AKAN KU PATAH KAN SETIAP TANGAN KOTOR YANG BERANI MENYENTUH MALAIKATKU.
KAN KUBUNUH SEMUA MANUSIA BRENGSEK YANG BERANI MEMBUAT RUBAHKU MENANGIS..
Disclaimer:
Naruto adalah milik MASASHI KISHIMOTO selamanya.
Genre:
Romance
Pairing:
Sasu x naru, gaa x naru, yahi x naru, neji x naru, lainnya nyusul...
Rated:
M
Warning:
Yaoi, gaje, typo,lemon, segalahal buruk menyimpang bertebara.
... Badai-Sakura ...
sasuke, sosok tampan dengan kulit alabasternya itu, kini terlihat menatapa jauh keluar jendela. Topeng stoicnya tak lagi bisa menyembunyikan rasa cemas dan khawatirnya. Acara kegelisahannya terganggu kala sang sekertaris mengetuk ruang kerja atasannya.
"hn, masuklah!".
Sasori pun masuk setelah dipersilahkan oleh sasuke.
"sudah kau dapatkan apa yang ku minta, sasori".
Tanpa menunggu sang sekertaris berucap maupun memberi salam, sasuke langsung to the poin dengan maksud kedatangan sasori, sang sekertaris sekaligus orang kepercayaanya.
" semua sudah terkupul di dalam dokumen ini, sesuai perintah anda, sachou."
sasori pun menyerahka dokumen yang ia bawa kemeja sasuke.
" terimak
Hari ini naruto mengikuti kuliahnya dengan hati riang, tanpa ia tahu kini yahiko telah menyiapkan serangkain rencana liciknya untuk mendapatkan naruto.
Ditempat lain.
Dikantor asih. Terus awasi perkembangan lainya."
Sasuke melepas tauntan jari di depan hidungnya dan meraih dokumen yang baru saja sasori berikan.
" baik. Kalau begitu saya permisi".
Sasori membungkukan badan, kemudia berbalik dan melangkah ke pintu. Namun belum jauh sasori melangkah, sasuke kembali memangginya.
" sasori…..?!."
sasori pun kembali menghadap sang directur.
"ya sachou?"
"apa gaara sudah kembali?"
tanya sasuke datara, tanpa menatap sang sekertaris.
"belum". Jawab sasori singkat.
"ada yang perlu saya sampaikan setelah ia kembali sachou?"
tanya sasori menunggu perintah.
" tidak. Kau boleh kembali!".
Perintah sasuke masih fokus pada dokumenya. Onyx sasuke terus mencermati setiap kalimat yang tertera dalam document tersebut dan menyerap info sedetail mungkin.
Setelah selesai membaca semua informasi yang tertera dalam dokumen itu. Sasuke menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Wajahnya mendongak menatap langit langit kantor, seolah memikirkan sesuatu. Tiba tiba ekspresi sasuke beruba menjadi seringaian kejam. Entah apa yang ada dikepalanya saat ini yang jelas pasti hal yang tidak baik.
Kembali lagi kekampus.
Semua mata kuliah kini talah selesai. Naruto pun bersiap untuk pulang. Saat ia tengah asik berkemas tiba tiba yahiko menghampirinya.
" hei naru ayo pulang bersama ku!". Ajaknya yakin.
" maaf yahiko tapi aku sudah di jemput."
tolahak naruto halus sembari melangkah keluar meninggalkan yahiko. Naruto terus berlari ketempat parkiran dimana sebuah mobil sedan hitam dan pemuda bersurai merah bata dengan tato kanji 'ai' telah menunggunya. Hari ini naruto begitu bersemangat, sampai sampai ia pun tertidur di sepanjang perjalan pulang. Setelah sampai pun naruto masih tertidur.
Gaara yang berniat membangunkan naruto sedikit tertegun. Pantas sang presdir begitu posesif pada 'miliknya' yang satu ini. Kulit tan lembut nan eksotis, bertahtakan 3garis halus melintang disetiap pipinya. Terlihat seperti kumis kucing menambah ke imutan sipirang yang pada dasarnya memang sudah manis.
Tanpa sadar mahluk kuning di depannya ini telah memerangkapnya dalam sebuah pesona aneh.
