Ritzter-Workshop, Presents…

Persona 3 FES : Iwatodai Rifleman

Summary : Dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…

Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural

Rating : T, semi-M, FLUFFY SMUTTY LEMONY M! *AAAARRGHHH! PERVERT!*

WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!

Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co., SKS-Sergei Simonov/Tula Arsenal

Author's Note : maaf nih Readers, mungkin saya gak bakal update cepet kaya dulu soalnya laptop saya ganti prosesor jadi Core i5.

Daripada gak ada kerjaan, baiknya saya BALAS REVIEW…

Dark-kiddo : saya buru2 sih… sori ya, hehehe… penjelasan nya ribet? Iya, lebih baik DIPRAKTEKKAN. Tunggu aja chapter yang ada ZIO dan GARU nya…

Miru-kun : Thanks 4 readin' ya… aku update nih!

Hisawa Kana : Ketemu Junpei… bagus tuh, ada perubahan.

manusia : namanya lucu sob, aku curiga situ siapa XD*PLAK!*… Mitsuru itu Arcana-nya memang Empress, kok… Jangan takut salah.

Sp-Cs : jangan begitu… saya jadi salah kaprah nih.

etro : Niko sudah saya tes ke "Mary-Sue"-annya… tenang aja, masa depannya masih cerah walau Niko sebenarnya krg menarik *terlihat sekilas Niko pundung di pojokkan*

Lance Jeevas : Oke, sori banyak yang gak berguna… apalagi di chapter ini… WUUIIHHH BUANYAK YANG GAK BERGUNA! *BHUG!*

P.S – Enjoy the Fic!


Iwatodai Dormitory, Lounge.

Early Morning. Sunday 19/4/2009 [08.40AM]

Minggu pertama yang dijalani Niko dalam keadaan sadar diri telah tiba dan disambut antusias oleh sang Rifleman(Niko). Karena ini minggu pertamanya, kali ini dia ingin melakukan hal luar asrama. Setelah mandi dan berpakaian seperti Mitsuru lagi dengan gaya yang sedikit berbeda, dasar baju yang dikeluarkan dan Rolex hitam di tangannya. Niko yang sudah berdandan rapi langsung memutar otaknya untuk mencari kegiatan minggu ini.

*Niko's POV*

Ini hari minggu pertamaku dimana aku hidup. Mungkin aku lebih baik keluar asrama ketimbang main Xbox menyendiri kaya maniak game galau gak dapat perhatian. Tapi masalahnya… main keluar kemana ya?

Kalau di Game Panic… sama aja nge-game.

Kalau di Hagakure… nanti kebanyakan karbo kena diabetes.

Kalau hajar preman… males, duit sudah banyak.

Kalau nonton bioskop…

ITU DIA! Film apa ya yang bagus hari ini ya? tapi… dimana bioskopnya?

"Baiknya aku check film yang baru rilis di Jepang…" usulku.

Aku periksa di internet lewat ponselku… antara Pink Panther 2, Friday 13th, Street Fighter Legend of Chun Li, sama The Wolfman. Yang mana yang bagus? Entahlah.

Kalau sendirian 'kan gak enak kalau nonton bioskop, bagaimana ini…

Hmmm… Minato mungkin mau ku ajak.

*End Niko's POV*

Niko keluar dari ruangannya menuju ke ruangan Minato. Dia berpikir kalau mungkin dia sedang tidur tanpa ada kegiatan selain mendengar Mp3, jadi dia mengetuk pintu kamarnya.

"*tok…tok…tok* Minato!" tak ada jawaban.

"*tok…tok…tok *Minaaatooo!" masih tak ada jawaban.

"Sob! Ayo nikmati minggu pagi ini!" masih senyap…

Niko sudah mulai geram "WOY EMO ANEMIA! BANGUN!"

"Arisato keluar."

Niko kaget dengan suara yang tiba-tiba saja terdengar olehnya. "Hah, oh… Mitsuru-senpai?" Niko melihat sekilas pakaian yang Mitsuru pakai, seperti penunggang kuda "Mau berkuda dimana, Senpai? Aku gak tahu kalau ada arena balap kuda disini."

Mitsuru tersenyum simpul "Aku hanya pakai bajunya, tidak berniat untuk berkuda. Lagipula tidak ada gelanggang balap kuda disini"

"Oh…" Niko ber-'o' ria.

