Title: Ceritanya Cepet Banget ya?
Disclaimer: naruto ciptaan bang masashi kishimoto dan sasuteme tercipta buat gue XD
Penulis: NanaToki
Genre: Romance (?) Family (?)
Pair: SasuNaru ~ ItaKyuu
Rated: T
Warning: kesalahan pada author, Miss typo dan typo(s), Out of character, gak jelas sekaligus gila
Gak suka tolong minggir!
.
.
Chapter 5:
"Aku Ingin Menikah Sama Sasuke!"
.
.
Di bawah pohon besar yang sudah tua dan lapuk, duduk lah dua orang bocah yang sedang menikmati sejuknya udara di siang hari ini. salah satu dari kedua bocah itu yang bersurai kuning sedang sibuk sendiri dengan selembar kertas, buku yang tebal dan sebuah pensil.
bocah yang satu lagi hanya diam memejamkan mata. Merasakan angin yang menampar wajahnya. Kalau saja bocah disampingnya tak mengusik tidur siangnya yang nikmat ini.
"teme gimana nih, aku udah belajar tapi tetep gak bisa"
"karena kamu nggak serius dobe!"
Jawab bocah raven bernama sasuke itu menyahuti pertanyaan dari pacarnya, naruto yang sedang stress karena nggak bisa-bisa mengerjakan soal-soal.
"aku udah serius. Kamu aja yang nggak mau bantu aku"
"bukannya kalau kau nggak bisa udah sering aku bantu"
"aduh.. gimana nih.. seminggu lagi udan ujian nasional pula. Aku belum siap kami-sama"
Rengek naruto menyatukan kedua telapak tangannya seraya menatap ke atas. Berdoa supaya dia bisa lulus dalam ujian nasional ini.
"hn"
.
.
.
"naruto kamu mau kemana? Tiga hari lagi kan mau ujian nasional, kamu jangan main terus aja"
Perintah seorang wanita paruh baya pada anaknya, namikaze naruto yang akan pergi main dengan teman-temannya.
"kaa-san.. aku mau refresing dulu, biar nanti waktu mengerjakan soal aku nggak stress"
"nggak bisa.. kamu harus dirumah dan belajar, atau kaa-san malah nggak ngijinin kamu buat ketemu teman-teman kamu satu bulan penuh"
Jawab kushina ibu naruto sambil memberi ancaman pada anaknya. Memang naruto itu bandel padahal ujian nasional tinggal tiga hari lagi, dia malah mau main. Emangnya mau main sama siapa? Toh semua temannya juga sedang sibuk belajar.
"tapi—"
"kaa-san mu benar naru, kamu harus belajar. Memangnya kamu mau nggak lulus terus tetep menjadi murid sekolah dasar. Nggak main selama satu minggu buat ujian nasional nggak apa-apa kan, ketimbang kamu dikurung kaa-san selama satu bulan"
Ucap seorang laki-laki berambut pirang bermata biru mirip sekali dengan naruto. Ikut menudukung kushina untuk mengurung anaknya selama satu minggu supaya focus pada ujian dulu.
"tou-san aku kan—"
"kau harus belajar naruto!"
"kyuu-nii ngapain sih ikut-ikutan segala"
"biar kamu lulus naru! Kyuu janji deh kalau kamu seminggu ini terus belajar dan lulus dalam ujian. Kyuu bakal nurutin semua yang kamu inginkan deh"
Waah ini satu kesempatan baginya untu meminta sebuah gadget keluaran baru pada kyuubi. Yang kalau dia minta pada kedua orang tuanya tentu saja sudah tidak di perbolehkan karena alasan dia masih terlalu kecil.
Padahal semua temannya sudah diperbolehkan memegang gadget-gadget baru. Hanya dia yang belum diperbolehkan untuk memiliki benda persegi panjang gepeng itu.
"waah, kyuu beneran? Kalau gitu aku akan belajar dan aku pasti akan lulus ujian"
Ucap naruto seraya berlari menuju kamarnya. Dia akan mulai belajar demi mendapatkan benda yang dia inginkan sejak dulu itu.
"semangat masa muda!"
Teriaknya sangan kerang saat sudah berada di dalam kamar. Walaupun kamarnya kedap suara sepertinya teriakan naruto yang sangat-sangat keras bisa menembus peredam suara itu.
Sehingga orang-orang dibawah masih bisa mendengar teriakan naruto dengan jelas.
"kyuubi, kalau dia meminta yang aneh-aneh. Apa kau bisa menurutinya?"
"tenang saja. Aku tahu apa yang diinginkan naruto"
"hemhem"
.
.
TokiToki
Tiga hari kemudian, disinilah naruto berkutat dengan soal-soal ujian yang memusingkan. Namun terjadi keajaiban karena naruto terlihat sangat lincah dan cepat mengerjakan soal-soal tersebut.
