Ritzter-Workshop, Presents…

Persona 3 FES : Iwatodai Rifleman

Summary : Dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…

Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural

Rating : T, semi-M, FLUFFY SMUTTY LEMONY M! *AAAARRGHHH! PERVERT!*

WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!

Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co., SKS-Sergei Simonov/Tula Arsenal

Author's Note : Readers, Maaf karena chapter sebelumnya penuh kekecewaan. Tapi saya terima dengan lapang dada dan pikiran terbuka jika ada kesalahan. Mungkin suatu saat nanti saya harus latihan First Person POV. dan maaf karena saya lama gak update… plus penjelasan tentang cara kerja Arcana Shift.

Saatnya BALAS REVIEW…

Hisawa Kana : "Akan saya terapkan." Hehehe… saya akan Update!

Sp-Cs : OKE! Dapet bensin buat UPDATE!

etro : Oke, yang ditanyakan bisa saya jelaskan… dan mungkin POV Niko di uji coba dulu…

Dark-kiddo : mungkin rada OOC ya, maaf karena mengecewakan. Dan ARCANA SHIFT… ternyata ada antusiasme juga. Oke, akan dijelaskan di akhir cerita.

Lance Jeevas : gak cocok ya… HUWAAA! *Buk!* ehem… maaf… akan diperbaiki… mungkin Ultimate Personanya lebih baik… dan, ini ada URL buat Luger Hephaestus dah dibaikin [ http : / users . skynet . be / vonweyersberg / Greatwar / ArtilleryLuger . jpg ]

Sekelebat Info…

Kenapa Niko Ngumpat Bahasa Inggris?

Jwb : Niko di Rusia hari-hari bicara bahasa Inggris di rumah (karena Niko WN Amerika sejak kecil, walau lahir di Rusia, ia pindah ke Amerika ketika berusia setahun) kecuali sama teman2 sebayanya. Niko sering dengar Ayahnya ngumpat dalam bahasa Inggris kalau kerjaan Ayahnya ada yang salah, dan Niko baru main umpat pas kelas 1 SMA di Tokyo.

Kenapa Seragam Musim Panas Nazi untuk baju Hephaestus?

Jwb : jangan sebutkan Rusia Memusuhi Jerman, tapi Soviet memusuhi Jerman. Karena tidak semua masyarakat Rusia yang memusuhi Nazi. Nazi pun punya Korps khusus sukarelawan Rusia, dibentuk tahun 1944 yang namanya Russian Liberation Army/Russkaya Osvoboditel'naya Armiya/Russischen Befreiungsarmee yang dipimpin oleh mantan jendral Tentara Merah, Andrey Vlasov.

P.S – BUKANNYA MAU NGAJAR SEJARAH DI FIC, TAPI… ENJOY YOUR READIN'!


Tatsumi Memorial Hospital

After School. Friday 17/4/2009 [05.10PM]

*Niko's POV test*

Aku merasa sebuah cahaya hangat menyentuh kulitku. Saking hangatnya sampai aku merasa tidak ingin bangun walau sebenarnya aku merasakannya sejak tadi pagi. Tapi mungkin itu tidak baik berlama-lama tidur, aku 'kan bukan Minato.

Ku buka mataku… ruangan ini bernuansa putih. Dan aromanya… bagai rumah sakit.

"Hmmm… rumah sakit." Gumamku.

Yang aku ingat tentang tadi malam adalah Minato menembak pistol mainannya hingga ada beling-beling dan muncul figur humanoid berharpa. Lalu aku membantunya melawan monster hitam hingga ia pingsan. Lalu Mitsuru dan pemuda beruban yang entah kena penyakit apa pemuda itu tiba ke TKP. Ketika aku ingin membantu Minato perutku dililit sesuatu hingga Mitsuru-senpai teriak.

Itu masalahnya, aku ditarik hingga terjatuh!

Tunggu, ketika aku dikepung monster-monster itu, aku merasa lebih kuat dan kemudian menembak diriku sendiri hingga…

Humanoid ber-Luger super panjang itu…

Kata Igor itu adalah Persona… dan Ayah minta untuk dihubungi jika aku sudah memiliki 'potensi'.

"Apa Persona yang Ayah maksud 'potensi'?" gumamku lagi.

*TOK…TOK…TOK*

Aku menoleh ke pintu, ada yang mengetuk "Ma-Masuk."