"Petrov, tentang tadi malam…" Niko mengernyitkan dahi mendengar perkataan Mitsuru "Kau memang benar-benar seperti Ayahmu."

"Hah? Kok bisa?" Niko tersipu.

"Ayahmu suka membuat teori-teori, dan teorinya pasti benar." Mitsuru menyilangkan lengannya.

"Oh… kok Senpai senang mengaitkanku dengan Ayah?" Tanya Niko.

"Karena kelihatannya seperti itu. like father, like son." Jawab Mitsuru.

"Senpai dulu kecil senang ya main-main sama Ayah?" Tanya Niko lagi.

"Beliau yang mengajak… kata Ayahku ia senang dengan anak kecil seperti aku waktu itu."

"Kalau Senpai dekat sama Ayah, kau memanggil Ayahku apa?" Niko yang tadi sempat terdiam langsung bicara to the point.

"Oh… berbeda dari semua ilmuwan yang ada disana, Paman."

"Paman… Petrov?" Niko menyeringai.

"Benar, Paman Petrov."

Niko tiba-tiba mendapatkan ide. "Eh… Senpai, ada bioskop gak disini?"

"Ada di dekat stasiun Port Island, kenapa?"

"Rencananya sih mau pergi bareng Minato…" Niko menggaruk kepalanya "Tapi, karena ada Senpai… mau ikut?"

Mitsuru tersentak "Ma-maksudmu…"

"Nonton bioskop." Niko tersenyum ceria "Mau ikut? Aku malas sendirian kalau jalan."

Mitsuru yang dari tadi menyembunyikan wajahnya mengangguk "B-baiklah…"

"Hmmm… sepertinya Mitsuru Out-of-Character lagi." Kata Niko dalam hati.


On the Way to Iwatodai Station…

Daytime. Sunday 19/4/2009 [08.55AM]

Niko dan Mitsuru sedang berjalan menyusuri jalan ingin menuju stasiun. Niko takjub dengan Mitsuru yang tidak merasa canggung dengan gaya berpakaiannya yang 'unik'.

"Senpai…" Niko memanggil Mitsuru "Senpai gak merasa canggung dengan baju seperti itu?"

"Tidak, biasa saja." Jawab Mitsuru singkat.

"Senpai gak takut dikatain 'Outdated'?" Tanya Niko lagi.

"Memang iya kalau aku 'Outdated' orangnya." Mitsuru tertawa kecil "Aku tidak mengerti gaya, karena yang mengatur gaya berpakaianku dan keluarga adalah butler kediaman Kirijo." Aku Mitsuru.

"Wew, Aku kurang nyaman sama butler-nya." Keluh Niko.

"Kenapa?"

"Dia laki-laki atau perempuan?" Niko memasang ekspresi khawatir.

Mitsuru tertawa kecil lagi "Tentu saja perempuan, Petrov. kalau laki-laki..." tawa Mitsuru agak membesar.

"Tubuh Senpai sintal 'sih. Makanya aku khawatir" Niko bersuara kecil.

"Maaf?"

"CHYERT VOZ'MI, KECEPLOSAN!" umpat Niko dalam hati "G-Gak apa-apa, Senpai."

Beruntung sekali pujian akan bentuk tubuh Mitsuru yang dikatakan Niko dengan kalimat yang 'salah' tidak terlalu jelas di telinga Mitsuru. Karena kesenyapan diantara mereka membuat Niko merasa bersalah, akhirnya Niko mengambil ponsel dari saku celananya dan menelepon Ayahnya.

"*TUUT…TUUT…TU-* Halo, nak!"

"Ayah, Mitsuru suka hal-hal macam apa?" Tanya Niko dengan suara kecil.

"Oh… kau sudah bersamanya? WAH… ANAKKU HEBAT!" puji Anton sang Ayah.

"Ah… Ayah terlalu antusias. Jadi, bagaimana ini?" Niko menggaruk kepalanya.

"Oke, cobalah hal-hal yang berbau Pe-ran-cis…" saran sang Ayah.

"Beneran?" Niko kurang percaya.

"Ayolah, Aku mengenalnya sudah lama… cobalah, dia pasti suka." Yakin sang Ayah.

"Oke, sampai pertemanan kita kacau… Ayah yang tanggung jawab." Ancam Niko sambil nyengir.

"Percayalah… Da-dah!" sang Ayah menutup hubungan teleponnya secara tiba-tiba.

