Ore wa Zombie!

Disclaimer :

Inazuma Eleven & Inazuma Eleven GO © Level-5

Pairing :

(tebak sendiri XDD)

Rate :

T

(kemungkinan bisa berubah)

Warning :

Sho-ai/yaoi, straight, OOC, AU, typo(s), alur melompat-lompat(?), abal, gaje, aneh, ngebosenin, pendiskripsian kurang, etc.

Don't like please don't read!

.

.

Chapter 2

Tanpa memperdulikan Mamoru yang sedang asyik denagan 'pacar' barunya –tembok-, Shuuya melangkah dengan santai menuju bangkunya sendiri –sebelah Yuuto.

"Kidou, saya minta kamu menemani Gouenji melihat-lihat isi sekolah, sekaligus memperkenalkan seluk-beluknya saat istirahat siang nanti." pintah Kudou-sensei.

Sang ketua kelaspun menyanggupinya. "Ha'i, saya mengerti."

"Maaf ya, kalau aku merepotkanmu. Uhm...Kidou." kata Shuuya sembari tersenyum tipis. Biarpun cuma seulas senyuman, entah kenapa dibalik punggung Yuuto, muncul kelopak bunga-bunga bertebaran. Dan dia blushing pemirsa.

DEG

'Eh?! Ada apa denganku. Kok, jadi deg-degan melihat Gouenji tersenyum. Seperti, melihat seorang malaikat saja'. Yuuto menggeleng-gelengkan kepalanya, dan sempat melirik Akio di bangku belakang sebentar. 'Tenanglah Yuuto. Ingat Akio. Ingat masakan beracunnya. Ingat saat dia menendangmu dan mengejekmu pinguin freak'. Bukannya mengingat hal-hal yang menyenangkan dan romatisan dengan sang 'pacar' (A/N : saya buat Kidou dan Fudou udah jadian :D) malah sebuah bentuk 'penyiksaan' yang diingat. Hah... cinta memang membuat orang gila. Ya.. beginilah cinta, penderitaannya tiada akhir...kan mas bro!

Dengan tarikan satu napas~?~, Yuuto sudah berhasil menetralisir detak jantungnya dan kembali dalam keadaannya semula. Sedangkan Shuuya fokus memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh Kudou-sensei dengan khidmat~?~. Tidak tahu kalau teman sebangkunya itu dilanda kegalauan akut akibat senyumannya. Untung, Shuuya termasuk orang yang tidak suka mengumbar senyum sembarangan, kalau tidak pasti banyak korban yang berjatuhan... Sungguh... mengerikan senyuman seorang GOUENJI SHUUYA.

Kembali ke pelajaran...

"Endo Mamoru! Maju ke depan dan kerjakan soal-soal yang ada di papan tulis!" perintah Kudou-sensei yang sudah menuliskan bebera-EH? Bukan-bukan beberapa, papan tulisnya sudah dipenuhi oleh coretan soal-soal matematika yang mana aduhay susahnya minta ampun seperti soal olimpiade saja. Namun, si empunya masih langgeng dengan posisinya semula –nemplok di dinding. Bahkan teriakan –bisikkan- Hiroto yang sembari memanggil-manggil dirinya tak satupun ia gubris.

"ENDO! Kau mendengarku?" Kudou-sensei sepertinya sedang menahan emosinya, terlihat dia sedang mengambil bola –yang entah dari mana- untuk ditendang ke kepala tanduk tiga –Mamoru itu. Seluruh siswa melirik ke arah Mamoru, sedangkan Hiroto, Tenma, dan Kyousuke komat-kamit berdo'a kepada Kami-sama. Mendo'akan keselamatan Mamoru? Tentu saja bukan! Mereka berdo'a untuk diri mereka sendiri. Kenapa? Lha kalau bolanya meleset dari target –Mamoru, yang kena pasti kalau tidak Hiroto, ya Tenma atau Kyousuke yang notabete area rawan bahaya~?~ status 'AWAS'

Mamoru yang sedang dilanda KERAPUHAN akibat accident tadi pagi, tak mendengar apapun yang dikatakan Kudou-sensei atau merasakan seluruh temannya melihat dia dengan tatapan aneh –termasuk Shuuya. Dalam jarak 3 meter lagi bola yang ditendang Kudou-sensei akan mendekati... 2 meter lagi... HirotoTenmaKyousuke semakin khusyuk berdo'a...