Tangan gaara terulur ingin menyentuh wajah yang begitu mengida, tapi niatnya terhenti kala ponselnya berdering. Ternyata sang presdir yang menelfonnya. Sungguh suatu kejutan. Gaara menjadi panik sesaat sebelum ia mengembalikan ekspresinya menjadi datar.
'apa presdir meletakan camera penintai didalam mobil?' batinya was was meneliti setiap sudut mobil.
Ia kembali menoleh pada ponselnya ragu untuk menjawab. Tapi ahkirnya ia putuskan menjawab panggilan sang atasan.
"moshi-moshi". Sapanya sopan.
" gaara apa kau sudah menjemput naruto". Tanya orang disebrang sana tanpa basa basi.
Gaara hanya menghela nafas lega. Ia fikir riwayatnya akan tamat hari ini setelah punya niat
untuk menyentuh 'milik' iblis menyeramkan seperti atasannya.
"hn, sudah. dan kini dia tengah terti..." jelas gaara panjang lebar.
Belum gaara menyelesaikan kalimatnya, sasuke telah menutup telponya. Gaara menyentuh bahu naruto ragu ragu. Kemudian ia guncangkan pelan.
" hei bangun... Naruto-san kita sudah sampai!" .
Ujarnya sopan tak ingin membuat naruto kaget. Tapi ternyata naruto terlalu lelap hingga tak sadar ada orang yang berusaha membangunkannya. Jangan kan bangun gergeming pun tidak. Urat kekesalan gaara ter pampang jelas dengan munculnya kedutan perempatan di dahi gaara. Ia goncangkan bahu naruto lebih keras dan sedikit berteriak.
"HEI TUKANG TIDUR KITA SUDAH SAMPAI CEPAT BANGUN!".
Mendingar suara gaara yang mengganggunya, naruto pun membuka kelopak yang menyembunyikan sang shafir.
Tapi beberapa saat kemudian manik birunya menatap horor sosok di depannya. Naruto melihat aura hitam keunguan seperti api amaterasu menyelimuti tubuh gaara. Aura seakan akan mengatakan
'KUBUNUH KA JUKA MEMBUATKU BERTERIAK LEBIH DARI INI, BOCAAHHH...!'.
Narutopun segera bergegas merapikan bajunya dan keluar dari mobil. Ia merasa dewa kematian adalah sosok gaara sesungguhnya. Naruto pun memasuki apartemen. Tapi semenjak keluar dari mobil, perasaannya sangatlah aneh. Ia merasa ada orang yang mengikutinya. Sedangkan gaara, setelah mengantar naruto ia langsung melajukan mobilnya dan pergi entah kemana. Naruto berjalan penuh kewaspadaan. Sesekali ia menoleh kebelakang, tapi nihil tak ada seorang pun disana. Setelah sampai di depan apartementnya ia lekas membuka kamarnya dan mengunci rapat rapat pintunya. Naruto bersembunyi dibalik selimut tebalnya. Tak beberapa lama terdengarlah pintu diketuk. Naruto semakin ketakutan, ia dekap tubuhnya erat erat. tapi semakin lama ketukannya semakin keras dan berubah menjadi gedoran tanpa memanggil sang penghuni. Dengan ragu ragu naruto bangkit dan berjalan ke arah pintu. Ia menggenggam sebuah tongkat besball dan bersiap membuka pintu. Saat tangan bergetarnya meraih knop pintu, dan membukanya angan tan naruto sudah bersiapa mengangkat tinggi tinggi tongkat besball yang ia genggan dan memukulkanya pada seseorang yang masuk ke apartementnya. Saat pintu terbuka dan memperlihatkan sosok yang berdiri di depannya. Manik sahifnya membelalak. Hampir saja ia memukul sasuke. Sasuke pun sedikit terkejut, tapi ia kembalikan ekspresi stoicnya. Naruto kemudian menundukan wajahnya, ia sangat takut jika sasuke menjadi marah. Sasuke memasuki apartement tanpan bicara apapun tapi manik obsidian sasuke terus melirik sipirang dari dengan ekor matanya. Ia duduk disofa menompangkan kaki kanan diatas kaki kirinya. Punggungnya ia sandarkan disofa.
"dobe... Kemarilah." perintah sasuke bossi.
Naruto hanya mengangguk dan berjalan kearah sasuke.
"duduklah...".