"Ya, dah." Niko menutup teleponnya dengan pengetahuan baru. Namun sayang, kesenyapan masih berlanjut hingga mereka tanpa terasa tiba di stasiun Iwatodai.


Port Island Station, Theatre "SCREENSHOT"

Daytime. 19/4/2009 [09.02AM]

Kesenyapan yang masih berlanjut benar-benar membuat Niko 'gatal' mau angkat bicara. Tapi untuk jaga-jaga, dia lebih memilih diam. Setibanya di bioskop yang bernama "SCREENSHOT", ia tersenyum girang dan mulai angkat bicara.

"Akhirnya…" Syukur Niko "Sampai juga. Senpai kira-kira mau nonton apa?"

Mitsuru yang tadi melamun melihati poster-poster film yang terpajang langsung tersadar "Oh…eh… tidak tahu, menurutmu apa yang bagus?"

Niko melihat poster-poster itu… nama-namanya seperti ada yang terdaftar di ponselnya tadi. Dan ia memutar otaknya untuk mencari film yang berunsur Perancis…

"Pink Panther 2. tahu film Pink Panther?" Tanya Niko.

"Pink Panther? " Mitsuru menautkan alis menandakan tidak tahu.

"Masa tidak tahu? Yang berasal dari kartun terkenal karya Henri Mancini itu…" Mitsuru masih terbingung "Ya ampun… ayo kita nonton saja, biar Senpai tahu." Niko menggandeng tangan Mitsuru secara tiba-tiba dan membawanya ke depan loket.

Setibanya di loket, Niko baru sadar kalau dia baru saja menggandeng tangan Mitsuru. Dan terlihat Mitsuru menyembunyikan wajahnya yang memerah. Niko yang menyadari itu langsung melepas gandengannya "Ma-maaf Senpai, aku terlalu bersemangat."

"Ti-tidak apa-apa." Mitsuru memaafkan Niko.

Niko mengalihkan pandangannya ke penjaga loket "Bisa minta tiket Pink Panther 2 untuk 2 orang?"

"Tentu anak muda…" si penjaga loket langsung mengeluarkan 2 lembar tiket. "Semuanya 400 Yen."

"Ini…" Niko memberikan 400 Yen miliknya dan meneliti sekilas tiket itu, ia terbelalak.

"Ada apa, nak?" Tanya penjaga loket.

"Jam… 12 SIANG! YANG BENAR SAJA!" Keluh Niko sambil teriak-teriak.

"Maaf, nak… tiket untuk pertunjukkan pagi sudah habis dipesan. Tiket yang kau beli tadi pun dua tiket terakhir untuk pertunjukkan siang ini." Jelas si penjaga loket.

"Setidaknya peringati dulu 'lah kalau tiket untuk pagi sudah habis." Si Penjaga loket tertunduk lesu.

"Huh… lebih baik aku cari sarapan dulu." Usul Niko sambil mendesah.

Tiba-tiba Mitsuru menghampiri Niko "Petrov, ada apa tadi? Kau membentak seseoang."

"Maaf Senpai, acaranya mulai jam 12 siang." Niko menunduk.

"Tidak apa-apa. Jadi, apa usulmu untuk membuang 3 jam ini?" Tanya Mitsuru

"Bagaimana kalau kita cari sarapan dulu." Usul Niko. "Mungkin tempat-tempat yang ada kuenya, begitu…"

Mitsuru mengangguk "Baiklah, bagaimana kalau di Chagall Café?"

"Hmm… Kedengarannya menarik, aku suka kopi. Dimana?" Niko antusias.

"Di Paulownia Mall." Mitsuru bergestur "Kau tahu dimana Paulownia Mall, bukan?"

"Iya, tahu." Niko mengangguk "Ayo."

Mereka berdua akhirnya beranjak pergi ke Paulownia Mall…


Paulownia Mall, After from Chagall Café…

Daytime. Sunday 19/4/2009 [11.00AM]

2 jam berhasil dibuang oleh Niko dan Mitsuru dari sarapan sesuatu di Chagall tadi, hingga mengelilingi mall dan berbelanja beberapa barang. Niko dan Mitsuru yang kakinya mulai pegal langsung mengmbil tempat duduk di dekat air mancur.

"Pheromone Coffee itu untuk apa sih?" Tanya Niko.

"Menurut rumor kopi itu bisa membuat orang tertarik kepada orang yang meminum kopi itu." Jawab Mitsuru.