Pintu itu terbuka "Oh… maafkan kelancanganku." Oh, ternyata Mitsuru dan… donat?

*End Niko's POV test*

Niko terbelalak ketika Niko melihat pintu ruangannya yang terbuka memunculkan figur gadis yang dikenalnya, Mitsuru Kirijo "Oh… maafkan kelancanganku."

Niko melihat Mitsuru sedang membawa tas kresek berisi kotak. "Oh… apa itu Senpai, donat?" Tanya Niko sembari tersenyum.

"Bukan, Petrov. Ini baju ganti." Mitsuru duduk di sebelah Niko. "Mungkin ini bukan baju milikmu tapi, kuharap nyaman dikenakan."

"Ya ampun, Senpai… kok mau aja sih repot-repot?" Niko merendah.

"Kata dokter kau bisa keluar dari sini jika mau, kau sudah seminggu disini, kau tahu?"

"Seminggu!" Niko terbelalak "Ya ampun… berapa pelajaran ku lewatkan?"

Mitsuru tertawa kecil "Tenanglah, semuanya terkendali."

Niko berekspresi lega "Syukurlah… baiklah, aku mau pulang!"

Niko melompat dari kasurnya dan mulai menerima kotak yang diberikan Mitsuru.

"Aku lebih baik keluar." usul Mitsuru yang kemudian keluar dari ruangan, lalu Niko dengan semangat menyabet kotak itu "Oke, kita buka…"

Baju yang ada di dalamnya bisa dibilang untuk…pemuda kelas atas. Bagaimana tidak? Ada kemeja abu-abu mirip seperti yang dipakai Mitsuru sekolah namun untuk laki-laki dan Skinny jeans hitam.

"Wow, gaul…" Puji Niko.

Setelah dia memakainya, dia ingat kalau dia butuh sepatu saat ini. untung saja di dekat pintu ada sepatu DC hitam kesayangannya. Karena sudah komplit pakaian yang dia pakai, kini dia keluar dari ruangan rawat inapnya.

"Kok aku jadi seperti Mitsuru, ya?"


Tatsumi Memorial Hospital, outside Inpatient's room…

Mitsuru terlihat sedang menunggu Niko sambil menyilangkan lengannya. Niko yang kadang mudah panik jika melihat seseorang seperti itu, seperti tidak sabar menunggu… karena Niko tidak suka menyulut emosi orang. Mitsuru yang melihat Niko keluar dari ruangannya langsung memanas wajahnya, Niko yang bingung menautkan alisnya.

"Eeh… ada apa Senpai?" Tanya Niko.

"Erm… tidak ap… maksudku… keren juga kau." puji Mitsuru yang masih berwajah merah.

"Well, terima kasih… Mitsuru." Niko baru pertama kali memanggil nama Senpainya dengan nama kecilnya… jadi dia gemetaran karena Mitsuru langsung memandang sorot Niko "Chyert Voz'mi! salah ngomong…"

Namun tidak seperti yang dibayangkan Niko yang seperti akan dikritik kesopanannya, melainkan… "Sama-sama, Niko…"

Niko terbelalak "Senpai, erm… sebaiknya kita pulang."

Mitsuru langsung merasa seperti dibangunkan dari fantasinya "Oh, ya… kita check-out dulu."

"Oh, Senpai…" Mitsuru mengalihkan pandangannya ke Niko "Bagaimana Minato?"

"Dia sudah pulang. Bersama Yukari."

"Oh, dia juga masuk RS… Baiklah."

Mereka berjalan berdua ke resepsionis, Niko berpikir-pikir kalau Mitsuru hari ini benar-benar Out-of-Character. Namun karena malas memikirkannya, Niko baiknya bercengkerama biasa layaknya teman.


Gekkoukan High School, Class 2-F

Lunchtime. Saturday 18/4/2009 [12.00PM]

Niko dan Minato seperti biasa langsung bercengkrama biasa dengan topik tentang malam Niko mendapatkan Personanya. Ketika para Persona User baru ini sudah bercengkrama tiba-tiba mereka di sambut oleh Junpei yang terkesima dengan kedatangan mereka berdua.

"Sob, aku gak percaya kalau kamu sekolah cuma buat libur seminggu!" si Jenggot menyeringai "Minta tips-nya, dong…"

"Ya ampun… kita hanya sakit." jelas Niko.

