Ritzter-Workshop, Presents…

Persona 3 : Iwatodai Rifleman

Summary : dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…

Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural

Rating : bisa T, semi-M di masa mendatang

WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!

Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co., SKS-Sergei Simonov/Tula Arsenal.

Author's Note : HALO LAGI READERS ! ini adalah Chapter Premier dimana Niko bakal mensummon Personanya. Maafkan kalau agak panjang *plak!* dan mungkin… s

Dan saatnya, BALAS REVIEW…!

Hisawa Kana : oh ya, lupa aku sama tipsnya, hehehe |-P

Sp-Cs : OK, FAN SERVICE! AK masuk daftar Niko's Firearms! Tinggal cari/bikin desainnya…

Lance Jeevas : karena Minato sifatnya happy-and-go jadi dia krg peduli ama duit darimana itu, PLUS karena Niko seneng nantang adrenalin, makanya malakin Preman.

ini ada sample senapan SKS yang Niko pakai di chapter ini :

http: / / i17 . photobucket . com / albums / b87 / cyanide28 / TapcoSKS1 . jpg

sekelebat Info…

SKS : senapan semi-otomatis Uni Soviet buatan tahun 1945. Panjangnya Samozaryadnij Karabin sistemy Simonova. Dirancang oleh Sergei Gavrilovich Simonov, diproduksi Tula Arsenal.

Magasen : tempat menampung peluru di ruang peluru agar bisa ditembakkan. Biasanya berbentuk 'C/Pisang' berkapasitas 20-30 peluru, bahkan ada yang berupa 'drum' berkapasitas 50-100 peluru.

Senjata Laras Panjang yang Niko punya dipastikan bersangkur/bayonet. Sangkur/bayonet itu pisau yang ditaruh di ujung senapan untuk pertempuran jarak dekat. Dan berusaha bayangkan wajah Nyx Avatar sebagai wajah Persona Niko…

AWAS, KEBOSANAN MENANTI!


On The Monorail…

Early Morning. Thursday 8/4/2009 [07.12AM]

Minato, Yukari, dan Minato pergi ke sekolah bersama kali ini. terima kasih dengan holster baru dan pistol yang ramping, pistol yang ada di pinggangnya bisa dibilang mustahil bisa terlihat, Niko juga membawa satu magasen cadangan di saku celananya.

"BURN MY DREEEAAAAD…!" Niko dan Minato dengan hayatnya mendengarkan lagu 'Burn My Dread' dari earphone Minato.

"hehehe… kalian akrab juga, ya?" puji Yukari.

"Hah…?" Niko melepas earphone-nya dan memasangkannya ke telinga Minato. "Apa?"

"cepat sekali kalian bisa akrab"

Niko menyengir "Ya begitulah, takdir"

"Yo, Niko…" Minato melepas earphone-nya "Ada yang ingin kutanyakan"

"Apa itu?" Tanya Niko

"Aku bermimpi di suatu tempat, semacam lift yang cepat dan penunjuk lantai yang berputar terus da-"

"Ya, sama. Ada kamu disitu"

Minato terbelalak "Masa? Aku juga lihat kau disana."

"Berarti… aneh ,ya? Hehe…" Niko menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kalian ngobrol apa sih?" Yukari tiba-tiba bertanya.

"Gak apa-apa." Niko mengalihkan pandangannya ke Minato "jangan sampai ada orang tahu…"

"Baiklah"


Gekkoukan High School, Announcement Board.

After School. Thursday/8/4/2009 [04.40PM]

"YA AMPUN! Bingungnya…"

Niko sudah 10 menit mencari-cari klub yang bagus. Saking bingungnya dia jadi kelihatan seperti anak asing kesasar. Akhirnya, Niko memutuskan untuk kembali ke kelas.

"Yo!" terdengar suara yang familiar. Suara Minato dan Junpei.

"Sob, jalan-jalan yuk! Aku bosan nih…" ajak Junpei.

"Hehe… baiklah. Kemana?" Tanya Niko.

"Main game di Game Panic, yok!" ajak Junpei.

"Game? boleh…" Niko mengangguk begitu juga Minato.

"Oke, AYO MELUNCUR!" Junpei melayangkan kepalan tangannya ke udara dengan semangat.