Para siswa dan para sensei naruto pun tercengang melihat naruto yang dengan mudahnya mengerjakan soal.
'wah sepertinya usahaku belajar selama tiga hari kemarin tidaklah sia-sia.. aku yakin pasti dengan mudah mengerjakan soal ini aku akan lulus dan akan mendapatkan benda yang sudah lama aku inginkan dari kyuu-nii'
"sst— naru apa kau bisa mengerjakan soal ini, kau terlihat tenang-tenang saja"
Ucap salah satu teman naruto yang duduk di belakang bocah blonde yang terlihat sangat rileks tersebut.
"tenanglah kiba, kau tak usah khawatir karena soal-soal ini terlalu mudah bagiku"
Jawab naruto dengan narsisnya. Dia sangat yakin bisa mendaptkan nilai sempurna dalam ujian tahun ini.
"terserah lah"
.
.
Pada malam harinya, naruto berada di kamarnya setelah makan malam bersama keluarganya. Akhir-akhir ini kedua orang tua nya jarang bepergian sehingga kerap bersama naruto dirumah.
Daripada memikirkan kedua orangtuanya yang menjadi jarang bepergian lebih baik dia focus belajar saja.
Akhirnya dia membuka satu buah buku besar yang berjudulkan 'belajar sains mendekati ujian' yaa.. besok adalah jadwalnya untuk ujian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jadi dia membuka buku tentang sains.
.
Setelah sekitar dua jam dia membaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam buku itu dia menutup buku itu dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah sepuluh malam
'waah malam ini aku belajar cukup lama ya.. sampai-sampai udah jam setengah sepuluh aja.. nggak kerasa'
Setelah dia berpikir ternyata dia belajar cukup lama. Dia membereskan semua alat belajarnya dan tak lupa memasukkan alat-alat untuk ujian besok ke dalam tas sekolahnya.
Setelah selesai bergelut dengan bidang pelajaran, dia berdiri dari kursi belajarnya menuju tempat tidur dan segera tidur, tanpa mencuci kaki maupun gosok gigi. Sepertinya dia terlalu ngantuk untuk melakukan itu. Lagipula dia tak kemana-kemana malam hari ini sehingga tak terlalu kotor.
.
.
Keesokan harinya naruto langsung bergegas mandi dan memakai seragam sekolahnya setelah bangun tidur. Hari ini dia terlihat sangat semangat. Sepertinya iming-iming dari kyuubi masih melekat di pikirannya sehingga membuat dia ingin cepat-cepat menghabiskan hari-hari ujiannya ini.
"aku berangkat mina!"
"eh? Nggak sarapan dulu naru?"
Tanya ibu naruto yang sudah menyiapkan sarapan untuk keluarganya malah ternyata naruto tak ingin sarapan.
"tidak kaa-san, aku sarapan di sekolah saja"
Jawab naruto seraya berlari keluar rumah menuju sekolahnya yang hanya berjarak 1 kilometer. Sebenarnya dia berbohong kalau dia akan sarapan di sekolah. Dia hanya tak ingin waktunya terbuang karena hal 'sepele' macam sarapan.
Kenapa dia tak ingin waktunya terbuang? Karena dia ingin cepat-cepat sampai sekolah dan langsung ujian, selesai dan kelulusan.. dan dia akan mendapat gadget dari kyuubi.
Dasar dobe, walaupu dia terburu-buru ingin ujiannya cepat selesai, kan sama saja ia sarapan atau enggak. Toh walaupun dia datang di sekolah pukul 6, ujian tetap dimulai pukul 7. Dia tidak akan memulai ujian terlebih dulu daripada teman-temannya kan. Dobe~
.
.
Limabelas menit setelah ujian di hari kedua ini selesai.. semuanya tampak mengeluh karena tadi kesulitan sangat mengerjakan soal-soal ujian. Namun naruto berbeda dari lainnya yang lesu, dia malah terlihat tenang-tenang saja. Yakin kalau dia akan mendapat nilai sempurna dan akan lulus.
"dobe?"
"eh teme? Lama nggak ketemu kamu.. aku jadi kangen"
Pekik naruto girang saat melihat kekasihnya ada di depannya. Langsung saja dia berlari ke arah sasuke dan memeluknya. Persetan dengan teman-temannya yang cengo. Dia hanya ingin memeluk sasuke erat karena sudah seminggu lebih mereka nggak ketemu. Terakhir ketemu saat mereka berada di taman belakang sekolah satu minggu sebelum ujian. Dan sekarang, Waktu ujian saja ruang mereka di pisahkan.
"ayo ke taman belakang"
"ayo.. aku sudah lama tak kesana.. terakhir kali waktu seminggu sebelum ujian. Aku jadi kangen deh!"