1 meter...

Dan...

"GOD HAND!" Tiba-tiba Mamoru berdiri di atas meja. Posisi badannya agak membungkuk, kaki sedikit ditekuk. Satu berada di pinggang, satunya lagi ke depan. Sukses menangkap bola yang ditendang sang sensei. Hiroto, Tenma, dan Kyousuke menghembuskan napas lega. 'Yokkata'

"EH?! Are, doshita?" Mamoru bingung dengan apa yang terjadi. Setahu dia sedang ber-kencan dengan tembok, sekarang posisinya berada diatas meja. Dan.. yang terpenting 'KENAPA ADA BOLA DITANGANKU' batin Mamoru terheran-heran. Mungkin insting sebagai Kipernya bangkit~?~ hingga dapat menangkap bola itu dengan mudahnya dan tanpa sadar pula ckckckck.

"Uhm... Endo Mamoru. Cepat kerjakan soal di papan tulis ini." perintah Kudou-sensei dengan datar... dan seperti tidak terjadi apa-apa. Semua siswa –kecuali Mamoru sweatdrop melihat tingkah ajaib dari sang sensei mereka.

"H-Ha'i." Mamoru turun dari mejanya. Melangkahkan kakinya menuju ke depan kelas. Sesampainya dia melonggo, bak pengemis jalanan yang ngiler melihat etalase toko yang menghidangkan makanan yang enak. Mamoru belum mengerti apa-apa yang tadi diterangkan oleh Kudou-sensei. Pikirannya hanya terfokus dengan kejadian tadi pagi dan bertemu dengan si anak baru –Shuuya. Dan pada akhirnya, Mamoru mampu menjawab semua soal di papan tulis itu dengan tiga kata "Cantik" yaitu : AKU TIDAK TAHU. Semua tertawa –termasuk Akio, Yuuto, Kyousuke, Shuuya yang hanya tersenyum kecil,.kecuali Kudou-sensei.

Ctek! Urat kemarahan Kudou-sensei tak bisa terbendung lagi.

"ENDO MAMORU! SEPULANG SEKOLAH KAU DIHUKUM MENGEPEL SELURUH LORONG YANG ADA DI SEKOLAH INI!" teriak Kudou-sensei.

"!" Mamoru shock. Namun tak dapat melakukan apa-apa selain menangisi nasibnya itu. Dia berbalik dan menatap satu per satu teman-temannya. 'seseorang...siapa saja... tolong aku.' Mereka tahu arti tatapan memelas dari Mamoru. Tapi, mereka pura-pura tidak tahu dan mulai menyibukkan diri. Siapa sich yang mau menentang sensei se-Killer Kudou-sensei. Poor Mamoru.

Skip Time

.

Sudah hampir lebih dari 20 menit lalu jam istirahat siang terlewat. Mamoru tidak beranjak dari bangkunya, padahal teman-teman yang sudah berhampuran keluar untuk sekedar mengisi perut mereka yang keroncongan kecuali Yuuto yang harus membimbing Shuuya untuk menggeliling sekolah. Pelajaran dari Kudou-sensei memang memeras otak dan membuat perut lapar~?~. Matematika –What-You-Know-. Melihat angka-angka berjajar dengan rumus yang duper upper rumit sudah membuat kepala nyut-nyutan. Apalagi disuruh ngerjainnya. Baru kerjakan 10 soal sudah pingsan duluan.

'Bagaimana ini, aku sudah berjanji akan pulang jam 4 sore nanti. Kasihan kan Kazemaru kalau menungguku terlalu lama. Hah... gara –gara memikirkan anak baru itu aku jadi tak fokus dan dihukum begini'

"ARGH!" Mamoru frustasi dan mengacak-ngacak rambutnya. Tak lama terdengar suara pintu terbuka.

Srekk

Mamoru menengok siapa yang masuk kedalam kelasnya. "Are?! Tenma."

