Title: Ceritanya Cepet Banget ya?
Disclaimer: naruto ciptaan bang masashi kishimoto dan sasuteme tercipta buat gue XD
Penulis: NanaToki
Genre: Romance (?) Family (?)
Pair: SasuNaru ~ ItaKyuu
Rated: T
Warning: kesalahan pada author, Miss typo dan typo(s), Out of character, gak jelas sekaligus gila
Gak suka tolong minggir!
.
.
Chapter 6:
"Jangan Pisahkan Kami"
.
.
"tou-san aku ingin menikah dengan naruto"
"hn— kau masih kecil sasuke. Biarkan aniki-mu menikah terlebih dahulu"
Jawab seorang pria dewasa berambut raven dan bermata oniks yang dipanggil ayah oleh sasuke. Ya saat ini sasuke sedang meminta restu kepada orang tuanya supaya dia bisa menikah dengan naruto
"hn"
Jawab sasuke singkat tanpa ada protes langsung saja pergi meninggalkan ayah dan ibunya yang hanya diam saja. Bukannya dia setuju dengan perkataan ayahnya. Namun dia juga belum ingin menikah sekarang. Tetapi dia ingin melihat naruto tersenyum bahagia bersamanya. Dia bingung!
"dasar anak itu. Dia seperti dirimu dulu itachi"
Ucap wanita cantik bersurai raven panjang mirip dengan sasuke. Uchiha mikoto, ibu itachi dan sasuke.
"waktu itu usiaku limabelas tahun kaa-san"
Sangkal itachi yang dari tadi duduk di sebelah kedua orang tuanya ikut mendengarkan pemberitahuan sang adik.
.
.
Seorang pemuda berambut merah dengan semburat orange sedang memasuki sebuah kamar bernuansa cerah. Di dalam sana terdapat sosok bocah yang tertidur dengan posisi tidak biasa. Tengkurap dan menghadap bawah, menutupi wajahnya dengan bantal. Bagaimana kalau dia kehabisan nafas kalau posisi tidurnya seperti itu.
"naruto— aku tahu kau sudah bangun. Aku ingin bicara padamu"
"tak perlu bicara padaku kalau itu tentang sekolahku"
Seru naruto tetap pada posisinya tengkurap. Sesaat dia mengingat kata-kata orang tuanya tadi dan membuat air mata kembali mengalir setelah cukup lama berhenti.
"kau harus mendengarkannya.. ini demi kebaikanmu dan—"
Kyuubi tak melanjutkan kata-katanya dia bingung.. memang ini untuk kebaikan naruto dengan siapa? Dia duduk di ranjang tempat naruto tidur. Kyuubi mengusap lembut punggung naruto.
"apanya demi kebaikanku? Aku lebih baik disini bersama sasuke"
"dengar— dulu kakak juga pernah mengalami hal sepertimu—" walaupun aku tidak disuruh pindah keluar negeri. Lanjut kyuubi di dalam hati.
Ya dia ingat saat usianya limabelas tahun itachi mengajaknya menikah dan dia menolaknya. Namun itachi tak menyerah dan malah minta restu kepada orang tuanya dan orang tua kyuubi.
Namun dengan usaha orang tua mereka berdua dan kyuubi untuk meyakinkannya, akhirnya dia luluh dan berhenti menginginkan keinginan konyol nya itu.
"kau dan aku beda kyuu-nee"
"naru— kau masih kecil, tak sepantasnya untuk menikah. Kau harus bersekolah dulu sampai menjadi orang sukses baru kau boleh menikah"
"aku yakin sasuke tetap setia menunggumu, dia itu sangat mencintaimu"
Lanjut kyuubi mencoba menenangkan adiknya yang masih terus saja menangis terisak-isak.
"aku— aku takut sasuke pergi"
"dia tidak akan pergi meniggalkanmu! Kau tahu, aku memiliki rahasia besar tentang sasuke!"
Beritahu kyuubi yang langsung menghentikan acara menangis naruto, walaupun masih terdengar suara-suara menarik ingus(?) namun naruto tak menoleh kepada kyuubi. Di tetap tengkurap menyembunyikan wajahnya di bantal.
"apa?"