Seru naruto menyetujui ajakan sasuke. Mereka pun melangkah bersama menuju taman belakang. Naruto berjalan di samping sasuke tetap saja menggapit lengan sasuke erat-erat dan menyandarkan kepalanya di bahu sasuke.
Senang sekali bisa bertemu teme~ aku sangat kangen sama dia!
.
.
"udaranya sejuk bisa menghilangkan stress setelah lelah berpikir naruto"
Ucap sasuke memberitahu naruto. Dia sedang bersandar pada pohon besar. Menggunakan kedua tangannya sebagai bantal, meluruskan kaki dan memejamkan mata. Dia menikmati semua yang alam berikan padanya saat ini. angin yang sangat sejuk.
Naruto yang duduk di sampingnya tak henti-hentinya memandang jawah kekasih yang ia rindukan itu. Dia tersenyum melihat sasuke memjamkan mata.
"ne, suke?"
"hn"
"kalau sudah lulus nanti, kita menikah ya?"
"hah?"
Sontak sasuke kaget langsung membuka kelopak matanya, bangkit dari tidurnya dan menghadap si dobe dengan ekspresi kaget yang sangat jelas.
"kita masih kecil dobe"
"kalau kau tak mau, aku akan nikah sama orang lain saja"
Jawab naruto marah. Dia menggembungkan pipinya dan membuang muka di hadapan sasuke. Tak mau menghadap sasuke.
Dia kan mau nikah sama sasuke karena dia sangat mencintai ABG di depannya itu. Dia yakin dengan pilihannya saat ini. tapi kenapa sasuke malah kaget dan kayaknya menolaknya.
"bukannya nggak mau dobe. Sejak dulu dan sampai nanti, aku hanya mau berhubungan denganmu dan menikah denganmu.."
"lalu kenapa?"
"kita masih kecil, KTP saja belum punya, kita juga masih harus sekolah lagi"
"kalau nggak mau yaudah, aku pergi aja"
"tunggu!"
"apa lagi" Tanya naruto yang sudah berdiri sudah siap meninggalkan sasuke. Namun dia tidak menoleh ke arah sasuke untuk bertanya pada kekasihnyna itu. Mungkin dia terlalu sebal.
Kau juga aneh-aneh sih naruto. Masak masih kecil mau menikah.
"aku mau menikah denganmu. Jadi jangan marah lagi dobe"
"benarkah?"
Tanya naruto heboh dengan persetujuan sasuke. Dia serasa terbang tinggi sampai ke luar angkasa bertemu alien yang mengenakan celana dalam super ketat.
"hn"
"yeyeyee!" Teriak naruto girang sambil meloncat-loncat.
"baiklah besok setelah ujian selesai aku akan bilang sama tou-san dan kaa-san supaya kita bisa dinikahkan, teme"
Ucap naruto memberi tahu sasuke seraya memeluk sasuke, dia sangat senang.. senaaaang sekali!
"aku mencintaimu"
"aku juga mencintaimu, naruto"
Balas sasuke sambil mengangkat tangannya membalas pelukan naruto. Dia hanya tersenyum melihat tingkah naruto yang seperti bocah berusia empat tahun yang barusaja dibelikan baju baru.
Sasuke menghela nafas sejenak sebelum mengertakan pelukannya pada tubuh naruto.
Dia sudah memutuskan menikah dengan naruto, tak peduli apa yang akan terjadi padanya yang penting dia bisa melihat naruto tersenyum senang seperti sekarang untuknya.
.
.
Hari terakhir ujian, naruto merasa sangat bahagia hari ini, selain dia dengan mudah mengerjakan soal dan ini adalah hari terakhir dia ujian sehingga setelah itu dia bebas.. namun hal yang paling membuat moodnya senang adalah.. Hari ini dia akan memberitahu kan pada kedua orangtuanya dan kyuubi kalau dia akan menikah dengan sasuke.
Dia terus saja membayangkan hari pernikahannya bersama sasuke. Bisa jadi, dia tidak akan meminta gadget pada kyuubi. Melainkan meminta tiket untuk bulan madunya bersama sasuke ke pulau bali setelah mereka menikah nanti.
Dia sudah tak sabar ingin cepat pulang dan memberitahukan kabar bahagia ini, hingga bel tanda selesai ujian ini berbunyi.. dia langsung berlari ke meja guru, menyerahkan selembar kertas ujian miliknya dan langsung saja berlari menuju rumahnya.
Di jalan menuju rumahnya dia terus saja berlari tanpa memperdulikan semua panggilan teman-temannya yang mengajaknya bermain. Dia terus saja berlari hingga sampai tujuan.
Setelah tiba di depan rumahnya dia berhenti sejenak, mengatur nafas terebih dahulu. Setelah dikiranya nafasnya sudah cukup normal.. dia melangkah masuk menuju rumahnya.
