Ritzter-Workshop, Presents…
Persona 3 FES : Iwatodai Rifleman
Summary : Dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…
Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural
Rating : T, semi-M, FLUFFY SMUTTY LEMONY M! *AAAARRGHHH! PERVERT!*
WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!
Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co., SKS-Sergei Simonov/Tula Arsenal
Author's Note : SIAPA BILANG NIH FIC DISCONTINUED, HAH!
Daripada saya tambah marah, Baiknya kita… BALAS REVIEW.
Miru-Kun : Hehehe… tenang, Niko bukan Rempong Tanah Lawang*DOR!*. dan bener juga kalo kakak perempuan harusnya 'Nee'. Thx dah ngoreksi!
Sp-Cs : OKE! "Petualangan Sang Kakak" nya akan saya baca…
Lance Jeevas : aku UPDATE! Sori lama.
Dark-kiddo : Oke, kan OC-nya bisik-bisik. Jadi wajar kan?
P.S – Let the Readin' Begin!
Iwatodai Dormitory, Lounge
Early Morning. Monday 20/4/2009 [06.42AM]
Niko yang merasa bangun lebih dahulu daripada yang lain sedang duduk manis menatap TV yang sedang menyiarkan berita-berita baru sambil meminum susu dinginnya. Ada berita tentang ditarik mundurnya tentara Jerman dari Afganistan secara besar-besaran, Ahmadinejad yang mengecam serangan NATO di Provinsi Kandahar, Afghanistan, dan Cina-Rusia yang memperkuat hubungan pertahanan.
"Wow… Amerika tertekan. Hehe…"
Tiba-tiba Niko mendengar suara langkah kaki yang cepat berasal dari tangga. Niko menoleh ke suara itu "Niko… apa itu kau, sob?"
Niko menoleh ke sumber suara "Lho? Itu kan suara…"
"Hehehey… benar, ternyata Sobatku!" Ternyata suara itu dari si Jenggotan penggila Game, Junpei, dan dibelakangnya ada Emo Anemia, Minato.
"Lho, kok Junpei disini?" Tanya Niko.
"Yo, sob. Kau ikut klub itu?" Junpei balas Tanya.
"Yang mana?" Tanya Niko dengan gaya bodoh.
"Itu tuh… yang menumpas… Shadow atau apalah."
"Oh… SEES maksudmu? Well, aku ikut. Kalau kau bergabung… selamat datang!" Niko berbicara santai.
"WOOHOO MANIS! Kita akan jadi pahlawan sama-sama!" Junpei mengepalkan tangannya dan melayangkan lengannya ke atas.
"Eh… kapan kau kesini?" Niko bertanya lagi.
"Tadi malam. Kau tertidur, sih." Minato angkat bicara "Yukari paranoid setengah mati seperti ada teroris disini." Tiga Sekawan akhirnya tertawa.
"Oh ya? Kau tahu tentang Tartarus?" Junpei bertanya ke Niko.
"Apa itu, seperti nama merek odol?" Junpei meringis "Memang kenapa?"
"Pfft… hahahaha! Kau mencuri kalimatku!"
"Hehe… kebetulan sekali." Minato angkat bicara lagi "Penjelasannya nanti saja pas rapat di lantai empat, sekarang… Ayo kita sekolah."
"Oke!" Niko mengambil tasnya.
Junpei menghela napas "Heeeh… Semangat amat… aku malah malas sekolah."
"TUNGGU!" Langkah Junpei dan Minato terhenti. Sedangkan Niko mulai berlari menaiki tangga "Aku ambil pistol dulu…"
"P-Pistol…" Junpei gemetaran
"Tenang, dia bawa pistol untuk keperluan tertentu." Minato menenangkan Junpei dan upaya itu berhasil.
"KEREN! Teman kita ada yang bersenjata. Memang benar tahun ini akan sangat menarik!" Minato sweatdrop.
Gekkoukan High School, School Hall.
After School. Monday 20/4/2009 [04.30PM]
Biasanya, Pelajar-pelajar SMA yang tidak malas mungkin akan bergabung ke sebuah klub yang diesediakan sekolah, begitu juga Niko yang merasa bosan di kamar setiap hari tanpa kegiatan. Ini adalah percobaan kedua Niko untuk mengambil klub ekstrakuliker yang cocok baginya.
