Ritzter-Workshop, Presents…

Persona 3 : Iwatodai Rifleman

Summary : dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…

Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural

Rating : bisa T, semi-M di masa mendatang

WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!

Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co.

Author's Note : HALO LAGI READERS YANG MASIH SETIA! ini dia chapter dimana Niko melakukan 'rahasia' nya. dan YEY! YANG REVIEW TAMBAH BANYAK!

Dan saatnya, BALAS REVIEW…!

Sp-Cs : terima kasih dah setia, ya. Dan… kayaknya bawa M249 rada mustahil, soalnya tuh senjata susah dibeli di black market, rumit isi (reload) senjatanya, dan berat. Dan sebenarnya, Niko kurang senang senapan senapan berat. Maaf ya… tapi nanti supaya gak kecewa, ada sosok OC baru nanti nenteng M249 dengan gilanya! Sedikit spoiler, kelaminnya berlawanan dengan Niko.

Hisawa Kana : thanks banget dah setia… dan OCxFuuka kayaknya asik deh. Ntar kutampung lagi beberapa akalan yang saya punya. Plus, Minato ama Niko di chapter ini mungkin bisa dibilang Partner-in-crime. Baca aja , deh… dan thx ilmunya!

etro : oke, saya kasih penjelasan di Author's Note awal. Dan saya usahakan ada plot twistnya, dan thanks atas PUJIANNYA!

Lance Jeevas : mungkin gaya berantemnya gak asik… tapi tenang aja, Pasti bagus... soalnya aku agak kurang optimis tentang bagian berantemnya, hehehe...

OH YA! ADA beberapa yang harus di beritahukan disini…

Holster : tempat menaruh pistol, biasanya dipakai dengan cara di kaitkan dengan pendeng celana. Bahkan ada yang ditaruh di pinggang dan paha.

Fedora : topinya seperti topi koboi Cuma lebih kecil dan tepinya lebih tipis. Identik dengan topi-topi Mafia.

Oh ya, aku rada-rada kangen sama Ultimum Repressio-nya CROW INABA, kapan ya tu Author update?

P.S – Have a Nice Reading, guys!


Iwatodai Dormitory, Niko's Room

Early Morning, Wednesday/7/4/2009 [07.30AM]

Niko benar-benar bersyukur karena sudah menemukan kamar mandinya. Kamar mandinya ada di lantai dimana dia tinggal, lantai dua. Niko memang bersihan anaknya dan alasannya kali ini karena kalau pagi-pagi mandi itu menyegarkan. Niko kali ini menggunakan kemeja putih sebagai dalaman blazernya dan mencoba-coba untuk memakai dasi klasik itu dan kali ini, Niko tidak membawa pistolnya. Sambil keluar ruangan pun ia masih saja memutar-mutar tali kecil di lehernya itu. "susahnya!"

Tak disengaja, Niko berpapasan dengan Mitsuru. "pagi, Senpai!"

Mitsuru menoleh ke si pemilik suara "oh, Petrov" melihat tingkah Niko, ia menautkan alis "ada apa denganmu?"

"dasi…nya… susah!"

"sini kupasangkan" Mitsuru mendekati Niko "ayo, tunduk"

Wajah Niko merah padam. Namun, Niko biar malu-malu… tetap mau "eh…iya"

Jari lentik Mitsuru memainkan dasi itu. Beberapa ikatan dan putaran telah membuat dasi itu terpasang dengan rapi. "selesai"

"ya ampun… terima kasih, Senpai!" Niko menjabat tangan Mitsuru tanpa sengaja. Niko tidak melihat kalau sebenarnya pipi Mitsuru merona merah karena sentuhan Niko. Ketika Niko melihatnya, ia melepaskan jabat tangannya "oh… maaf"

"tak apa, mau pergi ke sekolah bersama? Aku agak bosan berangkat sendiri" ajak Mitsuru.

Niko mengangguk tanda menyetujui ajakan Mitsuru


On the monorail…

Niko dan Mitsuru sekarang berada di monorail. Lingkungan disana ramai akan pelajar dan pekerja yang ingin sampai ke tujuannya masig-masing. Niko dan Mitsuru sempat berbicara hal-hal ringan dan kemudian, topiknya berubah…

"jadi, Petrov. Bagaimana kabar Ayahmu?" Mitsuru mengubah topik.

"oh… baik-baik saja, Senpai. Terima kasih sudah bertanya" jawab Niko sopan.