"setiap aku menginap di rumah itachi, aku selalu mendengar sasuke mengigau tentangmu.. dia bilang kalau dia tidak mau berpisah denganmu"
Sontak ucapan kyuubi tadi malah membuatnya semakin menangis sejadi-jadinya. Dia menjadi teringat perkataan orang tuanya lagi kalau dia akan bersekolah di luar negeri. Bukankah itu sama saja dia meninggalkan sasuke!
"he—hey kenapa kau malah nangis naru?"
"kalau aku bersekolah di kanada, bukankah itu sama saja aku pergi meninggalkan sasuke?"
Benar kata naruto. Kyuubi menjadi bingung sendiri bagaimana cara mengatasi kegalauan adiknya ini.. dan mungkin nanti dia juga akan mengatasi kegalauan calon adik iparnya.
"aku yakin sasuke tidak akan menganggapmu meninggalkannya karena kau pergi ke kanada untuk bersekolah, bukan untuk meninggalkannya. Dia pasti tetap setia menunggumu disini"
Ucap kyuubi seraya tersenyum tulus untuk menguatkan hati adiknya yang sangat rapuh itu.
"jadi, apakah kau mau meneruskan sekolahmu di kanada?"
"aku tidak yakin… aku ingin bersama sasuke"
Naruto bangkit dari tengkurapnya dan duduk di samping kyuubi, menatap sayu lantai marmer di kamarnya. Apakah dia siap pergi meninggalkan sasuke? Tapi dia tidak bermaksud meninggalkan sasuke. Dia sangat mencintai bocah baru gede itu.
"ku kira kau harus menjelaskannya pada sasuke"
"aku tak bisa kyuu— aku tak kan kuat untuk menatapnya"
"kalau begitu aku yang akan memberitahunya"
naruto mengangguk lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yag sangat kusut itu setelah seharian menangis dan sampai tertidur. Bangun-bangun sudah pagi. Sampai-sampai dia tidak makan siang dan makan malam kemarin.
"bagaimana aku menyampaikannya pada sasuke? Sepertinya aku membutuhkan bantuan keriput tercinta itu"
Ucap kyuubi sambil berlalu keluar dari kamar naruto menuju kamarnya untuk beristirahat terlebih dahulu.
.
.
Seminggu berlalu dan naruto tetap saja lesu.. seminggu mengurung diri di rumah, dan seminggu pula dia tak menemui sasuke. Dia takut kalau dia bertemu sasuke, dia tidak akan bisa melepaskan bocah itu.
.
TokiToki
Hingga hari kelulusan pun tiba, naruto pergi ke sekolah bersama ayahnya.
.
Hari ini adalah hari kelulusan para siswa sekolah dasar, sekolah yang ditempati naruto. Di pagi yang masih berkabut ini sekolah itu sudah penuh dengan para siswa dan wali mereka masing masing.
Tidak sabar untuk mengetahui apakah anaknya lulus dan mendapatkan nilai bagus. Tempat yang saat ini sedang dikerumuni banyak orang itu seperti segerombolan lebah, dengan suara bising mereka.
Namun tidak seperti kebanyakan bocah yang deg-deg-an menunggu hasil ujiannya. Naruto malah terlihat lesu. Dia tidak semangat hari ini. dia terus memikirkan kepergiannya meninggalkan sasuke.
'kalau hari ini adalah hari kelulusannya. Berarti besok dia sudah berangkat ke kanada'
Kenapa secepat ini.. dia baru kenal sasuke sekitar enam bulan yang lalu dan akrab baru sekitar empat bulan yang lalu, waktu yang masih bisa dibilang kecil untuk mereka bisa dipisahkan.
Saat petugas akan mengumumkan hasil ujian para siswa, semua siswa dan wali diam sekejap mendengarkan dengan seksama pemberitahuan dari petugas yang ada di hadapan mereka.
"baiklah, saya berada disini untuk mengumumkan siapa saja yang lulus dan mendapatkan nilai terbaik menjadi sepuluh besar di sekolah ini"
Ucap petugas yang membawa sebuah map yang berisikan data hasil ujian. Tangan kirinya memgang mike untuk mengeraskan suaranya supaya semua bisa mnedengar apa yang dia bicarakan.
"semua siswa dinyatakan lulus!"