"Ya, sakit…" Minato menyambung.

"Ya, wajar… Eh, aku ada dengar desas-desus kalau kalian dihabisi preman-preman stasiun?"

"Masa?" Niko menggaruk kepalanya "Siapa bilang?"

"Iya… tak tahu ya, hanya rumor." Ekspresi Junpei berubah jadi biasa "Siapa juga yang nanggapin rumor dengan serius?"

"Iya…ya" Minato bergabung dalam pembicaraan. "Tak perlu didengar hal begituan…"

"OKE! Daripada ngobrol yang gak-gak, kita makan roti melon" Niko mengeluarkan beberapa lembar uang "Aku yang bayar…"

Junpei berbinar-binar, dan Niko sudah bisa menebak kalau dalam hati Minato pasti dia kegirangan.

"ASYIK!" Minato kegirangan dalam hati.


Iwatodai Station, Back Alley Entrance…

After School. Saturday 18/4/2009 [05.33PM]

"Tunggu disini." Perintah Niko.

"Mau cari uang?" Tanya Minato.

"Ya."

"Oke, semoga beruntung" Niko melengos.


Inside Back Alley…

Niko masuk beberapa langkah kedalam dan tidak sampai ke tempat dia bentrok dengan preman berduit yang dia rampok. Ia melihat seseorang tapi ia terlihat ketakutan, seperti dikejar seseorang…

"OY!" Panggil Niko.

Tiba-tiba, orang yang bersembunyi itu semakin membulatkan badannya "JANGAN MENDEKAT!"

"Lho? Kamu kenapa?" Tanya Niko dengan polos.

"Ka-Kau siapa?" orang tadi balas bertanya.

"Aku anak Gekkoukan mau pulang sekolah menghisap LSD, kau?"

"LSD?" orang tadi langsung tertawa "LSD? Dasar lembek… HUWAAHAHAHA…"

Niko melihat sepintas semacam bubuk putih yang ada dibalik jaket miliknya. Akhirnya Niko mendapatkan akal "Hey, kau dikejar polisi karena jual kokain?"

Orang tadi berhenti tertawa "H-Hah?"

"Mau ku laporkan kau, HAH!" ancam Niko.

"Tolong J-jangan…" Pinta si pengedar kokain sambil ketakutan.

Niko menjulurkan telapaknya mengisyaratkan untuk… "Uang tutup mulut akan menyelamatkan hidupmu…"

"Be-Berapa? 20000 Yen?" si pengedar mengeluarkan beberapa lembar uang.

"Wuiihh! ENAK SAJA! 500000 Yen, gak boleh kurang!" keluh Niko "Sampai kurang… kujamin polisi datang, hehehe…"

"OGAH! AKU GAK MAU BAYAR!" Sang pengedar "Kok nutup mulut sampai 500000 Yen?"

Niko dengan tenang mengeluarkan pistol Glocknya dan menodongkan pistolnya "Mau gak?"

Si pengedar kokain menelan ludah dan mendorong mundur badannya yang sedang tergeletak "J-Jangan..."

*Clek!*"Aku mulai muak dengan tetek bengek ini... "

"Brengsek..."

"Kau tak akan berharap polisi menerima laporanmu... aku sangat terlindungi disini."

"Dasar matre!" pengedar kokain itu mengeluarkan segepok uang "NIH!"

"Oke, karena aku sudah dapat yang kuinginkan... kau juga dapat yang kau inginkan, cepat lari dari sini."

Niko melengos meninggalkan pengedar itu dengan santai sambil menghitung uang tutup mulutnya.


On The Back Alley Entrance…

Setelah mendapatkan rampokannya, Niko kembali dengan wajah senang.

"Gimana?" Tanya Minato.

"500000 Yen, kawan!" seru Niko "Tapi, aku ngambilnya dari bandar narkoba yang sembunyi dari polisi."

"Oh… kau mukulin orang di dalam sana?" Tanya Minato lagi.

"Yah… gitu deh. Tapi dia gak, aku terima sogokan supaya gak bocorin lokasi sembunyinya." Niko tersenyum konyol sambil menggaruk kepalanya.

"Baru tahu aku… oke, ayo pulang."

"Ayo." Mereka dari gang belakang stasiun langsung beranjak untuk pulang.