Mitsuru tersenyum sambil memejamkan matanya "tidak perlu sesopan itu…Pet…eeh…"

Niko menautkan alis "lho, ada apa?"

"umm…te…teman" wajah Mitsuru memerah, Niko malah serasa salah tingkah dan sadar kalau…

"kau yang sering dibicarakan Ayah…"

"be-benarkah?"

Niko tersenyum seperti anak kecil "iya! Itu kau! Wah, senpai… tak kusangka. Calon sahabatku…maksudku…sahabtku seorang senpai!"

"eheh… ya. Ayahmu juga berjanji kepadaku kalau aku akan bersahabat dengan anaknya, kau" Mitsuru menunjuk Niko.

"Oke, senpai… mulai sekarang kita sahabat. sahabat?" Niko menawarkan kelingkingnya "memang kekanak-kanakkan, tapi ampuh"

Mitsuru menerima ajakan janji kelingking Niko. "sahabat"

Dan selama perjalanan menuju stasiun Tatsumi Port, mereka bercengkrama sambil ketawa-tawa.


Gekkoukan High School, Class 2-F

Morning. Wednesday/7/4/2009 [09.00AM]

Pelajaran di kelas bagi Niko sangat membosankan, begitu juga Minato yang berada 2 meja kedepan darinya. Karena pelajarannya tentang semacam literatur. Minato sempat di tanyakan sebuah pertanyaan namun dijawab dengan benar. Namun Niko tetap tenang selama bukan dia yang ditunjuk.

"psst…hey" seseorang memanggil Niko.

"apa?" respon Niko singkat.

"kau tahu Yukari, kan?" Tanya seorang teman sekelas to the point sampai Niko menjedotkan kepalanya ke meja.

"perhatikan pelajaran!" perintah Niko dengan nada membentak.

"eits… tolong perhatikan pelajaran, Niko-kun. Oke…" sang guru Memanggil Niko, dan ekspresinya jadi cemberut.

"maaf" pemuda itu menundukkan kepala "aku hanya ingin tahu kalau Yukari punya pacar sebelum aku pindah dari sini…"

Karena Niko merasa iba, dengan terpaksa dia harus menjawabnya "belum"

"oh, baiklah" ekspresi pemuda itu berubah jadi ceria.

"kasihan… sampai segitunya tanya-tanya tentang Yukari"


Gekkoukan High School,School Canteen

Lunch Time. Wednesday/7/4/2009 [12.00PM]

Waktu istirahat tiba. Kini Niko, Minato, dan Junpei akan makan sesuatu karena perut kosong dan agar konsentrasi belajar tetap stabil. Niko bukannya tidak stabil hanya saja dia cuma mau ngemil.

"oke, aku mau… wafer roll itu" Niko menunjuk ke arah cemilan yang dikotaki.

"umm… aku jus jeruk sama roti melon" Junpei menunjuk roti dan jus pilihannya.

"Roti…melon?" gumam Minato "beli roti melon 5 bungkus!"

Niko dan Junpei terkaget. "HAH?"

"kenapa?"

"kau suka roti melon, ya?" Niko menanyai Minato.

"sangat" jawabnya.

"oke, guys… aku yang bayar" Niko kemudian menyerahkan beberapa Yen ke ibu penjaga kantin.

"serius, sob?" Tanya Junpei tak percaya.

"percayalah…" Niko mengedipkan sebelah mata.

"wow, kau memang teman yang baik!" puji Junpei.

"mumpung banyak uang…hahahaha" Niko menyeringai sambil tertawa, Disusul oleh Junpei dan Minato.


Gekkoukan High School, front entrance

After School, Wednesday/7/8/2009 [04.10PM]

Jam pulangan telah tiba dan para murid-murid Gekkoukan berbarengan keluar dari komplek sekolah dengan teratur, begitu juga Niko dkk. Niko sadar kalau uang sakunya agak 'menipis' dan harus di isi lagi tanpa membebani mental.

"oy, Junpei. disini ada daerahnya preman gak?" Tanya Niko ke Junpei.

"sob, kau ngapain Tanya-tanya begituan?" Junpei agak terkejut.

"tanya aja, supaya bisa jaga-jaga"

"hmmm… karena kau orang baru, dengar ini…" Niko memasang telinga lebar-lebar "tempat orang-orang kaya gitu ada di gang belakang stasiun Iwatodai. Disana banyak pengguna narkoba, jalang, pokoknya yang berbau kriminal, deh!"

