Title: Ceritanya Cepet Banget ya?
Disclaimer: selamanya naruto milik bang masashi kishimoto~ selamanya juga sasuke tetap berada di hatiku*mumumu*
Penulis: NanaToki
Genre: Romance (?) Family (?)
Pair: SasuNaru ~ ItaKyuu
Rated: T
Warning: pengetik yang stress, kurang waras, gila… typo(s) dan miss typo yang gak pernah menduakan gue!
yang gak suka mendingan ke laut aja
.
.
Chapter 4:
"Satu Hari Menjadi Babu Teme"
.
.
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan tengah semester. Semua siswa sangat semangat pada pagi hari yang cerah ini. sudah tidak sabar ingin bertemu dan bermain dengan teman mereka yang sudah mereka rindukan
Tak terkecuali dengan bocah kuning yang saat ini sedang berlari menuju sekolahnya.
.
Saat sampai di gerbang sekolahnya dia tidak tahu kalau tali sepatunya yang sebelah kiri terlepas dan tidak sengaja dia injak, sehingga dia tak sengaja menumbruk bocah yang berjalan di depannya. Sehingga mereka berdua jatuh bersama.
.
"uwaaaaaa!"
BRUK!
"adu…duh..aduh!"
"apa kau tak bisa berjalan? Usuratonkachi!"
Bocah kuning yang memejamkan matanya itu, perlahan membuka mata mendengar suara yang tak asing lagi baginya itu.
"sasuke?"
"kalau sudah selesai cepat menyingkir dari atasku dobe!"
Ketus sasuke sebal karena di paginya yang sunyi ini dia sudah di tumbruk oleh bocah yang dia sebut sebagai kekasih.
Setelah beberapa detik mencerna perkataan sasuke, naruto mulai bangun, melompat menjauhi sasuke.
Apa aku tadi tiduran di atas tubuh teme? Tidak mungkin~
"gomen.. tadi tali sepatu ku lepas dan tak sengaja aku injak sehingga aku terjatuh"
Tutur naruto meminta maaf sambil memberitahu alasannya kenapa dia bisa terjatuh.
"hn"
Sasuke yang sudah tak terbebani oleh naruto juga mulai berdiri dan menebah-nebah tubuhnya yang kotor karena debu sesaat tadi. Padahal dia tadi mandi sangat lama supaya tubuhnya benar-benar bersih.. kenapa di pagi yang masih buta ini dia sudah harus kotor lagi.
"yasudah aku mau ke kelas dulu, teme"
Saat naruto melangkah belum sampai satu meter, tiba-tiba ada tangan dingin yang mencengkeram lengannya kuat.
"apa kau akan langsung pergi begitu saja setelah membuat diriku yang sudah bersih menjadi kotor lagi seperti ini?"
Tanya sasuke yang masih mencengkeram kuat lengan mungil naruto.
"kau harus dihukum, dobe!"
Naruto merasakan ada hal yang buruk yang sebentar lagi akan terjadi padanya.. firasatnya mengatakan dia sedang berada dalam zona berbahaya.
Siapapun tahu kalau sudah terjebak dalam perangkap mood sasuke yang ingin menghancurkan mood seseorang. Pasti sudah tidak bisa keluar dari perangkap sasuke itu.
Salah naruto sendiri sebagai kekasih yang tak bisa menjadi moodbooster yang baik buat sasuke. Malah menjadi moodbreaker bagi sasuke. Sekarang rasakan lah sendiri naruto. Hawa sasuke yang sudah ingin menghancurkan mood seseorang.
.
"apaan sih teme?"
"kau harus aku hukum!"
"apaan?"
"kau harus menjadi babu ku satu hari di sekolah ini"
"heh? Jadi babumu? Sorry ya"
Tolak naruto sambil terus meronta mencoba melepas tangannya walaupun hasilnya nihil. Dia yakin habis ini pasti pergelangan tangannya akan memerah dan butuh beberapa hari untuk menghilangkannya.
"baiklah kalau kau tidak menerima aku akan melakukan yang lebih parah lagi saat ini"
Ucap sasuke mendekatkan wajahnya pada naruto, yang jantungnya berdetak lebih kencang dan berteriak
"tidaaaaaaaaak~ baiklah aku akan turuti permintaanmu.. dan lepaskan aku"
"hn"
.
.