Dia mencari keberadaan kedua orang tuanya dan kyuubi. Sesaat dia mendapati kedua orang tuannya sedang bersantai menonton tv di ruang keluarga.. kyuubi sendiri asik main gadget kesayangannya di samping kedua orang tuanya.
Perlahan dia berjalan menuju tempat keluarganya berkumpul dan duduk di depan kedua orang tuanya
"wah naru udah pulang.. kok nggak ngasih salam?"
Tanya kushina pada naruto yang tiba-tiba udah berada di rumah. Masuk kerumah tanpa memberi salam.
"tou-san.. kaa-san aku mau ngomong sesuatu sama kalian.. kyuu-nii juga harus dengar!"
"wah kebetulan kami juga mau ngomong sesuatu sama naru"
Mereka mau ngomong apa? Apakah mereka mau membicarakan pernikahannya sama sasuke. Tapi kan dia belum memberi tahu. Atau ini kejutan dari kaa-san dan tou-san menjodohkanku dengan sasuke?
"kalian ngomong aja dulu"
"naru aja dulu"
"nggak"
"baiklah.. kami semua berencana untuk memindahkanmu ke Canada untuk melanjutkan sekolah disana. Dan tinggal bersama kakek jirayaa"
Apa? Secepat kilat hati naruto melebur. Dia akan bersekolah di kanada? Lalu bagaimana dengan hubunganya dengan sasuke? Pernikahannya dengan sasuke? Dia tidak akan meninggalkan bocah raven yang telah mengisi hatinya itu. Mereka sudah saling berjanji agar tidak meninggalkan satu sama lain.. dia tidak mau berkhianat dan akhirnya sasuke berpaling darinya.
Dia— tidak mau semua itu terjadi!
"aku nggak mau— aku mau menikah dengan sasuke! Jadi aku nggak mau pindah ke kanada walaupun bersama kakek jirayaa. Aku mau disini dengan sasuke.. menikah dengannya"
Teriak naruto panjang lebar sambil berlinang air mata membayangkan dia akan dipisahkan dengan sasuke setelah dia membayangkan pernikahannya dengan sasuke? Kejam dia tidak mau semua itu terjadi. Dia akan tetap bertahan.
"tsunade baa-chan dan zisune-nii akan menemanimu naru"
Beritahu kushina lagi ada naruto yang semakin menangis menjadi-jadi. Naruto tak bergeming dia tetap pada pendiriannya untuk tetap menikah dengan sasuke.
Dengan cepat dia berlari menuju kamarnya, membanting keras pintu kamarnya sehingga salah satu engsel pintu hapir terlepas.
"naru—"
Belum selesai kushina memanggil naruto, tiba-tiba ada tangan yang memegang pundaknya untuk tidak melakukan hal itu. Tangan suaminya namikaze minato.
"saat ini naruto butuh ketenangan terelebih dahulu"
Ucap manito memberi tahu kushina agar dia tidak gegabah memberitahu naruto tentang rencananya untuk bersekolah di luar negeri.
"kyuu— kalau naruto sudah tenang tolong bicara padanya.. selama ini kau yang paling mengerti dia dan dia sangat menurutimu"
Lanjut minato memandang kyuubi. Saat ini keadaan sangat kacau.. naruto yang kaget dengan berita tiba-tiba itu.. padahal dia ingin memberi tahu kan pada semuanya kalau dia ingin menikah dengan sasuke.
Minato disini tak menyalahkan siapa-siapa. Namun jika disuruh memilih dia lebih meilih untuk menyekolahkan naruto ke luar negeri karena untuk menuruti permintaan anak bungsunya itu dia tidak bisa. Karena naruto masih kecil.
"yaa"
Jawab kyubi singkat. Dia menatap ke atas tempat dimana kamar naruto berada.
'aku tahu apa yang kau inginkan naru-chan'
.
.
Dikamar yang bernuansa orange ini terdapat 'sesosok' bocah yang menangis tersedu-sedu menutup jawahnya dengan bantal yang sudah berat karena air mata.
Dia terus menangis dan menangis, hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini. Apakah yang harus dia lakukan? Melarikan diri? Tidak mungkin, mereka masih kecil. Oh kami-sama, cobaan apa yang kau berikan. Aku masih kecil jangan memberiku cobaan seberat ini.
Dia tidak mau berpisah dengan sasuke. Dia sangat mencintai bocah laki-laki itu dia tetap ingin tinggal bersamanya. Selamanya, hanya berdua..
.
Naruto terus saja menangis. hingga beberapa saat kemudian, dia teridur karena kelelahan.
.
'kami-sama tolong jangan pisahkan aku dengan orang yang aku cintai— uchiha sasuke'
.
.
_To be Continued_