Iwatodai Dormitory, The Lounge

14/8/2009 [05.48PM]

Setibanya di Asrama, Niko sepintas melihat secarik kertas di furniture dekat pintu keluar. Karena merasa ingin tahu, Niko menghampiri kertas itu. Minato justru langsung naik ke atas untuk melakukan hobinya… tidur.

"Hmm… ayo kita baca kertas ini…"

Niko membaca kertas itu dan tertulis kalau Niko dan Minato harus ikut berkumpul di lantai empat asrama. Pak Ketua Ikutsuki juga disana dan tertanda kalau penulisnya Mitsuru.

"WOY, MINATO!" Niko teriak.

"Hm?"

"Kita disuruh ke atas sama Senpai, ada yang mau dibicarakan."

"Baiklah…" Mereka berdua langsung beranjak ke lantai empat.

"Aku telepon Ayahku dulu…" Niko mengeluarkan ponselnya lalu menelepon nomor Ayahnya.

"*TUUT…TUUT…TUUUT…*Hal-"

"Ayah, Potensiku…" Niko berbicara pelan "Aku menemukannya!"

"Wow… anakku Persona User Entah kenapa aku merasa bersalah…" Anton sang Ayah sarkastis.

"Ke-Kenapa?" Niko mulai ragu.

"Apa kau siap mengemban tanggung jawab besar jika kau menjadi Persona User?" Ayahnya langsung to the point dengan nada datar.

"I-ke… ke... A-ada apa?" Niko tertegun.

"Lahirnya Persona User adalah berkat dari dosa masa lalu para Ilmuwan Kirijo Group, termasuk dosaku."

Niko benar-benar takut sekarang "jadi… potensi ini…?"

"Tergantung… kutukan atau mukjizat… tergantung dirimu" Niko agak santai "Kalau kau menganggapnya Mukjizat… berikan aku pertanda"

"Ayah…" Niko berhenti sebentar "Ku coba dulu saja."

"…Oke, T.K akan mem-provide persenjataan dan amunisi untukmu. Pintar-pintarlah pilih senjata. Usahakan yang amunisinya gampang dicari, jangan beli PPSh yang pelurunya langka!" Ayahnya mulai berbicara dengan nada yang dulu Niko kenal.

"Baik, Yah…" Niko tersenyum sambil menutup panggilan, lalu ikut Minato naik tangga.

"Oi, nak!" Langkah Niko terhenti "Cari tahu tentang waktu dimana kau menemukan peti majang di jalanan, dan bongkar misterinya… aku percaya salah satu dari tim peneliti Ayah ada yang menyebabkannya."

"Siapa?" Niko bertanya.

"Tidak tahu, bisa jadi diantara Aku, Ikutsuki, Eiichiro dan sahabatku."

"Ikutsuki? yang berambut panjang itu?" Niko bertanya lagi.

"Ya, kau tahu dia?"

"Dia semacam ketua pengatur keasramaan atau… apalah… aku bingung." Niko menggaruk kepalanya.

"Si gila punya kedok… baiklah, Ayah tak suka berprasangka buruk. Jadi, carilah kebenaran dibalik kejadian itu. Mengerti?"

"Dimengerti…" Niko mengacungkan jempol.

"Oke, kalau ada yang ingin ditanyakan… Tanya saja aku, dah!" Anton menutup teleponnya.

"Ya, dah." Niko menutup teleponnya dan langsung mengikuti Minato.


Iwatodai Dormitory, 4th Floor…

Setibanya para siswa baru di lantai atas, mereka disambut oleh Yukari yang sedari tadi menunggu mereka.

"Oh, kalian datang…" Yukari menyambut "Kalian lihat kertas di meja?"

"Ya." jawab Minato singkat.

Minato dan Niko mengikuti Yukari yang melangkah ke furniture di sana. Ada Mitsuru, Ikutsuki, dan pemuda yang bagi Niko penuaan dini. Setibanya disana, Ikutsuki menyambut mereka.

"Ah, selamat datang." Sambutnya "Saya senang kalian baik-baik saja."

"Oke, apa ada alasan kenapa kita disuruh kesini?" Tanya Niko.

"Alasan saya mau kalian kesini adalah untuk bicara dengan kalian. Silahkan duduk…"

Yukari duduk di tempat Mitsuru duduk, sedangkan Niko ada di antara pemuda berambut abu-abu berompi merah dan Minato. Niko malas mendengar ceramah karena setelah ini dia ingin fokus untuk menghubungi Ayahnya.

