Vocaloid

Halo, semuanya.

Bagaimana kabar kalian? Apakah baik-baik saja?

Senang bisa bertemu dengan kalian lagi. Dan terima kasih karena telah membaca cerita ini.

Untuk YamiRei28 ( Rei – san ) , Dwidobechan , dan Hikari Kengo – san, terima kasih karena telah mereview cerita saya ini.

Untuk pertanyaan Yami Rei – san : Apakah Aria tetap muda?

Jawaban : Ya, Aria tetap muda. Wujudnya masih sama seperti sebelum dia tertidur.

Untuk pertanyaan Hikari Kengo : Apakah cerita ini akan menjadi YuumaxIA?

Jawaban : Ya, cerita ini akan menjadi YuumaxIA.

Dan untuk Dwidobechan, terima kasih atas nasehatnya. Saya akan memperbaiki kesalahan saya.

Sekali lagi, terima kasih.

Saya akan melakukan yang sebaik-baiknya dalam menulis cerita ini.

Namun, maaf kalau mungkin ada kesalahan dalam cerita saya ini.

Fanfic ini merupakan fanfic pertama saya, jadi tolong dimaklumi jika ada yang salah.

Vocaloid bukan milik saya, namun cerita ini milik saya.

Warning : Typo's, OOC, Bahasa kurang jelas dan lain-lain…

Selamat membaca….

Chapter 2 : Aria

Normal POV

Aria hanya duduk diam di tempat tidur yang ada di ruangan itu. Dia tidak memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu.

Dia sangat menyesali yang dikatakan laki-laki itu padanya.

Semua orang yang disayangi Aria sudah tidak ada di dunia ini sudah menghilang ditelan kegelapan.

Semuanya lenyap.

Ketukan di pintu kamarnya mengejutkan Aria. Dia tahu siapa yang mengetuk pintu barusan.

Dan, masuklah laki-laki yang sudah di duga oleh Aria.

Laki-laki itu masuk sambil membawa nampan makanan. Dia yakin Aria merasa kelaparan mengingat gadis itu sudah tidak makan selama 650 tahun.

"Nona Aria, saya membawakan anda makanan." Katanya dengan senang. Dia lalu meletakkan makanan Aria di atas meja kecil di samping tempat tidur Aria.

Sedangkan Aria, hanya melihat laki-laki itu dalam diam. Laki-laki itu sudah tidak mengenakan jas labnya. Aria belum tahu nama laki-laki itu. Merasa diperhatikan, laki-laki itu melihat ke arah Aria yang mengakibatkan tatapan mata mereka bertemu.

"Namamu…!" Ucap Aria lirih. Laki-laki itu bingung karena tidak mendengar apa yang dikatakan Aria.

"Siapa namamu?" Tanya Aria pelan sambil tetap melihat laki-laki itu. Mendengar itu, laki-laki itu menjadi salah tingkah.

"Hahaha, maafkan saya karena belum memperkenalkan diri saya. Nama saya Yuuma Verenia. Senang berkenalan dengan anda, nona Aria." Katanya sambil memberi hormat.

Mendengar nama keluarga Yuuma, Aria sedikit terkejut. Dia tahu keluarga Verenia. Ketika dia masih sadarkan diri 650 tahun yang lalu, ketika dia masih berada dalam kehidupannya yang baik-baik saja, ketika dia masih bisa hidup seperti biasa, keluarga Verenia adalah pemimpin Negara Vocarina.

"Kau…! Tempat ini berada di pemerintahan, kan?" Tanya Aria sedikit penasaran. Yuuma yang menjadi sasaran dari pertanyaan itu hanya tersenyum saja lalu menangguk.

"Setelah anda ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri oleh pemerintah, anda langsung dibawa ke pemerintahan. Sedangkan kakak anda diinterogasi atas apa yang terjadi. Selain itu, teman anda, nona Mayu Ezirra ditahan atas tindakan menghancurkan kota dan melukai orang lain. Setidaknya, itulah yang diceritakan pada saya oleh kakek saya. Saya yakin anda pasti sudah tahu kalau saya adalah anggota keluarga dari sang pemimpin negara." Kata Yuuma menjelaskan semuanya yang dia tahu. Aria pun merasa tidak ada yang aneh dari Yuuma ketika laki-laki itu menjelaskan semuanya.

"Katanya, anda….!"

"Terperangkap dalam 100 Mimpi milik Mayu? Ya, itu betul." Kata Aria, mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh Yuuma. Mendengar itu, Yuuma terdiam. Dia seharusnya tahu untuk tidak mengungkit masalah itu. Ya, tidak perlu.

"Maafkan saya karena telah mengungkit hal itu lagi, Nona Aria. Saya merasa sangat bersalah." Kata Yuuma dengan perasaan bersalah. Mengejutkan, Aria menggeleng sambil tersenyum.

"Tidak apa-apa." Katanya. Namun, Aria penasaran dengan satu hal. Apa yang terjadi di Negara Vocarina setelah itu?

Melihat Aria hanya diam saja, Yuuma menduga gadis itu sedang memikirkan apa yang terjadi selama ini. Dia tahu, Aria pasti merasa bingung setelah 650 tahun tertidur. Dan yang pastinya, dunia sudah bertambah modern.

Yuuma akan melakukan apapun untuk membantu Aria. Karena, bagi Aria sekarang, orang yang bisa dipercaya olehnya hanyalah Yuuma.