Tambah sasuke menepuk pahanya, mengintrupsikan naruto untuk duduk di pangkuanya.
Naruto hanya bisa pasrah dan menurut. Ia duduk dipangkuan sasuke menghadap dada bidang sasuke.
"bisakah kau tidak memanggilku 'DOBEk', 'TEME'?". Sungut naruto tak terima.
" hn"
dan lagi lagi Gumaman tak jelas kebanggaan sang uchia yang menjawabnya.
"huuuuh, menyebalkan!".
Naruto pun merengut kesal mendengar jawaban sasuke. Ia manyunkan bibir ping pudarnya dan mengembungkan kedua pipinya. Sungguh manis dan imut.
" fufufuf"
sasuke hanya tertawa kecil kemudian meraup benda kenyal yang tersuguh didepannya. Ia mengulum, menjilat dan menghisap bibir mungil naruto. Ia terus menbuat sang malaikatnya melenguh geli. Tangan sasuke molai bergerilia menjamah tonjolan kecil didada naruto dari luar kaos putih polosnya. Dan hal itu sukses membuat sipirang mendesah. Tangan sasuke tak lagi mengusap nipple naruto, kini jari jarinya telah menyingkap kaus naruto ke atas dan mencupit, memilin tojolan pink kecoklatan yang ada disana. tangan ala basternya mencubit nipple naruto agak kasar, sehingga membuat sang empunya mendesa tertahan dan membuka akses bagi lidah sasuke untuk mengobrak abrik isi rongga mulut naruto. Onyx sekelam malam sasuke menatap shaffir naruto yang tersembunyi di balik kelopak tan itu. Setelah merasa Pasokan udara dalam paru paru mereka menipis, sasuke pun melepas ciumannya. Ia beralih ke perpotongan leher naruto. Ia menghirup dalam dalam aroma sitrus dan jeruk yang memabukan juga menenengkan dari tubuh rubah kuningnya ini. Naruto terus mengeliat tak nyaman. Ia terus mendesa dan mengerang saat sang 'pemiliknya' ini mulai menjilat, menghisap dan memberi kiss mark di leher jenjangnya.
"bangai mana hari pertama mu kembali ke kampus naruto?".
Tanya berbisik diselah selah aktivitasnya.
"me-menyenengang khann hhhh".
Jawab sipirang sembari mendesah gelisah.
"jangan membuat ku cemburu, naruto. Jangan terlalu berakrab akrab ria dengan mereka. Atau aku akan 'menghukum mu' dengan sadist!". Bisik sasuke ketelinga naruto.
Setelah berbisik demikian sasuke menjilat dan mengigit kecil daun telinga naruto, sedangkan tangannya masih bermain di nipple sipirang. Konsisi naruto saat ini sunnguh mengoda. Shaffir naruto menatap sayu, tak fokus pada objeknya. Nafasnya memburi. Desahan demi desahan terus meluncur dari bibir ranum yang sediki membengakak. wajah tan nya kini semerah tomat, dan tubuh yang terus menggeliat tak nyaman. membuat 'sasuke junior'. sasuke membanting tubuh mungil naruto ke sofa. ia benar benar terselimuti kabut nafsu. Yang ia inginkan hanya menyentuh sipirang saat ini juga.
"akhhh sa...Sssukehhhh".
Desah naruto saat tangan sasuke menggenggam privasinya dan memainkanya. Tangan alabaster sasuke bergerak akgresif memilin san menarik benda kecil, hangat dan kenyal itu sampai ahkirnya menegak sepenuhnya. Tak lama berselang naruto pun mencapai klimak pertamanya. Melihat hasil karyanya, sasuke pun menyeringai iblis.
" kau nakal juga ya naruto. Kau 'keluar' lebih dulu dariku?".
Ucap sasuke sarkastik masih dengan seringa iblisnya.
"berikutnya tak akan kubiarakan kau mendahuluiku". Tambah sasuke
. Ia mengambil seutas pita diatas meja didepan sofa tempat mereka bercumbu, kemudian mengikatkanya pada pangkal penis naruto.
"APA YANG KAU LAKUKAN TEMMMEE?". Berontak naruto sedikit panik.
"membuat mu tak bisa keluar sebelum aku, DOBE". jawabnya ringan.