Mengetahui namanya disebut Tenma menegakkan kepala, yang tadi ditekuk . "Endo-san." Dengan langkah gontai Tenma berjalan menuju bangkunya.

"Ada apa kok lemas begitu?" tanya Mamoru. Bukannya menjawab Tenma malah menenggelamkan kepala ke kedua lengannya. Tak lama kedengaran sebuah tangisan kecil.

Mamoru yang tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan rekan seperjuangan tanduknya~?~ itu. Sepengetahuannya tadi, Tenma keluar dengan ceria dan semangat seperti biasanya bersama ...

Tsurugi?

Benar Tsurugi. Mamoru celingukan mencari sosok Kyousuke. Berhubung tidak ditemukan si buntut itu, jadi terpaksa bertanya kepada Tenma.

"Emm... ano Tenma.. Kemana Tsurugi? Bukannya dia tadi keluar bersamamu?" Tenma yang mendengar nama Kyousuke disebutkan, malah nambah volume tangisannya..

"HUWEK! HUWEKK TSURUGI!" Mamoru kelabakan mendengar Tenma semakin histeris. 'Aduh kenapa nich anak?'

Mau tak mau Mamoru mesti menenangkan Tenma, agar tidak disangka sedang berbuat macam-macam sama ni anak hingga menangis. Soalnya di kelas cuma dia dan Tenma doang. Mamoru pindah tempat dan duduk ditempat sebelahnya Tenma –bangku Kyousuke kemudian mulai menepuk-nepuk punggung Tenma dan mengelus bahunya. Itu cara efektif untuk menenangkan orang yang sedang sedih atau marah dengan mengelus atau menepuk bahunya, seperti menyalurkan sebuah kekuatan dan kehangatkan.

"Sudahlah Tenma... Jangan menangis lagi. Cerita dong sama aku, siapa tahu aku bisa bantu." Kata Mamoru lembut layaknya seorang ibu~?~ yang sedang menenangkan anaknya~?~. Akhirnya Tenma tenang dan tidak menangis lagi, namun dia masih sesengukan.

"Endo-san, kau tahu kejadian saat di kantin tadi." pertanyaan Tenma membuat Mamoru bingung. 'Meneketehe gue kan dari tadi dikelas'. Mamoru menggeleng cepat. "Tidak, memangnya ada apa?" tanya Mamoru. Tenma menegakkan badannya lalu menghadap ke Mamoru. "Begini ceritanya ..."

Flashback ON

Suasana kantin RHS (Raimon High School), menunjukkan aktivitas seperti biasanya. Antusiasme gila-gilaan ditunjukkan oleh siswa-siswi penghuni RHS atau lama-lama bisa disebut RSJR –Rumah Sakit Jiwa Raimon- *plak*. Antrian yang berkepanjangan membuat para pendemo –para siswa, berdorong-berdorongan agar dapat jatah puding gratis~?~ yang tersedia terbatas. Dan... di sinilah Tenma dkk (Kyousuke, Takuto, Ranmaru, Masaki, Hikaru, dan Ryouma) antri dibagian tengah dengan napan kosong. Bayangkan saja dengan ribuan eh- puluhan orang-orang yang kelaparan kalian berada di tengah-tengah. Rasanya seperti digenjot dari depan maupun belakang.

"Aduh... jangan dorong-dorong dong Kageyama-kun." Protes Masaki.

"Yang dorong-dorong bukan aku Kariya-kun, tapi Shindou-san." Komentar Hikaru.

Takuto yang tidak terima oleh tundingan si anak Hitam-Putih itu, langsung sewot. Soalnya pada barisan Tenma dkk Takuto-lah yang paling belakang.

"Enak saja, bukan aku juga kalii. Tapi noh para siswa lain yang berada di belakangku, dan belakang lagi, belakang lagi, belakang lagi, belakang lagi, belakang lagi, belakang lagi..." entah keberapa kalinya Takuto mengulang kalimatnya itu. Hingga membuat Tenma dkk –minus Takuto, cengo dan sweatdrop.