"Kendo, malas… Renang, malas… Tenis, malas… baseball…" Niko terdiam sejenak. Lalu mulai fokus ke poster klub baseball.
"Bergabunglah ke klub baseball kami, Anggota baru terpilih akan dijadikan sebagai kapten tim Gekkoukan Baseball Club! AYO CEPAT GABUNG!
# PENDAFTARAN DILAKUKAN DI LAPANGAN BASEBALL GEKKOUKAN HARI INI HINGGA TANGGAL 22 #"
"Baseball… menarik..." Niko menyeringai, lalu langsung mengambil langkah panjang menuju lapangan baseball Gekkoukan.
"Ah… nanti saja." Tiba-tiba ponsel Niko bordering menandakan Niko mendapat SMS
"Siapa SMS ya?" Niko membuka pesan baru…
"Usahakan kau cepat pulang dan istirahat… kita semua akan berkumpul di lantai empat bersama anggota baru kita, Junpei Iori nanti malam.
P.S. – Memang tulisannya "Nee" tapi gak dibaca "Nii" mengerti? Dan kalau kau istiraha di asrama, jangan main game!"
"Ini pasti Mitsuru-sen… Nii… hehe… memang seperti seorang kakak." Niko setelah membaca SMS itu langsung melesat menuju asramanya.
Iwatodai Dormitory, 4th Floor.
Evening. Monday 20/4/2009 [08.00PM]
Semua anggota SEES ditambah dengan penasihatnya, Ikutsuki, mengadakan rapat untuk mengunjungi tempat yang namanya "Tartarus". Mata Minato berat, Junpei tertarik, dan Niko…
"Kalau Tartarus itu sarang Shadow… berarti itu sama dengan cari mati?" Tanya Niko.
"Tentu tidak, kawan… kita punya Persona, apalagi kau punya senapan." Akihiko nyengir. "Ini akan sangat menarik, lho…"
"Kau tidak ikut masuk ke Tartarus. Lenganmu masih cidera." Mitsuru mengingatkan.
"Ayolah… aku-"
"Mau ku-'Eksekusi'?" Aura Mitsuru jadi terasa keji.
"*Glek* O-Oke… hehe…"
"Kapan kita berangkat?" Tanya Minato.
"diatas jam 12." Jawab Mitsuru.
"Dimengerti." Minato mengerti.
"Oke… istirahat semua, berkumpul lagi jam 12 keatas di lantai 1." Perintah Mitsuru "Baiklah, bubar semua…" semua orang akhirnya bubar.
"Sob…" Junpei memanggil Niko "Aku boleh ke kamarmu, gak?"
"Kamu homo ya?" Niko langsung to the point.
Ekspresi Junpei jadi masam "Aw… gak jadi dah."
Akhirnya, semua anggota SEES kembali ke ruangan masing-masing untuk mempersiapkan diri.
Gekkoukan High School, Front Gate.
Late Night, Monday 20/4/2009 [12.59AM]
Setelah rapat sebentar yang dilakukan anggota SEES di lantai empat, semua anggota SEES siap menjelajahi sarang dari semua Shadow… Tartarus. Niko masih saja membayangkan wajah Junpei tadi yang begitu kaget dengan Niko yang membawa SKS hitam legam di punggungnya dan pistol Glock 21 di holster pahanya sebelum berangkat ke Tartarus. Dan perlu diketahui kalau Evoker Niko ditaruh di sabuk khusus yang digunakan hampir semua anggota SEES, kecual Yukari.
"Niko… kira-kira boleh gak, aku pinjam senjatamu?" Izin Junpei.
"Enggak." Niko melarang dengan nada datar.
"Kenapa?"
"Bahaya."
"Hey, sob… aku 'kan sudah dewasa!" Junpei merengut
Niko menghela nafas "Nanti…"
"YES!" seru Junpei.
Beberapa langkah sudah ditapaki dan akhirnya para anggota SEES tiba di yang diperkirakan Tartarus yang ternyata… SMA Gekkoukan.
"Ini… ini tempatnya?" Junpei sedikit kaget "Kenapa disini?"
"Tunggu dulu beberapa menit…" Suruh Akihiko "Sebentar lagi tengah malam."
"Hmm… ada yang kurang menyenangkan disini." Niko memijit dahinya.