"Bisakah aku permisi sebentar?" Izin Niko.

Ikutsuki menaruh pandangan ke pemuda berambut abu-abu yang berompi merah itu "Tunggu sebentar… saya percaya saya sudah mengatakan sesuatu tentangnya. Ini Akihiko"

"Bagaimana kabar?" Tanya Akihiko singkat.

"Baik." Minato menjawab singkat.

"Sama." Niko juga ikutan.

"Oke, biarkan saya memulai dengan menanyakan ini… percayakah kalian jika sehari itu lebih dari 24 jam?"

"Maaf?" Minato menautkan alis.

"Hmmm… menarik."

Mitsuru menautkan alis "Apa?"

Niko menyilangkan lengannya. "Biar kuluruskan… Yang dimaksud pasti ada 'Waktu Tambahan' diantara satu hari ke hari yang lain. Bukan bermaksud untuk sok tahu, tapi waktu itu terjadi ketika tengah malam dan dimana lampu jalan mati, peralatan elektronik mati, dan peti mati majang dimana-mana…" Semua orang di ruangan itu tertegun "Nah… aku mengalaminya ketika aku dan Minato tiba disini dan ketika aku melawan monster hitam kental itu, jadi bisa diasumsikan kalau kita mengalami kejadian ini walau sebenarnya kita sedang tidur, benar?"

"Bagaimana ka-" Mitsuru terhenti sembari terbelalak.

"Tolong jawab pertanyaanku : apa nama dari kejadian ini?"

Mitsuru yang tadi terbelalak memasang ekspresi santai walau masih terkejut. "Namanya 'Dark Hour'—waktu yang muncul diantara hari satu dan hari lainnya."

"Apakah benar teoriku?" Niko memandang tajam Mitsuru.

"I-Iya…"

"Apakah yang didalam peti itu seseorang yang tak mampu mengalami Dark Hour?"

Mitsuru mengangguk dengan wajah terkejutnya. "Dan makhluk… atau Shadow, hanya muncul ketika Dark Hour terjadi?"

Sekali lagi, gadis elegan itu mengangguk. Lalu Akihiko angkat bicara "Menarik… bukan? Karena adalah tugas kita untuk menghabisi Shadows itu."

"Ya, menantang."

Tiba-tiba, Mitsuru berdiri dengan nada marah. "Akihiko, kenapa kau selalu seperti itu?"

"Hah?" Niko kaget.

"Kau terluka waktu itu!"

Mitsuru memandang Akihiko dengan kejam hingga Akihiko menunduk. Ikutsuki melerai para Senpai "Sudah…sudah… ia bekerja dengan baik."

Para Senpai duduk. Ikutsuki angkat bicara "Pendeknya… kami adalah Specialized Extracurricular Execution Squad—SEES pendeknya."

"Oh…" Minato dan Niko ber 'o' ria

"Di koran, kita dikenal sebagai grup biasa. Tapi kenyataanya, grup ini didekisakikan untuk melawan Shadow. Mitsuru ketuanya, dan saya penasihatnya."

"Shadow memakan pikiran mangsanya ; korbannya akan jadi seperti mayat hidup." Dua Sekawan memasang telinga. "Mereka bertanggung jawab atas insiden yang sering terjadi di berita, walau sebenarnya tidak semua."

"Bagaimana dengan Polisi?" Minato bertanya.

"Sebenarnya, polisi tidak bisa melakukan apa-apa ketika Dark Hour terjadi…" jawab Mitsuru.

"Walau langka, ada saja yang aktif di Dark Hour… bebeapa mungkin bisa membangkitkan sebuah kekuatan untuk melawa Shadow itu. Namanya-"

"Persona." Niko dan Minato memotong, sekali lagi semua orang terbelalak.

"Kalian tahu darimana?" Tanya Akihiko untuk Dua Sekawan.

"Buku Carl Gustav Jung." Jawab Dua Sekawan singkat.

"Oh… dan-"

"Shadow hanya bisa dikalahkan oleh seorang Persona-user." Niko memotong lagi. "Hanya tebakan."

Ikutsuki melanjutkan. "Benar. Dan artinya semuanya tergantung oleh kalian."

"Mengerti…"Dua Sekawan menjawab bersamaan lagi.

