh" Niko menggaruk kepalanya "darimana kau tahu Ayahku?"

"aku kenal Ayahmu ketika aku bekerja sebagai provider senpi untuk security dan bodyguard Kirijo Group. Aku tak percaya kalau ternyata Ayahmu tahu banyak tentang senjata. Bahkan Móndragon sekalipun"

"Móndragon, battle rifle otomatis pertama…" gumam Niko.

"ya. Oke, aku pergi dulu… cepat pulang, nanti asramamu di kunci" T.K melepas dan melambaikan fedoranya ke Niko, lalu memakainya lagi.

"OY!" Niko memanggil "nama aslimu siapa?"

"Troy Kimura!"

"oh…" Niko meninggalkan daerah sekolah dengan langkah panjang. "oke, dapat holster. Uang tak melayang!"


Iwatodai Dormitory, Lounge

Afternoon, Tuesday/7/4/2009 [05.15PM]

Akhirnya, Pemburu muda itu tiba di asramanya. Dia sempat membeli beberapa makanan dan minuman ringan di toko di sekitar Stasiun Tatsumi Port untuk jaga-jaga jika dia lapar atau haus. Yang membuat Niko bingung adalah, kenapa kotak ini berat kalau hanya berisi holster?

Ketika Niko masuk, ia melihat Mitsuru sedang sibuk baca majalah.

"aku pulang…" Niko memberi salam "eh, ada Senpai…"

"darimana saja kau? Borong?" Mitsuru tersenyum dan terkekeh.

"buat jaga-jaga hehehe… aku capek, duluan ya?"

"apa yang kau bawa itu?"

"ha? Yang mana?"

Mitsuru menunjuk ke kardus yang Niko bawa "ooh… ini cemilan" dan Niko akhirnya melengos.

Mata Mitsuru mengikuti Niko yang berjalan menaiki tangga "persis Ayahnya…"

Sempat terdengar suara 'Yo!' di tangga, tapi Mitsuru tetap fokus ke majalahnya sebelum seorang pemuda dengan rambut abu-abu mendatanginya… "anak baru ya?"

"begitulah…"


Iwatodai Dormitory, Niko's Room…

Memang Niko sangat lelah setelah kegiatan sekolah tadi pagi. Namun barang-barang miliknya belum dikemas dari kardus, jadi dengan lelahnya Niko membuka satu-satu kardus itu dan mulai tata-tata.

Niko membawa 1 trofi berburu kebanggaanya, foto-foto keluarganya, foto Niko dan senapan SKS miliknya, dan beberapa barang yang masih di kotak seperti kamera DSLR Canon baru, laptop Toshiba 8 inci baru, dan Xbox 360 baru. Plus sebuah kulkas kecil yang dia bawa dari Tokyo.

Selesai ringkas-ringkas akhirnya Niko siap untuk tidur. Setelah sikat gigi ia ganti bajunya dengan piyama putih bergaris biru dan seperti anak kecil, dia melompat ke kasurnya… ya, Niko memang rada kekanak-kanakkan.


Author's Corner

Ritzter : OYOYOYOY… aku rasanya ill-feel deh karena chapterku nyampe 2.000-an kata. Tapi aku senang karena ada yang Review fic ini. terima kasih buat yang review dan ini bacotan saya…

Saya ada janjiin full Bio Niko, ya? Oke deh… ini dia Full bionya!

Nama panjang/Nama kecil : Niko Alyosha Petrovich/Niko,Petrov

Tempat tanggal lahir : , Rusia. 20 April 1992

Perawakan : berambut merah kecoklatan, ber-iris hijau gelap, tinggi dan berpostur sedang.

Tinggi/berat badan : 179cm/58kg

Gol. Darah : O

Kepribadian : Tenang, mudah beradaptasi, bisa naik darah kalau tersudut, kadang kekanak-kanakkan, berani ambil resiko.

Hobi : berburu, setel senjata, main game, main bola.

Rahasia : senang ngambil duit preman, senang gangguin perempuan nakal, jago kelahi.

DAH! Itu full bio Niko. Kalau dia sudah jadi Persona-user ada lagi nanti biodatanya sendiri.

Chapter 3 nanti Niko bakal nunjukin SKILL BERANTEMNYA! Mau tahu kaya apa prosesnya?... MAKANYA, STAY TUNE, REVIEW, dan SEGALA JENIS REVIEW DITERIMA…