Paulownia Mall, Game Panic

After School. Thursday/8/4/2009 [05.20PM]

Ini adalah kali pertama Niko dan Minato ke Paulownia Mall apalagi ke Game Centernya. Game-game di Game Panic bisa dibilang banyak dan seru-seru. Niko sembarangan main apapun yang dilihatnya, Minato dan Junpei sibuk main DDR sampai kakinya linu-linu. Dan perlu diketahui kalau Minato hebat dalam main DDR.

"Wow, kau hebat Minato!" Junpei menepuk pundak Minato.

"Oh… biasa saja." Minato melemaskan punggungnya yang kebanyakan gerak.

"Gak nyangka, sob. Baru aja main kau sudah sehebat itu." Junpei memuji lagi.

Minato dan Junpei keluar dari Game Panic dan kedapatan melihat Niko yang menceburkan kepalanya ke kolam air mancur. Bergegas si dua sekawan berlari ke arah Niko.

"Oi, sob! Kenapa kamu?" Junpei menggoncang-goncang tubuh Niko.

"Hey, Niko. jangan bercanda…" karena tidak sabar, Minato menarik kepala Niko yang terendam.

"PFUAH…! Hah…hah…" Niko tersengal-sengal.

"Kau kenapa sih?" Tanya Minato.

"Kebanyakan hu-huruf hi-hirag-gananya!" keluh Niko "aku p-pus-sing…"

Junpei dan Minato sweatdrop, lalu mengusulkan untuk pulang ke rumah masing-masing…


Iwatodai Dormitory, Lounge

Evening. Thursday/8/4/2009 [06.10PM]

Dua Sekawan telah tiba di asrama agak telat 10 menit. dan oleh karena itu, Niko memutuskan untuk ambil minum di kulkas. Tapi karena tak tahu dimana dapurnya, ia mencari sekeliling.

"Oh… ini dapurnya" Niko menemukannya, lalu menuju ke kulkas. Ketika dia buka kulkasnya ada banyak sekali bahan makanan dan… minuman ringan. Tanpa ragu, Niko mengambil dua dan segera beranjak dari dapur.

"Nih, minuman" Niko menyerahkan sekaleng minuman.

"Oh, trims"

Tiba-tiba terdengar suara Mitsuru "Darimana saja kalian?" Tanya Mitsuru.

"Dari… mall" aku Niko sambil membuka minumannya.

"Oh…" Mitsuru terdiam sebentar "Bagaimana hari kalian?"

"Baik-baik saja" Minato menjawab.

"Tak ada masalah" Niko melanjutkan.

"Baiklah… kalau kalian lapar, ada mie instan di kulkas" tawar Mitsuru.

"Oke!" Niko dan Minato menjawab bersama, kemudian beranjak ke ruangan mereka masing-masing.

"Oh, Petrov" Mitsuru memanggil Niko "Ada paket untukmu, ditaruh di sebelah kamarmu"

"Huh…Paket apa lagi?" Tanya Niko dengan nada kesal.

"Tidak tahu. Entah apa isi kotak besar itu." kata Mitsuru.

"Oke, thanks infonya. Aku duluan…" Niko meninggalkan lounge untuk ke kamarnya.


Iwatodai Dormitory, Niko's Room

Evening, Thursday/8/4/2009 [06.30PM]

Setelah mandi dan berpakaian, Niko teringat dengan paket yang ia bawa masuk. Kotak itu memang berat dan kali ini Niko sudah bisa menebak… kalau kotak itu isinya pasti senjata lagi.

Dia buka bungkusan kotak itu, lalu ada lagi lapisan kardusnya, dia buka lagi ada sebuah benda alumunium. Bukan benda alumunium sembarangan, koper alumunium...

"Astaga…" kaget Niko. karena tak mau buang waktu, dia buka koper alumunium itu dan terpampang… sepucuk senapan SKS berbayonet dengan popor Tapco plastik(tepatnya Polymer) warna hitam, 6 buah magasen berisi, dan 5 kotak peluru 7.62x39mm ComBloc.

"Astaga… Ayah…" Niko lalu menyabet ponsel yang ada di sakunya dan menelepon ayahnya

"*TUUT…TUUUUT* halo, nak?"

"Yah, jelaskan..." kata Niko dengan dingin.

"Oh… paketnya sudah sampai?" sang Ayah berhenti sejenak "Baguslah kalau begitu… thanks to T.K"

"APANYA YANG BAGUS!" bentak Niko "INI MALAH NAMBAH-NAMBAHIN MASALAH!"