"oh…" Niko mengerti, dan dalam hatinya dia menyeringai "saatnya cari duit!"

"kok Tanya hal begituan, sih?" Minato bertanya.

"gak apa-apa"


Iwatodai Station, Iwatodai

After School, Wednesday/7/4/2009 [04.55PM]

Niko dan Minato telah tiba di stasiun Iwatodai. Kali ini tanpa Junpei karena dia sudah duluan lari ketika pintu kereta terbuka. Dengan penuh rasa antusias, Niko mencari-cari jalan menuju gang itu. Saking antusiasnya Niko senyam-senyum sendiri.

"Minato, kau mau ikut aku?" Tanya Niko.

"kemana?" Minato balas Tanya.

"cari uang" jawab Niko.

"jangan bilang kau mau ke gang itu?" harap Minato.

"aku mau kesana. hehehe… ini pasti menarik" Niko mengeluarkan senyum jahatnya.

"ya sudah, aku ikut" Minato menganggukkan kepalanya.

"sip!"


Iwatodai Station's Back Alley…

"Minato, tunggu sini" perintah Niko

"oke" Minato menuruti perintahnya.

Niko berjalan semakin kedalam gang. semakin kedalam terlihat puntung-puntung rokok dan botol-botol bir, semakin kedalam lagi ada gelandangan tidur dengan alas kardus dan semerbak alkohol yang bercampur dengan udara, semakin kedalam ada orang-orang yang kelihatannya preman-preman, ada yang sedang sibuk menghisap kokain dan grepe-grepe perempuan… dan ini tandanya uang banyak menanti untuk di embat.

Niko punya pengalaman dengan preman-preman di Tokyo dari preman pelabuhan, stasiun bawah tanah, dan jalan sepi kota sudah dia habisi. Dan bisa dibilang, Niko terkenal diantara para preman sebagai "pencari uang keras" karena yang dipalak orang-orang macam preman, begundal, dan semacamnya.

"OY! SAPA LO?" teriak seorang preman yang sedang meraba-raba cewek.

"weiss… ada yang nyasar, nih" seorang preman lagi menyambut kedatangan Niko.

Niko tanpa gentar terus menembus kedalam hingga terlihat wujudnya dengan yang tinggi dan besar. "Yo!"

"sok akrab, lo! Mau apa lo disini?" Tanya seorang preman yang habis menghisap kokain.

"gak tahu, mungkin cari uang" kata Niko dengan nada menantang.

Satu orang preman lagi berdiri "wuiihh… anak Gekkou!"

"wah, ckckckck… kita benar-benar beruntung, ada anak orang kaya disini"

"apa aku terilhat seperti orang kaya?" Niko merentangkan tangannya ke samping mengisyaratkan 'apa aku terlihat seperti itu?'

"heh, kalo lu mau cari masalah disini…" preman yang tadi habis menghisap kokain membuat gerakan memotong di lehernya dengan tangannya.

"dasar begundal D.O, banyak gaya doang!" Niko menyengir.

"bangsat! Sini kamu!" si Coke Sucker (penghisap kokain) dengan postur yang lebih pendek dari Niko menghujamkan tinjunya. Niko menghindarinya dengan baik dan mengayunkan tinjunya ke pelipis kiri anak itu hingga pingsan.

Yang tadi meraba-raba cewek mulai menyuruh anak buahnya menyerang Niko. "habisi bule brengsek itu!"

2 orang mengambil pipa dan satu dengan pisau dapur. Yang membawa pipa mulai menyerang Niko dari kedua posisi. Niko memegang pipa preman yang satu dan menendang perutnya hingga terlempar, kemudian dia mencabut pipa itu dari tangannya dan mengayunkannya ke preman yang lain. Niko dengan cepat melangkah maju dan memukulkan pipanya ke tempurung kepala musuhnya dengan keras hingga pingsan. ketika yang tadi ditendang Niko bangkit, Niko dengan langkah panjang langsung menghantamkan pipa besinya ke wajahnya dengan keras. Kemudian seorang preman dengan pisau dapurnya mulai menghunus dan menebas pisau dapurnya secara membabi buta. Niko terkonsen dengan pisau itu lalu mengayunkan pipanya untuk memukul tangan pemuda itu hingga pisaunya jatuh. Dan akhirnya pemuda itu menunduk-nunduk minta menyerah "cuih… dasar pengecut…"

Selang beberapa waktu, si bos yang menggunakan kupluk menyuruh para jalang untuk menjauhi arena pertarungan "antara kau dan aku, pantat putih"

Niko menjatuhkan pipanya "cih…olokan apa itu? KERDIL!" langkah panjang Niko dan gerakan yang cepat berhasil membuatnya mendaratkan tinjunya tepat di wajah pemuda itu. Hidungnya mimisan dan mungkin giginya rontok, dan bisa dibilang pukulan terkeras yang Niko pernah hujamkan ke orang lain. Dan ternyata orang-orang itu pingsan kecuali si pemegang pisau.