Karena perasaan tidak enaknya, ia akhirnya memeriksa waktu yang tertera di jamnya, beberapa detik lagi tengah malam. Dan kemudian hal aneh terjadi…
Kejadiannya sama ketika Niko tiba di Iwatodai pertama kali, namun kali ini ditambah dengan hal aneh lain. Sekolah yang tadi berdiri dengan tegaknya tiba-tiba berubah wujud dan makin menjulang tinggi ke angkasa. Para anggota baru SEES tercengang tak terkecuali Niko. dengan bodohnya kepalanya mengikuti gerakan menjulangnya menara itu.
"Aaaaaaaa…" Niko terus ternganga.
"Ini Tartarus—labirin yang muncul dengan sendirinya ketika Dark Hour tiba." Mitsuru angkat bicara.
"Labirin?" Junpei bingung "Apa maksudmu? Kok sekolah kita jadi begini!"
"Ochen' Vysokaya!" Niko bergumam dalam bahasa Rusia.
"Artinya?" Minato bertanya kepada Niko.
"Tinggi banget…" Niko menerjemahkan bahasa Rusia-nya.
"Setelah Dark Hour selesai, semuanya akan kembali seperti biasa." Mitsuru menenangkan Junpei yang kaget setengah mati.
"tapi, kenapa! Kenapa sekolah kita berubah jadi menara raksasa!"
Mitsuru terdiam… tapi Niko menggantikan, masih melongo menatapi sekolahnya "Gak tahu…"
"Kau gak tahu juga?" Junpei bertanya.
"…Tidak" Mitsuru menjawab.
"Aku yakin ini pasti rumit." aku Yukari "Siapa yang peduli? Ini gak mungkin mengubah pemikiran kita tentang bertarung."
"Mungkin… kita bisa mencari tahu." Akihiko menenangkan keadaan "Aku dan Mitsuru sekali mencoba mengintip. Ini waktunya untuk menjelajahinya. Menarik, bukan?"
"Nih cowok memang gak ada takutnya…" Komentar Niko dalam hati.
"Disana mungkin ada semacam petunjuk tentang Dark Hour…" Akihiko melanjutkan.
"Akihiko. Aku menghormati rasa antusiasmu, tapi kau tidak akan menemani kita untuk hari ini…" Mitsuru melarang dengan halus.
"Tahu aku… gak usah mengingatkan juga aku ingat." Akihiko bernada kesal.
Setelah semacam briefing tadi… para anggota SEES masuk kedalam Tartarus.
Tartarus. 1F, Entrance.
Dark Hour. Monday 20/4/2009 [12.00-Dark Hour]
Setelah masuk kedalam, Junpei dan Niko terlihat kagum dengan isi didalamnya yang lebih enak dilihat ketimbang luarnya.
"Keren, ya?" puji Minato.
"Keren dan mematikan." Niko menambahkan.
"Whoa… Dalamnya jauh lebih keren." Junpei ikut memuji.
"Tapi… tetap saja menyeramkan." Yukari ketakutan.
"Apanya yang menakutkan?" Minato bersuara kecil.
"Perempuan, wajar kalau takut beginian." Jelas Niko.
"Ini hanya pintu masuknya. Labirinnya ada dibalik pintu di atas tangga itu." Jelas Mitsuru.
"Pertama-tama, kalian harus terbiasa dulu dengan tempat ini." Akihiko angkat bicara "Kenapa kalian tidak lihat-lihat dulu saja sana?"
Yukari tercengang "Apa! Kita sendiri!"
"Kami tidak memintamu untuk pergi terlalu jauh. Dan aku akan memberikan kalian informasi dari sini."
"Oh…" Niko dan Minato ber-'o' ria seperti biasa.
"Jadi , kalian berdua gak ikutan masuk?" Tanya junpei.
"Benar." Akihiko membenarkan "Kita juga akan menunjuk pemimpin untuk membuat keputusan yang diperlukan."
"Serius?" Junpei terdengar tidak percaya "… Salah satu dari kita?"
"Hmm… siapa pemimpinnya kira-kira?" Niko menaruh jarinya di bibir seperti ingin menebak.
"Oh! Oh! Aku aku aku! Pilih aku!" Junpei dengan semangat mengangkat tangannya.
"APA!" Niko kaget. "Gak sudi! Pilihanmu nanti serang-serang terus! Gak gak gak… gak mau!"
"Hah… ayolah!" Junpei terlihat tak menerima ketidak setujuan Niko.