"Ya ampun , bentak-bentak terus. sudahlah… SKS-mu akan sangat berguna nanti"

"Ayah mau apa sih kirim-kirim senjata segala?"

Sang Ayah terdiam sebentar. "…Apa kau mengalaminya?"

Niko menautkan alis "Mengalami apa?"

"Mengalami malam yang 'hijau', bulan yang kuning, peti dimana-mana…"

"… " Niko terdiam, gemetaran.

"Itulah tujuan SKS dan Glock disana, menjaga dirimu. hubungi aku jika kau 'berpotensi'…" sang Ayah menutup teleponnya tanpa mengucapkan selamat tinggal yang biasa Niko dengar.

Niko mengernyitkan dahi. "Aneh… tidak biasanya Ayah seperti itu"

Setelah percakapan tadi mata Niko tak merasa berat lagi. Untuk mendapatkannya lagi ia memilih untuk memainkan Xbox miliknya lagi hingga rasa kantuknya tiba. Tak terasa beberapa jam berlalu akhirnya Niko mematikan konsol gamenya dan membaringkan badannya di kasur.


Iwatodai Dormitory, Niko's Room

Unknown. Thursday/8/4/2009 [Unknown]

Niko terbangun ketika merasakan semacam 'gempa' yang berlangsung sebentar. Ekspresi bangun Niko tidak enak, kaget. Mata Niko tidal lagi berat karena khawatir akan 'gempa' yang dia rasakan.

"Itu gempa, kah?" Tanya Niko. "Tapi, kok hanya sekali lalu berhenti…" karena merasa tidak enak, Niko pergi ke kaca luar dan melihat Mitsuru dan temannya bertarung melawan makhluk hitam yang terlihat seperti sesuatu yang kental tapi hidup. "holy shit… apaan tuh?"

Niko segera keluar masih dengan piyamanya dan dengan senjata SKS sambil membawa 3 magasen cadangan. Baru saja dia membuka pintu terlihat Yukari berlari. "Hey, Yukari… ada apa disana?"

"AH! Itu senapan?" Yukari tersentak.

"gak ada waktu, panggil Minato. CEPAT!" perintah Niko. Yukari pun menurut dan mulai berlari ke pintu kamar Minato.

Setelah Niko merasakan getaran yang kedua baginya, ia segera ke ruangan Minato. Yukari dan Minato akhirnya keluar dan Minato terlihat membawa pedang pendek.

"um… kemana kita pergi?" Tanya Niko.

"kita pergi lewat pintu belakang, ayo!"

"Yukari, benda hitam-hitam apa yang dilawan Mitsuru dibawah?" Niko bertanya lagi namun tidak dihiraukan oleh Yukari yang berlari. Akhirnya Niko mengikuti Yukari dan Minato tanpa jawaban.


At The Lounge...

Minato dan Yukari tiba di lantai bawah dan segera menuju ke pintu belakang.

"Baiklah, setidaknya kita aman sekarang-"

Kemudian terdengar suara 'PIPIPIPIPI…' dari semacam alat komunikasi milik Yukari.

"Niko, itu paket yang kau terima tadi ya?" Tanya Minato.

"Ya… SKS dengan popor Polymer. Untung saja senjata ini agak ringanan" kata Niko sambil bersyukur.

"APA!" Yukari terkaget, dan kemudian terdengar suara 'Brak!' dari pintu belakang seperti ada yang ingin mendobraknya.

Niko mulai pasang ancang-ancang untuk menembak "WOW! Apa-apaan itu?"

"o-ow…" Minato termundur.

Yukari tersentak "Ah! A-ayo mundur…" dan Yukari berlari lagi.


Dorm's First Floor…

"OH SHIT! GEMPANYA MAKIN INTENS!" umpat Niko.

"Apa yang harus kita lakukan…?mereka ada di bawah!" kekhawatiran Yukari makin menjadi. "Apakah ada pilihan lain selain naik ke atas?"

"aku setuju, ayo" tukas Minato.

"dia setuju, aku setuju"

Mereka berlari lagi ke lantai atas…


Dorm's Second Floor…

Getarannya semakin menjadi. Niko sedari tadi standby dengan SKS-nya namun Yukari makin menjadi kekhawatirannya, Minato agak-agak kengerian…

"Whoa…whoa!" Yukari tergoyah "apa yang akan kita lakukan?"