Sasuke kembali melanjutkan aksinya. Kini ia lumuri jari jarinya dan lubang berkedut naruto dengan cairan naruto tadi. Kemudian ia selipkan satu jarinya kedalam lubang sempit dan hangat itu. Naruto sedikit meringis kesakiran, merasakan sesuatu yang asing memasukinya. Tak berhenti disitu sasuke kembali menambahkan jari jarinya. Kini 3 jari sasuke berada dalam lubang surga naruto. Ia gerakan seperti menggunti, zig zag melebarkan pintu masuknya nantu. Setelah cukup masa penetrasiannya sasuke menyiapakan miliknya tepat didepan lubang naruto. Sasuke mengangkat kedua kaki naruto ke atas bahunya kemudian memasukan miliknya secara perlahan. Naruto memejamkan matanya rapat rapat bersiap menerima sesuatu yang akan memasukinya. Ia merintih kesakitan saat milik sasuke memasukinya. Melihat hal itu sasuke langsung mendaratkan ciuman panasnya pada bibir naruto. Tangan alabasternya kembali pada milik naruto dan mengocoknya. Naruto mendesah. Merasa sipirangnya sudah rilex iapun memasukan dalam satu hentakan. hal itu membuat naruto menjerit tertahan karna sakit yang luar biasa. Sasuke merasa nikmat dan ngilu secara bersamaan. lubang naruto meremasnya sangat erat. Sasuke terus memberikan service pada milik naruto dan menciumnya semakin ganas. Berharap ia bisa mengurangi rasa sakit naruto. Setelah naruto bisa menyesuaikan diri ia pun memberikan kode pada sasuke unruk bergerak. Maka tanpa menunggu lagi sasuke pun mengerakkan pinggulnya pelan.
Tiba tiba, "akhhh ahhhhh sasuke".
Serasa mendapatkan jek pot. Sasuke ahkirnya menemukan sweet spot naruto. Desah naruto tak terkendali saat milik sasuke menghantam prostat naruto dengan cepat dan brutal.
" oh sasukehhh ... Fasterrr".
Naruto mulai megila, mengerang dan mendesah,
'sepertinya aku mulai gila' batinya.
Tapi saat klimaks, naruto mengerang kesakitan dan meminta sasuke untuk melepasnya. Tapi nihil saseke tak melepas ikatnnya pada penis naruto, ia malas semakin gencar mendobrak lubang naruto. Tak beberapa lama sasuke pun Mencapai klimaknya, ia segera membuka ikatan pita pada milik naruto yang sudah memerah, seketika itu juga naruto juga ejakulasi dengan derasnya. Cairan sasuke ia keluarkan didalam recktrum naruto. Sedangkan milik naruto tersembur mengenai perut dan dadanya, sebagian mengenai sasuke. Sasuke mengeluarkan miliknya dari naruto. Terlihat lelehan cairan sasuke keluar dari lubang sempit naruto. Setelahnya mereka pun terlelap berdampingan diatas sofa yang sempit. Di tempat.
Dia mention yahiko
yahiko tengah tersenyum penuh arti pada selembar foto yang ia genggam. Foto itu memaparkan seorang pemuda manis tengah tersenyum lebar bersama 6 pemuda lainya, yang sangat jelas siapa saja mereka. Tiba tiba senyumnya berubah menjadi seringaian iblis.
' fufufufuf ... Kau akan segara ku milik, rubah manis ku'.
Berbagai persiapan ia siapkan untuk menjebak sang rubah kuning idamannya.
Pagi pun tiba,
seperti biasa naruto berangkat ke kampus dengan senyum terkembang di bibirnya. Hari ini pun sangat menyenangkan bagi sipirang satu ini. bell tanda mata kuliah berahkir pun berdering. yahiko bersiap menjalankan rencananya. ia meliahat naruto masih berkemas kemudian menghampirinya. ia sembunyikan ponsel naruto yang tergeletak diatas meja tanpa disadari sang pemilik. Naruto pun selesai berkemas lalu keluar dari kelanya. Yahiko masih mengekor naruto, mereka mencapai tempat parkiran, tiba tiba yahiko menggenggam tangan naruto. Seketika itu juga naruto tersentak kaget.
"ada apa, yahiko?". Tanya naruto penasaran.