Akihiko memalingkan pandangannya ke Minato. Dan disitu terlihat jempol Niko menunjuk kea rah Minato. "Kau yang memimpin."
"T-Tunggu? Kenapa dia! Dia gak terlihat kaya pemimpin!" Junpei mengkritik.
"Senpai, serius kau menunjukku?" Minato bertanya ke Akihiko.
"Serius. Kau yang paling banyak diam disini."
"Nah… kalau Minato yang memimpin aku baru percaya!" kata Niko.
"Tapi, Arisato pernah bertarung sebelumnya. Begitu juga Petr…eh… Niko." Yukari mengingatkan Junpei.
"Yang benar?" Junpei tak percaya.
"Itu benar. Tapi ada alasan lain. Kalian berdua…" Akihiko menodongkan Evokernya ke pelipisnya "Bisakah kalian memanggil Persona-nya tanpa kesusahan seperti mereka?"
Junpei dan Yukari meneteskan keringat. Namun Junpei dengan beraninya menjawab "Y-ya bisalah!"
"Mungkin…" Yukari juga menjawab.
"Ini Shadow yang kita bicarakan. Tanpa Persona kalian bakal habis." Akihiko mengingatkan.
"Aku mengerti." Yukari mengisyaratkan kalau ia mengerti.
Ketika hampir semua anggota SEES mendekati tangga, Niko dan Minato melihat pintu aneh berwarna biru.
"Pintu apa itu? Kok tiba-tiba muncul." Niko bersuara kecil agar tidak dikira gila.
"Gak tahu… ayo kita masuki." Minato mengajak Niko.
"Oke." Niko mengikuti Minato kea rah pintu itu tanpa sadar kalau mereka dilihati oleh sisa-sisa anggota SEES.
"Sob, mau kemana?" Junpei memanggil kawannya. Namun tidak dihiraukan.
"Mungkin Velvet Key bisa berguna…" Niko mengeluarkan Velvet Key, diikuti oleh Minato.
Mereka berdua memasukkan kuncinya ke dua lubang berbeda. Ketika diputar, akhirnya pintu itu bisa terbuka.
Velvet Room.
Dark Hour. Monday 20/4/2009 [12.00-Dark Hour]
Niko dan Minato yang masuk kedalam langsung mengambil tempat duduk yang tersedia. Lalu mereka sadar kalau ruangan ini adalah Velvet Room.
"Velvet Room, Minato?" Tanya Niko.
"Ya, jelas sekali…" Minato merespon.
"Aku menunggu kalian…" Igor angkat bicara.
"Waktunya telah tiba untuk kalian menggunakan kekuatan kalian." Igor mengingatkan "Menara yang akan kalian jelajahi… bagaimana bisa terjadi? Alasan apa yang membuatnya ada? Sayangnya, kalian belum mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu." Niko dan Minato semakin larut dalam penjelasan Igor "Ini adalah alasan mengapa kalian harus dibuat sadar akan sifat kekuatan anda."
"Sifat kekuatan kita?" Minato dan Niko kompak.
"kekuatan kalian sangat unik. Seperti angka 0… kosong, tapi dalam waktu bersamaan menyimpan kemungkinan tak terbatas."
"Kalian, anak-anakku, mempunyai kekuatan unik masing-masing."
"Apa saja itu?" Niko bertanya.
"Untuk Tuan Arisato, ia mampu menggunakan beberapa Persona, dan memanggil mereka jika dibutuhkan." Igor berhenti sejenak "Dan kau, Gospodin Petrovich… mengubah Arcana sesuai kebutuhan. Dimana kemampuan satu Persona mempunyai ragam variasi kekuatan."
"Satu Persona beragam kekuatan?" Niko bergumam.
"Mungkin ada saat-saat ketika mereka sulit untuk dipahami… tapi, jangan khawatir. Peganglah apa yang kalian dapatkan." Igor menasihati "Kekuatanmu akan bertambah secara bertahap… ingatlah baik-baik."
"Baik." Niko dan Minato kompak lagi.
"Waktu luang saya akan segera langka." Igor mengingatkan "Tapi, tolong kembali lagi atas keingingan kalian masing-masing."
"Oke. " Dua sekawan Kompak lagi lalu beranjak dari duduknya.
"Tahan langkahmu, Gospodin Petrovich." Igor berhasil menahan langkah Niko.