Seru petugas itu yang langsung disambut oleh para pendengar dengan sorakan senang. Bahkan ada yang menangis mengetahui kalau anaknya lulus.
"dan sekarang saya akan mengumumkan siapa saja yang berada di posisi sepuluh besar"
Lanjut sang penjaga sambil membuka map dan membalik-balik lembaran demi lembaran hingga berhenti dan mengucapkan—
"peringkat sepuluh: Yamanaka Ino— peringkat Sembilan: TenTen—"
"aku ragu kalau kau mendaptkan peringkat sepuluh besar naru"
Ucap sang ayah, namikaze minato menghadap ke arah anaknya dengan cengiran megejek setengah bercanda. Yang ditatap hanya menundukkan kepalanya lesu.. menulikan pendengarannya dari kebisingan di sekitarnya. Yang dia dengar hanyalah suara sasuke yang terus dia putar di otaknya seperti kaset rusak. Dia ingin mendengar suara itu sebelum dia pergi lama.
'anak ini—' minato hanya menghela nafas melihat anaknya yang biasa bersemangat sekarang sangat sangat menyedihkan. Minato tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya membiarkan anaknya diam dengan pikiranya hingga dia bisa menerima semua yang terjadi.
"peringkat enam: Aburame Shino— peringkat lima: Haruno Sakura— Peringkat empat: Hyuga Neji— peringkat tiga: Nara Sikhamaru— Peringkat kedua: Uchiha Sasuke—"
Eh? Sasuke mendapat peringkat dua? Lalu siapa yang mendapat peringkat satu?
"dan peringkat satu adalah— Namikaze Naruto!"
Sontak naruto kaget, dia.. mendapat peringkat satu? Apakah ini adalah hasil dari usahanya selama ini. seluruh orang yang hadir dalam acara itu hanya menatap ke naruto dengan heran. Bocah yang biasa mendapat peringkat terbawah itu sekarang mendapat peringkat satu?
Bukankah itu sebuah keajaiban—!
"waah~ naru, sepertinya tou-san salah.. kau pasti sangat senang.. ini semua berkat usahamu sendiri nak"
Ucap minato sedikit merunduk mensejajarkan tingginya dengan tinggi putranya. Dia tersenyum senang kepada putra yang saat ini sudah banyak berubah itu.
Naruto yang mendapat banyak pujian dan ucapan selamat masih saja diam mematung tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Aku senang mendapat peringkat satu. Namun apakah aku akan terus senang?
.
.
"wah naru kaa-san senang deh kamu dapat mendapat peringkat satu"
Ucap kushina ibu naruto, senang mendapati anak bungsunya itu memperoleh peringkat satu.. dia sempat tak percaya. Namun dia yakin naruto sekarang sudah berubah.
"wah-wah sepertinya aku harus menyiapkan banyak uang untukmu naru~"
Ucap kyuubi yang duduk disamping naruto sambil mengelus surai pirang naruto. Naruto yang terus menerus mendapat pujian, hanya tersenyum, tersenyum palsu untuk menutupi sakit hatinya. Apakah dengan mendapat peringkat satu dia bisa terus disamping sasuke?
"baiklah naru~ nanti sore kau berangkat ke kanada, jadi siapkan barangmu mulai dari sekarang"
"iya— kaa-san"
Jawab naruto lesu sembari melangkah ke kamar menyiapkan barang barang yang akan dia bawa. Kyuubi yang melihat sikap adiknya hanya menghela nafas. Apakah dia akan membuat adiknya menderita? Tapi ini juga yang baik untukmu naruto.
Kyuubi pun melangkah menghapus jejak naruto menuju kamar adik satu – satunya yang dia sayangi.
Cklek~
"naru?"
"…"
Tak ada jawaban dari orang yang dia panggil membuatnya semakin penasaran dan melangkah masuk mencari keberadaan adiknya. Sekelebat dia melihat bocah yang dia cari sedang menangis lagi dan lagi di pojok balkon.
Kyuubi menghela nafas lagi dan lagi melangkah menghampiri adiknya.
"naru—"
"kyuu, bukannya kau sudah janji kalau aku lulus kau akan mengabulkan satu dari sekian keinginanku?"