Dan disinilah mereka sekarang, satu jam kemudian saat bel masuk dan pelajaran sudah dimulai kehidupan naruto berubah menjadi seorang Cinderella yang di sia-sia oleh ibu tirinya. Terus menerus disuruh oleh si teme.
"huh.. pelajaran matematika ini membuatku gerah.. dobe kipas-in aku"
"heh.. aku kan lagi mengerjakan tugas teme"
"baiklah aku akan me…"
"yaudah… baiklah.. baiklah.. baiklah"
Daras teme sialan.. dari tadi menyuruh terus.. aku kan juga mau belajar! Lihat saja akan aku balas perbuatanmu teme jelek!
.
.
TokiToki
pada saat jam istirahat naruto diajak oleh salah satu teman dekatnya, kiba. untuk pergi ke kantin.
"naru ayo ke kantin"
Ajak kiba menghampiri naruto yang merapikan buku-buku di mejanya.
"ayo"
Saat naruto akan melangkah mengikuti kiba.. tiba-tiba suara baritone sasuke mengusik pendengarannya.
"dobe"
Panggil sasuke cepat pada kekasih yang sedang menjabat babu saat ini.
"apa sih teme?"
"belikan aku makanan, aku lapar.. jangan lupa pakai uang-mu!"
"dasar!"
Setelah meng-iyakan permintaan sasuke, naruto langsung beranjak pergi menuju kantin bersama kiba. Di perjalanan naruto terus saja mengerutu sebal karena sikap sasuke.
"hey.. naru kamu kenapa sih nggak biasanya kelihatan murung"
Tanya kiba pada naruto yang biasanya selalu ceria.. sekarang malah terlihat murung. Padahal ini kan jam istirahat. Semua anak seharusnya ceria kalau waktu jam istirahat. Nggak perlu susah-susah memikirkan pelajaran.
"gara-gara si teme sialan itu!"
"oh.. heii hari ini kenapa sih, si sasuke itu terus menyuruhmu?"
"aku dihukum"
"kenapa?"
Tanya kiba lagi dengan wajah kepo menghadap naruto yang wajahnya ditekuk-tekuk nggak karuan.
"tadi pagi aku terjatuh, dan tak sengaja menimpanya sehingga dia ikut terjatuh dan membuat badannya kotor"
Padahal sih nggak kotor-kotor amat. Cuma ada debu sedikit di sekitar punggung dan celananya.
"lalu dia menghukumku, supaya aku memenuhi permintaannya satu hari ini"
Lanjut naruto dengan wajah merah marah kalau ingat sasuke yang sangat berlebihan karena terjatuh tadi.
"kenapa kamu nggak menolaknya saja, bodoh!"
"dia mengancamku, kalau aku menolak dia akan me—"
Naruto tak meneruskan ucapannya karena takut kalau kiba tahu bahwa sasuke mengancamnya akan melakukan anu-anu padanya kalau dia menolak hukumannya
"akan apa naruto?"
Tanya kiba lagi lagi dan lagi dengan wajahnya semakin kepo yang melihat wajah naruto merah.
"lupakan saja, kau~ apa kau tak mau membantuku? Kasihan aku kiba~ tolong bantu aku"
Rengek naruto sambil menggeret baju seragam kiba. Yang empunya baju hanya menghela nafas panjang
"malas"
Jawabnya singkat padat yang sudah mirip seperti salah satu teman mereka yang sangat malas. Shikamaru!
Dasar~ teman macam apa kau itu.. sialan banget! Apa nggak ada yang berpihak padaku hari ini?
Naruto meratapi nasibnya hari ini yang dia kira akan menjadi hari yang menyenangkan malah berubah menjadi hari yang sangat menyebalkan.
.
.
"nih, makan sana yang banyak biar gemuk"
Ucap naruto sedikit membentak saat melempar makanan yang dia beli untuk sasuke ke meja di depan sasuke.
Setelah melempar makanan itu, naruto bermaksud beranjak pergi meninggalkan kelas saat ada suara yang memanggilnya
"dobe?"
"apa lagi?"
"walaupun hari ini kau menjadi babuku, kau itu tetap pacarku yang aku sayang. Jadi kemarilah dan makan bersamaku"
Bluuush~
Sasuke? Aku lupa kalau dia adalah kekasihku. Aku bisa melihat dari sorot matanya kalau dia sebenarnya tak tega terus menyuruhku.