"TERUS NAIK!" Niko dan Minato teriak bersamaan. Dan akhirnya mereka langsung melesat ke lantai selanjutnya…


Dorm's Third Floor…

Setiba di lantai 3, para siswa kelas 2 ini mendengar suara pecahan kaca.

"FUCK…! APAAN TUH?" Umpatan Niko makin menjadi.

"Apa itu?" ekspresi Yukari tetap sama, khawatir "Mereka makin dekat!"

Niko memeriksa lantai bawah dari atas, terlihat bayangan dengan tangan menggeliat-liat di angkasa makin lama makin dekat "What the fuck…! Mereka masih mengejar!" Niko mengumpat lagi. "Bagaimana ini?"

"Ayo, jangan berhenti!" ajak Yukari.

Mereka berlari lagi…


Dorm's Fourth Floor…

Niko, Minato, dan Yukari tiba di lantai empat. Niko sekilas melihat sebuah pintu besi yang terlihat kokoh.

"eh, pintu" kata Niko.

"Yukari, apa kita bisa lewat pintu itu?" Tanya Minato.

"Oh… kalau lewat pintu ini…" Yukari terlihat ragu-ragu.

"Aku kurang suka ini… ayo buka! Kau punya kuncinya?" Tanya Niko.

"Ada, sebentar… akan ku buka" Yukari segera mengeluarkan sebuah kunci dan memutar-mutarkannya di engsel pintu. Dan akhirnya, pintu terbuka.

"AYO BERGEGASLAH!" Niko keluar pertama disusul Minato dan Yukari.


Dorm's Rooftop…

"Kunci lagi!" perintah Minato. Yukari pun mengunci pintunya.

"seharusnya aku yang bicara itu…" keluh Niko.

Tiba-tiba ada getaran lagi. Kali ini serasa mengarah ke arah para siswa kelas dua itu. Niko yang merespon langsung memutar tubuhnya ke 180 derajat. Dia hadapkan ujung bayonet SKS-nya ke depan dan mulai membidikkan senapannya. Kemudian Yukari dan Minato ikut memutar badan mereka.

"Apa…" kata Yukari pelan.

"Niko, ada masalah…" Minato standby dengan pedang pendeknya.

"this. Is. It…" Niko makin memicikkan mata kirinya dan tangan kanannya mengokang SKS itu hingga 7.62 yang masih segar masuk ke ruang pelurunya.

Tiba-tiba, ada banyak sekali tangan menaiki tembok pembatas asrama itu. Lalu muncul 3 buah topeng yang muncul secara bersamaan disusul dengan tangan-tangan mereka yang memegang semacam pisau panjang. Ketika makhluk itu berada di atap, Niko mulai menarik pelatuk SKS-nya…

*JDER!-DER!-DER!-DER!-DER!-DER!* Suara bising dan percikan api muncul di ujung laras senapan Carbine itu. Niko menembakkan semuanya secara kontinuitas ke 1 satu makhluk di kanan hingga makhluk itu pecah. 7 peluru tetembak dan sekarang Niko menembak yang kiri…

"Monster-monster itu… Yukari angkat bicara "kita menamakannya 'Shadow'"

"hmph…!" Niko tidak menghiraukan yang diomongkan Yukari. *JDER!-DER!-DER!-DER!-DER!-DER!-DER* Niko menembakkan SKS-nya lagi tanpa ada macet sekalipun. Akhirnya 'Shadow' yang dikiri habis.

Niko menembakki yang ditengah… *JDER!-DER!-cklek…cklek* "BANGSAT! SKS-KU MACET!" Niko mengalihkan pandangannya ke Yukari yang telah siap 'menembak' kepalanya.

"Yukari! Jangan…!" Tiba-tiba, semacam tornado berbentuk pita warna biru memutar-mutar hingga menghempaskan Niko dengan senapannya ke kiri "*bruk* AKH!"

Tornado muncul lagi, dan kali ini tepat mengenai Yukari yang benar-benar siap ingin 'menembak' dirinya. Yukari terhempas dan pistolnya ikut terjatuh.

"Minato, ambil pistol itu, tembaki Shadow itu!" perintah Niko.

Tangan Shadow itu makin dekat, Niko berusaha mengambil senapannya yang terlempar jauh "AMBIL DAN TEMBAK, MINATO!"

Tanpa ada omongan terucap, Minato mengambil pistol itu. Namun bukannya di todongkan ke Shadow, malah mirip dengan Yukari… ke kepala dan tepatnya di pelipis.