"iya naru— maka dari itu aku kesini untuk bertanya padamu kau mau menginginkan apa sebelum berangkat ke kanada?"
Tanya kyuubi pada adiknya yang saat ini masih menangis, mendongakkan kepalanya menatap kyuubi.
"aku tak menginginkan benda apapun, aku tak menginginkan gadget kelyaran terbaru kyuu-nii— aku hanya ingin tetap disini bersama sasuke! Apa kau bisa mengabulkan permintaanku yang satu ini? aku mohon!"
Mohon naruto pada kyuubi seraya berdiri memeluk kyuubi erat menumpahkan seluruh emosinya pada kakak satu satunya itu. Dia ingin terus bersama sasuke. Dia ingin kyuubi mengabulkan permintaannya itu.
"aku tak bisa naru~ kau harus rela saat ini— aku yakin suatu saat nanti kalian akan bersatu kembali untuk selamanya.."
"…"
Naruto tak membalas, dia masih saja menangis sejadi-jadinya di pelukan sang kakak.
"aku janji deh.. akan membelikan semua yang kau mau. Sekarang bersiplah, aku mau keluar sebentar"
Ucap kyuubi seraya melepaskan pelukan sang adik. Mendudukkan sang adik di pinggir ranjang dan mengecup pipi sang adik untuk menenangkannya. Setelah itu dia pergi melangkan keluar kamar naruto.
Empunya kamar tak tahu kalau kyuubi akan pergi ke kediaman uchiha.
.
.
"ada apa kyuu?"
Tanya seorang pemuda keriput pada tamunya yang baru datang langsung terlihat panic dan pucat.
"mana sasuke?"
"apa?"
Sahut suara yang tiba-tiba muncul dari tangga, turun ke bawah menghampiri kakak dan kakak kekasihnya itu.
"naruto akan pergi ke kanada nanti sore. Dia akan melanjutkan sekolah disana sampai lulus perguruan tinggi"
Ucap kyuubi langsung yang membuat kedua uchiha yang ada dihadapannya langsung membelalakkan mata. Sepertinya dia tidak bisa berbasa-basi, atau dia memang tidak ingin basa-basi.
Sasuke yang mendengar berita seperti Guntur yang menyambar tubuhnya itu tak menjawab kata-kata kyuubi. Dia langsung berlari keluar rumah. Semua tahu kalau sasuke sekarang berlari menuju kediaman namikaze untuk bertemu kekasihnya.
Satu minggu lebih naruto tak mau bertemu dengannya, apakah gara-gara ini?
.
"apa benar yang kau katakan kyuu?"
Tanya itachi yang masih shock dengan kabar yang diberikan kekasihya. Yang dia pikirkan adalah adiknya yang dia sayangi. Apa yang akan terjadi dengan adiknya setelah ini. dia tidak bisa membayangkan, pikirannya terlalu rumit untuk berpikir saat ini.
"ya"
"aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada sasuke setelah ini"
.
.
Walaupun berlari sekencangnya, namanya bocah pasti akan capek juga berlari dengan jarak kurang lebih tiga kilometer. Sasuke terus berlari tak mempedulikan nafasnya yang sudah tercekat, keringat yang mengguyur tubuhnya, dia terus berlari berharap akan cepat sampai tujuan.
Saat dia sudah berada di depan kediaman namikaze, dia melihat ada sebuah mobil sedan hitam parkir di depan gerbang. Tak jauh dari mobil itu, berjalan segerombol keluarga yang salah satu dari rombongan itu adalah bocah yang dia cari.
Tanpa memperdulikan keluarga naruto, langsung saja dia menerjang bocah itu, memeluknya erat, tak membiarkan naruto pergi meninggalkannya.
"naruto, aku mohon jangan pergi—"
"sa—sasuke?"
"kau bilang, kau mau menikah denganku kan?"
Yang ditanyai hanya terdiam menahan air mata supaya tak jebol, namun emosinya mengalahkannya. Akhirnya naruto mengeluarkan air matanya, memeluk erat sasuke. Tak bisa membalas perkataan sasuke, hanya memeluk dan menangis yang bisa dia lakukan.
