Ritzter-Workshop, Presents…
Persona 3 FES : Iwatodai Rifleman
Summary : Dengan matanya yang tajam dan Squad yang siap tempur, ia siap membongkar semua misteri…
Genre : Action/Adventure, Friendship, Romance(diusahakan), Humor(diusahakan), Mystery, Drama, Supernatural
Rating : T, semi-M, FLUFFY SMUTTY LEMONY M! *AAAARRGHHH! PERVERT!*
WARNING! : OC, OOC, Typo, Gaje, rating pasang surut, lawakan super RENYAH/GARING!, Spoiler, ada penggunaan senjata api!
Disclaimer : Persona 3 FES-ATLUS, Glock 21-Glock Firearms Co., SKS-Sergei Simonov/Tula Arsenal
Author's Note : Hellow Readers yang Silent maupun Non-Silent! aku mau update… sungguh sial nasib Flashdisk saya kena virus dan harus diformat supaya virus gak nyebar, padahal URL sama "Hal Pokok" P3 Iwatodai Rifleman ada disana. Sedikit agak susah sih bikin fic ini tanpanya, tapi saya akan berusaha UPDATE T'RUZ M'N'RUZZ!
Oke… mari kita BALAS REVIEW!
Sp-Cs : SEEP! UPDATE AMPE DI ABYSS OF TIME! #NgimpiGamparDiri.
Lance Jeevas : Lebih baik yg begitu OOC-nya, daripada yang di h*****, bernafsu tinggi . atau gak… pasrah di apa-apain. #DiEksekusi_BekuFlu
Hisawa-Kana : Gak apa-apa, yg penting masih ada yg mau baca.
SEKELEBAT INFO
Ada yang bertanya-tanya tentang skill-skill apa saja, yang ada di Empress Hephaestus, nah… ini dia skill-skillnya.
Skill (Empress) :
# Bufu*
# Mabufu*
# Marakunda**
# Matarukaja**
*= Skillnya bisa berkembang.
**= Skill tambahan dari Igor.
P.S – Enjoy…
Gekkoukan High School, Class 2-F.
After School. Friday 1/5/2009 [04.30PM] *Time Skip, Empress lv.2*
Dengan keberhasilan Niko meminta maaf kepada Mitsuru tak disangka-sangka kalau ia mendapat level 2 dari hubungannya bersama Mitsuru. Dan hasilnya... kemampuannya dengan Arcana Empress makin membaik dan ekstra skill support seperti Marakunda, pengurang pertahanan musuh, dan Matarukaja, penguat serangan kawan.
"Sekedar info. Akihiko-san ke rumah sakit buat periksa. Dia nelpon aku tadi katanya mau dibawakan sesuatu." Junpei menjelaskan "Yup, dia tahu siapa yang harus dipercaya."
"Kira-kira bawa apaan?" Tanya Niko.
"Um… apa ya… semacam absen, gitu?" Junpei kebingungan.
Tiba-tiba Yukari datang "Dia suruh kamu karena kamu satu-satunya orang yang gak ada kegiatan habis sekolah."
"H-Hey, kok ngolok? " Junpei bernada marah.
"Kasihan… pfft." Niko menahan tawa.
"Ahahaha… becanda kok, jadi… dia minta bawakan apa?" Yukari tertawa kecil.
"Daftar kelas 2-E." jawab Junpei singkat.
"Buat apa itu barang diminta?" Minato bertanya-tanya.
"Gak tahu, ya." Niko merespon.
"Mau apa dia dengan daftar itu?" Tanya Yukari "Sebenarnya… aku gak ada latihan hari ini jadi aku ikut."
"Oh…" seperti biasa, duo Fool ber-'o' ria.
"Kalian berdua ikut, kan?" Yukari menanyai Minato dan Niko.
"Minato, ikut?" Tanya Niko untuk Minato.
"Ayo…" Minato setuju.
"Oke… ikut." Niko ikutan setuju.
Yukari mengangguk kecil "Baiklah."
"Tunggu dulu…" Junpei tiba-tiba meyalak.
"Kenapa, ada masalah?" Yukari bertanya-tanya.
"Dia nyuruh SAYA lho…" Junpei mulai aneh-aneh.
"Nyombong?" Niko berdiri dari duduknya dan menaruh tangannya di pistol yang ada dibalik jasnya.