"BODOH! KITA BELUM AKAN MATI!" ejek Niko. lalu segera bangkit dan berlari untuk mengambil SKS-nya. "GOBLOK!...TOLOL…!"

Akhirnya Niko meraih senapannya. Ketika Niko baru ingin memperbaiki kemacetan senapannya, ia melihat Minato tersenyum sambil komat-kamit. "Lho? Kok…" dan Minato menarik pelatuk pistol itu…

Minato tidak mati, tapi justru terdengar suara pecahan kaca dan semacam aura biru dan kaca beling mengelilingi Minato. "Mi-Minato…?"

Beling-beling yang mengelilingi Minato itu membentuk sebuah figur aneh, semacam Humanoid. Berambut emo warna putih, bermata putih kemerah jambuan, berkulit gelap, dan bertubuh mekanikal dengan sebuah harpa di punggungnya. "Orpheus…" gumam Niko "Lho, aku ngomong apa sih?"

Tiba-tiba, Minato memegangi kepalanya dan figur yang dinamakan Orpheus itu seperti kesakitan. Dan kemudian semacam humanoid muncul dari dalam Orpheus hingga terpecah.

Figur yang muncul itu bertopeng semacam dinosaurus, membawa katana, dan ada semacam tutup peti mati mengelilinginya. Niko terbelalak karena kejadian yang dia lihat sekarang ini. Humanoid itu melompat ke angkasa dan menebas Shadow berpisau itu. Yukari yang di dekat situ tersentak, begitu juga Niko. Humanoid itu berulah lagi dengan mengambil sisa tangan Shadow yang kleper-klepek di lantai dan kemudian meremasnya hingga hancur menguap.

Niko masih terbelalak. "Oh… Tuhan, apa tadi itu?" Niko yang belum sempat melihat kedatangan 2 lagi shadow yang mirip namun tidak berpisau. Minato maju kedepan dengan pisau pendeknya.

"Ja-jangan sok berani! Sini kubantu!" Niko dan senapannya yang macet akan berubah fungsi jadi, tombak penebas.

Kini… mereka berada dalam pertempuran

THE BATTLE IS BEGIN…

Niko standby dengan kuda-kudanya begitu juga dengan Minato yang memegang 'pistolnya'

"Minato, apa itu tadi…?" Tanya Niko. Minato tidak meresponnya. "Baiklah…"

Satu shadow menyerang ke arah Minato. Minato yang memegang pedang pendek menebas-nebas Shadow itu, begitu juga dengan Niko namun justru Niko yang menghampiri Shadow itu.

"HEYYAAH…!" Niko menebas-nebas Shadow yang satu dengan sadis. Dan dia tidak sadar kalau Minato sudah selesai dengan 'jatah'-nya, begitu juga Niko yang tak sengaja terus menebas-nebas bayonet yang menempel di SKS-nya. "selesai…"

THE BATTLE HAS ENDED…

Setelah pertempuran, Niko yang menyengir tiba-tiba mendengar suara sentakan Yukari yang diawali dengan suara 'bruk!' yang berasal dari… Minato yang terjatuh lesu.

"Hey, Minato!" Niko menghampiri kawannya itu disusul dengan Yukari.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Yukari dengan nada khawatir "Ayolah… bilang sesuatu!"

"Minato! Aduh…" Niko menyempatkan diri memperbaiki penyebab macet senapannya.

Terdengar suara hentakan kaki orang yang lari. Ketika Niko melihatnya ternyata ada Mitsuru dan pemuda berambut abu-abu dengan plester di pelipisnya.

"apa kalian baik-baik saja?" Tanya pemuda berambut abu-abu.

"Mungkin…" jawab Niko.

"Bisakah kau mendengarku… tolonglah… katakana sesuatu!" Yukari menggoncang-goncang tubuh Minato yang kelelahan. Lalu Niko terfokus ke pistol yang di pakai Minato untuk 'memanggil' humanoid tadi lalu mengambilnya…

"Hmmm…" Niko mempelajari pistol itu. Ada tulisan S.E.E.S, tidak ada tempat keluar selongsong/ejector, dan tidak ada tempat magasen. Dan bisa diasumsikan kalau ini bukan pistol asli…

Tiba-tiba ada tangan lagi, namun kali ini hanya satu dan panjang sekali. Tangan itu langsung mengarah ke Niko yang sibuk mempelajari pistol 'mainan' itu.