"Ada apa?" Niko menautkan alis.
Igor terlihat memegang kartu nomor 0 dan 3 di kedua tangannya, lalu menepukkannya jadi satu "Ini adalah Arcana-Arcana yang bisa kau ubah sewaktu-waktu… dan Arcana utamamu, Fool Arcana, telah kuberi sebuah kemampuan tambahan…"
"Tambahan?" Niko semakin dibuat bingung.
"Kau bisa mengetahui kekuatan apa itu…" Igor membuat Niko memutar otaknya "Kalau begitu… sampai nanti."
Penglihatan Niko dan Minato berubah jadi putih semua…
Tartarus. 1F, Entrance.
Dark Hour. Monday 20/4/2009 [12.00-Dark Hour]
Setelah cahaya menyilaukan tadi, akhirnya Niko dan Minato berada di depan pintu Velvet Room menandakan mereka sudah ada di dunia nyata. Ketika Niko menoleh kebelakang terlihat Junpei dan Yukari khawatir dengan keadaan mereka.
"Hey… kau tidak apa-apa?" Tanya Yukari.
"Ya, ada apa? Kalian terlihat kaya zombie."
"Aku tadi membuka pintu lalu-" Minato mau menjelaskan, tapi Yukari dan Junpei sudah duluan dibuat bingung.
"Hah? Pintu apa?" Yukari terbingung.
"Aduh… kau mabuk, ya?" ejek Junpei.
"Minato… sepertinya mereka tidak melihat pintu itu." Niko berbisik
"Aku setuju denganmu." Minato menyetujui.
"Apa tadi kalian manggut-manggut sambil ngomong sendiri? Kelihatannya kalian mendengarkan sesuatu."
"Sob, kau harusnya mimpin kita. Ayo fokus ke permainan!" Junpei menyemangati.
"Ya, maaf…" Minato meminta maaf.
"Ayo, buruan!" Yukari pun ikut mengajak.
*Cklek* Niko mengokang SKS dan menghadapkan bayonetnya kedepan. "Ayo…"
Tartarus. Thebel Block, 2F.
Dark Hour. Monday 20/4/2009 [12.00-Dark Hour]
Tiga anggota SEES baru masuk kedalam. Junpei menganggap semua ini keren, Minato menganggapnya unik, Yukari menganggapnya mengerikan, Niko menganggapnya sunyi.
"Cari Shadow!" Niko berlari-lari mencari celah.
"Oi… ngapain kamu?" Junpei meneriaki Niko.
*Pcak* Niko menginjak sesuatu "Apa it… WEK! DARAH!"
"Psst… jangan teriak-teriak." Suruh Minato.
"Oke bos." Niko menurut
"Serem…" Yukari terlihat berusaha terus dekat dengan Minato. Tiba-tiba terdengar suara elektronis dari kepala mereka.
"Bisakah kalian berempat mendengarku?"
"Mitsuru-Senpai?" Junpei merespon "Kau bisa melihat kita disini?"
"Itu adalah kemampuan Persona-ku." Jelas Mitsuru.
"Jorok!" Niko mengeluh karena sepatunya yang terkena darah sambil berjalan ke sembarang arah.
"Dengar. Struktur dalam Tartarus selalu berubah. Aku bisa memberikan kalian bantuan tapi kalian semua harus bisa bekerja sama."
"Minato?" Niko tersesat.
"Niko, ada apa?"
"Mitsuru-nee, sepertinya aku kesasar." Kata Niko santai.
Mitsuru berang "TADI AKU BILANG APA! JANGAN SAMPAI TERPECAH! KAMU INI BAGAIMANA SIH!"
Niko mengelus telinganya yang kebisingan "Telingaku…"
"Apa itu?" Niko tiba-tiba melihat semacam lendir-lendir berjalan yang dia ketahui adalah Shadow.
"Niko, hati-hati! Ada Shadow…"
"Bahaya…" Niko membidikkan SKS-nya ke sasaran dan…
*JDER!-DER!-DER!*Niko menembak Shadow itu, dan kali ini muncul lagi 3 Shadow "Mungkin saatnya mencicipi pakai Persona."
Niko menodongkan Evokernya ke kepalanya langsung sebelum Shadow-Shadow itu mendekat "MAJU, HEPHAESTUS!"