Seketika wajah naruto memerah dan tubuhnya membeku.. sesaat kemudian setelah keadaannya kembali normal, dia berjalan menuju kursi samping sasuke, duduk disana, dan makan bersama kekasihnya.
Walaupun kau menyebalkan, kau itu tetap pacarku yang aku sayang. Sasuke
.
.
TokiToki
Akhirnya hukuman naruto hari ini selesai. Dia berjalan lega menuju rumahnya.. terasa bahwa tangan dan kakinya sangat pegal..
Saat merasa tubuhnya pegal-pegal dia menjadi ingat sasuke yang seenaknya menyuruhnya.
Menuliskan catatan lah, memijat pundaknya lah, membelikannya makan lah, mengipas-I nya lah, mengerjakan tu— tidak, kalau masalah mengerjakan tugas, sasuke tak menyuruh naruto untuk melakukannya karena dia tak mau mengambil resiko mendapat nilai nol.
Dia sangat kesal mengingat kekasihnya yang menyuruhnya ini itu inu!
Saat dia berjalan sampai di depan toko buku dekat sekolahnya. Tiba-tiba ada sebuah sepeda yang berhenti mendadak di depannya dengan seorang bocah laki-laki yang menaikinya. Sontak naruto sedikit mundur karena kaget. Reflex!
"hukumanmu belum selesai dobe"
Ucap bocah itu turun dari sepedah dan menghadap naruto.
"bukannya ketentuannya hanya hari ini, Cuma di sekolah saja"
"tapi aku masih punya satu keinginan yang belum kau laksanakan, dobe"
"apa?"
"kau harus mau aku mengantarmu pulang"
Eh? Sasuke mengantarku pulang? Astaga aku bukan mimpi kan..
"ayo.. kau tak boleh menolak. Ingat, apa yang akan aku lakukan kalau kau menolak?"
.
.
Hingga saat ini lah naruto menaiki sepeda sasuke di bonceng oleh sasuke, orang yang dia cintai. Dia sangat bahagia, sangat senang! Seperti apa yang terjadi seharian di sekolah tadi tak pernah terjadi.
Ini pertama kali sasuke mengantarnya pulang. Pantas saja dia merasa senang.. walaupun kerap sasuke main kerumahnya.. namun baru pertama ini dia diantar sasuke pulang.
Biasanya dia dan sasuke akan pulang sendiri-sendiri.. ya walaupun rumah naruto dekat dengan sekolah.. tapi rumah naruto dan sasuke berlawanan arah menuju sekolah.
"maaf naruto"
"heh?"
Sasuke yang terkenal dengan harga diri yang tinggi meminta maaf.. kiamat sudah dekat.. sebenarnya tak ada alasan bagi sasuke untuk tidak meminta maaf.. karena kalau dia sudah bersama dobe-nya itu.. dia sudah membuang harga dirinya jauh-jauh.. hanya untuk naruto dia tak segan-segan meminta maaf.
"aku sudah memperlakukanmu seperti babu hari ini.. tapi itu semua aku lakukan karena aku ingin tahu, apakah kau benar-benar mencintaiku.. kalau kau menolak permintaaku.. berarti kan kamu nggak cinta aku"
Jadi.. itu alasan sasuke? Bukan karena bajunya yng menjadi kotor lagi.. melainkan karena dia ingin mengetahui betapa aku mencintainya..
"tak perlu minta maaf teme~ aku senang bisa menuruti apa yang kau inginkan"
Jawab naruto sambil mengeratkan pelukannya pada leher sasuke.
Orang yang dipeluk hamper saja kehabisan napas kalau saja naruto tak melonggarkannya dan melanjutkan kata-katanya
"dan, kau tak perlu meragukanku sasuke.. karena aku pasti akan selalu mencintaimu"
.
Tak disadari, ternyata mereka sudah sampai di depan kediaman namikaze.
"terimakasih sudah mengisi hatiku, naruto"
Ucap sasuke yang sudah turun dari sepeda bersama naruto, langsung memeluk naruto erat.
Naruto hanya tersenyum dan membalas pelukan sasuke tak kalah erat sambil berkata
"terimakasih juga sudah mengisi hatiku, sasuke"
Mereka pun terdiam dalam pelukan yang hangat penuh perasaan. Hingga dari dalam kediaman namikaze muncul seorang pemuda yang berjalan ke arah dua sejoli itu.