"sasuke-kun, naruto akan belajar di kanada, dia tidak meninggalkanmu"
Ucap seorang wanita muda berambut hitam se bahu. Zisune.
"berjanjilah sasuke, kau tak akan berpaling pada siapapun selama aku pergi. Tunggulah aku. Kita akan menikah saat aku sudah pulang"
Ucap naruto menginginkan sasuke berjanji padanya. Ucapan yang bercampur dengan isakan tangisnya yang terus menerus mengguyur kedua pipinya.
"aku tak akan melepaskanmu dobe!"
Sanggah sasuke, dia tidak ingin naruto pergi, tak akan dia melepaskan naruto. Tanpa disadari air mengalir dari kedua iris berwarna malam miliknya. Sasuke menangis. Pertama kali sasuke menangis. Dan itu untuk mempertahankan naruto.
Namun itu semua sia-sia. Naruto akan tetap pergi.
"lepaskan aku sasuke"
Naruto sudah tak memeluk sasuke. Namun sasuke tetap mengeratkan kedua tangannya pada tubuh naruto. Kenapa harus seperti ini.
"berjanjilah padaku juga dobe! Kau selalu mengingatku, tak akan berpaling dariku hingga kau pulang dan menikah denganku"
Ucap sasuke seraya melepas pelukannya dari naruto. Naruto hanya mengangguk sekali. Dia tidak bisa berkata apa-apa karena tangis menguasai seluruh inderanya.
Sasuke mengelap tangisnya lalu maju dan mengecup lembut kening naruto, sebagai tanda perpisahan, sangat lama dan penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Sampai jumpa sasuke, aku akan merindukanmu.. setelah itu naruto melangkah masuk menuju mobil. Membanting pintu mobil dan menatap keluar.. menatap sasuke dengan tangis yang masih membasahi wajahnya.
Sasuke pun terus menatap naruto, terus menerus sampai mobil itu berjalan dia terus menatapnya. Hingga mobil itu hilang di belokan. Dia menundukkan kepalanya menatap aspal yang baru saja di lewati mobil yang di pakai naruto.
Sampai jumpa naruto, aku akan merindukanmu dan selalu menunggumu.
.
.
TokiToki
Tiga hari setelah kepergian naruto, sasuke kembali menjadi sasuke yang dulu, sasuke yang dingin, tak pernah tersenyum dan tertutup dari siapapun. Selama tiga hari itu dia hanya berdiam di dalam kamar. Sesekali dia pergi ke tempat kesukaan dirinya dan naruto. Tidak seperti bocah yang lainnya yang sibuk mencari sekolah baru. Dia hanya diam tak memperdulikan apa-apa. Pikirannya hanya terisi oleh naruto dan naruto.
"sasuke apa kau baik-baik saja?"
Tanya itachi pada sasuke yang sekarang berdiam diri dalam kamar yang seharian belum makan. Itachi sangat mengkhawatirkan adik satu-satunya itu, dia sudah mencoba segala cara untuk menghibur sasuke namun tidak ada yang berhasil. Sesekali dia juga mengundang kyuubi untuk menghibur sasuke namun tetap saja gagal.
Hingga akhirnya itachi menyerah. Membiarkan adiknya seperti itu selama masiih dalam batas kewajaran.
"—"
Tak ada jawaban dari sasuke, membuat itachi lagi-lagi menghela nafas. Sudah kesekian kalinya dalam hari ini dia menanyai keadaan sasuke namun juga kesekian kalinya sasuke tak menjawab pertanyaannya.
"apa kau tidak akan mendaftar ke sekolah yang kau inginkan?"
Itachi mencoba untuk bertanya lagi. Dan akhirnya sasuke mau bicara
"kau saja yang daftarkan, terserah dimana. Aku tak berniat untuk keluar"
Lagi-lagi itachi mengehela nafas. Walaupun akhirnya adiknya angkat bicara, namun bukan jawaban yag dia inginkan yang keluar.
"baiklah"
.
Aku merindukanmu naruto,
Tak mengetahui bahwa di belahan bumi yang lain, seorang bocah blonde sedang duduk di kamarnya menghadap keluar melalui kaca tebal sebening Kristal sambil mengalirkan air mata.
Aku merindukanmu sasuke,
.
.
_To be Continued/Fin_