"Oh… apa Senpai pernah mencoba?" Tanya Niko lagi.

"Belum." Jawab Mitsuru singkat. Pandangannya lalu mengarah ke gelas karton yang digenggam Niko "Minuman apa itu?"

"Pheromone Coffee." Jawab Niko dengan polos "Coba-coba saja, aku ini agak hobi sama kopi."

"Baiklah. ayo ganti topik…" Mitsuru mengganti topik pembicaraan.

Setelah bercengkerama beberapa menit, Niko melihat seseorang yang familiar baginya sedang menggunakan jaket musim panas dan celana jeans keluar dari Game Panic. Dan yang membuat Niko sangat mengenalnya adalah topi baseball dan janggut di dagunya.

"Hey, Junpei!" Niko memanggil Junpei sambil melambaikan tangannya.

"Hehehey, ada Sobatku…" Junpei menghampiri Niko lalu ia melihat sekilas Mitsuru yang sedang menaruh bibir merahnya di gelas kopi Niko. "Wow, sob. Kau kencan sama Mitsuru Kirijo? WAOW!"

"Hm?" Mitsuru tertegun, masih meminum kopi Niko yang mendingin.

"O-Oi, jangan salah paham dulu." Niko tersipu malu "Kami cuma teman, oke?"

Junpei terkekeh dan menyeringai "Hehe… dan kau teman yang rela kopinya diminum gadis cantik."

"Hah?" Niko melihat Mitsuru sedang meminum kopinya.

"Ehem… Maaf." Mitsuru langsung menaruh gelas kopi itu yang sudah jadi ½ isinya.

"Minum saja, gak apa-apa." Mitsuru langsung tersipu malu.

"Oh ya, kalau Kirijo-senpai mau tahu namaku… Junpei Iori, salam kenal." Jari Junpei membentuk 'V', entah apa maknanya dalam sebuah perkenalan.

"Salam kenal juga, Iori." Mitsuru membalas salam perkenalan Junpei dengan formal.

"Niko, minta tips gaet cewek cantik dong…" Junpei masih menyeringai.

"Dia bukan pacarku!" bentak Niko "Oh… ngomong-ngomong, kau tahu film baru di bioskop?"

"Tahu. Aku mau kesana sekarang ini." Kata Junpei.

"Masa? Nonton apa?" Tanya Niko.

"Pink Panther 2, kau?" Junpei balas Tanya.

"Iya. Aku dan Mitsuru-senpai nonton itu juga. Kalau begitu, ayo bareng ke bioskop." Ajak Niko.

"Boleh, asal gak ganggu kencan kalian…hehe" Junpei terkekeh.

"Bisakah kau mengerti kalau kita ini berteman?" Aura Niko berubah.

"So-sori… bercanda sob."

"Petrov, aku siap nonton." Mitsuru bangkit dari duduknya "Bagaimana dengan kalian?"

"Oh… aku siap Kirijo-senpaaai…" Junpei mengepalkan tangannya dan melayangkannya.

"Siap, ayo pergi."

Sekarang, Niko kembali ke bioskop dengan tambahan satu orang lagi.


Port Island Station, after watching movie in "SCEENSHOT"…

Afternoon. Sunday 19/4/2009 [02.00PM]

2 jam telah berlalu dan akhirnya semua orang keluar dari theater dan pergi ke tujuannya masing-masing. Junpei yang merasa senang karena sudah menonton film yang dia tunggu-tunggu menyalami Niko dan Mitsuru untuk pergi duluan untuk pulang. Mitsuru masih ketawa-ketiwi ketika menonton film itu, dan dia kelihatan senang dengan film yang bersetting di Perancis itu.

"Bagaimana, bagus tidak filmnya?" Tanya Niko meminta pendapat.

"Lucu, aksinya bagus, dan konyol…" tawa Mitsuru merendah "Bagaimana tidak lucu? Adegan terakhir Black Barrett tadi… snrk…" Mitsuru masih ingin tertawa "Kawan kecil berkulit kuningku…hahaha…" Dan akhirnya tertawa.

"Ya ampun, kau benar-benar OOC hari ini, Senpai" Niko menggaruk kepalanya.

"Apa itu OOC?"

"Out Of Character."

"Biarkan saja, ini kali pertama aku tertawa seperti ini." Aku Mitsuru "Dan ngomong-ngomong…"

Niko menyadari kalau Mitsuru berhenti berkata-kata "Kenapa, kok berhenti?"