"sudahi dulu acara pelukan kalian, dan segera masuk untuk makan siang"
Sontak kedua bocah itu melepas pelukan mereka dan menghadap sumber suara..
"kyuu-nii?"
"cepat masuk dan makan naru…, ajak sasuke sekalian"
"sasuke mau yaa!"
"hn"
Akhirnya mereka bertiga memasuki kediaman namikaze dan menuju meja makan yang sudah penuh dengan masakan-masakan lezat. Namun di meja makan itu hanya terdapat tiga orang yang sedang sibuk dengan makanannya masing-masing.
.
"Cuma kita ya?"
Tanya naruto pada kyuubi yang saat ini sedang menyesap air lemonnya.
"iya.. kaa-san dan tou-san sedang keluar kota"
"oh"
Lagi-lagi mereka ditinggal.. seperti tak mempunyai orang tua kalau begini caranya.. untung saja dia memiliki kyuubi sang kakak yang sangat menyayanginya. Kyuubi sendiri memang sudah terbiasa ditinggal keluar kota dan di pasrahi untuk mengurus naruto sehingga menganggap naruto sebagai anak sendiri.
Dan sekarang.. selain memiliki kyuubi yang sangat menyayanginya.. dia juga sudah menemukan pengisi hatinya. Bocah dingin dan coll, uchiha sasuke.
.
.
TokiToki
"kyuu mau keluar sebentar.. kalian jaga rumah dulu ya"
"ha'i/hn" jawab sasuke dan naruto bebarengan walau yang mereka ucapkan berbeda.
Setelah kepergian kyuubi semua menjadi sunyi.. hingga suatu suara memecahnya
"suke.. kita istirahat di kamarku saja yuk, sambil nonton tv"
"hn"
Setelah mendapat persetujuan dari yang berkesangkutan mereka berdua melangkah ke lantai dua menuju kamar naruto.
.
Setelah mereka sampai di dalam kamar naruto.. mereka berdua duduk di atas ranjang berukuran king milik naruto.
Naruto mengambil remot tv yang berada di meja samping ranjangnya dan menyalakan tv.. mengganti-ganti chanel hingga menemukan sebuah acara infotainment yang sedang menyiarkan acara pernikahan artis terkenal yang megah itu.
'semoga nanti aku bisa menikah bersama sasuke.. atau saat ini' doa naruto dalam hati saat melihat acara pernikahan di tv itu. Senyum manis sedikit demi sedikit mengembang di wajah caramel miliknya. Membayangkan masa depan yang bahagia bersama bocah yang duduk di sampingnya.
"acara apaan sih dobe, gak seru"
Ucap sasuke sambil merebut remot di tangan naruto dan mengganti saluran tv ke acara anime tentang ninja.
"ini baru bagus"
"bagus apanya? Mending tadi.. tadi tuh pernikahan artis terkenal loh teme"
"aku nggak kenal"
"dasar!"
Setelah itu naruto menghempaskan badannya yang lelah ke ranjang. Memejamkan mata.
Sasuke yang melihat naruto yang tidur-tiduran, ikut tidur disamping naruto, sambil masih tetap melihat acara tv.
"suke.. aku mau tidur dulu.. aku sangat lelah"
"hn"
'semoga aku bermimpi indah tentang kita, teme' doa naruto sebelum tidur.
Setelah itu naruto memejamkan matanya, pergi menuju alam mimpi. Sasuke yang melihat naruto yang sudah benar-benar tertidur memiringkan tubuhnya menghadap naruto dan berkata.
'tidurlah dengan nyenyak naruto, aku tahu hari ini kau sangat lelah' ucap sasuke dalam hati sambil memajukan wajahnya, mencuri satu kecupan penuh perasaan di kening naruto yang sudah terlelap.
.
"semoga bermimpi indah, naruto.. aku mencintaimu"
.
.
_To be Continued_
.
Hallo mina~ Nana kembali *gak nanyak*
Nana mau curhat nih, kemaren Nana telat berangkat sekolah, dan gara-gara sepatu Nana warnanya gak hitam, jadi di sita deh. waktu mau saya ambil eh malah di bentak-bentak satpam. gue sumpahin tuh satpam mandul *eh* udah deh curcol pendek nya.
Yang udah baca harus REVIEW, *nadahTanganMintaReview*