"Jadi, apa anda ingin bertanya lagi? Saya harap bisa menjawab pertanyaan anda sebisa saya, Nona Aria." Kata Yuuma sambil tersenyum. Aria hanya diam menatap laki-laki itu.

"Kau terlalu formal. Kau bisa memanggilku Aria. Dan, bersikap biasa saja. Aku tahu dunia sudah bertambah modern, dan aku tentu tidak ingin ketinggalan zaman juga hanya karena aku sudah tertidur selama 650 tahun." Kata Aria dengan serius.

"Tapi saya tidak bisa, Nona Ar…."

"Aria."

"Tapi nona, sa…!"

"Aria!"

"Tapi…!"

"Panggil aku Aria!"

"Saya tida….!"

"Apakah empat huruf itu terlalu sulit untukmu? Atau otakmu memang sudah disetel untuk memanggil orang dengan tambahan 'Nona atau Tuan' itu? "

Mendengar itu, Yuuma jadi malu sendiri. Berdebat dengan seorang gadis hanya karena sebuah nama membuatnya terlihat bodoh.

"Nona Aria, sa…!"

"KUBILANG,ARIA!"

Melihat Aria menjadi marah, Yuuma terdiam karena ketakutan. Sekarang dia melihat gadis itu menatapnya dengan tajam dan tatapan marah. Namun, melihat gadis itu bersikap seperti itu, Yuuma merasa lega.

Maksudnya, setelah 650 tahun tertidur, biasanya kalau seseorang tersadar dari tidur abadinya pasti akan berubah gila, bukan? Yuuma pun tersenyum dan menatap Aria.

"Maafkan aku, kalau begitu, Aria." Seru Yuuma sambil tersenyum. Melihat senYuuman Yuuma, Aria merasa malu. Jantungnya berdetak cepat, dan wajahnya terasa panas.

Aria pun menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat itu.

Seakan mendapat topik pembicaraan lagi, Yuuma dengan spontan berbicara.

"Kakekku rasa kau harus mengenal dunia yang sekarang. Jadi, apa kau mau bersekolah?" Tanyanya pada Aria yang langsung menatapnya dengan tatapan bingung. Tentu dia tahu arti sekolah. Dia adalah salah satu murid di 4 sekolah terkenal di Vocarina sebelum dia tertidur abadi.

Namun, lihatlah.

Aria sudah tertidur selama 650 tahun!

Apa itu tidak terasa aneh. Ya, meskipun dia tidak berumur selama 650 tahun. Lagipula, dia merupakan rahasia pemerintah. Jadi tidak ada orang luar yang mengetahui tentang dirinya.

Dan satu hal lagi, umurnya jika sudah dihitung-hitung, 666 tahun.

"Apa kau bodoh?" Tanya Aria pada Yuuma.

"Tentu saja tidak. Apakah aku terlihat seperti orang bodoh?" Tanya Yuuma balik sambil tersenyum.

"Tapi aku tidak mau bersekolah sedirian. Apalagi dengan dunia yang sudah berubah seperti ini." Kata Aria lagi. Namun tiba-tiba Yuuma tertawa dengan keras.

"Siapa bilang kau akan bersekolah sendirian? Kakekku tentu saja tidak akan membiarkanmu keluar sendirian. Dan lagi, umurku 16 tahun. Itu artinya, kau akan masuk di sekolahku, bersekolah denganku dan tentu saja sudah diatur untuk sekelas denganku." Kata Yuuma sambil lalu mengedipkan sebelah matanya pada Aria.

Mendengar itu, Aria hanya tersenyum pada Yuuma.

Aria memang sudah menyetujui untuk bersekolah bersama dengan Yuuma. Di sekolah tempat Yuuma belajar.

Tapi, Aria tidak pernah menyangka akan kembali ke sekolah itu lagi.

Salah satu dari 4 sekolah terkenal di Vocarina.

Magusica Voca, sekolah tempat Aria belajar sebelum dia tertidur abadi.

Sekolah itu sudah banyak berubah dari terakhir yang diingat oleh Aria. Sejujurnya, ingatannya sebelum dia tertidur sudah sangat kabur. Hanya saja, 100 mimpi-mimpi itu mengingatkannya lagi.

"Ada masalah?" Tanya Yuuma yang berdiri di sampingnya. Aria pun menggeleng, menjawab pertanyaan Yuuma. Melihat Aria kurang bersemangat, Yuuma bermaksud untuk menyemangati Aria. Tapi….

"Aku tahu sulit bagimu untuk menerima beberapa hal dengan cepat setelah apa yang terjadi padamu. Tapi, lebih cepat beradaptasi, lebih bagus,bukan?" Kata Yuuma lagi sambil tersenyum lagi pada Aria.

Ya, Aria tahu dia harus bisa menghadapi ini. Dia harus bisa maju.

Tidak ada gunanya baginya untuk melihat kembali ke belakang. Dan, untuk melihat ke depan, diperlukan sebuah perjuangan.

Namun, apa jadinya jika mimpi buruk belum berakhir.

To be continued…..

Maaf karena saya terlambat untuk melanjutkan juga minta maaf kepada para pembaca karena chapter kali ini kurang bagus dan kurang panjang. Saat ini Author sibuk dengan beberapa hal yang menyangkut sekolah dan hal-hal lainnya.

Jadi, saya sebagai author cerita ini ingin menyampaikan bahwa update chapter selanjutnya mungkin agak terlambat atau mungkin terlambat

Terima kasih karena mau dengan sabar menunggu lanjutannya.

Terima kasih karena sudah membaca.

Please Review, everyone.