Niko membalikkan badan 'korbannya' untuk mencari uang yang ada pada mereka. Si kupluk pendek punya 5000 Yen, para pembawa pipa 8800 Yen.

"MANA UANGMU!" Niko mencekik si pembawa pisau.

Karena takut, si pembawa pisau berkata jujur"di…sa…khu…bekhakang!" Niko melepas cekikannya dan menendang si pembawa pisau hingga terguling. Dia keluarkan dompetnya dan terpampang uang sebanyak 10000 Yen.

Dan tidak lupa si senghisap kokain, dia buka jaket pemuda itu dan terlihat segepok uang yang diikat "wow… 500000 Yen! Nih orang benar-benar gak punya masa depan!" dan akhirnya Niko mengambilnya.

"daah… nanti aku kesini lagi!" Niko melengos. Dan dia tidak tahu kalau dia sedang diperhatikan seseorang.

"siapa dia?"


Back Alley Entrance…

Minato sedang duduk jongkok sambil mendengarkan Mp3 dari earphonenya sambil menunggu Niko. Ia sedang menggumamkan sebuah lagu. Dari balik gang Niko kembali dengan segepok uang dari hasil 'malak' nya dengan wajah puas.

"ya ampun, sudah lama aku gak melakukan ini…" Niko menyeka keringat di peluhnya "nih, hadiah"

Minato menerima uang pemberian Niko "wow, 10000 Yen. Lumayan. Trims"

"oke, ayo pulang. Nanti kesorean. Aku capek!"


Iwatodai Dormitory, The Lounge…

Evening, Wednesday/7/4/2009 [06.00PM]

Niko dan Minato tiba di asramanya setelah makan di Hagakure. Tak terasa hari sudah gelap dan akan semakin gelap. Setelah membuka pintu… Niko dan Minato melihat Yukari duduk bercengkrama dengan seorang pria berambut panjang dan berkacamata.

"oh, mereka kembali" peringat Yukari.

"jadi, ini tamu kita?" kata pria berkuncir.

"lho? Siapa itu?" tanya Niko pelan.

"entahlah" balas Minato.

"selamat malam" salam pria itu "nama saya Shuji Ikutsuki. Saya adalah ketua pengelola asrama untuk sekolahmu" lalu pria yang bernama Ikutsuki ini mulai menyeringai "'Ikutsuki". Susah disebut ya? Itulah kenapa saya kurang suka memperkenalkan diriku. Bahkan lidahku terpelintir kadang" lalu Ikutsuki mengarahkan tangannya ke sofa "silahkan duduk"

Niko dan Minato duduk. "saya minta maaf dengan ketidak pastian tentang akomodasinya" kedua siswa baru memasang telinga "bagaimanapun, mungkin butuh waktu lama agar kalian bisa tinggal di asrama yang pantas. Apakah ada yang ingin ditanyakan?"

"tidak, saya mengerti" kata Niko.

"Tanya 'gak ya…" Minato sedang berpikir, namun telah mendapat keputusan "tidak ada"

"sekarang, kuharap tahun ini kalian akan sukses sekolahnya. Sebentar saya permisi dulu…" baru saja ikutsuki melangkah, dia berhenti sebentar. "kalian pasti lelah setelah semua yang kau lakukan. Kalian harus tidur cepat. Seperti kata peribahasa "burung yang cepat bangun, cepat dapat cacing… tolong maafkan canda saya" Ikutsuki terkekeh sebentar lalu meninggalkan para pemuda bertiga.

"candaanya jelek" Niko mengkritik.