*Crang* Muncul Hephaestus dengan pistol panjangnya, namun kali ini Hephaestus menyilangkan pistolnya di dadanya hingga muncul…
*Bzzzzzt…Bzzzzzt…Bzzzzzt!* 3 petir menghantam Shadow yang ada hingga tewas seketika.
"Wow… Mazio…" Niko melongo "Lho, ngomong apa 'sih aku ini?"
"Niko, kau tidak apa-apa?" Suara Mitsuru terdengar lagi.
"Aman! 3 Shadow sekali serang… hehe."
"Cepat cari jalan pulang… tidak baik berlama-lama di sana, itu PERINTAH!" Mitsuru membentak lagi.
"Sebentar… perasaanku tidak enak." Niko mengeluarkan Evoekrnya lagi.
*Crang* gerakan yang tadi dilakukan Hephaestus dilakukan lagi, tapi tidak ada serangan… melainkan Niko merasa seluruh indranya berrfungsi optimal "Wow… Tarukaja."
Niko berlari dengan SKS yang siap melontarkan 7.62x39mmR ke apapun yang menghalangi langkahnya. 2 Shadow terlihat di hadapan Niko. "2 Spurious Book di jarak tembak, dan… *JDER-DER-DER-DER-DER-DER-DER-DER-DER!* 5 tembakan masing-masing mengenai 2 Shadow itu dengan telak hingga tercerai belai. Namun tidak sampai disitu…
"HEEYYAA…*JRET!*" Sebuah tikaman bayonet tepat mengenai Spurious Book yang berniat menyerang Niko dari belakang. Niko menendang Shadow itu hingga sedikit menjauh.
Niko mendapat semacam ide secara tiba-tiba untuk mengganti Arcananya. Ia mencabut Evokernya dan memutarnya sebentar lalu menaruhnya di pelipis lagi.
"AYO EMPRESS HEPHAESTUS!*Crang*" Hephaestus muncul lagi, dan semacam hembusan es membekukan Shadow itu. Shadow itu sekarat, sekarang Niko kembali memasukan Evoker-nya ke holster dan menembaki Shadow itu dengan satu tembakan *JDER!*.
Niko mengganti magasen pelurunya "Wah… makin banyak Shadownya. Harus lari…"
"Niko dimana kau? Semua orang sudah kembali!" Mitsuru memanggil dari radio.
"Oke, sebentar lagi keluar." Setelah berusaha mencari-cari pintu keluar, akhirnya Niko tiba di pintu masuk Tartarus.
Tartarus. 1F, Entrance.
Dark Hour. Monday 20/4/2009 [12.00-Dark Hour]
Niko tiba di pintu depan Tartarus dengan santainya dan kawan-kawannya sudah memasang wajah khawatir.
"Maaf, kelamaan." Niko meminta maaf.
"Yo, darimana saja kau?" Minato terlihat peduli.
"Sob, kau membuat semua orang disini, tahu!" Junpei terdengar agak-agak tertawa.
"Anu… erm…" Niko tergagap.
"NIKO!" Tiba-tiba Mitsuru teriak hingga mengagetkan semua orang disana "KENAPA KAU TERPECAH DARI KELOMPOK!"
"Ma-Maaf, Sen-"
"Kau tahu kau bisa mati disana jika terlalu lama didalam!" amarah Mitsuru makin jadi.
Niko tertunduk lesu "Ma-Maaf…"
Amarah Mitsuru mereda dan sekarang ekspresinya berubah jadi khawatir "Niko, tolong jangan diulangi lagi."
"Ya, Senpai… kucamkan itu." Niko masih tertunduk lesu.
"Dark Hour akan segera selesai, ayo kita bergegas pulang." Ajak Mitsuru, ajakannya pun disetujui oleh semua orang.
"Apa Tarukaja yang membuatku tadi menancapkan bayonet ke Shadow itu?" Niko bergumam. "Aku harus meminta maaf lebih jelas."
Author's Corner
Ritzter : Demi Neptunus*plak!* Nih fic gak bakal DISCONTINUE! DAN KARENA BELANDA KALAH NIH FIC JADI TAMBAH JELEK!
TERIMA KASIH UNTUK YANG MASIH SETIA DAN TOLONG REVIEW-NYA!
YANG SENANG EURO 2012 KIRA-KIRA READERS JAGO APA? KLO SAYA JERMAN, KAMU?