"PETROV… AWAS!" teriak Mitsuru memperingati.

"hm? Lho…?" badan Niko terlilit oleh tangan itu. Dan kemudian ditarik hingga melewati pembatas beton dan mungkin bisa dibilang, terjatuh… "AAAAAAAAAAAAA….!"

Niko masih memegang pistol dan senapannya dengan erat dan itu adalah sebuah keberuntungan. Niko masih terjatuh ke bawah, lalu tangan tadi menghempaskan Niko ke beberapa Shadow yang berkeliaran di bawah. "AAAAAAAA *bugh!* ARGH…! *bak!* URGH…! *sreeek!* Owh…!"

SKS Niko masih di tangan kanannya, tapi pistol jadi-jadian itu bergeser dari tangan Niko. setelah Niko mendongakkan kepalanya terlihat 5 sampai 6 Shadow dengan wujud yang sama mendekati Niko. Niko yang kesakitan merintih.

"Shit…! Masa aku harus mati sekarang?" umpat Niko dalam hati "Ini tidak mungkin… aku… tidak mau mati seperti ini…" Niko mengalihkan pandangannya ke pistol… "Potensi? apakah yang Minato lakukan tadi yang Ayah maksud 'potensi'?" Tanya Niko dalam hati.

Setelah Niko melihat sekilas pistol itu, semacam setruman energy masuk ke tubuhnnya. Rasa sakitnya makin lama makin hilang, luka beset yang diterimanya pun memudar. Niko yang tadinya terbujur di tanah akhirnya bisa bangkit dengan kokoh sambil memegang senapan dan pistol jadi-jadiannya.

"Aku… masih… mau… hidup…" Niko tersenyum kejam, ekspresi yang ia belum pernah tunjukkan.

"Makhluk macam kalian tak ada gunanya untuk dunia ini…" Niko memutar-mutar pistol itu dengan anggun dan berakhir di pelipisnya. "selamat tinggal…" Niko menarik pelatuknya perlahan.

"Per…so…" pelatuk hampir benar-benar ditarik, lalu Niko berteriak… "NAAAAA….!"

*CRANG!* akhirnya, muncul sebuah figur yang Niko pikir bisa menemukannya. Ia mengenakan baju seragam musim panas Nazi warna putih, menggunakan topeng yang 'nyengir' berwarna putih di kanan dan hitam di kiri sedang 'ngiler' darah dan menggunakan semacam topi polisi warna hitam, dan membawa pistol Luger yang superpanjang di kedua tangannya.

I AM THOU, AND THOU ART I

FROM THE SEA OF THY SOUL FORTH

I AM HEPHAESTUS

THE GOD OF CRAFTMANSHIP...

"KYIEEEHAHAHAHAAAA!" Persona Niko tertawa kejam.

"Hephaestus…" Niko menunjuk salah satu Shadow. Kemudian Hephaestus menodongkan pistolnya ke para 6 Shadow itu…

"KYIEEHAHAA! *DER!-DER!-DER!-DER!-DER!-DER!" Hephaestus tertawa kejam dan menembakkan pistol superpanjangnya. Satu peluru, satu Shadow… dan hujan lender-lendir dari Shadow yang hancur lebur setelah ditembakki Hephaestus. Senyum jahat Niko mulai mengendur menjadi senyuman hangat, Kemudian terjatuh karena kelelahan…

"PETROV!" Teriak Mitsuru yang baru tiba di luar asrama. Ia mendekati Niko dan mengambil tangannya "Petrov… kau tak apa-apa?"

Mitsuru memeriksa denyut nadi Niko dari leher, ada denyut begitu juga ditangannya. "Syukurlah. Pet… Niko… temanku…" Mitsuru tersenyum, Niko tetap tidak sadarkan diri…


In The Velvet Room…

Niko terbangun di ruangan 'itu' lagi. Ya, Velvet Room dengan Minato disampingnya lagi.

"Lho, mimpi ini lagi…"

"Senang bertemu denganmu lagi…" sambut Igor. "Ini bukan mimpi, wahai Tuan Muda Petrovich…"

Niko dan Minato terdiam seperti biasanya… "Kalian kehilangan kesadaran setelah membangunkan 'kekuatan' kalian… tak ada yang perlu dikhawatirkan, jadi… santai saja" ujar Igor menenangkan.

"Aku merasa aneh…" aku Niko dalam hati.