"*Glek* G-Gak…"
Tatsumi Memorial Hospital
After School. 1/5/2009 [05.01PM]
Empat sekawan tiba di rumah sakit dekat stasiun itu. Mereka masuk ke sebuah ruangan yang kira-kira 10 kamar dari tempat Niko terbaring. Ketika masuk… mereka melihat seorang bermantel merah maroon dan kupluk. Matanya terlihat sangar…
"Hey… um… apa ada Akihiko-senpai?" Junpei bertele-tele. Pria berkupluk itu menatap tajam Junpei. "Di ruangan ini… untuk sesuatu…"
"Yo, kita gak cari masalah disini…" Niko meyakinkan pria misterius itu.
"Kalian ngapain disini?" Tanya Akihiko.
Empat sekawan mengalihkan pandangan ke Akihiko. Minato angkat bicara "Harusnya aku yang ngomong itu."
"Kami mau menemuimu!" Yukari berkata jujur "Tapi kelihatannya kamu gak apa-apa."
"Aku kesini cuma mau periksa."
"Beneran, Aki?" pria misterius itu berdiri.
"Ya, trims…" Akihiko berterima kasih.
"Cih… aku gak ada waktu buat yang ginian." Pria itu melengos, dan sempat meng-Glare empat sekawan "Dan kau, anak bule…"
Niko merespon dengan santai dan kasarnya "Apa?"
"Jangan datangi gang itu." Pria berkupluk memperingati "Jangan cuma karena duit kamu nekat ngancurin bocah-bocah itu."
"Gak apa-apa, daripada malak orang gak berdosa?" Niko menyengir.
"Hmph… sembarangmu." pria bermantel merah maroon itu akhirnya meninggalkan ruang rawat inap.
"Wow… kau berani, ya?" Akihiko berekspresi terkejut "Aku takut kalau tinjunya melayang ke wajahmu, haha."
"Oh…" Seperti biasa duo Fool ber-'o' ria.
*DRRRRT… DRRRRT… DRRRRT…* Ponsel Niko yang di-silence bergetar berulang-ulang menandakan ia mendapatkan telepon "Maaf… permisi dulu." Niko keluar dari ruangan untuk menerima telepon.
Setelah keluar dari ruang rawat inap, dengan cepatnya ia membuka ponselnya dan menekan tombol hijau "Halo?"
"Niko, ini aku!"
"T.K?"
"Ya, bisa kau temui aku di Chagall café malam ini?" T.K terdengar sedang khawatir.
"Ada apa sih?"
"Tolonglah… bantu aku!"
"Apaan sih?" Niko bingung "Ya sudah, kalau hal sepele kuadukan Ayah kau nanti."
"Gak apa-apa, yang penting temui aku. Anton mengerti 'kok."
"Huh…*klak*" Niko menutup teleponnya dan mendengarkan pembicaraan kawan-kawannya dari luar.
Paulownia Mall, Chagall Café
Evening. 1/5/2009 [07.30PM]
Niko menurut untuk datang menemui T.K yang sedang gemetaran entah karena apa. Biasanya kalau keluar rumah ia menggunakan baju jalan, dan ini adalah kali pertama Niko keluar rumah malam. Karena bosan ganti baju, ia menggunakan kemeja putih dan celana sekolahnya dengan gaya berpakaian santai.
"Kok rasanya aku dilihatin orang terus, ya?" Niko melihat sekelilingnya "Ah… cuma perasaan." Akhirnya Niko masuk kedalam café.
Ketika Niko masuk, ia melihat T.K sedang duduk terdiam tanpa ada apa-apa selain asbak, papan nomor meja, garam, dan merica. T.K pun terlihat tidqak mengetahui kedatangan Niko. karena kasihan, keinginan untuk menemui T.K makin besar.
"Yo, T.K." Niko menyalami T.K, Ia merespon "Ada apa?"
"Bayarkan kopiku…"
"A-Apa?" Niko tersentak.
"Bayarkan kopiku… nanti kuganti."
"…" Tanpa banyak ngomong ia duduk, memanggil pelayan, meminta bill, dan membayarnya dengan uang pas.
"Thanks. Oke, Niko… aku ada senjata baru buat dipakai kau pakai nanti." T.K menggabungkan jemarinya.
"Oh…" Niko merasa bodoh "Apa?"