"Aku senang kalian cepat mengerti." Puji Ikutsuki.

"Oke… aku mau TIDUR!" Niko langsung bangkit dari duduknya.

"Tunggu…" Mitsuru menahan Niko "Yang mau dikatakan olehnya…" Mitsuru menghampiri dan membuka sebuah kotak alumunium yang tidak disadari Niko "Maukah kalian bergabung dengan kami?"

"Eeh…" Niko dan Minato memasang ekspresi bingung.

"Kami menyiapkan Evoker untuk kalian. Kami ingin kalian memberikan tenaga tambahan untuk kami." pinta Mitsuru.

"Eeh…" Dua Sekawan cengo.

"Kumohon. Kau dan senapanmu akan sangat membantu, Nik… eh… Petrov."

"Baiklah." Minato dan Niko menerima tawaran Mitsuru.

Yukari menghela napas "Aku takut kalian akan bilang 'Tidak'. selamat datang!"

"Terima kasih sekali, aku senang." Ikutsuki tersenyum bangga "Oh, hampir lupa… tentang ruangan kalian…"

Anggota SEES baru mencondongkan badan agar bisa mendengar jelas "Bagaimana kalau kalian tinggal di ruangan kalian sekarang ini?"

"Ya, lebih baik daripada harus angkat-angkat lagi?" Niko tertawa kecil disusul dengan yang lainnya. Tiba-tiba semacam suara aneh terngiang di kepala Niko.

Thou Shalt Have Our Blessing

When Thou Chooseth To Summon Arcana Fool…

You Have Establish A New Social Link…

Your Fool Arcana Performance Reached Level 1!

Niko tertegun begitu juga Niko. lalu Niko menggoyang-goyang pundak Minato mengharap perhatiannya "Minato!"

"…" Tak ada Respon.

"Hey, Emo Nokturnal!"

"Hah,eh… apa?"

"Kau dengar itu tadi, tentang Fool atau… apalah." Tanya Niko.

"Ya, kau juga kelihatannya." Jawab Minato.

Niko memijat dahinya "Oh… dunia ini tambah gila, ayo tidur…"

"Ayo." Dua Sekawan meninggalkan lantai empat dan menuju ruangan mereka masing-masing.


Author's Corner

Ritzter : HALO READERS, Nih chapter ngeboseni ya? wajar, awal-awal perekrutan Duo Fool Arcana. Dan… KENAPA KOK ARCANA PERFORMANCE? Nah, bisa dijelaskan…

Ada di gamenya misalnya kaya gini "Strength Has Been Increased to 2" atau semacamnya pas kita naikin level Persona kita.

Contoh, misalnya Arcana Priestess Niko udah Level 4, jadi Strength, Endurance, Luck, Ability, ama Magic nya sama dengan salah satu Persona Minato tapi bedanya Persona-Persona Minato statusnya bisa bervariasi. Bisa Magicnya 10 tapi Endurance 25… dan semacamnya.

Semakin kuat hubungan Niko dengan seorang Priestess Social Link… Semakin kuat juga Performance Arcana Priestess Niko (Tebak siapa Priestess-nya… pasti tahu)

Dan untuk Skill-skillnya… Social Linknya ada sendiri. Misalnya buat Fire Skill… Arcananya Hanged Man, buat pengebal bad status macam Charm, Confuse, atau apalah… Arcananya Hermit.

Sama sistemnya, makin kuat social linknya… Dari Zio misalnya bisa jadi Thunder Reign kalo nya penuh. Bahkan ada bonus passive skill macam Elec Boost atau Elec amp untuk skill listrik tergantung elemen. Almighty pun ada sampe Megidolaon, Cuma naiknya lama. Hehehe…

Tentang buku Carl Jung… ya, dia adalah penulis tentang Persona dalam sisi Ilmu Pengetahuan, buka aja DI Wikipedia tentang profil dan buku-bukunya.

ANJRIT! BANYAK SPOILER!

ENTAHLAH… dan TERIMA KASIH UNTUK PARA READER DAN SILENT READER YANG MENUNGGU… TERIMA KASIH, DAN OH YA? HARI MINGGU BAGUSNYA CERITANYA JALAN-JALAN ATAU LANGSUNG SKIP KE JUNPEI IKUT SEES? AKU BUTUH SEKALI REVIEW INI, JADI TOLONG…. REVIEW YA!