"Uhmm, itu udah yang ke-99 kalinya." Ucap Kyousuke santai. Sejak kapan Kyousuke hitung O.O"

"Sudah-sudah... jangan dipermasalahkan. Kita kan berada di tengah-tengah jadi wajarkan kalau saling berdesakan." Tenma mencoba menenangkan.

Tak lama kemudian, akhirnya Tenma dkk, mendapatkan jatah makan siangnya. Masing-masing napan sudah terisi dengan makanan yang mereka pilih. Lalu Tenma dkk mencari tempat duduk yang kosong.

"Ah! Di sana meja yang dekat jendela. Sepertinya kosong." Ryouma akhirnya bersuara, dan menujuk dimana tempat meja yang dianggapnya kosong. Semua melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Ryouma.

"Ayo kita kesana," ajak Tenma. Dan semuanya mengikutinya dari belakang.

"Ah, akhirnya dapat meja juga, kukira kita bakalan lesehan." komentar Ranmaru sembari meletakkan napannya.

"Itadakimasu!" ucap Tenma dkk serempak. Mereka makan dengan lahapnya. Namun tak lama kemudian, acara yang seharusnya berlangsung dengan khidmat, muncul sesosok makhluk keluar dari belakang Kyousuke. Dan...

"TSURUUGIII!"

Kyousuke yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya itu langsung tersedak dan menyeburkannya sedikit ke muka Ranmaru akibat kaget. "Uhuk...Uhuk.. air.!" pintah Kyousuke. Berhubung Tenma yang berada di samping Kyousuke, buru- buru ia mengambil minumannya dan di sodorkannya kepada Kyousuke. Gluguk! "Ah.. leganya. Arigatou Tenma," ucap Kyousuke.

Sedangkan Ranmaru? Apakah dia marah kepada Kyousuke karena sudah memberikan 'hujan lokal beserta lumpur-lumpurnya' ke wajah ayu-nya? Jawabannya Tidak. Malah dia bersyukur, Takuto dengan gentle membersihkan sisa-sisa makanan Kyousuke di wajah Ranmaru, dengan sapu tangannya. Rona merah sudah nangkring di pipi cantik Ranmaru, karena Takuto melakukannya dengan lembut dan berperasaan. Apalagi tangan Takuto berada di dagu Ranmaru.. membuat iri Ryouma, Hikaru, dan Masaki saja.

Kembali ke Tsurugi~

Kyousuke menegok ke belakang siapa yang sudah mengganggunya itu.

"HAKURYUUU!" teriak Kyousuke kepada sosok makhluk yang yang berada dibelakangnya.

"Hai... Tsurugi. Kangen sama aku, " ucap Hakuryuu cengegesan.

"Siapa yang kangen. Jangan GR dulu. Mau apa kau kemari," celetus Kyousuke jutek. Aduh Kyousuke tumben dirimu tidak pintar begini. Ini kan kantin tempat orang mengisi perut mereka pas jam istirahat. Jadi wajarkan kalau Hakuryuu datang disini untuk mengisi perutnya yang lapar.

Tanpa basa-basi Hakuryuu nemplok dan meluk Tsurugi dari belakang. "Ah.. Ayang jangan-jangan jutek-jutek sama AA'. Nanti manisnya hilang loch." Hakuryuu mengendus-endus aroma rambut Kyousuke yang menyeruak, Hakuryuu mabuk dibuatnya.

Hakuryuu yang asyik dengan dunianya. Tak menyadari Kyousuke yang sedang berusaha melepaskan dekapannya. Namun gagal. 'Ah kuso! Tangan apa besi sich susah amat dilepas,' umpat Kyousuke dalam hati.

Hati Tenma langsung berkobar dilalap api –cemburu– tak membiarkan Kyousuke-nya disentuh sama orang lain. Terutama orang yang tidak jelas asal muasalnya dan selalu membangga-banggakan rambut kuncupnya itu –Hakuryuu.

"Heii! Tikus.. Lepaskan Tsurugi-KU!" teriak Tenma penuh penekaan. Hakuryuu yang merasa terganggu menoleh kearah Tenma.

"Kenapa! tanDUK! Kau merasa T-E-R-G-A-N-G-G-U!" tantang Hakuryuu.

"SANGGGATTTTTTTTTT! Karena KAU berani menyentuh Tsurugi-KU" komentar Tenma.