"AK-47 yang diubah jadi SOPMOD. Sebenarnya aku baru dapat aksesoris kemarin dan ngerjainnya gak tahu kapan selesai, aku mau minta pendapatmu… .mau pakai?"
Niko masih terlihat bodoh "Mau."
"Oke… akan kuusahakan agar cepat selesai." Niko mengangguk kecil "Dan ini adalah kali pertama kau mencicipi AK racikanku."
"Bayonet?" Niko langsung to the point.
"Ada, sekalian masuk paket." Kata T.K pendek.
"Oh…" Niko ber-'o' ria.
"Niko?" ekspresi T.K jadi serius.
"Apa?"
"Kau tahu berapa banyak hal-hal yang disembunyikan Kirijo Group selama ini?"
"Gak tahu." Niko makin serius ekspresinya.
"Ayahmu dan aku sekarang amat sangat dicurigai dalam kejadian ini karena kepergiannya 2 hari sebelum ledakan besar itu. Kami berdua sangat dicurigai oleh ilmuwan level cetek disana kecuali oleh Ayah Mitsuru, Eichiro, Ikutsuki, dan aku."
"…" Niko serius mendengar.
"Ilmuwan cetek disana tak ada yang berani apa-apa sama senior macam mereka. Aku sebenarnya bukan ilmuwan, tapi sangat dekat dengan mereka. Dan karena itulah aku sering dicemooh di kantor." T.K mengeluarkan isi hatinya "Dan akupun tidak tahu apa yang mereka sembunyikan selama ini, begitu juga Ayahmu yang lama tak lagi saling berhubungan dengan Ayah Mitsuru."
"Pendeknya… kau minta aku cari tahu apa yang disembunyikan mereka?" Niko yang Pintar muncul.
"Tepat!" seru T.K.
"Baiklah." Kata Niko pendek "Tapi… andai sedikit yang bisa kuberitahu, bisa kau sabar?"
"Apapun! Selama kau seorang Petrovich… aku percaya!" T.K terlihat senang "Aku dan Ayahmu mempercayaimu sekarang, dan kau tahu alasan dia tak pernah meneleponmu lagi?"
"Kenapa?"
"Dia berusaha agar tetap tak diketahui, jadi hubungan yang paling aman sekarang adalah denganku melalui perantara lain." Jelas T.K
"Perantara?" Niko bingung.
"Aku punya asisten, begitu juga ayahmu… jadi semuanya hubungan yang dilakukan akan dilaporkan oleh asisten kita masing-masing. pintar, kan?" T.K nyengir.
"Ehehe…*CRING!*" ada suara aneh lagi, seperti mendapatkan Social Link "Hah?"
Thou Shalt Have Our Blessing
When Thou Chooseth To Increase the Power of Electricity…
You Have Establish A New Social Link with Temperance Arcana…
Your Electricity Skill Strength Reached Level 1!
"Zio-ku makin kuat…" Niko bersuara kecil.
"Apa?" T.K bingung.
"Oh… gak apa-apa kok! Hehehehe…"
"Oke, pulang sana… nanti ada yang marah-marah lagi kalau kamu pulang larut." T.K mengingatkan.
"Oke, aku duluan…" Dan si Rifleman meninggalkan Café menuju ke asramanya.
Author's Corner
Ritzter : Alasan kenapa cerita ini tambah jelek… karena saya SIBUK MAIN GAME! *pklak!* yah mumpung liburan, saya harus bisa bagi waktu antara nge-Fic sama nge-Game, gitu…
Oh ya! aku mau bikin fic Persona berunsur sepak bola dan nanti mungkin setelah P3FES Iwatodai Rifleman ada lagi P4 Yasoinaba Gunslinger, pertanyaanya untuk P4 YG… kira-kira Protagonisnya cocok laki-laki apa perempuan? Karena konsep untuk perempuan dan laki-laki udah dibikin dan tinggal butuh persetujuan, dan disana nanti karakteristiknya akan diperketat beserta asal-usul nya.
Yu/Souji : Siapa nih, Partner-ku selain Yosuke nanti?
Ritzter : Biar Readers yang menentukan… oke?
Yu : Oke.
MOHON MAAF JIKA CHAPTER INI KURANG ATRAKTIF DAN SANGAT PENDEK KARENA FIC INI TERANCAM KEBERADAANYA *PLAK* JADI… REVIEW YA!