Iwatodai Dormitory, Niko's Room

Evening. Wednesday, 7/4/2009 [08.00PM]

Setelah main Xbox sebentar, akhirnya Niko mengantuk dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur. Tak perlu waktu lama untuk orang yang lelah untuk menutup mata dan pergi ke alam mimpi. dan ia tak tahu kalau ia sedang 'dipelajari'…


Somewhere…

Niko merasa terbangun tapi terbangun di tempat aneh. Seperti lift yang luas, dengan penunjuk lantai yang terus berputar dengan cepat, dan 2 orang yang asing bagi Niko. Yang satu adalah Pak Tua dengan hidung panjang dan disebelahnya ada perempuan berambut bob, bertopi, menggunakan baju lengan pendek, dan membawa buku besar. "Welcome to the Velvet Room, my dear young men…"

"hah?" Niko tertegun lalu menoleh ke sebelahnya, ada figur yang ia kenal… "Mi-Minato?"

Si pak tua angkat bicara "nama saya Igor, senang bisa mengenal kalian"

"ada apa ini?" Niko gelisah.

Igor menggestur ke si perempuan "ini Elizabeth. Dia penghuni disini. Seperti saya"

"Senang bertemu denganmu" salam Elizabeth, Niko dan Minato terdiam.

"tempat ini muncul di antara mimpi dan kenyataan, pikiran dan materi…" dua sekawan cengo "sudah bertahun-tahun semenjak kami kedatangan tamu"

Kemudian muncul sebuah dokumen di meja kecil didepan pemuda cengo. Pak Tua itu membuka dokumen itu tanpa disentuh! Niko merinding "wow… ajaib"

"hanya yang sudah menanda tangani 'kontrak' yang bisa memasuki ruangan ini… dan untuk selanjutnya, kami menyambut anda di Velvet Room" Omongan Igor masih berlanjut. "Anda ditakdirkan untuk mengasah kemampuan unik Anda, dan Anda akan memerlukan bantuan saya untuk melakukannya" dan masih berlanjut… "saya hanya meminta satu hal sebagai balasan… bahwa Anda mematuhi kontrak, dan bertanggung jawab atas pilihan yang Anda buat"

Minato berbicara duluan "aku mengerti" Tapi tidak dengan Niko…

"tunggu, kontrak apa yang ku tanda tangani?" Niko mencondongkan badannya.

"memang kau belum menanda tanganinya. Tapi sebenarnya, kontrak itu bisa dalam bermacam-macam bentuk"

Niko mengangguk "baiklah…"

"pegang ini…" di hadapan para pemuda itu muncul sebuah kunci klasik berwarna biru terjatuh dengan pelan dan mendarat di tangan masing-masing pria muda.

"sampai bertemu lagi…" pandangan Niko dan Minato semakin menyilaukan hingga tak terlihat apa-apa.


Author's Corner

Niko : YO! Niko disini… mohon maaf karena Ritzter tak bisa hadir, soalnya ini kali pertama dia dapat 4 review di sejarah hidupnya hingga dia harus loncat-loncat di pasir konstruksi tetangga…

Oh ya, ada beberapa bacotan yang diserahkan bos saya untuk di tulis disini… ini dia :

Di chapter 4 Niko bakal memanggil Personanya, dan diusahakan agar… eh… tulisannya jelek amat…

Ritzter : JAUH LO! *nyambet kertas* buang aja ini ke laut!

Niko : lho?

Ritzter : Niko menerima kiriman, entah apa itu karena ditaruh di koper besi lagi!. dan ini adalah Premier Chapter dimana Niko bakal MANGGIL PERSONANYA! KYAA…! *di bunuh*

Sedikit info tentang Anton, ayah Niko. ia kerja di Kirijo Group dan seangkatan dengan Eiichiro. Takeharu dan Anton sahabat baik ketika bersama di Universitas Berkeley, California. Ketika ingin mencari pekerjaan, Anton coba-coba menghubungi Takeharu dan akhirnya dapat tawaran kerja di Kirijo Group sebagai wakil ketua proyek. Ketika kerja disana, ia bertemu dengan Ikutsuki dan Eiichiro, seniornya. Namun siapa sangka? Anton diam-diam jauh lebih pintar ketimbang mereka berdua. Karena kangen sama anaknya, ia diam-diam mengembangkan sebuah Shadow yang tujuannya agar secara fisik mirip dengan anaknya. 3 bulan proyek rahasianya berjalan akhirnya sukses, tapi hanya wajah saja yang mirip sedangkan sisanya benar-benar berbeda.

Penasaran kaya apa nanti wujud Persona Niko?... Makanya…STAY TUNE DAN REVIEW!

P.S – Segala bentuk Review diterima… karena Review adalah semangat saya! + D.O berarti Drop Out atau dikeluarkan dari sekolah.