"Ngomong-ngomong… aku lihat Orpheus menerima panggilanmu" Igor melihat sekilas ke Minato lalu ke Niko "Dan sepertinya, Hephaestus adalah kekuatan 'alami' yang tersimpan di ragamu sejak lama…" Niko gemetaran "Waktu demi waktu akan terlampaui… kau akan menemukan 'jati diri'-mu yang sebenarnya"

Tetap saja, Niko gemetaran karena aura serius yang dia rasakan. Kemudian Igor melanjutkan omongannya "Kekuatan itu dinamakan Persona… itu adalah sebuah manifestasi dari jiwa kalian"

"Persona?" Minato menautkan alis.

"Jiwaku?" Niko memijat dahinya tanda kebingungan.

"Mungkin butuh waktu yang agak lama untuk sepenuhnya dipahami. Dengarkan penjelasanku…" Tamu Velvet Room ini memasang telinga lebar-lebar "Persona adalah segi kepribadian kalian yang muncul karena kalian bereaksi terhadap rangsangan dari luar…" telinga para tamu masih terpasang… "Kalian dapat menganggapnya sebagai sebuah topeng yang melindungi kalian ketika menghadapi banyak kesulitan…"

"Oh…" Niko ber 'o' ria tanda ia mengerti.

Igor melanjutkan penjelasannya " Mungkin bisa dibilang kekuatan kalian masih sangat lemah… "

"Apa maksudmu 'lemah'?" Minato tiba-tiba angkat bicara, membantah.

"Saat kalian menggunakan Persona kalian. kalian harus menyalurkan kekuatan batin kalian"

"Dan agar bisa kuat?" Tanya Niko.

"Kemampuan kalian akan meningkat jika anda mengembangkan Social Link—hubungan emosional kalian dengan orang lain" Niko tertegun "Semakin kuat Social Link kalian… semakin kuat juga kekuatan Persona kalian"

Niko terbelalak "Wow…"

"Saya ingin kalian mengingatnya" pinta Igor.

"Baiklah" Niko dan Minato menjawab bersamaan.

Igor terkekeh "Bagus. sekarang… waktu sedang berjalan di dunia kalian. Sebaiknya saya tidak harus membuat kalian berada disini cukup lama"

"Memang begitu seharusnya…" gumam Niko.

"Lain waktu kita bertemu, kalian akan datang kemari atas kehendak kalian sendiri" Igor terdiam sejenak "Sampai nanti… selamat tinggal"

Pandangan kedua Persona-user baru menjadi redup. Igor dan Elizabeth sudah tidak terlihat…


AUTHOR'S CORNER

Ritzter : WAAAAHOOOWW! SELESAI MAS BRO! CHAPTER PREMIER NYA TAMAT!

Fiuh… super panjang juga nih fic #sok Hyperbola# tapi, gimana nih Readers… puas? Puas? Gak mungkin puas, kan gak terlalu bagus nih chapter *plak

HAMPIR LUPA COY! Ini ada Biodata Persona Niko…

Arcana Niko : Fool(utama), Arcana Shift

Nama Persona : Hephaestus

Arcana : Fool (0) – bisa berubah kapanpun…

Skill (Fool) :

Torrent Shot*

Zio*

Dia*

Mazio*

*= Bisa meningkat nanti keahliannya, misalnya Zio-Zionga atau Mazio-Mazionga.

Menurut Legenda : Hephaestus adalah dewa pandai besi di mitologi Yunani. Salah satu dari dewa utama di Olympus bersama dengan Zeus.

NAH! Itu dia sekelebat Infonya. Bayangkan Wajah Nyx Avatar *muntah* yang berwarna Hitam di kiri dan putih di kanan sambil ngiler darah di pojok kiri kanan bibirnya. PLUS ini ada URL baju yang dipakai Hephaestus dan Pistolnya.

Baju Hephaestus

http : / / cdn103 . iofferphoto . com / img / item / 135 / 038 / 771 / wdFimdPZHVD16Dj . jpg

Pistol Hephaestus

http : / / users . skynet . be / vonweyersberg / Greatwar / ArtilleryLuger . jpg

Coba bayangkan aja wujudnya… antara Keren sama menjijikan *plak*

NAH! TERIMA KASIH UNTUK Sp-Cs, Hisawa Kana, Lance Jeevas, dan para silent readers yang telah setia mau menunggu premier chapter yang membosankan ini!

Mind To Review?