"Huh! Tsurugi-MU! Yang benar saja," Hakuryuu tersenyum mengejek.

Grrmm... geram Tenma. Sepertinya darah tinggi Tenma kambuh *plak* maksudnya amarah Tenma sudah tidak bisa terbendung lagi.

"Jadi kau menantangku!" desis Tenma.

"Siapa takut!" balas Hakuryuu.

"Kalau aku menang, Tsurugi jadi MILIKKU!" (Tenma)

"Baik! Kalau aku yang menang, Tsurugi bakalan jadi ISTRIKU! (Hakuryuu)

Dengan begitu, Tenma dan Hakuryuu mulai bertarung. Adu panco~?~. Tidak mungkin kan bertarung menggunakan keshin berhubung ini fict AU.

Kyousuke cengo karena dirinya diperebutkan oleh Tenma dan Hakuryuu hanya bisa menonton dan menunggu hasilnya, yang akan menentukan masa depannya kelak~?~.

Sedangkan teman-temannya yang sedari tadi menonton –TakuRan, MasaHika, dan Nishiki. Apakah mereka akan melerai? Tidak pemirsa. Mereka malah pasang taruhan untuk menentukan siapa yang akan menang diantara Tenma VS Hakuryuu. Takuto, Hikaru, dan Nishiki memegang Tenma sedang sisanya –Ranmaru dan Masaki– memegang Hakuryuu. Dengan konsenkuensinya yang kalah bakalan menaktir yang menang selama seminggu penuh. Benar-benar teman sejati -_-

Kembali ke Tenma VS Hakuryuu

"Akh.. akuh tidak akan kalah denganmu," Tenma berusaha mengembalikkan lengan Hakuryuu.

"Coba... saja kalau bisaa... ukh!"

Sepertinya kedudukan mereka seimbang, dilihat dari kedua lengan mereka masih tegak. Hanya getaran di meja yang merasakan kekuatan yang sama dari Tenma dan Hakuryuu. Peluh keringat mengucur di pelipis dan lengan mereka. Keduanya tak mau kalah...demi sang pujaan hati –Kyousuke.

Lama kelamaan tenaga mereka terkuras habis. Hakuryuu mengetahui tenaganya mulai terkuras mulai membuat siasat. Di lemaskan lengan dan berpura-pura kalau dia sudah tidak punya tenaga lagi. Tenma yang merasakan lengan Hakuryuu mengendur. Tak menyia-siakan kesempatan yang ada. Dalam sekali hentak menjatuhkannya. Namun sebelum lengan Hakuryuu sepenuhnya menyentuh meja, dengan tenaga yang tadi dia simpan, Hakuryuu mengembalikkan lengan Tenma. "Hiyaaa..!"

DUK

Lengan Tenma berhasil Hakuryuu tumbangkan. Itu berarti Kyousuke dapat menjadi miliknya.

"Ah.. aku kalah. U-uso!" Tenma yang tidak percaya akan kekalahannya, padahal tadi ia sudah –hampir– menjatuhkan lengan Hakuryuu. Tak menyangka dalam detik-detik terakhir Hakuryuu mengeluarkan kekuatan tak terduga.

"Aku menang he!" Hakuryuu menyerigai.

Sayup-sayup terdengar tangisan dari Kyousuke yang tak ingin dipinang menjadi istri~?~ Hakuryuu. Tak jauh dari tempat Kyousuke sebuah tangisan lain juga ikut terdengar. Yang tak lain milik Takuto, Hikaru, dan Nishiki. Apa mereka menangisi nasib Tenma dan Kyousuke? Tentu saja tidak. Ingat! Taruhan! Dan yupp... Mereka menangisi nasib uang jajan mereka selama seminggu yang bakalan tekuras habis.

"Hahahahhaha," tawa Hakuryu. Serta sorakan gembira dari Ranmaru dan Masaki yang menang taruhan.

Kyousuke menepuk punggung Tenma. "daijobu Tenma?" kata Kyosuke sedikit khawatir. Tenma tak menjawab. Dan mulai meninggalkannya...

'Tenma...'

