Minna! Gomen klo ud lama nunggu update an fic ini. Saya hiatus dlu utk smentara gara2 banjir yg mlanda jkarta bln lalu, UAS di kampus saya smpe diudur ke bln ini, kmaren2 saya sibuk blajar jdi bru smpet publish fic ini skrg =_=
Meet reading, Minna :D
Story start!
Chapter 2: We Meet Again
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own
Genre: Friendship, Romance, Hurt/Comfort, Slice of Life
Rated: T
Warning: OOC, Typo, a little bit comedy, Dramatically Romance
Don't like, don't read it!
.
.
.
.
.
/Crypton Academy
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, kelas telah usai. Miku dan teman-temannya sedang bersiap-siap untuk pulang...
"Minna, ayo kita pulang". Kata Meiko
"Jaa nee, Miku!". Kata Len dan Rin bersamaan
"Kalian pulang saja duluan, aku masih ingin pergi ke sesuatu tempat". Kata Miku
"Miku, pulanglah bersama kami. Kumohooonnn!". Gakupo berkata sambil memelas
"Ah, Miku. Kau tidak perlu mencemaskan kami. Aku dan Gakupo baik-baik saja". Luka berkata sambil tersenyum, kemudian ia mencekik Gakupo
"Kalau begitu aku akan pulang bersama Len dan Rin". Neru berkata, ia terlihat bersemangat
Miku berjalan menghampiri Gumi
"Gumi, bagaimana denganmu?". Tanya Miku
"Oh, Miku. Ayo kita pulang bersama, tapi aku masih ingin ke perpustakaan sebentar. Nanti kita bertemu di aula depan". Kata Gumi
"Baiklah, kalau begitu aku mau ke atap sekolah dulu". Miku berkata sambil berlari meninggalkan ruang kelas dan pamit pulang pada teman-temannya
"Aku ingin tahu, apakah dia masih ada di sana?". Miku berkata pada dirinya sendiri
Miku tiba di atap sekolah, namun di sana tidak ada seorangpun...
"Yah, dia tidak ada di sini". Miku berkata, ia terlihat kecewa
Miku berjalan lalu menyandarkan dirinya di beranda atap sekolah
"Panggilan alam, Hatsune-san". Kata seseorang
Miku yang mendengarnya langsung terkejut. Ia pun membalikkan badannya dan menatap orang itu. Seorang pemuda bersurai teal pendek berjalan menghampiri Miku
"Oh, Mikuo. Hallo". Miku berkata sambil melihat pemandangan melalui beranda atap
"Kau Cuma bilang"Oh, Mikuo. Hallo". Apakah hanya itu? Tidak ada pelukan samasekali =_=?"
"Yamete kudasai, Mikuo. Aku sedang tidak mo-". Miku berkata namun Mikuo malah menganggu pembicaraannya
"Apakah kau sedang mencari Kaito? Dia baru saja pulang. Miku, kau bahkan tidak memberikan perhatian pada orang yang kau suka, kau mengerti? Mungkin aku memang tidak satu kelas denganmu, tapi aku menyadari bahwa kau dan dia tidak-". Mikuo berkata sambil memejamkan matanya dan bersandar di beranda sebelah Miku
Miku yang mendengarnya langsung terkejut, wajahnya merona merah
"Shhhh, diamlah Mikuo! Aku tidak ingin kalau semua orang di sekolah ini sampai tahu". Miku berkata sambil membekap mulut Mikuo
Mikuo menyingkirkan tangan Miku dan berkata
"Kau ingat, sejak kecil aku sudah berjanji untuk menjadi temanmu. Aku tidak akan memberitahu pada mereka tentang hal ini, jadi tenanglah".
"Arigatou, Mikuo". Miku berkata sambil memeluk Mikuo, raut wajah Mikuo yang tadinya tersenyum kini menjadi sedikit cemas
Ponsel Miku tiba-tiba berbunyi. Ada sebuah pesan masuk, ternyata dari Gumi
"Ah, Gumi. Dia sudah selesai meminjam buku di perpustakaan. Kalau begitu aku harus segera pulang. Jaa nee, Mikuo". Miku berkata sambil melambaikan tangannya
"Ya, hati-hati di jalan". Mikuo berkata, sementara Miku sudah berjalan pergi menuruni tangga
"Semoga beruntung, Miku". Mikuo berkata pada dirinya sendiri
Miku berjalan menuju aula depan sekolah, ternyata Gumi sudah menunggu di sana...
"Miku, buku yang ingin kupinjam ternyata sudah dipinjam oleh orang lain. Jadi aku memutuskan untuk mencari buku lain, maafkan aku jika membuatmu lama menunggu". Kata Gumi
"Tidak apa-apa, Gumi. Ayo kita pulang". Kata Miku
Mereka berjalan meninggalkan sekolah
.
.
.
Hari sudah menjelang sore, matahari hampir terbenam. Miku dan Gumi berbincang-bincang di sepanjang perjalanan...
"Miku, belum lama ini aku sempat menonton film horror bersama sepupuku. Kau tahu, gara-gara itu aku sampai merasa ketakutan jika harus pulang sendirian di malam hari seperti ini. Jadi, bisakah kau menemaniku hingga ke jalanan menuju rumahku?". Tanya Gumi
"Baiklah". Miku berkata sambil tersenyum
Tak lama kemudian, Mereka tiba di rumah Gumi...
"Ah, aku baru ingat kalau Gumi dan Kaito ternyata adalah tetangga. Rumah mereka juga tidak jauh dari sini, semoga saja kali ini aku bisa bertemu lagi dengannya". Miku berkata pada dirinya sendiri
"Arigatou, Miku. Sampai jumpa". Gumi berkata sambil melambaikan tangannya lalu berjalan masuk ke dalam rumah
"Jaa nee, Gumi". Kata Miku
Miku berjalan menuju rumah Kaito. Suasana di jalanan sangat sepi, hanya ada lampu jalan dan cahaya bulan yang menerangi langit malam. Beberapa menit kemudian, Miku tiba di depan rumah Kaito. Lampu rumahnya gelap semua, ternyata tidak ada orang
"Lagi-lagi tidak ada orang, kemana dia? Kalau begitu aku pulang saja, aku tidak ingin berlama-lama di sini". Miku berkata pada dirinya sendiri, ia terlihat ketakutan
Tiba-tiba saja seseorang menepuk bahu Miku dari belakang, Miku amat terkejut sampai-sampai ia tidak berani membalikkan badannya
"Oh, tidak! Siapa yang menepukku barusan? Pasti ini adalah pembunuhan berantai yang diberitakan di tv beberapa hari yang lalu. Tidaakk! Aku tidak ingin mati! Seseorang, tolong!". Seru Miku
"Shhhhh, diamlah. Jangan takut, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu". Kata suara itu, Miku yang mendengarnya merasa sedikit tenang
Miku membalikkan badannya. Seorang pemuda bersurai ocean blue yang tadi pagi ia temui di atap sekolah sedang berdiri tepat di belakangnya, Miku kembali menatapnya
"Ah, Kaito. Kau ini mengagetkanku saja! Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku? Apakah ada masalah? Bisakah aku membantumu?". Tanya Miku
.
.
.
To Be Continued
Pendek bget yah? Memang, akhir2 ini mood nulis saya suka naek turun, gtw knp =_= #bletakk
Di chapter dpan critanya akan saya panjangin lgi XD
Mind to review, please? :3
