Disclaimer: All Samurai Deeper Kyo Character belong to Kamijyo Akimine.

All OC character belong to me :3

Warning: Standard Warning Apply, still learning after all :')

Let The Story Begin...

.

.

.

"Muramasa-sama" Tegur seorang lelaki jangkung berambut cepak yang menutupi sisi kiri matanya. Tanpa dinyana yang ditegur kembali menapak bumi setelah pikirannya menerawang ke angkasa.

"Oh Hishigi. Maaf aku tidak mendengarmu datang" Ujar Muramasa sembari tersenyum. Hishigi tidak mengidahkan Muramasa. Pemuda bertampang stoic ini memang irit ekspresi termasuk dalam hal senyum. Hishigi menaruh setumpuk perkamen disisi kosong meja Muramasa.

"Aku dengar sudah ada yang mengisi untuk pengawal elit itu?" Tanyanya.

"Hmp, berita memang tersebar dengan cepat disini" Jawab Muramasa santai seraya menghirup teh hijaunya.

"Jangan mengalihkan topik, Muramasa-sama" Tegas Hishigi. Pemuda ini memang tidak suka berbasa-basi. Terlalu berharga waktunya untuk dibuang dengan hal tak berguna ini. Muramasa tertawa ringan.

"Yeah sudah ada, seorang pemuda" Jawab Muramasa. Hishigi diam beberapa detik.

"Aku harap dia memenuhi kriteria. Fubuki akan marah kalau sampai pemuda itu tidak berguna sama sekali" Jawabnya dingin sambil membalikan badan dan pergi. Muramasa menatap punggung lelaki berpakaian serba hitam itu pergi dari ruangannya.

"Aku bisa jamin itu" Ucap Muramasa sebelum Hishigi benar-benar menghilang dari ruangannya.

.

.

.

MURAMASA POV

Jam kerja yang melelahkan sebagai ketua Taishiro akhirnya selesai. Kulepaskan keikogi kebesaranku dan menggantinya dengan kimono biasa berwarna ungu gelap dengan celana putih. Sebelum pulang, aku hampir saja lupa sesuatu, lebih tepatnya seseorang yang kini berada diruang tamu. Well, dia mungkin bosan menungguku lalu tidur.

Pelan-pelan kubuka pintu ruang tamu dan benar saja, kudapati sosok mungilnya tengah meringkuk diatas karpet depan perapian. Kuperhatikan wajah ayunya yang sedang tertidur. Rambutnya, bulu matanya, ekspresi tidurnya, terlalu mirip dengan dia. Apa Tokito jawaban atas doaku pada Kami-sama yang selalu minta diberikan reinkarnasi dari adikku? Karena tak dapat kupungkiri, pencarian selama lima belas tahun lebih membuatku berputus asa.

Kudengar lenguhan pelan darinya lalu iris serupa amber itu terbuka perlahan. "I-ibuu..." Ujarnya lemah. Aku sedikit mengernyitkan dahi. Tiba-tiba matanya membulat dan dia segera bagun. "Su-sumimasen Muramasa-sama" Ujarnya. Aku tersenyum lembut padanya.

"Iie, aku yang harus minta maaf sudah membuatmu menunggu. Ayo kita pulang" Ajakku.

END MURAMASA POV

TOKITO POV

Mendengar ajakan pulangnya, entah kenapa aku merasa seperti pulang ke rumahku sendiri. Walaupun masih malu karena berhalusinasi beliau ibuku, tapi segera kususul langkah besarnya yang sudah pergi mendahului didepan.

.

.

.

Kami menelusuri lorong megah dan mewah beralaskan karpet merah marun tak berujung. Aku sudah tidak ingat sudah berapa lama kami berjalan dan dimana lorong ini akan berakhir. Tanpa kusadari sampailah kita depan sebuah pintu besar yang dijaga dua orang pengawal. Mereka membungkuk pada Muramasa dan membukakan pintu. Sebuah padang rumput nan luas terhampar didepanku yang lagi-lagi membuatku takjub.

"Hei, ayo" Katanya. Aku tersadar dari lamunanku dan mengikutinya. Kulihat padang rumput besar sekeliling tempatku berada. Apa tidak cape mengurus padang sebesar ini? Apa tidak akan tersesat. Kalau aku sih bisa dipastikan akan nyasab saking luasnya.

Beberapa menit kami berjalan, sampailah kami didepan sebuah rumah megah bergaya Jepang tradisional. Muramasa menggeser sohji dan masuk. Seperti biasa, aku mengekor dibelakang. "Tadaima" Sapanya.

"Okaeri, anata" Sapa suara wanita dari dalam. Beberapa detik kemudian muncullah seorang wanita cantik berambut hitam lurus sepinggang. Mata bulat hitamnya menambah aura kecantikan yang memancar darinya. Dan seperti Muramasa, ia pun terlihat terkejut melihatku. Hei, apa aku terlihat seperti alien?.

"Mayumi, ini Tokito. Dia akan tinggal dengan kita mulai hari ini. Calon pengawal elit Taishiro. Tokito, ini Mayumi, istriku" Ujar Muramasa singkat.

"M-mohon kerjasamanya, Mayumi-sama" Kataku gugup. Mayumi kembali dari lamunannya dan datang menghampiri kami.

"Well tentu. Aku dengan senang hati menerimamu" Ujarnya tersenyum ramah. Wajahku bersemu merah tipis, kebiasaanku sejak kecil kalau aku malu, senang ataupun marah. Yah setidaknya aku diterima, ini awal yang baik, bukan?.

"T-terima kasih, Mayumi-sama" Ujarku.

"Hmph, tidak usah terlalu formal. Panggil saja Obaa-san, oke?" Tanyanya.

"Eh?" Ujarku termenung.

"Hmph, kau benar. Dirumah kami keluargamu, Tokito. Kalau begitu panggil aku juga Oji-san" Balas Muramasa. Aku tersenyum lalu mengangguk semangat. Benar-benar awal yang baik.

END TOKITO POV

.

.

.

MURAMASA POV

"Mirip, ya kan?" Suara Mayumi memecah keheningan malam. Aku menghela nafas sambil mengelus surai sepekat malamnya.

"Yeah." Kataku. Tentu aku tahu siapa yang dia maksud. Pasca kematian Mahiro, adik kandung Mayumi, karena perang silam, otomatis adikku menjadi obat pelipur lara yang amat ampuh baginya. Karena itulah dia pun sama terpuruknya dengan kami ketika adikku menghilang. Mayumi jadi lebih pendiam dan terkadang kudengar ia menangis malam-malam dalam diam. Karena itu ketika aku melihat Tokito, tanpa pikir panjang langsung aku menyuruhnya untuk tinggal dirumahku.

"Aku benar-benar berharap dia keponakanku, anata" Ujarnya. Aku tersenyum getir lalu mengecup lembut pelipisnya tanpa berkata sepatah katapun. Biarlah keheningan malam ini yang berbicara menggantikan perkataan yang tak terucap.

END MURAMASA POV

.

.

.

tbc


(a/n) Another chapter had been ended. Author mau ngucapin terima kasih sama readers sekalian yang udag bertahan membaca sampai chapter segini. Author juga tau pasti pegel kan matanya baca cerita multi chapter? hahaha. Gapapa deh ya buat meningkatkan minat baca :3 *naon deui... ._.*

Buat yang belum tau, Mayumi emang istrinya Muramasa, dia kakaknya Mahiro. Sempet muncul sekilas pas di volume belasan sekian deh. Buat yang kepo, silakan buka jilid awal komik atau googling aja deh biar gampangnya.

Mind to RR? Review anda semangat saya :3