Tak diperdulikan makan siangnya yang tersisa banyak. Tenma berjalan gontai menuju kelasnya.

Flashback END

"Oh... jadi kau kalah dengan Hakuryuu," Tenma mengangguk lemas.

"Ya.. berarti Tsurugi benar-benar mi-"

"Apa itu benar..." kata-kata Tenma terputus oleh perkataan Mamoru.

"Apa itu benar," ulang Mamoru.

Tenma mengangatkan sebelah alisnya. "EH! Maksud Endo-san?"

"Ah fyuhh..." Mamoru menghela napas sejenak. "Begini Tenma, memang benar kau kalah dengan Hakuryuu err... adu panco. Tapi, itu bukanlah akhir dari segalanya. Tsurugi kan belum menjawab kalau dia mau jadi istri Hakuryuu," jelas Mamoru sambil menepuk kedua tangannya pada bahu Tenma.

"Emhh... kurasa belum sich," jawab Tenma kurang yakin.

"Nah... kalau kau menyakini Tsurugi tidak mau menjadi istri Hakuryuu, jadi kau masih punya kesempatan mendapatkan Tsurugi. Sebelum malaikat Isrofil meniupkan sangkakala. Dunia belum kiamat, Tenma. Tsurugi masih bisa kau dapatkan. Bersemangatlah..!" terang Mamoru bijaksana. (Eh... sejak kapan Mamoru masuk Islam dan tahu tugas para Malaikat ciptaan-Nya o.O Entahlah hanya Mamoru dan Yang diatas tahu)

"Sou ka..." Tenma tersenyum. Tak salah ia bercerita kepada Mamoru. Biarpun penampilannya kurang menyakinkan~?~ tapi kata-katanya selalu memberikan semangat dan dorongan.

"Arigatou Endo-san.."

"Hm." Mamoru mengangguk

.

.

TBC


ARGHHH...! Makin tidak jelas saja alurnya -_-" maaf kalau ceritanya belum ke pokok permasalahnya, soalnya saya ingin menggambarkan sedikit kehidupan Mamoru yang kesehariannya sebagai manusia. Nah...nah... cerita dari chap 1, kenapa Mamoru minggat err... seiring berjalannya waktu akan diulas kok. Lalu mengenai 'lagi ngapain tow Kazemaru di apartemen Mamoru' mungkin akan dibahas di chap depan atau mungkin diskip saja hahahahaha *plak* dan kemungkinan update chap 3 bakalan agak lama. Soalnya bentar lagi saya UJIAN DX mesti fokus dan mesti nyelesain tugas-tugas yang ngejumbel. Mau ngejar nilai bagus agar bisa mendapat beasiswa kuliah gratissss *Amien*

Sedikit bocoran... sebagian teman-teman Mamoru itu juga Zombie tapi... ya... Mamoru nggak menyadarinya... entah siapa :p Hayo sapa yang mau tebak! XDD Teman sekelas Mamoru yang sama-sama Zombie.

Pilihannya : Yamana Akane , Urabe Rika, Fey Rune, Nanobana Kinako, Someoka Ryuugo, Nishiki Ryouma, Fudou Akio, Tobitaka Seiya, Kabeyama Heigorou, Kogure Yuya, Tachimukai Yuuki, Otonashi Haruna, Megane Takeru, Hayami Tsurumasa, Sorano Aoi, Kino Aki, Kariya Masaki, Kageyama Hikaru, Handa Shinichi, Aikawa Masaru, Raimon Natsumi , Seto Midori, Genda Soujiro, Sakuma Jirou, Fubuki Shirou, Midorikawa Ryuuji, Utsunomiya Toramaru, Tsunami Jousuke, Amemiya Taiyou, Hibiki Seigou, Kudou Fuyuka, Afuro Terumi, Shindou Takuto, Kirino Ranmaru, Kidou Yuuto, Gouenji Shuuya, Kiyama Hiroto, Matsukaze Tenma, dan Tsurugi Kyousuke

Banyak kan? XD

Uhm.. dan arigatou... Hontou nee arigatou yang sempat baca dan ngeripiu. Saya udah balas lewat PM ^^/

Akhir kata...

.

.

RnR or FLAME