"Te-terima kasih sudah mengajakku jalan seperti ini." Mitsuru tersipu "Aku… senang."

"Sedikit hiburan kan menyenangkan." Niko menaruh tangannya di pundak Mitsuru "Dan kalau aku boleh tanya, alasanmu memanggilku Petrov apa?"

"Mu-mungkin lebih… keren." Aku Mitsuru sambil tergagap.

"Baiklah." Respon Niko singkat.

"Petrov. Apa kau tidak merasa keberatan kalau aku menganggapmu…" Mitsuru berhenti sejenak "…A-Adikku?"

Niko terdiam sejenak"…Silahkan, aku tak keberatan." Mitsuru tertegun "Lagipula, aku anak tertua di keluarga belum pernah merasa jadi Adik."

"Baguslah kalau begitu." Mitsuru tersenyum simpul. "Aku lelah… ayo percepat langkahmu."

Para 'bersaudara' akhirnya mempercepat langkahnya. Tiba-tiba Niko mendengar suara yang dia dengar waktu malam pertemuan itu…

Thou Shalt Have Our Blessing

When Thou Chooseth To Summon Arcana Empress…

You Have Establish A New Social Link…

You Have Obtain a Power to Shift Arcana to Empress Arcana…

Your Empress Arcana Performance Reached Level 1!

Langkah Niko terhenti. "Ya tuhan… Social Link baru, YES…" Seru Niko dalam hati. "Ternyata Mitsuru-nii salah satu Social Link-ku. Aku harus mencari Social Link baru agar Arcana-ku semakin banyak."

"Kenapa berhenti?" Mitsuru menanyai Niko yang terhenti langkahnya.

"Ups… maaf Mitsuru-nii." Niko mempercepat langkahnya dan pulang dengan suasana hati bahagia.

You have spending a day with Mitsuru…


Iwatodai Dormitory, Niko's Room.

Late Night. Monday 20/4/2009 [01.00AM]

Niko yang tertidur pulas sedang tidak menghiraukan ketukan pintu dari luar. Terdengar sekilas suara Minato dan Yukari memanggil dan mengatakan 'Junpei'… namun dibiarkannya. Pintu yang diketuk pun dianggap angin lalu. Semakin gangguan itu makin mengganggu, Niko menutup seluruh badannya dengan selimut berusaha untuk tidak menggubrisnya.


Author's Corner

Ritzter : Saya bingung, Niko kemana ya?

?1 : Tuh, pundungan di pojok. Dia lagi komat-kamitin sesuatu.

Ritzter : Hmm… Oi, Niko!

Niko : *Pundung di pojok* M…m…Mary…s…s…Sue…Aku…m…Ma…ry…S…Sue…

Ritzter : Astaga, aku sudah bilang ke dia beberapa kali kalau dia belum "sakit Mary-Sue". Oke… langsung saja…

Apakah Readers menemukan kalimat "Sintal?" ya… artinya "Seksi" cuma umumnya orang2 hidung belang yang bilang kaya gitu, aku cuma ngerti gak berarti aku hidung belang OKE!

Niko sudah di-tes ke Mary-Sue-annya, Dia dapat poin 31. Dan katanya karakter ini masih bisa mengikuti fiksi walau sebenarnya kurang menarik. Tuh… karena "Kurang Menarik" dia jadi pundungan di pojok, biasanya dia minum es kelapa di warung sebelah rumah Author XP *PLAK!*

Tentang Henry Mancini… ya, Ia adalah kartunis yang mempunyai karakter Pink Panther di kartun walau versi filmnya berupa Berlian Pink. Dan film-film yang ada itu aku ambil dari jadwal film yang bakal rilis 2009, thx for mBah Google yang membantu saya.

Saya sengaja gak mengikutkan adegan Akihiko datang bawa-bawa Junpei. Tapi karena memang gak penting, ya saya tulis aja "Filler" di bagian terakhir supaya agak jelas.

TERIMA KASIH UNTUK PARA READERS DAN SILENT READERS YANG SETIA MENUNGGU DAN MAAF KALAU PAIRING INI TERLALU MENCOLOK, KADANG OTAK NISTA SAYA DAPAT AJA AKAL2 GAK MUTU YANG DITARUH DI FIC, PLEASE REVIEW INI FIC NISTA YA!

P.S - Check my Profile! ada URL ke FB ama Twitter saya. HAHAHA!