" oh ya naru-chan aku lupa aku ingi pinjam ponselmu." Ujarnya sedikit gugup.
" memang ponselmu kemana?". Naruto masih menatap heran sahabatnya ini.
"aa aku kehilangan ponselku tadi pagi". Jawabnya tergagap memberi alasan.
" ceroboh!". Cela naruto.
Naruto pun mengosak asik isi tasnya. Ia mencoba mencari ponselnya.
"tunggu dimana ponselku."
Tanya naruto entah pada siapa denga masih mengobrak isi tasnya.
"coba cari dulu dikelas, naru!". Saran yahiko.
Naruto pun mengangguk kemudian ia belari kembali kekelasnya. Yahiko masih mengikuti naruto. setelah mereka berdua memasuki kelasnya, tenyata kela mereka sangatlah sepi.
'seperti rencanaku'.
yahiko mengukir seringai iblisnya dibelakang naruto yang masih sibuk mencari. kelas begitu sepi yang ada hanya mereka berdua. Yahiko berjalan ke arah pintu, menutup dan menguncinya dari dalam. Lalu kuncinya ia sembunyaikan tanpa sepengetahuan naruto. Kemudian ia berjalan ke araha naruto. Naruto yang tengah asik mencari ponselnya, tiba tiba dari belakang ia merasa ada sepasang tanga melingkari pinggangnya.
"he hei yahiko apa yang kau lakukan lepaskan aku."
Seru naruto sedikit tak nyaman dengan perlakuan temannya. Yahiko tak bergeming sedikit pun, ia malah merambah leher jenjang naruto. Yahiko mengambil seutas tali yang sudah ia siapakan.
" yahiko apa apaan, lepas lepasskan aku!"
Perintah naruto panik saat sahabatnya mengikat kedua tangannya.
"kau tau naruto, kau itu sangat menggoda."Ucapanya seduktif telinga naruto.
Naruto tak ingin membalas ucapan yahiko bukan tak ingin hanya tak bisa. Mulutnya tersumpak dasi "apa kau tak sadar kau membuat ku tergila gila, ah bukan hanya akau tapi neji, utakata, shino dan semuanya."
tambahnya sembari membuka kemeja naruto. Naruto menatap horor sahabatnya, tanpa bisa melawan.
"kau membuat kami yang normal ini menjadi mahluk buas yang menginginkan mu, naru-chan!"
Ucapan yahiko mebuat sipirang terbengong sesaat, tapi kini ia kembali tersentak, saat merasakan nipplenya dicubit keras. Naruto mengelengkan kepalanya cepat, berharap dasi yahiko yang menyumpal mulutnya akan terlepas.
Di tempat parkir.
Seorang pemuda bersurai merah bata dengan lingkaran hitam membingkai manik emerlannya, tengah duduk dengan gelisah menanti seseorang yang seharusnya sudah ia antar pulang.
Gaara POV.
'apa jam kuliahnya diperpanjang', batinku sedikit kwatir.
Seharusnya ia sudah keluar 45 menit yang lalu. Tapi entah mengapa ia belum juga kemari. Hal ini sungguh mengusik pikiran ku. Aku menatap jam tanganku tak sabaran. Firasatku mengatakan sesuatu yang sangat buruk, aku mencoba menghubungi ponselnya, tapi sama sekali tak diangkat.
apa masih dalam jam kuliah ya, tapi kan semua mahasiswa sudah keluar dari tadi?'. Batinku penasaran.
Aku pum memutuskan untu menyusulnya. Saat aku tiba di kelas naruto, pintu ruangan itu tertutup rapat seperti sudah kosong. Saat tanganku terulur mengapai knop pintu, tiba tiba ponsel ku berdering. Aku tarik kembali tanganku untuk mengambil posel dalam saku celanaku.
'wah pas sekali, apa sachou punya indrake enam ya'
Batinku agak shok pada watak presdir yang agak...Eeeeeerrrrr aneh mungkin.
" moshi moshi". Sapaku sopan.
"apa naruto sudah pulang?". Tanyanya tanpa basa basi.
Aku heran, kenapa naruto bisa menyukai sachou yang kaku ini.
" sudah, tapi ia masih ada urusan dengan dosen". Jawab ku bohong.
Entah mengapa, yang terlintas dibenakku hanyalah kalimat itu. Dan seperti dugaan ku. Sachou langsung menutup telponnya.
"huh dasar orang kaya". Umpatku entah pada siapa.
Saat aku ingin membuka lagi pintu didepanku, aku merasa ragu karna sepertinya sudah terkunci. Aku pun membalikan badanku dan berniat melangkah pergi sebelum aku mendengar suara aneh dari dalam kelas naruto.
Gaara POV END.
BRRAKKKK BRÜUUUKKK Duaakkkkk Gaara yang penasaran dengan suara didalam ruangan tertutup itu mencoba menguping.
"akh...Hah hah".
Pikirannya menjadi kacau kala suara aneh itu berubah menjadi desahan dan rintihan. Dengan agak panik ia berusaha membuka pintu didepanya. Tapi ternyata memang terkunci. Gaara pun mendobrak pintu itu dalam satu hentakan dan langsung terbuka. Mata emerlanya sedikit melebar tapi langsung menyipit menatap tajam apa yang di depanya. Shafir naruto pun membulat kala gaara mendobrak paksa pintu kelasnya. Dengan kecepatan dewa kilat. Gaata menyambar kerah baju yahiko. Dan sebuah bogem pun melayang ke pipi yahiko. Tak hanya memukul wajahnya, gaara juga memukul perut yahiko, membuat pria itu memuntahkan darah. Enatah setan apa yang merasuki gaara saat ini. Emosinya jadi tak terkendali saat melihat sipirang menangis dan ditindih oleh cowok berengsek macam yahiko. Ia melepas bekap naruto. Kemudian gaara melepas ikatan pada pergelangan tangan naruto. Gaara menatap naruto dengan tatapan yang sulit diartikan. Tangan gaara pun terulur memeluk tubuh gemetaran naruto. Naruto terisak didalam pelukan gaara, nampaknya ia sangat ketakutan. Gaara tampak sangat marah saat ia merasakan tubuh naruto bergetar lebuh kuat. Ia pun melepas pelukannya dan berdiri. Saat ia hampir melangkah menghampiri yahiko dan menghajarnya sampai mati, tangan tan naruto menghentikannya dengan menggenggam erat lengan gaara.
"cukup hiks sudah cukup gaara hiks hiks".
Naruto masih sesengguan, tapi ia tak ingin yahiko mati. Gaara pun mengurungkan niatnya menghajar lagi yahiko yang sudah sekarat. Ia menggendong naruto ala bridal stel. Dan membawanya menuju. Tempat parkiran. Naruto sudah agak tenang, walau isakanya masih tersengar.
" gaara-san, kumohon jangan katakan apapun pada sasuke-san!"
pintanya dengan suara lirih. Gaara hanya menaikan satu alisnya, tapi kemidian ia pun menjawab dengan sebuah gumaman.
"trimakasih gaara-san".
Ucap naruto seolah tau arti dari gumaman gaara.
setiba di apartement, naruto langsung memasuki kamarnya. Ia jatuhkan tubuh tan mungilnya di atas kasur. Naruto merasa lelah. Sangat lelah. Bukan hanya tubuhnya tapi juga hatinya. Ucapan yahiko masih terngiang ngiang ditelinganya. Mata shafirnya kembali menitikan air mata. Ia merasa sangat jijik pada dirinya sendiri. Apa semenggoda itukah dirinya. Sampai sampai sahabat yang ia percayai menjadi serigala kelaparan dan hampir memangsanya. Cukup lama naruto menangis, iapun terlelap. Hingga tanpa ia ketahui ada seseorang yang memasuki kamarnya. Orang itu diduduk disisi ranjang dimana naruto terlelap. Ia usap lembut surai pirang naruto, kemudian mengecup lembut dahinya. Setelah itu orang tersebut membaringkan tubuhnya sejajar dengan naruto, kemudian ia peluk tubuh mungil didepanya.
"oyasumi boku no taiyo". Ucapnya.
Sebelum ia ikut terlelap menyusul naruto ke alam mimpi.
"
'wa boku no chikara'.
'kimi wa boku no yume'.
'kimi wa boku no inochi'.
'kimi wa boku no mirai'
'AISHITERU'
TBC ATAU LANJUTTTT?
Maaf update lama bagi semua yang review maupun silent readers ARIGATOU GOZAIMASU
